[Freelance] My Mine Girl is Hyori (Part 2)

my-mine-girl-is-hyori-img1

And I Meet You Again, but Who Are You ?

Title : My Mine Girl is Hyori Part 2

Author : NHrismah

Pernah Juga Di Post Di :

http://obizienka.wordpress.com/

http://superjuniorff2010.wordpress.com/

Baca Juga Part Sebelum-nya : Chapter 1

Genre : Romance, Comedy, Family, Friendship.

Rating : PG 16

Lenght : Chaptered

Main Cast :
– Park Hyori
– Cho Kyuhyun
– Choi Siwon
– And other cast in FF

^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^-^^

                                DON’T FORGET READ, LIKE and COMMENT

Hallo penghuni saykorean ff perkenalkan saya author baru nih hehe ^^

Maaf atas ketidaksempurnaan tulisan dan hal lainnya, karna niat ingin menuangkan hobby dan menghibur kalian semua

Gimana part sebelumnya ada yang udah baca? Kalau tertarik dan bagus mohon di koment ya diam-diam author senang lo baca komen-komen kalian J

Kritik dan saran author juga terima hehe

Terlalu banyak cuap-cuap authornya *tendang author

Happy reading… gomawo~

~^^~

Hyori POV

Sudah 3 hari aku cuma diam saja dirumah baruku ini, aku sangat lelah biar saja menghabiskan hari dengan beristirahat, dan bersosialisasi dengan lingkungan, rumah dan dengan tetangga

Ngomong-ngomong aku sudah berkenalan dengan tetangga didepan rumahku, samping kiri juga sudah, dikomplek sebelah yah lumayan banyak yang ku kenal sekarang, dimana lgi ya. Oh ya babo tetangga disebelah kanan rumahku, aku belum sama sekali menyapa mereka =,= rumah yang dulu didiami keluarga Cho. Dan sekarang ? siapa yang tinggal disana, ais maka dari itu, aku harus berkenalan dengan mereka.

aku bangun dari tempat tidurku. Sekarang jam 3 sore, membuat kue untuk tetangga sebelah yah kurang lebih satu jam, jam 3 ditambah satu jam, jadi jam 4. waktu yang tepat untuk berkunjung. Brilliant!

“bibi Sodam” teriakku dari tangga

“ne, nuna….. jangan berlari-lari seperti itu ditangga” seperti ibuku saja

“ne, arraso! Bibi sodam aku mau membuat kue”

“biar bibi saja yang membuatnya nuna”

“a…aniya…. Aku ingin membuatnya sendiri”

“baiklah kalau begitu, bibi sodam bantu”

“ne” lebih baik begitu

“nuna, jika boleh tau, untuk apa ?”

“ige?” aku sambil memecahkan telur ditanganku dan memasukkannya kemangkuk dan mengaduknya “untuk tetangga samping kanan rumah kita bi”

“ne? benarkah?” ucap bibi sodam terdengar takjub, seperti ada yang aneh

“waeyo?”

“tetangga disamping  kanan rumah kita ini adalah seorang artis” dewa neptunus! Aku benar-benar terkejut

“jinjayo ? bibi sodam tidak bercanda bukan”

“kebetulan sekali, tadi bibi sodam lagi membersihkan halaman depan, dan tak sengaja memperhatikan tetangga sebelah dan dia ada dirumah, bibi tau karena melihat mobilnya berparkir digarasi”

“terus, siapa namanya bi ? namja ? yeoja ?” tanyaku antusias, semoga namja *smirk

“namja, dia anggota boyband ternama, bibi lupa namanya Cho HyuWon, Choi Kyunun. Em” aku memperhatikan bibi sodam sedang berpikir. Haha

“baiklah bi, nanti aku juga akan berkenalan dengannya, tak usah dipikirkan” ucapku sombong

30 menit

Teng~

Microwave berbunyi, tinggal dihias dan tara~ selesai

Aku pun mengganti bajuku, dengan baju kaos warna merah se-lengan, dilapisi dengan jaket berwarna abu-abu. Dengan celana jeans sampai lutut. Kusisir rambutku. Hm diluar udaranya dingin, biar ku gerai saja. baiklah kita pergi

Aku berjalan kaki kerumahnya, kan dekat, masa kerumah nya saja aku harus naik pesawat =,=

Kyuhyun POV

“kiri……kiri……… GOLLLLLLL!!!!!!!”

“tuan” aku mempause PSP ku

“ne” ucapku

“ izin keluar, ingin membeli persedia-an untuk makanan hari-hari kedepan” ucap bibi Dasom kepadaku

“arra, pakailah mobil. minta antar paman kim saja, biar cepat”

“ne… tuan” bibi Dasom pun pergi

Aku mengambil remot tv, acara tv idak ada yang seru. Kupindah-pindah chanel dan hei ini aku! ya dari tadi kek seperti ini, oh ini waktu jadwal hari senin, dan diputar baru hari jum’at, aduh tetap jika semua members berdiri seperti itu, tetap aku yang palng tampan, haha

Aku mempermainkan PSP ku lagi

“kanan…kanan…kiriiiii”

Plippppppppppp………………

“argh mengganggu saja” aku mempause lagi permainanku

“bi ada tamu, tolong bukakan pintu”

Plippppppppppppppppppp………….

Bel rumahku berbunyi lagi

“bibi Dasom… tolong…. Eh inya lupa bibi Dasom tadi sedang pergi, arh” dengan malas aku berjalan ke pintu depan

Plip~ kunyalakan layar monitor, melihat seseorang yang ada diluar

Seorang perempuan, membawa sebuah kotak. Ya! Bukankah sparKYU tidak boleh masuk kewilayah rumahku, satpam mana ? mereka ini tidak becus sekali

Plipppppppppppppppppp……

Wanita diluar itu memencet belnya lagi. Ah tidak usah dihiraukan

Plipppppppppp……….

Plippppppppppppppppppp…..

Hei dia memencet belnya berulang-ulang. Ya! Argh baiklah dia Cuma sendirian bukan, grrrr

Aku pun membuka pintu setengah dari badanku

lalu wanita itu langsung, menundukkan badannya

“anyeonghaseyo Park Hyori ibnida, Hyori. Bangapseumhamnida. Aku tetangga baru disini, dan tinggal dirumah sebelah sekarang” dia sekarang yang tinggal dirumah Hyori, kenapa namanya sama. Ais apa Paman Park sudah menjual rumahnya.

“lalu” ucapku

“semoga kita bisa menjadi tetangga yang baik” dia menundukkan badannya lagi

“ige” dia memberikan kotak yang dbawa ditangannya kepadaku

Aku pun mengambil kotak yang ada ditangannya, sambil tersenyum “ ada yang ingin dikatakan lagi ?” ucapku

“eh” jawabnya, anggap saja perkataan eh tadi itu, adalah jawabannya tidak ada

“gomawo, anyeong” aku menundukkan badanku dan langsung menutup pintu rumahku

“awwwww” eh siapa yang meringis kesakitan, eh iya monitor belum kumatikan, wanita itu kenapa dia memegangi kakinya kesakitan dengan mulut aku tidak tau dia bicara apa dan plip~ monitor kumatikan, masa bodo

Aku membawa kotaknya, ke atas meja. Kubuka dan em ternyata kue coklat bertuliskan “semoga bisa menjadi tetangga yang baik” imut sekali :p

Bolehlah mencoba sepotong, wah enak juga. Halah pasti dia membelinya ditoko kue. Lumayan, kebetulan sekali aku sedang lapar

Hyori POV

Aku sudah tepat berada didepan pintunya, aku tekan bel rumahnya yang berada disebelah kiri pintu

Tidak ada tanda-tanda akan membuka pintu

Aku tekan lagi. Ku tunggu beberapa menit, tidak ada juga tanda-tanda untuk membukakan pintu

Arg aku kesal, ku pencet belnya berulang-ulang

Seseorang dari dalam membukakan pntu setengah dari badannya kelihatan, astaga hampir saja copot jantungku, sangat tiba-tiba sekali dia membuka pintu rumahnya =,= aku pun mengatur napasku

“anyeonghaseyo Park Hyori ibnida, Hyori. Bangapseumhamnida. Aku tetangga baru disini, dan tinggal dirumah sebelah sekrang” ucapku dengan nada semanis mungkin

“lalu” ucapnya datar, ne? dia Cuma berkata lalu ? baiklah sabar Hyori

“semoga kita bisa menjadi tetangga yang baik” aku menundukan badanku lagi, padahal dalam hati aku kesal setengah mati, sabar Hyori mungkin karena kita hanya pertama kali kenal maka seperti ini

“ige” sambil memberikan kotak yang berisi kue kepadanya, dia pun mengambilnya

“ ada yang ingin dikatakan lagi ?” setelah dia mengambil kotak yang kubawakan kepadanya

“eh” jawabku cengo

“gomawo, anyeong” dia langsung menyahut kata-kataku dan menutup pintu rumahnya

“mwo?” ucapku, setelah pintu tertutup, Ku tendang pintu itu sekuat-kuatnya

“awwwww” ringisku, sambil memegangi kakiku

Ada saja orang yang sejahat itu dimuka bumi ini, Aku pun menghentak-hentakan kakiku sambil berjalan pulang

“cih, orang sombong tidak punya etika, tidak sopan” umpatku kesal

~^^~

#5 Hari Kemudian

memulai aktivitas lagi seperti biasa, sekolah lagi. hanya saja bedanya dahulu aku memakai seragam harus kesekolah tepat jam 7 pagi dan sekarang ? jika ingin sekolah oh tidak sekarang bedanya namanya bukan sekolah tapi kuliah memakai baju bebas asal pantas dan pergi jam 8 sampai berapa pak kau masuki hari ini, hanya segitu jam kita belajar dan lari-lari mengejar dosen begitu pemikiranku dari dulu sampai sekarang tentang kuliah

“paman Han, kita tidak terlambat bukan? Hari ini hari pertama aku kuliah paman, dan hari pertama MOS” tanyaku sambil memperhatikan jam, paman Han ? dia orang kepercayaan ayahku ditugaskan untuk menjagaku disini untuk mengantarku kemanapun aku mau pergi, ais ayah padahal aku sudah bisa bawa mobil sendiri, aku selalu diperlakukan seperti anak kecil

“gwenchana, sebentar lagi kita sampai” senyumnya kepadaku melalui kaca spion, yah dengan perkataannya begitu bisa membuatku tenang lah. Walau sedikit =,=

Send : BFF Yura                      

Anyeong Yura-a kau sudah sampaikah di kuliah kita ? jika sudah maukah kau menungguku didepan tempat kuliah kita, aku masih canggung dengan keadaan disini, kau kan tau waktu kalian ajak melihat-lihat kesana aku tidak ikut, kkkkkkk~

Beberapa menit kemudian, ping!

Reply From: BFF Yura

Arraso, ppliwa!

Fiuh sukurlah, aku melihat-lihat sekeliling jalan, em Korea 12 tahun yang lalu yang aku ketahui, tidak seperti ini, banyak perubahan yang terjadi. Dulu ? gedung-gedung tinggipun tidak setinggi ini

“em nona, kita sudah sampai”

“eh benarkah, eh baiklah anyeong paman Han” aku membuka pintu mobil berlari masuk melewati pintu gerbang mencari Yura

HANGBOK DOCTOR FACULTY

Tertera jelas papan nama sekolah ini, aku diam sejenak didepan papan nama fakultas ini. Dan lalu berpikir “benarkah Kyuhyun menepati janjinya ?” gumamku

~^^~

@Korea – 12 Years Last (Hyori 7 Tahun)

“kyu-na nanti jika besar kau ingin jadi apa ?”

“aku ingin menjadi seorang dokter, kalau kau ?”

“Aku juga mau jadi seorang dokter”

“baguslah, cita-cita kita sama” dia menatap kearah langit, kebetulan malam itu cerah sekali, banyak bintang dilangit semakin memperindah pemandangan

“kenapa kau ingin menjadi seorang dokter” tanyaku polos

“karena Hyori-ku sering sakit, aku ingin merawatmu” dia memalingkan wajahnya kepadaku terseyum manis sekali, dan mengelus rambutku lembut

“jinja?”

“ne” ucapnya

“kyu-na nanti ketika kuliah kau mau kemana ?”

“aku mau masuk ke HANGBOK DOCTOR FACULTY disana kan sekolah tarap internasional pikirku keren jika aku bisa masuk disana”

Aku diam

“em kenapa diam”

“aku tidak sepintar kau Cho Kyuhyun, mungkinkah aku bisa juga masuk kesana” aku menundukkan kepalaku, ada rasa putus asa, tapi tiba-tiba Kyuhyun memegang tanganku lembut

“kau bisa!” ada rasa berbeda ketika dia menyebutkan kata-kata seperti itu, dia hari ini aneh kenapa terlihat sangat ………….

“kita bisa masuk kesana, sampai kapanpun kita tidak akan terpisah. Aku janji ketika nanti, kita harus satu fakultas. Arra!” dia tetap memegang tanganku dan tersenyum lebar menatapku. Aneh!

Besok harinya

Kebetulan hari itu hari minggu, dan entah kenapa pagi itu cuaca tidak secerah tadi malam, sangat dingin

“hoah” ucapku, aku bangun dan kekamar mandi segera mandi (?)

ku buka jendela kamar, pagi-pagi seperti ini bagus sekali jika ajak Kyuhyun main sepeda keliling komplek. Patta!

Aku membuka pintu kamarku, berjalan menuruni tangga. aku sudah melihat ibu mengatur meja makan, dan ibu melihatku sedang berjalan mendekat

“Hyori sarapan pagi”

“ne”  aku pun duduk manis, sambil memainkan garpu dan sendok dipiring

“selamat pagi, anakku tersayang” ayahku datang mencium keningku

“apa kau mimpi baik tadi malam”

“ne” ucapku bersamangat

“baiklah, ayo sekarang makan”

Tetapi ketika makan, ayah berbicara kepada ibu

“istri, keluarga Cho hari ini pindah rumah” keluarga Cho ? siapa dia ? ah tidak perduli, sudahlah tidak usah dipikirkan

“aku tau, mereka sudah berkata seminggu yang lalu”

“setelah sarapan pagi ini, bagaimana jika kita ke bandara ?”

“baiklah”

~^^~

“Hyori, cepat ganti bajumu. Sebentar lagi kita akan pergi”

Aku menuruti saja apa kata ibu, aku sudah mengganti bajuku didandani oleh bibi sodam. Style dengan baju kaos memakai jaket dengan rok sampai lutut memakai stoking dengan rambut diikat, pagi ini kenapa dingin sekali. Brrrrr~

Setelah selesai bibi sodam memegangi tanganku dan mengantarkan ku kepintu depan kearah mobil yang didalamnya sudah ada Ayah dan Ibuku

“anak ayah sudah cantik” ucap ayahku memperhatikanku “kita sekarang pergi”

“ne” ucapku bersemangat, aku kira ayah, ibu ingin membawaku ke kebun binatang atau apa, tapi aku bingung ketika melihat bandara

Eh siapa yang mau pergi ? atau ayah yang sekarang ingin berangkat ?

Aku ikuti saja kemana ayah ibuku menuju

Dan dari kejauhan aku sudah melihat Cho Kyuhyun, em ? untuk apa dia disini ?

Ayahku sudah berjalan mendahului kami, aku tertinggal jauh dibelakang dengan ibuku

“eomma, untuk apa kita kesini ?” tanyaku

“eh Hyori tidak tau ? tidak diberi tahu Kyuhyun kah ? hari ini keluarga Cho Pindah” ne? tidak salah dengarkah aku ? pindah ? berarti yang dibicarakan ibu dan ayah ketika dimeja makan tadi keluarga Cho adalah keluarga Kyuhyun, pabo! Setiap hari kebiasaanku adalah memanggil ayah dan ibu Kyuhyun dengan sebutan appa dan eomma, aku tidak tau jika cho itu dalah nama marga keluarga mereka

“a…..andweeee” ucapku langsung mengamuk dan lari meninggalkan ibuku, aku tidak perduli lagi ibuku berteriak-teriak memanggilku, kyuhyun babo kenapa tidak bilang. Aku berlari sekuat tenaga

Kyuhyun POV

Sunyi senyap sekarang aku sedang bersama Hyori berada dihalaman depan rumahnya, malam ini cerah sekali, tapi tak seperti hatiku. Besok aku akan pindah ke Jepang karena ayahku ? dia dipindahkan tugas disana

Bagaimana ini ? apa aku harus bilang kepada Hyori ? arg andwe aku tidak tega, pasti dia menangis, jika dia menangis, aku jadi berat untuk meninggalkannya

“kyu-na nanti jika besar kau ingin jadi apa ?” dia tiba-tiba berkata, aku menengok memperhatikan mukanya, tapi dia sekarang sedang melihat kearah langit dengan senyum damai diwajahnya. Tapi kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti ini

“aku ingin menjadi seorang dokter, kalau kau ?” jawabku, sambil melihat kelangit juga

“Aku juga mau jadi seorang dokter”

“baguslah, cita-cita kita sama”

“kenapa kau ingin menjadi seorang dokter” tanyanya polos

“karena Hyori-ku sering sakit, aku ingin merawatmu” dia memalingkan wajahnya kepadaku terseyum manis sekali

“jinja?”

“ne” ucapku

“kyu-na nanti ketika kuliah kau mau kemana ?”

“aku mau masuk ke HANGBOK DOCTOR FACULTY disana kan sekolah tarap internasional pikirku keren jika aku bisa masuk kesana”

Dia malah menjadi diam. Waeyo ?

“em kenapa diam”

“aku tidak sepintar kau Cho Kyuhyun, mungkinkah aku bisa juga masuk kesana” tiba-tiba dia  menundukkan kepalanya, aku langsung memegangi tangannya

“kau bisa!” ucapku menatapnya dan menyemangatinya

“kita bisa masuk kesana, sampai kapanpun kita tidak akan terpisah. Aku janji ketika nanti, kita harus satu fakultas. Arra!”

besok harinya

“nak, barang-barangmu sudah dibawa semua bukan ?” ayahku membuyarkan lamunanku

“ne, appa” ucapku lemas

“bagus, siap-siaplah. Sebentar lagi kita akan berangkat”

“ne” anggukku sambil berjalan lunglai

“waeyo?” ya tuhan! Sumpah aku kaget, ahra! grrr

“aiss noona, kau mengagetkanku, bukankah kau sedang didapur dan tiba-tiba saja disampingku. Mau membuatku mati muda”

“aisss anak kecil banyak omong” ku tatap evil wajahnya dan dia balik menatapku evil, arraso aku kalah, aku memalingkan wajahku

“waeyo ? kenapa lemas sekali ? seperti tidak ada semangat untuk hidup”

Dia ini. Aku malas untuk menjawab pertanyaannya

“apa karna tidak mau terpisah jauh dengan Hyori ?” hei apa dia sekarang bisa membaca pikiran, reflek aku menatapnya dan dia malah tertawa disampingku

“ya! Waeyo? Apa ada yang aneh”

“benar bukan, apa kataku. Haha” dia masih tertawa

“ya! Noona berhentilah tertawa, tidak ada yang lucu!” ucapku sinis

“na dongsaeng marah, aiss imut sekaliiii “ dia malah meledekku, arg! Aku meninggalkannya, dia masih tertawa ditempat, senang sekali bahagia diatas penderitaan orang lain. Huh~

“Kyu ?” apa lagi ? kenapa memanggilku “wae?” dia berlari mendekatiku

“ige” ada apa dengan Noona ku ini, kenapa sebentar-sebentar mood nya berubah-ubah, aku merasa sekarang dia menatapku seperti angel, pasti ada apa-apa

“ini ? ais padahal aku baru membelinya. Tapi ambillah”

“mwoga ?” aku mengambilnya , sambil masih bertanya-tanya

“kau ini !! jika masalah menggaet seorang wanita, lambannya pikiranmu itu setengah mati” kata-katanya kena sekali dihati =_____________=

“apa kau menyukai Hyori” isi tubuhku serasa panas, ketika Noona menanyaiku seperti itu

“ais jinja, baiklah tidak usah dijawab. Aku sudah tau jawabannya, pipimu sekarang merah” dan reflek aku menutup wajahku dengan kedua tanganku

“hahaha, babo” dia mencubit pipiku, senang sekali -_- “aku tau kau pasti malu untuk mengatakan suka  didepannya –hyori, aku tau harga dirimu itu selangit Tuan Cho Kyuhyun” dengan nada meledekku “maka dari itu, rekamlah suaramu di tape recorder ini” sambil menunjuk kearah barang yang ada ditanganku ini “dan berikanlah kepada Hyori, jangan buang-buang kesempatan Cho Kyuhyun, jangan terlalu memikirkan harga dirimu, jika kau tidak ingin menyesal”

@Bandara Incheon

Benar kata banyak orang, menunggu adalah hal yang paling membosankan, dan itu sekarang yang ku rasakan, kapan pesawat yang ku tumpangi akan terbang, apa masih lama ? ucapku berulang-ulang dalam hati, akankah Hyori kesini ? ais miris jika memikirkan tentang ya, kapan kami akan bertemu lagi, aku belum pamit dengannya, kenapa ayah harus tiba-tiba pindah seperti ini. Ya tuhan!

“noona, berapa jam lagi, pesawat kita akan pergi ?”

“molla, tenanglah masih lama” jawabnya santai “hyori pasti akan kesini” ledeknya, aku  menundukkan kepalaku dengan tumpuan kedua siku ku letakkan diatas lutut

“Kyu” Nonna ku menyenggol ku dengan sikunya

“waeyo?”

“Hyori datang” hah?

Aku langsung mendongakkan kepalaku. Mana dia ? mana dia ? dan akhirnya aku melihat nya, rambut diikat dengan setelan baju kaos dengan jaket dan tangannya dipegang oleh ibunya. aku tersenyum kearahnya, senyum yang paling manis yang ku perlihatkan kepadanya, walau terpaksa. Tapi ketika dia melihatku, kenapa dia memandangku seperti…. “a…..andweeee” dia langsung berteriak, dan malah berlari.

Tanpa aba-aba, aku berlari mengerjarnya, tidak perduli, ibuku memanggil-manggil ku.

~^^~

“huh… huh…huh” tarik napas, buangkan, tarik napas, buangkan…….

“cepat sekali dia berlari, kemana dia” sekarang aku sedang ditaman disamping bandara ini, karena aku melihat Hyori berlari kearah sini. Sambil berjalan memperhatikan kanan-kiri. Aisss jinja-yo jangan menyusahkan ku seperti ini Park Hyori

“hiksss…hiksssss” aku mendengar seperti seorang anak perempuan menangis, apakah itu Hyori ? dimana dia ?

Melihat ke kanan dan ke kiri dan ternyata dia sedang duduk dibangku panjang dengan menutup semua wajahnya, aku mendekatinya dan duduk disampingnya

“Hyori cengeng” ucapku miris sambil terus memperhatikannya, dia mengangkat wajahnya dan menoleh kepadaku, aku langsung mengalihkan pandanganku lurus

“Kyuhyun jahat” ucapnya sambil terisak

“mianhae… aku Cuma bisa berkata maaf kepadamu” aku menundukkan kepalaku, tiba-tiba dia memegang tanganku

“maaf Kyuhyun, selama ini aku menyusahkanmu” ya kenapa dia berkata seperti itu, mataku panas. Arg ku mohon jangan menangis, kau laki-laki Cho Kyuhyun

“jangan begini lagi babo” aku mengusap kepalanya, dan entah dorongan dari mana, otakku sudah tidak beres. Aku mecium keningnya, dan dia malah memelukku erat dan menangis dipelukkanku. Ya tuhan kumohon jaga dia saat aku tak disampingnya. Dan lagi aku menciumnya dipuncak kepalanya

Dia tetap menangis, ku mohon ada penjual ice cream disini. Dan sepertinya dewa fortuna memang berpihak kepadaku “berhentilah menangis, hm” dia melihatku datar, aku mengusap air matanya “tunggulah disini, aku akan membelikanmu ice ream” dan dia langsung diam.

~^^~

“Hyoriiiiiiiii”ketika kami datang ibu Han langsung memeluk Hyori dan aku melepaskan tanganku dari tangan Hyori, biarlah pikirku pasti ibunya sangat mengkhawatirkannya dan eommaku juga langsung memelukku “Kyuhyun, tidak apa-apa kan nak ? anak nakal kenapa langsung lari. Kalau tersesat bagaimana” ucap ibuku, bisa dilihat dari ekpresinya dia sangat khawatir “aku tidak apa-apa eomma” dia mencium dan langsung memelukku

“sudah saatnya kita pergi” ucap ayahku, kata-kata yang paling tidak ingin ku dengar. Ayahku berpelukan dengan ayah Hyori begitu juga ibuku, noona ? dia memeluk Hyori dengan kencang dan terakhir, ayah ibu Hyori memelukku bergantian, ibu Hyori sempat berkata kepadaku “Kyuhyun jaga diri baik-baik ya ? jangan susahkan ayah dan ibu mu, jangan lupa eomma dan appa hyori. Arra” aku Cuma tersenyum dan mengangguk membalas perkataan ibu Hyori

Dan terakhir aku mendekati Hyori dan memegang tangannya

“jangan menangis lagi, jika kau mengingatku peluklah boneka pemberianku. Kita bisa saling menelpon dan bertukar surat. Janji nanti kita akan bertemu lagi, ketika kuliah aku akan kembali lagi kesini. Kau rela menungguku bukan ? jika tidak aku akan tetap memaksamu”

“ne” ucapnya mengangguk

“ya! jangan seperti itu, aku hanya bercanda”

Dia mengusap sendiri air matanya, dengan lengan jaketnya “iya, cho Kyuhyun bawel” dia berkata sambil tersenyum kepadaku

“Kyuhyun apa sudah selesai ?” aku menoleh kepada ibuku “neeeee” ucapku setengah berteriak

“ige” aku memberikan tape recorder kepadanya

“aku pergi” lambaiku kepadanya, aku berjalan sambil tetap memperhatikannya, dan tidak jauh aku berjalan, dia berteriak kepadaku

“ya VilBo~ah jangan sampai lupakan aku, arra! Jangan lihat-lihat wanita lain. Jika sampai kau melupakanku, dan bermain dengan wanita lain!! akan kupatahkan lehermu”  babo !

Hyori POV

Aku tetap menangis sepanjang jalan, ibuku sudah menenangkan tapi tetap saja, aku tidak bisa mengendalikan diriku dan tape recorder ditanganku ini adalah pemberian terakhirnya kepadaku.

~^^~

Sepanjang malam, aku tidak tidur. aku melihat ke arah jendela kamar dan tak sengaja memperhatikan tape recorder yang terletak diatas meja, ku ambil dan aku duduk memperhatikannya

“ige mwoya ?” ku tekan tombol merah diatasnya dan

“cekk…. Cekkkk…. Apa sudah terekam…..” aku hapal sekali suara berat ini, suara yang sering memarahiku, memanjakanku, dan senang menyanyikan lagu kepadaku . Kyuhyun bogoshippo~

“ sepertinya sudah…. Ekhem… Park Hyori ? apa kau mendengar suaraku ? apa kau tau ? ketika kau senyum, tidak perduli dunia terasa gelap, semua akan menjadi terang. Ketika kau tertawa tidak perduli perasaanku sedang kacau, semua akan berubah. Apa ini disebut cinta ? ahaha babo, kenapa aku salah tingkah seperti ini. Aku tau ini terlalu cepat untuk mengatakan apa ini cinta ? tapi yang aku tau Na Chua’e yo. Ku mohon jangan menangis lagi arra! Jadilah orang yang mandiri, untuk waktu panjang mianhae aku tidak bisa menjagamu, berada disampingmu, maka dari itu jangan membuatku cemas arra, aku janji kita akan bersama lagi, dan jika umurku sudah cukup aku akan mengatakan dengan lantang “Na Saranghaeyo””

Tutttttttttt…………………….tutttttttttttttttttttttttt…………

#FLASHBACK END

\m/

Hyori POV

Brukkkkkkk

“awwwwwwww” aisss jinja! Kenapa sejak aku datang ke kota ini, banyak sekali orang yang senang menubrukku hah

“apa kau tidak apa ?” babo! Apa dia bilang ? apa kau tidak apa ? dari ku dengar suaranya, pasti laki-laki. Lagi-lagi kejadian dibandara terulang, besok laki-laki mana lagi yang akan menubrukku

“ya! apa kurang keras aku meringis kesakitan” aku menatapnya tajam kearah matanya. Hei! Wajah ini ? ya! Dia? Bukankah orang paling sombong di dunia tiada dua dan ais harus ku akui dia tetanggaku, astaga apa dunia se-sempit inikah kenapa harus bertemu dengannya lagi

Tapi eh kenapa jadi banyak wanita memperhatikan kami –aku dan orang sombong ini- bodoh aku lupa, kata bibi Sodam dia kan artis, cih? Begini artis ? ya tuhan :O

“kau? Bukankah yang datang kerumah ku membawa kue itu bukan ?”

Ingin sekali aku meneriakinya, ya bodoh!!!!!!!!! Bantu aku berdiriiiiiiiiiiiii…………….

“hei, sebelum bertanya tentang itu ? bisakah bantu aku berdiri”

“pertama-tama yang ingin ku ucapkan Mianhae mungkin karna aku? kau jatuh, dan kedua ? aku sedang buru-buru, kau bisa bangun sendiri bukan. Dan ketiga anyeonghaseyo” dia pergi meninggalkanku, dan sumpah darahku sudah naik ke ubun-ubun

“ya! Kau. Laki-laki tak tau sopan santun. Kau……… aissss” sudah full aku meneriakinya, dan dia hanya menoleh menatapku

Kyuhyun POV

Drrrrrrrrrrrrrrrrrrttttttttttttttt…………drrrrrrrttttttttttttttt

“siapa yang menelpon” aku membuka plip HP ku

Call: Minwo

“anyeong”

“anyeong, ya! Kyu. Kau dimana ? sebentar lagi MOS siswa/siswi baru akan diadakan, ppliwa~ kita harus ada persiapan”

“astaga, aku lupa. Arraso, aku akan segera kesana” ku tutup plip HPku dan

Brukkkkkkk

“awwwwwwww” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal

“apa kau tidak apa ?” ucapku memperhatikannya, em? Dia? Bukankah, wanita yang kemarin datang kerumahku

“ya! apa kurang keras aku meringis kesakitan” dia ini, apakah seorang Laki-Laki menyamar menjadi perempuan. Aku tidak pernah diteriaki perempuan, kecuali dengan Hyori. Karena semua perempuan jika melihatku mereka akan terpesona dan langsung tidak bisa berkata apa-apa

“kau? Bukankah yang datang kerumah ku membawa kue itu bukan ?” ucapku to the point.

“hei, sebelum bertanya tentang itu ? bisakah bantu aku berdiri” dia menatapku tajam

“pertama-tama yang ingin ku ucapkan Mianhae mungkin karna aku kau jatuh, dan kedua ? aku sedang buru-buru, kau bisa bangun sendiri bukan. Dan ketiga anyeonghaseyo” aku pergi meninggalkannya, jangan berpikiran aku tidak punya hati nona, hanya  saja aku tau kau adalah anak baru disekolah ini karena aku tidak pernah melihatmu dan jika aku menolongmu, aku berani jamin sunbae perempuan mu disekolahan ini akan menerkammu hidup-hidup

“ya! Kau. Laki-laki tak tau sopan santun. Kau……… aissss”  dia malah meneriakiku, ingin rasanya aku tertawa sepuasnya, aku tau pasti dia malu. Haha, aku menoleh kebelakang sambil berjalan memperhatikannya dia berdiri sendiri dibantu oleh dua orang yang tiba-tiba datang membantunya mungkin temannya. Sukurlah~

To Be Continued

gimana readers ? kalau banyak yang comment next chapter pasti akan cepat diposting

Because Yours Comment  ? don’t you know made me Fight and Happy ^^

 

3 responses to “[Freelance] My Mine Girl is Hyori (Part 2)

  1. emang hyori beda bgt apa sampe kyuhyun ga ngenalin? kyuhyun jutek bgt dih sama hyori ckck itu kan kue buatan hyori sendiri di kira beli ampun deh ¬_¬ kyuhyun juga kuliah di tempat hyori masuk kuliah? wew kalo bener mereka nepatin janjinya dulu dong hehe kereeen thor ceritanya di tunggu next chapternya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s