Number 9 (Chapter 4)

number 9- 2

Number 9

Auhtor: syasa adinda

Maint cast: kai | suho| luhan| all member exo

Genre: family, brothership, trailer.

Preview chapter :

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

Note: : annyeong, author hadir lagi, mianhae lama dalam pempublisan cerita. author lagi sibuk kuliah karena sudah tingkat akhir. mohon dimaklumi ne 🙂 . Semoga kalian suka J D cerita ini pernah di publish di wp pribadi saya “ http://fakhrunnisadinda.wordpress.com/ “ mohon di kunjungi,this real my story,happy reading.. DON’T BE PLAGIATOR!! DON’T BASH!!!

Kai, Wake Up!

 

Langkah kaki yang menggebu hingga deru nafas tidak terkendali. Tatapan mata kebahagiaan mereka dan lengkungan senyum itu selalu tertahan saat melihatnya. Seorang namja berdiri didepan mobil bersama saudaranya melihat mereka seperti daging santapan. Mulut itu kaku, tubuh ini terasa sulit untuk digerakkan saat luhan mulai mengeluarkan senjatanya mengarah kepada mereka.

CKLEK’

Suara pelatuk itu menakutkan, asap-asap putih keluar dari mulut tidak bisa menenangkan kerutan dikeningnya. Benda kenikmatan itu tidak bisa menolong mereka kali ini. mata tajamnya terus menatap para anggota satu persatu. Hingga senjata itu bergerak dan berhenti pada seorang namja.

 

“dimana dia?”

“luhan hyung”

“aku bilang, dimana kai! Jawab aku TAO!”

“ini bukan salah ku”

“jadi salah siapa, apa ini salah ku? iya!”

“ani-ya hyung hanya saja-“

“mwo? Hanya saja apa. jawab aku, atau peluru ini akan masuk kekepalamu”

“kau berbeda, kau aneh hyung. dia masih didalam”

“cepat bawa kai kemari”

“tapi hyung”

“kau tuli?”

“arraseo”

“dan bawa benda itu ke mari”

Satu persatu anggota mendekatkan benda pahatan itu ke luhan. Jemari-jemarinya mulai menyentuh benda itu, kerutan dikeningnya terus bertambah. Ada yang aneh, ada yang tidak beres. Kenapa mengambil benda ini begitu mudah, perkiraan itu. perkiraan didalam benak luhan, benda ini akan sulit untuk diambil.

“luhan, kau yakin tao masuk kedalam sendirian”

“aku tidak perduli.”

“tapi jika terjadi sesuatu”

“sejak kapan kau perduli dengan mereka kris?”

“hanya memastikan, kau tau dia bagaimana. Terlalu labil dan tidak terkontrol”

“kau katakan saja pada saudara-saudaranya. Bagaimana reaksi mereka”

“kau ingin aku melakukannya dan melihat reaksi mereka.”

“aku sudah tau reaksinya, tapi kau tidak”

“kalian aneh”

“kalian? Aku juga?”

“ne, kau juga”

 

Seluruh anggota masih berdiri disamping mobil, melihat benda pahatan tersebut. setidaknya, setelah ini mereka bisa mengucapkan ‘welcome Ueno’ sambil menari tarian Hawai. Atau hanya sekedar tertawa ria sambil berjoget ala clubbing karena kesenangan mereka membuat si kai menderita. Satu langkah, memperingatkan dia bahwa kita itu berbeda. Bukan saudara, bukan keluarga, bukan teman, tapi musuh.

Ayolah, dia terlalu naïf untuk mengabaikan tindakan ini. Dia terlalu munafik untuk bertindak seolah mereka bisa berubah menjadi hyung-hyung yang baik. jangan terlalu polos dalam melihat kedepan, karena seorang kai. Belum mengeluarkan jati dirinya yang sesungguhnya. Jika itu terjadi, maka mata seorang kai akan berubah menjadi gelap keabu-abuan. Tanpa ekspresi, tanpa ada reaksi hangat seperti biasanya. maka kau ucapkan selamat tinggal pada senyumnya. Itu terlalu berbahaya.

 

LUHAN PROV

“kris, bukankah ini aneh?”

“aneh? apa maksudmu”

“ baekhyun! Chen! Dan xiumin! Kemari”

“wae-yeo hyung?”

“periksa benda ini. sedetail mungkin, jangan ada sedikitpun yang kalian lewati”

Aneh, ini aneh. entah mengapa setiap sentuhanku, benda ini seperti bergetar memantulkan sesuatu yang bergerak didalamnya. Masih ada beberapa menit lagi waktu kami ditempat ini sebelum batas akhir para penjaga sadar dari obat bius maupun para warga setempat keluar dari rumahnya.

Dimana dia? Kenapa tao lama sekali membawa kai kemari. Belum saatnya, masih belum. Sedikit lagi, sedikit lagi misi ini akan selesai. Aku masih membutuhkan anak itu, aku membutuhkannya sebelum semua ini terungkap dengan jelas. Memanfaatkan ingatannya, itu adalah senjata paling bagus untuk digunakan. Sebelum..

Drrtt drttt

 

“luhan, ini handphone mu dari tadi bergetar”

“wae-yeo kris? apa ada e-mail masuk”

“molla, kau ingin aku cek “

“berikan kepadaku”

E-mail, seperti biasa. Ada dua pesan membuatku membulatkan kedua mata. Ingin rasanya melempar hendphone ini kekepala mereka satu persatu atau menembak tubuh mereka secara berkala untuk memuaskan amarah yang terpendam sedari tadi. Dia, apa yang dia lakukan! Ini gawat. Ini tidak bisa terjadi.

“SEMUANYA BERLINDUNG!” teriakku

 

Tit tit tit.

DOOOAAAMMM’

 

Secara cepat aku berlari menarik kris menjauh dari pahatan tersebut. meledak, ya benda pahatan itu meledak. Seperti kata-katanya di e-mail, dia memberikanku hadiah special.

“uhuk, uhuk. Kris gwechana?”

“argh, tangan ku”

“ne?!”

Darah segar keluar dari lengan saudaraku termasuk beberapa anggota lainnya. Ada yang tidak sadarkan diri, ada yang selamat karena jarak yang jauh. Dan aku? terus memeluk kris hingga melihat seorang namja berlari keluar dari museum seorang diri. Gigi ku merapat, hingga ku rasakan emosi tidak terkendali.

 

02:55. Tusday 5 th October

‘ kau suka hadiah specialku, saudaraku tercinta?” –Diamon

__________

02:56. Tusday 5 th October

‘ ah iya, aku pinjam kai mu tersayang ne. kami ingin menghabiskan waktu bersama seperti dulu. Sebelum cerita kita dimulai saudaraku luhan’ –Diamon

 

“awas kau, aku akan membalas mu sang DIAMON!

 

***

Bau obat hingga suara pendeteksi denyut jantung terdengar disetiap ruangan. Erangan-erangan keluar dari bibir mereka, hanya 3 orang yang memiliki luka ringan. Luhan, tao dan sehun. mereka hanya duduk disamping saudara mereka masig-masing. Dengan dibaluti perban dan beberapa olesan obat luka. Nyawa saudara mereka bisa terselamatkan. Termasuk adik kesayang luhan.

“neo gwechana, kris?”

“hm”

“istirahatlah”

 

Tubuh sehun terlihat bangkit dari kursinya dan meninggalkan tempat tersebut. mata-matanya terus memandang kasar seluruh ruangan. Dia tau, dia akan selalu tau apa yang dilakukan oleh luhan selanjutnya maupun apa yang akan terjadi kepada saudara-saudaranya termasuk dirinya sendiri.

Hanya saja, mulutnya selalu diam dan tersenyum. Memasukkan tangan kesaku celana, berjalan seolah-olah dikehidupannya adalah kehidupan paling bahagia. Mereka harus iri akan hal itu, tetapi jika kau mulai memiringkan tubuhmu memasuki celah-celah jalan kehidupan seorang sehun. maka penjelasan dari sikapnya akan terlihat. Arti senyumannya, arti pandangannya dan arti kau dimatanya.

“menyebalkan” rutuk seorang sehun

 

Jemari-jemarinya mulai menakan beberapa digit nomer dan menghubunginya. Menunggu dan menunggu, nomer itu selalu tidak bisa tersambung sejak tadi malam. Ledakan itu, ledakan pertama dalam misi. Biasanya, misi-misi sebelumnya. Mereka akan menggunakan senajata atau melakukan kontak fisik seperti menghajar 50 orang. Itu sudah biasa, kali ini sehun memiliki pandangan yang berbeda.

“kau ingin kami mati huh!”

 

Tersenyum, seorang sehun hanya tersenyum sambil menghubungi seseorang yang dia cari. Tubuh yang bersandar kedinding sambil menikmati sentuhan angin. Deru nafas itu tidak bisa membohongi dirinya, gigitan bibir bawahnya tidak bisa menyembunyikan betapa dia ingin orang ini mengangkat handphonenya.

“yeoboseo?”

“yeoboseo? Kau dimana”

“…”

“hei, bicaralah sesuatu. kai

Kosong, hanya terdengar nafas beratnya lewat telephone. Bagaimana dengan sehun, apakah seorang kai bisa mendengar deru nafas itu sama sepertinya. Apa yang dia lakukan sekarang, dimana dia sekarang, bagaimana dia bisa selamat dari leser tembakan itu. aku masih belum mengetahuinya. Hanya saja, tao hyung belum sempat mengatakan apa-apa tadi malam, tapi melihat raut wajah tao hyung tadi malam. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi.

 

SEHUN PROV

Andai saja, tao hyung tidak berlari menghampiri baekhyun hyung. maka aku masih bisa mengetahui informasinya.

“kai, kau mendengarku?”

“hm”

“kau dimana, kami sekarang berada dirumah sakit”

“……”

“kau dimana, bisa kita bertemu…”

“…”

“ Apa kau bersama dengan orang lain?”

“hm”

DEG’

 

Orang lain? Siapa. Siapa yang bersama dengannya, ini aneh. apakah orang yang bersama dengannya adalah orang yang menyelamatkan dia dari leser itu. tapi apa maksud deri leser itu, karena setauku. Leser itu seharusnya tidak ada dalam daftar keamanan museum tersebut.

 

“apa yang terjadi tadi malam?”

“….”

“kai?”

“….”

“kai, yeoboseo. Kai?”

“..”

“kai, kau mendengarku?”

“…”

Tut, tut, tut.

Mati, telephone ini mati. Apa yang salah, darinya.Tidak pernah dia melakukan ini kepadaku. Sejahat-jahatnya aku memperlakukan seorang kai, dia tetap merangkulku seolah tidak pernah ada kejadian apapun. Apa sekarang dia mulai berubah? jika itu terjadi, aku harus bagaimana. Belum sempat aku mendapatkannya, dia harus berada dipihakku sebelum semua terungkap.

 

Ya, itu benar. Seorang oh sehun harus berada dipihak kai jika ingin benda itu menjadi miliknya. Benda itu, harus sehun miliki sebelum luhan mendapatkannya. Jika benda itu tidak menjadi milik sehun.

“ maka aku harus membunuhmu, kai. Sebelum atau sesudah aku mendapatkannya”

 

****

Ruangan berwarna coklat kayu melengkapi hiasan dinding ini, aroma-aroma kayumanis melengkapi minuman sore hari. duduk disamping jendela hingga cahaya matahari menyentuh kulit mereka. dua orang namja duduk dengan saling melihat satu sama lain. Hanya melihat, tidak tersenyum maupun membuka pembicaraan sejak tadi malam.

Suara air jatuh kedalam cangkir tidak menggemingkan hasrat mereka untuk tunduk ataupun melakukan gerakan tubuh. Hanya melihat, ya melihat. Apakah ini perasaan kerinduan atau perasaan kebingungan. Seorang kai hanya membuka sedikit bibirnya untuk mengeluarkan nafas-nafas yang dia hirup.

“jadi…. Kau?”

 

Kyungsoo bergerak, jemari-jemarinya mulai mengambil secangkir coffee dan meminumnya secara perlahan. nafas kai tertahan untuk kesekian kalinya, namja ini kapan dia bisa menjelaskan semuanya. Apakah hanya sebatas ini, duduk, minum dan menatap. Kemudian apa? kai pulang. pulang dengan seribu pertanyaan yang tidak terjawabkan. Pulang dengan perasaan aneh didalam benaknya, ini menyebalkan.

“bisakah kau berbicara sesuatu?”

“hm, kau ingin aku bicara apa”

“neo, apa maksudmu dengan ucapan hyung? dan apakah kau namja didalam foto itu”

“tunggu-tunggu dulu”

Kyungsoo tertawa, dia tidak habis fikir dengan jalan pikiran kai. Kenapa dia bertanya dengan kalimat yang seperti itu, aneh. ada sesuatu yang menjagal dikening kyungsoo. Seharusnya, ya seharusnya kai tidak bertanya seperti itu. kalimat itu, cukup aneh untuk dicerna oleh syarafnya. Padahal sudah banyak alasan yang akan kyungsoo sampaikan kepada kai saat dia bertanya tapi, bukan ini pertanyaannya.

“wae-yeo?”

“kau bertanya kepadaku?”

“ne, aku bertanya”

“dan pertanyaannya itu?”

“hm, apakah aneh”

“ani-ya hanya saja. Hm.. a-apakah selama ini ada yang kau minum atau kau makan dari kamarnya luhan?”

“apa maksudmu, kenapa sekarang kau yang bertanya”

“tidak, hanya saja. Aku penasaran”

Karena itu penting, jika kau mendapatkan ajakan luhan masuk keduanianya. Dunia amannya, dunia yang dia tempati. Maka kau akan bertemu dengan ruangan mewahnya. Jangan sentuh apapun, karena seorang luhan tidak menyukainya. Jangan makan apapun, karena seorang luhan akan tersenyum dan mengucapkan. ‘selamat tidur’ dengan senyum manisnya. Kau mengerti? Ku rasa tidak.

 

KAI PROV

“bisakah kau menjawab pertanyaan ku?”

“yang mana? Tentang hyung? foto? Atau tentang sesuatu menyangkut luhan? Hei, ayolah apa yang terjadi kepadamu selama aku tidak ada”

“tidak ada”

“jangan bohong, karena aku tau”

“dari mana kau tau”

“karena aku hyung mu”

DEG’

“h-hyung?”

Ku tatap wajahnya secara seksama, dia sedikit terkejut akan ekspresiku. Kenapa? Aku tidak tau. Mungkin seharunya ini sudah biasa dilakukan oleh orang-orang lain jika terkejut akan sebuah kenyataan baru saja dia dengar.

“jadi kau hyung ku?”

“hm, kau lupa. Ini aneh”

“aneh? apa maksudmu. H-hyu-hyung”

“kai, aku meninggalkan mu saat usia 5 tahun. Tidakkah kau ingin bertanya kenapa aku meninggalkan mu. Ataupun setidaknya kau bertanya kemana aku selama ini seperti dongsaeng-dongsaeng lainnya”

“tapi aku”

“apa yang mereka lakukan padamu sejak itu”

“apa maksudmu hyung, sejak itu?”

“ya sejak itu, sejak kejadian itu. tidakkah kau ingat”

“apa? kejadian apa?”

“18 Agust 1999 “

 

DEG’

Bukankah itu tanggal dibalik foto, tanggal itu. apakah ada kaitannya dengan ingatan ku yang hilang. Atau semua ini disembunyikan rapat-rapat oleh luhan hyung dariku. Tapi untuk apa? memangnya kejadian apa yang ku lupakan. apakah itu sangat penting.

“memangnya apa yang terjadi saat itu hyung?”

“sang DIAMON”

“Diamon?”

 

Drrtt drrtttt

“maaf hyung, sebentar ada telephone”

“ne, angkatlah mungkin sehun lagi. Tapi jangan diangkat jika itu dari luhan”

“wae-yeo hyung”

“maka kau tidak akan tau siapa itu sang Diamon”

“apa itu penting?”

“jika menurut mu aku penting dalam hidupmu. Maka cerita ini sangat lah penting”

“apakah ada kaitannya sama luhan hyung”

“sangat, karena dia pemeran utama dalam cerita ini”

Ku lirik kyungsoo hyung, apakah aku harus melakukannya. Sudah 3 orang namja yang menelphone ku sejak tadi malam. Hingga pesanpun begitu banyak masuk kehadphone ku. mereka terluka, masuk kedalam rumah sakit. ini baru pertama kali dalam menjalankan misi. Tapi ini cukup mengherankan ku, menurut pesan yang kubaca dari sehun. dia terluka parah dan tidak sadarkan diri, jadi bagaimana bisa dia menelphoneku.

“wae-yeo, apa luhan menelphone mu?”

“ani-ya, tapi…”

“mwo? Nugu”

“suho hyung”

SUHO Hyung Calling

TBC

6 responses to “Number 9 (Chapter 4)

  1. chapter yg ini kependekan thor.. 😦 tapi ttep keren koq, ditunggu lanjutannya.
    tpi kalo ada cerita romance’nya pasti bakal lbih seru deh thor.. hehe itu saranku.

  2. masih penasaran nihh… Sebenarnya ada apa sih antara luhan, d.o, kai?? peristiwa 18 agustus 1999? peristiwa apa??? sehun mau bunuh kai?? eh yang bener nih?? kok bisa? diamon nya bukan d.o ya? aku kira d.o? aduh. pokoknya penasaran banget sama kelanjutannya. next chapter ditunggu ya thor! fighting^^

  3. Rahasia yg satu belum terungkap udah ada rahasia baru lagi, makin rumit tapi makin seru. Siapa sang Diamond yg di maksud kyungsoo??
    Tapi chap ini kependekan thor, hehe ga apa2 aku tunggu chap selanjutnya.. 🙂 keep writing thor 🙂

  4. Sbner’y yg mrka rebutin itu apa????
    Luhan..sehun….mrka cm manfaatin kai??!
    Sang diamond itu d.o????
    Smga ingatan kai bz cpet kmbali jka sm d.o….
    Mkin gregetan n penasaran.

  5. apa yang disembunyiin luhan sebenarnya dan kyungsoo apa mungkin dia sang dimon apa dia ingin balas dendam ini bikin penasaran banget yakkkk hahhh nguras otak baca sambil mikir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s