[Freelance] Vanilla love

IMG_9013490722710

Vanilla love

Author         : idokyungsoo

Cast             : Park Chanyeol

Shin Eunjung

Genre           : romance, fluff

Rating                   : 15

Lenght         : oneshoot

Disclaimer   : semua ide cerita adalah murni hasil pemikiran saya.

-Idokyungsoo presents-

 

Hope you like it guys..!!!

 

“semanis vanilla seperti itulah cinta kita”

 

“Park chanyeol kenapa sekarang kau suka vanilla?”tanya gadis berambut coklat itu

“karena kau suka vanilla.”jawab chanyeol enteng

“hey aku serius chanyeol.”

“aku juga serius nona shin.”

“apa jika aku tidak suka vanilla kau juga tidak akan suka ?”

“hmm, tidak juga sih. Karena…. vanilla adalah kau, karena vanilla manis seperti bibirmu, karena vanilla selalu mengingatkanku akan pertemuan pertama kita.”

“pertemuan kita?”

“ya pertemuan pertama kita, jangan katakan kau lupa shin eunjung!” chanyeol menatap eunjung dengan tatapan yang sungguh tajam.

“hehe, aku ingat park chanyeol. Mana mungkin aku melupakan itu.”

 

Flashback

“Paman berikan aku eksrim vanilla!” pinta eunjung pada paman penjual eskrim tersebut.

“baik nona.” Jawab paman itu

“dan satu lagi aku benar-benar ingin hanya ada vanilla di eskrimku, minggu lalu aku membeli eskrimmu dan kau sungguh memberi sedikit rasa coklat pada eskrimnya.”

“ya aku mengerti.”

Tanpa eunjung sadari, sejak pertama ia datang di kedai itu ada seorang laki-laki yang terus memperhatikannya. Menatap tajam pada eunjung, seolah ada yang aneh dengan wajah atau tubuh gadis itu.

“gadis yang cantik, sepertinya ia sangat menyukai vanilla. Sungguh sangat manis.” Gumam chanyeol dalam hati. Laki-laki itu tak bisa berhenti menatap shin eunjung, hingga pada akhirnya eunjung menyadari hal tersebut.

“apa kau kenal aku?” tanya eunjung penasaran.

“siapa?aku?kau bertanya padaku nona?” chanyeol menengok ke arah kiri dan kanan, barangkali gadis itu bukan bertanya padanya.

“tentu saja, siapa lagi yang ada dihadapanku selain kau tuan.”

“a a ah..aku tidak mengenalmu.” Chanyeol sungguh gelagapan menjawab pertanyaan eunjung, seolah ia baru saja tertangkap karena ketauan mengintip hong jangmi, seorang gadis yang terkenal cantik nan sexy di kampusnya. Oke abaikan bagian ini.

“lalu ada apa dengan tatapanmu tadi? Kau pikir aku tidak tau kau memperhatikanku dengan tatapan menyebalkanmu itu sejak tadi. Jangan-jangan kau seperti ahjussi mesum yang senang memperhatikan tubuh seorang gadis, apalagi gadis cantik sepertiku.” Cerocos eunjung tanpa henti, membuat kepala chanyeol sungguh pening.

“astaga nona, kau terlalu percaya diri. Jangan bertingkah seolah-olah kau wanita tercantik di bumi ini.” Chanyeol melayangkan tatapannya dari atas kepala eunjung hingga kaki gadis itu. “dan apa yang menarik dari tubuhmu, nope.”

“jika kau berpikiran seperti itu maka berhentilah menatapku dengan mata mesummu itu.” Eunjung yang bukan tipikal gadis cerewet pun akhirnya dibuat mengoceh dengan apa yang dilakukan chanyeol. Sungguh membuatnya kesal, ingin sekali menenggelamkan lelaki itu disegitiga bermuda hingga hilang tertelan bumi.

Eunjung yang kesal akhirnya pergi dari kedai tersebut, meninggalkan chanyeol dengan seribu kebisuan yang mendera lelaki itu akibat tingkah konyolnya. Membuat lelaki jangkung tersebut menyesal, padahal maksudnya ia hanya ingin mengenal eunjung, bukan malah beradu argumen seperti barusan. Oh bahkan eunjung melupakan eskrim vanilla nya, paman pemilik kedai tersebut mengomel karena eunjung belum membayar pesanannya tadi.

Pada akhirnya chanyeol membawa dan membayar eskrim itu, karena merasa tidak enak. Andai saja ia tidak menyulut emosi enjung, mungkin gadis itu tak akan pergi dan meninggalkan eskrimnya.

 

Shin Eunjung

“aku bahkan melupakan eskrim vanillaku karena lelaki menyebalkan itu, padahal aku sangat ingin sekali memakannya. Aku tidak mungkin kembali ke kedai paman kim- nama paman pemilik kedai- akan sangat memalukan jika aku bertemu lagi dengan lelaki itu, bagaimana dengan harga diriku nanti. Lagipula aku terlanjur kesal padanya.” Eunjung berbicara sendiri, sebenarnya tidak sendiri. Ditaman tersebut banyak burung yang sedang hinggap di dahan-dahan pohon, ya mungkin jika burung bisa mendengar anggap saja eunjung berbicara pada mereka semua.

“hai.” Sapa seorang lelaki pada eunjung.

Enjung menoleh dan mendapati wajah orang itu lagi, “apa yang kau lakukan disini?pergilah! aku tidak mengenalmu.”

“eskrimmu!” ya lelaki itu adalah park chanyeol, sambil tersenyum chanyeol menyodorkan eskrim itu ke arah eunjung.

“aku tidak mau.”

“jangan bohong nona cantik, kau pikir aku tidak mendengar perkataanmu tadi.” Chanyeol menirukan semua perkataan eunjung beberapa saat yang lalu, dengan gaya khas seorang gadis yang sedang merutuk.

“kau mengejekku?”

“tidak, tidak.” Chanyeol mengibas-ngibas tangannya dihadapan wajah eunjung. “aku hanya kebetulan lewat, dan aku melihatmu. Makanya aku kesini, maafkan aku hmm!” terdengar nada suara chanyeol penuh penyesalan.

“aku tidak bermaksud seperti itu tadi, aku hanya gugup karena tiba-tiba kau bertanya padaku. Ya sejujurnya aku memang memperhatikanmu sejak pertama kau masuk ke kedai paman kim.” Ucap chanyeol ragu.

“kenapa? Kau bilang tak mengenalku.”

“karena kau cantik dan…. manis.”

“eoh?” pipi eunjung sudah semerah buah stroberi sekarang, chanyeol terlalu terus terang memujinya.

“iya kau cantik nona, dan aku suka.”

“padaku?”

“hmm, bolehkah aku menyukaimu?

“a-a-aah, aku tidak melarang siapapun untuk menyukaiku. Aku senang jika banyak orang menyukaiku, termasuk kau.”

“tapi bolehkah aku tahu namamu?” tanya enjung spontan

“chanyeol. Park chanyeol. Ya namaku chanyeol.”

“baiklah park chanyeol-ssi, senang bertemu denganmu. Aku suka dengan sifat to the point mu, ya meskipun kesan pertama kita cukup buruk. Tapi mari kita berteman! Aku eunjung, Shin eunjung.” Gadis itu mengulurkan tangan kanannya pada chanyeol.

“aku juga senang bisa mengenalmu, jadi kita teman?”

“tentu saja.”balas enjung dengan senyuman yang terpatri dibibirnya.

Demi dewa neptunus di kartun favorit adiknya spongebob square pants, itu sungguh senyuman paling manis yang pernah chanyeol dapatkan dari seorang gadis.

“aah eunjung-ssi eskrimnya, cepat makan sebelum semuanya berubah jadi susu vanilla.” chanyeol terkekeh.

“hmm, baiklah. Vanilla sangat enak kau tahu!” enjung mengambil eskrim itu dari tangan chanyeol, memakannya dengan wajah berbinar. Bagi eunjung vanilla lebih manis dari apapun.

Merekapun menikmati waktu perjumpaan mereka ditaman tersebut, berbagi cerita dan pikiran. Berbagi permasalahan hidup, berbagi hal-hal yang menarik dan tanpa mereka sadari sejak saat itu mereka telah saling berbagi hati.

**

Hingga tak terasa waktu sangat cepat berlalu sejak pertemuan pertama mereka, itu terjadi sekitar setahun yang lalu. Kini mereka telah menjadi sepasang kekasih, berbagi segala hal dalam hidup mereka. berbagi kesedihan dan kebahagiaan bersama. Semuanya berawal dari eskrim vanilla, jika saja eunjung tak membeli eksrim vanilla saat itu mungkin ia tak akan pernah bertemu seorang Park chanyeol. Lelaki meyebalkan yang tak pernah disangka akan menjadi kekasihnya kini.

Tapi bahkan sampai saat ini chanyeol belum tahu kenapa eunjung sungguh menyukai vanilla. Dia selalu lupa saat ingin bertanya hal itu, terlalu banyak pikiran tentang gadis itu dikepalanya hingga rasanya setiap sel otaknya hanya berisi shin eunjung.

**

Di bawah cahaya bulan yang menyinari taman belakang rumah eunjung, kini mereka sedang berbaring diatas rumput menatap hitamnya langit malam yang hanya bertabur beberapa bintang. Saling menggenggam tangan, tak ada yang mau melepasnya salah satu.

“chanyeol-aah, kau tahu kenapa aku suka vanilla?”

“ah eunjung-aah sungguh kebetulan kau bertanya seperti itu. Sebenarnya aku sangat penasaran, tapi aku selalu lupa untuk bertanya hal itu padamu. Jadi sekarang beri tahu aku!”

“cinta itu identik dengan ketulusan. Aku tahu kau pasti mengerti makna ketulusan dalam cinta.”

“lalu vanilla?”

“karena vanilla merupakan rasa yang murni dan asli juga berwarna putih.”

“sejak aku kecil aku selalu mendengar ibu mengucapkan hal itu, itulah kenapa aku sangat suka vanilla. Aku ingin setiap hubungan yang aku jalin selalu berdasar ketulusan, ketulusan tidak hanya dibutuhkan dalam jalinan perasaan antara seorang laki-laki dan wanita, tapi juga ketulusan untuk menyayangi orang tua kita, teman kita dan orang-orang disekitar kita. Aku juga berharap setiap orang menyayangiku dengan tulus, bukan karena aku cantik, pintar atau karena materi yang kumiliki. Apa kau juga tulus padaku park chanyeol?” eunjung mengucapkan itu panjang lebar, tanpa jeda. Chanyeol menatap gadis itu intens, seolah takjub dengan apa yang dikatakannya. Gadis ini sungguh dewasa pikir chanyeol.

“tentu saja sayang, seluruh hidupku adalah kau.”

“pegang janjiku dan aku tak akan pernah melepaskan genggaman tangan ini.” Chanyeol mengangkat tangan mereka yang saling bertaut ke udara.

“aku pegang janjimu tuan tampan, tapi sedikit saja kau mengingkarinya aku bersumpah tak akan pernah percaya padamu lagi.”

“tentu saja, jangan percaya padaku jika benar aku mengingkarinya.” Chanyeol tersenyum, membalikan badannya kearah eunjung dan mengecup bibirnya.

Tanpa harus chanyeol mengatakannya pada eunjung pun chanyeol telah bersumpah pada dirinya sendiri, tak akan melepaskan gadis itu sampai kapanpun. Ia telah berjanji untuk tidak melukainya, tidak membuatnya menangis, dan tidak membuatnya pergi. Chanyeol terlalu mencintainya, karena eunjung seperti vanilla. Semuanya sangat manis, wajahnya, wangi tubuhnya dan tentu saja bibirnya.

“karena vanilla yang sebenarnya adalah kau shin eunjung.”ucap chanyeol disela ciumannya.

 

-fin-

7 responses to “[Freelance] Vanilla love

  1. joah..joah.
    ceritanya singkat tapi sweet seperti Vanilla /jiah malah ikut-ikutan/.
    kereennn, buat series dong sekalian. eum kalau boleh member lain ada yang Coklat atau strawberry yah!! Jjang ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s