[Ficlet-Series] Fault #1— by DantExo

faul

DantExo StoryLine Presented

Starring by : Kim Jongin, Lee Hyera (OC), Kim Chanyoon (OC) and Kim Yoonjae (OC) || Genre : Marrriage Life, Sad, Romance, Family || Rate : PG-17 || Length : Ficlet-Series

Disclaimer :

Ide cerita, alur dan semuanya milik aku.

Halal dan murni.

Jika ada kesamaan dalam ide maupun alur, itu memang tidak di sengaja dan aku tidak tahu menahu..

Already post in here

.

.

“Apakah kesalahan yang kuperbuat akan terlihat berkali lipat di matamu, Eomma?”

.

.

I Hope You Like It^^

Kim’s family Story Begin..

-o0o-

“Ya Tuhan!”

Pekikan wanita berusia 35 tahun itu menggema ke seluruh sudut ruang tengah kediaman pribadi milik CEO JY Group, Kim Jongin. Lee Hyera, sang nyonya rumah tersebut hanya bisa menatap kedua putranya yang kini sudah beranjak dewasa dengan mulut menganga tak percaya.

Baru saja dia menginjakkan kakinya di rumah setelah mendampingi sang suami mengikuti pertemuan pemilik saham di sebuah hotel ternama di Seoul, kini dia harus melihat pemandangan yang jauh dari perkiraannya, bahkan sama sekali tidak dia bayangkan sebelumnya.

Kim Chanyoon, putra sulungnya yang beberapa bulan lalu genap berusia 17 tahun, terduduk di sofa dengan wajah penuh lebam dan pakaian yang terlihat kotor. Penampilannya sangat berantakkan dengan pakaian sekolah yang masih melekat di tubuhnya. Sedangkan sang putra bungsu, Kim Yoonjae, tidak kalah berantakkannya dengan sang kakak. Wajahnya memang tidak separah Chanyoon, tetapi sudut bibirnya jelas terlihat memerah dan ada bercak darah di sekelilingnya.

“Apa-apaan ini?!”

Hyera masih belum bisa mengendalikan keterkejutannya saat ini. Wanita tersebut mendesah pasrah saat mendapati kedua buah hatinya terdiam sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Hyera benar-benar tidak habis pikir, kenapa kedua putranya itu bisa berakhir seperti seorang berandalan jalanan seperti ini. Seingatnya, Hyera tidak pernah mengajarkan hal buruk semacam itu kepada Chanyoon ataupun Yoonjae.

“Kenapa kalian semua diam?! Jawab Eomma, Kim Chanyoon! Kim Yoonjae!”

Hyera memijit pangkal hidungnya saat merasakan kepalanya pening seketika. Rasanya seperti ada berjuta-juta batu yang menimpa kepalanya hingga terasa sangat berat dan membuatnya frustasi. Ini pertama kalinya terjadi dan Hyera sama sekali tidak berpikir jika kedua anaknya akan berubah menjadi berandalan yang hobi berkelahi di jalanan.

Dia pikir, hari-hari keluarga mereka berjalan biasanya sejak beberapa hari yang lalu. Entah ada angin apa, hingga membuat Chanyoon dan Yoonjae berpenampilan seperti ini. Hyera menatap lurus mereka yang duduk di seberang meja. Ibu dua anak itu hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya sebelum akhirnya berteriak memanggil salah seorang pelayan di rumahnya.

“Song Ahjussi, bisa kau jelaskan padaku apa maksud mereka?” emosi Hyera kini beralih pada pria paruh baya yang bekerja sebagai supir pribadi Yoonjae selama ini. Pria berperawakan kurus itu hanya mampu berdiri sambil menundukkan kepalanya di samping sofa yang di duduki Hyera. “Maafkan saya, Nyonya.”

“Aku tidak menyalahkanmu, Ahjussi. Tapi bisakah kau menjelaskan apa yang telah mereka lakukan?”

Pria itu lagi-lagi mengucapkan kata ‘maaf’ sebelum memulai penjelasannya. “Tuan muda Kim Chanyoon dan tuan muda Kim Yoonjae pulang dari sekolah bersama-sama, Nyonya. Saya tidak tahu darimana mereka mendapatkan luka seperti itu. Yang saya tahu, saat hendak mengantar pulang, tuan muda Kim Yoonjae meminta saya untuk mengantarnya menuju sekolah tuan muda Kim Chanyoon.”

Hyera mengalihkan pandangannya ke arah Yoonjae dengan tatapan penuh emosi. “Benar seperti itu, Yoonjae?”

“Hn.”

“Ada lagi yang kau ketahui, Ahjussi?” tanya Hyera kembali.

“Tidak ada, Nyonya.”

Setelah memberi isyarat kepada supir pribadi putranya, Hyera kembali menatap kedua putranya itu dengan pandangan serius. Sebagai ibu, tentu saja ini bukanlah hal yang tidak biasa. Hyera mengakui jika selama ini sikapnya terkadang menjadi keras kepada Chanyoon ataupun Yoonjae. Tapi kesalahan mereka berdua kali ini benar-benar sudah di luar kewajaran.

Mana ada seorang ibu yang tidak khawatir ketika melihat wajah dua putranya yang tampan berubah menjadi menyedihkan lengkap dengan luka lebam dan lecet?

“Sekarang Eomma bertanya padamu, Kim Yoonjae.” Mendengar suara sang ibu membuat remaja berusia 12 tahun mendongak. “Kenapa kau tidak pulang bersama Song Ahjussi? Kenapa kau justru pergi ke sekolah kakakmu?”

“Y-Yoonjae.. Chanyoon-hyung meminta Yoonjae untuk datang ke sekolah karena Chanyoon-hyung akan mengikuti pertandingan basket sepulang sekolah, Eomma.” Jawabnya dengan nada terbata-bata.

Hyera melirik sekilas ke arah putra sulungnya seolah menanyakan ‘apakah itu benar?’ dan Chanyoon hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawabannya.

“Kau sudah tahu peraturannya, bukan?”

Lagi-lagi Yoonjae hanya bisa mengangguk pelan. “Tidak boleh pergi kemanapun setelah pulang sekolah tanpa izin dari Eomma.” Remaja berusia 12 tahun itu mengucapkan peraturan tak tertulis yang selama ini ibu mereka tekankan.

Hyera menghela napas saat melihat putra bungsunya yang terus menunduk takut sembari meremas kedua telapak tangannya sendiri. Hyera tahu mungkin bagi mereka sikapnya sudah keterlaluan. Tapi sekali lagi Hyera tekankah jika semua ini dia lakukan demi keselamatan mereka. Hyera hanya berusaha untuk menjadi orangtua yang tegas kepada kedua putranya.

Chanyoon dan Yoonjae sudah beranjak dewasa, dan sebagai seorang ibu, kekhawatiran Hyera tentang dunia luar juga semakin bertambah. Dia tidak pernah membatasi mereka untuk melakukan sesuatu di luar sana sesuai keinginan mereka sendiri. Hanya saja dia memiliki aturan untuk itu. Kesibukan sang suami dalam mengurus pekerjaan, tentu saja membuat Hyera semakin ketat terhadap kedua putranya itu.

Mengurus dua orang anak laki-laki yang menginjak usia remaja adalah hal tersulit bagi setiap orangtua di dunia ini. Dan Hyera menyadari itu.

“Dan kau, Kim Chanyoon. Kenapa kau tidak memberitahu Eomma terlebih dahulu jika Yoonjae akan datang ke sekolahmu?”

“Ak-aku minta maaf, Eomma. Aku pikir Yoonjae sudah memberitahumu.”

“Tapi setidaknya kau harus mengabari Eomma untuk memastikan hal itu, Kim Chanyoon.”

“Aku minta maaf.” Lirihnya.

Terdengar helaan napas dari mulut Hyera untuk kesekian kalinya. Wanita tersebut menyandarkan punggungnya ke belakang sebelum kembali menginterogasi kedua putranya. “Lalu darimana kalian mendapat luka-luka itu?”

Dentingan jam terdengar lebih keras saat tidak ada sebuah suarapun yang menyahut. Chanyoon dan Yoonjae sama-sama membungkam mulut mereka dan terus menunduk takut. Melihat tidak adanya reaksi dari mereka, membuat Hyera kembali membuka suara. “Apakah kalian terlibat tawuran? Kim Chanyoon, jawab Eomma!”

“Ti-tidak, Eomma. Kami tidak melakukan itu.”

“Lalu?”

“Sebenarnya, kami di serang oleh senior-seniorku di sekolah. Mereka tidak terima atas kemenangan tim-ku dan berusaha memukul kami semua. Yoonjae yang saat itu berada bersamaku juga menjadi sasaran mereka.” Sahut Chanyoon tiba-tiba.

Hyera hanya bisa menumpukan kepalanya di sebelah tangan. Tiba-tiba kepalanya semakin terasa pening. Ini benar-benar membuatnya frustasi. Dia tidak pernah tahu jika memiliki dua anak laki-laki akan membuatnya begitu emosi. Hal ini sudah keterlaluan. “Kenapa kau tidak membawa adikmu pergi saat itu, Kim Chanyoon? Kalian bisa melarikan diri dan pulang!”

“Aku minta maaf, Eomma.”

“Tapi Eomma.” Yoonjae akhirnya membuka suara. “Mereka sangat banyak, Chanyoon-hyung sudah berusaha membawaku pergi tapi mereka terus menghalangi kami. Kami terjebak dan mereka terus berusaha untuk memukul.”

Hyera hanya bisa menatap keduanya dalam diam. Raut wajahnya mengeras, menandakan jika ibu dua anak itu tengah menahan kobaran emosinya saat ini. Dia geram dengan tindakan brutal anak-anak berandalan itu dan juga sikap Chanyoon dalam hal ini. “Sebagai seorang kakak, seharusnya kau bisa melindungi adikmu dengan baik, Kim Chanyoon. Bagaimana bisa kau membiarkan adikmu yang masih kecil di pukuli oleh mereka? Apa kau tidak melihat luka-luka lebam di wajah Yoonjae?!”

Chanyoon bergetar saat mendengar suara tinggi ibunya. Selama 17 tahun dia dibesarkan, baru kali ini Chanyoon merasa begitu takut dan sedih. Dia takut karena membuat ibunya begitu marah. Dia juga sedih karena merasa menjadi pengecut yang tidak becus untuk menjaga adiknya sendiri. Tapi Chanyoon juga tidak berdaya untuk melawan senior-seniornya yang berjumlah sangat banyak.

“Eomma benar-benar kecewa padamu, Kim Chanyoon! Eomma benar-benar tidak habis pikir dengan sikapmu yang seperti ini!” Hyera kembali meluapkan emosinya tanpa berpikir panjang.

“Eomma hentikan! Jangan seperti itu pada Chanyoon-hyung.” Yoonjae menengadah, menatap sang ibu yang masih menahan amarah. “Ini bukan sepenuhnya salah Hyung. Yoonjae seharusnya bisa lari dari sana dan membawa Chanyoon-hyung ikut bersama Yoonjae. Jangan menyalahkan Hyung lagi. Yoonjae mohon.”

Mendengar pembelaan dari si bungsu, membuat Hyera geram. Dia benar-benar sudah di ambang batas. Kekhawatiran, ketakutan dan kekecewaannya kepada Chanyoon sudah tidak terbendung lagi. Bahkan dia sama sekali tidak menyadari perkataannya telah membuat Chanyoon merasa terluka.

“Kenapa kau tidak bisa melindungi Yoonjae, Kim Chanyoon? Apakah karena kau hanya menganggapnya sebagai adik tiri?!”

Dan saat itulah, Chanyoon berlari meninggalkan ibu dan adiknya. Remaja 17 tahun itu tidak mengindahkan teriakan Yoonjae yang terus menggema dalam indera pendengarannya. Chanyoon merasa sudah cukup. Ibunya sudah keterlaluan dan dia tidak bisa menerima semua yang dikatakan oleh ibunya.

 

Continued or End?

 

 

 

54 responses to “[Ficlet-Series] Fault #1— by DantExo

  1. duh lg seru-serunya TBC, Uda lama gak liat ff kaira- chanyoon kangen jga. Ini lanjutan beginning or end ya trnyata skrng chan udah gede dan punya ade,
    duh hyera kok ngmong’a jahat bgt kan it bukan slah chan pdhal chan kan sayang ama yonjae cuma senior’a aja tuh yg jhat

  2. woaah… chanyoon udah gede.. udah 17 tahun… seganteng apa dirimu nak? *eh*
    Hyera gak seharusnya ngomong gitu, justru dia yang malah membuat chanyoon berfikiran kalo dia cuman dianggap anak tiri 😦
    puk puk chanyoon

  3. ya ampuun hyera benar2 keterlaluan, tak seharusnya dia berbicara seperti itu pada chanyoon, tak perlu mengungkit masa lalu.

  4. Uhh.. kali ini Hyera benar-benar keterlaluan 😥 Chan nggak salah, dia udah berusaha buat melindungi adiknya, tapi senior-seniornya malah menahannya 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s