[Freelance] Beastiality

beastiality poster

Beastiality

 

Author: Mei F.D [ @meiokris ]

Main cast :

Wu Yi Fan/ Kris EXO M

Han Lily

Jang Jae Mi

Alvarez

Other cast

Length : oneshot

Genre : Romance, Fantasy, Sexual content.

PG : NC-21

Warning!!

Cerita ini tidak pernah dipost di akun sosmed atau blog mana pun KECUALI di blog saya harianmeii.blogspot.com . Cerita ini khusus dewasa dan perlu pemikiran terbuka bagi para pembacanya. Cerita ini juga lebih menekankan kepada alur dan bukan murni FF yadong. Thankiss:*

***

 

Jang Jae Mi menatap pilu pada tumpukan file yang tergeletak di atas meja ruang tamunya.
Ia menelungkupkan wajahnya diantara tumpukan file dan terisak ketika menatap hasil akhir proyek pemenangan tender yang berhasil direbut oleh pemilik perusahaan minuman soda terbesar di Korea, Alvarez.

“Brengsek!!” dilemparkannya tumpukan file yang dirasanya masih menguarkan aroma tubuh lelaki yang dibencinya sejak ia merasa dikalahkan.

Matanya memanas mengingat permintaan Alvarez yang secara tidak langsung menjatuhkan harga dirinya.

“Aku bisa saja mengembalikan hartamu asalkan kau mau membuat kesepakatan denganku, lady Jae.” Bisiknya tepat di depan wajah Jae Mi. Ia tersenyum licik memamerkan giginya yang nampak putih bersih.

“Kau ingin memperbudakku, tuan muda?” Geram Jae Mi tak terima. Selama ini ia tidak pernah melakukan kesepakatan dengan pemilik perusahaan manapun, terlebih harus menyetujui perjanjian dengan anak muda yang telah membuatnya bangkrut.

“Aku hanya ingin menawarkan sedikit kebaikan yang mungkin sangat berarti untukmu.” Ia menatap Jae Mi dengan tatapan meremehkan.

Brengsek! Jae Mi ingin sekali menusukkan pisau belati tepat di atas ubun-ubun lelaki yang membuatnya hampir gila karena gagal dalam merebut proyek tender ini.

Jang Jae Mi hanya tersenyum sinis, “apa yang kau inginkan dari miskin sepertiku, tuan muda?” Tanyanya sambil menekankan kata miskin pada rivalnya.

“Gampang dan mungkin kau tidak akan ragu untuk mengiyakan permintaanku.” Tatapnya dengan pandangan misterius, “aku hanya ingin kau mengantarkan anak tirimu ke hutan ChenYi, dan kau akan mendapatkan semua asetmu kembali.” Alvarez tersenyum misterius.

“Lelucon macam apa itu? Kau ingin menipuku?!” Cecar Jae Mi. 

“Tidak. Hanya saja, aku rasa anak tirimu jauh lebih menarik daripada hanya memenangkan proyek darimu.” Ejek Alvarez.

“Apa yang kau inginkan dari, Lily? Hah?! Kau ingin memperistrinya?!” cemooh Jae Mi, ia tak habis pikir lelaki di depannya ini bahkan tidak tanggung-tanggung, menyelidiki latar belakang rivalnya sampai ke akarnya.

“Lebih buruk. Ini bahkan tidak akan mungkin terbersit dalam pikiranmu.” Sahut Alvarez.

“Menjijikan.” Ucap Jae Mi sambil memutar bola matanya, meremehkan ucapan Alvarez yang dirasanya terdengar sangat lucu.

“Kau pikir kau tidak lebih menjijikan dariku?” sebelah alis Alvarez terangkat ke atas, menatap Jae Mi yang sudah mengepalkan tangannya karena amarah yang kian memuncak.

“KAU INGIN MEMPERBUDAKKU MELALUI LILY? HAH?!” teriak Jae Mi tak terima.

“Kau mau atau tidak menyerahkan anakmu!! Hah!!” Alvarez balas berteriak dan membuat bulu kuduk Jae Mi merinding. 

Ia membuang muka menghindari tatapan mengintimidasi dari lelaki yang ditaksirnya berumur 25 tahun lebih muda dari dirinya.

Demi Tuhan ia tak menyangka anak tirinya yang bahkan ingin ia singkirkan setelah suaminya meninggal itu akan menjadi nyawa hidupnya, penopang masa depannya nanti yang akan diputuskannya dalam menit-menit terakhir sisa waktu pertemuannya dengan Alvarez.

Mata Jae Mi berkilat marah, ia tak sanggup mengucapkan sepatah katapun sampai akhirnya Alvarez tersenyum miring, “aku anggap diammu itu iya, kuharap kau menepati janjimu, Jae Mi. Ingat, bawalah anak perempuan tirimu tepat pada bulan purnama minggu depan.” bisiknya tepat di telinga Jae Mi.

Aaarrrgggghhh!! Jae Mi berteriak marah, mengumpat dan menendang apa saja yang bisa ditendangnya.

Jae Mi tidak pernah kalah dengan siapa pun terlebih pada lelaki yang lebih muda darinya.

“Ibu… Ada apa?” sebuah tangan mungil mengetuk pelan pintu ruang kerjanya.

Han Lily, gadis yang ditinggal pergi suaminya yang tengah sakit keras itu kini semakin panik, ia mencoba membuka pintu yang sengaja dikunci dari dalam.

Mata Jae Mi kini mulai meneteskan butiran air bening dari pelupuk matanya, menyeruak keluar tanpa bisa ditahan karena merasa egonya terinjak.

Kini mata itu menatap bengis ke arah pintu yang sengaja di kunci dari dalam itu seakan pintu tersebut dapat di tembusnya dan mencekik anak tirinya yang semakin hari semakin membuatnya muak ini.

Hidupnya bergantung pada Lily sekarang dan ia tidak suka kontrak kerja licik ini!

“Menjauh Kau dari pintu! Jangan menggangguku!” teriak Jae Mi dari dalam.

Prang!! Di lemparkannya vas bunga peninggalan suaminya ke arah pintu.

Sementara Lily berdiri mematung di luar, ia mendesah pelan, begitu khawatir akan keadaan ibunya yang berantakan sepulang kerja. Namun sebuah benda yang dilayangkan ke arah pintu seakan menginterupsi kekhawatirannya dan menyuruhnya untuk mundur.
—–
“Tak terasa sebentar lagi kita akan lulus sekolah!” teriak Sachi pada sahabat terbaiknya Han Lily. Dilihatnya Lily sibuk merapikan buku pelajaran biologinya yang masih berserakan di atas meja.

“Masih ada beberapa bulan lagi, Sachi.” sahut Lily tanpa menatap ke arah sahabat sejak SMP itu.

Sachi melirik sekilas, ada yang berbeda dari wajah Lily, “Ly, kantung matamu menghitam.” bisik Sachi.

Tanpa sadar tangan mungil Lily bergerak mengelus bagian bawah matanya, “benarkah?” tanyanya malu.

“Kau dimarahi ibumu lagi?” tebak Sachi, khawatir ibu tiri Lily berlaku jahat padanya.

“Ahh, tidak. Aku hanya sedikit mengkhawatirkan ibuku sehingga tidak bisa tidur.” sahutnya jujur sementara Sachi menggeleng tak mengerti.

“Aku tak heran banyak lelaki yang menaksirmu, kau terlalu baik.” gumamnya pelan. Bahkan saat kau sedang dijahati oleh ibu tirimu sendiri.

—-

 

“Alvarez! Alvarez!” teriak seseorang dengan nada penuh amarah.

“Ya, Yang Mulia Alva Kris.” sahutnya dengan nada sopan tanpa mengurangi sedikit hormat pada tuannya Alva Kris yang bernama asli Wu Yi Fan.

Penguasa rimba hutan ChenYi, hutan yang menghubungkan antara dunia manusia dan akhirat. Hutan yang dipenuhi segala gelimpangan dosa dan berbagai macam keserakahan umat manusia yang ingin mencari pesugihan.

Namun bagi arwah penasaran, hutan inilah tempat penentu para nasib arwah yang akan masuk ke surga atau malah menjadi santapan para anak hutan dari kerajaan Ogius, tempat Alva Kris bersemayam.

“Sudahkah kau mendapatkan mangsa untukku?” tanya Alva Kris kepada Alvarez.

“Sudah, Yang Mulia Alva. Gadis itu bernama Lily.” jawabnya sambil menyembah Tuan-nya ini.

Alvarez adalah salah satu anak hutan dari kerajaan Ogius yang ditugaskan untuk mencari mangsa, gadis perawan dengan roh yang masih melekat di tubuhnya.

Memakan roh gadis perawan yang masih hidup merupakan santapan paling nikmat bagi raja dari Ogius Kingdom, Alva Kris.

Kris mengangguk senang, ia berdiri dari singgasananya, berjalan membelakangi Alvarez yang masih menunduk menyembahnya.

Kabut tipis pun mulai menyamarkan tubuhnya yang mulai berangsur-angsur tubuhnya yang tegap dan gagah kini mulai berubah, berganti menjadi binatang seperti harimau.

Malam bulan purnama adalah malam di mana kekuatan Alva Kris melemah. Untuk mengembalikan kekuatannya, ia harus memakan roh gadis perawan atau menandainya sebagai miliknya.

Kris lebih memilih memakan roh perawan yang dianggapnya tidak berguna daripada ia harus menandai gadis itu sebagai miliknya.

Kris membenci manusia, terlebih pada gadis dengan wajah polos. Ia mengutuk dirinya terus-menerus karena terlahir sebagai manusia setengah siluman akibat ayahnya yang jatuh dengan pesona wanita lemah seperti ibunya.

Manusia setengah siluman adalah takdir yang paling dibencinya, yang kekuatannya bisa melemah ketika malam bulan purnama tiba.

Ia benci itu, harus terlihat menyedihkan dengan memakan roh gadis perawan untuk menyambung hidupnya.

“Lily!” teriak Jae Mi pada Lily yang sudah masuk ke kamarnya karena ingin tidur.

“Ya, Ibu.” ucapnya.

“Kau harus bersiap, dandan yang cantik, kita akan berangkat sebelum pukul 12 malam.” perintah Jae Mi tegas.

Mata Lily membelalak, “mau ke mana ibu?” tanyanya bingung.

“Kita akan ke hutan ChenYi, kau harus pergi ke sana dan mendapatkan sesuatu untukku. Ayo cepat berdandan! Aku menunggu di luar.”sahut ibunya dingin, tak terbantahkan.

Lily hanya mengangguk tanpa berani sedikitpun bersuara.

“Dandan yang cantik, pakai wewangian yang segar!” Perintahnya lagi.

Lily hanya menurut tanpa berani bersuara walaupun hatinya bertanya-tanya.

Ada apa gerangan ibunya ingin membawanya ke hutan ChenYi namun menyuruhnya berdandan? Ia bergidik ngeri membayangkan mitos hutan ChenYi yang terkenal angker itu.

Jae Mi tersenyum tipis sambil mengemudikan mobilnya menuju ke arah hutan ChenYi.
Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat gaun putih selutut yang dikenakan Lily jatuh dengan manis di badannya. Sementara rambutnya yang digulung ke atas semakin membuat Lily terlihat dewasa.

Ia tahu betul hutan ChenYi adalah bagian dari mitos pesugihan. Konon, manusia yang selamat ke luar dari sana akan dilimpahi berkah dan kekayaan yang berlimpah karena sang raja hutan sedang baik kepadanya.

Ia menatap Lily yang bergerak gelisah di sampingnya sambil memainkan kuku-kuku jarinya yang lentik.

Kalau Lily datang dengan dandanan seperti ini mungkin raja hutan akan tertarik padanya. Batin Jae Mi sambil memarkirkan Mobilnya di depan hutan ChenYi.

“Pergilah, temukan sesuatu yang berharga di dalam sana. Baru kau bisa kembali ke rumah.” Ucap Jae Mi dengan nada licik.

“Ma-maksud ibu?” Tanyanya takut-takut.

“Jangan banyak tanya! Turuti perintah ibu! Cari sesuatu yang berharga di dalam sana baru kau kembali!” teriak Jae Mi yang langsung mendorong Lily keluar mobilnya.

Dengan bergegas ia langsung meninggalkan hutan ChenYi dan pulang ke rumah dengan wajah sumringah.

“Bu!! Bu!!” teriaknya ketika Volvo milik ibunya bergerak meninggalkan kawasan hutan ChenYi. Lily menangis mengingat perlakuan ibunya yang langsung memerintahnya di saat tengah malam begini.

Ia melirik tajam ke arah hutan ChenYi, berusaha menembus kedalaman hutan yang diyakininya tidak berujung ini.

Perlahan ia bangkit dari rasa kecewanya karena ditinggal pergi sang Ibu, berjalan tertatih-tatih karena tanah hutan ChenYi yang lembab dan basah.

Dengan diterangi cahaya bulan purnama yang menebus rimbunnya pepohonan, Lily berusaha menenangkan hatinya.

Mencoba mencari sesuatu yang berharga di dalam rimbunnya semak belukar dan tumbuhan paku yang tumbuh liar di bawah pepohonan berukuran raksasa.

Raaawwwrrr….

Samar-samar Lily mendengar suara auman harimau yang membuat bulu kuduknya merinding. Saking fokusnya dengan perintah ibunya,ia bahkan melupakan tentang bahaya hutan yang di dalamnya selalu penuh dengan hewan buas yang selalu mencari mangsa.

Ia mendengar lagi suara auman yang terdengar kian mendekatinya. Peluh dingin membanjiri wajah Lily dengan derasnya, ia berusaha mengabaikan suara auman itu dan lebih memilih berlari, berteriak minta tolong.

“Ibuuu…tolooong….” teriaknya pilu.

Lily terus berlari yang tanpa sadar ia semakin berlari menembus gelapnya hutan ChenYi.
Setelah dirasanya berlari cukup jauh, Lily bersembunyi di bawah pohon sejenis jati sambil meringkuk ketakutan.

Tapi ketakutannya tak kunjung berakhir, ia merasa semak disekitarnya bergoyang-goyang.
Lily memekik keras begitu melihat sesosok makhluk yang lebih besar dari ukuran tubuhnya kini berjalan mendekat kepadanya.

Seekor harimau jantan dengan bulu-bulu berwarna jingga dan hitam dengan garis-garis pemisah warna jingga dan hitam yang nampak jelas terlihat. Ia bahkan dapat melihat dengan jelas warna mata harimau dengan pupil mata bundar yang nampak berwarna hazel namun lebih terang akibat pantulan sinar bulan purnama.

Harimau itu berjalan mendekatinya dengan anggun, tampak sangat ringan karena tidak menimbulkan bunyi apapun ketika ke empat kakinya bersentuhan dengan lantai hutan yang lembab dan basah ini.

Bibir Lily bergetar ketakutan karena ia benar-benar tersudut dengan harimau yang sudah menampakkan taringnya yang tajam. Ia hanya bisa pasrah sambil memejamkan matanya mengharapkan keajaiban.

Harimau itu berhenti tepat di depannya, Lily benar-benar kehilangan suaranya. Ia menatap harimau di depannya dengan tatapan memohon.

Bukannya langsung menerjangnya, harimau itu menatapnya sendu, ia semakin mendekat pada Lily dan mulai menjilati ujung kaki Lily yang sekarang sudah tidak memakai alas kaki lagi.

Lily menutup matanya kuat-kuat, tak ingin membayangkan apa yang akan dilakukan harimau ini selanjutnya. Ia yang awalnya menahan sekuat tenaga sensasi geli karena telapak kakinya di jilati kini nampak menikmatinya perlahan.

Ketakutannya perlahan memudar berganti dengan rasa geli yang menderanya ketika lidah harimau yang kasar itu menjilat telapak kakinya yang kini perlahan mulai naik ke betisnya.

“Aaahhh…” sebuah erangan pun lolos dari bibir mungilnya.

Ia bahkan tanpa sadar mulai meremas rumput di sekitarnya begitu sang harimau mulai menjilat pangkal pahanya.

Ia merasakan bagian puting susunya nampak mengeras dan terlihat menonjol samar di dress putih yang dikenakannya. Lily baru sekali merasakan kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya, antara rasa geli sekaligus nikmat yang dirasakannya begitu harimau itu menjilat pangkal pahanya.

“Kris….” erangnya tanpa sadar. Entah kenapa akal pikirannya terus-terusan membuatnya mengingat nama yang bahkan tidak dikenalnya hingga erangan itu lolos dari bibirnya tanpa sadar.

Gerakan harimau itu berhenti, ia memperlihatkan taringnya seakan menertawakan Lily yang mulai terangsang di bawahnya.

Kali ini Lily terkesiap begitu harimau itu mengendus daerah kewanitaannya dan merobek celana dalam yang dikenakannya tanpa ampun.

“Aaaahhh….ahhh…” desahnya begitu lidah besar harimau itu kini menjilat klitorisnya dengan gerakan mengarah ke atas.

Ia menggelinjang nikmat dengan jilatan yang diberikan harimau, ia bahkan merasakan tubuhnya melengkung menahan nikmat yang ditimbulkan jilatan demi jilatan itu sampai akhirnya cairan bening mengalir di pangkal pahanya.

Harimau itu terus menjilat cairan yang mengalir di selangkangannya tanpa ampun.
Membuat Lily mengerang nikmat dan merasa berada di awang-awang.

Ia terkesiap begitu melihat sesuatu berwarna kemerahan mencuat di antara alat kelamin harimau itu.

Lily mengerang dahsyat begitu merasakan harimau itu mulai menindihnya dan merobek pakaiannya dengan taringnya.

“Aaakkkkkkhhhh!!!” Teriaknya ketika sesuatu berwarna merah milik harimau itu perlahan memasuki daerah kewanitaannya, namun teriakan itu tidak membuat harimau itu berhenti untuk terus memasuki Lily.

Setelah kejantanan harimau menancap sempurna, ia berhenti sembari menatap sayu ke arah Lily yang tengah merintih kesakitan karena selaput daranya berhasil ditembus oleh kejantanan sang harimau.

Mata Lily sudah berkabut karena gairah, ia memeluk erat kepala harimau didepannya, merasakan kehalusan bulu-bulunya dan mengusap perlahan. Membelainya pelan hingga harimau itu menutup kedua matanya karena senang.

Harimau itu hanya diam, berapa lama kemudian ia kembali beraksi dengan memaju mundurkan badannya seraya menjilat puting susu Lily yang sudah menegang dengan ganas.

Lily meraung sekali lagi meneriakkan nama Kris yang bahkan ia tidak tahu siapa, orgasme kedua kalinya yang membuatnya kepayahan karena dihantam oleh kejantanan harimau saat melakukan penetrasi.

Lily tergeletak lemas dengan tubuh bersimbah keringat, namun harimau itu terus saja menghukumnya dengan menembus kewanitaannya berkali-kali sambil menjilat-jilat leher yang menjadi titik pusat sensitifnya.

Lily hanya bisa mengikuti gerakan sang harimau. Dalam hatinya ia menjerit karena yang mengambil keperawanannya bukanlah seorang manusia, melainkan seorang harimau yang sebentar lagi akan memangsanya hidup-hidup.

Ia tersenyum sesaat sebelum jatuh tak sadarkan diri hingga merasakan tubuhnya terasa melayang di awan.

—–
“Lily!! Bangun!” Teriak Jae Mi sambil mengetukkan sendok sayur ke pintu masuk kamar Lily.

Ugh? Lily perlahan membuka matanya yang terasa silau karena terkena pantulan sinar matahari.

Ia mengerjap. Merasakan tempat tidurnya yang empuk. Ia mengelus pelan tempat tidurnya.
Tidak ada basah-basahan. Tidak ada rumput dan ia tidak berada di dalam hutan.

“Apa yang kau lakukan? Ini sudah jam berapa? Hah?! Cepat sekolah!” Teriak Jae Mi dari balik pintu.

“I-iya bu!” Balas Lily yang langsung berlari ke kamar mandi.

Jadi semua itu hanya mimpi?

Bisik Lily dalam hati.

Tapi aku yakin kemarin malam aku benar-benar ke hutan, bahkan baju yang kupakai kemarin pun tidak ada. Tapi…..

Bagaimana mungkin aku bisa pulang ke rumah sendirian? Bahkan ketika aku bangun pagi, tidak ada tanda-tanda kalau aku pulang dari hutan….

Ia mengintip bagian kewanitaannya yang terasa berbeda dari sebelumnya, kewanitaan itu kini berdenyut nyeri, entah karena kesakitan atau merindukan kejantanan sang harimau….

“Lily. Hey! Kau melamun?” Tegur Sachi pada Lily yang masih menatap layar papan tulis dengan pandangan kosong.

“Ah…. apa?” Tanya Lily gelagapan begitu menyadari panggilan Sachi yang membawanya kembali ke dunia nyata.

“Astaga! Jadi kau tidak mendengarkan ucapan Pak Wei? Kita disuruh meringkas alat reproduksi pada hewan mamalia.” Jelas Sachi lagi.

Alat reproduksi hewan mamalia? Tak disangka pipi Lily mulai merona merah.

“Kau kenapa Lily? Pipimu merah. Aiiisshhh. Jangan bilang kau malu harus membaca masalah alat reproduksi pada hewan mamalia. Itu cuma hewan, Ly!” Cerocos Sachi.

Lily terdiam, ia meraba pipinya yang mulai memanas, membayangkan percintaannya dengan harimau yang bahkan ia tidak tahu itu kenyataan atau mimpi.

Bagian bawah perutnya terasa berdenyut nyeri meminta dipuaskan begitu melihat hewan berbulu sebangsa harimau di dekatnya.

Leo, kucing berwarna jingga dan hitam yang dipelihara Pak penjaga gerbang sekolah pun tak urung menjadi objek fantasi Lily.

Membayangkan lidah sang Leo menari di klitorisnya.

Entah kenapa sebagian dari dirinya yakin kalau itu hanya mimpi, tapi sebagian yang lain menjerit, mendamba, meneriakkan kalau semua sentuhan dan belaian dari sang harimau itu nyata.

Lily menghirup aroma asing yang menguar di tubuhnya, bau khas yang memancar dari tubuh harimau yang menyetubuhinya tadi malam pun masih tertinggal di badannya.
—-
“Alvarez.” Panggil Jae Mi angkuh pada Alvarez yang tengah sibuk membaca laporan bulanannya.

“Apa?” Tanyanya tanpa perlu repot-repot mendongakkan wajahnya.

Merasa tak dihargai, kontan saja Jae Mi merasa marah dan langsung melemparkan sebuah daun Fleo yang hanya tumbuh di kedalaman hutan ChenYi.

Daun yang didapatkannya di tangan Lily ketika ia menemukan Lily tergeletak pingsan di ruang tamu dengan cairan cinta yang mengalir di selangkangannya.

Jae Mi bergidik ngeri melihat keadaan Lily yang nampak mengenaskan dengan sobekan besar di bagian dada dan celana dalamnya.

Akhirnya sebuah tulisan yang tergenggam di tangan kanan Lily membuat Jae Mi memutuskan untuk bersandiwara sebelum mengetahui motif yang dilakukan oleh ‘orang’ yang telah memerawani anak tirinya ini.

Alvarez menangkap daun itu dengan cekatan dan membaca deretan tulisan yang tercetak di sela-sela tulang daun.

“Rawatlah Lily-istriku- dengan baik atau kau akan rasakan akibatnya. Alva Kris.”

Alvarez meremas daun itu hingga remuk tulang daunnya dan membuat daun itu terlihat seperti gumpalan kertas.

“Turuti segala apapun perintahnya atau aku tak akan segan-segan menghancurkanmu.” Desisnya.

“Apa?! Kau pikir aku pembantu? Hah! Aku bahkan tidak tahu siapa lelaki sialan yang mencabuli Lily, tapi kupikir ia pasti salah satu dari temanmu!” Cerocos Jae Mi dengan nafas terengah-engah karena menahan emosi.

“Diam kau wanita tua! Rawat saja anakmu!” Geram Alvarez yang langsung maju dan menerjang Jae Mi yang membatu karena kaget saat Alvarez tiba-tiba saja sudah berada di depannya dengan sebelah tangan memegang tengkuknya, “Dan jangan pernah sekalipun lagi kau menjelekkan Alva Kris di hadapanku atau aku akan mematahkan lehermu dalam sekejap!” Ancamnya sebelum meninggalkan Jae Mi yang terduduk lemas karena kaget.
——
“Tuan Muda Alva Kris.” Hormat Alvarez begitu melihat Kris yang tengah bersandar di sebuah tembok putih besar di belakang perusahaan milik Alvarez.

Tidak biasanya Alvarez menemui Kris di dunia nyata terlebih di kantornya sendiri.

“Ada apa gerangan yang membuat Tuanku ini sudi datang ke kantorku yang hina ini?” Tanya Alvarez sambil merendahkan diri.

“Haha. Aku hanya ingin mengecek istriku saja.” Sahut Kris ringan.

Alvarez tercekat begitu mengetahui arah pembicaraan ini akan di bawa ke mana nantinya, ia kembali teringat akan pesan dari Tuannya yang ditujukan langsung kepada Jae Mi itu bukanlah suatu sandiwara belaka.

Pikiran-pikiran terburuk yang pernah melintas di benaknya pun kini mulai termanifestasi adanya. Tuannya sedang jatuh cinta dengan seorang manusia! Itu terbukti dengan ucapan Kris yang membuat bulu kuduknya meremang karena menerima kenyataan kalau ia akan mempunyai ratu seorang dari kalangan manusia yang kerap jadi santapan Tuannya ini.

“Maksud Tuan, Lily?” Tanyanya hati-hati.

“Ya.” Jawab Kris seraya menatap langit biru, menghirup aroma panas yang menguar di udara.

Han Lily, mangsa kecil yang diincarnya ketika bulan purnama itu kini sudah membuatnya gila. Bagaimana bisa ia bertekuk lutut di hadapan gadis belia hanya karena lidahnya bersentuhan dengan kulit Lily yang halus dan lembut sekalipun waktu itu Lily dalam keadaan kotor karena terlalu banyak terjatuh karena menghindarinya.

Mata Kris terpejam tanda senang, ia mengingat dengan jelas kejadian malam itu.
Ketika ia berniat memangsa Lily namun diurungkannya karena melihat kecantikan Lily terpancar dari pantulan cahaya bulan purnama.

Kulit putih bak porselen dengan bibir merah muda yang menawan membuat Alva Kris tak bisa menahan nafsunya.

Padahal awalnya ia hanya ingin bermain dengan menjilat-jilat telapak kakinya. Namun hanya karena lidahnya bersentuhan dengan kulit Lily, gairahnya tersulut. Berkobar dan terasa panas membara di sekujur tubuhnya. Pikirannya yang berkabut membuatnya melupakan gadis yang seharusnya menjadi mangsanya dan tanpa pikir panjang ia langsung menyentuh kulit Lily dan menandainya sebagai miliknya.

Seorang Alva Kris kalah dengan gairahnya sendiri dan Kris tidak menyesal dengan jalan takdirnya sekarang. Bertekuk lutut di hadapan seorang manusia seperti kesalahan yang pernah dilakukan oleh ayahnya sendiri.

Sekarang Alva tidak pernah menganggap dirinya dilahirkan karena sebuah kesalahan yang berujung kesialan, begitu ia bersatu dengan Lily, ia menyebut dirinya sebagai kesalahan paling nikmat dalam sejarah hidupnya selama ratusan tahun ia hidup.

Alvarez menangkap jelas sorot mata kerinduan dari dalam mata Tuannya yang tak pernah ditunjukkannya kepada siapapun. Detik itu juga Alvarez menyadari bebannya bertambah karena ia yakin ia harus menjaga gadis yang sekarang akan turut menjaga tanah hutan ChenYi.

Seakan dapat membaca pikiran Alvarez yang terlihat kalut, Kris berdehem kecil, “Aku pikir untuk urusan ini aku yang akan mengurusnya sendiri. Menjaga Lily. Aku yakin dalam waktu dekat ini Jae Mi akan berbuat jahat kepada anak tirinya, dan saat itu terjadi, aku tak akan segan-segan membawa Lily ke kerajaan dan menempatkannya di sisiku. Selamanya.” Tekannya dengan nada sarat akan kebencian pada Jae Mi.

—-
Lily membuka matanya dan menemukan dirinya tengah berada di sebuah kolam yang luas, dengan air yang mengalir jernih di antara batu-batu cadas.

“Waaah… sudah lama aku tidak pernah bermain di sungai.” Decak Lily kagum melihat aliran air yang mengalir deras.

Buru-buru ia melepaskan pakaiannya segera dan berendam di tengah kerasnya batuan dan gemericik suara nyanyian alam yang mengalun bersama dengan aliran sungai yang deras.

Lily terus bersenandung sampai akhirnya di sungai tempatnya berada, ia tidak sendiri. Nyaris Lily terjengkang ke belakang begitu kulit bahunya yang telanjang di usap oleh tangan lembut seseorang.

Ia terkesiap dan langsung menenggelamkan sebagian dirinya di dalam air.

“Si-siapa kau?!” Pekiknya dengan nada suara bergetar tanpa berani menoleh ke belakang.

Seseorang yang menyentuhnya itu hanya tersenyum dan mengangkat tubuh telanjang Lily ke atas. Membungkam teriakan Lily karena terkejut dengan satu gerakan luwes secara tiba-tiba yang membuat Lily terangkat dari dalam air dan berada dalam dekapan lelaki tampan di hadapannya.

“Panggil aku Kris.” Ujarnya dengan nada suara lembut namun terkesan mendominasi ketika hidung mereka saling menempel.

Kris mengetatkan pelukannya pada Lily, “aku merindukanmu.” Bisiknya pelan sambil membau Lily. Menghirup aroma lembut yang menguar dari dalam tubuh Lily, bercampur dengan bau keringat yang membuat Lily terlihat semakin menggairahkan di matanya.

“Kris?” pekik Lily tanpa mengurangi rasa penasarannya. Ia ingat, saat ia sedang bersenggama dengan harimau yang selalu dirindukannya setiap malam itu, ia memanggil Kris kepada harimau itu di tengah napasnya yang putus-putus akibat gairah yang menggebu-gebu.

“Ya… Harimau yang selalu kau rindukan di setiap igauan tengah malammu.” Bisik Kris dengan nada sensual, membisikkan kata demi kata yang perlahan membuat Lily sadar kalau ia adalah harimau yang pernah menyetubuhinya.

“Ahhh….” Ia mengerang pelan saat tangan Kris mulai bergerilya yang sedari tadi menyentuh punggungnya yang telanjang kini mulai berpindah ke depan, meremas puting susunya yang kini mulai mengeras karena terangsang.

Lily turut memejamkan matanya, ikut merasakan kulit telanjang Kris yang hanya mengenakan celana serupa dengan warna kulit sapi.

Kris tersenyum melihat respon dari Lily yang merindukan tubuhnya. Ia mengecupi leher Lily perlahan, menjilat dan menggigit pelan bagian sensitif dari wanita yang sudah dijadikannya istri sejak malam bulan purnama itu.

Dibawanya tangan Lily yang sedari tadi tergantung bebas dan membimbingnya untuk menyentuhnya ke bagian bawah, pusat tubuhnya, menyentuh kejantanannya yang sudah lama mengeras hanya karena melihat Lily telanjang.

“Lihat, ini gara-gara kau.” Kekehnya pada Lily.

Lily hanya tersipu malu, ia mengelus-elus dan membelai lembut kejantanan Kris yang sudah berteriak minta dikeluarkan dari celananya.

Kris yang melihatnya langsung merasa gemas dan kontan saja membalik tubuh Lily, menindihnya dengan sebelah tangan sebagai tumpuan, “kau nakal sekarang.” Bisiknya yang tanpa Lily sadari, jari Kris mulai membelai daerah sensitifnya sampai akhirnya menyodokkan kedua jari tangannya ke dalam alat vital Lily.

“Oooohhh….” desah Lily tertahan begitu merasakan jari itu memainkan alat vitalnya dengan lihai.

“Lily…. bangun!!” Teriak Jae Mi dibalik pintu.

Detik itu juga Lily langsung terbangun dari mimpi erotisnya dengan napas pendek-pendek. Ia menyapu belakang tengkuknya. Merasakan jantungnya berpacu lebih cepat entah karena dibangunkan secara tiba-tiba atau masih terbawa suasana mimpi.

“Astaga, kenapa aku memimpikan hal seperti itu.” Hatinya bertanya-tanya.

Ia menghela napas panjang begitu melihat seekor kucing melintas di atas atap tetangganya.
Ia merasakan alat vitalnya kembali berdenyut nyeri merindukan sentuhan sang harimau dan akibat mimpi panasnya di siang hari.

“Sepertinya aku perlu mandi.” gumamnya pelan sebelum membuka pintu untuk ibunya.

Di luar, Jae Mi menunggu Lily dengan wajah yang menyeramkan, kulit mukanya semakin keriput dengan eyeliner dan maskara yang luntur karena terlalu banyak menangis.

“hari ini juga kau harus mati di tanganku.” Desisnya sambil mengusap airmata yang kian mengalir deras menuruni pipinya, menyeberangi hidungnya yang mancung.

Ya, Jae Mi terbutakan oleh harga diri dan egosentrisnya yang tinggi. Ia merasa diperbudak oleh Alvarez, terlebih lagi karena ia merasa dirinya merasa terinjak-injak saat merasakan posisi Lily yang kini berada di atasnya.

“ada apa, Bu?” tanya Lily sopan.

“Bersihkan gudang belakang!!” perintah Jae Mi cepat tanpa berniat memandang anak tiri yang kian dibencinya ini. Ia tidak sudi bahkan meskipun ia merasa siang ini adalah hari terakhir ia menatap gadis yang tak pernah diakuinya sebagai anak itu.

Lily mengangguk patuh dan tanpa rasa curiga sedikitpun ia berjalan ke gudang belakang rumahnya.

Begitu ia masuk ke dalam gudang, tanpa Lily sadari, Jae Mi berjalan mengendap-endap, ia mengunci gudang yang sekarang ditempati Lily dan mulai menyalakan pemantik.

Dilemparkannya pemantik itu ke sudut gudang yang sudah disiramnya dengan bensin.

Api pun mulai berkobar cepat, membuat Lily yang masih berada di dalam gudang terbatuk-batuk dan mulai merasakan hawa panas menyergapinya.

Ia terkejut menyadari api yang berkobar di depannya dan bergegas menuju pintu ke luar yang juga menjadi pintu masuknya tadi.

“Tolooongg!!” teriaknya yang berusaha membuka pintu gudang.

“HAHAHHA! RASAKAN KAU DASAR GADIS BRENGSEKKK!!” teriak Jae Mi yang kian menggila, ia tertawa puas menyaksikan api yang melalap gudang miliknya itu.

“Dan kau pun harus merasakan akibatnya.” Bisik seseorang di samping Jae Mi.

Jae Mi terlonjak kaget begitu menyadari di depannya ada lelaki yang tak dikenalnya, detik itu juga ia merasakan tubuhnya melayang diudara sebelum akhirnya lelaki itu menyiramnya dengan bensin.

“Apa yang kau— uhuukk!!” pekik Jae Mi putus-putus ketika sebagian bensin tertelannya. Ia merasa pusing dan mual mendadak, sebelum akhirnya ia bersuara lebih banyak, Kris sudah melemparkannya ke dalam kobaran api.

“AAAAAAAAAAAAA!!! Toloooong!!” teriak Jae Mi yang berlarian karena kini api menjalari tubuhnya yang tersiram bensin.

Sementara itu, Lily mulai kehabisan oksigen di dalam ruangan. Matanya perih karena kabut asap, ia merasakan pening luar biasa karena kebanyakan menghirup asap yang memasuki gudang.

Ia pasrah dengan nasibnya, menunggu sang ajal menjemputnya. Namun, ditengah kesadarannya yang kian menipis, Lily merasa berhalusinasi, ia melihat seekor harimau yang dirindukannya selama ini datang menjemputnya dengan menembus dinding gudang. Harimau itu perlahan berubah menjadi sosok lelaki yang di mimpikannya tadi siang.

Laki-laki itu menggendongnya dan berbisik, “maaf aku terlambat.” Sebelum ia menghancurkan pintu gudang dengan menggunakan sebelah kakinya.

Lily hanya tersenyum, ia merasakan harapan hidupnya kembali muncul, ia hanya tersenyum sampai akhirnya pandangannya mengabur dan berubah gelap.

TAMAT.

Cerita ini tidak menyediakan versi sekuel ataupun epilog dan harus diikhlaskan karena hanya berakhir ini, maaf kalau typo dan cerita ini membuat kalian mual akibat imajinasi liar saya. Wassalam.

TTD.

Meiokris CantiQ /GA.

58 responses to “[Freelance] Beastiality

  1. Keren !!! Kris emang selalu cocok klo jadi yang siluman” gtu -,+ Pasti dia cuman baik ke cewe yang dia sukai -,+

  2. maaf thor boleh aku kritik ga ??
    emm.. itu …
    harusnya yg pas bagian “bercinta” nya Lily sma kris .. akan lebih baik lagi kalau Harimau itu brubah dlu jadi seorang manusia .

    nah hanya itu aja kok !
    keseluruhan aku suka ^^ .
    okai lanjutkan karya2mu yg lebug menarik lagi nde !
    ANNYEONG GI HASEYO ❤

  3. Sumpah ide cerita nya keren bgt….
    Tp sayang harus end disitu…..
    Aku ngarep bgt loh thor klo ini cerita adalah chapter tp apa daya semua nya ada di author*apasihgw
    Keep writing untuk author ♥♥♥

  4. emm maaf y thor aq agak sedikit aneh sm cerita ini klo manusia ‘bercinta’ dengan harimau, memang bagus sih alur ceritanya py kesan si lily bercinta sm harimau itu aneh aja g bisa kebayanng manusi n hewan melalukan hubungan seksual
    alangkah enaknya sih klo harimaunya berubah jd manusia dl
    hehe udh gtu aja maaf komentar nya g enak
    aq cuma berpendapat aja ko

  5. rada” aneh ya pas ngebaca d bgian lily sama kris yg dlm wjd harimau melakukan ‘itu’. tpi kseleruhannya keren author ! 🙂 dan emang kris itu cocok klo jd karakter” yg kyk gini

  6. ah,keren tp knp dibagian endingnya ada note tanpa sequel hiks hiks
    tp akhrnya happy ending
    kris jadi siluman harimau?klo msh member exo srigala ya?hehe
    keren aq suka imajinasinya author

  7. Wahhhh daebak gitu ya, idenya keren bngt author bayangin aja gitu sama Harimau, untung aja Kris jadi cocok plus keren, fighting juseyo 😀

  8. kriss facenya emang pas banget jadi manusia siluman ceritanya indonesia banget yak tapi dimemas dengan gaya yang beda suka kok

  9. Iya agak gimna gtu ya waktu ngelakuin it sma harimau..akn lbh hemm klo krisx berubah dlu jd manusia..jd kan yg dibayangin lily it sosok krisx bukan rupa harimaux…saran aj yaa^^ tp idex good..kris dpt karakter kya bginian juga ccok ^^

  10. kereeenn..aku pernah beberapa kali baca fanfic dengan genre fantasi tapi gak pernah nemu yg seperti ini, baguuus sekali, author jjang! yaah, padahal ngarepin sequel lho 😀

  11. Aku agak kaget pas bagian lily dan harimaunya melakukan “itu” kenapa enggk diubah gitu kek krisnya kan agak gimana gitu
    tapi aku mengharap sequel tapi karena enggk ada ya gpp^^
    hice ff tetep berkarya

  12. Thor.. Ini ff keren bangett.. sumpah aku lg serius baca, eh end disitu. Ngarepnya sih ada sequel, tapi gak bakal ada yaa..’-‘ Emng Kris paling cocok kalau buat jadi beast, dsb. Keren lahh pokoknyaaa… Keepwriting!

  13. ceritanya bagus thor, tpi lebih bagus kalo part nc nya kris jd manusia
    gk kebayang soalnya klo gituan sm harimau, kan beda ukuran/?
    tp bagusss

  14. OH MY TO THE GOD…yg ngambil keperawanan lily binatang?

    bisa2 lily ketergantungan tuch ber(main) dengan bintang hehee,..secara kris merawanin lily dalam wujud binatang…

    bhkn (LEO),kucing yg ada di sekolah’a aja jdi objek fantasy liar’a lily

    tpi Niyy krn koq thor👍wlu agak gimana gto pas adegan “itu’a”…

  15. Keren ^_^

    Mamanya Lily jahat banget –”

    tapi thor kenapa Lily sama Kris hanya bertemu di mimpi aja? aku fikir yang Lily lagi di sungai itu beneran eh ga taunya mimpi –”
    kalo ga ada sequel terus kelanjutan hidup Lily sama Kris gimana thor?

    Keep writing author 🙂

  16. Aku kira itu apaan? Ternyata NC uwaaaaa… Tapi aku lewatkan stelah menyadari kehadiran nc.. Kris dsni itu idaman para wanita.. Huaa ganteng kaya penguasa namun setia pd satu wanita yg baik dan polos crtanya.. Iyalaaahh kayak kisah cinderella ato upik abu yeee?

  17. njir thor,bagus keren bener malah bias gua si keris :”v
    Btw thor napa seh ff lu kebanyakan nge-gantung kalo oneshoot :”v
    Sekian,terima jamban

Leave a Reply to Mei ó﹏ò (@meiokris) Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s