[Freelance] Ignored

ignored

Tittle : Ignored
Author : @sekaibucks
Main Cast :
Jung Soojung [f(x)’s Krystal]
Kim Jongin [EXO’s Kai]
Other Cast :
Oh Sehun [EXO’s Sehun]
Choi Jinri [f(x)’s Sulli]
Kim Junmyeon [EXO’s Suho]
Genre : Romance
Length : Oneshoot
Rating : PG15
Disclaimer : GOD
A / N : ff kedua nih asikkk. Tetep lah ya cast nya otp kesayangan. Buat yang gasuka gausah baca. Tidak menerima bash! Comment nya ditunggu yaaa.

Summary :Jadi begini rasanya di abaikan?

****

Jongin tidak mengerti dari mana awal semua ini.

Ia bingung mengapa dirinya begitu membenci gadis yang sedang duduk di barisan paling depan. Ya, dia bingung.Bahkan dengan melihat gerak-geriknya yang sekarang seperti mendengarkan lagu dengan earphone nya sudah membuat Jongin membencinya.Apa yang salah? Semua orang wajar kan mendengarkan lagu saat bel belum berbunyi? Itu hak nya. Tapi,mengapa rasanya Jongin ingin sekali menggebrak meja nya lalu ia maki maki sekuat tenaga ‘NONA JUNG, BERHENTI MENDENGARKAN LAGU SEKARANG JUGA. AKU MEMBENCI MU, TAU?’

Ayolah Kim Jongin, itu bodoh sekali.
Jongin dan Jung Soojung (ya itu lah nama gadis itu) memang sudah saling membenci sejak sekolah dasar. Dan ia juga tidak mengerti mengapa mereka bisa bertemu lagi di sekolah menengah. Ayolah, Soojung itu menyebalkan.Gadis setengah gila setengah waras yang bertampang cantik (well, Soojung memang cantik), namun kau harus tau bahwa perilaku nya sungguh tidak sesuai dengan wajahnya.Kalau boleh mengaku, mungkin Jongin adalah satu-satunya manusia yang sangat-amat-begitu membenci nya.Mengapa?

Pertama, saat sekolah dasar, Soojung selalu mencari ulah dengannya. Soojung selalu menyembunyikan sepatu Jongin kecil saat dirinya sedang berada di lab komputer, ayolah Jongin tidak suka itu!

Kedua, saat sekolah menengah pertama.Soojung dengan santai nya bercerita kepada gadis yang Jongin suka bahwa Jongin masih buang air kecil di celana. YA!Jongin sudah besar dan tidak mungkin buang air di celana.Sungguh, itu sangat memalukan sampai-sampai Jongin ingin membenturkan kepala nya di tembok Berlin.

Ketiga, saat sekolah menengah atas. Jongin berharap tidak bertemu lagi dengannya tapi mereka berdua sama-sama terkejut karena (lagi-lagi) berada di sekolah yang sama.Ia bosan melihat muka Soojung.

“kau melihatnya seperti melihat bidadari,” ucap Sehun mengagetkan Jongin.

“bidadari kepala mu batu! Dia tidak cocok disebut bidadari, kau tau?Dia itu iblis yang sering mengganggu ketenangan hidup seseorang,” tukas Jongin sambil melipat tangan di dada.

“kalau begitu, kalian cocok. Kau pun iblis yang sering mengganggu nya.Apa bedanya dengan Soojung?”

Dengan sigap, Jongin menolehkan kepalanya ke arah Sehun dan memasang tampang ingin-membunuh-seseorang.

“baiklah baiklah. Kau tau aku Cuma bercanda, bukan?”

Sehun menoleh kearah Soojung yang masih setia mendengarkan lagu.Ia memperhatikan Soojung secara detail.

“aku heran dengan mu. apa yang kau benci dari Soojung? Dia gadis yang cantik, hei, siapa laki-laki disekolah ini yang tidak mengingkan nya?kalau dia suka padaku, dengan senang hati aku akan menyambut nya ke dalam pelukan ku,”

Lagi-lagi Jongin tidak suka.Entah perkataan Sehun yang mana yang membuat Jongin tidak suka.
‘JUSTRU KARENA DIA CANTIK, AKU SEMAKIN MEMBENCINYA!’

“kau diam saja, Sehun. Aku tidak mau mood ku rusak di pagi yang indah ini,” nyatanya mood Jongin memang sudah rusak sedari tadi.

“jangan terlalu membenci seseorang, Jongin. Aku takut kau bisa—“

“apa?? Jatuh cinta dengan nya?Cih, itu kalimat kuno yang sering aku dengar di drama-drama. Mana mungkin dua orang yang saling membenci bisa terlibat perasaan satu sama lain. Aku muak mendengarnya,” tukas Jongin lugas.

Sedangkan Soojung…

Sebenarnya dia hanya berpura-pura mendengarkan lagu. Dia memasang earphone ditelinga nya, namun tidak ada satupun lagu yang ia dengarkan. Dia melakukan itu hanya untuk memberikan ketenangan tersendiri untuk dirinya.

Dan ia…dengar apa yang lelaki itu dan sahabatnya sedari tadi katakan. Dua pria itu sedang membicarakannya.Jelas, Soojung tau.

Soojung memejamkan mata.Ia lelah. Sadarkah pria itu bahwa selama ini Soojung hanya mencari perhatiannya?Selama ini Soojung menjahili nya karena…Soojung menyukai nya.Bahkan sejak sekolah dasar.

Soojung ingat betul betapa usil dirinya yang selalu menjahili Jongin kecil.Menyembunyikan sepatu Jongin, meletakkan tikus karet di dalam kotak bekal Jongin, dan menyembunyikan sebelah kaos kaki Jongin.

Ia tersenyum singkat mengingat semua kejadian itu.

Sejak sekolah dasar, Soojung selalu menyukai Jongin.Saat sekolah mengengah yang pertama, Soojung pun kembali dipertemukan oleh Jongin dan Soojung kembali menjadi gadis yang selalu menjahili Kim Jongin.

Waktu itu ada gadis yang Jongin suka dan Soojung benci hal itu.Saking kesalnya, Soojung berkata pada gadis itu bahwa Jongin masih buang air kecil di celana.Dan lagi-lagi, Jongin kesal.

Dengan cara seperti itu lah Jongin bisa menatap Soojung.

Tapi nyatanya, Soojung hanya diabaikan.

Ada saatnya Soojung sudah merasa lelah.Lelah karena selalu diacuhkan.Lelah karena Jongin tidak juga peka pada dirinya. Atau kah cara Soojung yang salah? Lalu Soojung harus bagaimana agar Jongin memandangnya sebagai hm…wanita yang sesungguhnya. Dan saat ini, ia memilih untuk diam. Terserah apakah Jongin ingin membalas perbuatannya dulu, ia tidak perduli lagi.

Saat Soojung dan Jongin berada di kantin, lagi-lagi…

“bisakah kau berhati-hati??” gertak Jongin kasar.

“aku sudah memperhatikan jalan lalu tiba-tiba kau menabrak ku dengan sengaja,”

“bagaimana bisa kau berhati-hati sementara orange juice mu itu mengenai seragam ku? Aish…mengapa hari ini aku begitu sial? Anni, setiap bertemu denganmu, hidupku selalu sial,”

“kalau begitu tidak usah bertemu denganku. Pindah saja dari sekolah ini,” Soojung melenggang pergi tak perduli pada Jongin yang masih menggeram marah.

“YA!!Mau kemana kau, Jung Soojung!”Jongin berteriak memanggil Soojung yang sudah sedikit menjauh.

Jongin menatap miris seragam sekolahnya. Gadis bodoh! Jongin sangat membenci Soojung lebih dari apapun.
Hari ini memang hari sial Jongin karenaia harus terperangkap dengan Soojung di perpustakaan sekolah saat murid-murid yang lain sudah pulang. Mereka mendapat hukuman membereskan rak-rak buku di perpustakaan karena sudah sering memberi keributan, terutama keributan di kantin tadi.

Jongin memperhatikan Soojung yang serius merapikan rak buku disebelahnya.Benar kata Sehun, dia memang cantik.

Dia bosan dengan situasi hening seperti ini.

“kenapa kau diam saja?” Jongin merutuk dirinya sendiri karena sudah memancing percakapan.

“lalu, aku harus apa? Lebih baik aku diam dan membereskan semua ini karena aku sudah ingin cepat-cepat berada di kasur ku,” jawab Soojung santai sambil terus merapikan deretan buku-buku itu.

“ada satu yang ingin ku tanyakan padamu,”

Soojung refleks menoleh ke arah Jongin.Ia penasaran apa yang ingin pria ini tanyakan.

“apa kau pernah pacaran? Ah…maksudku, mana ada laki-laki yang mau dengan gadis brutal semacam dirimu,” terlihat sekali Jongin begitu salah tingkah saat menanyakan hal ini dengan Soojung.

Soojung memutar bola mata nya.lagi-lagi pria ini mencari masalah.
Ia terduduk di lantai perpustakaan sambil merenggangkan otot-ototnya.

“belum. Aku belum pernah merasakan bagaimana rasanya menjalin hubungan dengan pria manapun,” jawab Soojung santai.

Jongin yang penasaran akhirnya ikut duduk disamping Soojung.Dia hanya ingin tau.Ya, hanya-ingin-tau tentang kisah cinta gadis (yang menurutnya tidak punya hati) ini.

“apa kau pernah merasakan bagaimana rasanya diabaikan oleh seseorang?”
Jongin tersentak.Mengapa gadis itu menanyakan hal aneh seperti ini? Jongin tidak tau rasanya, namun ia bisa melihat dari mimik wajah Soojung. Rasanya pasti sangat menyakitkan.

Diam-diam, Soojung hanyut akan dunia nya sendiri.

“apa kau juga tau rasanya jika orang yang kau suka tidak pernah sadar dengan kehadiranmu? Walaupun kau sudah mati-matian mencari muka agar ia melihatmu, tapi usaha mu nihil,”

“Soojung…”

“ya, ya, ya, aku tau aku kelihatan bodoh sekarang. Jangan menatapku seperti itu, Jongin.Sudah lah aku ingin melanjutkan pekerjaan ku dan ingin segera pulang. Kepala ku tiba-tiba pusing sekali,”

Soojung berdiri kembali melanjutkan aktivitasnya sementara Jongin masih terduduk menatap Soojung iba.Tidak disangka bahwa Soojung yang sehari-hari tampak begitu bersemangat, nemun memiliki hati yang rapuh.

Soojung bergalut dengan deretan buku sambil berusaha menghindari tatapan Jongin.Ia tidak mau Jongin menyadari mata nya yang kini sudah berkaca-kaca. Ia tidak mau lemah dihadapan siapa pun.

Tapi, rasanya begitu sakit.

Dia menceritakan semuanya dengan orang yang tepat.Orang yang membuat dirinya merasa sangat dicampakkan.

Kau tidak akan mengert, Kim Jongin. Karena kau tidak pernah merasa diabaikan oleh orang yang kau suka.Seberapa kerasnya aku mencari perhatian padamu, kau tetap memandang ku sebagai gadis bodoh.
****

Jongin bosan.Jongin rindu di jahili lagi oleh Soojung.Jongin rindu wajah puas Soojung saat berhasil membuat Jongin kesal.

Jongin rindu…Soojung.

Ya, Jongin rindu Soojung.

Ia memejamkan matanya dan merutuki hal aneh apa yang sedang terjadi pada dirinya.

Sudah dua hari Soojung tidak masuk sekolah.Sejak kejadian dihukum di perpustakaan bersama, Jongin tidak juga melihat Soojung masuk sekolah sampai detik ini.Jongin penasaran setengah mati, mengapa gadis itu tidak masuk sekolah.

Tiba-tiba Jongin melihat Jinri, teman dekat Soojung walaupun mereka beda kelas.

“Jinri!!”

Jinri yang sedang menyesap lemon tea milik nya terlonjak kaget saat ada yang memanggil namanya.

“Kim Jongin? Ada apa?” sahut Jinri sambil menautkan kedua alisnya.

“kau teman dekat Soojung, kan?”

“ya. Lalu?”

“ngh…begini. Apa kau tau, ah maksud ku… kemana perginya Soojung? Sudah dua hari ia tak masuk sekolah, dan—“

“kau mencemaskannya, ya?”

Oke.Ini salahmu, bodoh.Kau harusnya basa-basi dulu sebelum menanyakan hal ini pada Jinri.Seperti “hai, Jinri.Apa hari mu menyenangkan?” atau “Jinri, ku dengar, kau memenangkan lomba kimia, ya?”

Tetap saja itu tindakan yang konyol.

“bukan! Bukan seperti itu! Hanya saja… aku ditanyakan teman-teman satu kelas tentang Soojung.Karena aku yang terakhir bersama Soojung di perpustakaan saat kami dihukum.Mereka mengira aku yang menyebabkan Soojung tidak masuk.”

Bohong.Tidak ada yang bertanya apapun tentang Soojung kepada Jongin.

“oh, baiklah. Soojung sedang sakit.Ia demam sejak kemarin. Tapi kurasa, besok Soojung akan segera pulih. Jadi, kau tidak perlu cemas,” Jinri tersenyum singkat sebelum melanjutkan kata-katanya lagi, “aku tau kau pasti mencemaskannya. Tidak perlu berbohong demi ego mu sendiri, Jongin-ah”

Jongin hanya diam mematung.
‘Gadis ini hebat juga bisa mendeteksi kebohongan’ pikir Jongin bodoh.

Jinri meninggalkan Jongin yang mematung sejak tadi sambil tersenyum puas.Orang bodoh mana yang tidak bisa melihat raut wajah kawatir dari Jongin tadi.Ia tersadar dan segera membalikkan badan ke arah Jongin

“kau tenang saja, aku tidak akan memberi tau siapapun, termasuk Soojung. Aku akan berpura-pura kalau kejadian ini tidak pernah terjadi, oke? Jadi kau tidak perlu takut,” Jinri benar-benar merasa puas melihat ekspresi Jongin saat ini.

Soojung pasti akan loncat kegirangan setengah mati kalau tau Kim Jongin mencemaskannya. Well, Jinri sudah tau sejak lama jika Soojung menyukai Jongin. Soojung selalu bercerita apapun padanya. Tapi, ia sudah berjanji tidak akan menceritakan tentang kecemasan Jongin tadi kepada siapapun, terutama Soojung. Biar saja Soojung yang mengetahui nya sendiri. Jinri yakin, Jongin pun menyimpan rasa yang sama dengan Soojung. Namun, Jongin belum menyadari nya.
Dan benar saja, keesokannya Soojung datang ke sekolah masih dengan wajah yang sedikit pucat.

“sudah ku bilang jangan terlalu di paksa, Soojung,” omel Jinri sambil merangkul pundak lemas Soojung.

“kau tidak tau aku hampir mati bosan di rumah, Jinri.”

“ya setidaknya tunggu sampai kondisi benar-benar pulih. Kau seperti mayat hidup,”

“ah, manis sekali,” ledek Soojung

Jinri mendelik kesal.Sahabat nya ini keras kepala sekali.

“kau yakin mau ku antar sampai sini saja? Kau tidak mau ku temani di kelas mu sampai bel berbunyi?” tanya Jinri masih dengan raut paniknya.

“ayolah, Jinri. Aku sudah besar dan aku kuat. Kau kembali saja ke kelas mu dan tidak perlu mencemaskan ku,”

Jinri mengangguk pasrah dan Soojung berjalan ke kelas nya sendiri.
Ia melihat seisi ruang kelas, sudah banyak teman-temannya yang datang. Dan tatapannya tertuju pada Jongin.ia merasa aneh dengan tatapan Jongin.

Jongin memandang Soojung dengan detail.Meneliti wajah Soojung dan benar saja, gadis itu tampak pucat.Tiba-tiba Soojung mengalihkan pandangannya dari Jongin.
Biasanya setiap Jongin memperhatikan Soojung, gadis itu akan berteriak dengan suara nyaringnya “hei kau hitam, mengapa kau melihat ku seperti itu? Kau baru sadar kalau aku cantik?ya seluruh dunia sudah mengetahuinya,” dan bla bla bla, akan terjadi peperangan kecil antara Jongin dan Soojung.

Tapi untuk saat ini tidak.Soojung memilih untuk diam dan duduk di tempat duduknya.Jongin juga melihat jelas ada murid kelas sebelah yang masuk ke kelasnya dan menghampiri Soojung sambil memberikan mawar putih dan sekantung buah-buahan untuk Soojung.

Ah, bukan kah itu Kim Junmyeon, ketua OSIS di sekolahnya?Kim Junmyeon cukup terkenal dan di eluh-eluhkan para gadis di sekolah. Gadis-gadis itu beranggapan bahwa Junmyeon mempunyai senyum yang manis dan suara yang lembut.

‘mau apa ia menghampiri Soojung dan memberikan bunga mawar itu? Menjijikan.’Entah Jongin sadar atau tidak bahwa hati nya sedang merutuk kesal melihat pemandangan didepannya.

“Soojung, ku dengar dari Jinri, kau sakit ya? Ini kubelikan beberapa buah untuk mu dan ah…ini mawar putih dan ku harap kau cepat pulih,”ucap Junmyeon dengan senyuman khas nya yang mampu meluluhkan hati seluruh gadis

‘kalau aku jadi Soojung, aku akan melempar bunga mawar itu ke muka Junmyeon. Orang idiot mana yang mau menerima bunga mawar murahan itu? Cih, aku bertaruh Soojung bukan tipe gadis manis yang mudah menerima pemberian sembarang orang. Aku yakin Soojung akan membuang mawar itu dan—‘

“terimakasih, Junmyeon-ssi. Aku tidak tau kalau kau mengenal ku.Pasti dari Jinri, ya? Ah, bunga mawar yang cantik. sekali lagi, terimakasih, Junmyeon.” Soojung mengambil mawar putih dari tangan Junmyeon dengan senyum manisnya.

‘APA?’

Jongin tersentak kaget.Soojung menerima mawar itu. Diulang, Soojung menerima-mawar-dari-Junmyeon-si-ketua-osis-yang-tampan-itu!!!

Jongin seperti…ingin meledak! Tidak tau, rasa nya ada bom di hati Jongin dan ia rasa sebentar lagi dirinya akan meledak. Jongin tidak pernah melihat Soojung tersenyum semanis itu sebelumnya.

Dan begitu lah di hari-hari selanjutnya.

Jongin melihat Soojung dan Junmyeon yang semakin akrab.Hampir setiap hari Junmyeon mampir ke kelasnya (tentu saja untuk bertemu Soojung).Dan entah kenapa, Jongin tidak nyaman.

Lagi-lagi ia melihat Soojung tertawa lepas saat bersama Junmyeon. Tapi, saat Soojung melirik ke arahnya, Jongin akan bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa dan memasang wajah sedingin mungkin.

Jongin benar-benar tidak nyaman.

Jongin tidak suka melihat wajah bahagia Soojung saat bersama Junmyeon.

Jongin kesal.

Jongin ingin marah.

Jongin ingin berada di posisi Junmyeon.

Jongin membenci Soojung.

Dan…

Jongin cemburu.

Ya, Jongin sedang cemburu.

Soojung lewat di hadapan Jongin namun gadis itu bertingkah seperti tidak mengenalnya.

‘Jadi…ini rasanya diabaikan?’

Jongin melenguh dan mengingat ucapan Soojung waktu itu.

Pantas saja raut wajah Soojung saat itu begitu menyakitkan.Ternyata memang…sakit.

****

Jongin melihat undangan yang ada di tangannya.ia ragu apakah ia harus memberikan undangan ini pada gadis itu atau tidak. Semenjak gadis itu dekat dengan Junmyeon, gadis itu menjadi tidak pernah mengusili Jongin lagi.Dan ini lah yang membuat Jongin menjadi canggung saat bertemu dengannya.

Dengan mantap ia memberikan undangan itu dan dibalas oleh kerutan di dahi Soojung.

“ini…buatku?” kata Soojung pelan

“ya, memangnya aku sedang memberikan ke siapa?” jawab Jongin sedikit ketus.

“kau serius mengundangku di acara ulangtahun mu?”

“sebenarnya aku malas, tapi aku harus bersikap adil dengan semuanya karena seluruh kelas 12 akan ku undang di pesta ku nanti malam. Terserah kau mau datang atau tidak, yang penting aku sudah berbaik hati mengundangmu dan—”

“aku pasti datang, Jongin.”

Jongin terpaku sebentar.Ia hampir melumer melihat Soojung tersenyum padanya. Seakan dunia Jongin berhenti sepersekian detik lamanya.

Baru kali ini Soojung memamerkan senyum semanis itu pada Jongin.

Jongin berharap senyum itu hanya ditunjukkan untuk Jongin seorang.Bukan Junmyeon atau laki-laki lainnya.Jongin serakah?Memang.
Lalu tiba saatnya perayaan ulangtahun Jongin.Jongin sangat tampan menggunakan setelan yang casual namun tetap berbau formal, dengan sepatu sneakers putih+hitam yang tampak matching dengan bajunya. Dan tidak lupa ia memberikan sedikit gell pada rambut yang sengaja di cepak olehnya.

Lihat, betapa tampannya Jongin malam ini.Semua gadis hampir terpleset melihat Jongin.

Namun Jongin tidak perduli dengan tatapan para gadis. Justru saat ini ia sedang gelisah. Ya, gelisah menanti kehadiran orang yang sangat ia tunggu-tunggu. Matanya sibuk menerawang ke seluruh penjuru club ini, tapi ia belum juga menemukan sosok gadis itu.

‘mungkin kau terlalu percaya diri, Kim Jongin. bisa saja dia berbohong agar kau senang saja,’

“sedang mencari siapa, brother?” tanya Sehun mengagetkan Jongin

“tidak mencari siapa-siapa. Aku sedang tidak mood, Sehun.”

“ayolah, Kim Jongin. pesta ini milikmu. Harusnya hari ini kau bersenang-senang, bukan menjadi pemurung seperti ini,”

Benar kata Sehun.Harusnya Jongin menikmati pesta ini.

Jongin mengambil minuman di meja bar dan pandangannya tertuju pada gadis yang baru masuk dari arah pintu club. Jongin bersumpah bahwa gadis itu adalah gadis tercantik yang pernah ia lihat selama hidupnya. Jongin sempat tidak mengedipkan mata beberapa detik saking mengagumi betapa cantiknya gadis itu.

Gadis itu menggunakan minidress tanpa lengan berwarna coklat muda, dipadu dengan sepatu sneakers putih, dan rambut yang diikat ke belakang.

Butuh waktu untuk Jongin mengagumi kesempurnaan gadis itu sampai ia tersadar bahwa gadis itu adalah gadis yang sejak tadi ia tunggu. Jung Soojung.

Bagaimana bisa??Bagaimana bisa Soojung secantik itu malam ini? Jongin bisa gila! Jongin yakin jantungnya sudah menghilang sejak tadi.

Jongin lebih gila lagi saat dirinya sadar bahwa Soojung tidak sendirian.Soojung datang bersama Junmyeon.Sialan.Gadis itu datang bersama Junmyeon (yang juga tidak kalah tampan dari Jongin).

Lalu gadis itu memamerkan senyum nya kepada seluruh tamu yang sedang memberikannya pujian akan kecantikannya saat ini.

“wah, Soojung! Kau cantik sekali!”

“ini benar Jung Soojung?Bagaimana bisa?Harusnya kau begini sejak dulu!”

“Ya! Soojungie si galak sekarang menjadi gadis yang manis”

Dan ada juga yang memuji Soojung dengan kalimat yang sangat Jongin benci,

“Soojung, kau cantik sekali!Aku sampai tidak mengenalimu. Dan kau terlihat cocok bersama Junmyeon,”

“aku iri denganmu, Soojung. Kau dan Junmyeon sangat serasi.”

Jongin hampir meledak tidak karuan.

‘YA!AKU BENAR-BENAR AKAN MATI HARI INI JUGA!’

Laki-laki itu merutuki nasibnya

Mengapa ini bisa terjadi?!

Jongin menyesal.

Jongin marah.

Jongin kesal.

Jongin berantakan.

Jongin tidak pernah semarah ini sebelumnya.

Sampai Soojung menghampiri Jongin, lagi-lagi dengan senyum terkutuk itu.

“hai, Jongin. selamat ulangtahun. Ini kado untukmu. Aku tidak tau seleramu, jadi…YA! Kita mau kemana!”

Dengan sigap Jongin menarik Soojung keluar dari club.Semua orang menatap mereka dengan heran begitu juga Junmyeon yang sejak tadi diam memperhatikan tingkah laku Jongin yang aneh.

Saat di luar club, Jongin melepas lengan Soojung dan mengatur nafas nya yang sedikit menggebu-gebu.

“ada apa dengan mu, hah? Mengapa kau menarik ku dengan kasar?Apa kata-kata ku tadi ada yang salah?”

Sejuta pertanyaan ada di benak Soojung.Mengapa pria ini begitu aneh? Seperti alien dari planet Pluto (baiklah Pluto sudah tidak diakui lagi) yeah…dari manapun itu yang penting pria ini sangat aneh.

“aku membenci mu. aku sangat sangat sangat membencimu,” kata Jongin sambil masih mengatur nafas nya

Soojung masih diam mematung.tidak mengerti kemana arah pembicaraan laki-laki ini.

“aku membencimu dari dulu. Aku benci saat kau menyembunyikan sepatu ku, aku benci saat dengan santainya kau bilang kepada para gadis kalau aku masih buang air kecil di celana, aku benci.Aku benci kau selalu mengusikku. Aku benar-benar membenci mu, Soojung”

Soojung mengerti sekarang.Jongin sedang menumpahkan keluh kesalnya pada Soojung, ya benar.

“dan tingkat kebencianku semakin bertambah saat kau sakit dua hari berturut-turut dan setelah itu kau kembali masuk ke kelas dengan seolah tidak terjadi apapun, Lalu Junmyeon si ketua osis yang menyebalkan itu datang untuk memberikan mawar dan buah kepadamu dan parahnya lagi kau menerima nya. cih, menjijikan sekali!”

Tunggu-tunggu! Soojung tidak tau kalau…

“aku membenci nya, oke? Aku membenci mu yang semakin dekat dengan Junmyeon, aku membenci mu yang selalu tertawa manis dihadapan Junmyeon, dan aku membenci saat kau dan Junmyeon berada di jarak yang berdekatan. Demi Tuhan, mengapa Kim Junmyeon selalu ada di setiap kalimat ku!” Jongin sedikit berteriak frustasi.Ia seperti orang gila malam ini. Tidak karuan.

“dan… apa lagi ini. Kau datang ke pesta ulangtahun ku dengan dandanan seperti ini?rambut diikat begitu yang mempertontonkan leher indahmu, AH…dan lebih parah nya lagi kau datang bersama Kim Junmyeon, membuat semua orang berfikir bahwa kau dan Junmyeon adalah pasangan serasi di jagat raya. Lagi-lagi Junmyeon. Selamat, Soojung. Kau membuatku semakin parah membencimu,”

Soojung tidak tau dimana yang salah dengan dandanan nya hari ini.Ia merasa wajar-wajar saja. Menggunakan minidress, bukan kah semua wanita berhak menggunakan dress?

“sudah puas mengomeli ku?” tanya Soojung

Jongin tidak menjawab, ia hanya mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Soojung.

“Pertama, aku sudah tau kalau kau membenciku sejak dulu, jadi kau tidak perlu menjelaskannya lagi padaku.Kedua, aku tidak tau kalau kedekatan ku dengan Junmyeon sangat bermasalah sekali di hidupmu, Jongin.Ketiga, kalau kau merasa aku sangat mengganggu di pestamu ini, mengapa kau mengundangku?”

Tidak! Bukan itu maksud Jongin.Soojung tidak merusak pestanya.Justru, Jongin sedari tadi menunggu kehadiran Soojung. Yeah…harusnya ia tidak mengundang Junmyeon. Tapi Jongin tidak tau kan kalau Soojung akan datang bersama Junmyeon?

Suasana menjadi hening.Tidak ada yang berbicara satupun di antara mereka.Hanya suara angin berhembus yang terdengar.

“kau pernah bertanya padaku, apa aku pernah merasakan bagaimana rasanya diabaikan oleh seseorang.Dulu memang aku belum pernah merasakannya.Tapi sekarang, ya.Aku merasakan rasanya diabaikan, tidak dianggap, atau semacamnya.Dan orang yang mengabaikan ku adalah, kau, Jung Soojung.”

Soojung kaget setengah mati.

“ku rasa benar kata Sehun. Terlalu membenci seseorang juga bisa menyebabkan aku mencintai seseorang yang aku benci. Well, kau boleh mengataiku bodoh atau apa tapi kenyataan nya aku sudah jatuh cinta padamu. Aku benci kau mengabaikan ku.Dulu, aku memang benci saat kau selalu mengusili ku, tapi entah mengapa aku merasa ada yang kurang saat akhir-akhir ini kau bertingkah sebagai gadis normal yang tidak mencari gara-gara dengan ku.”

Soojung tidak tau harus senang atau sedih.Matanya sudah berkaca-kaca sekarang. Ternyata laki-laki yang iacinta memiliki rasa yang sama dengannya. Ia harus banyak-banyak bersyukur setelah ini.

Jongin sedikit melangkah mendekati Soojung.

“ternyata benar katamu. Diabaikan itu sakit sekali”

Ia berdehem sebentar dan melanjutkan kata-katanya.

“aku mencintai mu, Soojung. Sangat.Tidak tau sejak kapan, mungkin sejak kau memasukkan tikus karet ke dalam kotak bekal ku?Aku benar-benar tidak menyadari nya.dan aku baru sadar saat kau pergi jauh menghindari ku. Aku tidak mau kau tertawa bersama pria lain, aku tidak mau kau berdekatan dengan pria lain, dan aku juga tidak mau kau terlihat cantik dihadapan pria lain. Ya, terserah, kau boleh masukkan tikus karet ke celana dalamku, atau kau mau melumeri minyak di jok motor besar ku, dan kau juga boleh bilang ke semua orang kalau aku masih memakai popok. Terserah, Soojung, lakukan sesuka mu. Ayo jahili aku lagi, asal kau tetap berada disampingku”

Soojung bersumpah ini adalah hari terindah sepanjang hidupnya.Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa Jongin akan semanis ini padanya. Ia bahagia sekali hari ini. Alih-alih bukannya menjawab kata-kata Jongin, ia hanya tertawa lebar.

“Demi Tuhan, Soojung! Katakanlah sesuatu. Kau tidak tau sejak tadi jantungku berdebar kencang ingin mendengar respon mu,” Jongin kesal

Soojung menghentikan tawanya sebentar.Raut wajahnya kini nampak serius.

“kau tau tidak siapa laki-laki yang tadinya ku pikir sudah mengabaikanku?”

“tidak. Kau tidak pernah bercerita apapun.”

“itu kau, Jongin. aku sudah lama sekali menyukaimu. Sampai-sampai aku menjahili mu karena ku pikir itu adalah cara terbaik agar kau memperhatikanku. Akhirnya aku merasa lelah melakukannya. Dan aku berfikir apapun yang aku lakukan, kau tetap memandangku sebagai gadis idiot”

Sekarang giliran Jongin yang tertawa.Ia tidak menyangka takdir telah menjebaknya. Ternyata Soojung mencintainya dari dulu dan Jongin tidak sadar.

“apa yang lucu?”

“takdir telah menjebak kita, Soojung. Kita saling mencintai sejak lama, lalu mengapa kau tidak mengatakannya padaku? Dengan cara kau menjahili ku, mana bisa aku tau kalau kau suka padaku, kau lucu sekali”

“ya, ya, ya, pasti kau menganggapku idiot. Terserah, Kim Jongin. lebih baik aku kembali kedalam menemui Junmyeon dan mengajaknya pulang, lalu…”

Lalu, Jongin menciumnya.

Yeah, menciumnya.

Ingin sekali Soojung mendorong tubuh Jongin tapi tidak bisa karena sudah terlalu lemas. Alhasil, Soojung hanyut dalam suasana dan tanpa disadari ia sudah mengaitkan kedua lengannya di leher Jongin, membalas ciuman itu, baiklah… harus ia akui Jongin adalah pencium yang handal.

Jongin menarik dirinya dan menatap wajah Soojung yang merah padam.

“mau mengatakan sesuatu, Nona Jung?”

“kau bajingan, Kim Jongin”

Tidak merasa tersinggung, justru Jongin tertawa dan mencium Soojung terus-menerus.

Jongin merasa Soojung sedikit kelelahan dan ia memeluk Soojung. Membenamkan kepalanya di leher Soojung.Ia lega karena akhirnya keduanya sudah saling mengetahui perasaan masing-masing. Bukan hanya Soojung yang bodoh, tapi mereka berdua

“aku mencintai mu dan, bisakah aku mengantarmu pulang? Aku ingin lebih puas mencium mu di dalam mobil. Oh, apakah dirumah mu ada orang? Kita bisa melanjutkan ciuman ini dirumah mu saja.”

“tutup mulut mu, Jongin. siapa juga yang mau kau antar pulang. Aku kesini bersama Junmyeon, jadi Junmyeon yang harus mengantarku pulang”

“siapa Junmyeon?”

Mereka berdua tertawa. Dan Jongin rasa, ini adalah pesta ulangtahun terburuk yang pernah ia buat karena ia telah melupakan tamu-tamu di dalam dan hanyut dengan suasana romansa bersama Soojung.

Diabaikan?Siapa yang diabaikan?Disini tidak ada yang diabaikan atau mengabaikan.
END

51 responses to “[Freelance] Ignored

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s