Guitar Coffe and Love | Part 11

Gcl11

Guitar Coffee and Love Part 11

||Guitara19 || @caecilianovi ||

||Do Kyungsoo || Jung Eunji ||

||Kim Jongin || Park Chanyeol || Oh Sehun || Im Yoona || Choi Rin || Choi Jiwoo ||

||Romance || Sad || Fluff ||

|| Chapter ||

||PG 15||

Previous

P 1 | P 2 | P 3 | P 4 | P 5

P 6 | P 7 | P 8 | P 9 | P 10

P 11

FF ini juga di post di Guitaracaecil ^^

Don’t Copas | Don’t Bash! | Don’t be a Silent Reader!

 

TYPO EVERYWHERE

Poster by @Guitara19

~PART 11~

Dengan cepat Kyungsoo mengendarai mobilnya entah pergi kemana. Eunji hanya diam mengikuti akan kemana Kyungsoo membawanya. Di dalam mobil mereka diliputi keheningan. Ya tak ada yang berani membuka pembicaraan diantara mereka berdua. Sesekali Kyungsoo melirik Eunji yang sedang duduk disebelahnya, tampak sedikit resah. Kyungsoo jadi teringat bahwa tadi Jongin mau pulang bersama Eunji, tapi karena Jongin dipanggil Mr. Lee karena ada tugas yang tidak dituntaskanya, akhirnya ia menyuruh Kyungsoo untuk mengantar Eunji pulang.

“sudah tenanglah. Jangan khawatir. Jongin tadi menyuruhku untuk mengantarmu pulang” ucap Kyungsoo memecahkan keheningan didalam mobilnya. Eunji hanya meliriknya dan menghembuskan nafas pelan.

“Eunji..” panggil Kyungsoo

“ne sunbae” jawab Eunji tanpa mengalihkan pandangannya

“berhenti memanggilku dengan embel embel sunbae lagi. Panggil aku Kyungsoo oppa” Eunji menautkan kedua alisnya begitu mendengar apa yang diminta Kyungsoo. Kyungsoo melihat Eunji sejenak lalu kembali fokus menyetir.

“aku mohon” pinta Kyungsoo. Eunji menimang nimang kembali permintaan Kyungsoo. Memanggilnya oppa? Aku bukan pacarnya. Adiknya saja bukan. Lalu kenapa aku harus memanggilnya dengan embel embel oppa? Pikir Eunji.

“hmm, arraseo” mendengar jawaban Eunji, Kyungsoo tersenyum senang mendengarnya.

Tak lama kemudian mobil Kyungsoo berhenti di suatu café klasik di pinggir jalan. Kyungsoo membuka seatbeltnya. Dan memandangi Eunji yang tak berkutik sejak percakapan tadi.

“kau tak mau keluar?” tanya Kyungsoo

“ki-kita mau ngapain?” tanya Eunji kembali, membuat Kyungsoo memutar bola matanya dengan malas.

“apa yang biasanya dilakukan saat di café Eunji?”

“makan sunbae”

“berhenti memanggilku sunbae”

“ne oppa”

“mm, ayo kita keluar”

Eunji membuka seatbeltnya dan keluar dari mobil bersamaan dengan Kyungsoo. Mereka dengan santai memasuki café. Mereka memilih meja yang ada di pojok café menghadap psda taman yang ada di belakang café. Waitress pun datang menghampiri mereka. Kyungsoo melihat lihat daftar menu yang baru saja diberikan waitress. Begitu juga dengan Eunji.

“Hot Chocolate dan Waffle with Strawberry Ice Cream, Eunji kau pesan apa?”

“sama seperti oppa saja”

“kau yakin?”

“ne” jawab Eunji singkat.

Sang waitress pun mengerti dan pergi meninggalkan Kyungsoo dan Eunji. Kini mereka diliputi keheningan. Dan Eunji justru sibuk berkutat dengan ponselnya. Kyungsoo memandangi terus Eunji yang duduk dihadapannya, sedangkan Eunji masih saja asik memainkan ponselnya tanpa menyadari bahwa sedari tadi Kyungsoo tak henti memandanginya. Apa aku bisa memilikimu?

“Eunji!” panggil seseorang membuat Eunji menoleh dan membuat bibirnya tersenyum manis. Sangat manis bagi Kyungsoo yang melihatnya. Kyungsoo ikut menoleh melihat siapa orang yang memanggil yeoja yang ada di hadapannya.

“Baekhyun!” Eunji bangkit dari tempat duduknya dan berlari kecil memeluk Baekhyun yang kini ada di hadapannya.

“apa kabar lama tak bertemu” tanya namja yang mempunyai nama Baekhyun itu. Eunji pun melepas pelukannya dari Baekhyun.

“baik baik sja, bagaimana dengan Paman Byun?” tanya Eunji

“baik juga”

Kyungsoo hanya diam memperhatikan Eunji asik mengobrol dengan namja yang bernama lengkap byun Baekhyun itu. Aku hanya menjadi pendengar yang baik di sini, batin Kyungsoo yang mulai nampak kesal karena diabaikan sejak tadi oleh mereka sejak kehadiran Baekhyun.

“kau ke sini dengan siapa?” tanya Baekhyun yang baru menyadari ada Kyungsoo yang sedang menopang dagu dengan sebelah tangannya sambil memandangi pemandangan yang ada diluar.

“ah dia Kyungsoo oppa, dia—“

“Do Kyungsoo imnida, namjachingu Eunji.” Potong Kyungsoo membuat Eunji tercengan.

“ah kalian sedang kencan rupanya. Minseok hyung!berikan pelayanan yang terbaik untuk mereka ne! aku tinggal dulu” ucap Baekhyun lalu tersenyum pada Kyungsoo dan Eunji yang masih saja tak percaya dengan apa yang diucapkan Kyungsoo tadi.

Tak lama, pesanan datang menghampiri meja yang diduduki oleh Kyungsoo dan Eunji sedari tadi. Dan lihat! Kenapa ada tulisan “Kyungsoo and Eunji” di atas waffle, lalu ada bentuk hati menggunakan cream yang berwarna merah muda mengelilingi tulisan tersebut. ini pasti perbuatan baekhyun. Eunji tertawa sinis melihat perbuatan kakak sepupunya itu. dan Kyungsoo hanya tertawa manis dan selalu tersenyum saat melahap waffle tersebut. Ya Ya Ya, apa ini masuk ke dalam bagian sandiwara ini? Eunji menghembuskan nafas, berharap ini tak membuat dirinya terbang.

—Guitar Coffe and Love—

 

Kyungsoo keluar dari café membawa 2 gelas karton kopi untuk dibawa pulang. Diambilnya satu gelas kopi, dan sisanya diberikan pada Eunji.

“ini apa?” tanya Eunji.

“Vanilla Latte. Minumlah di rumah. Semoga ini bisa membuatmu lebih tenang” jelasnya sambil menyodorkan tas karton tebal berisi segelas Vanilla Latte dingin. Eunji memandangi kopi tersebut. Ia mengetahui bahwa sedari tadi aku tak tenang memikirkan Sehun oppa saat tau bahwa Jiwoo satu sekolah denganku bahkan satu kelas, batin Eunji. Kyungsoo membukakan pintu penumpang samping kemudi, dan memperintahkan Eunji untuk masuk. Tanpa pikir panjang dengan segera Eunji masuk kedalam mobil. Kini Kyungsoo sudah dibalik kemudi dan membawa Eunji pulang.

“kau pulang kemana?” tanya Kyungsoo yang tetap fokus mengemudi.

“kerumah Jongin oppa”

“ah arraseo”

Kyungsoo menambah kecepatan mobilnya agar Eunji dengan segera sampai di rumah Jongin.

—Rumah Sehun—

Hari sudah mulai sore, Sehun keluar rumah menggunakan kaus oblong dan celana pendek. Sore ini ia akan menyiram tanaman. Yoona sedang keluar membeli bahan makanan untuk besok. Sehun menyambungkan selang ke keran, dan mulai menyirami tanaman yang ada di halaman rumahnya itu. baju Sehun mulai basah terkena cipratan air. Karena tak tahan dengan baju basah, Sehun membuka kaosnya dan mempamerkan dada bidangnya dan absnya. Ya dia topless (greget dah pengen meluk- -“). Pada waktu yang bersamaan, gerombolan ibu ibu tukang gossip(?) melewati rumah Sehun yang bertepatan saat Sehun membuka kaus oblongnya yang sudah basah. Dan itu berhasil membuat para ibu ibu terdiam dan menikmati pemandangan yang Sehun perlihatkan. Sehun menyadari adanya mereka, segera tersenyum. Para ibu ibu terkaget dan pura pura lari di tempat.

“Ahjumma, sore yang cerah ne, semangat lari sorenya” teriak Sehun menyemangati para ibu ibu. Akhirnya ibu ibu itu pergi dari situ meninggalkan tempat itu.

Sehun menyirami tanaman dengan senang. Saking senangnya, ia tak menyadari, Jongin yang baru datang mengendarai motor dari sekolah, di siram oleh Sehun.

“YA! Hyung! Aku jangan disiram! Aish jjinja” gerutu Jongin sambil turun dari motornya.

Jongin berjalan menghampiri Sehun yang masih asik menyirami tanaman. Sehun menyadari kedatangan Jongin dengan keadaan basah kuyub dan raut muka yang sangat sangat kesal sedang menatap dirinya.

“Kau kehujanan Jongin?” pertanyaan konyol terlontar dari mulut Sehun yang bertanya dengan raut muka yang polos.

Jongin tertawa sinis mendengar pertanyaan dari hyungnya ini. Ya Tuhan kenapa noonanya mau dengan orang seperti ini, pikir Jongin.

“Ini semua karenamu hyung. Lihat semuanya basah” umpat Jongin pada Sehun sambil menunjukkan keadaan dirinya.

“Jeongmalyo? Mianhe hehe” ucap Sehun sambil mengacak acak rambut Jongin.

Tiba tiba ada mobil yang berhenti di depan rumah Sehun. Sehun berhenti menyiram dan melangkah ke depan rumahnya diikuti oleh Jongin. Dari pintu kemudi keluar namja yang memakai seragam sama dengan yang Jongin kenakan sekarang, berlari ke pintu penumpang. Membukakan pintu dan keluarlah Eunji dari dalam mobil. Eunji berjalan dan membungkuk di depan Sehun. Dan Sehun cukup kaget melihat namja yang ada di belakang Eunji.

“Neo?!” Sehun menunjuk namja itu dengan telunjuknya. Dan namja itu menyadari apa yang Sehun lakukan, dengan segera namja tersebut meletakkan telunjuknya di depan mulutnya yang berarti diam.

“Waeyo oppa?” tanya Eunji.

“Ah ani, aku lupa dia teman Jongin. Ku kira dia orang asing. Kau ingin masuk ke dalam dulu?” tawar Sehun pada namja yang ada di belakang Eunji—Kyungsoo. Kyungsoo hanya tersenyum dan membungkukkan badan.

“Maaf hyung, aku tidak bisa, aku harus segera pulang. Jongin-ah…”

“Mwo?” balas Jongin

“Kau terlihat err… seksi hahaha” Kyungsoo segera berlari ke dalam mobilnya karena takut dihajar oleh Jongin karena perkataannya.

“YA! Kurang ajar kau Kyungsoo!” teriak Jongin saat Kyungsoo melewatinya  sambil melambaikan tangan. Eunji memandangi Sehun yang topless dan Jongin yang seluruh tubuhnya basah.

“Kalian habis bermain air oppa?” tanya Eunji sambil melewati Sehun dan Jongin. Jongin semakin geram dengan tuduhan orang orang yang aneh kepadanya.

“YA! Ini semua karena hyungmu!” teriak Jongin yang hanya dibalas lambaian tangan Eunji.

“Sudahlah mandi sana, nanti hyung yang cuci” Sehun mengatakan itu sambil melangkah masuk membawa kaos yang basah meninggalkan Jongin dibelakang seorang diri.

—Guitar Coffe and Love—

“kau sudah makan Eunji?” tanya Sehun yang sudah berganti pakaian, berjalan mendekati Eunji yang sedang asik menonton tayangan di televisi.

“sudah oppa” jawab Eunji singkatyang diikuti anggukan kepala dari Sehun tanda mengerti.

Eunji diam menatap kosong televise. Ia bingung mau membicarakan hal tersebut mulai darimana? Apa reaksi dari Sehun oppa setelah mendengar berita ini? Sesekali  Eunji menyesap vanilla latte yang diberikan Kyungsoo tadi. Mungkin Kyungsoo benar, vanilla latte itu membuat Eunji sdikit tenang.

“oppa” panggil Eunji pada Sehun yang sedang bersandar pada sofa, mengistirahatkan diri.

“hmm” jawab Sehun dengan gumaman dan masih memejamkan matanya.

“Jiwoo satu kelas denganku” Eunji langsung berbicara to-the-point, membuat Sehun sedikit tersentak mendengarnya.

Ia langsung membenarkan posisi duduknya dan menatap dalam mata Eunji, lalu memeriksa keadaan Eunji. Adikku ini tidak apa apa kan? Batin Sehun yang masih saja mengecek keadaan Eunji.

“oppa berhentilah aku tidak apa apa” ucap Eunji agar Sehun berhenti memeriksa keadaan dirinya.

“kau yakin?” tanya Sehun sambil mengelus pelan puncak kepala Eunji. Eunji menjawabnya dengan anggukan kepala.

“kau mau kembali ke Kanada? Biar Appa Eomma dan Kris hyung yang menjagamu” saran Sehun yang terkesan terlalu cepat mengambil keputusan membuat Eunji kaget.

“aniyo. Tidak usah oppa, ada Jongin oppa di sini dan Kyungsoo oppa yang bisa menjagaku” jelas Eunji membuat Sehun diam begitu mendengar nama ‘Kyungsoo’ disebutkan oleh yeoja dongsaeng satu satunya ini.

“apa eomma sudah tau?” tanya lagi Sehun.

Eunji menggelengkan kepalanya.

“jangan sampai eomma tau, ia akan menyuruhku kembali ke Kanada  kalo ia tau” Sehun dan Eunji diam diliputi keheningan.

Sehun harus menimbang segala keputusan yang akan ia ambil. Ia tidak mau kejadian beberapa tahun silam terulang kembali. Ia memandangi adiknya yang tengah menyaksikan televise. Sehun menghembuskan nafas berat.

“Eunji-ya”

“ne…” jawab Eunji tanpa mengalihkan pandangannya dari televise sedikit pun.

“aku ijinkan kau untuk tetap disini. Tapi, saat Jongin lulus, kau harus segera terbang ke Kanada”

“waeyo oppa?” tanyanya sambil menatap dalam mata Sehun.

“Jongin juga akan diterbangkan ke Kanada, lalu siapa yang akan menjagamu disini?”

Eunji hanya diam tidak menanggapi perkataan Sehun. Lagi lagi mereka diliputi keheningan kalau saja Jongin tidak datang dengan berteriak.

“Hyung! Aku lapar” teriak Jongin sambil menuruni anak tangga dan berjalan menghampiri Sehun.

“noonamu sedang masak jadi tunggu sebentar” ucap Sehun dengan lembut kepada Jongin.

Jongin hanya mengangguk mengerti. Lalu duduk di sebelah Eunji dan merampas vanilla latte yang masih di genggam oleh Eunji. Eunji hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jongin. Tak berselang lama, Yoona keluar dari dapur sambil membuka apronnya yang berwarna biru muda.

“kajja. Makan malam sudah siap” ucapnya sambil tersenyum lembut pada Sehun, Jongin dan Eunji.

Jonginlah orang pertama yang berlari menuju ruang makan. Sepertinya dia sudah sangat lapar. Sehun berjalan sambil merangkul Yoona dan Eunji mengikutinya dari belakang. Eunji duduk di sebelah Jongin yang sudah memegang sumpit dan sendok di kedua tangannya, siap untuk menyantap hidangan yang dibuat oleh noonanya. Saat Sehun sudah melahap satu suapan, Jongin pun langsung melahap makanan yang ada dihadapannya. Orang ini kelaparan atau apa sih? Batin Eunji.

***

Eunji membereskan kembali barang barangnya. Ia akan kembali ke apartemnnya. Ia melangkah menujuruang makan dimana Sehun, Yoona dan Jongin tengah berbincang bincang sambil menikmati snack dan minuman hangat. Eunji mendekati mereka sambil mengendong tasnya.

“oppa aku ingin pulang” Sehun menengok mendengar adiknya minta pulang.

“besok hari sabtu, kenapa tidak menginap saja?” tanya Yoona lembut.

“ani eonni. Temanku besok akan datang ke apartemnku” mendengar jawaban Eunji, Jonginmenaikkan sebelah alis matanya.

“dia Choirin, oppa” Jongin pun mengangguk mendegarnya.

“Jongin antar ia pulang” perintah Yoona pada Jongin.

“noona.. kan ada Sehun hyung” bantah Jongin berusaha menolak perintah Yoona.

“antar dia, noona ingin mengobrol dengan Sehun”

“hmm, arraseo, kajja Eunji”

Jongin mengambil kunci yang disodorkan Sehun dan bangkit melanngkah pergi mengambil jacketnya yang ada disofa dan pergi menuju garasi mobil. Eunji membungkuk pada Sehun dan Yoona. Dan pergi mengikuti jejak Jongin.

***

Di dalam mobil mereka diliputi keheningan. Jongin sesekali melirik Eunji yang duduk di sampingnya dan kembali fokus mengendarai mobil. Akhirnya Jongin menghembuskan nafas pelan dan membuka percakapan.

“apa yang dikatakan oleh Sehun hyung?” tanya Jongin.

“maksud oppa?” tanya lagi Eunji yang masih tak mengerti maksud pertanyaan dari Jongin.

“Jiwoo, Choi Jiwoo. Apa respon dari hyung?”

“ah awalnya ia menyuruhku kembali ke Kanada…”

“mwo?” Jongin melirik Eunji dengan tatapan tak percaya.

“tapi aku tak mau. Lalu oppa mengatakan setelah kau lulus, ia tetap akan membawaku ke Kanada..”

“karena ia akan membawamu ke sana juga.” Lanjut Eunji, membuat Jongin mengacak rambutnya frustasi.

Beberapa bulan lagi ujian akhir akan berlangsung, berarti waktunya di Korea hanya tinggal bebearapa bulan lagi. Bagaimana reaksi Kyungsoo bila ia mendengar ini? aku sudah berjanji untuk membantunya agar dekat dengan  Eunji, pikir Jongin. Apalagi tadi Sehun sudah bertemu dengan Kyungsoo. Wajar saja tadi ia kaget saat melihat Kyungsoo mengantar pulang Eunji. Kemungkinan besar Sehun mengira, bahwa Eunji sudah mengetahui siapa orang yang menyelamatkannya saat dulu.

Jongin menyetir sambil memikirkan hal hal tersebut. sampai ia tidak sadar bahwa ia sudah dekat denga gedung apartemn Eunji, kalau saja Eunji tidak mengingatkannya. Jongin menepikan mobilnya. Eunji meraih tasnya yang ada di kursi belakang dan memakainya. Lalu ia melepas seatbeltnya.

“gomawo oppa” ucap Eunji sambil setengah membungkukan badannya.

“hati hati Eunji”

“ne oppa” Eunji keluar dari mobil Jongin. Lalu melambaikan tanganya saat mobil Jongin  mulai melaju. Eunji melangkah memasuki gedung apartemnnya. Ia pun memasuki lift dan menekan tombol lantai yang ia tuju. Sambil lift itu berjalan, Eunji merogoh saku jaketnya mengambil ponselnya. Ia memeriksa notification yang ada di ponselnya. Lalu menekan nomor 3 begitu lama dan melakuka speeddial.

“Rin-ah, jadi menginap di apartemnku besok?”

“…”

“jam berapa kau akan datang?”

“…”

“jam 11? Ah arraseo”

“…”

“ne, annyeong” Eunji menutup panggilan tersebut dan menyimpannya kembali ke dalam saku jaketnya.

Lalu pintu lift terbuka. Ia melenggang keluar dari lift itu dan menyusuri koridor yang agak sepi. Ya jam menunjukkan pukul 9 malam. Tapi beberapa apartemn terdengar ramai. Mungkin karena ini akhir pecan. Langkah Eunji terhenti di depan pintu apartemnnya. Ada sebuket bunga mawar merah muda dengan sekaleng minuman, coffee cream. Diambilnya semua barang itu oleh Eunji dan menatapnya dengan bingung dari siapa semua ini. Eunji pun memasukkan pin pintu apartemnnya dan membawa semua itu masuk kedalam apartemnnya.

Tak jauh dari apartemn Eunji, tampak seseorang sedang mengamati gerak gerik Eunji semenjak keluar dari lift. Dan tersenyum senang saat Eunji membawa masuk semua barang tersebut.

***

Jongin melangkah memasuki rumahnya. Melempar kunci mobilnya ke meja nakas yang ada di dekat pintu. Jongin melepas jaketnya lalu menggantungnya di lemari ruang sepatu. Tepat saat Jongin keluar dari ruang sepatu, Sehun keluar dengan memakai piyama tidur dari kamarnya.

“Hyung terbangun? Apakah noona juga?” tanya Jongin sambil melangkah ke dapur mengambil segelas susu yang biasanya ia nikmati sebelum tidur.

“ani, duduklah di sini, hyung ingin berbicara” Sehun sudah duduk di kursi meja makan dan menunjuk kursi yang ada di hadapannya agar Jongin duduk di depannya. Jongin duduk di depan Sehun sambil meneguk segelas susunya perlahan.

“ada apa hyung?”

***

Sinar matahari memaksa masuk ke dalam kamar Eunji. Eunji mendudukkan dirinya di tempat tidur berukuran king size. Merenggangkan badannya sejenak dan memakai sandal rumah yang ada di bawah tempat tidurnya. Eunji berjalan menuju balkon apartemnnya dan menghirup udara segar. Eunji melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya, sudah pukul setengah 8. Eunji mengambil handuknya dan melangkah pergi menuju kamar mandi.

Tampak Eunji sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil menyaksikan tayangan pagi di televise. Sebentar lagi ia harus pergi ke supermarket untuk membeli bahan makan untuknya dan Choirin yang akan menginap mala mini. Eunji menjemur handuknya di depan kamar mandi. Eunji melangkah menuju kamarnya, mengambil tas yang sudah disiapkan dan memakai jaket tipis berwarna abu abu. Saat Eunji hendak keluar dari kamarnya, langkahnya terhenti sat melihat buket bunga mawar merah muda yng tergeletak di atas meja belajarnya. Eunji mendekati mejanya dan meraih buket bunga tersebut. saat meraih buket tersebut, jatuh selembar kertas kecil berwarna biru muda dari buket tersebut. Eunji mengambil kertas tersebut dan meletkakkan buket bunganya bersama dengan buket bunga lainnya.

‘Apa kabar?’

Itu yang tertulis dalam kertas tersebut. tidak ada inisial atau apapun yang mengarah kepada pengirimnya. Lalu kopi kaleng itu, semalam Eunji masukkan ke dalam kulkas, karena tak mungkin ia meminumnya saat itu. diletakkannya kertas tersebut di ats meja. Eunji segera meninggalkan kamarnya dan pergi ke supermarket.

***

Eunji membawa keranjang yang sudah berisi makanan ringan dan minuman bersoda. Ia melangkah menuju lemari pendingin yang berisi kopi. Eunji mengetuk mengetuk pelan jarinya tepat di dagunya sambil berpikir minuman apa yang akan ia pilih. Akhirnya ia mengambil 4 kaleng kopi dingin rasa cappuccino. Diletakkannya di keranjang bawaannya. Lalu ia kembali berjalan mencari makanan berat. Mengambil sebungkus sosis, nugget, kentang goring dan sebotol mayonnaise. Tak lupa ia mengambil 2 kotak sereal untuk pasokan pagi hari yang mulai habis. Eunji lalu mengambil sekotak susu putih cair, tapi pergerakkannya terhenti karena ada tangan lain juga yang mengambil kotak susu yang sama. Eunji langsung menarik kembali tangannya dan membiarkan orang tersebut yang mengambil lebih dulu.

“Eunji-ya” panggil orang tersebut membuat Eunji menoleh.

Eunji membulatkan matanya begitu melihat siapa orang tesebut. Jiwoo tersenyum pada Eunji. Diserahkannya kotak susu tadi pada Eunji dan diletakkan di keranjang Eunji.

“sendiri?” tanya Jiwoo tapi Eunji diam tak menjawab pertanyaan Jiwoo.

Eunji masih belum berani berinteraksi lebih dengan Jiwoo.

“kau ke sini sendiri Eunji?” Jiwoo bertanya lagi karena Eunji tak kunjung member respon. Tiba tiba Eunji merasa pundaknya dirangkul oleh seseorang. Bukan oleh Jiwoo, tapi dia…

“YA! Kau kemana saja? Aku mencarimu kemana mana chagiyaa…” Kyungsoo tiba tiba datang dan merangkul Eunji.

Sontak ini membuat Eunji dan Jiwoo kaget melihat kelakuan Kyungsoo. Jiwoo memandang Kyungsoo dengan tatapan tak suka. Kyungsoo menatap tajam pada Jiwoo.

“ah kau si anak baru itukan?..” Kyungsoo melepas rangkulannya dan melangkah ke Jiwoo membisikkan sesuatu ke telinga Jiwoo.

“jangan pernah ganggu yeojachinguku, camkan itu!”

Kyungsoo menjauh meraih tangan Eunji dan membawanya pergi.

Yeojachingu dia bilang? Batin Jiwoo sambil memandang punggung Kyungsoo dan Eunji yang mulai hilang dari jarak pandangnya.

Kyungsoo terus menggenggam tangan Eunji sejak membayar semua barang belanjaannya. Eunji hanya menunduk sedari tadi, tidak berani menatap Kyungsoo.

“bagaimana oppa bisa ada di sini?” tanya Eunji sambil menatap Kyungsoo dari samping.

“aku membeli ini”Kyungsoo menjawab sambil mengangkat kantong belanjaannya.

“tapikan supermarket ini jauh dari rumah oppa”

“ne?”

Pertanyaan Eunji membuat Kyungsoo menelan ludah. Memandang ke arah lain sambil mencari jawaban yang tepat.

“ah, aku disuruh eommaku ke supermarket ini, karena lebih lengkap hehe” jelas Kyungsoo yang direspon anggukan oleh Eunji.

Kyungsoo bernafas lega karena Eunji percaya perkataannya yang sebenarnya bohong. Padahal eommanya tak menyuruhnya ke supermarket ini. akhirnya mereka berhenti di depan mobil Kyungsoo yang ada di parkiran.

“mau ku antar?” tanya Kyungsoo.

Eunji hanya menggelengkan kepalanya.

“gedung apartemnnya ada di sebrang supermarket ini, oppa tak perlu repot repot mengantarku. Aku bisa berjalan kaki ke sana”

“kau yakin?” tanya Kyungsoo dengan khawatir.

Eunji mengganggukan kepalanya dengan yakin pada Kyungsoo. Kyungsoo pun melepas tangannya yang sedari tadi masih menggenggam tangan Eunji. Tiba tiba Kyungsoo mengacak acak rambut Eunji dan sukses membuat Eunji diam karena perlakuan Kyungsoo.

“pai pai Eunji-ya” Kyungsoo melambaikan tangannya dari balik kaca mobil.

Mobil Kyungsoo pun melesat pergi ke rumahnya meninggalkan EUnji yang hanya berdiam diri di parkiran sambil menenteng belanjaannya. Akhirnya Eunji memutuskan pulang ke apartemn sebelum Choirin datang.

Kini ada seseorang berbadan jangkung berdiri di samping Eunji. Menyamakan langkahnya dengan Eunji. Eunji menengok melihat orang tersebut.

“bukankah tadi Kyungsoo?” tanya orang tersebut.

“memang dia Kyungsoo oppa” jawab Eunji enteng.

“wow.. kau memanggil dia oppa? Rupanya kalian sudah berkencan haha” ejek orang tersebut.

“mwo? Aniyo. Dia yang memintaku memanggilnya dengan embel embel oppa bukan sunbae lagi.” Bantah Eunji.

“lalu bagaimana hubunganmu dengan Hyejin eonni? Hah? Jawab aku!” lanjut Eunji dengan nada yang lumayan tinggi.

Chanyeol hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Eunji terus menunggu jawaban dari Chanyeol mengenai hubungannya dengan Hyejin.

“hehe itu.. itu..”

“aish.. cepatlah menembaknya, sebelum Kim seonsaengnim merebutnya dari mu sunbae”

“YA! Itu tidak mungkin”

Eunji hanya tertawa mendahului Chanyeol yang kini berjalan dibelakangnya. Kebetulan tadi mereka bertemu di lobby apartemn dan pergi bersama menuju supermarket.

Tak lama kemudian, Jiwoo keluar dari supermarket seorang diri. Mukanya kaget melihat Eunji sudah berjalan dengan namja yang berbeda dengan yang tadi. Berapa namja yang kau punya Eunji-ya?

***

“aku pulang”

Kyungsoo masuk ke dalam rumahnya yang besar. Ia disambut oleh beberapa orang pelayan. Wajar saja dia adalah putra tunggal ketua Do Group. Kyungsoo memasuki rumah sambil bersiul siul senang. Hingga ketika ia akan berjalan menuju ke dapur, jalannya terhadang oleh Nyonya Do, eomma Kyungsoo.

“darimana saja kau Kyungsoo?”

Dengan enteng Kyungsoo mengangkat kantong belanjaannya di depan eommanya.

“membelikan apa yang eomma minta”

“eomma mintakan belinya ke minimarket yang ada di depan, kenapa kau membelinya di.. dimana ini? supermarket Youngdok?” eomma Kyungsoo atau yang lebih dikenal Nyonya Do mengangkat alisnya sebelah sambil menatap Kyungsoo.

Kyungsoo hanya menggaruk garuk lehernya yang tidak gatal sama sekali. Nyonya Do menggelengkan kepalanya sambil mengambil kantung belanjaanya yang masih dipegang Kyungsoo. Nyonya Do melihat wajah anak semata wayangnya ini yang sangat senang dan cerah.

“aigoo, anak eomma sedang jatuh cinta ne?” ucap Nyonya Do sambil melangkah memasuki dapur, diikuti oleh Kyungsoo.

“eommaaa…” rengek Kyungsoo sambil memeluk Nyonya Do dari belakang.

Ya meskipun seorang Do Kyungsoo di sekolah dianggap seperti seseorang yang mempunyai pribadi yang keras, tapi di rumah pasti ia akan ber-aegyo ria.

“anak eomma sudah besar ternyata”

Nyonya Do terkekeh mengatakan hal tersebut.

“aku memang sudah besar eommaku yang cantik”

***

Eunji mempersilahkan Choirin masuk ke dalam apartemnnya. Setelah Choirin meletakkan tasnya di kamar Eunji, ia pergi ke dapur membantu Eunji menyiapkan makan malam. Menggoreng sosis dan nugget. Lalu mengambil nasi hangat dipindahkannya ke 2 mangkok berukuran sedang. Eunji mengambil kotak makan yang berisi kimchi, pemberian ibu Chanyeol. Setiap minggu pasti saja ibu Chanyeol memberinya sekotak kimchi. Memindahkannya ke dalam mangkuk. Lalu meletakknya di tengah meja makan bersama dengan hidangan lainnya. Eunji dan Choirin duduk berhadapan lalu berdoa. Eunji meraih sumpitnya dan meletakan satu buah nugget di mangkuknya, lalu mempersilahkan Choirin untuk mengambil juga.

Baru saja Choirin akan mengambil..

Ting Tong..!

Bel pintu apartemn Eunji berbunyi, Eunji bangkit dari kursinya tetap membiarkan Choirin menikmati makan malamnya.

Eunji melangkah ke arah pintu dan membukakan pintu. Eunji menautkan kedua alisnya begitu melihat siapa yang berkunjung ke apartemnnya.

“ada perlu apa lagi?”

—Guitar Coffe and Love—

Kyungsoo masuk kedalam mobil yang di dalamnya sudah ada Jongin yang menunggunya sekitar 10 menit sejak ia datang ke taman yang ada di perumahan Kyungsoo. Sejenak mereka diliputi keheningan.

“ada apa?” tanya Kyungsoo seraya memberikan sebotol minuman kepada Jongin.

“ Sehun hyung ingin bertemu denganmu…” ujar Jongin yang hanya dibalas anggukkan oleh Kyungsoo.

“lalu cepat cepatlah kau menyatakan perasaanmu kepada Eunji, sebelum…”

“sebelum apa?” tanya Kyungsoo seraya menengok menatap Jongin dari samping dengan tatapan tak mengerti .

“acara kelulusan berlangsung. Kami sekeluarga akan pindah ke Kanada. Melanjutkan kehidupan di sana.” Jelas Jongin yang tetap saja ditanggapi tatapan tak mengerti dan tak percaya dari Kyungsoo.

Kyungsoo mengalihkan pandnagannya menatap taman bermain yang ramai dikunjungi anak anak kecil di sore hari seperti ini. Kyungsoo menghempaskan badannya ke kursi penumpang sambil menghembuskan nafas dengan berat.

Apa yang harus kulakukan?

—TBC—

Hai hai hai hai hai

Akhirnya nih ff selesai diketik /fiuh/

Maaf banget baru di post sekarang, aku sibuk tugas, UTS, latihan, rapat dan semua kegiatan yang ada

Aku juga rebutan computer sama kaka yang lagi kuliah-,-

So maaf ya kalo ff ini agak mengecewakan, soalnya digeber buatnya terburu buru.

Makasih yaa buat para readers semua

Jangan lupa RCLnya yaaa ^^

Oh iya misalkan kalian lagi pengen baca Teenfiction dengan genre yang komedi romance gitu, nih aku saranin baca di wp husnakusuma.wordpress.com . dijamin gaakan nyesel, dan cerita itu akan membuat kalian tertawa terpingkal pingkal. Disitu juga ada aku lhoo dengan nama Cio 😉 So, check it out guys!

Guitara19

Advertisements

17 responses to “Guitar Coffe and Love | Part 11

  1. spa yg dtng mlm2 krmh eunji..
    gmna klo kyungsoo blm nyatakan prsaanx eunji dh kkanada..
    wah mkn pnsaran..
    dtnggu chap selanjutx…
    fighting..

  2. wah kayaknya sudah lama banget ya Thor. . jadi agak-agak lupa gitu jadinya tapi gak masalah lah.. 😀
    mungkin buat next dikasih sedikit cuplikan (?) chapter sebelumnya gitu biar buat bantu mengingat chapter sebelumnya..
    gitu saja kali ya thor.. next ditunggu ne dan semoga segera deh gak lama lagi update nya..

    ~·♥·~ KEEP WRITING AND HWAITING..!!! ~·♥·~

  3. astaga eonni…. awalnya aku udh kehilangan mood buat bca ff…. tpi wktu aku buka SKF yaaa.. mau negecek apakah ada salah satu ff dri semua ff favorit aku di post.. karna akhir” ini nggx ada waktu buat ngupdate…. dan wktu aku liat ff GCaL… mood aku buat bca ff.. lngsung naik…. smpai level pling atas… ckckck…. smpai” lupa klau besox sekolah… ckckck (untungnya perlengkapan sekolah besox udh disiapkan)

    kangen bnget sma ff ini….

    kasian bnget jiwoo… setiap dia mau mendekati eunji… selalu aja ada halangan entah itu choirin… ataupun kyungsoo… ckckck

    eh eh…. itu kenapa juga sehun mau ketemu sama kyungsoo?? ada apalagi??
    dan juga siapa sih yang datang ke apartementny eunji????

    oh ya… yang memberi eunji bunga itu siapa sih??? kyungsoo atau jiwoo???

    penasaran bnget sma next ny eonni….

    next ya eonni…
    keep writing

  4. Wah … daebak!! Eunji jngn pindah dong kasian Kyungsoo oppanya ..
    Mian thor bru bisa komen di chapter ini, dan mian jg bru bisa komen setelah sebulan lmnya ff ini di publish .. publishnya jngn lm-lm ya thor … udah nggak sbr nih .. pngn tau klnjtnnya ..!!

    Hwaiting thor 🙂

  5. Wah ~ FF nya tambah hari tambah seru aja :D. NO! Eunji akan pindah ke kanada? Bagaimana nasib Kyungsoo kalau Eunji pindah? Jeball Kyungsoo.. Cepatlah nyatakan cintamu sama Eunji, biar Eunji gak pindah ke Kanada. Karena hanya itu alasan Eunji untuk tidak pergi ke Kanada. Siapa ya yang datang ke apartementnya Eunji? Jadi penasaran juga sama apa yang mau dibicarakan Sehun sama Kyungsoo dan apa yang akan Kyungsoo lakukan kalau Eunji pergo ke Kanada. Cepat dong di publisnya thor :D. Gak sabar ni bacanya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s