[Freelance] Fanfiction Love (Part VI)

COVER FANFICTION LOVE [ PART VI ]

Title : Fanfiction Love [ Part VI ]

Author : Helloimsj

Main Cast : Kim Jongin | Park Yujin

Support Cast : Byun Baekhyun | Shin In Jung | Park Chanyeol

Length : Chaptered

Genre : Romance , Schoole life , Friendship

Rating : PG17!!

Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari komik saya yang berjudul ‘ Mangaka’s
Love ‘ yang kemudian saya kembangkan melalu hasil pemikiran saya sendiri . Jadi , mohon untuk tidak memplagiat cerita saya ini .

Prolog || Part I || Part II || Part III || Part IV || Part V

Happy Reading ..

 

Wajah Sehun sarat akan keterkejutan saat mendengar ucapan lelaki berkulit tan didepannya ini.

 

Yujin adalah kekasihnya ?

apa Sehun tidak salah dengar ?

 

benar-benar tidak menyangka jika gadis yang mulai menarik perhatiannya itu sudah memiliki kekasih, apalagi kekasih Yujin ada didepannya saat ini. Ya, lelaki yang terlihat sombong didepannya ini adalah kekasih Yujin. oh god, katakan ini hanya sebuah lelucon . bukannya apa-apa Sehun hanya tidak percaya, gadis seperti Yujin sangat tidak kontras jika dipasangkan dengan orang disebelahnya itu. mereka benar-benar tidak cocok menurut Sehun. lalu siapa yang cocok itu menjadi pacar Yujin ? apa sehun merasa jika dirinya lebih pantas ? oh ayolah, jika Sehun berfikir seperti itu, maka ia harus melangkahi mayat Kai dulu. oke ini berlebihan.

Rasa malu pasti dirasakan Sehun saat dengan keras kepalanya ia menahan Yujin untuk tidak pergi bersama lelaki yang notabenenya adalah kekasihnya itu. apalagi saat ia melakukan itu seluruh orang yang berada dikelas langsung menatapnya. sungguh Sehun benar-benar malu!

Sehun masih terpaku menatap wajah lelaki didepannya itu sebelum beralih menatap Yujin yang kian menunduk. entahlah, ia tidak tau apa yang Yujin fikirkan.
tidak tahu harus berbuat apa, semua mata kini memandang dirinya seakan ingin tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya ataupun pandangan itu hanya sebuah cibiran. kesan pertamanya masuk kesekolah barunya ini benar-benar buruk, dan Sehun tidak menyangka jika ini akan terjadi. apalagi melihat senyum meremehkan yang tepatri sedari tadi diwajah kai semakin membuatnya mati kutu.

 

“ Sehun-ssi aku minta maaf “ Yujin mendongak menatap manik mata Sehun. gadis itu sungguh tidak enak hati, apalagi ditatap seperti itu oleh gadis-gadis dikelasnya seakan-akan ia adalah orang yang menjadi masalah diantara kedua lelaki ini.

Sehun tidak menjawab, lelaki itu memilih untuk tersenyum, menyakinkan Yujin bahwa dirinya tidak apa-apa. Yah, walaupun sebenarnya ia sangat malu. sementara Kai kini mulai jengah menatap lelaki berkulit pucat itu yang menurutnya hanya bersikap sok baik.

“ kenapa harus minta maaf ? “ tidak terima dengan permintaan maaf Yujin, Kai langsung menatap gadis disebelahnya itu untuk meminta penjelasan.

“ karena ini salahku. aku menerima ajakan Seh—“

“ kenapa kau menerima ajakannya ? “

Yujin diam. ia sendiri tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Kai itu. apa salah jika dirinya menerima ajakan Sehun ? tidak, Yujin tidak salah sedikitpun. Kai saja yang terlalu berlebihan. mungkin lelaki itu lupa bagaimana statusnya dengan Yujin. gadis itu memang kekasihnya tapi bukan dalan arti yang sesungguhnya bukan ?.
sepertinya perlu ada yang mengingatkan Kai untuk tidak bersikap posesif terhadap Yujin.

 

Ditatap seperti itu oleh Kai membuat Yujin takut. bagaimana tidak takut jika Kai menatapnya seakan-akan lelaki itu ingin memakannya hidup-hidup. tidak pernah dalam hidupnya Yujin ditatap seperti itu oleh siapapun, bahkan saat Yujin memecahkan guci kesayangan milik Eommanya sekalipun.

 

Dengan meremas erat tangannya serta mengigit bibirnya, Yujin bak anak kecil yang tengah diintrogasi oleh ayahnya karena kedapatan berbohong.

 

Kai yang melihat gelagat aneh dari Yujin itu terlihat panik. sekelebat bayangan saat Yujin menangis di arena Ice Skating langsung menggerogoti kepalanya. yah, gadis itu tampaknya akan mengeluarkan tangisannya. tidak, Kai tidak ingin melihat Yujin menangis untuk kedua kali karena ulahnya, lelaki itu sudah bersumpah agar tidak membuat Yujin menangis lagi.

“ sebenarnya—“ belum sempat Sehun menyelesaikan kata-katanya, Kai sudah menarik Yujin keluar kelas dengar terburu-buru. Lelaki itu bahkan tidak memberi kesempata nuntuknya menjelaskan masalah ini.

Sehun hanya bisa mengeram. tangannya mengepal kuat menatap kepergian kedua orang tadi yang meninggalkannya ditengah kerumunan orang-orang yang kini menatapnya. Sehun hanya sendiri, ya sendiri menahan malu.

 

 

~~~

 

 

 

Sedari tadi Kai berusaha untuk melihat wajah gadis yang kini duduk disebelahnya sembari menunduk. sedikit bernafas lega karena Yujin tidak menangis. namun ada perasaan gusar saat melihat gadis itu hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya. perasaan bersalah langsung menjalar dihati Kai, tau jika dirinya salah. harusnya Kai sudah tau watak gadis itu, Yujin paling tidak bisa diperlakukan seperti tadi. hatinya begitu sensitif.
menggeser sedikit agar lebih mendekat kearah Yujin, Kai berusaha untuk melihat wajah gadis itu namun Yujin selalu memalingkan wajahnya, enggan untuk melihat Kai.

“ Jin-ya Oppa min—“

“ kau jahat! “ Kai terkejut. keterkejutannya bukan hanya karena suara Yujin yang terdengar tinggi melainkan kaget saat gadis itu berkata seperti itu kepadanya tanpa adanya embel-embel ‘ Oppa ‘.

“ Jin-ya jangan seperti ini ak— “

“ kau jahat! aku membencimu! “ sekali lagi, Kai hanya bisa terkejut mendengarnya. sedikit tidak menyangka jika gadis seperti Yujin jika sedang marah akan seperti ini. benar-benar tidak bisa diprediksi. keheningan menyelimuti keduanya. Kai sendiripun tidak berani berbicara, hatinya mencelos saat Yujin selalu menyelanya dengan kata-kata yang menyakitkan hati.

Keduanya memilih diam, sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing hingga suara Yujin memecahkan keheningan diantara keduanya.

“ kenapa—“ Yujin menggantungkan ucapannya sembari mengahadap Kai, ditatapnya wajah itu dengan pandangan yang seakan minta penjelasan “ kenapa kau menyalahkanku ? apa aku salah menerima ajakan Sehun ? kenapa kau menatapku seperti tadi ? “

Mata Kai bergerak gelisah, tengah berfikir tentang jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan yang dilontarkan Yujin kepadanya. Kai diam, blank! Pertanyaan Yujin bahkan lebih susah dari soal ulangan Fisika yang tempo hari ia kerjakan. begitu banyak kata ‘kenapa’ didalamnya. tidak mungkin bukan jika Kai mengatakan kalau dia tengah cemburu. Jika Kai berkata seperti itu, maka akan semakin banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan Yujin.

“ bukankah ini sudah berlebihan ? m—maksudku, hubungan ini. kau hanya membantuku saja kan ? tapi… kenapa sikapmu seperti itu kepadaku ? “

Sakit. hatinya bagai diremas-remas saat Yujin mengatakan itu kepadanya. kalimatnya begitu formal, tidak seperti biasanya. sebegitu risihkah Yujin diperlakukan seperti itu ? benar-benar menyakitkan. Kai menatap manik mata Yujin, mencoba mencari celah kebohongan dari kalimatnya itu. namun gadis itu tidak menatapnya sama sekali, lebih memilih membuang muka ketimbang menatapnya. menghembuskan nafas sejenak mencoba menetralisir getaran menyakitkan yang menjalar di hatinya saat ini, lelaki itu tersenyum, ya… tersenyum miris lebih tepatnya.

Kenapa gadis itu baru sekarang mengatakannya ? kenapa Yujin tidak bilang jauh-jauh hari, agar Kai bisa mengantisipasi hatinya untuk tidak memperlakukan Yujin secara berlebihan.

“ maaf jika aku berlebihan “ susah payah Kai mengeluarkan kalimat itu namun Yujin hanya memberi respon anggukan kepala saja tanpa menatapnya.

“ maaf juga karena menatapmu seperti tadi “ tidak ada lagi kalimat yang diucapkan Kai selain kata maaf. hanya itu yang bisa diucapkannya saat ini.

Yujin langsung mendongakkan kepala menatap Kai yang kini sudah berdiri disampingnya. lelaki itu mengulas senyum sebelum mengusap lembut puncak kepala Yujin pelan. Kai mencoba bersikap biasa, seolah-olah tidak ada yang terjadi. tidak mau membuat Yujin merasa bersalah atas perkataan yang ditujukan untuk dirinya tadi. toh perkataan Yujin semuanya benar.

“ jangan sungkan, datang padaku saat kau butuh aku untuk membuat cerita. aku akan membantumu dengan senang hati “

Perkataan itu seakan-akan mengisyaratkan jika Kai tidak akan berada didekat Yujin lagi. Ya, Kai sudah memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan gadis itu, takut nanti membuat Yujin risih. Jadi mulai sekarang Kai akan datang saat Yujin membutuhkannya saja. hanya itu, tidak ada lagi perhatian yang berlebihan untuk gadis itu.

“ ahh aku lupa! “ Kai menepuk jidatnya pelan “ aku ada urusan dengan Chanyeol dan Baekhyun saat ini. kau ingin kembali atau—“

“ aku disini saja” potong Yujin yang dibalas dengan sebuah gumaman oleh Kai.

“ Hn, jangan lama-lama. sebentar lagi bel masuk “

 

Begitu formal dan terlihat canggung, semuanya sarat akan kebohongan dari kedua belah pihak.
Kai mengulas senyumnya sebelum pergi meninggalkan Yujin sendiri diatap sekolah. setelah Kai benar-benar mengilang dibalik pintu, Yujin memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa seluruh permukaan kulitnya. menyesal, itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Yujin saat ini. seandainya ia tidak berbicara seperti itu kepada Kai mungkin saat hubungan mereka tidak seperti ini.
lalu apa yang harus dikata ? nasi sudah menjadi bubur.

 

 

 

 

 

 

 

O0o

 

 

 

 

 

 

Gadis itu tersenyum saat melihat lelaki yang saat ini tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. wajahnya terlihat celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong.

“ Sehun!! “ teriak In Jung yang membuat telinga orang-orang yang berada didekatnya pengang seketika.

Merasa terpanggil, Sehun sontak menoleh kemudian tersenyum sembari menghampiri gadis itu—In Jung. lelaki itu meletakkan nampan makanannya sebelum menarik kursi disamping kiri In Jung. In Jung tersenyum, namun wajahnya terlihat bingung seperti ada yang kurang.

 

Ah! Yujin

Lelaki itu hanya sendiri, tidak ada Yujin .

 

“ mmm Yujin ? “ Tanya In Jung. Sehun sontak menghentikan gerakan tangannya yang ingin mengambil minuman kaleng didepannya.

“ dia sudah dibawa oleh kekasihnya. Ck! kenapa tidak beritahu dulu jika Yujin sudah punya pacar ? kau tau, aku malu setengah mati karena itu ” wajahnya terlihat kesal kepada In Jung. Teringat akan kejadian memalukan beberapa menit lalu saat ia bersikeras untuk mempertahankan Yujin dari lelaki yang ternyata adalah kekasih Yujin itu. perlu diberi tahu, gadis inilah yang menyuruh Sehun untuk mengajak Yujin kekantin, dan dia pura-pura sakit perut agar Sehun dan Yujin bisa pergi berdua. Mak comblang ceritanya.

“ hehe maaf “ In Jung mengusap tengkuknya yang tidak terasa gatal. Ahh gadis ini lupa akan satu hal, jika Yujin ‘berpacaran’ dengan Kai. saking menggebu-gebunya untuk menjodohkan Sehun dan Yujin gadis itu sampai lupa dengan Kai. satu pertanyaan yang mengganjal, kenapa In Jung begitu antusias menjadi mak comblang antara Sehun dan Yujin ? alasannya cuma satu, In Jung hanya ingin. Ya, itu saja. saat Sehun bilang jika lelaki itu tertarik dengan sahabatnya, In Jung langsung mengusulkan dirinya untuk menjadi mak comblang mereka. entahlah, pemikiran gadis ini terkadang sulit dipahami. tau sendiri bagaimana ia membenci Baekhyun, padahal dia sendiri bingung kenapa membenci lelaki itu. maklumkan saja, jiwanya sedikit abstrak jadi ya.. begitulah.

 

 

 

 

 

Suara derit kursi yang bergeser membuat Sehun dan In Jung langsung mengarahkan pandangannya kesumber suara yang berada didepan mereka saat ini. disana sudah ada Baekhyun yang duduk dengan manisnya, kali ini tidak ada wajah konyol seperti biasanya. lelaki itu terlihat cool dan terkesan dingin.
kedua mata Baekhyun langsung menatap tajam Sehun, lelaki ini berani sekali mendekati calon pacarnya. Ya ampun, Baehyun sedang berkhayal sekarang.
ditatap seperti itu membuat Sehun tidak enak, pandangan Baekhyun itu… jika tatapannya bisa membunuh maka Sehun akan mati seketika.

Hari ini benar-benar aneh, lelaki didepannya ini dan pacar Yujin yang berkulit hitam itu, menatapnya seakan-akan dirinya adalah hama pengganggu. Hey! Sebenarnya ada apa dengan mereka ?

“ apa ada yang salah ? “ Tanya Sehun, mulai jengah karena terus ditatap seperti itu. Baekhyun tidak menjawab, lelaki itu memalingkan muka dan menatap In Jung yang terkesan tidak perduli akan kehadirannya.

Sehun mendelik kearah Baekhyun, kenapa hari ini dia diperlakukan seperti ini oleh dua orang lelaki yang dia sendiri tidak mengenalnya.

“ Jung-ya “ hampir saja In Jung menelan sedotannya karena hampir tersedak mendengar panggilan Baekhyun kepadanya. eugh! Itu menggelikan!

“ Ya! “ Baekhyun tidak perduli, dia langsung menyeruput minuman In Jung yang baru dia ambil dari orangnya tanpa permisi. dia tidak mau In Jung terus mendiaminya seperti ini, bersikap dingin seolah-olah Baekhyun tidak pernah ada. bukankan biasanya juga diperlakukan seperti itu ?

Seseorang yang berada diantara mereka—Sehun—memandang dengan penuh kebingungan sembari terus mengunyah makanannya. mencoba untuk tidak perduli dengan situasi disebelahnya itu, takut jika ia mencoba untuk melihat, Baekhyun akan menatapnya tajam. bahkan saat mendengar teriakan In Jung yang hampir membuat telinganya mengeluarkan darah, Sehun tetap mencoba untuk acuh.

“ Sehun kenapa diam saja, bantu aku mengusir orang ini! “

Baekhyun langsung melotot kearah Sehun “ kau berani mengusirku euh ? “ dipandanginya wajah Sehun dengan seksama “ kau murid baru ya ? tidak tau aku ini siapa ? aku ini sunbaemu “

Dipandangi seperti itu sebenarnya tidak membuat Sehun takut, lelaki itu hanya mencoba untuk bersikap sopan dengan sunbaenya itu mengingat ia adalah murid baru. Tidak mungkin Sehun langsung punya kasus saat hari pertamanya sekolah. jujur saja, saat ini sehun ingin sekali memukul wajah orang didepannya ini. sekalian sebagai pelampiasan amarahnya atas perlakuan pacar Yujin.

“ ck!, kenapa kau suka sekali menggangguku hah! “

“ aku tidak mau menganggu, aku kesini hanya ingin membicarakan soal ci—Yaa—arghhh! “ belum sempat Baekhyun menyelesaikan ucapannya, In Jung langsung menancapkan garpu ketangan Baekhyun, esttt bukan tertancap hingga berlebihan, hanya saja perbuatan In Jung itu mampu membuat punggung tangan Baekhyun tergores.

Melihat adegan kekerasan live itu membuat Sehun bergidik ngeri, In Jung—teman barunya itu—benar-benar mengerikan.

“ kenapa kejam sekali “ ditiup-tiupnya punggung tangannya itu mencoba meredakan rasa perih yang luar biasa perihnya.

“ jangankan tanganmu, mulutmu bahkan akan aku robek “ In jung mengacungkan garpu—barang bukti kekerasan—didepan wajah Baekhyun yang kini sudah pucat pasih.

“ y—yak! Kau mau membunuhku eoh ? “ susah payah Baekhyun mengucapkan itu. In Jung benar-benar kejam. gadis itu menurunkan garpunya lalu menatap Sehun yang kini tampak aneh saat melihatnya. hancur sudah imej-nya.

“ jangan menatapku seperti itu, si bodoh ini yang membuat aku seperti ini “ gadis itu tidak ingin orang melihatnya sebagai gadis bar-bar yang suka melakukan aksi kekerasan, dirinya gadis lembut, yah benar-benar lembut. namun akan berbeda jika didepan Baekhyun.

Semua orang yang berada dikantin menatapnya, tersirat kebencian dari para gadis—penggemar Baekhyun—saat In Jung berani sekali melukai orang yang mereka idolakan itu. In Jung diam, rasa ketakutan saat penggemar Baekhyun itu akan menyerangnya mulai memenuhi isi kepalanya. biarpun dia terlihat seperti ini, bukan berarti ia tidak takut jika gadis-gadis gila itu akan menyerangnya.

“ sini tanganmu “ dengan ragu-ragu digapainya tangan Baekhyun untuk melihat seberapa parah luka yang ia perbuat.

Ada tiga goresan dipunggung tangan Baekhyun serta sedikit darah digoresan luka itu. Baekhyun dengan senang hati membiarkan tangannya dipegangan oleh In Jung. Ini kesempatan langka.

“ bawa saja sunbae ini ke UKS, obati lukanya “ kalimat Sehun bagaikan sebuah nyanyian merdu. Ah, Baekhyun sangat menyukainya. Baekhyun harus minta maaf kepada Sehun karena sudah menatapnya tajam tadi.
In Jung menatap Sehun seolah mengatakan ‘ apa harus ? ‘ lewat sorot matanya, Sehun mengangguk dan semakin membuat Baekhyun sumringah. Jika seperti ini, Baekhyun rela In Jung menancapkan garpu diseluruh tubuhnya. Oke lelaki ini sudah mulai tidak waras.

“ a—asshhh ssss sakit “ wajahnya yang terlihat mendramatisir itu membuat In Jung naik pitam. berlebihan sekali!

“ ayo “ gadis itu berdiri lalu menatap Baekhyun yang kini tengah mengulurkan tangannya.

“ tuntun aku, aku tidak sanggup jalan “ sabar, In Jung meraih tangan Baekhyun ketika mata-mata tajam itu menatapnya saat ia tidak mau menuruti permintaan Baekhyun. lelaki ini benar-benar berlebihan, tangannya yang sakit kenapa kakinya yang tidak sanggup jalan ? apalagi lukanya hanya luka ringan.

Senang sekali rasanya jika In Jung seperti ini. Yah, berdoa saja agar In Jung tidak mencekiknya saat tidak ada orang ataupun penggemar Baekhyun nantinya. gadis itu ingin sekali mencekik Baekhyun sekarang juga!

 

 

 

 

 

O0o

 

 

 

 

 

 

Chanyeol terlihat bingung dengan wajah Kai yang saat ini. lelaki itu masuk kelas dengan wajah ditekuk dan tatapan yang kosong. heran, tidak biasanya temannya itu seperti ini. biasanya Kai akan tersenyum senang tiada henti-hentinya setelah menemui gadisnya—Yujin. apa ada masalah ?

“ kau kenapa ? “ Tanya Chanyeol ketika Kai duduk tepat disampingnya. lelaki itu menoleh sejenak kearah Chanyeol, kemudian beralih memandang lurus kedepan.

“ Yeol, bolehkah aku bertanya ? “ tanpa menoleh sedikitpun, Kai menghembuskan nafas sejenak. Chanyeol menjawab pertanyaannya tadi dengan sebuah gumaman, tanda membolehkan.

“ menurutmu apa aku berlebihan ? “

“ maksudmu ? “ Chanyeol tidak mengerti arah pembicaraan Kai, berlebihan apa maksudnya ?

“ apa aku berlebihan memperlakukan Yujin, dia bilang aku berlebihan. apa aku seperti itu ? “

Lelaki jakung itu terlihat bingung, dia sendiripun tidak tahu apa Kai selalu memperlakukan Yujin berlebihan atau tidak. namun menurut pandangannya saat melihat Yujin dan Kai berduaan , tidak ada kesan yang berlebihan saat Kai memperlakukan Yujin.

“ tidak. menurutku kau melakukan hal yang wajar kepada kekasihmu “

Jika Chanyeol tahu bagaimana hubungan Kai dan Yujin pasti lelaki itu tidak berkata seperti itu. Kai berani bertaruh Chanyeol akan berfikir seperti Yujin jika ia tahu. bukannya tidak sadar jika apa yang dilakukannya terhadap Yujin sedikit berlebihan, namun awalnya Kai fikir sikapnya itu tidak masalah bagi Yujin, mengingat gadis itupun tidak pernah menolak apa yang ia lakukan. entah mengapa setiap berdekatan dengan gadis itu, Kai selalu ingin memberikan perhatian lebih untuknya, memperlakukan Yujin layaknya kekasihnya. padahal Kai tidak pernah berlaku seperti itu kepada gadis manapun. Yujin berbeda, gadis itu begitu istimewa baginya.

Diam, Kai terlihat menerawang. keheningan menyelimuti keduanya, Chanyeol pun memilih untuk membiarkan Kai sibuk dengan fikirannya. sepertinya temannya itu membutuhkan waktu untuk sendiri. Chanyeol lebih memilih menyibukkan dirinya dengan membaca komik, sementara Kai terlihat nelukupkan wajahnya diantara lipatan lengan. sesekali terdengar helaan panjang dari temannya itu. terlihat begitu frustasi.

Setelah lama keheningan menyelimuti dua orang lelaki itu, dengan tiba-tiba Kai menegakkan tubuhnya dan membuat Chanyeol terperanjat dibuatnya.

“ Yeol, aku ingin beritahu satu hal “ disela-sela gerutunya Chanyeol menatap wajah Kai.

“ apa ? “ kali ini Kai ingin mengatakan kepada Chanyeol tentang hubungannya dengan Yujin. lelaki itu butuh teman untuk memberinya saran. setidaknya Kai fikir, Chanyeol adalah orang yang tepat untuk masalah ini. jika itu Baekhyun, oh.. Kai tidak tau saran aneh apa yang akan diberi temannya yang satu itu. lagipula saran apa yang bisa didengar dari orang yang masalah cintanya pun lebih miris dari dirinya.

“ sebenarnya—“ wajahnya tersirat perasaan antara yakin dan tidak yakin.” Aku dan Yujin, bukan pasangan kekasih sungguhan, m—maksudku, aku hanya membantunya saja “ bisiknya. takut jika orang-orang yang berada dikelasnya saat ini mendengar.

Chanyeol bingung. tidak mengerti dengan apa yag dikatakan temannya ini, apa maksudnya sebenaranya? terlalu berbelit-belit hingga membuat Chanyeol pusing mendengarnya. lelaki itu meletakkan komik yang sedari tadi dipegangnya diatas meja kemudian menatap wajah Kai dengan seksama.

“ jangan berbelit-belit “ Kai mendesah, susah payah ia mengatakannya, temannya satu ini tidak mengerti juga maksudnya.

“ begini “ dibenarkannya posisi duduknya agar lebih nyaman untuk menceritakan hal yang ingin ia sampaikan kepada Chanyeol “ aku dan Yujin bukan pasangan kekasih yang seperti kalian lihat. Aku hanya membantunya membuat cerita. dia hanya menjadikanku sebagai bahan penelitian sebagai referensi ceritanya. tidak ada hubungan spesial diantara kami “

Wajahnya tidak terkejut namun lebih tampak bodoh saat mendengar cerita Kai. bukannya dia tidak mengerti, hanya saja ini sedikit membingungkan. lelaki yang kini terlihat was-was —Kai—menatap aneh sahabatnya itu, apakah mengerti atau tidak dengan ucapannya. Sementara Chanyeol, lelaki itu memang tidak terlalu paham dan mengerti tentang masalah cinta dan ia pun tidak bisa berbuat banyak hal tentang ini semua. tidak habis fikir kenapa orang seperti Kai mau saja dijadikan bahan penelitian oleh Yujin, apa yang ia dapat dari hal itu.

“ kau mengerti tidak ? “ kesalnya karena sedari tadi orang yang ia harapkan untuk memberinya saran terlihat tak mengerti dengan ucapannya yang panjang lebar.

“ ya aku mengerti. Jadi itu masalahnya mengapa Yujin mengatakan kau terlalu berlebihan ? “ Kai memutar-mutar pensil sembari menganggukkan kepalanya.

“ pantas “ sontak Kai menoleh “ seorang gadis tidak bisa diperlalukan seperti itu. bukannya apa-apa, tapi kau terlihat seperti tengah memberinya harapan. sementara statusmu hanya sebatas itu “

“ apa Yujin menyukaiku ? “

“ entahlah, menurutku Yujin hanya tidak tau apa yang harus ia lakukan dengan perlakuan berlebihanmu itu. gadis itu bingung. “ Kai tampak berfikir. Jawaban temannya itu ada benarnya juga, mungkin Yujin tidak risih. gadis itu hanya bingung apa yang harus ia lakukan atas perlakuan berlebihan Kai mengingat bagaimana statusnya.

“ jadi… karena itu, wajahmu jadi seperti ini ? “

“ Hn, aku sudah memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengannya kecuali jika Yujin memmbutuhkan bantuanku “

“ ckck, benar-benar aneh. apa sebegitu tergantungnya Yujin kepadamu untuk membuat cerita ? “ tanya Chanyeol penasaran. menurutnya Yujin sedikit aneh dengan menjadikan Kai sebagai bahan penilitiannya dalam membuat cerita.

Mendengar itu Kai tersenyum lucu. laki-laki itu jadi teringat saat Yujin menceritakan tentang hidupnya termasuk kenapa gadis itu menjadikannya sebagai bahan penelitian. awalnya Kai sempat berfikir seperti Chanyeol namun setelah ia mendengarkan penjelasan Yujin, lelaki itu jadi mengerti kenapa Yujin berbuat seperti itu. gadis yang unik menurut Kai.

“ kau menyukainya ? “ Chanyeol menyipitkan mata, menatap curiga Kai. tidak mungkin lelaki itu memperlakukan Yujin berlebihan seperti itu jika tidak ada sesuatu. dirinya tau sekali perubahan sikap Kai jika bersama gadis itu. semuanya terlihat alami.

Sesaat Kai terkejut, kemudian terlihat jelas senyuman diwajah tampannya.

“ kelihatan ya dari wajahku ? “ jelas sekali, semuanya terlihat jelas dari wajahnya saat bersama Yujin. sorot matanya saat menata gadis itu, memperjelas jika Kai benar-benar menyukainya, menyukai Yujin.

“ tentu “

“ hmm… Yeol, jangan beritahu ini kepada Baekhyun. kau tau sendiri bagaimana m— “

“ iya..iya aku mengerti “

 

 

 

 

 

O0o

 

 

 

 

 

 

In Jung mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya diaspal, mengusir kebosanan saat menunggu seseorang yang katanya ingin menjemputnya hari ini. punggungnya ia sandarkan di gerbang sekolah yang kini sudah mulai sepi, sudah 30 menit setelah bel berakhir sekolah berbunyi. hanya segelintir siswa-siswi yang terlihat, itupun mereka yang sedang melakukan kegiatan ekstrakulikuler dan siswa kelas 3 yang mengikuti les tambahan. kepalanya bergerak mengikuti alunan musik yang didengarkannya lewat earphone yang tersumpal ditelinga kirinya.

Tidak ada Yujin kali ini, gadis itu sudah pulang sedari tadi. wajahnya pun terlihat aneh saat In Jung mendapatinya duduk dikursi setelah kembali dari UKS untuk mengobati luka Baekhyun tadi, padahal sebelum itu Yujin terlihat baik-baik saja. malahan tadi pagi sahabatnya itu terlihat begitu senang.

Pandangannya teralihkan saat melihat mobil aston martin berhenti didepannya. wajahnya sedikit bingung namun terbayarkan saat melihat orang yang sedari tadi ditunggunya keluar dari mobil itu. seorang lelaki dengan kaos putih dan celana jeans berjalan mendekatinya. wajahnya sangat tampan.

“ kenapa lama sekali ? “ gerutunya kesal karena lelah menunggui lelaki itu.

“ maaf, aku ada urusan mendadak tadi “ lelaki itu—Luhan—menarik tangan In Jung untuk masuk kemobil.

“ kenapa tidak bilang, kakiku pegal karena berdiri terlalu lama “ keduanya kini sudah berada didalam mobil. terdengar kekehan dari bibir Luhan saat melihat In Jung menggerutu kesal. lelaki itu mencubit kedua pipi gadis disebelahnya dengan gemas.

 

Namun tanpa mereka sadari seseorang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan, tangannya mengepal kuat. Begitu marah saat gadis yang ia sukai terlihat dengan dengan lelaki lain. apalagi ia baru melihat lelaki itu.

 

Baekhyun. lelaki itu sedari tadi berdiri dibalik pohon, melihat pemandangan yang membuat mata dan hatinya sakit. bagaimana lelaki itu menggenggam tangan In Jung, mengacak-acak rambutnya serta mencubit pipinya. semua itu disaksikan Baekhyun dari awal hingga saat ini. saat dimana Luhan dan In Jung tengah tertawa lepas dengan candaan mereka yang tidak bisa Baekhyun dengar. terlihat akrab. lelaki itu mengeram menahan emosi. tawa mereka yang terlihat dari dalam mobil bagai sebuah ejekan bagi Baekhyun.

Dilihatnya tangannya yang diperban itu. baru tadi hatinya berbunga-bunga ketika In Jung mengobati lukanya dengan begitu perhatian namun kini… gadis itu menghancurkan semuanya. In Jung tau sekali bagaimana membuat harinya sakit.

Apa harus ia menjauh dari In Jung dan melupakan cintanya yang begitu dalam terhadap gadis itu ? jujur saja, terkadang Baekhyun merasa lelah karena terus mengejar cinta yang sebenarnya tidak pasti. Lelaki itu sudah tau jika In Jung tidak menyukainya tapi dirinya masih nekat saja mendekati gadis itu dan membuat hatinya semakin terluka.
tapi hatinya selalu tidak sejalan, sekeras apapun Baekhyun mencoba untuk melupakan In Jung tetap saja tidak bisa.

Apa yang salah akan dirinya sehingga In Jung begitu tidak menyukainya. Jika hanya masalah sikapnya yang terkadang konyol, Baekhyun akan merubahnya. Baekhyun juga akan melakukan apapun demi In Jung, jika gadis itu memintanya. kecuali, jika In Jung menyuruhnya untuk menjauhi gadis itu. hal itu tidak akan pernah Baekhyun lakukan.

Mata tajamnya kini menatap mobil yang ditumpangi In Jung bergerak pergi. Sekali lagi, Baekhyun hanya bisa mengeram. Dirinya seakan-akan seperti psycopat yang begitu terobsesi dengan gadis itu. entah apa yang membuat Baekhyun begitu menyukai In Jung, hanya dia sendiri yang tahu.
jika dilihat-lihat, Baekhyun dan In Jung sebenarnya ada kesamaan. kesamaan dimana orang-orang tidak akan pernah mengerti dan tau apa yang tengah mereka fikirkan. Apalagi Baekhyun, lelaki itu selalu menutupi kesedihannya dengan senyum konyolnya yang membuat semua orang berfikir jika Baekhyun adalah makhluk yang tidak pernah memiliki masalah.padahal Baekhyun memiliki masalah yang menurutnya besar dan masalahnya cuma satu —In Jung. lelaki itu juga tidak pernah menunjukkan patah hatinya kesiapapun, termasuk kepada kedua sahabatnya. Menurut Baekhyun percuma, toh mereka tidak bisa membantu juga.

 

 

 

 

 

O0o

 

 

 

 

 

 

Yujin terlihat uring-uringan. laptopnya terletak begitu saja disampingnya dengan cerita fanfiction yang baru diketiknya setengah. tidak berminat sedikitpun untu mengetiknya kembali. otaknya sedang kacau .
kata-kata Kai diatap sekolah tadi terus menggerogoti kepalanya hingga membuatnya tak berminat untuk melakukan apapun. bahkan saat Minwo mengganggunya, Yujin tak merespon sedikitpun. sesekali terdengar helaan nafas dari bibirnya, wajahnya terlihat menerawang dilangit-langit kamarnya. diliriknya smartphone yang berada disamping kepalanya itu. biasanya saat-saat seperti ini, Kai akan menghubunginya. Sekedar menanyakan apa yang ia lakukan saat ini. tapi kali ini tidak ada, yang ada hanya sederet sms dari In Jung yang menanyakan kenapa ia terlihat aneh hari ini. Yujin juga tidak berminat membalas pesan In Jung itu.

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, dibalik pintu terdengar suara eommanya yang menyerukan namanya. gadis itu bahkan tidak menyahut.

“ Yujin… ayo makan nak “ terdengar nada kekhawatiran dari kalimat nyonya Park. saat pulang sekolah tadi anak gadisnya itu langsung masuk kamar. tidak terdengar sapaan seperti biasa saat ia pulang, wajahnya terlihat murung dan itu membuat nyonya Park begitu khawatir. Yujin bahkan melewatkan makan siangnya.

Sekali lagi, diketuknya pintu kamar Yujin saat tidak ada jawaban dari sana.

“ eomma boleh masuk nak ? “ tanyanya . tetap tidak ada jawaban.

 

Nyonya Park memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Yujin yang teryata tidak terkunci itu. dihampirinya Yujin yang saat ini tengah berbaring dikasurnya. gadis itu menutup matanya saat merasakan kasurnya yang bergerak, tidak dihiraukannya eommanya yang sekarang tengah duduk disebelahnya sembari mengelus rambutnya sayang.

“ kenapa hmm ? “ tanyanya sembari melirik wajah Yujin. gadis itu membuka matanya kemudian menggelengkan kepalanya.

“ eomma kira kau sakit, tapi badanmu tidak panas “

Gadis itu hanya tersenyum, mencoba meyakinkan eommanya jika dirinya tidak apa-apa. namun wanita paruh baya itu tahu jika anak gadisnya ini tidak dalam keadaan baik . pasti ada hal yang membuat Yujin aneh hari ini, padahal saat pulang kencan bersama Kai dan juga pagi saat berangkat sekolah Yujin terlihat begitu senang.

“ ya sudah “ nyonya Park berdiri sembari mengulas senyum “ sekarang sudah sore, eomma mau menyiapan masakan untuk makan malam. Jangan melewatkan makan malammu ne ? “

Yujin mengaduh sakit lalu tersenyum saat eommanya mencubit pipinya gemas sebelum pergi meninggalkan kamar anak gadisnya itu.

 

Dibalik pintu nyonya Park tersenyum geli. ditangannya kini sudah ada smarphone Yujin. ah, anaknya itu sebegitu uring-uringannya hingga tidak menyadari jika eommanya sudah mengambil smartphonenya diam-diam. ibu dua orang anak itu berniat menghubungi Kai, siapa tahu dengan kedatangan Kai membuat Yujin tersenyum. tidak tega melihat wajah putrid kesayangannya itu terlihat murung.

 

Masih berdiri dibalik pintu kamar Yujin yang tertutup. diletakkannya smarphone itu ditelinga kanannya setelah menekan tombol panggilan ke nomor Kai.

“ yeoboseyo ? “ terdengan suara disebrang sana, wanita itu tersenyum.

“ nak Kai ? “ ucapnya memastikan. suaranya terdengar kecil seperti tengah berbisik. takut jika Yujin mendengarnya.

“ n—ne ? “

“ ini ahjumma nak. Eomma Yujin “

“ oh Ahjumma. Hmm ada apa Ahjumma ? “

“ Ahjumma hanya ingin megundangmu makan malam dirumah kami malam ini. apa kau bisa nak ? “ terdengar helaan dari suara Kai, hal itu semakin membuat nyonya Park yakin jika anak gadisnya dan lelaki ini—Kai—sedang ada masalah. dan itu membuat dirinya berinisiatif untuk memperbaiki hubungan kedua remaja itu.

“ apa tidak bisa nak Kai ? “

“b—bisa ahjumma “

“ benarkah ? ah eomma— upss maksudnya ahjuma sangat senang “

“ mana mungkin aku menolak permintaan Ahjumma “

“ kekeke.. ya..ya… sudah dulu ya nak, Ahjumma mau membuat masakan yang enak untukmu. Mm, kau suka apa ? ahjumma akan memasakkannya “ wajahnya tersirat kebahagiannya. begitu senang, seakan-akan tengah berbicara dengan anaknya sendiri.

“ apa yang Ahjumma masak pasti enak “

“ kekeke.. ya ya, sudaha dulu ne ? “ setelah mengucapkan itu, nyonya Park mematikan panggilannya dan memasukkan smartphone Yujin di saku rok panjang yang ia pakai. Wanita itu pun melangkahkan kakinya menuruni tangga sembari tersenyum membayangkan wajah anak gadisnya saat melihat kedatangan Kai dirumahnya nanti malam.

 

 

 

 

 

 

O0o

 

 

 

Diletakkannya smartphone berwarna hitam itu diatas nakas kemudian duduk disamping kasurnya. setelah menerima telpon dari eomma Yujin, Kai terlihat sedikit gusar. niatannya ingin sedikit menjauh dari Yujin batal seketika. rasanya ingin sekali Kai menolak tawaran eomma Yujin tadi, namun diurungkannya niatannya itu. takut jika ucapannya membuat wanita baru baya yang baik itu tersinggung nantinya. nyonya Park begitu baik kepadanya, memperlakukan dirinya seperti anaknya sendiri. tutur bahasanya yang lembut, ramah dan baik itu membuat Kai teringat akan mendiang eommanya. Kai seperti menemukan sosok eommanya didalam diri eomma Yujin—Park Jihyun.

Lelaki itu beranjak dari tempat tidurnya. dibukanya lemari pakaian, memilih baju yang akan ia kenakan malam ini. sepertinya kemeja putih dengan corak absrak dibagian tengahnya cocok untuk ia kenakan dipadukan dengan jeans hitam yang akan membuat dirinya jauh lebih tampan nantinya.

Kai membuka kaos hitam yang ia kenakan dan melemparkannya dikeranjang pakaian kotornya. begitupula dengan boxer yang dikenakannya kini sudah berganti dengan handuk putih yang melilit diantara pinggul dan lututnya. tubuhnya memang tidak kekar , namun terkesan seksi dengan perut yang hampir berbentuk sempurna serta kulit eksotisnya yang semakin membuat dirinya tampak begitu seksi dimata gadis-gadis.

Jika penggemarnya melihat keadaan Kai seperti ini, mungkin gadis-gadis itu akan mimisan. Sungguh ini tidak berlebihan. Kim Jongin, dia benar-benar errr—seksi.

Mengecek smartphonenya sebantar sebelum benar-benar masuk kekamar mandinya.

 

 

 

 

 

 

~~~~

 

 

 

Dengan handuk yang menutupi tubuh polosnya, Yujin mematut dirinya didepan cermin sembari mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil. beberapa menit setelah ia keluar dari kamar mandi, Yujin mendapati eommanya ada dikamarnya . eommanya berpesan akan malam ini Yujin mengenakan baju yang bagus ya… seperti dress. gadis itu sedikit tidak mengerti. ada acara spesial apa malam ini sehingga eommanya begitu heboh memilihkan dress biru langit selutut hadiah ulang tahunnya bulan lalu. apalagi saat itu Yujin sudah mendapati eommanya dengan balutan dress panjang berwarna biru malam yang membuat eomanya itu tampak begitu cantik.

Apa Appanya sedang berulang tahun ? ahh tidak mungkin mengingat ulang tahun ayah Yujin dirayakan 3 hari setelah hari ulang tahunnya.

Gadis itu mengedikkan bahunya tak perduli.

 

 

 

Sekarang Yujin tampak cantik dengan dress yang ia kenakan saat ini. rambutnya yang biasanya dibiarkan terurai kali ini digulungnya, memperlihatkan leher jenjangnya. tidak ada polesan make up sedikit pun, hanya memakai bedak saja namun Yujin sudah begitu cantik. Jika Kai melihatnya, lelaki itu pasti akan lupan caranya untuk berkedip.

 

 

 

 

 

 

 

O0o

 

 

 

 

 

 

Kai mematut dirinya didepan cermin. memberikan sedikit gel dirambutnya. kali ini Kai lebih memilih menaikkan poninya agar terkesan dewasa. merasa sudah sesuai lelaki itu menyemprotkan parfum eternity disekitar leher dan baju kemeja yang ia kenakan. wangi bunga lily langsung menyeruak disekitar kamarnya. Aroma bunga Lily yang maskulin begitu disukai oleh kalangan gadis-gadis.

 

Satu kata yang sangat menggambarkan Kai malam ini. Tampan. dirinya tampak seperti Eksekutif muda saat ini.

 

Setelah memastikan jika penampilannya sudah sempurna Kai langsung menyambar kunci mobil sportnya. malam ini ia tidak ingin menaiki motor yang akan membuat penampilannya jadi berantakan. dengan tergesa-gesa Kai keluar dari kamarnya, dia sudah terlambat sekarang. Jam tangan yang ia pakai ditangan kirinya kini sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam. mereka pasti tengah menunggunya saat ini.

 

 

 

~~~~

 

 

 

Sesekali terdengar helaan nafas bosan dari kedua kakak beradik itu, jika sudah dalam kondisi seperti ini. mereka tampak kompak satu sama lain. Minwo yang sedari tadi menjahili Yujin pun sudah mulai bosan. memilih untuk menompang dagu dengan sebelah tangannya sembari melirik eommanya. tamu yang eommanya bilang spesial itu sedari tadi tak kunjung datang. sekarang sudah jam 8, bocah laki-laki itu mulai kelaparan.

“ sstt Minwo “ Minwo yang merasa terpanggil menoleh kesamping kiri dimanaYujin duduk. suaranya sedikit berbisik “ apa kau tau tamu istimewa itu ? “

Melihat reaksi Minwo yang menggelengkan kepalanya dengan malas, membuat Yujin menghebuskan nafasnya. adiknya tidak bisa diharapkan. gadis itu sama halnya dengan Minwo, saat ini ia juga merasa lapar. apalagi dari siang tadi Yujin belum makan apapun.

“ Eomma… orang itu lama sekali, aku sudah sangat lapar “ rengek Minwo kepada nyonya Park. sementara sang kepala keluarga—Junho—hanya tersenyum lucu sembari mengacak rambut anak laki-lakinya itu. keluarga yang harmonis.

“ sabarlah seben— “ terdengan suara Bel yang berbunyi “ ahh sudah datang rupanya, sayang… cepat bukakan pintu untuk tamu kita nak “ suruhnya kepada Yujin.

Yujin terkesiap, langsung menatap eommanya seakan berkata’ kenapa harus aku? ‘. Melihat kelakuan anaknya itu, nyonya Park langsung menghampiri Yujin dan sedikit mendorong bahu Yujin pelan agar anak gadisnya mau membukakan pintu. dengan langkah gontai Yujin pun menuruti permintaan eommanya.

 

 

 

~~~~

 

 

 

 

 

Kai menarik nafasnya kemudian menghembuskannya secara perlahan. Kini ia sudah berada didepan pintu rumah Yujin. setelah menekan bel yang berada disamping atasnya itu, Kai membenarkan sedikit pakaiannya. pasti keluarga Yujin saat ini tengah menunggunya. lelaki itu terlihat begitu gugup saat ini. bukan karena bertemu dengan seluruh keluarga Yujin namun lebih tepatnya gugup bertemu Yujin setelah kejadian siang tadi yang membuat suasana antara dirinya dan Yujin sedikit canggung.

Gerakan tangannya yang ingin menekan bel terhenti tatkala pintu didepannya itu terbuka, memunculkan seorang gadis yang jujur saja ia rindukan. berlebihan sekali, padahal Kai dan Yujin baru tidak berjumpa beberapa jam yang lalu setelah kejadian diatap sekolah siang tadi. matanya terbuka lebar, terpesona dengan sosok didepannya saat ini. sangat cantik. gaun biru langit selutut yang membalut tubuh mungilnya begitu pas. apalagi rambut gadis itu yang digulung keatas memperlihat leher jenjangnya. seperti dugaan, Kai sampai lupa bagaimana caranya untuk berkedip. gadis itu benar-benar cantik!

 

Lain Kai, lain pula ekspresi Yujin saat ini. gadis itu tampak terkejut dengan kedatangan Kai dirumahnya malam ini. apakah Kai yang dimaksud eommanya tamu spesial itu ? tapi yang membuat fikirannya sedikit mengganjal adalah darimana eommanya bisa menghubungi kai, dan ada apa juga eommanya mengundang Kai malam ini.

Keduanya masih menatap satu sama lain tanpa adanya kalimat sapaan atau sekedar basa-basi yang keluar dari mulut kedua orang itu. mereka masih sibuk dengan pikirannnya masing masing. hingga suara lembut dari eomma Yujin mengintrupsi keduanya.

“ ahh Yujin, kenapa tidak disuruh masuk ? “ omel nyonya Park. sedari tadi mereka sudah menunggu Yujin untuk membawa tamunya itu masuk kedalam.

“ nak Kai, silahkan masuk “ nyonya Park mempersilahkan Kai untuk masuk, sedikit memberi jalan, kemudian berjalan beriringan memasuki ruang makan keluaraga itu. sementara Yujin hanya mengekor dari belakang. Jujur ia sangat kaget saat ini.

 

“ ternyata hyung itu tamu istimewanya “ cicit Minwo saat melihat Kai, Eomma beserta Yujin yang mengekor dari belakang memasuki ruang keluarga itu.

Tuan rumah—Junho—langsung berdiri menyambuttamu istimewanya. pria dua orang anak itu terlihat ramah dengan mempersilahkan Kai duduk. Kai terlihat kikuk dengan sapaan hangat yang diberikan keluarga Yujin kepadanya. benar-benar berbeda jika dibandingkan dengan keluarganya yang terlalu sibuk hingga tak ada waktu untuk berkumpul bersama. Karena hal itu pula Kai memutuskan tinggal sendiri diapartemen daripada dirumahnya. Bukankah sama saja, ia akan selalu sendirian.

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

Pertama-tama aku mau minta maaf karena ff ini lama banget dipost-nya. Maklum aja ya, karena aku author freelance, jadi ff aku gak bisa dipublish secepat itu. jadi maaf bgt karena ff ini sering lama dipost. Tapi kalian jangan pernah bosen lo bacanya ya ya ya hehe J .

Aku seneng banget sama apresiasi kalian sama fanfic aku ini. makasi juga sama silent riders yang udah baca fanfic ini.
mmm aku gak mau panjang lebar… jangan lupa RCL yaaaaaaaa~~~

 

 

~ agustinaa ~

43 responses to “[Freelance] Fanfiction Love (Part VI)

    • Yah -_- kai ama yujin jadi awkward moment deh kalo berdua
      Gara2 sehun nih
      Ga salah sehun sih
      Orang kai nya kelewat alay ngasih perhatian ke yujin
      Yujin mbok yo peka sithik tho nduk…
      Tandanya kan kai suka sama kamuu, suka beneran, cinya, sayang, protektif gitu deh jadinya
      Suka banget pas yeol nasehatin si jongin
      Tumben dia bijak
      Biasanya paling idiot bin blank deh (ampol EXO-L)

  1. Kaya’y kai n baekhyun punya saingan super berat…..
    Kai n yujin ga usah gengsi2 kalo emang bener2 slg cinta.
    Chanyeol ko calon istrimu ga muncul???haha

  2. Kasihan banget Baekhyunn dan Sehun… kekeke
    Ahh eommanya Yujin perhatian banget deh…
    Kai sama Yujin jgn tertutup gitu dongg, hehehe
    Semoga mreka baikan lagii..
    Next chap ditunggu 🙂

  3. Huh Kasian banget Baekhyun nya 😥
    Kai kenapa gk langsung ngungkapin aja perasaan sebenarnya.. biar jadi kekasih beneran
    Ditunggu chap selanjutnya..
    Keep writting!!

  4. jongin udh direstui sama keluarga yujin tuh :> tp knpa jongin gak ngajak yujin pacaran beneran aja sih biar mereka gak berantem kaya tadi lg….
    wow injung mulai baik sama baekhyun, baru seneng udh sakit hati lg baekhyun ngeliat luhan kekeke
    yujin baik2 ya sama jongin dan abaikan saja sehun :)))
    next nya ditunggu ya ^^

  5. hmmm jdi sedih deh liat hubungan kai-yujin yg sdkt berantakan 😦 btw mnrt aku mendingan baeknya udahin ngejar injung deeeh kasian tauuu hehe
    update soon ^^

  6. yahhh kai kapan kamu mau jujur ma yujin bahwa cinta kamu itu beneran dan tulus apalagi keluarga yujin udah suka ma kamu
    sekarang muncul sehun saingan kamu yujin juganya hadeuhhh ni bocah ngegemesin banget sinyal cinta kai udah kentara banget masih aja belum ngehhh mana beneran mana boongan gregetan pan jadinya…
    next maunya kai ngomong jujur ma yujin soal perasaannya dan yujin juga mereka harus jadian beneran..

  7. O.K Kai dan Baekhyun udah jelas suka sama Yujin dan Injung. Tapi, Yujin msih bingung sama prsaanny sndiri dan Injung dy emang ga punya prsaan keBaekhyun.
    Miris bnget ya kisah cinta mreka brdua. Chanyeol juga tapi yg miris itt bukan Chanyeol mlainkan Sulli.
    next nya di bnyakin moment couple nya ya thor.. Chanyeol sma Sulli juga.
    next ditunggu…

  8. makin seru aja cerita.a…
    alur.a bgus…..
    feel.a dpt bgt.. bhasa.a pas bgt…
    kai hrus.a nyatain cinta yg sesunguh.a sma yujin.. kn sma” suka..
    ksihan bgt sih baekhyun.. sbar ya baek mnding sama aku#ngarep..
    dtngu next chapter.a author

    semangat

  9. yah kai sma yujin kok marahan sih?? seharusnya yujin kmu itu brsyukur karena kai itu prhatian sma kmu wlaupun cranya aja yg salah…
    baekhyun kmu yg sbar ya, tenang aja luhan cma anggep in jung sbg adek doang kok, jadi kmu musti sbar ya…
    apa yg bkalan trjadi di acara mkan mlam itu?? wah udah penasaran lho thor ditnggu chap slanjutnya, buat author good job n fighting terus nulis epep nya 🙂

  10. Knpa kai gk ngmong ja klo dia bneran suka?ksian jga ma baekhyun,..mga kai n yurin sgera baikan…dtnggu next…keep writing n fighting!!

  11. Hah… TBC -_-
    Sehun kasian yak,pasti malu banget dia hahaha 😀
    Yujin kejam,engga ngerti perasaan kai diany tapi kai salah juga sih,kenapa engga jujur aja.
    Ish in jung,kenapa baekhyun ddi gituin? Jahat 😦

    Next chapter author,keep writing! Fighting! 😀

  12. Wesshh mantapp..
    Baru tadi kayanya selesai baca yg ke 5, ehh udah ada yg ke 6..
    Sehunnn tabahkan dirimu nakk masih ada aku yg setia menunhhumu #wakkss
    kai tetep semangat yess kejar yujin teruss supay yujin nya enggak jadi sama sehunnn…
    Ahhh pengen keleus jadi yujin direbutinn sama 2 cowok sehun kai lagu beeehh envy guahh

  13. Ok deh kapan pun updatenya aku nga masalah…..yg penting ceritanya makin greget…..duh baekhyun malang banget sih nasibnya dicuekin trus sama in jung ditambah lg ada luhan sebagai saingannya……makin galau deh 😦
    Next yah….aku tunggu…

  14. aigo tbc ny knp pas moment seru ny,,nyebelin dewh,,
    smga ja hub jongin mmbaik,,gk rela ngliat jongin tersakiti *lebay..hhe
    baekhyun jga kasian,,mndingan baekhyun nyerah ja dewh,,next chap d tnggu..

  15. kai udah direstuin tuh, ciyeeee:-)
    kaijin samasama nutupin perasaan yg sbenarnya-_-

    baekii yang sabar ya, semua ada waktunya #apadeh
    chap selanjutnya aku tunggu, semangat!

  16. Yg sabarr ya Sehun *cup cup* sini sama aku aja *plakk* *ngarep* *abaikan*
    Huftt.. Moga hubungan kai sma yujin baik” aja ne.. ^^
    Dan juga thor, klo bisa next chap full Kai-Jin moment ne? Hehehe.. Buat seromantis mungkin okeehhh? >< *angkat jempol kaki jempol tangan* lanjut neee.. Jangan lama" okeyy? Fighting!! 😀 ^^.

  17. Kenapa kai sm yujin jd ngejauh gituu,udah sehun muncul trs kai sm yujin malah renggang ,nnt kalo putus bneran yg nangis akuu u,u haha.. kai bner2 kyk cowo yg dateng mau ngelamar cewe gtu ya jdnya kkk~ semogaaa bgt setelah makan malem ini mereka baikan lg syukur2 bisa ngungkapin perasaan yg sebenernya satu sm lain hehe.. kereeen thor, daebbak 🙂

  18. yah kannn mereka jadi canggung gitu kan. makanya dong kalian bedua itu peka dong pekaaa. ughh jongin juga udah sih apa susahnya nyatain suka ke yujin #apadeh jadi marah marah disini wkwkw. gapapa kok author selo aja. keep writing yaa^^

  19. kok aq gk suka karakternya yujin n In jung ya..okeh q tau mreka masih polos tapi gk gtu2 bgt lah..yujin bru d tatap gtu ja dah mewk biasanya kan cowk gk suka gadis yg trlalu cengeng mnurutku tu sdikit berlebihan..
    trus untuk in jung dy tau kan klau yujin tu pcrnya kai ya walaupn cma boongan shrusnya dy bsa mlihat keseriusan dari kai donk knapa dy seenak jidatnya nyomblangin yujin sama sehun yg notabennya baru dy knal gk sampe 5 menit dy kan blum tau sifatnya sehun..
    trus utk sehun kirasa dy juga karaktrnya agk berlebihan dech dy kan anak baru shrusnya dy gk brsikap seenaknya ke kai pas d dlam kelas shrusnya dy mnimbang2 spa kai..ya walaupn dy gk berpikir kai tu pcrnya yujin kan dy bisa berpikir apa kai tu kakaknya.. jangan seenaknya narik tangan org..
    ksan pertama d sekolah buruk bgt..
    mf klau mnyinggung.. tapi aq suka ff ini..
    d tunggu klanjutanya..

  20. kereeeen banget deh ini ceritanya hehe semoga mereka cepet baikan deh. ibunya yujin pinter dah tau kalo kai sama yujin lagi berantem wkwk coba mereka jujur sama perasaan masing2 jadi ga bakal bingung gitu kan ckck kalo yujin jadi gue pasti ngelakuin hal yg sama lah secara hubungan ga jelas tapi makin ngasih harepan gimana ga takut kalo cuman di phpin doang -_- di tunggu next chapternya ya 🙂

  21. kai-yujin ngga sadar yaa kalo mrka udh saling suka…
    tp emg gara” “pacar boongan” nya mrka,jd kai ngga bsa trlalu protektif kalo yujin dkt ama lelaki laen…

    itu baek-injung,adeuh hubungan’y…

  22. serius!!! aku baru inget sama ff ini .. ini kan ff bercast Yujin & kai .. yg pernah aku baca di chapter 1 dan wktu itu aku msh pke ID coment 최윤라 thor!

    yujin itu kn suka bgt baca FANFICTION KAYA AKU /.\ TERUS kai menawarkan jadi namjachingu.a biar Yujin bisa buat penelitian tntg FF itu sndri ya kan¿¿

    KYAAAAA>< SENENG¡¡¡ AKU SENENG BGT TRNYATA INI ADA LANJUTAN.A T^T DEMI APA? AKU BAHKAN SHOCK BGT.. AHH POKO.A NEXT CHAPTER AKU TUNGGU YAH THOR ^.^)99 ! FIGHTING 😉

  23. eomma nya yujin keren,bisa*nya ya pnya ide kyak gthu..
    Knpa kai ama yujin ndak ngaku aja sih, kalo kalian thu sama* suka

  24. ahhhhhh kai kesian bgt nasibmu
    tapi eommanya yujin keknya seneng bgt tuh sama siKai sampe diajak dinner hahaha
    ditunggu bgt thor kelanjutannya jgn lama2 ya thorr..
    hwaiting

  25. Waaaa eommanya yujin cerdas banget nyari cara biar Yujin ga murung lagi.. KaiJin baikan dong.. Biar kerja kerasnya eommanya Yujin ga sia-sia..

  26. Kai sma yujin kok malah ngejauh sih. Pdahal mereka cocok bgt. Harusnya kai jujur ajavsma yujin klo dia beneran suka sma yujin, biar yujinnyavga bingung harus ngerespon sikapnya kai kaya gimana.
    Chapter berikutnya ditunggu 🙂

  27. Sehun kasian, deketin yujin ada kai, temenin injung dipelototin ama baekhyun wkwkwk
    Jd rame neh ff nya dgn penambahan cast, jadi tambah seru..
    Semangat buat authornya..

  28. ya ga enak liat mereka marahan jadi ga ada kisah yg sweet antara yujin sama kai
    semoga dengan jongin di undang ke rmh yujin dia bisa selesaiin masalahnya
    lanjut thor

  29. entah knapa pas ngeliat lanjutan ff ini, aku merasa senang sekaligus sedih, sedih karna aku taunya telat bgt, hehehe maaf kan saya yg bru komen..huwaa mereka jd awkward gitu, sehun gk tau apa” dan emang bner sieh kai berlebihan bgt, itu artinya kai suka sama yujin, yujin msih blom peka’ nieh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s