[Freelance] The Real Queen (Chapter 9)

The Real Queen

Author :

Kim Mirna/@mirnakawamura

Main Cast :

Choi Queen (OC), Park Chanyeol (Exo K), Henry Lau (Suju M), Kim Yoon Ah (OC)

Other Cast :

Wu Yi Fan aka Park Kris

Xi Luhan (EXO M) aka Choi Luhan

Bae Suzy (Miss A)

Amber Liu (Fx)

Choi Siwon (Suju)

Tiffany Hwang (SNSD)

Member EXO K

Other Member Suju

Genre :

Romance, a little bit Comedy (?)

Ratting :

General

Lenght :

Multichapter

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8

 

Annyeong chingudeul,, masihkah ada yg mngharapkan klnjutan ff ini?? Jika ia mk aku akan sangat berterima kasih. Sebenarnya aku sllu ingin post lbh cpt tp krn akhir2 ini moodku lg naik turun jd susah dpt feelnya, jd klu feelnya masih kurang maafkan ksalahan author ne…

Warning : Hati-hati miss typo bertebaran…,,!!! Don’t copas and i hate plagiarism!!

HAPPY READING N DON’T BE A SILENT READERS!!! ^_^

 

 

Chapter 9

Preview

“ O-oppa?? “

“ Ne… ini aku. Bogoshippo Queen-ah “ bisik pria itu tepat ditelinganya.

Queen masih belum sepenuhnya sadar bahwa ini adalah kenyataan, bahwa ia tidak sedang bermimpi sekarang. Tatapannya kosong lurus kedepan dengan airmata yang entah sejak kapan mulai membasahi kedua pipinya. Tangannya masih belum bergerak dan masih berada dikedua sisi tubuhnya, ini bukan mimpikan???

Sementara itu, tanpa ia sadari, Chanyeol yang baru saja sampai terdiam ditempat menyaksikan apa yang sedang dilihatnya, ia masih berdiri dengan jarak yang cukup jauh namun tidak ada niat untuk mendekat, rahangnya mengeras dan tangannya terkepal kuat dikedua sisi tubuhnya sebelum akhirnya berbalik meninggalkan apartemen Queen.

***

Chanyeol mengemudikan mobilnya dengan tatapan tajam lurus kedepan dengan kening menyatu. Ia sendiri bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini setelah melihat Queen yang hanya pacar pura-puranya berpelukan dengan pria lain. Entah mengapa ia merasa sangat marah bahkan ia berpikir kalau rasa marahnya saat ini lebih besar dari saat ia melihat Kris memeluk Yoon Ah, tapi ia kembali berpikir, memang aku siapa?? Dan dia siapa untukku??? Keadaan ini benar-benar membuat Chanyeol menjadi kacau. Ia mengemudikan mobilnya tak tentu arah dan berhenti didepan sebuah apartemen.

YOON AH PoV

Aku sedang sibuk mengerjakan PR yang sudah menumpuk, akhir-akhir ini aku terlalu malas dan terus menunda untuk mengerjakan tugas dan akhirnya aku kewalahan sendiri karena semua tugas itu harus dikumpulkan besok.

Ting Tong!

Aku menoleh kearah pintu saat bel apartemenku berbunyi menghetikan aktivitasku yang sedang menulis sesuatu diatas kertas. Aku melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 21.00

‘siapa yang bertamu malam-malam begini?? ‘ batinku

Ting Tong!!

Bel kembali berbunyi, membuatku mendengus kesal. Aku meletakkan pulpen dan kacamata yang sudah bertengger sejak tadi diatas hidungku sebelum akhirnya berjalan keluar membuka pintu.

Ceklek

“ Chanyeol?? “ aku sedikit terkejut saat membuka pintu dan mendapati Chanyeol berdiri didepan pintu dengan penampilan yang ergg….. terlihat sangat kacau, rambutnya acak-acakan dan tatapannya?? Entahlah aku tidak bisa mendeskripsikannya. Apa yang terjadi???

“ masuklah! “ aku masih bingung dengan tingkahnya, sejak aku membuka pintu ia hanya berdiri mematung dengan tatapan kosong dan tidak bicara, benar-benar bukan seperti Chanyeol yang kukenal. Biasanya, setelah aku membuka pintu dia pasti akan tersenyum lebar atau langsung masuk kedalam aparteku meski tanpa aku persilahkan, but what the hell now???

“ masuklah “ ucapku namun ia tidak bergeming dari tempatnya membuaku mengerutkan dahi, sikapnya benar-benar membuatku bingung.

“ wae ?? kenapa hanya berdiri?? Masuklah “ ucapku lagi dan berbalik namun baru beberapa langkah aku kembali berhenti saat merasakan tangan seseorang yang kuyakini tangan Chanyeol melingkar dipinggangku, memelukku dari belakang. Tiba-tiba jantungku berpacu lebih cepat membuatku sedikit sulit untuk bernafas. Kenapa seperti ini?? bukankah Chanyeol sudah sering memelukku?? Tapi kenapa sekarang terasa aneh?? Aku meremas ujung kaosku mencoba meredam kegugupan yang tiba-tiba melandaku.

“ Ca-Chanyeol-ah, a-apa yang kau lakukan?? “ ucapku terbata dan berusaha melepas tangannya, tapi ia malah semakin erat memelukku dan menopang wajahnya dibahuku.

“ sebentar saja…. biarkan seperti ini sebentar saja “ ucapnya lemah dengan suara hampir berbisik. Sebenarnya apa yang terjadi yeol-ah??? Apa ini ada kaitannya dengan Queen?? Batinku. Rasanya ingin menanyakanya langsung tapi entahlah, hatiku sedikit tidak yakin mendengar jawabannya. Ada apa denganku???

***

Author PoV

Angin malam dikota Seoul sangat dingin, mampu menembus sampai ketulang jika hanya mengenakan pakai tipis namun hal itu ternyata tidak menjadi halangan untuk Queen dan Henry yang sedang duduk dibangku taman yang terletak tidak jauh dari apartemen Queen. Mereka tampak menikmatinya,, lebih tepatnya Henry yang menikmatinya karena gadis yang duduk disampinya itu hanya tertunduk. Sejak tadi mereka hanya duduk tanpa sebuah obrolan membuat suasana sedikit awkward.

“ mian “ ucap Henry akhirnya. Hanya kata itu yang sanggup ia ucapkan setelah menyusun berbagai kalimat didalam otaknya, jauh sebelum ia menemui Queen tapi sepertinya otaknya kembali blank sehingga membuat kalimat-kalimat indahnya yang sudah disusun rapi hilang entah kemana. Ia menatap sendu gadis yang sejak tadi tertunduk disampingnya itu.

“ jangan hanya diam Queen-ah, bicaralah agar aku tidak khawatir “

“ nappeun….!! “ umpat Queen dengan suara serak yang rendah. Hati Henry sedikit sakit mendengar umpatan Queen namun ia tidak menyangkalnya karena ia memang pantas untuk sebutan itu. tangannya bergerak menggenggam tangan Queen yang sudah sangat dingin.

“ ne… aku memang jahat, kau berhak marah Queen-ah “

“ nappeun… hikz hikz hikz nappeun nappeun….. “ Queen kembali mengumpat Henry dengan suara yang semakin keras. Tangisannya kembali pecah dan sekarang tangannya beralih memukul-mukul dada Henry dan terus meneriakkan kata “ nappeun “ hanya itu yang bisa ia ucapkan sekarang. Henry tidak mencegah Queen untuk tidak memukul dadanya, ia hanya diam membiarkan gadis itu meluapkan semua kekesalannya. Setelah ia rasa pukulan Queen semakin lemah, ia menggenggam tangan itu dan menarik Queen yang masih terisak kedalam pelukannya.

“ mian.. jeongmal mianhae,, aku tidak ada disampingmu saat kau sedang dalam kesulitan “

“ kau jahat oppa,, bukankah kau bilang kau ini oppaku, kau menyayangiku dan akan melindungiku, tapi kenapa kau pergi disaat aku dan Luhan oppa membutuhkanmu. Kau tahu bagaimana beratnya aku dan Luhan oppa melalui ini semua hanya berdua?? Bahkan appa tidak dipihakku…. Hiks hiks hiks “ ia mengeluarkan semua kekesalannya dalam pelukan Henry. Ia sangat kesal karena pria itu pergi disaat ia dan oppanya benar-benar dalam keadaan terpuruk.

“ mian… jeongmal mianhae…. “ sejak tadi Henry hanya mampu mengucapkan kata itu karena tidak tahu harus berbuat apa untuk menebus kesalahannya. Ia semakin mengeratkan pelukannya terhadap Queen yang masih terisak dan terlihat sangat rapuh. Pertahanannya runtuh, airmata yang sejak tadi ditahannya akhirnya keluar secara perlahan membasahi pipinya, padahal ia sudah berusaha mensugesti (?) dirinya untuk tidak menangis karena ia adalah pria, dan seorang pria tidak pantas untuk menangis tapi sekarang…??? lihatlah, dia mulai menangis hanya karena mendengar penuturan dan isakan Queen yang terdengar begitu memilukan membuat hatinya juga ikut sakit dan dadanya terasa sesak.

Ia benci dirinya yang saat itu terlalu banyak berpikir dan mempertimbangkan sesuatu. Ia sangat ingat saat ia mendapat telpon dari ibunya bahwa ibu Luhan meninggal, saat itu dia benar-benar terkejut dan sedih, ia ingin pulang namun ia takut mengecewakan Luhan yang telah mempercayakan dirinya untuk menggantikannya ke Kanada, dan saat itu pihak kampus tidak mengizinkan ia mengambil libur karena baru beberapa hari ia tiba sebagai mahasiswa pertukaran pelajar dari Jepang, ia takut jika ia melanggar aturan maka kampusnya akan mendapat teguran dan berakibat fatal terhadap kerjasama kampusnya untuk selanjutnya. Ia terlalu banyak berpikir waktu itu hingga akhirnya ia tidak menghadiri acara pemakaman ibu Queen yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri. Padahal seharusnya, sebagai seorang yang sudah dianggap keluarga, harusnya ia berada disana menghibur sahabatnya tapi….. AAA mengingat hal itu lagi membuat rasa penyesalannya semakin besar.

SKIP

Henry duduk disisi ranjang dan memperhatikan wajah tenang Queen yang sedang tertidur, masih ada jejak-jejak airmata dipipinya dan matanya sedikit sembab. ‘ia terlalu banyak menangis’ batinnya dan mengelus lembut rambut Queen. Sekarang mereka sudah kembali ke apartemen Queen, gadis itu terlalu lelah setelah menangis dan bahkan tidak bisa berjalan dengan baik, karena itu Henry memutuskan untuk menggendongnya dibelakang punggungnya dan tertidur dalam gendongannya.

Drrtt drrtt drrrtt

Getaran handpone dari saku celananya mengalihkan perhatiannya, ia segera merogoh kantong celananya dan melihat layar Handponenya yang berkelap-kelip dengan nama ‘Baby Lulu’ tertulis dilayarnya.

“ yeobseo?? “ ucapnya lemah dengan matanya masih memandangi Queen.

“ kau dimana?? “ tanya Luhan tanpa basa-basi

“ disamping Queen “

“ what?? Apa kau bersamanya?? Kau diapartemennya??? “

“ Mm “

“ yak! Apa yang kau lakukan disitu? Aku yakin disitu sudah sangat malam “

“ yak! Jangan diam saja… Henry! Kau masih disana??? “

“ Mm ”

“ pulang ketempatmu sekarang…. ja… “

“ mian….. jeongmal mianhae… “ ucap Henry lirih

Luhan mengernyitkan dahinya bingung kenapa Henry tiba-tiba meminta maaf dengan suara yang begitu lirih. Ia hanya diam menunggu Henry melanjutkan kalimatnya.

“ aku minta maaf karena telah menjadi saudara yang buruk untuk kalian, aku tidak ada disisi kalian saat sedang kesulitan. Pasti sangat berat melalui semuanya, kalian pasti sudah banyak menderita selama ini…. maaf… maaf “ ucap Henry semakin lirih dengan sedikit isakan sedangkan Luhan, dia terdiam dengan airmata yang sudah mengalir dipipinya, mendengar ucapan Henry mengingatkan ia pada masa lalunya yang begitu kelam dimana hanya ada dia dan Queen, semua orang perlahan meninggalkannya. Ibunya meninggal, ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya, wanita yang dulu pernah menjadi orang terbaik yang pernah ia kenal tapi malah menghianati kebaikan keluarganya. Dan setelah sebulan ibunya meninggal, ayahnya menikah secara terang-terangan dengan wanita selingkuhannya tanpa memikirkan perasaannya dan Queen yang masih sedih atas kepergian ibu mereka. Bukankah kehidupan seperti itu sangat menyedihkan??? Luhan tidak menghiraukan lagi sambungan telponnya dengan Henry karena saat ini tangannya beralih memegang dadanya yang tiba-tiba sangat sesak.

“ eomma… “ panggilnya lirih dengan isakannya yang memilukan

Sementara itu Tn. Choi tengah berdiri didepan kamar Luhan dan melihat anak sulungnya itu yang sedang menangis dari cela pintu yang sedikit terbuka. Sakit,, hatinya sangat sakit melihat hal itu, ia hampir tidak pernah mendengar keluhan Luhan tapi sekarang anak yang selalu dibanggakannya itu tengah terisak dan berusaha agar tangisnya tak terdengar tapi gagal karena Tn. Choi sudah mendengarnya, Hatinya semakin sakit saat mendengar Luhan memanggil ibunya dengan suara yang begitu lirih seolah ia sangat merindukan dan membutuhkan ibunya.

“ maafkan aku….. maafkan aku Soyoung-ah…. aku tidak bisa menjaga mereka “ ucapnya lirih sambil membekap mulutnya menahan isakannya agar tidak pecah.

***

Queen menggeliat dibalik selimut tebalnya, berkas-berkas sinar matahari pagi yang masuk kedalam kamar melalui cela Ventilasi mulai mengganggu kulit wajahnya membuat ia bergerak-gerak gelisah diatas tempat tidur.

Krek Krek slesssss #suara apa ini?? Backsound gagal

Suara-suara aneh mulai mengganggu indra pendengarannya, ia menyibakkan selimutnya dan bangkit duduk, ia menajamkan pendengarannya dan suara itu terdengar lagi. tapi tunggu?? Kenapa aku bisa disini?? Batinnya, ia mengedarkan pandangannya mencoba memastikan bahwa yang ia lihat sekarang adalah benar kamarnya. Sepertinya ia tidak begitu sadar saat Henry menggendongnya pulang dari taman. Aigooo -_-

‘ bukannya semalam aku ditaman bersama Henry oppa? Chamkan… Henry oppa?? Dimana dia sekarang?? apa semalam aku bertemu dengannya hanya mimpi?? ‘ batinnya bermonolog. Ia menyibakkan selimutnya lalu berjalan keluar, keasal suara-suara aneh yang didengarnya.

Keningnya berkerut dan matanya memicing saat melihat seorang pria berambut pirang yang membelakanginya tengah sibuk didapurnya. Tidak mungkinkan dia Chanyeol, Chanyeol lebih tinggi dari orang yang dilihatnya. ‘kenapa sekarang aku malah memikirkan namja itu?? ‘ batinnya lagi.

“ eoh.. kau sudah bangun “ ucap seseorang yang masih berdiri didaerah dapurnya tapi kini sudah menghadapnya, ia tidak tahu kapan orang itu berbalik karena tadi ia terlalu sibuk menghapus bayang-bayang Chanyeol dari ingatannya. Queen menatap lurus kearah pria yang kini tengah berjalan mendekatinya dengan senyum lebar.

“ oppa?? “

“ eoh, wae?? Jangan bilang kau lupa kita bertemu semalam ? “ tanya Henry sambil memicingkan matanya dan memasang wajah kesalnya (pura-pura)

“ jadi bukan mimpi?? “ tanya Queen dengan polosnya membuat Henry terkekeh.

“ tentu saja bukan mimpi Queen-ah, lihat matamu bahkan masih bengkak karena menangis semalam “ Queen refleks memegang matanya dengan ekspresi polosnya membuat henry semakin gemas dan akhirnya mencubit kedua pipinya.

“ A A A A!! Oppa lepaskan!! “ teriaknya tidak jelas saat tangan Henry tidak berhenti menarik-narik kedua pipinya. Henry melepas cubitannya dan beralih mengacak rambuk Queen yang memang sudah acak-acakan sejak bangun tidurnya.

“ hehehe…. mian…. “ Queen membalasnya dengan death glare dan bibir yang dikerucutkan. Aigoo… gadis ini semakin menggemaskan…. batin Henry.

“ berhenti menatapku seperti itu, sebaiknya kita sarapan sekarang “ tanpa menunggu jawaban Queen, Henry sudah menarik gadis itu dan mendudukkannya dikursi. Henry berjalan ke arah dapur dan tidak lama kemudian dia keluar membawa dua piring yang bersisi makanan untuk sarapan mereka.

“ Cha…. silahkan menikmati sarapannya nona “ ucap Henry bertingkah seperti pelayan-pelayan direstoran membuat Queen mau tidak mau ikut tersenyum.

“ tsk… kau berlebihan oppa “ cibir Queen. Henry hanya tersenyum menanggapi cibiran Queen, ia kemudian mengambil tempat duduk tepat dihadapan Queen dan mulai menatap gadis itu yang sedang mengunyah makanannya. Ia tidak berniat untuk sarapan dan hanya menatap gadis itu sambil terus tersenyum. Queen yang menyadari tatapan Henry menghentikan gerakan menyendok dan menatap heran pria itu.

“ wae? Kenapa oppa terus menatapku?? “

“ aku hanya tidak menyangka bisa melihatmu lagi, aku seperti sedang bermimpi “ Queen sedikit berdeham salah tingkah saat mendengar ucapan Henry yang lembut itu.

“ aku juga senang bisa bertemu dengan oppa lagi “ timpalnya dan tersenyum lembut. Ia tidak perlu menyembunyikan senyumnya didepan pria yang sudah dianggapnya keluarga itu, ia memang hanya menunjukkan sisi lainnya untuk orang-orang terdekatnya. “ geunde oppa sejak kapan kau di Korea?? Lalu kau tinggal dimana?? “ lanjutnya.

“ aku disini sudah dari 4 hari yang lalu, dan aku tinggal diaparte sepupuku yang dari China tapi bersekolah disini “

“ 4 hari? Oppa sudah 4 hari disini dan baru tadi malam oppa menemuiku?? “

“ aku akan langsung menemuimu Queen-ah kalau saja oppa cerewetmu itu mau memberitahuku alamat apartemenmu secara langsung “ gerutu Henry sedikit kesal mengingat Luhan yang terlalu berbeli-belit. Ia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu, dia yang menyuruhku menjaga Queen dan membawanya kembali ke Jepang tapi ia tidak mau memberitahuku keberadaan adiknya secara langsung. Apa ia sedang berusaha mengujiku?? Gerutunya dalam hati.

Queen hanya bisa tersenyum melihat Henry yang menggerutu tentang oppanya yang sangat ia rindukan. ‘bagaimana kabarnya sekarang?’ batinnya.

SKIP

“ tidak usah oppa, aku bisa pergi sendiri “ ucap Queen sambil menutup pintu apartemennya. Ia tidak tahu sudah berapa kali ia mengucapkan kalimat itu karena namja disebelahnya terus saja merengek untuk mengantarnya ke sekolah. Bukannya tidak mau, ia hanya sudah bosan menjadi perhatian siswa yang lain, sudah cukup ia menjadi perhatian karena datang bersama Chanyeol dan Chen ke sekolah dan sekarang apa ia harus kembali menjadi perhatian karena datang bersama Henry, oh tidak! Orang-orang akan menganggapnya gadis tidak baik. Tapi tunggu?? Sejak kapan ia mulai memusingkan hal kecil seperti itu?? bukankah ia selalu cuek dan tidak memikirkan perkataan orang lain???

“ ayolah Queen, aku akan mengantarmu kali ini saja, eoh?? “ bujuk Henry sambil terus menyamakan langkahnya dengan Queen.

“ mian oppa, bukannya aku tidak mau kau mengantarku, aku hanya tidak ingin merepotkanmu, kau pasti sangat lelah dan butuh istirahat, jadi sebaiknya kau pulang saja ne…. “

“ tapi…. “ Henry tidak melanjutkan kalimatnya karena getaran Handpone dari saku celananya. ia berdecak kesal setelah melihat nama yang tertulis dilayar handponenya ‘Panda Tao’

“ yeobseo “ ucapnya malas setelah ia menempelkan handponenya ditelinga kirinya, ia melirik Queen yang juga sedang memperhatikannya.

“ HYUUUUNG!!!! DIMANA MOBILKU??? CEPATLAH PULANG, AKU INGIN KESEKOLAH….. KAU INGIN AKU TERLAMBAT??? “ Henry sedikit menjauhkan Hpnya saat mendengar teriakan Tao yang bisa memecahkan gendang telinga, bahkan Queen yang berdiri disamping Henry bisa mendengar suara Tao.

‘dasar anak itu, seharusnya dia menanyakan keberadaanku karena tidak pulang semalam, tapi dia malah lebih memilih menayakan mobilnya’gerutu Henry dalam hati

“ jangan teriak bodoh! Aku bisa mendengarmu sekalipun kau berbisik. Tunggu sebentar, aku dalam perjalanan “ bohongnya lalu mematikan sambungan telpon secara sepihak tanpa menunggu jawaban Tao. ia kemudian menatap Queen dengan ekspresi menyesal karena tidak bisa mengantar gadis itu.

“ gwencana, oppa pulanglah, sepupumu pasti sudah menunggu “

“ geure, aku akan mengantarmu ke Sekolah lain waktu dan saat itu kau tidak boleh menolak, arra?? “

“ Mm… arra “ timpal Queen dengan senyum manis yang hanya diperlihatkan pada orang-orang terdekatnya.

***

Queen berjalan masuk memasuki gerbag SHS dengan headset yang menyumbat kedua lubang telinganya. Kalau dipikir-pikir sudah lama sekali ia tidak melakukan hal itu karena beberapa minggu ini ia akan selalu datang bersama Park Chanyeol yang terus saja menggenggam tangannya sampai tiba dikelas. Queen menghentikan langkahnya saat nama Park Chanyeol kembali melintas dipikirannya. ‘aissh…. kenapa nama namja itu selalu muncul’ gerutunya kesal dalam hati. Tepat saat ia ingin kembali melanjutkan langkahnya, sebuah mobil sport berwarna merah melintas disampingnya, mobil yang sudah sangat tidak asing baginya karena sebelumnya mobil itu yang selalu membawanya kesekolah, ia kembali menghentikan langkahnya saat mobil itu berhenti diparkiran tidak jauh darinya. Pintu kemudi terbuka menampilkan sosok pria jangkung yang akhir-akhir ini menghilang dari pandangannya dan sesaat kemudian pintu disebelah kemudi juga terbuka menampilkan sosok wanita cantik yang juga tidak asing baginya.

“ Yoon Ah… “ gumamnya dengan kening berkerut. Queen masih saja terdiam ditempat memperhatikan kedua orang yang tampak seperti sepasang kekasih itu berjalan menjauhi parkiran dengan sesekali tertawa. Setelah kedua orang itu menghilang dari pandangannya, Queenpun kembali melanjutkan langkahnya dengan ekspresi yang sangat datar. -_-

“ QUEEN-ah! “ lagi lagi seseorang berteriak dari arah belakang saat Queen berjalan dikoridor, meskipun masih menggunakan headset, ia bisa dengan jelas mendengar panggilan itu. ia menghentikan langkahnya dan berbalik, dan lagi lagi ia melihat Suzy berlari ke arahnya. ‘anak itu hobi sekali meneriakkan namaku’ batinnya.

“ yak! Apa kau sudah dengar gosip itu?? “ tanya Suzy heboh saat ia sudah berada dihadapan Queen. Queen mngernyitkan dahinya bingung, gosip? Gosip apa??

“ gosip kalau kau dan Chanyeol sudah putus dan Chanyeol balikan sama Yoon Ah “ Suzy melanjutkan kalimatnya karena sahabatnya itu hanya diam saja tanpa memberi respon apa-apa.

“ lalu?? ” dagu Suzy hampir saja jatuh kelantai saat melihat reaksi Queen seolah tidak peduli.

“ yak!! Reaksi macam apa itu! jadi apa itu betul??? “

“ kenapa kau bertanya padaku?? Tanyakan saja orangnya langsung “ ucap Queen cuek dan berjalan meninggalkan Suzy yang masih terbengong-bengong dengan sikapnya.

“ YaK!.. Neo…. “ Suzy tidak jadi melanjutkan teriakannya, ia takut mendapat hantaman buku lagi dari Kim saem seperti tempo hari.

“ Aisshhh Jjinja…. “ dengusnya kesal dan berajalan searah dengan Queen.

***

Sekolah jadi sangat ribut karena Chanyeol yang datang bersama Yoon Ah padahal sebelumnya namja tampan itu selalu datang bersama Queen. Semua orang membicarakan mereka seolah mereka adalah artis papan atas. Queen menatap malas teman-temannya yang sedang bergerombol dibangku pojok untuk bergosip dan sesekali meliriknya. Ia menghela nafas belum lagi Suzy yang duduk didepannya terus saja mengoceh menuntut Queen memberikan kejelasan. ‘ bagaimana aku menjelaskannya?? Aku saja tidak tahu kejelasannya ‘ batinnya.

“ yak! Berhentilah mendesak Queen, kau hanya mengganggunya “ protes Amber yang duduk disebelah Suzy.

“ kau diamlah, kau tidak tahu apa-apa “ Amber mendengus kesal saat mendengar ucapan Suzy, ia memang tidak pernah tertarik dengan gosip-gosip yang beredar disekolah, berbeda dengan Suzy yang kepo itu, gosip tukang kebun yang berpacaran dengan salah satu Cleaning service disekolahnya itu saja ia tahu.

“ Suzy-ah jebal, berhentilah bertanya, aku juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kau sahabatku seharusnya kau memberiku ruang untuk merasa nyaman “ Suzy diam tidak berkutik mendengar ucapan Queen yang terdengar putus asa dengan nada lemah. Ia memang sahabat yang buruk, ia sudah membuat sahabatnya sendiri tidak nyaman.

“ mi-mian, Queen-ah “ sesalnya.

Queen berdiri dan berjalan keluar ruangan, ia butuh tempat yang nyaman terhindar dari tatapan-tatapan yang seolah mencibirnya, ia terlalu malas mengeluarkan death glarenya, mungkin karena terlalu banyak menangis semalam membuat matanya lelah. Ia terus berjalan mengabaikan orang-orang yang terus melihatnya sampai akhirya ia tiba diperpustakaan yang saat itu sangat sunyi hanya ada beberapa siswa didalam., ini satu-satunya tempat yang jauh dari kebisingan. Ia duduk dibangku paling pojok yang tidak seorangpun disana, ia melipat kedua tangannya diatas meja dan meletakkan kepalanya diatas lipatan tangannya dengan menoleh kesamping. Ia menghela nafas sebelum akhirnya memejamkan matanya., ia memang tidak berniat untuk membaca buku, ia hanya butuh istirahat.

***

Chanyeol PoV

Entah sudah berapa kali aku menghela nafas berat saat mendengar pertanya-pertanyaan dari sahabatku perihal kelanjutan hubungan pura-puraku dengan Queen. Aku tidak pernah menyangka kalau kedatanganku bersama Yoon Ah pagi ini benar-benar membawa dampak yang besar, sekolah jadi sangat bising karena setiap sudut selalu saja ada yang membicarakan tentangku, Queen atau Yoon Ah.

“ yak!! Kenapa kau diam saja?? Jadi betul kalau kau dan Queen sudah menghentikan permainan ini?? lalu bagaimana dengan Yoon Ah?? Bagaimana kalau ia kembali dibully??? Kau ceroboh sekali Park chanyeol “ aku hanya menatap malas Baekhyun, pria yang kecepatan bicaranya melebihi kecepatan cahaya. Anak itu benar-benar membuat gendang telingaku hampir meledak karena sejak tadi dia mengoceh terus belum lagi mata sipitnya terus menatapku dengan tatapan mengintimidasi seolah aku seorang penjahat yang harus mengakui kejahatannya.

“ Hyung, jangan bertanya terus, kau tidak memberi Chanyeol hyung kesempatan untuk menjawab “ protes Kyungsoo yang sepertinya mulai terganggu dengan suara Baekhyun. Namun namja pendek itu tidak memperdulikannya karena masih saja menatapku, menuntut sebuah jawaban.

“ hhaa…. geumanhae… aku lelah dan ingin istirahat “ ucapku lalu bangkit berniat meninggalkan ruang dance.

“ jangan mengikutiku Byun Baekhyun!! “ titahku lagi saat melihat Baekhyun hendak mengikutiku.

“ Aishh… jjinja “

***

Aku benar-benar tidak habis pikir dengan sekolah ini, bagaimana bisa begitu bising saat aku dan Yoon Ah datang kesekolah bersama-sama, apa salah jika aku datang bersama sahabatku?? Aku berjalan menuju satu-satunya tempat yang jauh dari kebisingan. Perpustakaan.

Aku masuk dan sedikit menunduk pada petugas perpus dan mencari tempat paling aman yaitu kursi pojok. Keningku berkerut saat melihat seseorang yang sudah menempati kursi dengan kepala yang diletakkan diatas meja di atas tangannya. Aku terus berjalan dan betapa terkejutnya aku saat melihat wajah gadis yang kini sedang tertidur dengan damainya. Aku duduk disampingnya dan ikut menopang kepalaku diatas meja dengan posisi menghadap wajahnya. Aku memperhatikan setiap detail wajahnya yang damai, benar-benar berbeda saat ia sedang terjaga. Aku baru tahu kalau dia memiliki alis yang tebal dan rapi, bulu mata yang panjang dan lentik, hidung mancung dan bibir merah muda yang tipis. Tanpa aku sadari bibirku terangkat membentuk sebuah senyuman tipis. Semakin lama aku memperhatikan wajahnya, semakin cepat pula debaran jantungku membuatku merasakan getaran aneh yang menjalar diseluruh tubuhku namun aku mencoba mengabaikannya dan lebih memilih fokus dengan kegiatan menatapku sekarang. Beberapa detik kemudian kening gadis yang sedang kupandangi itu berkerut membuat keningku ikut berkerut bingung.

‘ apa kau bermimpi buruk disiang hari? ‘ batinku. Aku mengarahkan telunjukku menyentuh keningnya dan Yap! seperti sebuah magic tepat saat kulit jariku menyentuh dahinya, keningnya mengencang dan tidak berkerut lagi. aku kembali tersenyum.

Aku menegakkan badanku dan berdiri mengambil buku dirak secara acak, aku membuka buku yang cukup tebal itu hingga kebagian pertengahan, dan meletakkan didepan wajahnya, menutupi wajahnya.

“ mian, aku hanya tidak mau orang lain melihat wajah polosmu yang sedang tertidur, imagemu sebagai Queen of Death Glare bisa hancur. Kau harus berterimakasih padaku Nona Choi “ ucapku walau aku yakin ia tidak akan mendengarnya. Selesai mengucapkan kalimatku, aku berjalan meninggalkan tempat itu, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan gadis itu jika ia terbangun dan melihatku didepannya.

Aku kembali berjalan dikoridor sekolah, mungkin dirooftop lebih baik.

“ Chanyeol-ah!!! “ langkahku terhenti dan mengedarkan pandanganku saat mendengar seseorang memanggil namaku. ‘ kenapa aku seperti mendengar suara eomma??’ batinku namun tetap melanjutkan langkahku.

“ YAK! ANAK DURHAKA PARK CHANYEOL ! “ mataku membulat saat mendengar panggilan itu, bagaimana tidak siapa juga yang berani memanggilku seperti itu kalau bukan eomma , dengan gerakan cepat aku berbalik dan mendapati eomma, yang berpakaian glamore itu berjalan kearahku sedikit tergesa-gesa, semua mata tertuju padaku dan eomma.

“ eomma… “ bisikku masih bingung melihat keberadaan eomma disekolah.

“ wae?? Kau mau pura-pura tidak mendengarku huh?? “ semburnya ketika ia sudah berdiri tepat dihadapanku.

“ apa yang eomma lakukan disini?? “

“ dasar! Apa kau tidak tau kalau hari ini ada rapat pemilik yayasan dan staf sekolah, eoh?? hari ini eomma mewakili appa karena tidak bisa datang “ ucap eomma sambil memukul pelan lenganku. “ oh, ya… dari tadi aku tidak melihat Queen?? dimana dia?? “

“ molla “ jawabku malas, aku tidak mungkin memberitahu eomma kalau Queen saat ini sedang tertidur diperpustakaan. Eomma pasti akan menganggap Queen itu gadis pemalas. Tunggu! Kenapa aku peduli??? Aku menggeleng-gelengkan kepala mencoba mengembalikan kewarasanku yang sepertinya mulai menurun.

“ aisshh,, pacar macam apa kau ini! “ aku tidak tau apa yang salah dari ucapan eomma tapi aku bisa merasakan wajahku yang sedikit memanas mendengar ucapannya atau yang lebih tepatnya cibirannya. Eomma kemudian merogoh tasnya mengambil sesuatu yang sejak tadi berdering

“ yeobseo… “

“ ah ye, aku segera kesana “ eomma memutus sambungan telponnya dan kembali menatapku.

“ baiklah, eomma, harus segera ke ruang rapat sekarang. Sebaiknya kamu ke kantin dan makan yang banyak, lihat tubuhmu jadi kerempeng begitu “ ucapnya kemudian mencium kedua pipiku. Mataku membulat saat eomma melakukan hal kekanakan itu, aku bisa melihat beberapa orang yang tersenyum-senyum melihatku. Aisshh….

“ eomma, jangan memperlakukanku seperti bayi “ gerutuku kesal tapi eomma malah terkekeh.

“ ne, kau memang bayi sayang, bayi jerapah, hahahaha “ Eomma tergelak diakhir kalimatnya dan meninggalkanku begitu saja setelah berhasil menjatuhkan harkat dan martabatku didepan siswa yang lain.

“ kalian masih ingin sekolah disinikan??? “ tanyaku sarkastis dan menatap mereka tajam seketika itu mereka menghentikan kekehannya dan meninggalkan tempat mereka dalam diam.

“ aishh ….“ aku mengacak rambutku frustasi.

***

Author PoV

Queen menggeliat dalam tidurnya, ia sudah mulai merasa kram di kedua tangannya, lehernyapun mulai pegal karena posisi tidur yang tidak nyaman, ia membuka matanya perlahan dan ia tidak melihat apapun karena gelap, ia bisa merasakan sesuatu sedang menutupi wajahnya. tangannya yang sejak tadi terlipat daitas meja, ia angkat untuk mengambil benda yang menghalau penglihatannya itu. tepat setelah ia menyingkirkan buku yang menutupi wajahnya, ia langsung disuguhkan dengan wajah Chen yang duduk disampingnya dan tersenyum lembut kearahnya.

“ apa aku membuatmu terbangun?? “ tanya Chen lembut sementara itu Queen masih dengan posisinya semula sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha mengembalikan kesadarannya sepenuhnya. Setelah sadar penuh, dengan gerakan cepat ia menegakkan tubuhnya dan melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan buku-buku yang tertata rapi di dalam rak-rak.

‘ apa aku ketiduran? ‘ batinnya. ia kembali menoleh kesamping menghadap Chen yang masih setia menatapnya dengan wajah yang terlihat bingung.

“ sejak kapan kau disini?? “ tanya Queen

“ hhmm,…. sekitar sejam yag lalu, wae?? Kau terlihat bingung“

“ apa aku sudah tertidur saat kau duduk disini?? “ walaupun masih bingung namun Chen tetap mengangguk menimpali pertanyaan Queen.

“ kenapa kau tidak membangunkanku?? Aku pasti sudah bolos banyak pelajaran hari ini “

Chen tersenyum sebelum menjawab “ kau tenang saja, hari ini tidak satupun guru yang mengajar karena ada rapat dengan pemilik yayasan. Dan kenapa aku tidak membangunkanmu karena aku tidak ingin mengganggu tidurmu “

“ hhmm…. lalu… apa kau yang menutupi wajahku Dengan buku ini??? dan juga…… “ Queen mengangkat jarinya dan menyentuh keningnya yang entah kenapa, ia merasa seseorang sedang menyentuh dahinya saat ia tertidur tadi. “ kau menyentuh dahiku?? “ lanjutnya sedikit ragu.

“ wajahmu sudah tertutup dengan buku itu saat aku datang, dan…. aku tidak pernah menyentuh dahimu “ Chen dibuat bingung dengan pertanyaan Queen. saat ia memasuki perpustakaan ini ia melihat seseorang yang tertidur dikursi pojok sambil menutupi wajahnya dengan buku, tanpa melihat wajahnya, Chen sudah bisa menebak dari rambut dan gesture tubuhnya kalau gadis yang tertidur itu adalah Queen. ia tidak berniat mengganggu Queen dan hanya duduk disamping gadis itu sambil membaca buku dan ia tidak pernah menyentuh dahi Queen, ia tidak akan berani melakukan hal itu.

“ benarkah?? ah… mungkin tadi aku bermimpi “ Queen tersenyum paksa. Ia sangat yakin bukan ia yang menutupi wajahnya sendiri, dan juga sentuhan didahinya…. ia merasa sangat nyata, namun ia mencoba tidak memikirkan hal itu, mungkin aku hanya bermimpi. Batinnya meyakinkan.

***

“ aishh… kemana anak itu “ gerutu Suzy yang sudah mulai lelah mencari Queen disetiap sudut sekolah, bahkan sampai di atap sekolah. Tangan kanannya menenteng tas rangsel cokelat milik Queen.

“ ini semua karena kau yang terus menodongnya dengan pertanyaan-pertanyaan tidak pentingmu “ sungut Amber yang juga nampak kelelahan sambil melirik tajam Suzy.

“ y-yak…. itu tidak sepenuhnya kesalahanku “ sejujurnya Suzy memang merasa bersalah pada Queen karena membuat sahabatnya tidak nyaman tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa memendam rasa penasarannya begitu saja. Ia mengembungkan pipinya dan mengalihkan pandangannya pada koridor didepannya dan matanya membulat tepat saat ia melihat orang yang sejak tadi dicarinya berjalan dengan santainya bersama seorang pria berkacamata yang sudah tidak asing baginya.

“ itu dia “ gumamnya dan menarik paksa Amber menuju Queen.

“ yak!! Apa yang kau lakukan! “ ronta Amber berusaha melepaskan tarikan Suzy namun saat matanya melihat kearah depan, ia jadi tau maksud Suzy menariknya dan hanya membiarkan Suzy menyeretnya. -_-

“ kau darimana saja?? Apa kau tau kami kelelahan mencarimu? “ Queen menghentikan langkahnya dan terbengong-bengong melihat Suzy dan Amber yang sudah berdiri didepannya dan langsung menodongnya dengan pertanyaan.

“ aku dari perpustakaan, wae??? “ timpalnya dengan ekspresi dingin.

“ bersamanya?? “ tunjuk Suzy tepat didepan wajah Chen membuat pria itu sedikit memundurkan wajahnya. Queen mendengus melihat sikap Suzy yang berlebihan itu.

“ jangan menunjuknya seperti itu! “ Queen menepis tangan Suzy yang masih terangkat didepan wajah Chen dan menatap tajam Suzy begitupun Suzy yang membalas tatapan tajam Queen. Membuat Amber dan Chen berdiri tidak nyaman.

“ hhmm…. sebaiknya aku kembali ke kelas dulu “ Chen lebih memilih meninggalkan tempat itu karena sepertinya keberadaannya akan membuat suasana semakin kacau. Tatapan sengit antara Queen dan Suzy masih saja berlangsung sampai akhirnya Amber menengahi mereka.

“ y-yak!! Kenapa kalian saling tatap-tatapan begitu?? Kalau ada yang lihat nanti mereka akan menganggap kalian sedang jatuh cinta “ celetuk Amber mencoba mencairkan suasana tapi sepertinya taktiknya salah besar buktinya dua gadis didepannya itu kini beralih melayangkan tatapan tajam kepadanya seperti ingin menelannya hidup-hidup. Amber menelan ludahnya susah payah dengan mata yang mengerjap-ngerjap.

“ w-wae?? “ tanyanya tergagap.

Sepertinya Suzy sudah mulai lelah, ia memang tidak bisa menandingi tatapan tajam Queen, ia menundukan wajahnya dan menghela nafas mengatur emosinya.

“ aku hanya ingin membawakan tasmu “ Suzy berucap dengan nada yang normal dan mengulurkan tas Queen. Queen menghela nafas dan mengambil tasnya dari tangan Suzy.

“ mianhae…. “ ucap Suzy sedikit membuang muka karena sedikit malu “ aku terlalu ingin banyak tau tentangmu “ lanjutnya masih belum menatap Queen. Queen melihat itu hanya tersenyum miring.

“ sudahlah, lupakan…. wajar kalau seseorang ingin tau banyak tentang sahabatnya. Aku juga minta maaf karena tidak bisa terbuka pada kalian “ Queen mengucapkan kalimatnya dengan nada datar namun sebenarnya ia juga merasa bersalah karena selama ini ia tidak bisa bersikap terbuka pada kedua sahabatnya itu.

Suzy dan Amber tersenyum mendengar ucapan Queen dan langsung memeluk Queen secara bersamaan membuat Queen sedikit terhuyung kebelakang.

“ pabo! Kalau kau memang menganggap kami sahabatmu, harusnya kau berbagi cerita dengan kami baik itu sedih atau senang, karena disitulah gunanya sahabat “ ucap Suzy disambut anggukan Amber.

Ada rasa hangat menjalar didalam relung hati Queen mendengar penuturan Suzy, ia akui, ia terlalu tertutup pada kedua sahabatnya. Bukannya ia tidak ingin bercerita, ia hanya takut terlalu mempercayai seseorang yang pada akhirnya orang itu akan menghianatinya. Ia tidak ingin pengkhianatan dimasa lalunya terjadi lagi, karena pengalaman masa lalu itulah yang menjadi trauma tesendiri buatnya, membuatnya sulit untuk menerima dan mempercayai orang lain, ia tidak ingin merasakan pengkhianatan orang terdekatnya lagi, itu sungguh menyakitkan. Tanpa Amber dan Suzy sadari, setitik airmata jatuh dipipinya namun dengan cepat ia menghapusnya.

“ sampai kapan kalian akan memelukku?? aku tidak bisa bernapas “ keluh Queen dengan nada dibuat kesal.

“ hehehe mian “ Amber dan Suzy cengengesan saat mereka melepaskan pelukannya.

“ Queen-ah! “ terdengar suara mmecah keheningan dikoridor sekolah yang sepi, ketiga gadis itu mengalihkan pandangan mereka ke asal suara dan terlihatlah wanita dengan pakaian glamor dengan menenteng tas berwarna merah cerah dengan brand ternama itu berjalan ke arah mereka dengan senyum lebar.

“ eommonie…. “ Queen sedikit membukukkan tubuhnya saat wanita itu sudah berdiri dihadapannya diikuti oleh Amber dan Suzy yang sekarang tampak tegang karena bisa berhadapan langsung dengan istri dari salah satu pengusaha sukses di Korea sekaligus pemilik sekolah tempat mereka sekolah sekarang.

“ A-annyeonghaseyo sajangnim “ sapa Amber dan Suzy sedikit gugup.

“ aigoo…. jangan memanggilku seperti itu, panggil Ajhumma saja ne?? “ Ny. Park berucap lembut sembari tersenyum membuat kedua gadis itu sedikit lega karena ternyata wanita yang selalu tampil dimajalah dan TV saat mendampingi suaminya itu terlihat ramah tidak seperti Nyonya-nyonya besar yang angkuh seperti yang sering mereka lihat didrama-drama.

“ Ne “ jawab Suzy dan Amber bersamaan membuat Ny. Park kembali tersenyum.

“ Queennie, apa mereka sahabatmu??? “

“ Ne eommonie. Ini Suzy dan Amber “ Queen memperkenalkan kedua sahabatnya itu.

“ wah… kau tidak salah memilih teman, mereka cantik dan tampan “

Blusssssss

Hening seketika saat mendengar kalimat terakhir Ny. Park yang masih saja tersenyum. Wajah Amber berubah masam dan datar, senyumnya kandas begitu saja. sedangkan Suzy dan Queen berusaha menahan tawa mereka.

“ hhmm…. di-dia yeoja Ajhumma “ Suzy menarik nafas setelah megucapkan kalimatnya agar tawanya tidak meledak seketika itu. wajahnya benar-benar memerah sekarang. Amber hanya bisa mendelik tajam ke arah Suzy.

“ ha ha ha… ka-kau benar-benar cantik Amber-ah “ Ny. Park tertawa kikuk karena merasa tidak enak hati telah salah menebak.

“ gamsamida ajhumma “ timpal Amber lesu.

“ hhmm…. apa kalian sibuk hari ini?? “ Ny. Park mencoba mencairkan suasana karena kesalahpahamannya tadi. Ketiga gadis didepannya saling berpandangan kemudian menggeleng.

“ kalau begitu temani ajhumma belanja hari ini “

“ Ne??? “ timpal ketiga gadis itu bersamaan.

***

“ eommonie, kenapa belanja begitu banyak? Apa anda akan membuat acara?? “ tanya Queen heran karena 2 troli mereka sudah penuh dengan bahan-bahan makanan dan beberapa minuman bersoda.

“ iya sayang, hari ini eommoni akan membuat acara kecil untuk menyambut kedatangan Kris, walaupun sudah sedikit terlambat “ ucapnya “ dan kalian bertiga harus datang malam ini arasseo?? “

“ ka-kami diundang ??? “ tanya Suzy tidak percaya

“ tentu saja sayang…. ayo kita ke kasir “ Ny. Park mendahului.

“ siapa Kris?? “ tanya Amber dengan polosnya berhasil membuat kepalanya mendapatkan jitakan dari Suzy.

“ Aww…. yak kenapa kau memukulku?? “ ia mendelik tajam pada Suzy yang kini geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan kebodohannya.

“ untuk membangunkan otakmu yang sudah tidur bertahun-tahun itu, kau ini tidak pernah baca majalah atau menonton TV ya??? Kris itu kakaknya Chanyeol yang kuliah di Kanada. Dia sangat tampan dan pernah mendapat julukan ice prince dikalangan para anak chaebol….. dia…. yak!! Kalian tidak mendengarku??? “ Suzy terus saja berceloteh dengan antusias tentang keluarga Park yang ia tahu sampai tidak menyadari kedua sahabatnya itu sudah berlalu meninggalkannya menyusul Ny. Park.

“ aisshh…. jjinja… mereka benar-benar tidak punya sopan santun “

***

Suasana rumah Ny. Park tampak ramai malam ini. terlihat beberapa anak muda tengah sibuk mengatur kursi dan menyalakan api panggangan barbeque di taman, kyungsoo dan Yoon Ah sibuk didapur. Ny. Park dengan dibantu suaminya sedang mendekorasi meja besar tempat mereka makan nanti. Ny. Park menghentikan aktivitasnya dan mengecek handponenya yang masih tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pesan masuk ataupun telpon.

“ kemana mereka” gumamnya yang masih terdengar oleh suaminnya yang sejak tadi berdiri disampingnya.

“ nugu??? “ tanya Tn. Park sedikit bingung karena sejak tadi istrinya itu terus saja menatap ponselnya seperti menunggu telpon seseorang.

“ eoh?? Aaa… aku sedang meunggu Queen yeobo, kenapa dia belum datang?? “

“ apa Chanyeol tidak menjemputnya??? “ tanya Tn. Park dan berlaih melihat Chanyeol yang malah terlihat asyik saling toyor kepala dengan baekhyun..

“ aisshh…. anak itu benar-benar tidak bisa diharapkan “ cibir Ny. Park smabil menatap kesal ke arah Chanyeol membuat Tn. Park yang melihat ekspresi istrinya itu sedikit terkekeh.

“ kenapa tidak kau hubungi saja “ saran Tn. Park

“ ah iya “ Ny. Park dengan sigap menekan angka dihandponenya dan tak lama kemudian ia menempelkan Hpnya ditelinganya.

“ Yeobseo “ Ny. Park tersenyum saat mendengar suara Queen diseberang telpon

“ Queennie…. kau dimana??? “

“ aku baru saja tiba eommonie, aku sudah didepan bersama Suzy dan Amber “

“ benarkah?? baiklah, aku keluar sekarang “

“ yeobo, mereka sudah datang, aku kedepan dulu “ tanpa menunggu respon dari suaminya. Ny. Park sudah berlari masuk kedalam rumah, Tn. Park hanya geleng-geleng kepala.

“ Queenniee !! “ seru Ny. Park dan langsung memeluk Queen setelah membuka pintu. Queen sedikit terhuyung kebelakang saking terkejutnya.

“ aku kira kalian tidak akan datang “ lanjut Ny. Park setelah melepas pelukannya. Suzy dan Amber seketika membungkuk hormat.

“ ayo, kita kedalam “ Ny. Park berjalan mendahului sambil menggandeng lengan Queen.

“ sepertinya ibu Chanyeol sangat menyukai Queen “ bisik Suzy pada Amber yang berjalan dibelakang namun amber sepertinya sangat terpesona dengan kemewahan rumah Chanyeol hingga ia tidak merespon ucapan Suzy disampingnya. Karena tak mendapat respon, Suzy, menoleh pada Amber dan mendapati sahabatnya itu sedang terkagum-kagum melihat sekitarnya dengan mulut yang terbuka membuat Suzy menghela nafas dan menatapnya datar. -_-

“ anak-anak lihat siapa yang datang !! “ seru Ny. Park setelah sampai ditaman. Semua mata beralih memandang keempat wanita itu, ketiga gadis itu sedikit menunduk malu karena aksi Ny. Park yang sedikit berlebihan. Ekspresi yang ditunjukkan dari mereka yang ada ditaman sebelumnya berbeda-beda, Baekhyun, Sehun, Kai, Suho dan Kyungsoo dengan ekspresi terkejut. Kris dan Tn. Park yang tersenyum ramah menyambut ketiga gadis itu sedangkan Chanyeol menatap datar Queen dan ekspresi Yoon Ah seketika berubah.

“ ka-kau kenapa ada disini?? “ tunjuk Baekhyun pada Suzy, wajah Suzy langsung merona saat semua mata tertuju padanya. Ia beralih menatap kesal Baekhyun yang juga menatapnya tidak suka.

“ karena aku diundang “ jawabnya singkat padat dan jelas setelah berhasil meredam kegugupannya.

“ hyung, kau mengenalnya?? “ tanya Kai yang berdiri disampig kiri Baekhyun.

“ Ani…. “ timpalnya ketus dan berjalan menuju salah satu kursi yang sudah disiapkan dan duduk disana dengan wajah ditekuk, sepertinya ia masih dendam pada gadis itu atas kejadian di UKS tempo hari. Semua mata menatap bingung Baekhyun dan Suzy secara bergatian.

“ hey hey… kenapa kalian jadi tegang begitu eoh?? ayo sekarang kita mulai acara barbequenya “ ucap Ny. Park mencoba mencairkan suasana.

Skip

Canda tawa terus saja terdengar ditaman belakang Ny. Park, mereka sudah duduk menikmati daging hasil panggangan mereka dimeja yang cukup panjang yang memang merupakan meja untuk makan bersama. Tapi masih terlihat dua orang yang tidak bergabung dan masih asyik memanggang daging.

“ kau tidak usah membantuku, bergabunglah bersama mereka “ ucap Kris lembut pada Queen yang sejak tadi berdiri disampingnya membantunya memotong daging-daging sapi menjadi potongan-potongan kecil.

“ gwencana oppa, aku datang terlambat tadi dan tidak sempat membantu jadi sekarang giliranku yang mengambil bagian “ ujar Queen masih fokus pada kegiatan memotong daging.

“ hhmm Queen… “

“ ne?? “

“ apa kau ada masalah dengan Chanyeol?? “ tanya Kris ragu-ragu. Ia memperhatikan ekspresi Queen yag sedikit berubah.

“ eopso “ jawabnya dan mengalihkan pandangannya.

“ jangan berbohong Queen-ah. Aku tau kalian ada masalah. Akhir-akhir ini tingkah Chanyeol sedikit aneh, dia sering terlihat uring-uringan dan tiba-tiba menggilai Game. Itu benar-benar bukan gayanya “

“ kami tidak akan ada masalah kalau bukan dia yang menciptakannya, dia menyebalkan oppa “ curhatnya dengan bibir yang sedikit dikerucutkan. Kris tertawa melihat ekspresi gadis itu. ia jadi teringat dengan ucapan Chanyeol kalau Queen itu adalah gadis yang menyeramkan tapi sejauh ini, ia melihat kalau Queen adalah gadis yang manis. Tanpa sadar ia mengacak rambut Queen. membuat Queen kembali menatapnya dengan ekspresi terkejut yang lucu.

“ jangan menatapku seperti itu Queen-ah, kalau kau tidak ingin pipimu itu aku cubit sampai bengkak “ Kris kmbali terkekeh saat menyelesaikan kalimatnya sedangkan Queen hanya menatapnya lamat dan entah mengapa ia bisa melihat sosok Luhan dalam diri Kris, sikap Kris yang hangat membuat ia teringat dengan oppanya itu.

“ wae?? Kenapa kau terus menatapku?? Apa aku tampan?? “

“ tsk…oppa percaya diri sekali “ cibirnya. Sepertinya sifat percaya diri yang tinggi memang keturunan dari keluarga Park. Batin Queen saat mengingat Chanyeol yang juga memiliki sifat percaya diri yang melebihi ambang batas.

“ lalu kenapa kau menatapku seperti itu eoh?? “ Kris memicingkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Queen membuat gadis itu sedikit memundurkan wajahnya.

“ itu karena kau mirip seseorang yang aku kenal “ jawab Queen cepat, Kris kembali menjauhkan wajahnya.

“ benarkah?? apa wajahnya setampan wajahku??? “

“ bukan wajah oppa yang mirip. Tapi sifat oppalah yang mirip, dia cerewet seperti oppa “ ucapnya datar mendengar Kris yang terus saja menampilkan sisi narsisnya.

“ hehehe…. benarkah?? memangnya dia siapa?? “

“ dia oppaku, kakak kandungku yang tinggal di Jepang “ Kris hanya manggut-manggut mendengar jawaban Queen.

“ baiklah kalau begitu karena aku mirip dengan oppamu jadi anggap saja aku seperti oppa kandungmu, jika ada masalah ceritalah padaku, mungkin aku bisa membantu “ ucap Kris lembut dan tersenyum membuat Queen sedikit senang. Sebenarnya ia tidak begitu mengerti dengan dirinya yang dengan mudahnya berbicara secara blak-blakan dengan Kris bahkan menunjukkan ekspresi lainnya yang jarang ia tunjukkan pada orang-orang yang baru ia kenal. Ia hanya berpikir kalau pembawaan Kris yang hangat sangat mirip dengan oppanya membuat ia merasa nyaman.

“ benar bisa seperti itu?? “ Kris mengangguk sebagai jawaban

“ gomawo oppa “ Kris kembali mengacak rambut Queen namun dengan gerakan lembut. Kris da Queen masih saja asyik mengobrol tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang seja tadi memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka. Park Chanyeol. Sejak tadi ia tidak begitu mendengarkan celotehan Baekhyun dan eommanya karena matanya terlalu fokus mengamati dua orang yang entah sejak kapan begitu akrab bahkan Queen tidak mempermasalahkan saat tangan Kris terus saja mengacak rambutnya. Beberapa saat yang lalu, nafasnya tertahan saat melihat hyungnya itu mendekatkan wajahnya ke wajah Queen membuat sesuatu dalam dirinya ingin meledak. Sepasang mata yang lainpun begitu. Yoon Ah. Sejak tadi ia terus mengamati keakraban Kris dan Queen, ada rasa tidak suka melihat hal itu, ditambah lagi saat melihat ekspresi Chanyeol yang duduk didepannya membuat rasa sakit dihatinya semakin bertambah. Apa aku egois?? Batinnya.

“ Kris-ah, Queennie, kemarilah bergabung bersama kami, dagingnya sudah banyak “ teriak Ny. Park membuat dua orang itu berbalik. Chanyeol langsung mengalihkan pandangannya pada piring didepannya dan mulai sibuk mengunyah makanannya. Kris berjalan mendahului Queen dan mengambil tempat diujung meja tepat berhadapan dengan Tn. Park, ayahnya yang juga duduk diujung meja satunya. Queen menatap satu-satunya kursi kosong disamping kiri Tn. Park, berhadapan dengan Ny. Park. Sebenarnya ia tidak akan mempermasalahkan kursi kosong itu kalau saja yang duduk disampingnya bukanlah Par Chanyeol, Ia benar-benar tidak habis pikir kenapa hanya kursi disamping namja itu yang kosong apa semua ini sudah diatur??. Dengan sangat terpaksa ia duduk dan tersenyum kikuk kearah Ny. Park yang memang sejak tadi tersenyum kepadanya.

“ ayo makan yang banyak jangan malu-malu “ ucap Tn. Park pada semua tamunya.

“ ajhussi tenag saja, selama ada Kamjjong, tidak akan ada makanan yang tersisa “ ucap Sehun membuat yang lain tergelak sedangkan Kai hanya bisa menatap tajam sahabatnya yang kurang ajar itu.

“ yak! diam kau magnae evil! “ sungutnya kesal.

“ oh ya, kita kedatangan teman baru hari ini, tapi sepertinya kita belum saling mengenal nama “ celetuk Suho menengahi persilatan lidah Sehun dan Kai, semua mata kembali tertuju ke arah Amber dan Suzy membuat kedua gadis itu kembali tertunduk malu.

“ oh iya, siapa nama kalian ?? “ tambah Tn. Park. Suzy dan Amber saling pandang sebelum akhirnya berdiri dan memperkenalkan diri mereka.

“ annyeong, Bae Suzy imnida “ Suzy sedikit membungkuk diakhir perkenalannya dan kembali duduk.

” annyeong, Amber Liu imnida “ Amber melakukan hal yang sama dengan Suzy lalu kembali duduk.

“ bangapta Suzy-ah, Amber-ah “ Kris tersenyum lembut.

“ Amber Liu?? Namamu lucu sekali hyung “ celetuk Sehun polos membuat Suzy yang saat itu hendak memasukkan makanan dimulutnya langsung tertawa keras membuat semua mata tertuju padanya dan menatapnya bingung. Ny. Park dan Queen hanya mampu melirik khawatir ke arah Amber yang sekarang terdiam dengan wajah pucat pasi.

“ Bwahahahahahahaha “ tawa Suzy sambil memegang perutnya. Queen yang sejak tadi diam ikut tertawa kecil, Chanyeol menolehkan wajahnya melihat Queen yang sedang tertawa. Sadar dieprhatikan, Queen juga beralih menatap Chanyeol, pandangan mereka bertemu namun tidak cukup sedetik mereka sama-sama membuang muka.

“ apanya yang lucu??? “ tanya Baekhyun tidak suka melihat gaya tertawa Suzy yang seperti lucu sekali.

“ di-dia itu yeoja, bukan namja. Kenapa kau memanggilnya hyung… hahahahaha “ Suzy kembali tegelak diakhir kalimatnya, lagi-lagi mereka menatap Amber yang sudah seperti mayat hidup karena menahan malu dan sedetik berikutnya semua ikut tertawa.

“ bwahaaahahaha “

‘harusnya aku tidak datang’ batin Amber lalu meghela nafas.

“ sudah-sudah, jangan tertawa terus kasihan Amber “ Ny. Park yang lebih bisa mengendalikan dirinya itu menengahi, ia kasihan melihat Amber yang tampak seperti mayat hidup. “ Oh ya, Queen-ah kita sudah cukup dekat selama ini jadi tidak apakan eommonie bertanya sesuatu padamu?? “ lanjutnya mengalihkan topik.

“ n-ne “ jawab Queen sedikit ragu, ia khawatir pertanyaan apa yang akan diajukan Ny. Park padanya.

“ Chanyeol bilang kamu tinggal sendiri di apartemen, lalu dimana orang tuamu?? “Queen terdiam mendengar pertanyaan Ny. Park, sebenarnya satu-satunya hal yang tidak ingin ia ceritakan adalah masalah keluargannya, bahkan ia tidak memberitahu Suzy dan Amber lebih rinci mengenai keluarganya, ia hanya bilang kalau orang tuanya tinggal di Jepang, hanya itu. Chanyeol yang duduk disamping Queen bisa melihat perubahan diwajah gadis itu.

“ Ayah dan oppaku tinggal di Jepang, sedangkan ibuku, dia… dia sudah meninggal “ ucapnya lemah diakhir kalimatnya lalu tertunduk.

Suzy dan Amber terkejut, ini untuk pertama kalinya ia mengatahui hal itu karena Queen tidak pernah menceritakannya, Chanyeolpun sedikit terkejut, ia pikir keluarga Queen hanya tinggal diluar kota sedangkan Queen tinggal diapartemen karena ingin hidup mandiri, ternyata dugaannya salah.

“ mi-mian, Queen-ah, aku tidak bermaksud…. “ Ny. Park merasa tidak enak hati karena sepertinya telah mengajukan pertanyaan yang salah.

“ gwencana “

“ hhhmmm….. kalau begitu kita sama Queen’ssi, ibuku juga sudah tidak ada makanya aku selalu ke rumah Chanyeol, karena aku sudah menganggap Ajhumma, seperti ibuku sendiri “ Baekhyun mencoba mencairkan suasana dan sedikit menghibur Queen.

“ dan kau lebih mirip dengan eommaku Baekhyun-ah, berisik dan cerewet “

“ yak! eomma cerewet itu demi kebaikan kalian “ Ny. Park tidak mau kalah membuat yang lain kembali tertawa. Queen tersenyum simpul, ia tahu kalau orang-orang saat ini hanya sedang berusaha menghiburnya. Terkadang ia ingin berterima kasih kepada Chanyeol karena pria itu, ia bisa bertemu dengan orang-orang yang sangat baik, mau menerimanya, mengajarkan ia kembali arti dari sebuah keluarga, membuat ia merasakan kembali kehangatan keluarga yang beberapa tahun ini tidak diarasakannya, membuat ia lebih bisa menerima orang asing dalam hidupnya yang sempat ia tutup karena ketakutannya akan kembali merasakan penghianatan yang menyakitkan.

“ aku pikir kelaurgamu ada di Korea padahal baru saja eommonie ingin mampir dan membicarakan hubungan kalian kearah yang lebih serius “ tambah Ny. Park berhasil membuat semua orang ditempat itu hampir tersedak. Queen bahkan sudah tersedak.

“ uhuk uhuk Uhuk “ Queen tersedak dengan daging yang baru saja ditelannya, dengan cepat Chanyeol mengambil air minum dan memberikannya pada Queen sambil mengelus punggung gadis itu.

“ gwencana??? “ tanya Chanyeol khawatir “ kenapa eomma bertanya seperti itu??? “ lanjutnya sedikit kesal, ia kembali menatap khawatir Queen yang wajahnya sudah memerah.

Setelah meminum air yang diberikan Chanyeol, berangsur-angsur keadaannya membaik namun ia masih terbatuk

“ apa tenggorokanmu sakit?? “ tanya Chanyeol sarat dengan kekhawatiran mengabaikan orang-orang yang kini menenatapnya dengan pandangan tidak percaya pasalnya selama ini Chanyeol selalu bersikap dingin pada wanita kecuali Yoon Ah tapi sekarang?? ia terlihat sangat khawatir dengan keadaan gadis itu padahal hanya tersedak. Queen hanya menggeleng menimpali pertanyaan Chanyeol. Setelah dilihatnya wajah Queen yang sudah tidak memerah lagi, ia kemudian kembali keposisi duduknya dan ia baru sadar kalau ternyata yang lainnya sedang menatapnya. Ia mengerutkan dahinya bingung.

“ wae?? “setelah mendengar pertanyaan Chanyeol, yang lain kembali tertunduk dan menikmati makanannya dalam diam kecuali Yoon Ah yang masih memandang Chanyeol dan Queen.

***

Setelah acara barbeque selesai, sekarang mereka kembali berkumpul diruang keluarga yang cukup luas dengan TV LCD yang menempel ditembok namun bukan itu yang menjadi perhatian mereka melainkan Baekhyun dan Ny. Park yang sejak tadi berceloteh dan membuat suasana menjadi ramai karena lelucon mereka. Tn. Park hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang sedikit labil itu. hahahahaha.

‘ternyata benar, Ny. Park memang lebih mirip dengan baekhyun’ batin Queen.

Drrt drrt drrt

Ia merasakan Hpnya bergetar, dengan cepat ia merogoh kantung hoodinya.

From Crazy Boy

Ke taman belakang sekarang, ada yang ingin aku bicarakan.

Setelah membaca pesan Chanyeol, ia mendongakkan kepalanya mencari pria jangkung itu yang ternyata sudah berjalan lebih dulu ke arah taman. Namun ia tidak berniat sedikitpun untuk mengikuti permintaan pria itu, ia sedang malas berdebat.

Drrt drrt drrt

Ia baru saja akan memasukkan kembali Hpnya disaku hoodinya sebelum hpya kembali bergetar.

From Crazy Boy

Jangan berpikir untuk tidak datang kalau kau tidak ingin aku yang langsung membawamu keluar sekarang!

Queen menghela nafas berat sebelum akhirnya ia berjalan mengikuti pria yang menurutnya sangat menyebalkan itu.

“ wae??? “ tanyanya to the point setelah ia berdiri disamping Chanyeol yang sedang duduk dikursi taman. Chanyeol sedikit mendongak kemudian, menggeser duduknya dan memberi isyarat Queen untuk duduk disampingnya namun sepertinya gadis itu tidak berniat melakukannya sampai akhirnya ia dengan terpaksa menarik tangan Queen sehingga membuat gadis itu terduduk dengan paksa.

“ yak!! “

“ aku hanya ingin bicara jadi tenanglah sedikit “ ucapnya datar dan menatap malas Queen yang sedang menatap tajam ke arahnya. Lagi-lagi Queen menghela nafas berat, ia memposisikan didirnya menghadap kedepan, ia terlalu malas menatap pria itu.

“ cepat katakan! “ titahnya. Chanyeol ikut duduk lurus menghadap kedepan.

“ jadi bagaimana kelanjutan hubungan pura-pura kita??“

“ kenapa kau bertanya padaku?? Bukankah semua kau yang atur?? “ Queen menoleh dan menatap sinis pria itu.

“ tapi aku masih butuh kepastianmu, kau juga ikut berperan disini, Queen-ah “ Chanyeol mulai melembut, ia lelah kalau harus berdebat terus.

“ kalau aku mengatakan ingin mengakhirinya, apa kau setuju??? “ tanya Queen dingin membuat Chanyeol seketika menatapnya tajam. Hanya dengan melihat tatapan pria itu, Queen sudah bisa menebak jawabannya sekalipun ia tidak menjawab.

“ sepertinya tidak, jadi untuk apa meminta kepastianku “ tandasnya lagi dengan nada yang lebih ketus.

“ baiklah. Ini memang semua aku yang atur, jadi aku tegaskan kalau kita masih berpacaran “

“ pura-pura “ tambah Queen

“ ne… berpacaran pura-pura “ ujar Chanyeol malas dan memutar matanya.

Suasana kembali hening beberapa saat setelah perdebatan singkat mereka.

“ sudah tidak ada lagi?? aku kembali dulu “

“ Chamkan! “ Chanyeol menahan lengan Queen yang hendak berdiri, Queen menatap tajam tangan Chanyeol yang masih menempel dilengannya, sadar dengan tatapan Queen, Chanyeol dengan cepat melepaskan tangannya.

“ ada apa lagi??? “

“ hhhm…. pria berkacamata, yang duduk bersamamu dikantin, siapa?? “ tanya Chanyeol terpenggal-penggal disetiap kalimatnya.

Queen mengerutkan dahinya bingung, ia bisa mengerti siapa pria yang dimaksud Chanyeol, namun ia heran kenapa Chanyeol menanyakannya.

“ kenapa kau menanyakannya??? “ tanyanya namun tidak mendapat respon dari Chanyeol, namja itu justru memberinya tatapan seolah mengartikan-jawab saja!

“ namanya Kim Jong Dae, dia anak kelas 2 C “ Chanyeol memutar bola matanya

“ bukan itu maksudku, dia itu siapa?? Kenapa kalian bisa seakrab itu aku belum pernah melihatnya sebelumnya “

“ Dia temanku, wae?? “

“ Aku tidak menyangka kau punya teman laki-laki aku pikir temanmu hanya Suzy dan si ember itu “

“ namanya Amber Tn. Park! “

“ ara ara namanya Amber. Tapi kenapa kau terlihat akrab dengannya “ Chanyeol mulai kepo, ia terlalu penasaran dengan pria-pria yang akhir-akhir ini dekat dengan Queen yang hampir jarang bergaul itu.

“ karena aku mengenalnya sejak kecil, dia teman kecilku “

“ kau punya teman kecil?? “ Chanyeol sedikit berlebihan saat mengajukan pertanyaannya membuat ia kembali mendapat tatapan tajam Queen.

“ yak! park Chanyeol kau anggap aku apa?? robot yang tidak punya teman?? Atau manusia yang lahir dan langsung tumbuh menjadi manusia dewasa tanpa melalui proses tumbuh kembang dari bayi, anak-anak, remaja dan dewasa?? Apa aku makhluk asing yang tidak punya teman kecil ??? “

“ wah daebak!!! Kau banyak kemajuan nona Choi, kau tidak sadar? kalimat yang kau ucapkan barusan adalah kalimat terpanjang yang pernah kudengar darimu, kau bahkan menjelaskan proses tumbuh kembang. Daebak daebak! “ Queen sedikit mengerjapkan matanya, apa ia berbicara terlalu banyak?? Dengan cepat ia mengatur ekspresi menjadi sedatar mungkin melihat Chanyeol yang terus saja bertepuk tangan ria.

“ aku kambali! “

“ ya ya ya… aku belum selesai?? “

“ apa lagi??? “

Tatapan Chanyeol berubah serius membuat Queen sedikit bergidik.

“ lalu siapa pria yang memelukmu didepan pintu apartemenmu malam itu??? “

Lagi-lagi Queen dibuat bingung dengan pertanyaan namja jangkung itu, ia mencoba memutar otaknya mengingat siapa pria yang dimaksud Chanyeol. Matanya membualat saat berhasil mengingat pria yang dimaksud Chanyeol.

“ kau melihatnya?? “ tanya Queen tidak percaya. Bagaimana mungkin pria itu melihatnya, kejadian itu terjadi waktu malam hari, untuk apa ia ke apartemenku malam-malam. Batinnya.

“ kau keapartemenku?? Untuk apa? “

“ hhmmm… aku-aku lupa kalau aku harus mengajarmu, jadi aku keapartemenmu dan melihat kejadian itu. siapa pria itu?? “

“ kenapa kau ingin tau?? “tanya Queen ketus. Chanyeol sedikit menarik nafas berusaha menahan emosinya yang hampir meledak karena sejak tadi gadis didepannya itu hanya menjawab sekenanya atau malah bertanya balik.

“ kenapa kau selalu bertanya balik, apa sulitnya langsung menjawab “

“ itu bukan urusanmu “ timpal Queen ketus. Chanyeol benar-benar sudah tidak tahan, ia bisa merasakan kalau darahnya sudah mengalir deras ke kepalanya dan tanpa aba-aba tangannya sudah beralih tempat dikedua pipi Queen dan mencubitnya kuat membuat pipi Queen berubah merah.

“ yak! apa yang kau lakukan?? Lepaskan pabo?? “ teriak Queen tidak jelas. ia meronta-ronta dan memukul-mukul tangan Chanyeol agar pria itu melepaskan cubitannya namun Chanyeol malah semakin mengeratkan cubitanya dan menarik-narik pipinya dengan semangat.

“ ini akibatnya kalau kau terus membuatku marah “ ujar Chanyeol senang dan tertawa keras melihat ekspresi Queen yang sangat lucu. Tapi Queen tidak diam begitu saja, dengan cepat ia menarik kebelakang rambut Chanyeol, membuat pria itu mendongak terpaksa.

“ A A A A lepaskan!! “ teriak Chanyeol kesakitan. Kedua tangannya yang sejak tadi menarik pipi Queen terlepas dan beralih memegang rambutnya. Setelah dirasa cukup melihat Chanyeol menderita, Queen akhirnya melepaskan tarikannya.

“ yak! kau ingin aku botak seketika ?? “ kesal Chanyeol masih mengelus kepalanya. Queen hanya menatapnya datar seolah tidak peduli dengan kesakitannya toh pipi gadis itu juga masih sakit karena bekas cubitannya. -_- Queen akhirnya berdiri dan berjalan meninggalkan pria itu yang terus saja berteriak menyuruhnya kembali duduk namun tidak ia perdulikan. Ia lebih memilih menjauh karena entah mengapa sejak pria itu mencubit pipinya, jantungnya kembali berulah membuatnya merasakan kembali rasa yang tidak nyaman yang tiba-tiba menjalar dihatinya. Namun langkahnya terhenti saat ia sudah sampai pintu belakang, ia terdiam dengan tatapan dinginnya menatap wanita yang kini berdiri dihadapannya dengan tatapan yang sulit ia artikan.

“ yak! kau tuli huh?? kenapa kau tidak….. Yoon Ah-ya….. “ Chanyeol yang tadi berlari menyusul Queen sambil menggerutu terheti dibelakang gadis itu saat matanya menangkap sosok Yoon Ah yang berdiri dihadapan Queen. Kris yang saat itu hendak menuju dapur untuk mengambil air minum tidak sengaja menangkap sosok Yoon Ah yang berdiri di hadapan Queen dan Chanyeol, ia meletakkan gelasnya asal di atas meja dan berjalan cepat menuju pintu belakang menuju taman.

“ Yoon Ah-ya…. “

To Be Continued

Ok chap 9 clear…. Huuft!! #lap keringat bareng kkamjjong.,,,

Sebelumnya aku ingin berterima kasih pd readers yg sdh mau meninggalkan jejaknya dikotak comment dan tdk mnjadi siders….. Walaupun aku tdk prn mmbalas komen2 kalian tp aku sll bc kok dan kadang senyum gaje gitu pas ada komen yg lcu…,^_^

Buat yg masih siders, bertobatlah klian,, aku akn sangat mnghargai jika klian bs mninggalkan komentar sesingkat apapun i2 krn i2 mrupakan motivasi author dlm mlnjutkan chap slnjutnya….,

Sekian dan terima kasih #????

See u next chap….. Annyeong!!!! ^_^

30 responses to “[Freelance] The Real Queen (Chapter 9)

  1. baca ini juga suka bikin senyum ama ketawa gaje gini lo 😀 yoon ah, jadi org jgn serakah ok! :p kris.. jadiin queen adik kamu beneran ya 🙂

  2. ini ff mkin ksni mkin “ngeselin” abz ny mkin keren aj…trz bikin penasaran akut….ih nnti c yoon ny gmn? henry suka queen atw emng angap queen adik aj?luhan bkl kkorea g yah? kris gmn tuh lht yoon cmburu k queen? ih park chanyeol udh mulai beraksi d myampaikan rsa suka ny k queen cieh.cieh.chan suka quenn bnran?…ayo queen buka hti mu bt shabat2 mu kya ny suzy m amber tulus…ngkak pas amber d kirain cwo wkwkwkwk… eonni ad cnta lain g mksud q pasangan bru lg nih baek suzy..kya ny mereka lucu klw d satuinn…sm2 kepo org ny…next part jng lma2 eon….
    SEMANGAT…..

  3. hwaaa lucu thor pas adegan cy sama queen dj taman hahaha, itu ending nya yoon ah kenapa ya, aku kok gasuka ya sama dia, kok egois gitu, ihh ditunggu next chapter thor

  4. Hoho bakalan jadi cinta sigiempat yang complicated banget nih antara Chanyeol-Queen-Kris-Yonn Ah.. Ekhem* kira-kira kalo eommanya chanyeol tau kalo hubungan chan-queen itu pura-pura bakalan gimana ya?? Kyaaa aku tunggu kelanjutannya ne. Penasaran bangett..

  5. kasian bnget amber…….selalu aja dikira cwox…. ckckck
    iiiiihhhh sebel deh sama yoon ah… sebenarnya dia itu suka sama chanyeol atau kris sih?? koq kyaxnya dia nggx ikhlas bnget kalua liat chanyeol dan kris dekat dengan queen… heol!!! jdi orang jngn serakah dong…..

    next yaaaa…
    keep writing

  6. hahaha, adegan terakir quen ma chanyeol lucu bnget..ngakak bacanya..ceritanya semkkin seru..
    di tngu nex chap nya…

  7. kekekeke poor amber,kasian bgt dkira cowo sm smua’y mk’y pke heels sm rok ya trs rambut’y dpnjagn 🙂
    yoon ahh cembokurr,marukk bgt mau sm smua’y biasa’y malah ga dapet siapa siapa tuhh!!
    ny park asik bgt calon mertua idaman tuhhh!!!
    next’t jgn lama lama dunnn..
    jeballll

  8. AAAAA eonni tbc nya bukan di waktu yg tepat, lagi seru bgt malah tbc 😥
    Keren abis confliknya makin jadi aja de, pokoknya keren bgt 😉
    Aku bener” nungguin ff ini eonni jd next bsa lebih cepet gak eonni ??
    berharap bgt.
    Next aku yakin bkal lebih cpet, jgn buat readers mu ini mati ge tayangan karena penasaran di next nya kyak apa ya eonni #alay
    Yahh pokoknya aku dukung selalu ff ini dan epnni buat nulisnya ^^

  9. Kalo baca ff ini selalu senyum2 & ketawa2 sendiri
    Cie Chanyeol udah mulai nunjukin rasa suka’y nie ye ke Queen
    Yoon Ah ga denger kan apa yg dibicarain sama Chanyeol & Queen???

  10. Annyeong author, aku new reader nih baru bca chapter ini..
    Kyknya seru liat hbungan queen n chanyeol..
    Ijin bca dr chapter awal yaaa..

  11. eh ternyata udah ada chap 9 😄😄
    makin gemes sama chanyeol-queen aahhh 😭😭😭
    cepet dijadianin kek thor /? 😭
    Ditunggu chap selanjutnya yaaaaa 😊😊😊💜💜💜

  12. si yoon ah itu bnar” plimplan..
    dlu dia yg sia”in chanyeol..
    skrang dia mlah cmbru ngliat chanyeol dkat ma queen..
    q brhrap’y si chanyeol dibkin mkin cmbru..
    biar dia cpt sdar klo dia ska ma queen..

  13. Waaaa bikin gregett penasaran sama chap selanjutnyaa^^ keep writing y thor klo bisa yg selanjut nya jangan lama2 thx

  14. Ahhh ini chapter yang paling aku suka eoni…
    Gak sia2 aku nunggu..
    Eoni perbanyak lagi dong bagian chanyeol-queen yaa.. buat yg lebih gereget…

    Fighting eoni (^0^)
    Ditunggu kelanjutanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s