[Freelance] I STILL LOVE YOU (CHAPTER 3)

pizap.com14113139861931

I STILL LOVE YOU

(CHAPTER 3)

Prolog I Chapter 1 I Chapter 2 |

Title               : I Still Love You

 

Author          : @Dellaang0611 (dellaangg1106@wordpress.com)

 

Genre                        : Friendship, Romance, Married

 

Main Cast    : Byun Baekhyun, Park Yoorin, Oh Sooyeon, Lee Taemin, Byun Jiyoung

 

Rating                       : PG-16

 

Length          : Sequel (Chaptered)

 

I STILL LOVE YOU

Bagaimana aku harus menjauh darimu,

Dan bagaimana aku harus melupakanmu .

Hatiku penuh dengan kerinduan.

Setiap hari aku hanya mengingatmu.

Setiap hari aku terus berjalan mengikuti kenangan kita.

Jika aku mengingat semuanya..Air mata ku terus mengalir deras.

Aku tidak sanggup berdiri sendiri. Aku terluka..Aku menangis

Aku membutuhkan pelukanmu.

Aku membutuhkan dirimu

Aku menyesal.

“Yoorin-ah berhenti.” Jiyoung berteriak kencang memanggil Yoorin yang masih belum menghentikan larinya. Gadis ini tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan mereka berdua. Ia merasa sepertinya Yoorin begitu terluka melihat pemandangan didalam lapangan basket itu.

“A-aku membencimu Oppa,”Gadis yang saat ini berada luar lapangan terus menangis sekencang-kencangnya. Ia tidak percaya apa yang dilihatnya tadi, seperti mimpi Baekhyun melupakan dirinya begitu cepat. Yoorin tidak percaya sama sekali Baekhyun berubah kepada Yoorin. Secepat itukah pria itu melupakannya?

“Yoorin.” Jiyoung merasa hatinya memanas melihat pemandangan didepan, ya hati gadis ini merasa sesak melihat sahabat dekatnya menangis. Langsung saja ia memeluk tubuh Yoorin yang sudah terkulai lemas dilantai.

“A..ku membencinya Jiyoung.”Gumam gadis itu tersedu-sedu ia membalas pelukan Jiyoung. Walaupun Jiyoung adalah adik kandung Baekhyun tapi sifat Jiyoung sangat berbeda dengan kakaknya. Sakit sangat sakit jika mengingat apa yang terjadi kemarin dan hari ini begitu terpuruknya dirinya hanya karena lelaki itu. Ia mengaku dirinya salah tapi kenapa Baekhyun baru putus dengan Yoo Rin begitu cepat mempunyai pacar baru lagi. Apa itu tidak gila secepat itukah Pria itu melupakan dirinya dan cintanya?

Jiyoung terus mengusap pelan punggung Yoorin. Ia memang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dirinya merasa ada sesuatu kejanggalan dihubungan mereka berdua. Jiyoung harus tahu dari Baekhyun tidak dengan Yoorin pasti tidak akan mengatakan kepadanya. “Oppa apa yang kau lakukan terhadap sahabatku? Awas kau ! “ batin Jiyoung sedikit kesal melihat sikap oppanya. Baekhyun harus menjelaskan semuanya kepada Jiyoung apa yang terjadi. Ia tidak bermaksud ikut campur tapi ini demi kebaikan sahabatnya sendiri.

 

 

“Lebih baik kita pulang, kau masih sakit istirahatlah Yoorin.” Jiyoung berdiri seraya kedua tangannya menarik Yoorin berdiri gadis itu sangat lemas dan kedua matanya begitu lembab. Yoorin menganggukan kepalanya ia menuruti apa yang dikatan Jiyoung. Ia benar-benar merasa lelah. Mereka bedua berjalan meninggalkan lapangan basket tersebut.

 

Mereka tidak menyadari jika.. ada seseorang yang berdiri tegap disana, kedua matanya terus memandang Yoorin. ada perasaan bersalah tersirat didalam hatinya. Ia hanya ingin memanaskan hati Yoorin tapi.. semuanya kenapa jadi begini

“O-Oppa” Teriak Jiyoung kencang. Kakinya terus menerus mencari keberadaan Baekhyun dirumah tapi tidak ada di tempat manapun Baekhyun berada. Jiyoung tergesa-gesa mencari Baekhyun dan Ia menghentikan langkahnya menatap Baekhyun sedang berdiri di Balkon Ruang privasinya.

“ternyata kau disini.” Jiyoung mendekati Oppa dan berdiri disamping Baekhyun. Sedangkan kedua mata Baekhyun masih berada didepan menatap pemandangan indah disana ,dan lelaki itu sibuk menegul coffee capucino miliknya

“Ada Apa” sahut Baekhyun datar.

“Apa yang sebenarnya terjadi Hubunganmu dengan Yoorin, aku melihat tidak seperti biasanya kalian seperti ini. Dan Yoorin menangis melihatmu dengan gadis gila itu, siapa dia Oppa kau mau melukai sahabatku!?” Tanya Jiyoung bertubi-tubi

“Dia hanya memberiku minum dan gadis itu sudah memutuskanku.” Jawab Baekhyun, Ia menolehkan kepalanya dan memutar balik badannya berjalan pelan meninggalkan Balkon ruangnya.

“M-Mwooo P-Putuss.”.. Jiyoung membulatkan kedua mata, ia sangat terkejut Baekhyun mengatakan sudah putus dari sahabatnya. Sejak kapan mereka putus dan kenapa Yoorin tidak memberi tahunya. Ia tidak menyangka hubungan mereka kandas begitu saja. Perjuangan Yoorin sangatlah berat saat akan mendapatkan Baekhyun untuk menjadi kekasihnya. Tapi kini semua itu menjadi abu tidak akan pernah Jiyoung lihat lagi kemesraan mereka. Jiyoung tahu mereka saling mencintai, tapi.. kenapa akhirnya begini

Baekhyun menghirup nafasnya dalam-dalam. Ia sangat membenci jika mengingat penyebab mereka putus, Baekhyun membalikan dirinya berjalan meninggalkan Jiyoung yang masih terdiam disana ia tidak ingin terlalu banyak menyebutkan Nama Yoorin didepan adiknya, sangat menyakitkan hati Baekhyun jika mengenang semua memori buruk..

Menyadari ditinggal Baekhyun Jiyoung melirik kekanan dan kekiri menatap keberadaan kakaknya itu yang sudah tidak ada lagi disampingnya. Jiyoung sangat sedih mendengar mereka putus dan alasan semua itu karena apa? Ia tidak pernah melihat mereka berdua bertengkar. Tiba-tiba saja hari ini Baekhyun mengatakan sudah putus dengan sahabatnya itu. Jiyoung tidak percaya sama sekali.

Yoorin melangkahkan pelan kakinya masuk ke kampus, Kedua mata gadis itu terlihat sayu semua ini akibat tangisan semalam, jika mengingat kejadian semalam membuat hati dan perasaannya begitu sakit.

“Yoorin-ah” Seseorang pria memanggil Yoorin, berjalan menghampiri gadis itu yang sudah menghentikan langkahnya.

Yoorin memutar balik badan, ia tersenyum tipis melihat Taemin menghampirinya. “Taemin-ah.”Sapa gadis itu pelan

Taemin tersenyum lebar, langsung saja pria itu merangkul pundak Yoorin membawa gadis itu masuk kekampus mereka. “Aku ingin kau selalu tersenyum, apapun yang terjadi aku yakin kau akan melupakannya.”Gumam Taemin pelan tapi.. masih bisa terdengar ditelinga Yoorin

Gadis itu terkejut, langsung saja ia menolehkan kepalanya memandang Taemin dengan kening mengkerut ia tidak mengerti apa maksud Taemin? Tanpa banyak bertanya Yoorin hanya mengangguk dan tersenyum.

Kedua kaki mereka tiba-tiba berhenti melangkah ketika Sosok pria yang tidak asing sedang berada di ruangan kelas Yoorin. Taemin langsung saja melepas rangkulannya dengan Yoorin ia memalingkan mukanya dari Baekhyun ke Yoorin.

“Yoorin-ah aku masuk dulu, nanti jika kau mau pulang bersamaku hubungi saja aku.” Ucap Taemin dirinya tidak ingin memperpanjang masalah lagi di antara mereka, dirinya langsung saja meninggalkan Yoorin dan Baekhyun.

Jantung Yoorin berdetak kencang, Ia sangat gugup berhadapan dengan Baekhyun tapi..sejujurnya ia sangat merindukan pria ini. Pria yang selalu menemaninya pria yang selalu membuat dirinya menangis dan tertawa tapi pria itu benar-benar meninggalkannya bahkan sudah menjauhi dirinya.

“Aku begitu merindukanmu-merindukanmu, nafas dan pelukanmu aku sangat rindukan, betapa sakitnya aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Sungguh aku menyesal kata-kataku yang membuatmu sakit dan pergi dariku. Bisa kah kita kembali lagi, bisakah kita bersama lagi seperti waktu kemarin, aku ingin memutar balik waktu agar aku bisa memperbaiki semuanya, aku sungguh merindukanmu”’ gumam Yoorin dalam hatinya

 

“Baekhyun-ssi” Seseorang gadis berteriak kencang memanggil pria itu yang baru saja turun dari mobil mewahnya. Gadis itu terpana melihat penampilan Baekhyun semakin hari semakin tambah keren. Sooyeon berjalan mendekati Baekhyun. Langsung saja gadis itu menggait tangan kanan Baekhyun bergelayut manja. Ia tidak menyadari jika gadis didepannya ini adalah Yoorin. yang saat ini menatap Sooyeon tajam.

Ada ketidak relaan saat Sooyeon mengenggam tangan Baekhyun. Hati Yoorin begitu tertusuk-tusuk. Ia ingin pergi dari tempat ini tapi.. jika ia pergi pasti mereka mengira Yoorin cemburu. Ini tidak mungkin apa pun harus Yoorin hadapi walaupun itu melukai hatinya sendiri.

Gadis didepannya masih berdiri kaku menatap pemandangan yang menyakitkan didepannya, dadanya merasa sesak ia ingin marah dengan gadis itu. tapi untuk apa? Yoorin bukanlah kekasih Baekhyun lagi. Baekhyun berhak mendapatkan pacar lebih baik dari Yoorin. Ya Yoorin merasa Baekhyun sudah melupakan Yoorin dan tidak mencintai gadis ini lagi.

Apakah salah jika saya merindukan anda?

 

Apakah salah saya mencintai anda?

 

Saya tidak bisa berbohong pada diri saya..

 

Saya mulai merindukan anda, Saya bertambah mencintai anda.

 

Sampai hari ini dan detik terakhir kita putus..

 

Jujur Saya tidak bisa membiarkan anda pergi dari hidup Saya!!

 

Ada kata-kata saya tidak bisa mengatakan belum

Kata-kata yang tetap di hati saya

Kata-kata yang saya tertelan

dalam ribuan kali

Saya jatuh cinta dengan Anda……..

 

 

“Oppa.. aku dengar kau akan bertanding mobil balap lagi ya,ini pertama kalinya kau mengundangku kesana walaupun aku sering melihatmu disana, tapi.. kau tidak pernah melihat kedatanganku di racing mobil .tapi sekarang.. Tidak sia-sia aku menyukaimu sejak lama kau pria yang selalu aku impikan.” Ujar Sooyeon terus-menerus mengelayut manja di lengan Baekhyun. Dan menaruh kepalanya dipundak Baekhyun. Ia ingin memanaskan hati Yoorin. Yoorin harus merasakan apa yang dirasakan Sooyeon dulu saat Baekhyun mengacuhkan keberadaannya. Ia memberi senyuman liciknya dengan Yoorin

“Ya aku akan balap lagi, aku harap kau tidak telat melihat pertandingannya.”Balas Baekhyun

Yoorin menghela nafasnya untuk keberapa kali. Kedua mata ia pejamkan dan menghirup udara sebebas-bebas mungkin. Sakit sangat sakit. Yoorin tidak kuat berdiri sendirian. Kedua tangan gadis ini ia genggam seerat-eratnya ia harus menghilangkan kemarahannya dengan gadis gila ini. Walaupun terdengar menyakitkan apa yang dikatakan gadis itu membuat Yoorin semakin terpuruk “ Baekhyun akan balap lagi” batinnya

 

 

 

“kau kembali kemasa dimana aku melarangmu balap Oppa, tapi.. sekarang kau melanggar janjimu kepadaku untuk tidak balap lagi dan terlihatnya kau begitu puas melihat kita putus, kau bahagia tidak ada larangan lagi untuk dirimu. Apa kau ingat saat dirimu menjadikan aku pacar apa yang kau lakukan kepadaku mungkin itu benar-benar terlihat gila. Jika aku mengingat semua nya begitu indah oppa”

 

FLASHBACK~~~~

 

“Baekhyun bagaimana apa Gadis lugu itu masih saja mengejarmu, apa kau tidak mau memberi dirinya pelajaran agar gadis culun itu meninggalkanmu.”Ucap Xiumin teman kampus Baekhyun

“Pelajaran..”Gumam Baekhyun, ia memikirkan sesuatu apa yang harus dilakukan untuk gadis culun itu yang masih saja mengejar-ngejar tidak ada kata lelah dari gadis yang bernama Park Yoorin tersebut.

Yoorin bukanlah gadis biasa, ia baru saja melanjutkan kuliah di Korea dari jepang. karena kepintaran dan keguguhan nya ia dapat penukaran mahasiswi oleh kampusnya. Saat itu Yoorin begitu senang mendengar ia akan pindah ditempat dimana ia dilahirkan oleh ibunya. Seoul adalah nama kota yang ia rindukan, semua impian Yoorin berada dikorea ini.

Sesudah gadis itu masuk kekampus barunya. Ia tidak sengaja melihat sosok pria tampan dengan senyuman dan eyeliner tebalnya itu. Yoorin merasa jatuh cinta lagi terhadap pria yang sudah menggetarkan hatinya. setiap hari Yoorin terus melihat pertandingan Basket Baekhyun ia terpana melihat begitu semangatnya Baekhyun memasuki bola ke gagangnya.

Merasa dipandangi dan diikuti terus Baekhyun merasa risih dengan gadis yang tidak ia kenal sama sekali. Baekhyun berfikir apa tidak ada kegiatan lain untuk gadis ini selain menatapnya dan menguntitnya.

“Oppa..kau pasti menang..” Teriak seorang gadis disamping Yoorin

Yoorin menolehkan kepala kesamping, ia mengerutkan keningnya melihat gadis itu menyemangati seseorang disana Yoorin penasaran siapa yang gadis itu sebutkan.

“Maaf. Kalau boleh aku tanya kau saat ini sedang menyemangati siapa?” Tanya Yoorin heran

Gadis itu menolehkan kepalanya kedua matanya menatap gadis berambut panjang menunggu jawaban darinya. Jiyoung merasa gadis disampingnya ini sepertinya baik ia mengulurkan tangannya memberi perkenalan dengan Yoorin.

Annyeong aku Byun Jiyoung, aku sedang menyemangati oppaku yang saat ini sedang bertanding. Sepertinya kau baru masuk di kampus karena aku selama ini tidak pernah melihatmu dilapangan basket ini.” Jiyoung tampak binggung dengan gadis disampingnya tiba-tiba saja gadis itu muncul dikampus dan memberi semangat dengan oppa-oppa dikampus, Ia tampak berpikir. Apakah gadis disampingnya ini ada hubungan atau pacaran dengan salah satu pemain basket disini?

Yoorin mengeluarkan senyum lebarnya. Dan menganggukan kepala “Ya.. aku baru saja masuk dikampus ini, aku begitu bahagia bisa kuliah disini.”Ucap Yoorin tersenyum-senyum saat kedua matanya menatap sosok pria yang saat ini penuh dengan keringat diwajahnya, lelaki itu mungkin sudah dua puluh lima kali memasuki bola ke gagang begitu menajubkan.

Pertandingan berakhir Tim basket Baekhyun menang melawan Tim Basket minho, Baekhyun tersenyum sinis kepada minho Ia menang taruhan dengan pria itu. pertaruhan itu tidak barang merah ataupun uang. Tapi pertarungan ini hanya untuk Adiknya. Ia tidak mau minho menjadikan Jiyoung pacar walaupun mereka sangat dekat. Tapi Baekhyun merasa Minho tidak lah sebaik yang adiknya kira. Ia tahu sifat pria gila ini suka bermain dengan perempuan. Baekhyun tidak mau Jiyoung tersakiti tapi.. pria itu berjanji akan menjauhi Jiyoung Jika dirinya menang tapi akhir pertandingan menjawab Baekhyun lah yang menang.

 

 

Baekhyun berjalan mendekati Minho dan ia menghentikan langkahnya berdiri disamping minho. Baekhyun mendekati wajahnya dengan telinga minho. Mengucapnya dengan pelan.”Kau kalah.. perjanjian adalah perjanjian jika kau tetap menganggu adikku tidak segan-segan aku akan memukulmu lebih dari ini. Apa kau mengerti?” Ujar Baekhyun berbisik pelan tapi sangat pedas ia menjauhkan kepalanya dan melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan lapangan basket itu.

“ARRGHHH.. Awas kau Baekhyun. Aku akan membalasmu!” Minho menendang keras bola basket dihadapannya, ia merasa kesal dan marah dengan ucapan Baekhyun barusan. Gila.. baru kali ini ada seseorang pria bisa mengalahkannya. Ia tidak percaya sama sekali.

“Oppa.. kau hebat.. aku bangga padamu.” Jiyoung berlari masuk keruangan ganti baju Baekhyun. Ia memeluk erat kakak laki-lakinya itu. hatinya begitu senang dan bahagia mempunyai kakak yang sangat begitu menyayangi dirinya dan senantiasa selalu menjaga dirinya.

Baekhyun tersenyum tipis dan kedua tangannya membalas pelukan Jiyoung. Mengusap pelan punggung adik perempuan satu-satunya. Baekhyun selalu berjanji akan melindungi adiknya. Apapun yang terjadi ia tidak akan pernah meninggalkan Jiyoung

“Ehmm..”Jiyoung menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun melepaskan dari pelukan oppa. Ia lupa jika dirinya membawa seseorang untuk dikenali ke Baekhyun, sepertinya gadis itu sangat mengaggumi Baekhyun. Sampai-sampai dipertandingan tadi kedua mata Yoorin selalu menatap Oppanya.

“Yoorin-ssi masuk lah. Kau pasti senang jika berkenalan dengan kakak laki-laki ku ini. Ia sangat baik kepadaku aku yakin kau tidak di apa-apakan dengan dirinya.”Jiyoung menyuruh Yoorin masuk. Ya gadis itu saat ini senang menormalkan detak jantungnya. Ia tidak percaya bagaimana bisa dirinya bisa berkenalan dengan adiknya Baekhyun. Adiknya sangat baik tapi kenapa kakaknya itu ketus sekali dengan dirinya.

“Ayo..” Jiyoung menarik tangan Yoorin masuk kedalam ruang ganti baju. tapi Yoorin tidak mau ia takut jika lelaki itu mengusir dan tidak mau berteman dengan dirinya apa lagi Yoorin selalu mengikuti Baekhyun saat dikampus pasti memalukan.

 

“O-Oppa kenalkan ini Yoorin teman baru kampus kita.” Gumam Jiyoung, Baekhyun belum menatap kedua orang itu karena ia sibuk mengelap keringatnya. Baekhyun menolehkan kepalanya memandang gadis disamping Jiyoung.. “Gadis ini.” Batinya terkejut

Jiyoung terus menyenggol lengan Yoorin agar memberi salam kepada Baekhyun. Karena lelaki itu senior dikampus ini walaupun Baekhyun adalah kakaknya tapi tetaplah Baekhyun selalu tegas kepada dirinya sendiri.

 

“Hilangkan kegugupanku Ya tuhan.” Ucap dalam hati Yoorin panik. Ia takut pria itu mengusirnya dan tidak mau berkenalan dengan dirinya.

A-annyhaseo Sunbae Kenalkan aku Park Yoorin mahasiswi baru disini.”Yoorin membungkukan kepalanya memberi salam kepada Baekhyun. Sejujurnya ia tidak sanggup berdiri berhadapan dengan Baekhyun pasti lelaki itu akan mengira jika Yoorin terus mengejarnya.

“Hmm.. Aku Baekhyun.” Balas Baekhyun datar. Ia mengalihkan pandangan dari kedua orang itu pura-pura sibuk menyusun baju didalam tasnya.

“Oppa.. Apa Aku boleh minta tolong kepadamu.”

“Apa..”Balas Baekhyun kepada Jiyoung.

“Hmm..begini apa kau mau mengajak Yoorin berjalan-jalan dikota seoul ini.. saat aku mengobrol tadi Yoorin sepertinya ingin berkeliling kota korea.”Ujar Jiyoung memohon. Ya Gadis itu sudah berjanji dengan Yoorin untuk mengajaknya jalan-jalan tapi ia lupa jika dirinya akan ada tambahan kuliah hari ini. Walaupun mereka baru kenal Jiyoung merasa gadis itu sangat menyenangkan.

“M-mwoo.. tidak apa-apa Jiyoung biar aku sendiri saja pergi.. aku tidak mau merepotkan orang lain. Mungkin sudah lama aku tidak kesini jadi lupa jalanan Korea.”Ucap Yoorin mencoba meyakinkan Jiyoung. Ia terkejut Jiyoung meminta tolong Baekhyun untuk mengajaknya jalan-jalan gila-gila Baekhyun bahkan diam tidak menjawab ucapan Jiyoung Yoorin merasa pasti Baekhyun tidak akan pernah mau berteman denganya. Bahkan jika Baekhyun mengajaknya berjalan-jalan itu sangat mustahil.

“Baiklah. Aku akan menemaninya. Jiyoung-ah lebih baik kau mengantarnya ditempat parkir mobilku dan tunggu saja aku disana”

“Ya.. tuhan aku dibawa jalan-jalan.. aku tidak menyangka sama sekali walaupun pria itu cuek tapi dirinya tetap mau berkenalan denganku.”Teriak Yoorin bahagia dalam hatinya. Ya pria itu lah yang pertama kali mencuri hati Yoorin. tatapan matanya membuat Yoorin tidak pernah berhenti menganggumi pria itu,

 

“Maaf.. Yoorin-ah aku tidak bisa menemanimu.”Ucap Jiyoung memasang raut wajah menyesal

“Tidak apa-apa Jiyoung aku tidak akan memaksamu terima kasih kau telah menjadi temanku.”Yoorin memeluk erat Jiyoung ia merasa bahagia mempunyai teman baru seperti Jiyoung padahal mereka baru kenal beberapa jam yang lalu tapi gadis ini sangat baik kepada dirinya. Tidak sombong.

“Hmm..kalau begitu aku masuk kelas dulu ya Yoorin.. kau tunggu saja oppa ku dparkiran.”Jiyoung tersenyum tipis. Ia berjalan keluar meninggalkan Yoorin didalam ruangan baju.

Keheningan, kesunyian dan hanya music pop menghilangkan keheningan mereka. Tidak ada satupun yang mau membuka suaranya. Kedua mata orang itu masih memandang kearah depan jalan. Hati Yoorin terus berdegup kencang duduk disamping pria yang tidak pernah ia sangka jika dirinya akan duduk bersampingan dengan orang terkenal dikampusnya yaitu Byun Baekhyun.

Mobil Audi Le Mans Concept Warna putih milik Baekhyun berhenti ditaman kota yang cukup ramai orang-orang disana. Gadis-gadis berpakai minim dan seksi hanya memakai tank top saja dan rok sependek mungkin terlihatlah disana mobil-mobil termewah dan termahal yang ada ditaman ini. Banyak orang-orang kaya berkumpul disana.

Yoorin beranjak dari kursinya membuka pintu mobil. kedua matanya meyipit melihat pemandangan didepannya begitu menyeramkan ada gadis-gadis berpakaian minim dan juga ada sepasang kekasih yang sibuk bercumbu didalam mobil mereka masing-masing. Yoorin merasa cemas kenapa Baekhyun membawanya kesini.

“Baekhyun-ssi ini dimana.. Hmm.. apa kau bisa mengantar aku pulang saja aku tidak biasa melihat seperti ini.”Ucap Yoorin merasa risih melihat para lelaki disana memberi tatapan yang menggelikan dengan dirinya. Baru pertama kali untuk gadis ini melihat Orang-orang terbuka-buka “sepertinya semuanya anak orang kaya ‘ pikir Yoorin.

Baekhyun hanya diam tidak mengucapkan sepatah katapun ia pun hanya menjawab singkat ucapan Yoorin.”kau ikut aku saja dan setelah itu aku akan mengantarmu pulang.”

Yoorin menganggukan kepalanya menuruti perkataan Baekhyun. Seorang pria tinggi kurus berjalan mendekati dirinya. Yoorin takut jika pria ini akan jahat kepadanya. Sebenar apa yang akan Baekhyun lakukan untuk dirinya.

“Hmm..Baekhyun tumben sekali kau membawa gadis kesini. Pacarmu ya.. hmm.. cantik juga tidak salah kau memilihnya untuk bertaruh balap mobil denganku.”Ucap Jon Gin pria itu mengajak Baekhyun balap mobil lagi dan taruhannya adalah gadis disamping Baekhyun.

Baekhyun mengalihkan pandangan menatap Yoorin yang saat ini masih sibuk memandang tempat-tempat ini. Tanpa pikir panjang lagi Baekhyun menjawab “Baiklah aku akan mempertaruhkannya Jika aku menang kau harus membelikanku mobil ferrari keluaran terbaru.”Baekhyun memicingkan matanya dengan Jongin. Jongin hanya membalas senyuman seringainya ia menepuk pelan pundak Baekhyun dan berhenti dihadapan Yoorin. kedua matanya terus menatap Yoorin dari atas kebawah membuat gadis itu sedikit takut dan salah tingkah. Setelah itu Jongin berlalu dari hadapan mereka

“Ayo ikut aku..”Baekhyun menarik lengan Yoorin. gadis itu terkejut Baekhyun membawanya masuk kedalam mobil lagi.

 

“Akhirnya Baekhyun-ssi membawaku pulang.”Ucap dalam hatinya lega. Tapi.. saat Baekhyun mengendarai mobilnya betapa terkejutnya ia melihat ada kedua orang wanita berdiri disana sambil memegang bendera.

Yoorin menolehkan kepalanya kekiri kekanan terlihat banyak mobil dibelakanya disamping dan ada pria yang waktu bersama Baekhyun sedang mengendarai mobilnya dan menatap sinis kepada Mereka berdua.

“B-Baekhyun apa yang terjadi?”Yoorin panik ia takut apa yang dilakukan Baekhyun kepada dirinya apa lelaki itu akan menjahati Yoorin. sebenarnya apa yang terjadi?

“One..Twoo..Three..Lets GO..” Teriak wanita itu dan mengibarkan bendera disana.

Mobil Baekhyun melaju dengan kecepatan tinggi.. Baekhyun terus menekan gasnya ia tidak mau kalah dengan taruhan ini ia pasti akan menang.

“A-pa yang kau lakukan Baekhyun-ssi BERHENTI..”teriak Yoorin kencang tapi.. Baekhyun masih saja melaju kencang.

“Eomma..Appa tolong aku.. Aku takut..”Setetes air mata itu jatuh dipipi Yoorin ia takut dengan kecepatan ia takut terjadi apa-apa kepada dirinya. Apa yang harus Yoorin lakukan untuk keluar dari sini. Yoorin sangat marah dengan Baekhyun apa ini yang di berikannya perkenalan Gila lelaki ini memainkannya.

“Aku tunggu taruhan itu.. gadis itu akan menjadi milikku..” Jongin meneriaki suaranya ia tersenyum sinis dengan Baekhyun. Ia masih membawa mobil itu mengebut saat Ini hanya Jongin dan Baekhyunlah yang menentukan kalah dan menangnya.

Baekhyun menambah kecepatan mobilnya, ia harus menang dan Baekhyun harus mengalahkan Jongin ia buktikan kepada lelaki itu jika Baekhyun tidak bisa bermain-main dengannya. Baekhyun sibuk menatap jalanan didepan ia tidak menyadari jika Gadis disampingnya itu menutup matanya terus berdoa.

“Jrreengg..” Mobil mereka sudah berhenti difinal ternyata yang menang ialah Byun Baekhyun seorang pembalap yang tidak bisa terkalahkan oleh siapapun. Baekhyun menatap Jongin sinis.

Perlahan Yoorin membuka matanya. Tubuhnya lemas ia tidak kuat. mungkin semua isi yang berada diperutnya akan keluar. Keringat dingin bercucuran di wajahnya ia sangat pucat sekali. Jantung Yoorin masih tidak beraturan.

Baekhyun menolehkan kepalanya memandang Yoorin. Baekhyun terkejut melihat Yoorin sangat pucat bibir gadis itu memutih dan keringat dingin membasahi wajahnya. Baekhyun tidak menghiraukan keadaan Yoorin ia beranjak dari mobilnya tanpa menanyakan keadaan gadis itu.

“Yaya..ya aku kalah Byun Baekhyun gadis itu padahal taruhan kita tapi aku tidak mendapatkannya.. ARGGGHH.. Gila… Dan dengan mobil baru itu besok aku akan mengantarnya dirumahmu. Kau tenang saja.”Jongin mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar padahal ia sangat tertarik dengan gadis yang saat ini menatap tajam kearah Baekhyun.

Hatinya Yoorin seperti terbakar, langsung saja gadis itu menarik tubuh Baekhyun berdiri dihadapannya perasaan kesal dan campur marah dengan Baekhyun. Dengan mata berkaca-kaca seraya kedua tangannya gemetar.

PRAKKKK….

Bunyi tangan Yoorin melampiaskan ke Baekhyun sangatlah keras. Baekhyun terkejut gadis itu tiba-tiba menampar pipinya yang sudah memerah padam.

“Yakk.. gadis babo apa yang kau lakukan..” Teriak Baekhyun marah tangannya terus mengusap pipinya yang baru saja ditampat Yoorin.

Setetes air mata itu jatuh. Hati yoorin sangat sakit ia menyadari jadi begini sifat pria yang selalu ia kagumi dan ia sukai apa pria ini suka mempertaruhkan wanita hanya untuk kesenangannya saja.

“Apa kau puas menjadikanku Taruhan..PUASS!!” Yoorin mengencangkan suara tepat dihadapan Baekhyun.Baekhyun hanya terdiam mendengar kemarahan Yoorin ada sedikit tersirat kesalahan dihatinya.

 

 

“Terlalu bodoh untuk diriku menangis didepan namja gila ini.”Ucap Yoorin dalam batinnya. Ia mengusap kasar air mata dengan kedua tangannya. Tanpa banyak kata-kata lagi gadis itu langsung saja beranjak dari mobil Baekhyun. Tanpa menatap Baekhyun ia benar benar marah dengan pria itu. serendah itukah harga dirinya untuk Baekhyun.

“ARGGGHH.. apa yang aku lakukan? Kenapa semuannya jadi begini.” Baekhyun memukul stir mobilnya dengan kuat. Ia tidak menyangka membuat gadis itu marah besar kepada dirinya. Padahal ini adalah hal yang sangat menyenangkan untuk lelaki ini. Kedua mata Baekhyun terus melihat kearah depan gadis itu berjalan cepat meninggalkan Baekhyun. Baekhyun merasa bersalah dengan Yoorin

“Namja Babo.. kenapa aku bisa menyukainya ya Tuhan.. dia adalah pria yang terjahat didunia ini. Begitu bodohnya aku telah menyukai lelaki itu tanpa mengerti perasaanku. Aku harus menghapusnya ia bukan pria impianku.”Yoorin kesal dengan Baekhyun ia berjanji akan menghapus pria itu dari hatinya. Gadis itu terus berjalan tanpa melihat kekiri kekanan jika ada seseorang pria yang sedang menatapnya dengan nakal.

“Kemana gadis culun itu.. bagaimana jika dia hilang? Hah.. aku harus menemukannya.”Baekhyun terus menyetir pelan mobilnya. Kedua matanya menoleh kekanan kekiri mencari Yoorin. Ia tampak khawatir dengan gadis itu apa lagi ini tempat balap tempat dimana laki-laki jahat berada dilingkungan taman ini.

“Hai.. Yeoja cantik.”Pria setengah mabuk itu menyentuh punggung Yoorin. ia tersenyum nakal melihat tubuh Yoorin dari atas kebawah. Sepertinya tidak ada salahnya dia menjadi mangsaku malam ini? Pikir Pria itu

Terkejut. Yoorin membalikan tubuhnya. Ia mengerutkan keningnya melihat ada pria asing berada dihadapannya sepertinya dengan keadaan mabuk.”Apa pria ini baru saja minum soju?.” Tanya Yoorin dalam hatinya ia tidak menyadari jika pria itu akan melakukan kejahatan kepada dirinya.

“Ayo ikut aku.”Lelaki setengah mabuk itu menarik pergelangan tangan kiri Yoorin. ia menyeret Yoorin dengan keras membuat tangan gadis itu memerah. Yoorin membulatkan kedua matanya saat lelaki itu menarik pergelangan dirinya dengan keras. Menyadari apa yang dilakukan pria mabuk ini Yoorin dengan sekuat tenaga menahan tubuhnya agar tidak mengikuti lelaki mabuk ini

“Yakk..Apa kau gila? Apa yang kau lakukan kepadaku.”Yoorin berusaha terus-menerus menarik tangannya dengan kencang tapi tetap saja pria itu lebih kaut dari tenaganya.

“Aku mohon lepas.”seluruh tubuh Yoorin mendadak lemas ia tidak sanggup menahan kesakitan dipergelangan tangan kanannya. Ia harus minta tolong dengan siapa dirinya sudah di ujung taman tidak ada satupun orang disini.

Lelaki mabuk itu hanya mengeluarkan senyuman seringainya. Ia menarik sekuat-kuatnya menarik pergelangan tangan Yoorin akhirnya pria itu bisa membawa Yoorin. Tapi.. tiba tiba langkahnya berhenti saat ada sebuah tangan menahannya dengan keras. Lelaki mabuk itu membalikan tubuhnya memandang seorang pria yang berdiri dibelakang dengan tatapan kemarahan.

Buk..Bukk..Bukk

Baekhyun langsung saja memukul wajah lelaki mabuk itu dengan perasaan kesal dan marah. Ia terus meninju tanpa berhenti. Lelaki itu sudah terkulai lemas berbaring dirumput-rumput. Gadis yang saat ini dihadapannya hanya menatap nanar pemandangan didepannya ia takut melihat seseorang berkelahi dihadapan dirinya. Ia takut jika lelaki ini terluka karena menyelamatkan dirinya.

“Cukup Baekhyun-ssi.”Yoorin memegang tangan Baekhyun. Ia menghentikan pukulan Baekhyun dengan pria setengah mabuk itu. ia takut Baekhyun terluka. Dengan nafas terengah-engah Baekhyun berhenti memukul lelaki itu tangannya mengepal. Ada kesakitan disana begitu kuatnya ia meninju lelaki itu. Ini pertama kali untuk Baekhyun menyelamatkan seorang gadis bahkan yang tidak ia sukai. Baekhyun berdiri ia menolehkan kepalanya menatap sebelah kiri sosok gadis itu berdiri lemas. Air mata sudah terlalu banyak dipelupuk mata Yoorin.

“Ayo.” Baekhyun menarik Tangan Yoorin. ia harus menyelamatkan gadis itu terlebih dahulu. Jika mereka berdiri disini terus bisa-bisa mereka akan habis semuanya disini.

Yoorin mengikuti Baekhyun ia tertunduk lemas saat kedua matanya menatap Baekhyun menggengam erat pergelangan tangannya begitu lembut dan tidak menyakitkan. Tidak sengaja Yoorin menatap Bayangan orang yang saat ini mengikuti mereka pasti lelaki mabuk tadi.

“Baekhyun-ssi pria itu mengikuti kita.”Gumam pelan Yoorin.

Baekhyun menundukan kepalanya kebawah melihat memang ada banyak mengikuti mereka. Tiba-tiba kedua mata Baekhyun melotot saat lelaki itu akan melayangkan sesuatu kepada mereka. Tanpa aba-aba Baekhyun langsung mendorong jatuh tubuh Yoorin ia tertunduk lemas saat lelaki mabuk itu memukul wajahnya dengan kayu kecil. Kening lelaki itu langsung saja mengeluarkan darah. Dan lelaki mabuk itu langsung saja berlari kabur meninggalkan mereka setelah memukul Baekhyun cukup keras.

Yoorin terkejut melihat Baekhyun terkulai lemas di sana. Yoorin menegakan tubuhnya ia menghampiri Baekhyun yang saat ini kesakitkan lelaki itu terus saja memegang keningnya.

“Ayo.. Baekhyun-ssi kita harus mengobati lukamu kerumah sakit.”Yoorin membantu Baekhyun berdiri dan memapah tubuh Baekhyun yang lumayan cukup berat baginya. Ada perasaan sedih melihat Baekhyun menyelamati dirinya hingga membuat pria itu terluka.

“Tidak..lebih baik antarkan aku pulang saja..”Baekhyun ingin mengobatinya dirumah saja. Ia rasa kepalanya yang terluka tidak terlalu berat cukup mengobatinya saja mungkin sedikit hilang rasa nyeri itu.

Yoorin menganggukan kepalanya mengerti apa yang dikatakan Baekhyun.

Gadis itu terus mengobati, mengusap luka dikening Baekhyun dengan obat merah dan kapas. Ia menekannya dengan pelan- sangat pelan. Untung saja Baekhyun tidak menyadari jika jantungnya berdetak dengan kencang. Ia terlalu takut menatap Baekhyun. Dan Yoorin sudah melupakan kejadian Baekhyun mempertaruhkannya, yang ia khwatirkan sekarang adalah keadaan Baekhyun bukan masalah tadi.

“Tap..” sebuah tangan menghentikan pergerakannya. Lelaki itu menggengam erat lengan Yoorin kedua matanya terus saja menatap gadis itu. Yoorin sedikit salah tingkah saat Baekhyun menatap kedua matanya sangat dalam.

“Mianhe.. untuk yang kulakukan tadi.”Baekhyun meminta maaf dengan Yoorin. ia merasa bersalah telah mempertaruhkan Gadis ini dan membuat gadis itu hampir saja celaka karena dirinya.

Yoorin hanya mengeluarkan senyuman tipisnya. Ini untuk pertama kali untuknya Baekhyun menyelamatkan dirinya dan walaupun sempat ada kekacuan. Tapi.. sepertinya lelaki ini tahu apa yang baru saja dilakukannya terhadap Baekhyun.

“Aniyo, Gomawo telah menyelamatkanku.”Ucap Yoorin ia terus mengusap luka Baekhyun diwajahnya karena luka itu cukuplah besar.

 

“Walaupun pria ini sangat cuek tapi.. ia mempunyai perasaan yang begitu lembut.. membuat aku semakin-semakin menyukai lelaki ini.”Batin Yoorin

“sudah selesai. Jika terlalu parah lagi lebih baik kau mengobatinya dirumah sakit saja.”Yoorin terus memandang Kening Baekhyun. Terlihat cukup banyak memar diwajah lelaki itu apa Baekhyun hanya menyelamatinya? Hanya untuk minta maaf saja.

 

Baekhyun menganggukan kepalanya ia tersenyum tipis dan membenarkan letak duduknya. Kedua mata it terus memandang wajah Yoorin. gadis itu mempunyai wajah alami serta wajah yang mulus dan sepertinya tidak banyak memakai kosmetik hanya olesan sedikit terdapat diwajahnya.

 

Semenjak Baekhyun mencoba menerima Yoorin disitulah hati Baekhyun terbuka dan memantabkan hatinya bahwa Yoorin adalah pasangan untuk hidupnya. Baekhyun merasa Yoorin adalah gadis pertama yang dapat menyentuh hatinya untuk pertama kali..

 

Flashback End –

“Yoorin..” Jiyoung menyapa gadis yang sedari tadi melamun di kantin kampus, Jiyoung menatap wajah Yoorin ada tersirat kesedihan disana. Ia merasa apa yang dirasakan gadis itu pasti sangatlah sakit. Tidak semudah itu Yoorin melupakan kakaknya. Tapi ia masih heran kenapa gadis ini memutuskan oppanya?

Tersadar dari lamunannya Yoorin mengeluarkan senyum tipis untuk Jiyoung, ia mengambil minuman dihadapannya dan meneguk minuman itu. saat ini Yoorin tidak ingin makan apa-apa mungkin isi dalam perutnya ini banyak menyimpan air dari pada makanan.

“Yoorin apa nanti malam kau mau ikut denganku.”

Yoorin menatap Jiyoung dan mengerutkan keningnya binggung “ Memangnya kau mau kemana Jiyoung-ah”

Sedikit ragu-ragu Jiyoung mengatakannya. Ia takut Yoorin tidak mau ikut dengan melihat pertandingan balap mobil Baekhyun.”Hmm… ketempat Racing mobil Baekhyun, Kau ikutkan Yoorin.”Jiyoung memasang wajah memohonnya untuk Yoorin melihat itu.

Yoorin terdiam, tubuhnya se akan kaku mendengar kata Balap yang terus teringat dimemory kepalanya, ia sangat membenci Balap Baekhyun pasti ada taruhan perempuan disana.”A..aku sepertinnya..”Yoorin terlihat sedih memandang wajah Jiyoung memohon. Dan sahabatnya itu merapatkan kedua tangannya ia genggam se akan memberi isyarat ia harus menerima ajakan Jiyoung.

Yoorin menghela nafasnya dalam-dalam “Baiklah aku akan menemanimu kesana Jiyoung..”

Jiyoung tersenyum riang, ia berhasil mengajak Yoorin melihat Baekhyun, ia pasti akan membantu memperbaiki hubungan mereka berdua.

“Kau memang sahabatku yang terbaik Yoorin-ah” Jiyoung mengacak-ngacak rambut Yoorin dan langsung saja gadis itu meninggalkan Yoorin.

 

Racing Mobil..

“Akhirnya kau datang Juga Baek~.” Jongin tersenyum sinis ia menepuk pelan punggung Baekhyun, setelah sekian lama baru inilah Baekhyun mengikuti balap lagi.

Baekhyun tersenyum kecut mendengar kata-kata Jongin, ia tidak habis pikir bagaimana ia bisa berdiri disini lagi apa karena Baekhyun putus dengan Yoorin jadi ia bisa puas bermain dengan Hobinya..

“Oppa..” Sooyeon berteriak kencang memanggil Baekhyun. Ia bahagia bisa melihat Baekhyun lebih dekat lagi. ia tidak menyangka Baekhyun berubah baik secepat itu..

Baekhyun menolehkan kepalanya kea rah suara nyaring disana. Ia hanya memandang Sooyeon sekilas dan mengalihkan pandangan itu lagi kedepan. Baekhyun sibuk memanaskan mobilnya sebelum balap mulai.

“Oppa..” seorang gadis menghampiri Baekhyun. Ia tersenyum melihat kakaknya yang saat ini akan balap, ia rasa pasti Baekhyun menang.

Baekhyun tersenyum manis ia mengacak-ngacak rambut adiknya itu sedikit gemas, walaupun mereka sudah besar tapi.. tetap saja Baekhyun terkadang melakukan Jiyoung seperti anak kecil. Melihat tingkah kakaknya pertama kali ia sedikit malu tapi setelah lama-lama Jiyoung merasa senang karena ini pembuktian Jika Baekhyun menyanyanginya.

“Oppa.. ada yang ingin aku katakan kepadamu,” Ucap Jiyoung ragu-ragu kedua matanya melihat sekitar disana, ia memandang sahabatnya itu sedang asik sendirian disana.

“Wahh…Wahh…ternyata ada gadis pujaanmu disini Baekhyun-ah.. apa dia telah mengijinkanmu balap lagi.. sepertinya ini sangat menyenangkan..”Jongin berjalan mendekati Yoorin yang berdiri dibawah pohon sana, gadis itu tidak menyadari jika Baekhyun terkejut melihatnya ada di sini.

“Teepp..” Tiba-tiba ada seseorang yang menarik kuat pergelangan tangan Yoorin, gadis itu tersentak dan merasa kesakitan di tangannya. Yoorin mengangkat kepalanya melihat siapa yang menarik tubuhnya secara kasar. Ia tidak menyangka jika yang menyeretnya kesini adalah Kim Jongin .. pria yang dulu pernah meminta mempertaruhkan dirinya dengan Baekhyun. Apa ini akan terulang lagi.

“Lepas.. tolong lepas..”Yoorin meronta-ronta, ie terus menarik pergelangan tangannya, tenaga Jongin lebih besar darinya membuat gadis itu menyerah.

Kedua tangan pria itu ia genggam dengan erat, ada puncak kemarahan disana. Ia tidak suka jika Yoorin diperlakukan seperti itu. ia tidak mau masa lalu itu terulang kembali. Ia tidak ingin meyakiti gadis ini lebih dalam lagi. ada tersirat kesedihan di benak Baekhyun melihat Yoorin meronta-ronta..

“O-oppa.”Jiyoung merasa takut melihat Yoorin di seret-seret oleh Kim Jongin. Jiyoung menarik tangan Baekhyun untuk menolong gadis itu. tapi tidak selangkah kakipun Baekhyun menolong Yoorin. Jiyoung menangis ia takut sangat takut jika sahabatnya di perlakukan tidak baik oleh Jongin.

Tanpa Banyak bicara Baekhyun membuka pintu mobilnya, ia harus meninggalkan tempat ini sebelum Yoorin banyak disakiti oleh teman balapnya disana.

“Apa yang kau lakukan Baekhyun, Apa kau tidak akan menyelamatkan gadis yang kau cintai ini? Apa kau tidak lihat betapa menyedihkan dirinya karena sudah ditinggalkan oleh Byun Baekhyun. Menurutku gadis ini bodoh telah mencintaimu. Jika kau pulang aku tidak akan segan-segan menghambisi wanita ini tapi.. aku berjanji aku hanya melakukan malam ini saja. Aku ingin mencoba menikmati tubuh gadis ini.” Teriak Jongin sekeras mungkin membuat Baekhyun menghentikan gerakan tangannya ia menolehkan kepala kesamping ia memberi tatapan tajam untuk Jongin.

Wajah Baekhyun memerah padam. Emosi Baekhyun memuncak ia berjalan cepat menghampiri Jongin, ia sudah tidak tahan melihat sikap temannya ini. Yang saat ini ia perlukan hanya untuk menyelamatkan Yoorin.

“Apa yang kau mau dariku..”Tanya Baekhyun, ia berdiri dihadapan Jongin, memberi tatapan tajam untuk Jongin

Jongin mengeluarkan senyum sinisnya ia terus saja menahan tangan Yoorin. “Ayo kita bertaruhan lagi untuk kedua kalinya dengan gadis ini, Tapi..semua ada syarat gadis ini harus berdiri disana dan mengibarkan bendera disana dengan pakaian seseksi mungkin Bagaimana dengan tawaranku.”

Tanpa pikir panjang Baekhyun menganggukan kepalanya. apapun ia lakukan untuk menyelamatkan Yoorin. Yoorin menatap Baekhyun kecewa kenapa Baekhyun menyelamatkannya dan mempertaruhkan lagi dirinya untuk ini serta ia disuruh menukar pakaian seksi.

Yoorin diseret oleh gadis-gadis disana ia dibawa kekamar pengganti untuk menukar bajunya. Yoorin terkejut melihat baju itu sangat seksi sekali, baju tanpa lengan dan sebetas paha. Pasti semua lekuk tubuh Yoorin terlihat semua bagaimana ini.. ia pasti tidak bisa menolaknya. Yoorin terlihat pasrah memandang Dress pendek itu. dan menggantinya.

“Tuhan kuatkan aku..” Yoorin menutup kedua matanya, ia berdoa semoga semua ini cepat berlalu ia malu sangat malu..

Gadis itu berjalan keluar dari kamar pengganti menuju jalannan yang sudah disiapkan ia membawa bendera dan berdiri di tengah- tengah mobil balap. Yoorin merasa hatinya sangat sedih..

Ia tidak menyadari jika pria dimobil itu menatapnya, ada perasaan sedih didalam hati Baekhyun ini untuk keberapa kalinya ia mengecewakan Yoorin. ia benar-benar menyakiti Yoorin

Bendera itu mulai berkibar dan dalam hitungan detik Mobil itu akan balap..”One…Two..Three..LETS GO!” teriak Yoorin kencang ia menutup kedua matanya saat mobil itu melaju kencang. Perasaan takut terus selimuti di diri Yoorin

“Mianhe..”Batin Baekhyun. Ia harus menyelamatkan Yoorin, ia tidak ingin Yoorin terluka hanya kerana dirinya.. Baekhyun terus menekan gas mobilnya sangat cepat…

TBC~~~~

Hai kembali lagi denganku..

Bagaimana dengan Fanfictionku..

Aku harap setelah membacanya kalian koment..

Agar aku tahu apa yang harus diperbaiki/bagus atau tidak Fanfiction ini..

Jangan jadi silent ya chingu..

Hargai kerja keras kita….

“GOMAWO”

27 responses to “[Freelance] I STILL LOVE YOU (CHAPTER 3)

  1. Hohoo berasa nonton film’y si dono kasino indro(?lohkoq?).apa bekyun bakal menang?q dukung bekyun menang!!ok d tggu next chap’y n fighting!

  2. good……!!!saya suka…saya suka!!!next chap ya.tpi di updatenya jgn lama2 dong.apalagi ampe hiatus.huhuhi……….oke.ttplah berkarya…..

  3. moga aja baekhyun menang gak kebayang kalo jongin yang menang habislah yoorin tapi kemenangan baekhyun kayaknya diragukan jafi was was nich
    lanjutannya jangan lama lama ya chingu

  4. duh~ ini makin runyam ceritanya .. jadi dagdigdug bacanya >.<

    baekhyun fighting!!

    oh ya thor … bahasanya agak bikin pusing tolong perbaiki lagi 🙂

    keep writing n fighting ^^9

  5. Smoga baekhyun menang n bsa balikan ma yoorin…mkin seru n bkin greget,msh da typo dkit,dtnggu next chap…fighting!!

  6. Yang ini bikin deg2an deh, makin penasaran ajaa… btw thor, wp pribadi mu nggak bisa dibuka.. 😦 aku pengen mampir

  7. semoga baekhyun menang deh 😦 kasian yoorin udah berkorban kalo ga menang -_- kapan baikannya sih mereka miris banget deh bacanya. seengganya diomongin baik2 kek ga pake emosi! masih saling cinta tapi nyakitin gitu bikin geregetan aja dah ah >_< di tunggu next chapternya ya jgn lama2 thor 🙂

  8. semoga saja baekhyun menang dari jongin dan dapat menyelamatkan yoorin dari penderitaannya.
    dan hubungan mereka menjadi baik dan bahagia bersama
    next chapternya ya thor.
    aku kasihan lihat yoorinnya yang harus disakiti padahal ia gadis yang baik dan polos.
    keep writing!!

  9. Oh gtu masa lalunya. Kasian Yoorin. Padahal kelihatannya menggapai cintanya sulit, tapi end juga karena ucapannya 😦

  10. Sedikit bingung disini..
    Bukannya jinyoung itu temen yoorin sejak sma?? Knp dsni kenalan dikampus..
    Ato aq yg salah baca yah thor?? :s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s