[Freelance] Special Day

IMG_39207236568054

Title                       : Special Day

Author                  : Skygrabber

Genre                   : Romance, Fluff, School-Life

Length                  : Ficlet

Rating                   : PG 15

Main Cast            :

Park Jiyoung (OC) | Kim Joonmyeon

Support Cast      :

Find by yourself

Disclaimer           :

Annyeonghaseyo. EXO-L Indonesia Skygrabber imnida~

Haihaihai, tiba-tiba kepengen bikin ff baru lagi—“. Padahal lagi banyak-banyaknya pr, bodo amat. Pengen publish ni ff #tawaevil.

Joonmyeon and other is Agency’s and mine. OC’s, plot, alur, cerita is mine(?). Sorry kalau gaje, banyak typo(s), and many others(?).

Happy reading!!!

***

 

Aku segera membereskan buku-buku yang masih berserakan di mejaku. Dan segera pergi dari kelas. Tak ada yang mau berteman denganku—hanya Seulgi dan Soojung yang mau berteman denganku.

Setelah rumor aku adalah adik Chanyeol oppa tersebar, aku tak didekati oleh mereka lagi. Bahkan, aku sering dibully sekarang oleh fans Chanyeol oppa. Namun, untungnya aku bukanlah orang yang suka mengadu. Jadi, Chanyeol oppa samasekali tak mengetahui masalah ini.

Dan, apa kalian mengenal si ketua osis, Kim Joonmyeon? Ia selalu meraih peringkat satu se-sekolah ini—terus menerus. Senyum malaikatnya membuatku terjatuh dalam pesonanya.

Jatuh cinta? Ya. Aku jatuh cinta pada si ketua osis itu. Aku tak pernah berbicara dengannya—ralat, pernah namun sebentar. Dia hanya menanyakan apakah jam tangan hitamnya kulihat, dan samasekali aku tak melihatnya. Dan itu kejadian 1 tahun yang lalu—saat aku masih kelas 1 High School.

Rumahku dengan sekolah lumayan jauh. Aku tinggal di distrik Gangnam—tak ada yang tahu samasekali. Tentang Joonmyeon, aku bingung kenapa wajahnya yang angelic namun namanya kuno. Entahlah.

Dia tinggal di Apgujeong—entah jauh atau tidak dengan rumahku aku tak tahu. Aku tak tahu lebih jelas lagi, karena itu saja hasil menguping pembicaraan para gadis yang selalu bergosip ria.

Dan sekarang, aku sedang berada di halte bus. Menunggu bus yang mengantarkanku kesana. 10 menit kemudian, ponselku berdering. Ada panggilan dari Chanyeol oppa.

 

“Yeobeoseyo oppa?”

“Kumohon, temani aku ke toko buku ya?

“Bukannya kemarin sudah, oppa?”

“Aku kelupaan sesuatu untuk dibeli. Mau kan?”

“A-O-Okay.”

“Kau dimana?”

“Di halte biasa.”

“Tunggu aku disana

 

‘tut tut’

 

Oppa sialan, kenapa dia harus ketularan pikunnya Yixing sunbae—si sekretaris Seoul High School? Dan sekarang kalian tahu kan? Seberapa frontalnya diriku sebenarnya-_-

 

‘tin tin’

 

Aku menoleh ke depan, sudah ada motor Chanyeol oppa.

 

Cepat sekali…’ Batinku

 

Dia pun mengisyaratkanku agar duduk di belakangnya. Aku segera menaiki motornya, dan Chanyeol oppa membawa kami melesat ke toko buku.

 

***

 

Aku dan Chanyeol oppa sudah berada di depan pintu apartemen. Kulihat Chanyeol oppa yang tertawa kecil. Hey, apa ada yang salah?

 

“Buka pintunya, aku mau melihat pesan.”

 

Oke, baiklah. Aku segera membuka password apartemen, dan membuka pintunya dengan perlahan. Dan kenapa disini gelap—

 

PLAK!

 

“Saengil chukkahamnida~ Saengil chukkahamnida~ Saranghaneun uri Jiyoung~ Saengil chukkahamnida~”

 

Aku melongo. Dan menatap ke bawah—tepatnya kue yang tadi dilemparkan oleh salahsatu dari mereka—dengan tatapan miris. Lalu, aku pun menelusuri siapa-siapa saja disini.

Ada Kang Seulgi dan Jung Soojung—sahabatku, Bang Yongguk, Kim Jinwoo, dan Choi Jinri—sepupuku, Oh Sehun, Kim Jongin, dan Zhang Yixing—sunbaeku, dan…

Joonmyeon sunbae?

Appa? Eomma?

Jadi appa dan eomma sudah kembali dari Kanada?

 

“Appa… Eomma…” Lirihku.

“Ne, sayang?” Jawab appa dan eomma.

 

Aku segera memeluk appa dan eomma, menangis sekeras mungkin. Tak perduli dengan tatapan iba dari mereka semua—termasuk Chanyeol oppa juga yang telah berdiri disampingku dengan cengiran lebar idiot andalannya.

Merasa tak enak dengan mereka semua, aku melepaskan pelukanku dari appa dan eomma. Dan menyeka air mataku yang masih bertengger manis di pelupuk mataku(?).

 

“Saengil chukkae, nae yeodongsaeng.” Ucap Chanyeol oppa lalu mencium pipiku lembut. Seperti seorang kakak ke adiknya.

“Chukkae ne, Jiyoung-ah… Aku harap kau dan Joonmyeon sunbae menyatu.” Ucap Seulgi dengan smirk evilnya—lagi.

“Kang Seulgi…” Desisku.

“Chukkae ne!”

“Chukkae~”

“Saengil chukkae!!”

 

Mereka semua sudah memberikan ucapan selamat ulang tahun padaku, dan sekarang yang kutunggu-kutunggu. Sekarang giliran Joonmyeon sunbae yang terlihat gugup didepanku.

 

“P-Park Jiyoung…” Panggilnya.

“A-Ah, ne sunbaenim?”

“Saranghae. Be mine.”

 

Apa? Aku tak salah dengar, kan? Joonmyeon sunbae menyatakan perasaannya padaku? Apa ini hanyalah ulah dari Chanyeol oppa atau ini hanya sekedar mimpi. Aku menggigit lidahku, sakit. Ini bukan mimpi. Ini nyata. Aku mencoba untuk melihat matanya untuk mengetahui, ini bohong atau bukan. Yang kulihat, hanyalah ketulusan disana.

Aku menelan salivaku kasar. Entah bilang ‘iya’ atau ‘tidak’. Dan aku putuskan untuk…

 

CHU~

 

… menciumnya duluan.

Joonmyeon sunbae sebenarnya agak sedikit terhuyung, namun dapat menyeimbangi permainan ini. Sebenarnya, aku hanya sekedar ingin menciumnya sekilas. Namun, tiba-tiba tengkukku ditarik olehnya untuk bertahan dan terus berciuman dengannya.

Terdengar sorak sorai orang-orang yang berada di sekitarku.

 

“YA! JJ Couple bersatuuu!!” Itu Soojung.

“YEEE~~~” Itu hampir semua orang disana.

“Tralala~ Trilili~” Itu Jongin sunbae—dengan keanehannya.

“Kau ternyata agresif juga, Youngie.” Ini… Joonmyeon?

 

Aku segera memalingkan kepalaku, menyembunyikan rasa hangat yang menjalar di pipiku. Ku yakin, wajahku sekarang sudah menjadi tomat.

Aku hanya menggaruk-garuk tengkukku yang sebenarnya tak gatal. Dan ikut berpesta di apartemenku dan Chanyeol oppa. Yang membuat kami kewalahan untuk membereskan sisa-sisa pesta itu.

 

-END-

15 responses to “[Freelance] Special Day

  1. Bagus sih
    Hanya alurnya terburu-buru banget..
    Dibust oneshot pasti lebih bagus, chapter bila perlu.. hehe
    Ini rasanya udah kayak baca teaser deh :/

  2. ceritanya bagus
    tp alurnya terlalu cepet ajq
    mungkin kalo lebih panjang bisa lebih keren lagi hehheee

    fighting author hihihii

  3. ceritanya bagus tapi alurnya kecepetan
    lebih bagus kalo di bikin oneshoot, chapter kalo bisa
    tapi udah keren kok, keep writing yaa fighting!

  4. haha demi apa joonmyeon langsung nembak? kecepetan thor, gimana kalo ini dibikin versi chapternya aja. kalo enggak dibikin sequel yang nyeritain gimana bisa si joonmyeon suka hehehe. keep writingg^^

  5. Bagus ceritanya,krain oneshoot eh trnyata ficlet mkanya alurnya cpet,lbih bgus klo dbuat oneshoot…dtnggu ff lainnya…

  6. Ya ampun suho nya ganteng banget pas di poster #nggak nyambung ya
    Oke intinya aku suka ni ff walaupun cepet banget sih end ya tapi tetep suka kok. Semangat buat nulis lagi ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s