[Freelance] Milk? Trouble Maker

Milk~ Trouble Maker

Author : Aimi Fumiko (twitter : @fitrahsite)
Tittle : Milk? Trouble Maker
Cast : Ma Hyesa [OC] Oh Sehun [Member Of EXO]
Genre : Fluff, Romance
Length : Ficlet
Rating : PG-15
Disclaimer : This Fanfiction is original story of mine. The cast belongs to their agensi. And the OC is mine.
Sumarry : Dasar susu sialan

_________

Pria itu terus menggerutu tak jelas sembari melirik gadis yang duduk bersila disampingnya dengan sekotak susu digenggamannya. Sesekali ia mendengus kasar ketika melihat gadis yang berada disampingnya itu seakan mengabaikannya dan lebih memilih untuk menikmati kegiatannya saat ini, apalagi kalau bukan meminum susu. Tak butuh waktu lama untuk pria itu bangkit dari duduknya dan berteriak kesal.

“Sampai kapan kau akan mengabaikan ku seperti ini, Ma Hyesa” Teriaknya kesal

“Sampai aku menghabiskan semua susu ini, Oh Sehun” jawab gadis yang bernama Ma Hyesa itu dengan santainya.

“Oh ayolah. Jika susu itu hanya sekotak, tidak masalah. Tapi,,,”

Sehun menggantungkan ucapannya dan memilih untuk melirik keranjang yang bertengger manis di meja hadapannya, dan kalian tau? Isinya dipenuhi oleh kemasan kotak susu.

“Aku bahkan tak bisa menghitungnya” Lanjut Oh Sehun dengan tatapan enggan melihatnya kepada Keranjang itu.

Sedangkan, Ma Hyesa? Gadis itu malah semakin asyik dan gencar untuk menyeruput kotak susu yang berada digenggamannya. Ketika menyadari bahwa cairan susu itu telah habis terteguk olehnya, ia malah melempar sembarangan kotak bekas susu itu kebelakangnya bermaksud untuk menempatkannya ke tong sampah belakang sofa, namun lemparannya salah sasaran. Kotak bekas susu itu malah mengenai kepala prianya, Oh Sehun yang membuat pria itu semakin murka.

“Ups, sorry. Aku tak sengaja. Hehe” Hyesa terkekeh pelan dan menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi sambil memajukan tubuhnya untuk meraih sekotak susu lagi dikeranjang.

“Demi Tuhan, Ma Hyesa kau sangat menyebalkan” Bentak Sehun dengan muka yang merah padam menahan kesal. Sudah diabaikan, terkena lemparan Kotak susu pula. Ckckck

“Kau marah?” Tanya Hyesa dengan tampang sok polosnya.

“Jelas aku marah, sudah sekitar sejam aku disini dan kau malah mengabaikan ku dan mengenai kepalaku dengan kotak susu sialan itu” Teriak Sehun dengan murka

“Cih, kenapa kau jadi emosi seperti ini sih. Hanya masalah sepeleh, dasar kekanakan.” Balas Hyesa

“Apa kau bilang? Kekanakan? Yang kekanakan disini itu siapa? Aku atau kau? Mana ada gadis 19 tahun yang mengonsumsi susu seperti anak bayi? Oh, ralat. Mengalahkan anak bayi. Anak bayi saja tidak meminum susu, sebegitu banyaknya” Ujar Sehun dengan sengit, Ia terlalu marah sepertinya.

“Oh Se…”

“Sudahlah, aku capek berdebat denganmu. Lebih baik aku pulang” Sehun lebih dulu memotong ucapan Hyesa dan melangkah keluar dari rumah gadis itu. Wajar saja Sehun kesal. Pasalnya, besok adalah jadwal finalnya di kampus dan ia telah rela membuang waktu belajarnya hanya untuk menemani Hyesa di rumahnya karena orang tua gadis itu sedang tugas di luar kota, tapi apa? Hyesa malah mengabaikan dan mengacuhkannya hanya gara-gara susu sialan itu.

“Yak! Kau mau kemana? Kau tak boleh meninggalkan ku disini sendiri, bagaimana kalau ada yang menculikku? Yakk! Oh Sehun, berhenti” Teriak Hyesa ketika melihat Sehun yang semakin jauh melangkah dan sedikit lagi melewati pintu utama rumahnya. Ia bergegas berlari menyusulnya untuk menahannya.

“Oh Sehun, kau mau kemana?” Ujar hyesa ketika ia berhasil menarik ujung jaket kulit Sehun dari belakang.

“Aku mau pulang” balas Sehun tanpa memandangnya.

” Yak! Jangan seperti itu. Aku takut di rumah sendiri. Kau kan sudah berjanji akan menemaniku” Tuntut Hyesa

“Aku meralat janjiku yang kemarin” Sehun berujar sambil membuka pintu mobilnya. Usaha Hyesa untuk menahan Sehun sepertinya tidak berhasil. Pasalnya, sekarang mobil Sehun telah bergerak untuk meninggalkan kediaman rumahnya.

Hyesa berdecak pelan ketika siluet mobil Sehun sudah tak tampak lagi dari jangkauannya. Ia meraih smartphonenya yang berada di dalam kantong rok abu-abunya yang sedang ia kenakan. Jemarinya menyentuh layar smartphonenya dan mulai mengirim sebuah pesan kepada salah seorang sepupunya yang ia perkirakan bisa menemaninya malam ini.

“Hufffttttt” Hyesa mendesah pelan sambil berbalik dan melangkahkan kedua kakinya bermaksud untuk masuk kerumahnya.

“Awas saja, jika kau tak datang Jung Nara” Gumamnya

________

Sebuah mobil mewah berwarna putih silver terlihat memasuki sebuah gerbang universitas paling ternama di Seoul itu. Oh Sehun, nama sang pengemudi memarkirkan mobilnya dan menuruninya dengan gaya yang mampu membuat gadis-gadis di sekitar tempat itu memandangnya dengan tatapan yang berbinar-binar.

Di tempat lain, Ma Hyesa sedang memerhatikannya dengan tampang yang sedikit kesal. Gadis mana yang tak jengkel ketika melihat pacarnya sedang ditatap oleh gadis-gadis dengan tatapan yang memuja dan berbinar seperti itu? Ckck

“Kau kenapa?” Tanya seorang gadis yang entah sejak kapan ada disampingnya.

“Kau lihat itu? Disana” Jawab Hyesa masih dengan muka masamnya. Gadis yang berada disampingnya sontak menoleh mengikuti arah pandang Hyesa. Keningnya berkerut ketika menyadari objek yang sedang ditangkapnya adalah seorang Oh Sehun, Pria yang telah menjadi pacar sahabatnya selama dua tahun terakhir ini.

“Itukan Sehun, kau tidak berniat menghampirinya?” Tanyanya

“Bagaimana bisa aku menghampirinya, kalau semalam aku habis bertengkar lagi dengannya, Eunhye-ya” ujar Hyesa sambil memutar bola matanya kesal

“Dasar pasangan abnormal, kerjanya cuma bertengkar terus. Aku duluan, Jongin menungguku dikelas. Bye Hyesa sayang” Eunhye, sahabatnya itu meninggalkannya dengan senyum menyebalkan andalannya. Oh, tidak. Moodnya semakin jelek hari ini.
_______
Hyesa sedang mengaduk-aduk susu panasnya di kantin dengan bosan. Ia terlihat tidak bersemangat seperti biasanya untuk meminum minuman kesukaannya itu sekarang. Bola matanya bergerak gerik kesana kemari mencari siluet seseorang yang telah membuatnya uring-uringan dari kemarin. Siapa lagi kalau bukan Oh Sehun. Yah, semenjak insiden minum susu kemarin, ia mengabaikan dan tidak mengajak bicara Hyesa. Seperti saat di perpustakaan tadi, ketika Hyesa akan mengembalikan buku novel pinjamannya, ia tak sengaja berpapasan dengan Sehun di pintu perpustakaan. Tapi, Sehun hanya meliriknya sekilas dan terus melangkah tanpa menghiraukan Hyesa yang sedang menatapnya dengan bingung bercampur aduk.

Sepertinya, Pria itu benar-benar marah. Terakhir kali ia bersikap seperti itu, ketika hari anniversary pertama mereka. Saat itu, Hyesa lupa dengan ajakan kencan Sehun, dan sampai membuat prianya menunggunya semalaman di Cafe dekat kampusnya.

Lupakan soal itu, kembali lagi pada keadaan Hyesa saat ini. Ia tengah mati kebosanan ketika sebuah tangan menyentuh pundaknya pelan

“Sendiri saja, Hyesa-ya?” Ujar Cho Eunhye yang tak lain adalah sahabatnya sejak pertama masuk di Universitas ini.

“Seperti yang kau lihat, nona Cho”
Jawab Hyesa dengan pandangan kosongnya

“Sepertinya kau benar-benar habis bertengkar lagi dengan Pacarmu”

“Sudah kukatakan padamu tadi pagi, kau saja yang tidak mau percaya nona Cho, Hahh” Hyesa mendengus

“Oh ya, kau mau menemaniku ke toko buku sore nanti tidak?” Tanya Eunhye antusias. Sedangkan Hyesa, ia hanya bisa memutar bola matanya malas.

“Mau ya?” Tanya Eunhye sekali lagi

“Hm” Gumam Hyesa

“Kalau begitu, aku akan menjemputmu di rumahmu. Umm, sekitar jam 4 sore. Hehe” Eunhye terkekeh pelan sambil meraih sedotan susu panas Hyesa dan mulai menghisapnya.

“Sejak kapan kau menyukai susu, nona Cho! Cih…” Cibir Eunhye

“Sejak aku berteman denganmu. Harusnya kau tau itu, hehe” jawab Eunhye

“Hm. Terserah kau”

________
“Hyesa-ya, bisakah kau mempercepat langkah mu itu?” Teriak Eunhye ketika melihat Hyesa yang sangat jauh berada dibelakangnya. Bahkan, gadis itu pun terlihat sangat enggan untuk melanjutkan jalannya.

“Yak! Kemari cepat babo” Teriak Eunhye sekali lagi.

“Ya ya! Kau ini, tidak sabaran sekali sih” jawab Hyesa dengan kesal ketika menghampiri Eunhye yang sedang menatapnya jengkel

“Kalau tau begini, aku dengan senang hati menyuruh Jongin menemaniku ketimbang kau yang leletnya sperti siput, ck” Decak Eunhye sambil berkacak pinggang.

“Itu salahmu, nona Cho.” Hyesa memutar bola matanya kesal

“Yah, sudah terlanjur juga sih. Umm, ngomong-ngomong kau mau aku tinggal disini atau mau menemaniku berkeliling mencari novel terbaru?” Tanya Eunhye

“Aku menunggumu disini saja sampai urusan cari mencari buku novel kesukaanmu itu selesai nona Cho yang terhormat, pergilah” Balas Hyesa sambil mendorong pelan bahu Eunhye

“Umm, yasudah kalau begitu. Aku duluan. Baik-baik disini yah, Hyesa sayang. Jangan sampai kau mati kebosanan, heheheh” cengir Eunhye yang disambut dengan jitakan dari Hyesa

“Pergilah, aku malas melihat wajah menyebalkanmu” Ujar Hyesa tanpa memandang Eunhye

“Yasudah, Bye Hyesa sayang” Eunhye melambaikan tangannya dengan senyuman menyebalkan andalannya yang melekat manis di wajahnya. Sedangkan, Hyesa sendiri memilih untuk mendudukkan dirinya disebuah bangku panjang yang berada di pojok ruangan toko buku itu. Sesekali ia mendesah nafas bosan ketika menyadari tidak ada yang menarik di tempat ini, sampai kedua matanya tak sengaja menangkap siluet seorang pria yang dikenalinya, sangat malah sedang berdiri bersedekap dada beberapa meter dari tempatnya.

“Sedang apa pria itu disini?” Tanyanya bingung kepada dirinya sendiri. Dia semakin bingung ketika melihat pria itu dihampiri oleh seorang gadis mungil yang cantik dan manis. Sehun terlihat tersenyum manis ketika gadis manis itu, memperlihatkan paper bag bawaannya kepada Sehun.

“Oh, jadi ini kelakuan mu dibelakangku Oh Sehun?” Gumam Hyesa masih dengan menatap objek yang berada beberapa meter dari tempatnya itu.

“Kalau kau sudah bosan denganku, kenapa tidak bicara baik-baik dan malah melakukan hal keji seperti ini dibelakangku? Dasar bocah sialan” lanjutnya. Ia semakin kesal ketika menyadari kedua orang itu mulai meninggalkan toko buku ini dengan senyum ceria dan sok manis yang melekat di wajah keduanya. Hyesa tak berniat untuk menghampiri Sehun. Ia malah meraih smartphonenya dan mulai mengetikkan sebuah pesan, dan mengirimnya kepada pria yang telah ia hipotesa berselingkuh itu dengan gadis lain dibelakangnya. Tak butuh waktu lama pesannya dibalas dan ia pun bergegas membuka dan membacanya.

‘Di rumah Jongin. Kenapa mengirimiku pesan?’

Oh shit. Ia semakin syok dan terkejut ketika membaca kalimat yang singkat, padat, dan tidak jelas itu. Sejak kapan Oh Sehunnya menjadi seorang pembohong? Oh, ralat. Mungkin, pria itu memang sering berbohong namun baru sekarang Hyesa menyadarinya. Ck, miris sekali. Hyesa tidak berniat untuk mereply pesan Sehun dan malah mengetikkan sebuah pesan yang akan dikirim ke Eunhye, sahabatnya.

‘Aku pulang duluan. Tiba-tiba saja aku tidak enak badan. Byeee’

Kira-kira seperti itulah pesan yang dikirim ke Eunhye sahabatnya.

Hyesa bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari toko buku itu. Sesampainya di luar toko, ia terlihat menelpon seseorang dan menyuruhnya untuk menjemputnya sekarang juga. Tak henti-hentinya ia menghela nafas kasar sambil menggerutu tak jelas di tempatnya. Kakinya menendang-nendang kecil kerikil yang berada disekitar ujung sneakersnya. Hyesa mendongakkan kepalanya ketika mendengar bunyi klakson mobil dari arah depan

PIIIPPP

“Dia sudah datang rupanya” Gumamnya sebelum melangkah menghampiri mobil itu.

“Cih, sepertinya, kau membalap lagi Jung Nara” Cibir Hyesa ketika memasuki mobil Nara, sepupunya.

“Jangan ngawur. Tempat les ku tadi memeng dekat dengan toko buku ini. Makanya, tak butuh waktu lama untuk kesini menjemputmu” Jelas Nara

“Oh, begitukah? Ngomong-ngomong kenapa kau memanggilku tanpa embel-embel Unnie? Tak sopan sekali kau” Tanya Hyesa asal

“Hm, malas Hye-ya” jawab Nara

“Yak! Dasar dongsaeng kurang ajar, jangan memanggilku dengan Hye-ya. Itu sangat tak sopan” bentak Hyesa sambil menjitak kepala Nara dan Nara hanya bisa terkekeh pelan sambil berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.

_________
Hari minggu. Hari dimana para umat manusia berkesempatan untuk sekedar bermalas-malasan di tempat tidur menikmati waktu istirahat yang diperuntungkan bagi mereka yang mempunyai deadline senin hingga sabtu. Hal itu juga berlaku dengan seorang gadis yang sekarang masih bergumal dengan selimut tebalnya di atas ranjang king size miliknya. Mata sipitnya mulai berkedip pelan seiring dengan cahaya yang mulai menyusup malu-malu melalu celah tirai berwarna merah polkadot yang terpasang manis di jendela kamarnya. Hyesa, nama gadis itu menggeliat pelan sambil meregangkan otot-ototnya yang sedikit kaku. Ia menyibakkan selimutnya lalu terduduk di pinggir ranjang dan berjengit kaget ketika mendengar suara teriakan Ibunya dari lantai bawah.

“Kau sudah bangun Hyesa? Cepat mandi dan turun. Ada tamu mencarimu”

“Ck, tamu siapa sih pagi-pagi begini” Decak Hyesa

“Iya, Tunggu sebentar bu” Teriaknya sambil menuju kamar mandi.
________

“Siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini bu” Ujar Hyesa sambil menuruni tangga menuju lantai bawah.

“Oh, kau sudah selesai sayang? Sini” Ucap Ibu Hyesa sambil melambaikan tangannya. Hyesa sendiri, melongokkan kepalanya bingung melihat punggung pria yang sedang diajak ngobrol oleh ibunya sendiri. Ia tidak terlalu mengenali siapa pria itu, pasalnya pria itu sedang mengenakan topi kebesaran yang hampir menutupi seluruh wajahnya.

“Siapa sih tamu…” Tenggorokan Hyesa tercekat ketika menghampiri kedua insan yang sedang mengobrol itu. Ia menutup kedua mulutnya ketika menyadari bahwa seseorang yang sedang bertamu dipagi buta seperti ini adalah Oh Sehun, Pacarnya.

“Pagi, Hyesa” Sapa Sehun sambil tersenyum kearahnya.

“Sedang apa kau di sini?” Bukannya menjawab sapaan Sehun, ia malah memberikan pertanyaan.

“Apa salah, aku berkunjung ke rumah pacarku sendiri? Benarkan Eomonim?” Ujar Sehun sambil tersenyum kepada Ibu Hyesa

“Ah ya, benar” Jawab Ibu Hyesa

“Ibu, usir orang ini. Aku muak melihat wajahnya” Ujar Hyesa sambil berbalik berniat untuk kembali ke kamarnya.

“Tunggu Hyesa” Sehun menahan lengan Hyesa dan berbicara kepada Ibunya

“Eomonim, bisa berikan aku waktu berdua dengan Hyesa? Kami ada masalah. Biasa, anak muda. Hehe” Cengir sehun sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal sama sekali.

“Oh, tentu. Hyesa, perlakukan Sehun dengan baik. Mengerti?” Ucap Ibu Hyesa sambil tersenyum dan melenggang pergi ke dapur. Berniat untuk membuat sarapan. Setelah menyadari bahwa Ibu Hyesa telah pergi, Sehun menarik pelan lengan Hyesa dan menuntunnya untuk duduk di sofa.

Beberapa detik berlalu. Hanya ada keheningan yang tercipta. Hyesa begitu juga dengan Sehun, bungkam. Tak ada yang memulai pembicaran. Hingga detik berganti menit, suara Sehun memecah keheningan.

“Kenapa kau cemberut?” Tanya Sehun

Hyesa hanya meliriknya sekilas dan menyandarkan punggunya ke sandaran sofa. Tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Sehun.

“Hei. Aku bertanya kepadamu. Kenapa cemberut?” Sehun kembali bertanya

“Salahmu” Gumam Hyesa yang suaranya masih terdengar jelas oleh kuping Sehun.

“Mwo? Salahku? Memengnya aku berbuat salah? Yang harus disalahkan disini sebenarnya kau” Ujar Sehun

“Aku? Kau ini memeng kekanakan Oh Sehun, masalah tempo hari masih saja kau ungkit-ungkit” Tangkas Hyesa dengan kesal

“Ya sudah. Oke, Oke. Aku tak akan mempermasalahkan nya lagi” jelas
Sehun.

“Ck, bocah sialan” gerutu Hyesa sambil memutar bola matanya malas.

“Mwo? Apa kau bilang?” Tanya Sehun yang tidak sempat mendengar kata-kata Hyesa dengan jelas

“Aniya, lupakan” Ujar Hyesa masih dengan muka yang masam dan kesal

“Aku sudah tidak mempermasalahkan lagi kejadian tempo hari. Tapi, kenapa masih cemberut? Hyesa sayang?” Tanya Sehun dengan mimik bingung

“Bukan urusanmu” Jawab Hyesa ketus

“Loh. Aku kan pacarmu? Aku berhak tau” Tuntut Sehun

“Pacar? Kau masih bisa menyebutku sebagai pacarmu? Ck, tak tahu malu”

“Apa maksudmu sih?”

“Ck, kau kira aku tidak tau kau jalan dengan gadis lain dibelakangku, Oh Sehun?” Jelas Hyesa dengan telunjuknya yang mengacung tepat di depan wajah tampan Sehun

“Mwo? jalan? Dengan gadis lain?” Alis sehun berkerut bingung

“Iya. Lebih tepatnya berselingkuh dibelakangku” Hyesa menyelesaikan ucapannya dengan nafas yang sedikit tersengal

“Ayolah, aku tak mengerti maksudmu, Hyesa-ya” Sehun semakin bingung dibuatnya

“Bicaralah dengan jelas” lanjutnya.

“Toko buku. Kau habis jalan dengannya ke toko buku kan?” Tuntut Hyesa

“Toko…..”

Sehun menggantungkan ucapannya dan memflashback kejadian-kejadian tempo lalu di pikirannya. Great! Pria itu mengingatnya, saat Kim Chaeri sepupunya bersikukuh untuk mengajaknya ke toko buku sekedar untuk menemani gadis itu. Dan sekarang, Sehun sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Hyesa, gadisnya telah salah paham mengira Chaeri adalah gadis selingkuhan Sehun.

“Buku….” Lanjut Sehun sambil menatap kedua bola mata Hyesa.

“Yah, benar. Aku melihatmu jalan dengan gadis lain di toko buku. Dan hari itu juga sangat bertepatan saat Eunhye menyuruhku untuk menemaninya ke toko buku. Ck, pas sekali. Sepertinya Tuhan sangat baik, telah membuka mataku bahwa ternyata pria yang telah kupacari selama 2 tahun ini melakukan hal keji. Yah, Berselingkuh” Hyesa telah mengeluarkan uneg-unegnya yang dipendamnya selama seminggu ini. Gadis itu terlihat sangat kesal namun disisi lain, ia juga terlihat lega telah mengatakan semuanya kepada Sehun. Sedangkan Pria itu, Oh Sehun kini setengah mati menahan tawanya supaya tak meledak yang mungkin akan membuat suasana di tempat itu semakin kacau. Hyesa, yang melihat gerak gerik Sehun hanya bisa berkerut bingung. Ia tak habis pikir, mana ada Pria seperti Sehun, yang telah dipergoki oleh pacarnya Selingkuh tak memiliki rasa bersalah sedikitpun.

“Demi Tuhan, Ma Hyesa. Aku sangat gemas melihatmu” Ujar Sehun sambil mencubit gemas ujung hidung Hyesa

“Yak! Kau apa-apaan” Hyesa menepis tangan Sehun dengan kasar

“Ma Hyesa, aku tekankan kepadamu. Kau telah salah paham sayang, aku tak pernah berselingkuh dibelakangmu. Gadis yang kau lihat tempo hari itu adalah Kim Chaeri, sepupuku.

Gadis itu, Hyesa mematung dengan tampang bodohnya. Jelas sekali ia bisa mencerna kata-kata Sehun dengan baik. Ia berusaha menetralkan mimik wajahnya namun, ia tidak berhasil. Rona merah di pipinya tercetak jelas dan mampu membuat wajah Sehun memerah menahan tawa. Oh, Gadis itu sangat malu sekarang.

Keheningan tercipta kembali diantara mereka, sampai suara tawa Sehun yang menggelegar memecahnya.

“HAHAHAHAHAHAHAHAH… Oh tuhan, Hyesa ku Cemburu. HAHAHAHAHAH” Sehun tertawa dengan kerasnya sambil memegang perutnya.

“Yak! Berhenti tertawa” Teriak Hyesa sambil melemparkan bantal sofa kearah sehun. Tapi sayang, Sehun dengan sigap menghindarinya sehingga Bantal itu hanya tergelatak miris dibelakang sofa.

“Tidak kena, Bweeekkk. HAHAHAHAHAHAHAH” Sehun menjulurkan lidahnya masih dengan diringi suara tawa yang menggelegar. Disisi lain, Hyesa melancarkan aksinya dengan memukul Bahu dan lengan Sehun dengan brutal

“Aw, kenapa memukulku. Aw, Yakkk! Ma Hyesa” Teriak Sehun kesakitan sambil berusaha menangkap kedua tangan Hyesa dan tak butuh waktu lama ia telah menangkapnya dan menariknya sehingga Hyesa telah duduk dipangkuan Sehun sekarang.

“Yakk! Lepas, Oh Sehun!” Hyesa meronta meminta dilepaskan

“Tidak” jawab sehun sambil menarik Hyesa lebih dekat dengannya

“O..Oh..Sehun, apa yang kau lakukan? Tanya Hyesa dengan gugupnya

“Menghukummu” Sehun menjawabnya dengan seringaian yang melekat di wajahnya

“O..Oh..Sehun, aku akan berteriak jika kau berani macam-macam” ucap Hyesa terbata-bata

“Ck, berteriak saja. Sekarang, kau tidak bisa lolos Hyesa sayang” Smirk diwajah Sehun semakin menjadi-jadi. Kini, wajah mereka hanya terpaut 5 cm bahkan, ujung hidung mereka pun sudah bersentuhan

“Tol…..”

Belum sempat Hyesa berteriak, sehun telah membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya sendiri. Hanya sekedar menempel tidak lebih. Hyesa sendiri membulatkan matanya syok, jantungnya berdegup kencang, seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya. Namun, ia tidak munafik jika gadis itu sendiri sangat menikmati perlakuan Sehun padanya. Bibir Sehun sangat manis dan lembut seperti peremen kapas yang ia makann tempo hari. Oh tidak, sepertinya otak Hyesa telah tercemar. Ckckckck

“Sarapannya sudah si,,,,,Astaga apa yang kalian lakukan” Teriakan ibu Hyesa membuat Sehun melepaskan ciumannya. Sedangkan Hyesa bergegas bangkit dari pangkuan Sehun dan merapikan rambutnya yang sempat berantakan akibat kegiatan mereka tadi.

“Ah, ini tidak seperti yang ibu bayangkan. Iyakan, Sehun.” Jelas Hyesa sambil menatap Sehun dengan gelisah

“Eoh? Ah, kami berdua hanya melakukan kegiatan yang wajar bagi sepasang kekasih eomonim. Aku juga tidak melakukan hal yang macam-macam kepada Hyesa selain umm, berciuman mungkin. Hehe” Cengir Sehun sambil menggaruk belakang lehernya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.

“Aigoo, kalian ini. Sudah sudah. Ayo masuk ke dalam, sarapannya sudah siap” Ibu Hyesa tak ambil pusing dengan masalah itu dan memilih untuk menuntun keduanya menuju meja makann.

“Hei, Oh Sehun. Kau selamat kali ini karena Ayahku sedang tak ada di rumah. Jika ia sampai tau kau mencium anak satu-satunya ini. Bisa habis kau. Ishhh” Hyesa berlalu dari hadapan Sehun dan memilih untuk menyusul Ibunya ke meja makann sedangkan Sehun malah terkekeh mengingat kegiatan manis mereka beberapa menit lalu.

FIN

38 responses to “[Freelance] Milk? Trouble Maker

  1. Kyaaaa! Mau dong punya pacar ikayak sehun. Huhu ceritanya bagus ngefeel juga buat yang ngebaca jadi melayang. Keep writing

  2. sehun sweet banget hehe, mereka pasangan yang lucu
    itu si hyesa suka banget sama susu? hehe
    keep writing author

  3. Ngakak liat karakter hyesa.. luca banget sampe abisin susu satu keranjang gitu.. suka banget deh sama karakter mereka berdua disini.. keliatan kaya pasanganb yang unik 😀 bagus thor ff’a 😀

    Ditunggu karya” lain’a ya 🙂
    Ada sequel gak thor?

  4. Hyesa over banget deh jealous nyaaaa
    Ternyata itu sepupu sehun
    Sehun juga ngapain balas sms hyesa kalo dia di rumah jongin -_- aslinya padahal jalan2
    Sehun juga salah lah dalam hal ini
    Mungkin bisa dibuat the series nih cerita kedua couple ini

  5. Wahhhh masalah pertama cuma gara-gara susu ya, tapi berakhiran manis seperti permen kapas yg gk aku suka gkgkgk 😀 itu tuh untung mama Hyesa gk marah daebak, keep writng 😀

  6. wooww hyesa maniac susu trnyata?? 😮
    kalo aku mah gak trlalu suka ama susu, apalagi susu putih #hweekk *curhat*
    ending2nya bkin snyum2 sndiri, hyesa sma sehun bkin ngiri deh…
    fighting terus nulis epep nya thor 🙂

  7. Hyesa doyan bgt susu smpe yg lucu n imut2 ja d lupain..haha
    Untung cm sepupu sehun..bkan slingkuhan’y yg d toko buku.
    Sehun jujur amat sm ibu’y hyesa abis ciuman.haha

  8. Ma Hyesa.. namanya unik? jadi Jung Nara itu siapanya Hyesa? kalau adiknya masa marganya beda gtu? tapi barusan dijelSin kalau Hyesa itu anak satu satunya o_O tidak cukup dibuat bingung akunya o_O .
    so sweet deh ceritanya .. 😉

    • Jung Nara itu sepupunya Ma Hyesa, bukan adik kandungnya. Jadi, marga mereka gak sama. Pan cuma adik sepupu. Heheheh.

    • Jung Nara itu sepupunya Ma Hyesa, bukan adik kandungnya. Jadi, marga mereka gak sama. Pan cuma adik sepupu. Hehehehe.

    • Jung Nara itu sepupunya Ma Hyesa, bukan adik kandungnya. Jadi, marga mereka gak sama. Pan cuma adik sepupu. Hehehehee.

  9. Aaaaa !! So sweeeetttt !!!! Bacanya sampe senyum-senyum sendiri… Daebakk thor !! Keep writing ya ^^ kalo bisa ada sequel juga ya.. Hehe

  10. aaaa , sweet bgt sehun-aa ..
    reaksi eommanya ko biasa aja ya ? apa mungkin wajar kali ya hanya sekedar ciuman ? haha

  11. Aku kira pas Hyesa liat Sehun sama Chaerin, Hyesa nya bakal nangis. Tapi ternyata Hyesa nya malah cuek.

    Ceritanya si bagus, cuma bahasanya kurang baku 😀 diperbaiki lagi aja yaa thor 😀 keep writing

  12. lucu gaya pacarannya, msa cuma gara” susu aja bisa marahan smpe brhari”.. 😀
    gokil, lucu critanya 😀
    ditunggu next ffnya 🙂

  13. Uuugghhhh sehun itu terlalu romantis FF ini juga adaa unsur comedynya…. Keren2 gw suka FF ini

    Gw tunggu karya selanjutnya ya thor
    FIGHTING!!!

  14. Aaa sumpah ngakak banget dahh ya sma hyesa sehun =))
    Apalagi pas hyesaa salah paham eh malah jadi bahann hiburannya sehun =))
    Wah lagi kisseu diliat eommanyaa :’) untung ga digolok ya wkwk
    Bagus thorr seruuu 😀 hehee

  15. hwaaa..a…………
    mereka sweet banget…bisa-bisa aku kena diabetes kalo baca ini FF…
    gemes banget sama hyesa-unnie….lucu banget……..
    makanya sehun-oppa kalau mau nyium anak orang tuh liat tempat dan keadaannya dulu…tuhkan ketangkep lagi nyium anak orang trus yg liat omma-nya hyesa-unnie…untung aja ommanya baik kalo engga mungkin udah dimutilasi tuh sehun-oppa….heheheh…pokoknya N I C E FF
    aku tunggu deh next FF nyaa…
    HWAITING

  16. Hahahahaha.. Baiklah saya mau komentar neee..
    Karna ini FFnya genre FLUFF dan saya rasa sudah berhasil…
    Tapiii masih ada yang perlu diperbaiki.. Seperti kata “memeng” tolong diganti jadi “memang” saya yakin kamu orng yang cinta budaya kkkk…

    Hmm NICE FF..
    Ditunggu next karyanya!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s