[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8)

The Best For Someone Who I Love 2 (8)

Title                       : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8)

Author                  : @YoMollayo

Main Cast           : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Support Cast      : EXO members

Genre                   : Romance, Friendship

Rating                   : PG-13/PG-17

Length                 : Chapter

Disclaimer           : All of the stories belong to God but written by me

Poster by             : Wuu

Previous              : Part 1 , Part 2 , Part 3 , Part 4, Part 5, Part 6, Part 7

Annyeong chingudeul…. Akhirnya bertemu lagi setelah sekian lama. Semoga chingudeul belum lupa sama ff ini dan tetap baca walaupun ceritanya makin ngawur hahaha. Happy reading^^

—AUTHOR POV—

‘Ah ani ani, ada Chanyeol bersamanya. Apa yang perlu aku pikirkan’ namja sipit ini memukul kepalanya dengan supit yang ada di tangannya.

“Are you okay? You don’t look good” tanya temannya yang lain.

“Ah… I think I’m just tired. I should go home” namja bermata sipit ini tersenyum pada teman-teman nya.

“Thank you for the food. See ya” namja bermata sipit ini tersenyum lalu pergi dari rumah makan meninggalkan teman-temannya.

Sampai di apartemen kecil barunya, dia merebahkan diri di kasur empuknya, berusaha memejamkan matanya untuk tidur.

‘Dia pasti.… baik-baik saja’ guman namja ini pelan tetap dengan hati gusar

“Sudahlah dia baik-baik saja” namja ini menendang-nendang selimut nya gusar, dia berusaha untuk tenang tapi usaha yang di lakukannya sia-sia. Beberapa saat kemudian, namja ini bangun dari tempat tidurnya dan mencari sesuatu yang baru di ingatnya.

*****

3 tahun kemudian….

Kriiiiinggggg Kriiiiiiingggg Kriiiiiiingggg

Sudah berkali-kali hp yang terletak di atas meja bergetar tetapi yeoja ini tetap tidak bangun juga, membuat seorang namja yang menunggu jawaban telefon ini geram. Dengan sedikit kecewa namja bertubuh tinggi ini memasuki kediaman orang yang di telfonnya.

“Annyeong haseyo eomoni” sapa namja ini ramah mendekati seorang wanita paruh baya yang sedang memasak di dapur

“Ah Chanyeolie…. Eunsung di kamarnya, kau kesana saja. Bagunkan dia” wanita paruh baya ini menatap namja ini sekilas lalu kembali dengan aktivitasnya

“Ah ageseumnida eomoni” namja ini tersenyum ramah lalu segera meninggalkan nyonya Cha

Chanyeol menaiki tangga menuju lantai 2 rumah ini, tempat di mana kamar Eunsung berada. Namja ini mengetuk-ngetuk pintu kamar yeoja mungil itu berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Perlahan-lahan Chanyeol membukanya lalu tersenyum lembut menatap Eunsung yang sedang tidur.

“Sung… bangun…” Chanyeol memanggil nama sambil menggoyangkan badan sahabatnya lembut

“Hmmm…” guman Eunsung malas

“Bangun… sudah siang” Chanyeol tersenyum, tapi hanya di balas gumanan dari sahabatnya

Kesabaran Chanyeol mulai habis, berkali-kali dia melakukan hal tersebut tapi sahabatnya tidak bangun, justru semakin menutupi dirinya dengan selimut tebal nya. Namja raksasa ini menghembuskan nafasnya berat, berusaha mencari ide untuk membangunkan sahabatnya ini.

“Ah…..” guman Chanyeol yang baru saja mendapat pencerahan

Chanyeol mengambil paksa guling yang Eunsung peluk lalu dia membaringkan dirinya di space kosong tempat tidur Eunsung. Chanyeol dan Eunsung sekarang berhadapan. Sesekali Chanyeol tersenyum melihat wajah Eunsung yang tertidur, wajahnya terlihat sangat lelah tapi sangat menyenangkan untuk di pandangi.

“Hmmmmm” guman Eunsung pelan lalu memeluk Chanyeol yang ada di depannya. Chanyeol terkekeh pelan

Eunsung semakin mengeratkan pelukannya, dia berusaha menarik Chanyeol untuk lebih dekat tapi karna merasa usahanya sia-sia akhirnya Eunsung yang mendekatkan dirinya pada Chanyeol.

Wajah Chanyeol dan Eunsung kini sangat dekat. Chanyeol membelalakkan matanya, jantungya berdetak berkali-kali lebih cepat, warna merah muda mulai muncul di pipinya.

Eunsung berusaha mendekatkan Chanyeol tetapi dia merasa sesuatu yang aneh. Eunsung menepuk nepuk Chanyeol.

“Mengapa gulingku sangat keras……” guman Eunsung dengan mata tertutup. Chanyeol terkekeh mendengarnya.

Eunsung menepuk-nepuk wajah Chanyeol membuat namja ini sedikit berteriak karena sakit. Merasa aneh dengan apa yang terjadi, Eunsung perlahan lahan membuka matanya sekaligus mengumpulkan kesadaran.

“Aaaaarghhh” teriak Eunsung spontan melihat wajah Chanyeol persis di depan wajahnya.

“Ya! Byuntae Byuntae apa yang kau lakukan” Eunsung memukul mukul Chanyeol

“Aaaaap appo ya appo ya ya ya” Chanyeol berusaha melindungi dirinya

“Apa yang kau lakukan?” Eunsung menghentikan pukulannya

“Membangunkanmu” Chanyeol terkekeh pelan

“Kenapa kau bisa disini? Apa yang sudah kau lakukan? Eommaaaa” Eunsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil merengek.

“Pabo! Aku tidak melakukan apapun padamu. Ceritanya panjang. Intinya jika aku tidak melakukan ini kau tidak akan bangun. Sudah cepat mandi, ada yang ingin ku tunjukkan padamu” Chanyeol terkekeh pelan.

Eunsung diam berusaha berpikir.

“Sudahlah tidak ada yang perlu di pikirkan. Palli palli” Chanyeol mendorong kepala Eunsung pelan lalu pergi keluar dari kamar yeoja polos ini.

-20 menit kemudian-

“Jadi apa yang ingin kau tunjukkan?” tanya Eunsung menatap Chanyeol yang sedang membaca koran di ruang tengah

“Ah kau sudah selesai, kajja…” Chanyeol menarik tangan Eunsung lembut lalu membawanya ke luar rumah Eunsung

“Tadaaaaaa” Chanyeol membuka kedua tangannya, menunjuk sebuah mobil hyundai berwarna hitam. Eunsung diam tidak mengerti

“Ini mobilku Sung” Chanyeol tersenyum. Eunsung membelalakkan matanya

“Woaaah jjinja? Woah daebak!” kagum Eunsung melihat mobil di depannya

“Bagaimana bisa kau? Woah” tanya Eunsung

“Aku menabung dari uang kerja sambilan ku sejak kuliah dan uang gaji serta bonus selama 2tahun bekerja” Chanyeol tersenyum

“Woah daebak! Daebak! Aku bangga padamu” Eunsung mendorong Chanyeol

“Hahaha biasa saja, lagipula ini bukan mobil mahal”

“Tapi tetap saja hebat! Membeli mobil dengan uang sendiri woah”

“Hmm… Sung, mulai lusa kita tidak perlu menaiki kendaraan umum lagi untuk bekerja. Aku akan mengantar dan menjemputmu setiap hari”

“Mwoya? Andwae andwae! Kantorku dan kantormu memang searah tapi jika kau mengantarku sampai kantor kau harus memutar jauh untuk sampai ke kantormu lagipula jalanan sangat macet dan jarak kantormu dari tempatku masih sangat jauh, kau pasti akan sangat lelah”

“Gwenchana” Chanyeol tersenyum tulus

“Ah turunkan saja aku di depan gedung Deonghak, dari sana aku lanjut dengan kendaraan umum daripada kau nanti memutar jauh”

“Tidak, aku akan antar sampai tempat kau bekerja”

“Ya! Kalau begitu tidak usah mengantar atau menjemputku. Aku naik kendaraan umum saja” dengus Eunsung kesal

“Kau ini sudahlah, aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu jadi ikuti saja yang aku bilang. Arra?”

“Tidak, ku bilang tidak”

“Eunsung-ah… kau ingat dulu di semester 7 akhir kau pernah bilang kalau kita akan berkerja di tempat yang sama tetapi aku bilang jangan sampai terjadi. Lihatlah sekarang, semuanya terjadi. Kita bekerja di perusahaan yang berbeda. Sekarang aku tidak bisa terus di sampingmu dan melindungimu. Karena itu, biarkan aku mengatar dan menjemputmu, setidaknya aku bisa memastikan jika kau aman” Chanyeol menatap Eunsung lembut

“Hahaha apa yang kau katakan? Aku bisa melindungi diriku, aku bukan anak kecil lagi” Eunsung menyenggol Chanyeol sambil terkekeh kikuk, pipinya sedikit merona mendengar perkataan Chanyeol

“Aniyo… aku tidak mau kejadian seperti dulu terulang lagi. Jadi ikuti saja yang aku katakan”

“Tapi tap—”

“Sudah diam. Kajja… kita pergi ke suatu tempat dengan mobil ini” Chanyeol menarik tangan Eunsung untuk masuk ke mobilnya.

“Changkaman, handphone ku bergetar” pinta Eunsung lalu segera mengeluarkan handphonenya

‘Selamat pagi eonni.. Bagaimana kabarmu? Hari ini aku akan membuat sketsa kasar untuk proyek baruku. Doakan aku agar berhasil dan dapat di terima vendor^^’

Eunsung tersenyum membaca pesan yang tertera di layar handphone nya lalu membalas pesan tersebut cepat

“Selamat pagi… wow jjinja daebak! Good luck! Hwaiting” guman Eunsung sambil mengetik pesan

“Nugu?” tanya Chanyeol penasaran melihat ekspresi senang sahabatnya

“Kim Hana” Eunsung tersenyum

“Ah…. teman mu, orang Korea yang tinggal di Singapore itu? Yang kau kenal dari instagram?” tanya Chanyeol dibalas anggukan Eunsung

“Sepertinya kalian dekat sekali” lanjut Chanyeol

“Ne… sudah 3 tahun terakhir ini kami saling berbagi cerita, dia sangat asyik untuk di ajak berbicara tapi sayang sekali aku tidak pernah bertemu dengannya” Eunsung sedikit murung

“Lebih baik seperti itu karena kalian akrab sekali di dunia maya, jika nanti bertemu pasti awkward”

“Hmmm tidak apa-apa, aku hanya ingin bertemu dan melihat wajahnya. Dia juga arsitek seperti kita dan design yang dia buat keren sekali. Aku ingin belajar banyak dari dia” Eunsung tersenyum

“Bukannya dia hoobae kita?” tanya Chanyeol

“Ne… tapi dia keren sekali hehehe” Eunsung terkekeh

“Ah arraseo. Kajja” Chanyeol menarik tangan Eunsung

“Eodi?”

“Ikut saja lah”

*****

‘Hwaiting’ seorang namja bermata sipit tersenyum membaca kalimat tersebut. Perasaan nya menjadi lebih lega sebelum memulai pekerjaan

“Hey.. sepertinya kau bahagia sekali” seorang namja menepuk namja bermata sipit ini

“Ah.. kau… aniyo..” namja ini menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Yeojachingu?” tanya sahabatnya

“Aniyo” balas namja ini tersipu malu

“Hey stop talking in Korean, we don’t understand” seorang namja lain berteriak. Namja bermata sipit ini terkekeh begitu juga sahabatnya

*****

-Beberapa Hari Kemudian-

‘Hana-yaaa bagaimana? apa vendor menerima sketsa mu?’ Eunsung tersenyum mengetik pesan untuk temannya sambil menunggu menu pesanannya datang

‘Annyeong eonnie^^ sketsa kasarku tadi pagi di terima vendor. Aku senang sekali, sekarang aku sedang berusaha untuk membuat maketnya’

‘Jjinja? Daebak! Aigo… aku saja harus mengulang sketsa kasar berkali kali baru vendor menerima, jjinja kau daebak sekali’

‘Aniyo… biasa saja eonni’

‘Jangan merendah kau benar-benar luar biasa. Jika maketnya sudah jadi, cepat upload ke instagram aku penasaran sekali’

‘Arraseo…. tapi kau harus menunggu cukup lama karna ini tidak mudah eon’

‘Arra… Hmm selamat bekerja^^ Hwaiting’

‘Gomawo, apa yang eonni sedang lakukan?’

‘Aku sedang menunggu pesanan tteokbokkie’

‘Wah sudah lama sekali aku tidak makan itu’

‘Datanglah ke Korea’

‘Tidak bisa eon’

‘Wae?’

‘Karna aku bekerja di sini hahaha’

‘Maksudku ketika liburan’

‘Tetap tidak bisa’

‘Sayang sekali L’

‘Mian….’

‘Gwenchana… hmm Hwaiting^^’

‘Gomawo eon! Hwaiting! Jaga diri eonni’

Eunsung tersenyum membaca kalimat terakhir temannya. Dia merasa senang sekaligus bangga memiliki teman sehebat Hana, meskipun mereka tidak pernah berbicara langsung entah mengapa Eunsung merasa sangat dekat dengan yeoja itu

“Agashi… pesanan anda” seorang ahjussi mengantarkan tteokbokkie yang sudah di bungkus rapi ke meja Eunsung

“Ah gomawo ahjussi” Eunsung tersenyum lalu meninggalkan kedai kaki lima ini

Drrrrttttt Drrrrttttt Drrrrttttt

“Ye Yeoyeol-ah” Eunsung menyapa sahabatnya di seberang

“Kenapa di sana ribut sekali? Kau sedang di luar?”

“Ne…”

“Sendiri?”

“Hmm…”

“Ke kedai tteokbokkie?”

“Ye….”
“Aigo Eunsungie apa yang kau lakukan semalam ini?” Chanyeol menggaruk kepalanya frustasi

“Membeli.. teokbokkie..” balas Eunsung santai

“Ani maksudku.. Mengapa kau pergi sendiri semalam ini? Kau tau kan kedai kaki lima seperti itu bahaya apalagi semalam ini. Sial aku masih di kantor, pulanglah naik taxi”

“Ini masih jam setengah 10 malam, lagipula sayang sekali kalau harus naik taxi ke rumah yang jaraknya kurang lebih 800m dari kedai ini” balas Eunsung santai

“Aigo Eunsungie tidak aman. Banyak preman di jalan” Chanyeol semakin frustasi

“Aku jalan kaki saja. Aku ingin menikmati pemandangan jalanan Busan”

“Andwaeyo. Hari sabtu ini aku akan menemani mu jalan kaki keliling Busan. Kali ini pulanglah naik taxi. Sehingga kau aman sampai rumah”

“Gwenchana Yeol. Aku bukan anak kecil lagi. Kau jangan terlalu khawatir seperti itu. Lagipula aku selalu bawa bubuk cabai seperti yang kau perintahkan” Eunsung terkekeh

“Tetap saj—”

“Andwaeeee Jebal”

“Diam”

Eunsung terdiam memandang pemandangan di depan matanya, 2 orang namja berusaha memojokkan yeoja. Yeoja tersebut memegang kakinya, wajahnya terlihat seperti menahan sakit yang amat dalam

“Ya! Apa yang kau lakukan!” teriak Eunsung dari kejauhan. Kedua namja tersebut berbalik menatap Eunsung

Eunsung menatap mata kedua namja tersebut bingung lalu menoleh kanan kiri

‘Sial kenapa jalan ini sepi sekali’ batin Eunsung

“Ya Eunsung-ah Ya Eunsung-ah” jarak handphone Eunsung dan telinganya sangat jauh tapi suara Chanyeol terdengar cukup jelas. Tanpa berpikir panjang Eunsung mematikan telefon dari Chanyeol

Kedua namja tersebut tersenyum licik berjalan mendekati Eunsung. Senjata tajam di tangannya sengaja mereka perlihatkan. Eunsung panik, lalu mulai berjalan mundur perlahan-lahan sambil mengeluarkan bubuk cabe dari tas yang ada di belakang pinggang nya. Kedua namja tersebut memandang satu sama lain lalu segera berlari mengejar Eunsung

‘Sial’ Eunsung panik, keringat dingin bercucuran dari wajahnya, bubuk cabe yang dia pegang dengan cepat dia buka dan lempar kepada 2 namja yang mengejarnya ini

“Arggghhh” dua namja ini mengerang akibat bubuk cabe yang masuk ke mata mereka. Tanpa berpikir panjang, Eunsung berlari ke arah yeoja ini

“Kajja” Eunsung mengajak yeoja malang ini untuk berlari sambil melihat ke belakang memastikan 2 namja tersebut tidak mendekat

“Kakiku… sakit” balas yeoja malang ini lemah

“Argghh mereka mendekat kajja” Eunsung panik, 2 orang namja itu tetap berusaha mengejar mereka. Tanpa berpikir panjang Eunsung membopong yeoja malang ini dengan sekuat tenaga mereka berusaha berlari

“TAXI” teriak Eunsung sambil menggerak gerakkan tangannya begitu melihat sebuah mobil sedan kuning melintas. Taxi tersebut berhenti, kedua yeoja ini masuk dengan cepat dan taxi segera melaju

“Aish hampir saja” Eunsung menyandarkan punggungnya di kursi taxi ini kemudian bernafas lega

“Gomawo…” balas yeoja di sebelahnya

“Ah ne… gwencha—” Eunsung menoleh kearah yeoja ini lalu membeku, tubuh dan kakinya tiba-tiba menjadi dingin

*****

“Apa yang di lakukan anak itu lagi aish” Chanyeol keluar mobil nya sambil menggaruk kepalanya, dengan langkah cepat dia memasuki rumah sakit ini

“Ah” guman Chanyeol menemukan kamar yang di beritahu sahabatnya. Perasaan kesal sekaligus kawatir merasuki pikirannya, dengan cepat namja ini membuka pintu kamar

“Eunsung apa—” Chanyeol terdiam melihat 2 orang yeoja yang ada di kamar ini

“Chanyeol” Eunsung tersenyum senang lalu mendekati sahabatnya

Chanyeol diam, memperhatikan yeoja yang berbaring lemah di tempat tidur lalu perlahan-lahan mendekati yeoja tersebut

“Annyeong Chanyeol-ssi” sapa gadis ini lemah, lalu memalingkan perhatiannya, merasa tidak nyaman dengan tatapan Chanyeol

“Kau….. Jihyu? Kim Jihyu?” Chanyeol menatap yeoja lemah ini

“Ne….”

“Huh Apa yang kau inginkan?” tanya Chanyeol to-the-point membuat Jihyu semakin tidak nyaman

“Chanyeol ikut aku” Eunsung mengajak Chanyeol keluar kamar ini

“Dengar” Eunsung memulai pembicaraan di luar kamar

“Kau tau bagaimana kawatirnya aku padamu?”

“Arra”

“Sekarang apa yang kau lakukan? Mengapa kau bersama dia? Kau tau kan dia itu yeoja jahat! Yeoja yang hampir membunuhmu Sung” Chanyeol menahan emosinya

“Ne arraseo… sebenarnya….” Eunsung menatap wajah sahabatnya, kemarahan tergambar jelas di sana. Perlahan-lahan Eunsung menceritakan kejadian yang menimpanya hari ini

”Mwo? Di kejar preman?” Chanyeol memberlalakkan matanya lalu menghembuskan nafasnya perlahan lahan

Eunsung menganggukkan kepalanya pelan lalu kembali melanjutkan ceritanya. Sesekali dia menatap wajah Chanyeol yang tampak sangat lelah. Eunsung merasa tidak nyaman melihatanya

“Baiklah.. kau sudah menyelamatkannya, sekarang ayo kita pulang” Chanyeol menarik tangan Eunsung lembut

“Aniyo…. Bagaimana bisa kita meninggalkannya sendiri?”

“Sudah biarkan saja”

“Aniyo… Dia baru saja pindah bekerja ke sini 2hari yang lalu, tidak ada keluarga yang akan menjaganya. Lagipula cedera di kakinya sangat parah, pasti dia akan sulit jika ingin melakukan sesuatu. Aku… yang akan menjaganya” jawab Eunsung tegas

“Mwoya? Kau gila?”

“Setidaknya sampai keluarga atau temannya nya datang” balas Eunsung

Chanyeol diam, entah dia tidak mengerti pikiran bodoh sahabatnya. Namja ini menghembuskan nafasnya berat lalu memegang kepalanya yang berdenyut

“Neo jinjja….” jawab Chanyeol pelan

“Kau tampak sangat lelah, pulanglah… Besok aku libur bekerja” Eunsung tersenyum

“Aniyo… aku akan menemanimu disini” balas Chanyeol

“Andwae.. kau pulanglah nan gwenchana. Kau harus bekerja besok”

“Gwenchana… Di mobilku ada beberapa pakaian dan alat mandi, besok aku langsung saja dari sini”

“Tap—”

“Sudahlah…” balas Chanyeol malas lalu memalingkan wajahnya. Melihat itu Eunsung diam, dia tahu kalau sahabatnya pasti merasa kesal.

“Kalau begitu.. ayo kita ma—”

“Kau benar-benar membuatku kawatir” Chanyeol memeluk Eunsung lembut

“Mianhae…” balas Eunsung

“Ini hukuman atas perbuatanmu” Chanyeol terkekeh mengeratkan pelukannya

“Ya! Ini rumah sakit Yeol” balas Eunsung yang mulai merasa sesak, Chanyeol semakin terkekeh

“Hmm” guman sesorang yang lewat di depan mereka

Dengan cepat Chanyeol melepas pelukannya lalu menarik Eunsung untuk masuk ke ruangan tempat Jihyu berada.

******

Dua bulan kemudian

Seorang yeoja mungil menatap pemandangan sore di luar café ini sambil menunggu pesanannya dan seseorang datang. Yeoja mungil ini menghembuskan nafasnya berat, akhir-akhir ini dia merasa sangat lelah akibat pekerjaan di kantornya. Sudah berkali kali dia mengajukan sketsa kasar pada vendor tetapi di tolak, sehingga dia harus memperbaiki dan membuat baru.

“Eunsungie”

“Ah…” Eunsung menoleh lalu tersenyum pada seorang namja yang memanggil namanya

“Kau sudah lama menunggu?” balas namja ini lembut lalu duduk

“Tidak aku baru saja datang, silahkan kau pesan” balas Eunsung

“Arra…” namja ini memanggil seorang pelayan lalu memesan kopi hitam kesukaannya

“Kau terlihat lelah” namja ini menatap yeoja di depannya

“Ne.. pekerjaan” balas Eunsung tersenyum

“Akhir-akhir ini juga pekerjaanku sangat banyak, ah maksudku pekerjaan tim ku” namja ini tersenyum

“Ne… menyebalkan sekali” Eunsung mengangguk

“Hmm Yixing-ah, sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan?” Eunsung melanjutkan

Yixing tersenyum sebentar

“Darimana aku harus memulainya ya…” Yixing menoleh ke kanan kiri

Eunsung terkekeh melihat ekspresi bingung sahabatnya

“Kau membuatku penasaran… marebwa”

“Apa kau masih mencintai Baekhyun?” tanya Yixing cepat

“MWO?” Eunsung membelalakkan matanya

“Kemarin Chanyeol dan Kyungsoo bertengkar hebat” lanjut Yixing

“Mwo? Jeongmal? Wae? Changkaman… apa hubungannya dengan pertanyaanmu sebelumnya?” Eunsung menatap Yixing kesal

“Jadi…..”

Flashback

“Aku harus pulang. Kyungsoo! Gomawo untuk makanannya” Chanyeol tersenyum lalu segera berdiri dari kursi makan

“Mwo?” Kyungsoo menatap Chanyeol yang sudah berdiri dari tempat duduknya

“Kau gila? Ini sudah jam 2pagi” lanjut Kyungsoo dengan tatapan tajamnya

“Gwenchana…” balas Chanyeol santai

“Besok ada rapat dengan vendor jam 8 pagi” lanjut Kyungsoo ketus

“Kyungsoo benar Yeol, menginaplah di sini” lanjut Yixing sambil mengunyah makanannya

“Tidak bisa…” balas Chanyeol malas lalu segera pergi

“Bukan menginap tapi tinggal di sini, di apartemen yang telah di sediakan kantor” lanjut Kyungsoo ketus

“Ya!” Chanyeol membalikkan badannya

“Sudah berkali-kali aku katakan, kau harus tinggal di sini. Apa kau gila? Jika seperti ini terus kau akan mati!” ketus Kyungsoo

“Kau tau kan kalau tahun ini kita punya 2 proyek besar. Dan itu membuat kita harus bekerja dari pagi hingga pagi lagi seperti ini. Kau malah menghabiskan waktu untuk melewati kemacetan kota Busan. Waktu istirahatmu terbuang percuma Yeol. Kau pergi pagi-pagi buta agar tidak terlambat dan pulang pagi lagi” lanjut Kyungsoo

“Kyungsoo benar Yeol, lebih baik kau tinggal di sini agar bisa beristirahat secara maximal. Pekerjaan kita bukan main-main, kau pasti tidak akan bertahan jika seperti ini terus” balas Yixing

Chanyeol diam, matanya menatap Kyungsoo dan Yixing kosong. Benar apa yang di katakan sahabatnya, tapi dia tidak bisa melakukan ini

“Gomawo… tapi aku lebih suka tinggal di rumahku” Chanyeol tersenyum pelan

“Hanya saat hari kerja, weekend nanti kau bisa pulang” Yixing menatap Chanyeol

“Eunsung… apa karena dia?” Kyungsoo menatap Chanyeol

“Setiap hari mengantar dan menjemput Eunsung, menelfonnya setiap saat. Sudahlah Yeol kau terlalu berlebihan” lanjut Kyungsoo

“Mwo? Mworaguyo?” Chanyeol menatap mata besar Kyungsoo

“Eunsung sudah dewasa dia bisa melakukan banyak hal sendiri, tidak semua hal yang dia lakukan membutuhkan bantuanmu”

“Mworaguyo?” Chanyeol menahan emosinya

“Kau terlalu memaksakan dirimu untuk Eunsung. Kau OVERPROTECTIVE” Kyungsoo menatap tajam Chanyeol dan menekankan nada di kata overprotective

“Diamlah sebelum kesabaranku habis” Chanyeol mengepalkan tangannya

“Aku tau kau ingin selalu melindunginya, tapi bukan se—”

PRANG…

Piring dan beberapa alat makan di depan Kyungsoo terjatuh

“Diam atau aku akan—” Chanyeol menarik kerah baju sahabatnya, tubuhnya bagaikan terbakar, panas… mendengar kalimat tajam sahabatnya. Gepalan tangan kanan Chanyeol tepat di depan wajah Kyungsoo

“Yang di butuhkan Eunsung bukan hanya sikapmu tapi juga pengakuanmu. Kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”

Chanyeol diam, mata nya yang penuh amarah sedikit terbelalak

“Pasti belum” Kyungsoo tersenyum sinis

“Cinta tanpa pengakuan…. Kau bukan ayahnya Yeol.. Kau… Namja pengecut” lanjut Kyungsoo

Chanyeol tetap hanyut dalam pikirannya kemudian dia menghempaskan tubuh sahabatnya kasar, membuat Kyungsoo hampir terjatuh. Beruntung Yixing segera menahan tubuh namja mungil ini

“Tidak semudah itu…” Chanyeol menatap Kyungsoo dan Yixing

“Tidak semudah yang kau bayangkan…” lanjut Chanyeol, tubuhnya bergetar, jantung namja ini mulai berdetak sangat cepat. Dia ingin meluapkan segala emosinya tapi tidak bisa

“Eunsung… dia… dia… masih mencintai Baekhyun.. ani.. bukan ‘masih’ tetapi ‘tetap’”

“Maksud—”

“Dia selalu memakai kalung permberian Baekhyun. Setiap hari ulang tahun Baekhyun, hari anniversary dan hari-hari penting untuk mereka berdua, dia menulis e-mail untuk Baekhyun. Dia tidak mengirim email tersebut, dia menyimpannya di dalam draft emailnya…”

Byun! Byun! Byun! Happy 1st our anniversary! Kau… kau membuatku kecewa. Tidak ada moment special yang kau buat untukku, bahkan ucapanpun tidak…. Maaf atas keegoisan dan sikap bodohku selama ini. Aku harap kita bisa selalu bersama sampai selamanya. Aku menyayangimu Baekhyun-ah

Selamat ulang tahun ke-21 Byun! Byun! Byun! Rasanya aneh sekali memanggil mu seperti itu dengan umurmu yang seperti ini tapi biarlah karena aku menyukainya. *katakan semua harapanmu*. Amin. Aku harap Tuhan segera mengabulkannya… Jaga dirimu selalu dimanapun kau berada…Cepatlah kembali… Aku menyayangimu

Byun Baekhyun, happy 2nd our anniversary! Sudah 2 tahun kita bersama, meskipun tidak benar-benar bersama…. tapi aku selalu yakin kau akan kembali… Baekhyun-ah kau dimana? Apa kau makan dengan baik? Aku benar-benar merindukanmu. Setiap malam aku berdoa agar kau cepat kembali, sudah 1tahun berlalu tapi sepertinya Tuhan belum mengabulkan doaku.. Diamanapun dirimu aku harap kau baik-baik saja.. Aku menyayangimu Baekhyun-ah

Saengil Chukahamnida uri Baekhyunie… Di umurmu yang ke-22 ini aku harap kau mendapatkan segala yang terbaik. Sejuta harapan dan permohonan yang manis aku doakan untukmu, semoga Tuhan mengabulkannya.. Aku menyayangimu

Happy 3rd Anniversary nae Baekhyunie… sudah 2tahun lebih aku berdoa agar bisa melihatmu, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat untuk terkabulnya permohonanku. Sudah 3tahun tidak bertemu… Kau pasti sudah lupa denganku kan? Apa di sana kau menemukan yeoja yang manis? Andwaeyo! Ya Byun Baekhyun! Taukah kau sudah berapa kilogram beratnya rasa rindu di hatiku… Cepatlah kembali… Aku menyayangimu Baekhyun-ah

Happy 23rd Birthday! Kau sudah semakin tua Byun! Aku harap kau selalu mendapatkan yang terbaik. Sukses dalam perkerjaan mu dan sehat selalu… Cepatlah kembali.. agar aku bisa melihat wajah tua mu… Hehehe

“Bukan hanya itu, setiap hari anniversary. Eunsung pergi ke pantai yang sepi di dekat rumah, membawa kue kecil lalu menyanyikan lagu dengan nada sendu dan tangisan”

Happy anniv Baekhyun

Happy anniv Baekhyun

Happy anniv my Baekhyun..

Happy anniv… Baekhyun

“Kau bisa bayangkan? Bagaimana perasaanku?” Chanyeol menggertak Kyungsoo, tubuhnya bergetar

“Aku… tidak bisa menyatakan perasaanku padanya.. karna dia.. karna Eunsung tidak mencintaiku. Jika aku menyatakan perasaanku.. aku tau dia akan menolaknya, aku tidak bisa. Aku tidak mau mendengar penolakannya” Chanyeol meninggikan suaranya. Perasaan lelah, sedih dan takut bercampur merasuki tubuhnya yang bergetar

“Tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain melindunginya. Aku hampir gila, kau tahu Kim Jihyu? Yeoja gila yang hampir membunuh Eunsung, sekarang dia selalu mendekati Eunsung. Wajah dan fisik Eunsung juga di kenal oleh 2 orang preman. Eunsung…. dia membutuhkanku” Chanyeol memalingkan wajahnya

“Kau benar-benar pengecut” Kyungsoo berkata sinis

“Harusnya kau bisa membuat Eunsung menyukaimu seperti… dulu” lanjut Kyungsoo

BRUK

Satu hantaman yang keras mendarat tepat di pipi Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum sinis pada Chanyeol.

“Ya! Park Chanyeol!” Yixing melerai Chanyeol yang hendak memukul Kyungsoo

“Menurutmu apa yang kulakukan selama ini?” teriak Chanyeol kemudian namja bertubuh tinggi ini pergi menuju pintu utama apartemen ini

“Kau hanya berusaha agar Eunsung tidak melihat pria lain bukan menunjukkan bagaimana perasaanmu padanya” Kyungsoo menatap punggung Chanyeol yang semakin menjauh

Chanyeol berhenti berjalan sesaat. Rasanya ingin sekali dia berbalik dan memukul Kyungsoo lagi tapi di satu sisi dia merasa Kyungsoo benar. Tanpa berpikir panjang Chanyeol segera meninggalkan apartemen yang di sediakan kantornya ini sambil membanting pintu sekeras mungkin

“Kau keterlaluan” Yixing menatap Kyungsoo

“Kau terlalu memanjakan Chanyeol. Sudahlah, ini caraku”

End Of Flashback

“Chanyeol….” Eunsung menahan tangisnya, bibirnya mulai bergetar

“Dia tahu semua yang kau lakukan, dia tahu semua tentang dirimu… Dia sangat menyayangimu” Yixing menatap Eunsung

“Ne… aku tahu.. tapi aku selalu mengabaikan perasaannya” Air mata Eunsung mulai mengalir

“Dengar Eunsungie.. Mau sampai kapan kau seperti ini terus? Apa menyenangkan menunggu seseorang yang tidak pasti?”

“Hal tersebut hanya membuat luka yang sangat pedih. Luka itu… bisakah kau mengobatinya?”

“Aku yakin tidak. Karena itu biarkanlah orang lain masuk ke hatimu dan mengobati luka itu. Biarkan Chanyeol melakukannya” Yixing mentap Eunsung

“Chanyeol juga mengalami luka yang dalam. Karena itu seharusnya kalian saling mengobati satu sama lain, tidak tetap bertahan pada luka masing-masing”

“Aku tahu ini tidak akan mudah. Semua butuh proses” Yixing menatap lembut Eunsung

Eunsung diam, air matanya memaksa untuk keluar, tubuh mungilnya bergetar hebat. Entah apa yang dia rasakan saat ini, dia tidak mengerti.

“Eunsung-ah aku mohon bukalah hatimu untuk sahabatku, Park Chanyeol. Aku bisa gila jika melihatnya seperti itu terus. Satu-satunya yeoja yang ada di hatinya hanya kau, tidak ada yang lain” Tubuh Yixing bergetar membayangkan wajah lelah sahabatnya, dia tahu benar perasaan sahabatnya

Eunsung diam, berkali kali dia mengelus liontin pemberian Baekhyun. Yixing menatap yeoja yang ada di depannya, perasaan nya kecewa. Semua yang dia ceritakan seperti sia-sia. Yeoja keras kepala ini tetap bertahan pada pendiriannya.

“Arraseo….” Yixing menghembuskan nafasnya berat

“Setidaknya… bisakah kau meminta Chanyeol untuk tinggal di apartemen kantor? agar pekerjaannya tidak terganggu. Proyek ini sangat penting untuk perusahaan. Gomawo” Yixing tersenyum kecut lalu segera meninggalkan Eunsung

Yeoja mungil ini diam, larut dalam pikirannya. Sesekali air mata menetes dari mata indahnya

drrrrttttt drrrrtttt drrrrrt dtrrrt

Eunsung membuka malas pesan yang ada di handphone nya. Wajahnya yang muram lama lama berubah sedikit ceria membaca pesan dari temannya yang jauh.

‘Annyeong eonnie^^ Apa kabarmu? Pekerjaan ku baru saja selesai. Sangat melelahkan’

‘Annyeong Hana-ya^^ Eonni baik-baik saja. Aku juga merasa sangat lelah, banyak sekali pekerjaan akhir-akhir ini. Hwaiting Hana-ya!!!!’

‘Ah mianhae… aku mengganggu eonni… Eonni beristirahat lah, jangan lupa makan makanan bernutrisi dan minum vitamin. Hwaiting Eonni. Selamat beristirahat’

‘Aniyo…. Aku senang atas perhatianmu. Jeongmal gomawo. Selamat beristirahat juga Hana-ya’

Senyum mengembang di wajah Eunsung, entah mengapa setiap dia mendapat pesan dari temannya, dia merasa lebih bersemangat.

*****

-Keesokan Harinya-

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya seorang yeoja lembut

“Ah tidak ada” Yeoja mungil yang di sapa membalikkan badannya lalu tersenyum kecil

“Wah di tepi pantai malam hari… sendirian.. dengan mata sembab hmm kau pasti punya masalah” balas yeoja ini

“Kim Jihyu…. Aku tidak heran jika kau masuk ke dalam 30murid terbaik di universitas dulu” yeoja mungil ini tersenyum kecil

“Ada apa denganmu?” tanya Jihyu lembut

“Kau sendiri mengapa kesini?”

“Aku merasa bosan di apartemen sendiri, karena itu aku kesini lalu menemukanmu”

“Keurokuna…” Yeoja mungil ini terdiam, larut dalam pikirannya. Angin malam pantai di musim panas ini terasa sangat sejuk seolah berusaha menenangkan hatinya

“Kau terlihat sangat sedih dan banyak pikiran” Jihyu kembali memulai pembicaraan

“Jika kau ingin, aku siap mendengarkan masalahmu” lanjut Jihyu

Yeoja mungil ini menoleh kearah Jihyu lalu terdiam sejenak

“Jihyu-ya… Apa kau masih menyukai Baekhyun?”

Jihyu membelalakkan matanya lalu menatap yeoja mungil di sampingnya

“Nan.. molla…” balas Jihyu kembali memandang ombak di depannya

“Kau sendiri?” tanya Jihyu

“Aku juga tidak tahu….” Yeoja ini tersenyum kecut lalu menundukkan kepalanya

“Bagaimana dengan Chanyeol?”

“Nado molla” Eunsung menatap luas ke pantai sambil mengelus liontin berbentuk huruf B

Jihyu terdiam sebentar, mengamati hal yang di lakukan yeoja di sampinya.

“Kalung itu… aku ingat, kau sering memakainya dulu saat di universitas. B for Baekhyun. Benda itu darinya?”

Yeoja bertubuh mungil ini tersenyum kecil

“Kau mencintai Baekhyun”

“Ne?”

“Jika kau menyukai Chanyeol. Kalian pasti sudah menikah, tidak seperti ini” kekeh Jihyu

“Aniyo…” yeoja mungil ini terkekeh juga

“Eunsungie aku selalu iri denganmu… Kau punya Chanyeol yang selalu disisimu”

“Kau menyukai Chanyeol?”

“Bukan seperti itu. Kau sangat beruntung, kau yeoja yang paling beruntung yang pernah kutemui”

“Wae?”

“Dengar. Perasaan dan perlakuan Chanyeol sangat tulus kepadamu. Jangan sia-siakan dia atau kau menyesal nantinya” Jihyu tersenyum

“Maksudmu?” tanya Eunsung

“Kau pasti mengerti maksudku… berpikirlah, berpikir tentang hal yang pasti. Sebuah harta yang tidak boleh kau sia-siakan… kepastian”

“Aku tidak sepandai dirimu” kekeh Eunsung

“Bukan soal kepandaian tapi soal ini…” Jihyu menaruh telapak tangannya tepat di depan dada sahabatnya

“Kau pasti mengerti” lanjut Jihyu

Eunsung diam berpikir sambil menatap mata yeoja di depannya

“YA!”

Eunsung dan Jihyu menoleh sekeliling mencari sumber suara tersebut

“YA CHA PABO SUNG!” teriak seorang namja bertubuh tinggi sambil berjalan kearah 2 orang yeoja yang sedang berhadapan satu sama lain ini.

“Aku pergi… Good Luck” Jihyu tersenyum lalu berjalan kearah yang berlawanan dengan namja tersebut

“Apa yang kau lakukan eoh? Gwenchana? Dia mengganggumu?” namja ini memutar-mutar badan sahabatnya

“Gwenchana” jawab sahabatnya pelan

“Ada apa denganmu? Aku menelfon handphonemu berkali-kali tapi eomoni yang mengangkat, dia bilang kau tidak ada di rumah. Kau membuatku sangat kawatir. Lihat sudah selarut ini” Namja bertubuh tinggi ini menunjukkan jam tangannya, 09:14pm

“Lagipula apa yang kau lakukan bersama dia di sini? Bukankah sudah ku peringatkan jangan mendekatinya! Dia yeoja gila. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Pabo!” lanjut namja ini menaikkan nada bicaranya. Marah dan kawatir, terdengar jelas di telinga Eunsung

“Gwenchana… Dia sangat baik”

“Ne dia baik padamu di awal, berhati-hatilah padanya”

“Ani… Jihyu benar-benar sudah berubah. Dia sangat tulus”

“Kau gila. Sudahlah, ayo kita pulang” Namja ini menarik kasar tangan sahabatnya

“Changkamaneyo Chanyeol-ah” balas yeoja mungil ini

“Wae? Ini sudah malam” namja bertubuh tinggi ini membalikkan badannya

Eunsung menatap ombak yang datang dan pergi, merasakan sejuknya angin malam lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Yeoja mungil ini menatap benda berkilau di tangannya sejenak, lalu memejamkan matanya. Setelah yakin dengan perasaannya dia membuka matanya lalu melempar dengan sekuat tenaganya benda berkilau tersebut ke dalam pantai.

“MWOYA?” Chanyeol membelalakkan matanya melihat hal gila yang baru saja di lakukan sahabatnya

“Micho? Mengapa kau membuang kalung pemberian Baekhyun?” Chanyeol menatap mata Eunsung. Tidak ada keraguan di sana.

**TBC**

Annyeong chingudeul… Maaf banget kalau aku lama ngirim FF nya, selain karna UAS aku juga sempet hilang feel untuk nulis FF ini waktu tau Baekhyun udah jadian TT. Terima Kasih banyak untuk reader yang sudah baca^^

Ide, comment, kritik dan saran selalu di tunggu… Annyeong^^

22 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8)

  1. eunsung lupakan baekhyun kasihan chanyeol yang harus memendam rasa dan harus ditahan karena tidak diperhatikan oleh eunsung.
    oh oh oh..
    next chapternya ya thor
    apa mungkin baekhyun dengan hana ??
    kutunggu

  2. pas awal baca sih biasa aja, tp pas baca bagian kyungsoo yg marahin chanyeol jadi sedih bgt rasanya.. eunsung terlalu egois kalo terus nunggu baekhyun sedangkan chanyeol menderita begitu.. ah udah lama bgt ya ff ini gak update, aku hampir lupa ceritanya kkk tp sekarang inget kok :p lanjutannya aku harap eunsung tulus nerima chanyeol, kasian bias ku makan hati terus disini -.-

  3. blm ada titik terang mau sm baek atau yeol eohh..
    lama ga update’y hehehe bahkn aku hmpr lupa bagian trakhr di chap sblm’y hehe
    semangat ya buat nerusin ff’y!!

  4. kasian chanyeol..udh lewat 3 thn tp perasaany blum dpt kepastian..rasany pasti sakit..smoga aja dengan melepas kalung pemberian baekhyun..perasaanny buat baekhyun jg ikut lepas,.feelny buat part ini berasa bgt..aku bisa merasakan apa yg chanyeol rasa..keren.. 😉

  5. sad bnget……
    jdi sbenarnya hana itu baekhyun…??
    kasian bnget chanyeol…… tersiksa bnget…. nangis bcanya 😥

    eunsung melepas baekhyun??? apakah itu berarti eunsung mulai mencoba membuka hatinya untuk chanyeol…
    feelny dpt bnget… gila aj… smpe nangis bneran… ckckck…
    aku seolah-olah bisa ngerasain apa yg di rsain eunsung dan chanyeol,…
    next yaaaa…. jngn lma”
    keep writing

  6. My god eunsung lempar kalung pemberian baekhyun ?
    Jadi berarti dia udah mw membuka hati untuk chanyeol dong ?
    Aaa jadi penasaran
    Eunsungx ama chanyeol aja thor XD
    Hehehe
    Keep writing thor^^

  7. mwoya? pairingnya jadi sama chanyeol nih? andwaeee… walaupun chanyeol kasian… tp tetep aja ga terimaaa
    pasti kim hana itu baekhyunn.. aaaaahh

  8. Hi! ^^
    Aku ga lupa sama ff ini, n msh trs mengikutinya 🙂
    Hana itu si Baek ya ckck
    Iya, Chanyeol dgn Eunsung aja. Banyak hal telah mereka lalui. Kisah perjalanan hidup mereka (kayak tua bgt perasaan mereka lol ) sungguh penuh dgn lika-liku. Persahabatan, konflik, cinta.. hanya salah satu dr sekian banyak hal yg sangat pelik dlm kehidupan para remaja dewasa ini. (Udah deh, ga kuat ngelanjutin lg, berasa sok bijak 😀

    Hm, boleh di-review ya 😉
    Berikut bbrp yg kutemukan:
    supit>> sumpit
    “Sudahlah(,) dia baik-baik saja(.)”
    tebal nya>> tebalnya
    handphone nya>> handphone-nya
    ‘Gomawo, apa yang eonni sedang lakukan?’>> (.. sedang eonni lakukan)
    pinggang nya>> pinggangnya
    overprotective>> overprotektif (kalaupun ttp b. Ing, baiknya diberi tanda petik, atau ditulis miring)
    di butuhkan>> dibutuhkan
    mata nya>> matanya
    karna>> karena
    perasaan nya>> perasaannya
    di sapa>> disapa
    ku peringatkan>> kuperingatkan
    di lakukan>> dilakukan
    Romaji-nya beberapa jg ada yg perlu perbaikan..
    Di akhir kalimat diberi tanda baca (.)
    Di akhir kalimat dlm sebuah dialog, jg diberi tanda baca..
    Maaf ya kalau kurang berkenan. Bukan bermaksud menggurui lho :”)

    Sippo…. Keep writing, n fighting!
    Ditunggu kelanjutannya, yg tentunya sesiapnya kamu aja ;;)
    Nb: Pls jgn di-stop-in ditengah jln yaa

    • WAAAAAAW makasih banyak chingu udah di periksa dan di perbaiki
      aku ga merasa di gurui kok, malah seneng banget bisa belajar banyak dari chingu :)))))
      makasih banyak chingu, kritik dan sarannya selalu di tunggu ^^
      iya ga akan aku hentiin hehehe

  9. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 9) | SAY - Korean Fanfiction·

  10. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 10) | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Anyeong…ini mungkin pertama kalinya aku menulis disini. Maaf,thor… 😥 aku pernah jadi ‘Sider’,tapi aku dah insyaf…hehehe sebisa mungkin aku akan komen. Aku dah lama bangetttt…nungguin part 9 nya. Makanya aku baca ulang part ini. Ah thor, Gumawo dah ngelanjutin ceritanya. Ini bagus banget. Sampai aku ikut nyesek,thor.Aaaaa…gak sabar pengen lanjut ke part 9!! ><

  12. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 11) | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 12) | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 13) | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s