[Freelance] A Wolf & Love part 2 END

A Wolf & Love

A Wolf & Love part 2 END

Title : A Wolf & Love

Author/Twitter : Dintakai (Twitter :@dintafarras)

Cast : Yoon Hana (OC) dan Xi Luhan EXO

Other cast : L Kim/ Kim Myungsoo INFINITE

Genre : Romance,Fantasy,Sad

Rating : General

Length : Twoshoot

Disclaimer : Its MINE

Summary :
Sedikit demi sedikit aku mulai mengenalmu, dan semakin pula aku melupakan siapa dirimu sebenarnya, aku tahu bahwa dunia kita berbeda, namun hati ini memilih untuk mengubur dalam-dalam perbedaan itu.

Chapter 1

***

“Aku Xi Luhan, senang mengenalmu, Hana-ssi?”

Seulas senyum kini terlukis dibibir Hana, ia sendiri tidak tahu kenapa, Namja yang baru saja ia kenal ini, tiba-tiba sangat menyentuh hatinya.

“Luhan? Namamu unik sekali. Dan margamu Xi? Apa kau orang cina?” Hana terus bertanya pada Luhan, namun Luhan tidak bisa menjawabnya ia lebih memilih merubah topic pembicaraan.

“Sebentar lagi malam, kurasa kau harus segera pergi darii hutan ini.” Luhan mencoba untuk menghidari pertanyaan Hana, yeoja itu sendiri kini terkejut.

“Kau benar. Aku harus segera ke desa EXO.” Hana segera berlari, namun baru beberapa langkah ia terhenti, ia menoleh kebelakang “Bagaimana dengamu, Luhan-a?”

Luhan POV

“Sebentar lagi malam, kurasa kau harus segera pergi darii hutan ini.” Aku mencoba untuk menghindari pertanyaan Hana, dan yeoja itu sendiri malah terkejut.

“Kau benar. Aku harus segera ke desa EXO.”Buru-buru yeoja itu melangkah pergi melewatiku, namun baru beberapa langkah ia menoleh ke arahku.

“Bagaimana dengamu, Luhan-a?”

Luhan-a? Yang kutahu itu adalah panggilan informal yang ditujukan seseorang yang dianggap sudah dekat. Yeoja ini, sangat menarik.

“Aku, aku tinggal disini.” Kataku santai. Ia segera mempoutkan bibirnya.

“Jinjja? Baiklah aku pergi, nde?” Yeoja itu melambaikan tangannya kearahku. Aku pun juga mengikuti, lalu segera kupukul tanganku. ‘Kenapa aku bertindak seperti manusia? Berkenalan, tersenyum dan sekarang melambai pada manusia? Aish aku gila’

Tapi sekarang aku merasa khawatir. Bagaimana kalau yeoja itu diserang babi lagi atau lebih parah jatuh. Ommo!! Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi.

Hana pov

Sebenarnya aku sangat ingin Luhan menemaniku, hari sudah semakin gelap, dan karena kejadian tadi aku jadi terlambat ke desa EXO, kalau saja itu tidak terjadi, aku pasti sudah di ranjang dan tidur. Huh! Aku menghela nafasku. Jujur ini menakutkan, suara burung hantu membuatku semakin merinding.

SREEK

Aku mendengar gesekan kaki dibelakangku, aku yakin ada yang mengikutiku, apa dia Luhan? Tapi mana mungkin dia pasti sudah pergi, apa BABI HUTAN?

Aku mempercepat langkahku, sampai akhirnya aku kehilangan keseimbanganku,

GREEPP

Aku merasakan ada seseorang yang memelukku, aku hanya memejamkan mataku, karena setelah ini kami terguling bersama kebawah lembah.

Aw! Kubuka mataku perlahan dan mendapati Luhan dihadapanku. Aku senang bukan main melihat Luhan ada di hadapanku, tapi aku segera sadar, posisiku yang menindihnya membuatku langsung terkejut. Luhan masih terpejam, namun aku bisa merasakan tangannya kini menahan punggungku untuk terus berada diatasnya.

“Hah, bagaimana mungkin aku tidak khawatir meninggalkanmu sendirian?”

“Kau khawatir?” Kataku tepat ditelinganya, yah posisiku masih menindihnya, karena tadi sewaktu mau berdiri Luhan mengencangkan pelukannya. Aneh memang? Tapi aku menyukainya.

“Tentu saja, bagaimana ini, sepertinya kita terjebak semalaman di lembah ini.”

Aku langsung berdiri dan menatap sekitar, benar sepertinya aku baru sadar kalau tadi aku jatuh ke lembah, eottoke? Rencana tidur di ranjang, gagal malam ini?

“Eottoke Luhan-a? Aku harus segera kesana.”

“Kita bermalam disini saja.”

“Jinjja? Shireo, disini dingin, banyak nyamuk, agh.. aku tidak bisa tidur ditempat seperti ini.”

Kulihat Luhan yang tadi berbaring segera beranjak dan pergi meninggalkanku.

“Yak Luhan-a kau mau kemana?”

“Aku akan mencari kayu bakar, kau tunggu disini, jangan kemana-mana.”

“Ne, Arraso.” Luhan menghilang dikegelapan, aku berusaha menahan ketakutanku. Lalu kuputuskan untuk duduk, sebelum aku akan duduk, kudengar suara Luhan

“Aku kembali..”

Aku menganga, Luhan membawa banyak kayu bakar. “Daebak kau cepat sekali, bahkan aku belum sampai duduk.”

“Ikuti aku, aku melihat ada goa disana.”

Aku menangguk dan menawarkan diri untuk membantu membawakan kayu di tangan Luhan. Kami berjalan beriringan sambil sesekali saling menoleh dan tersenyum. Entahlah ini pertama kalinya aku merasa senyuman seseorang membuat hatiku tenang. Apa aku menyukai Luhan? Eoh sadarlah Yoon Hana, kau baru saja bertemu dengannya.

Di gua, sebuah api unggun sudah membara membuat gua yang tadinya gelap itu remang-remang muncul cahaya, kurasakan badanku yang mulai terbawa suasana, walau didekat api unggun aku masih merasakan dingin yang menusuk tulangku, tubuhku juga masih bergetar. Dan nyamuk-nyamuk terus saja mengusikku.

“Kau tidak tidur?” Tanyanya, Aku menatap Luhan dengan puppy eyesku, “Aku tidak bisa tidur, Luhan-a” Aku menghela nafas, dan kurasakan Luhan kini menggeser duduknya dan mendekat disampingku. Aku terkejut karena tiba-tiba menarikku untuk berbaring diatas pahanya. Aku hanya mampu membulatkan mataku.

“Apa yang kau lakukan, Luhan-a?” Tanyaku dengan posisi berbaring di paha Luhan. Omo ini memalukan, bisa kupastikan pipiku memerah diperlakukan bak puteri seperti ini.

“Tidurlah…” Katanya lembut lalu tersenyum padaku.

“Aku tidak bisa tidur, banyak nyamuk..” Aku menepuk-nepuk sekitar melihat nyamuk yang berterbangan. Dan kini Luhan dengan sigap dan cepatnya membunuh puluhan nyamuk, Aku hanya bisa bengong. “Daebaaak…”

Ia tersenyum lagi, membuatku tiba-tiba merasa sangat hangat, tidur disisnya membuat tubuhku menjadi hangat dan nyaman.

“Luhan-a…” Kataku tiba-tiba.

“Mmm?”

“Gomawo, Gomawo karena menolongku, gomawo karena berada disisiku, dan gomawo karena kini kau menemaniku, gomawo. Kau tahu aku sangat kesepian sebelumnya. Orang tuaku terlalu sibuk sampai-sampai aku diabaikan.” Aku menatap wajahnya yang kini menunduk untuk melihatku “Tapi sekarang, walau aku baru mengenalmu dan tidak tahu siapa kau, tapi.. aku senang mengenalmu. Gomawo…”

Ia tersenyum, lalu menatap api unggun dihadapanya. “Gomawo, karena menolongku disungai, gomawo karena mempercayaiku, gomawo karena menganggapku ada. Sebelumnya, aku tidak pernah bicara dengan manusia, tapi sekarang aku merasa berbicara itu menyenangkan, apalagi denganmu. Aku juga senang mengenalmu, Gomawo..”

Aku terharu dengan ucapannya “Kau peniru..” Kataku sambil terkekeh, kudengar dia juga tertawa, aku merasa sangat bahagia sekarang.

“Keunde.. Hana-ssi?”

“Hana-ya, panggil aku Hana-ya.” Kataku sambil cemberut. “Wae, Luhan-a?” Lanjutku.

“Kalau kau tahu siapa aku sebenarnya, apa kau masih menanggapku ada?”

Aku termenung. Benarkah pemikiranku kali ini benar, kalau Luhan bukan MANUSIA? Melainkan..

“Wolf? Werewolf? Manusia serigala?” Jawabkku yang membuatnya membulatkan mata. “Wae apa yang salah dengan itu, kalau Manusia Serigala itu baik spertimu, itu tidak masalah untukku Luhan-a, aku akan tetap berteman denganmu.”

Kulihat raut wajah Luhan kembali berbinar. Ia kembali menatapku, tatapan teduh itu aku benar-benar menyukainya.

“Luhan-a, bagaimana kau bisa jadi manusia serigala? Apa kau memang ditakdirkan begitu?”

“Ani, ini adalah sebuah kutukan, dulu leluhurku melakukan kesalahan, ia melanggar batas wilayah antara desa EXO dengan hutan ini, tapi leluhurku terus mengambil tanah sehingga para penghuni hutan marah, mereka mengutuk anak-anak dan keturunan mereka akan menjadi manusia serigala, seperti itulah..”

Aku hanya ber oh oh ria, “Lalu bagaimana menghilangkan kutukan itu?”

“Molla, tidak ada yang tahu bagaimana menghilangkan kutukan itu.”

Wajah Luhan kini meredup, kulihat ia akan menangis, dan ya kurasakan setitik air matanya jatuh di pipiku. “Uljima Luhan-a”

Ia tersenyum lagi, aku sangat menyesal bertanya padanya, membuatnya murung. “Aku yakin suatu saat kutukan itu bisa hilang Luhan-a..”

“Eo..”

“Luhan-a, kau mau mendengarku menyanyi?” Aku mencoba mengalihkan topic, aku tidak ingin Luhan sedih, walau sebenarnya aku sangat penasaran dengannya.

“Bernyanyilah…”
bamsedorok changbakke henimi tteugil gidaryoyo
achimi omyon geu saram mannal su isseunikkayo
gomawoyo ne son jabajwoso gomawoyo ne nun barabwaso
gomawoyo nega geuridon wangjanim iroke ne ape natanajwoso
haru jongil haneure dallimi tteugil gidaryo
hanbami omyon dangsin-gwa iyagihal su isseunikkayo
itjimayo uriye yaksogeul itjimayo uriye bimil deureul
itjimayo nega dangsine nunbiche olmana gaseumi ttwiossonneunji
(OST WEREWOLF BOY)
“Eottoke?”

“Bagus, nan johahe..”

Deg! Jantungku melonjak dengan cepat, aku tak henti-hentinya tersenyum. Ku condongkan wajahku didepannya, lalu mencium pipinya. “Jaljayo, Luhan-a…”

Aku segera memejamkan mataku, senang, malu semuanya bercampur jadi satu, jantungku masih terus berloncatan, dan aku merasakan dengan lembut Luhan membelai rambutku, aku menikmatinya ,hangat.

***

CHUUPP

Yeoja itu membuka matanya ketika merasakan sesuatu yang lembab dibibirnya. Lalu ia segera bangun dan menatap namja dihadapanya dengan tatapan tak percaya.

“Morning Kiss..”

“Ck. Luhan-a, kau tidak tidur?”

Namja bernama Luhan itu menggeleng sambil tersenyum, yeoja dihadapanya itu terbelalak. “Kau tidak lelah? Tidurlah aku akan menjagamu.”

“Kami tidak tidur, Hana-ya..” Yeoja bernama Hana itu langsung duduk dan menangguk mengerti.

Kruyuukkkk

Luhan terkekeh melihat wajah Hana memerah. “Kau lapar?”

“Sejak kemarin aku belum makan” Ia mempoutkan bibirnya

“Kurasa Desa EXO sudah terlihat, keluarlah kau akan takjub melihat desa itu.”

Aku keluar dari gua, benar kata Luhan, pemandangannya indah benar-benar indah.

“Hana-ya..”

Hana menoleh ke Luhan “Wae?”

Luhan mendekat dan mengalungkan sesuatu kelehernya. Setelah dirasa terpasang Luhan mundur dan menatap intens pada Hana.
“Waah.. kyeoptaaa…”

“Kau harus menjaganya.”

Hana mengamati kalung berbentuk kepala serigala yang tersemat dilehernya, ia mengangguk pertanda akan berjanji menjaga kalung itu.

“Jadi.. bolehkah aku menciummu?”

Hana membulatkan matanya. Belum sempat ia menjawab, Luhan sudah menepis jarak diantara mereka. Hanya ciuman biasa, tak ada nafsu yang mengalir, dibalik semua itu Luhan memberikan seluruh kekuatannya pada Hana, walau yeoja itu tidak menyadarinya.

***

“Luhan-a.. kemari.”

“Wae?” Luhan berjalan mendekati Hana.

“Cobalah..” Hana memberikan ice cream pada Luhan. Dengan ragu Luhan mencicipinya dan ia langsung menjauhkah ice creamnya, namun beberapa saat lagi ia kembali mencicipi lagi.

“Eottoke?”

“Enak. Lembut.”

Setelah makan siang tadi Luhan dan Hana pergi jalan-jalan ke Desa EXO, desa terpencil namun sangat indah. Desa ini memiliki pasar yang sama seperti pasar pada umumnya, namun lebih sepi, karena hanya segelintir orang yang ada disni.

“Luhan-a ayo kesana.”

Hana menarik Luhan menuju salah satu salon.

“Ahjumma, buatlah manjachingguku ini, tampan, ne?”

Luhan hanya bengong, tak mengerti apa yang akan dilakukan oleh Hana.

Beberapa saat kemudian, Luhan sudah dicukur rapi rambutnya, tampak lebih teratur dan rambutnya menjadi hitam kecoklatan, benar-benar tampan.

“Lihatlah warna rambut kita sama, Luhan-a” Kata Hana sambil menunjuk rambut Luhan dan dirinya.

“Eo, apa aku tampan?”

Dengan kilat Hana mencium pipi Luhan “Tentu” Hana langsung kabur dan Luhan mengejarnya.

“Luhan-a coba lihat di kaca? Kita sekarang seperti pasangan kekasih.” Hana meliukan tubuhnya kekanan dan kekiri mengamati baju couple yang baru saja ia beli dengan Luhan. “Yeppo…” Kata Luhan singkat namun mampu membuat Hana tersenyum.

Mereka berjalan beriringan sambil memakan aromanis yang mereka beli. Mereka tampak seperti pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta.

“Aku sampai lupa tujuanku kemari, Luhan-a aku benar-benar senang sekarang.”

“Kalau kau ingin meneliti tentang serigala, kenapa kau tak tanya padaku saja?”

“Ah iya itu benar.” Hana tertawa lalu mengajak Luhan berfoto di photobox, setelah dirasa cukup Hana dan Luhan mengamati hasilnya.

“Bagus ya..” Kata Luhan dan Hana mengangguk, “Ini kau ambil 2 aku ambil dua.”

Luhan menatap sendu foto yang ada ditangan Hana, “Wae kau tak suka?”

“Ani, kau saja yang menyimpanya, aku tidak perlu foto itu, karena aku akan selalu menyimpanya disini.” Luhan menaruh tangan Hana tepat didadanya. Lalu mereka sama-sama tersenyum.

Mereka duduk di taman terdekat, lalu mulai merenungi pikiran mereka masing-masing.

“Luhan-a, kalau aku pulang nanti, kau ikut ya?”

“Aku tidak bisa..” Katanya dengan suara parau.

“Aku tidak bisa jauh dari hutan ini, Hutan ini seperti nafas bagiku.” Lanjutnya

“Lalu, apa aku bagimu?”

“Ne?”

“Apa artinya aku untukmu, Luhan-a?”

Luhan merasa tercekat, ia menahan sesak yang sudah ia tahan lalu ia menyalurkanya lewat senyuman.

“Kau.. segalanya bagiku..”

Hana hanya tersenyum, Luhan menatap intens kearah Hana.

“Kau adalah yeoja yang membuatku ingin tersenyum untuk pertama kalinya, yeoja yang membuatku ingin melindungi seseorang untuk pertama kalinya, yeoja yang membuatku tertawa untuk pertama kalinya, yeoja yang tidur dipangkuanku untuk pertama kalinya, dan yeoja yang membuatku mengenal cinta untuk pertama kalinya..”

Perlahan air mata Hana menetes, dengan lembut Luhan mengusap dengan ibu jarinya. “Saranghae, Yoon Hana..”

Luhan memeluk erat gadis dihadapannya itu, menangis di pelukannya untuk pertama dan terakhir baginya…

“OHOOO, SEPERTINYA ADA YANG SEDANG JATUH CINTA?”

Kedua insan itu langsung melepaskan pelukannya, lalu menoleh kebelakang dan mendapati seseorang yang sedang menatap tajam kearah mereka sambil menunjukan smirknya.

“L Saem, sedang apa kau disini?”

Tangan Luhan bergetar mengetahui musuh bebuyutan dihadapannya ini, ia menarik Hana kebelakang punggungnya.

“Wae? Kau ingin melindunginya? Kau mau jadi pahlawan? Kau masih mau melindungi manusia yang sudah membunuh keluarga dan temanmu?” Kata L tajam pada Luhan.

“Selama ini kau salah memandang clan Kami L-ssi, kami masih setengah manusia jadi kami masih berperasaan..”

“Tapi aku tidak, aku adalah clan tertinggi di hutan itu, tapi..” Kini tatapanya memburu kearah Hana yang membuat gadis itu semakin bersembunyi dibalik Luhan “Manusia malah menghancurkan kita..”

“Kurasa saatnya kita menghilangkan kutukan itu, L-ssi..”

“Mwo? Kau bercanda? Tidak aku tidak akan mau.”

“L!!!!” Kini suara Luhan menggelegar, membuat Hana juga ikut tersentak. “Sudah saatnya kita pergi, clan halfwolf tidak sepatutnya ada dibumi. Kita harus segera pergi, sebelum manusia mengetahuinya.”

“Tapi manusia yang sedang kau lindungi itu mengetahuinya…”

“Karena itu, jangan pernah lagi mencuri kekuatan Halfwoolf hanya karena kau ingin lebih kuat, sekuat apapun kita, clan kita pasti akan musnah.”

“Clan kita tidak akan musnah kalau aku dapat kalung terakhir, yaitu milikmu.”

“Ani, kau harus memutuskan untuk menjadi wolf atau manusia, kau tidak akan bisa hidup menjadi halfwolf.”

“TERKUTUK! Selama 1000 tahun aku hidup hanya untuk mempertahankan clan kita, dan sekarang kau menyerah, Hanya tinggal kita yang tersisa, Luhan”

“Apa menjadi halfwolf itu hebat? Kita lebih rendah dari serigala atau manusia, kita tidak bisa dianggap manusia karena kita tidak makan seperti mereka, tidur seperti mereka dan bahkan kita tidak pernah tua, tapi kita juga bukan hewan, karena kita mengerti bahasa manusia dan berakal seperti manusia. Sperti itu apa bisa dibilang hebat? Aku menyesal terlahir sebagai wolf, aku menyesal menjadi halfwolf karena… aku tidak bisa memiliki seseorang…”

DEG! Hana mendengar semuanya, perlahan Luhan menggenggam jemari Hana, dan meremasnya dengan lembut.

“Aku berharap aku bahwa aku adalah halfwolf terakhir yang mencintai manusia, aku tidak ingin lagi keturunan kita merasakan menjadi aku atau kau atau clan kita, sangat menyakitkan kalau kau pernah merasakannya L, Mencintai seseorang yang tidak mungkin pernah kau miliki.”

Perlahan tautan Luhan mengendur, dan kini Luhan berbalik menatap Hana. “Aku, XI Luhan yang mencintai manusia Yoon Hana, bersumpah bahwa clan kami, akan musnah dibumi, dan keturunan kami selanjutnya… adalah manusia seutuhnya. Dan serigala adalah makhluk yang akan dilindungi oleh manusia.”

Suara gemuruh menggelegar dan petir mulai mencabik-cabik langit. Kilat makin menyambar ..begitu Luhan menjauh, Hana ingin mengejarnya.. tapi

“Saranghae Hana-ya, gomawo telah mencintaiku dan menganggapku ada, Annyeong.”

Seketika langit hitam itu kembali cerah, membawa sosok Luhan dan L Saem.

Hana masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Luhan. Xi Luhan, pergi.

***

5 Tahun kemudian

Pelaku pemburuan serigala ilegal, telah ditangkap oleh Kepolisian saat pelaku melakukan transaksi di Thailand. Kini pelaku sedang menjalani proses persidangan.

Keuut

“Karena itulah, saya selaku Kepala Kedokteran Hewan se-Korea Selatan, sangat menyetujui misi meyelamatkan serigala korea, kami akan berusaha memberikan yang terbaik”

Salah satu wartawan mengangkat tangannya “Permisi Dokter Yoon, menurut sumber yang kami percaya, anda adalah ketua yayasan perlindungan serigala di Thailand, Vietnam dan Indonesia, dan kabar yang kami dengar anda juga membuka Hutan lindung diberbagai Negara dengan populasi serigala yang terancam pipulasinya, apa yang membuat anda begitu ingin melindungi Serigala?”

Yeoja itu mengulas senyum terbaiknya, lalu ia menggenggam kalung yang tersemat di lehernya, dengan tangan kanan, dan tangan kirinya memegang mic, menambil nafas dalam-dalam dan menjawab pertanyaan wartawan tersebut.

“Karena.. aku menyukainya.”

END

Akhirnya selesai juga, hhe. Maaf kalau agak aneh FF nya, ini murni pemikiranku jadi aku tetep seneng bisa nyelesaiin FF yang lumayan berat banget aku bikinnya, sama kayak FF aku sebelumnya yang dibuat kalau lagi jenuh belajar, padahal udah kelas 3 SMA, hha. Berhubung umur belum 17 jadi maaf kalau romance nya gak dapet. Akhir kata.. terimakasih semuanya *bow

17 responses to “[Freelance] A Wolf & Love part 2 END

  1. and ya..
    bgus cerita.a suka
    feel.a dpt bgt…
    tpi knpa luhan.a pergi.. yaaa..
    tpi ttp ada moment hana sma luhan..
    dttngu ff slnjuta.a

  2. Yakk udah end aja sih padahal pengennya luhan bisa terus sama hana
    hemmm minta dibikin sequel donk,biar luhan bisa sama hana dan happy ending gtu,,,hehehehe
    semangat ditunggu ff laennya

  3. Waaahhh.. saya suka dgn alur crtanya thor… menarikk 🙂
    Yaaah knpa luhan hrus prg thor? Apa ndak da rankarnasi luhan thor? Tau kmbran luhan? Sedih ja gtu akhir ctra luhan mnghilng.. 😦
    D tnggu karyanya yg lain loh thor.. Always fighting 🙂

  4. Sebenarnya ada part-part yang bikin aku bertanya-tanya… kayak maksudnya L itu musuh bebuyutan nya Luhan itu apa? Trus maksudnya L nyuruh dia nyari info ke desa exo biar apa? Jadi ceritanya rada ngatung =,= ,padahal endingnya udah bagus thor 🙂 .

    Btw keep writing yah , semangat ^,^)/

    • L itu sebenarnya wolf yang jadi manusia karena ngambil kekuatan halfwolf, kayak disebutin Luhan kalau dia sering ngambil kalung para halfwolf, terus L nyuruh Hana ke desa EXO, yah begitulah, aku kurang njelasin bagian itu, hehe mian. Author amatiran, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s