[Freelance] You’re My Star (Chapter 2)

you're my star chap 2

Title : You’re My Star chapter 2.

Author : alphaphoenix (twitter @mlidna)

cast : Do Kyungsoo a.k.a D.O (EXO) | Jang Hyunji (OC/You) | Jang Hyeri | Kim
Jongin a.k.a Kai (EXO)

Genre : Drama, romance, comedy

Rating : PG-15

Length : chapter

Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari film disney channel ‘starstruck’ tapi saya kembangkan berdasarkan pikiran sendiri. Tolong tinggalkan jejak dengan memberi komentar ^^

Chapter 1 ||

*PREVIEW*

D.O POV

“Jadi kau bukan fansku?” tanyaku kaget. Yah, kebanyakkan cewek-cewek zaman sekarang mengetahui dan mengidolai kami.

“Jangan kau pikir semua wanita di dunia ini menyukai boybandmu itu.” Katanya sambil marah-marah.

Cih.. kasar sekali gadis satu ini.

“YA!” teriakku kepadanya..

“Wae?” tanyanya.

“Bisakah kau membantuku berdiri, berhentilah mengomeliku. Aku benar-benar tak bisa berdiri. “ kataku.

“Aishh.. dasar lemah. Sudahlah. Kerumahku saja biar kuobati.” Kata gadis itu sambil membantuku bangun.

“YA! Berat sekali kau.” Omelnya lagi.

“Bisakah kau diam? Bisa-bisa orang disini bakalan tau kalau ada seorang artis disini.” kataku
CHAPTER 2
D.O POV

“YA!! Ini salahmu. Mengapa kau mengikutiku. Apakah kita pernah bertemu? Apakah aku punya salah?” Katanya sambil menaikkan volume suaranya.

Haish, yeoja ini. Jinja….. batinku.

“Tolong kecilkan suaramu. Aku tersesat. Jadi aku mengikutimu. Kalau aku bertanya padamu arah jalan, dan kalau kau adalah fansku, bisa saja kau teriak-teriak. Kau mau mati,hah? Tidakkah kau tau boybandku sedang dalam skandal yang besar. Kalau sampai kau ketahuan sedang bersamaku, dirimu bisa saja mati. Orang-orang bakalan membuat rumor yang tidak tidak. Dan kau pikir aku mau langsung kerumahmu begitu saja?” tanyaku.

“Bukannya kau sedang dalam skandal besar? Kalau aku membawamu ke rumah sakit, orang-orang bakalan bertanya siapa aku, mengapa aku bisa bersamamu, apa hubunganku denganmu bla bla bla bla dan sebelum kau atau aku menjelaskan semuanya, setengah jam kemudian kau dan aku akan menjadi hot topic di media sosial dan fans-fans gilamu itu akan men-terror ku habis-habisan dan kehidupanmu juga bakalan terganggu.” Katanya panjang lebar.

Dia memasang wajah jengkel dan seperti ingin berkata sudahlah, aku memang benar,kan?..

Aku terdiam. Tak tahu raut wajah apa yang kupasang. Tapi Kai pernah bilang kalau aku sedang begini, mataku akan membulat.

“Aku bukan fansmu dan aku juga mau hidupku tenang. Setidaknya aku masih punya otak. Apa kau tidak berpikir sejauh itu? ” katanya lagi sambil membantuku berdiri.

Aku berdiri, menatap wajahnya yang jengkel. Ya, belum pernah ada seorang wanita yang mengomeliku seperti itu semenjak aku terkenal, kecuali ibuku.

“Setidaknya bantu aku sedikit. Cobalah berjalan pelan-pelan. Aku tak bercanda, kau memang berat.” Katanya lagi,mengoceh sendirian.

Aku terdiam lagi. Bingung ingin mengatakan apa. Wanita ini punya berjuta kata di dalam otaknya yang bisa menyembur tiap waktu dari mulutnya.

“Ya! Kau masih hidup kan? Kenapa kau tidak mengeluarkan suara? Kalau sampai kau mati, mungkin aku juga bakalan mati menyusulmu dibunuh oleh fans-fans gilamu.” Katanya lagi sambil menatap wajahku.

“Aku masih hidup. Tapi, seru kan kalau kau menyusulku mati. Itu seperti cinta mati dari seorang kekasih. Terdengar romantis..” semburku sambil mengeluarkan senyumku yang paling manis kearahnya.

Jujur, aku tak tahu apa yang barusan kulakukan. Ada yang salah dengan kinerja otak dan mulutku.

Dia menatapku heran.

“Dasar playboy! Kau pikir aku terpesona denganmu? Kau ini cuma artis.” katanya.

“Kau ini tidak mau kalah,ya? Oke kali ini aku kalah. Sudahlah. Aku bakalan diam sampai dirumahmu.” Kataku.

Sekali lagi, aku jujur. Telingaku panas ketika dia bilang cuma artis.

* * *

Hyunji POV

Unnie belum pulang. Seperti dugaanku dan aku bersyukur.

Bayangkan saja reaksinya ketika aku membawa orang yang selama ini ada di dalam otaknya dan meracuni pikirannya. Melihat potonya saja dia berteriak, apalagi aku membawa orangnya kerumah.

Aku belum mepersiapkan apapun mengenai reaksi unnie. Bisa saja dia mati kehabisan nafas saat itu juga.

Aku mendudukkan D.O di sofa depan TV. Dia masih memandang sekeliling rumahku dengan penasaran dan seperti terlihat takjub.

“Tidak ada yang menarik dari rumahku.” Kataku singkat. Lalu pergi mengambil kotak P3K di dalam lemari dekat kamarku.

“Oh.Tapi menurutku, rumahmu terlihat rapi dan bersih.” Katanya.

“Itu pujian? Atau hinaan?” tanyaku.

“Tidak bisakah kau membedakan mana pujian dan mana hinaan?” Katanya jengkel. Dia sepertinya mulai marah terhadap kelakuanku yang tidak mau kalah.

“Tidak bisa. Karena aku lebih sering dipuji sambil di tertawakan licik. Menurutmu itu apa? Bisa kau sebut pujian?” tanyaku balik.

“Mwo?” tanyanya.

Aku langsung mengambil kursi dan duduk di depannya sehingga wajah kami saling bertemu.

“Sudahlah. Diam saja. Aku tidak akan bicara lagi. Akan sulit mengobatimu jika aku sambil ngomong.” Kataku.

Dia menuruti perintahku. Oh, yang benar saja dia hanya diam. Seperti anjing rumahan.

Aku mulai mengompres wajahnya yang biru akibat tinjuanku tadi. Cukup biru dan memar.

Dia mengerang pelan.

“Kau ini wanita atau pria? Begini saja kau kesakitan?” tanyaku.

“Ini memang sakit. Tinjuanmu benar-benar kuat,kau tahu?” Balasnya.

“Itu tak seberapa. Aku pernah…….”kataku.

“Kau tadi berjanji untuk tidak mengajakku berbicara.” Katanya.

Aku langsung terdiam. Menutup mulutku dan kembali mengompres wajahnya yang lebam.

Dia tersenyum sinis.

Langsung kualihkan pandanganku ke luka lebamnya. Meskipun aku bukan fansnya, tapi aku tetap gugup memandang wajahnya apalagi senyumnya dan matanya.

Fokus ke lukanya, Hyunji.

Lama kami berdua tidak ada yang mengeluarkan suara dan aku hampir selesai mengobati lukanya, akhirnya akulah yang mengeluarkan suara duluan.

“Mianhae..”kataku.

D.O menatapku, dia tampak heran.

Aku menghela nafas. Kenapa kau memasang raut wajah itu? Batinku.

“Mianhae. Sudah memukulmu. Pasti jadwalmu terganggu gara-gara aku. Maafkan juga aku ini tidak bisa diam. Aku sedang jengkel saja. Suasana hatiku lagi kacau.” Kataku jujur.

“Wah.. kamu ini benar-benar daebak. Beberapa waktu yang lalu kau adalah wanita yang paling ribut dan cerewet yang pernah aku temui. Sekarang dalam sekejap kau menjadi wanita yang lembut begini. Wah!” katanya takjub.

“Tapi aku benar-benar minta maaf. Jeongmal mianhae. Aku sedang tidak bercanda.” Kataku.

“Kau memang tidak pernah bercanda.” Balasnya datar.

“Apakah kau akan menuntutku?” tanyaku ragu-ragu.

“Kenapa aku harus melakukannya?” tanyanya balik.

“Bukankah seperti itu kalian para artis. Aku sebenarnya tidak tahu apa tujuan kalian menuntut orang-orang yang tidak seharusnya dituntut, tapi aku benar-benar minta maaf. Itu hanya aksi pertahanan diriku saja.” Jelasku.

Aku menatap wajahnya. Memasang wajah memelas. Dia menatapku tajam, menusuk dan seperti mencari kebohongan di mataku.

“Okelah. Sepertinya kau serius. Tapi ada satu syarat.”katanya.

Aku benci mendengar itu. Tidak bisakah dia hanya memaafkanku secara tulus?

“Tolong jangan yang sulit. Kau lihat sendiri keadaanku dan kehidupanku. Aku bukan orang kaya.” Kataku.

“Aku belum tau apa. Nanti saja kuberitahu syaratnya.” Katanya.

“Baiklah.” Kataku.

“Jangan berharap aku lupa terhadap janjiku. Aku bakalan mengingat bahwa kau masih punya hutang denganku.”katanya sambil mengacungkan jari telunjuknya kepadaku.

“Aku bukan orang yang lari dari masalah. Oke?” kataku sambil mendorong wajahku kearahnya. Sehingga dia sedikit mundur dan menatapku kaget.

“Oke.”katanya singkat. Lalu kutarik wajahku ke tempat semula.

“Sudah selesai. Jangan lepas plesternya.Itu butuh perjuangan mengobatimu.” Ancamku.

“Hahaha..Tidak kok. Aku suka seorang wanita yang bisa mengobatiku.” Katanya.

“Ternyata kau ini suka menggombal ya? Sudah berapa banyak wanita yang menjadi mangsamu?”tanyaku.

“Tidak tahu. Aku lupa. Mungkin kau selanjutnya.” Gombalnya lagi.

“Aku bukan wanita seperti itu.” Kataku.
Aku berdiri dan berjalan menuju dapur.

“Kau lapar? Aku lapar. Unnie-ku belum pulang. Sebenarnya hari ini jadwalnya memasak. Tapi mungkin dia lagi sibuk.” Kataku.

“Boleh. Kita lihat apakah kau bisa memasak.”jawabnya.

“Oh. Kau menantangku?” tanyaku sambil membuka kulkas.

“Yup. Oh iya, ngomong-ngomong aku belum tahu namamu. Aneh,kan kalau kau mengetahui namaku dan aku hanya bisa memanggilku dengan kata “YA! YA!” katanya.

“Jang Hyunji imnida. Annyeong Haseyo.” Kataku.

“Kau bekerja sebagai apa? Kenapa kamu berjalan malam-malam sendirian di tempat sepi seperti tadi?”tanyanya.

“Aku mahasiswa di Universitas Jeguk.” Kataku. Aku mulai memasak.

“Kau masih kuliah?” tanyanya kaget.

“Ne. Waeyo?” tanyaku.

“Kukira kau sudah bekerja.” Katanya polos.

“Omo. Apakah aku terlihat tua?” tanyaku lalu berlari ke arah cermin.

“Bukan-bukan. Kau tidak terlihat tua. Hanya saja…” katanya sambil terkekeh. Ia tidak menyelesaikan kalimatnya.

“Apa? Kau mau mengejekku?” tanyaku.

“Kau terlihat mandiri.” Jawabnya singkat.

Aku terdiam. Aku kembali memasak dengan raut wajah yang biasa saja. Aku tidak mau memasang wajah malu.

“Bilang saja kalau aku memang terlihat tua.” Kataku.

“Serius. Ah, jinja. Apakah kau tidak bisa melihat mana orang yang sedang serius dan mana orang yang sedang bercanda?” tanyanya jengkel.

“Molla.”kataku singkat.

D.O memasang wajah masam.

“Sebenarnya aku tahu kau lebih tua dariku. Haruskah aku berbicara formal kepadamu?” tanyaku lagi.

“Tentu sajalah. Panggil aku oppa.” Katanya.

“Tapi aku tidak mau.” Kataku lagi.

“Ah sudahlah. Aku juga tidak terlalu mementingkannya.” Katanya jengkel.

“Baiklah, Kyungsoo-ssi.” Kataku.

“Kau tau nama asliku? Wah.. sudah kubilang kau ini pasti fansku.”pancingnya. Ah. Dia merayuku.

“Sudah kubilang aku bukan fansmu. Kalau aku memang fansmu aku tidak akan mengomel panjang lebar kepadamu. Pasti aku akan bersikap manis kepadamu.” Kataku.

“Tapi tadi kau bersikap manis kepadaku. Mengobati lukaku dan menawariku makan. Manis,bukan?” tanyanya lagi tak mau kalah.

“Itu hanya sekedar sopan santun saja.” Kataku singkat.

Dia mengangguk pelan.

“Kau kuliah jurusan apa?” tanyanya.

“Astronomi.” Jawabku singkat.

“Woah.. ahh. Aku punya feeling yang bagus mengenai itu.” Katanya sambil tersenyum sendiri.

“Dan aku punya feeling yang buruk.” Balasku dengan kecut.

“Oh iya satu lagi, menurutku konsep boyband kalian benar-benar aneh. Yang benar saja, apakah kalian benar-benar alien dari luar angkasa? Dari planet apa kalian? Apakah kalian temannya Do Min Joon*?” tanyaku (*Do Min Joon adalah karakter di drama My Love From The Star yang merupakan seorang alien*)

“Tidak usah berpura-pura membenciku. Aku tau kau memang fansku. Kau saja tahu konsep boyband kami.”pancingnya lagi.

Sigh. Menyebalkan sekali.

“Ini makananmu.” Kataku sambil menyodorkan makanan kepadanya.

“Dan jangan memintaku menyuapimu dengan alasan tanganmu sakit.” Tambahku.

Aku sudah memasang raut wajah yang tidak enak tapi dia memasang senyum yang manis. Aku benci itu karena dia terlihat tampan.

Hancurlah prinsipku bahwa aku membenci boyband EXO ini.

Aku mengambil makananku, mengambil kursi dan duduk di depan komputer.

“Ayo kita makan bersama-sama. Duduklah disini.” Ajaknya.

Aku menoleh kebelakang dan dia memandangku sambil menepuk-nepuk pelan sofa di sampingnya.

“Aku harus mengerjakan sesuatu. Aku harus fokus kali ini.” Kataku.

Ada beberapa tugas yang belum kuselesaikan. Dan harus selesai hari ini juga. D.O akhirnya memakan makanannya sampai habis tanpa berbicara sedikit pun.

“Makananmu enak juga.” Katanya setelah piringnya bersih lalu meneguk segelas air putih.

Aku diam saja. Mataku fokus kepada layar komputer.

“Yasudahlah. Kau serius sekali. Aku akan diam.” Katanya lagi.

Bisa kurasakan dia beranjak dari sofa dan berjalan-jalan disekeliling rumahku. Pandanganku tak berpaling dari komputer di depanku.

“WOAH!! HAHAHAHA…Kau tertangkap basah! Sudahlah akui saja kau ini memang fansku.” Katanya nyaring membuatku kaget.

“Ada apasih?” tanyaku sambil menoleh ke belakang. Dia menghilang.

Aku lalu beranjak dari kursiku dan pergi mencarinya.

Ternyata dia sedang di ruang kerja Unnie. Kulihat dia sedang memegang fotonya sendiri. Dia sedang duduk di meja unnie yang memang penuh dengan foto EXO.

“Bingo!” katanya sambil menunjukkan fotonya ke arahku.

“Aku bukan fansmu.” Kataku tegas.

“Lalu ini apa? Wah.. baru pertama kali aku bertemu fans yang tidak mau mengaku sebagai fans di depanku.” Katanya.

“Itu punya……”

“Unnie pulang. Hyunji-ah. Mianhae unnie telat.” Teriak unnie sambil membanting pintu.

“Unnieku.” Kataku menyelesaikan kalimatku.

“Hyunji-ah. Kau dimana?”Teriak unnie.

“Oh. Aku tak siap menghadapi ini.” Kataku ngomong sendiri.

“Memangnya akan terjadi apa?” tanya D.O.

Derap langkah unnie semakin dekat. Aku mencoba mempersiapkan diriku dari berbagai kemungkinan.

“Oh disini ku rupanya. Maaf Unnie telat pulang. Tadi……………..”

Kalimat Unnie terhenti setelah dia menyadari bahwa ada orang lain di ruangan ini.

Dan kejadian ini sungguh-sungguh hening.

Unnie mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi. Dia terus saja mengoceh pelan ini mimpi, ini mimpi.. tapi mengapa sangat nyata?

“Annyeong Haseyo. D.O imnida.” Katanya D.O. Dia mungkin tak tahan dengan suasana canggung tadi.

“OMO. Suaranya mirip sekali!” Kata Unnie memekik lalu menutup mulutnya.

“Apakah kamu D.O EXO? EXO? EXO? Anggota EXO?” tanya unnie.

“Ahh.. terserahlah. Aku ingin melanjutkan mengerjakan tugasku.”kataku lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

“YA! Hyunji.” Teriak D.O

“Omo. Kau benar-benar D.O.” Suara unnie benar-benar memekik keras.

Dan akhirnya unnie berteriak…

“AAAAAAAAA!!!”

Aku menutup telingaku. Benar-benar nyaring.

“Unnie. Jangan teriak. Suaramu bisa terdengar sampai keluar!” teriakku.

Setelah itu, unnie menarik tangan D.O keluar ruangannya dan mengajaknya duduk di sofa.

“OMO.OMO..OMO.. Aku tak percaya bisa bertemu denganmu dan langsung berbicara denganmu di rumahku sendiri. Annyeong Haseyo. Jang Hyeri imnida.” Kata unnie sambil membungkukkan tubuh berkali-kali.

“Annyeong Haseyo.” Jawab D.O sopan.

Mengapa dia tidak sesopan itu kepadaku?

“Oppa, kau sudah makan? Bagaimana kau bisa berada disini? Kenapa ada perban di wajahmu? Kau baik-baik saja.” Tanya unnie

“Gwenchana..” kata D.O sambil terkekeh pelan.

“Ahh.. syukurlah. Tapi bagaimana bisa oppa disini dengan luka lebam seperti itu?”tanya unnie dengan nada cemas.

D.O memandangku.

“Hyunji? Kenapa dengan Hyunji? Apakah adikku melakukan sesuatu padamu?” tanya unnie.

“Waeyo? Kenapa denganku?” tanyaku.

“Hyunji-ah. Ceritakan padaku.”kata unnie tegas.

“Ahh.. molla. Kau tanya saja dengan oppamu itu. Aku ingin mengerjakan tugasku.”kataku lalu berpaling ke meja komputer.

“Tapi, aku punya 2 telinga. Aku tidak tuli. Jangan coba-coba mengubah jalan cerita.” Tambahku..

“Arraseo.”jawabnya.

D.O mulai bercerita. Dan menurutku dia melebih-lebihkan cerita ketika aku memukulnya. Unnie sampai mengeluarkan suara memekik pelan.

“YA!! Aku tidak sekuat itu. Kau saja yang lemah.” Potongku ketika D.O masih bercerita ketika adegan pukul memukul

“Sudahlah kau diam saja. Lanjutkan saja tugasmu.” Kata unnie sambil mengibaskan tangannya menyuruhku kembali menghadap komputer.

“Unnie” erangku.

Yah.. Yang benar saja unnie lebih membela D.O daripada adik kandungnya sendiri.

Aku benar-benar tidak bisa melanjutkan tugasku. Akhirnya aku menyimak cerita versi D.O sambil menatapnya tajam. Tahu-tahu dia mengubah jalan cerita, aku bisa langsung memotong ceritanya.

Tapi nyatanya dia menceritakan semuanya dengan jujur. Dia memberitahu unnie kalau aku yang mengobatinya dan memberinya makan.

“Puas?”tanya D.O kepadaku.

“Cerita yang bagus.” Jawabku.

Dia tersenyum sinis kepadaku. Aku membalasnya lebih sinis lagi.

“Unnie. Kenapa kau terlambat?” tanyaku.

“Tadi di media sosial sedang ramai kalau D.O oppa telah kabur dari dorm EXO.” Kata unnie sambil melirik D.O.

“Mwo?” kata D.O kaget.

“Oppa, kamu tidak tahu? Kamu tidak mengecek berita?” tanya unnie.

“Molla.. “ jawab D.O

“Tapi ternyata itu hanya rumor saja. Dan aku tentu saja kaget menemukan oppa disini.” Kata unnie sambil sumringah.

“Tunggu sebentar.” Kata D.O

Dia berlari mengambil jaketnya dan merogoh mencari handphone di kantong jaket. Tak lama kemudian, dia sudah menemukan handphonenya.

“Ahh.. “ katanya sambil melihat handphonenya.

“Waeyo,oppa?” tanya unnie.

“Kai menelponku 30 kali dan meninggalkan pesan 40 kali.. Pasti ada yang gawat.” Jawab D.O

D.O sepertinya mencoba menelpon Kai.

***

D.O POV

“Hyung. Kau dimana? Kenapa kau tidak bilang-bilang kalau sedang keluar?” tanya Kai ketika telah tersambung.

“Memangnya ada apa? Aku sedang mencari udara segar.” Kataku.

“Sudah lihat artikel di internet? Judulnya “D.O EXO kabur dari dorm EXO?” dengan tanda tanya. Hyung.. banyak yang melihatmu berjalan sendirian dan di artikel ini juga bilang kau berjalan bersama wanita.” Kata Kai di telepon.

Aku melirik Hyunji. Dia tampak penasaran.

“Aku akan segera pulang.” Kataku

“Jangan pulang ke dorm, hyung! Diluar banyak wartawan yang meliput. Tepat diluar dorm kita. Jangan pulang sekarang!” kata Kai memperingatkan.

“Ahh.. jinja. Baiklah. Aku akan pulang nanti.” Balasku.

“Tapi jangan pulang besok pagi. Ingat besok pagi adalah jadwal kuliah kita pertama.” Kata Kai.

“Arra..arra. Sudah kututup dulu.” Kataku.

“Jaga dirimu, hyung!” kata Kai sebelum menutup handphonenya.

“Waeyo? Bagaimana?” tanya Hyunji langsung.

To be continued.
Halo semua.. pertama-tama saya mau ucapin beribu-ribu maaf karena baru bisa nulis chapter 2 nya. Kemarin itu saya gak nyangka bakalan banyak yang suka sama chapter 1. Dan mengapa saya baru bisa nge post chapter 2 nya, karena waktu ff saya di post di wordpress ini, saya lagi ikut pelatihan untuk mengikuti OSN bidang astronomi (sekarang tau kan kenapa saya ngangkat tema astronomi di ff :D. Nah, jadi saya ga bisa nulis chapter 2 karena harus fokus pelatihan alias fokus belajar. Tapi ternyata saya tetap gak dapat medali(ini tahun kedua saya ikut OSN). Sedih banget rasanya. Soalnya saya sudah berjuang habis-habisan dan ini kesempatan terakhir saya. Tapi yasudahlah. Ini memang bukan takdir saya. Nah, setelah selesai lomba, saya ini ceritanya gak sekolah selama 1 bulan gara-gara ikut pelatihan. Jadi, pas turun sekolah, langsung disuguhi ulangan susulan dan tugas.. *curhat*

Jadi, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Chapter selanjutnya menyusul. Setelah ff ini di post .
Oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak ya .
Gomawo..

22 responses to “[Freelance] You’re My Star (Chapter 2)

  1. Nah lo,,,, sekalian aja bikinin skandal D.O kencan dgn hyunji,, biar lbh seru hehehe,, dtunggu lanjutannya

  2. kok tulisanya pada nyatu gtu sih?jadi bingung bacanya.tapi klo menurut ku ya……pasti ntar hyunji sama kyungsoo bakalan saling jatuh cinta.aku yakin bgt!!!!100%.hahaha……next ya.ceritanya dah bagus.tapi tulisanya itu di benerin ya.tulisanya kriting kriting bikin pusing……….. -_-

  3. lagi asik2 baca tau2 udah “tbc” 😥 sedihnya eonn…. aaaaa…. pengen baca lagiii… ga sabar nunggu chapter 3 nyaaa… ff ini kerennnn :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s