MIRROR

mIRROR

Main Cast:

  • Oh Sehun as himself (EXO’s member)
  • Han Sekyung (OC/You)
  • Jung Soo Jung (fx member)

Other Cast : find them by yourself

Genre : Horror, Romance, Supranatural

Rating : PG-17

Length: Twoshoot /ThreeShoot

Disclaimer:

IDE CERITA PUNYA SAYA. CASTS MILIK TUHAN ORANGTUA DAN AGENCY.

JIKA ADA KESAMAAN TOKOH / ALUR /  DLL ITU HANYA KEBETULAN SEMATA TANPA ADA UNSUR KESENGAJAAN.

HARGAI KARYA ORANG LAIN JIKA KARYA ANDA INGIN DIHARGAI!

 

 HAPPY READING —

.

.

.

.

.

Senin, 25 Januari 2005 – Gangnam High School

Hari itu senin, sama seperti hari senin sebelumnya di Gangnam High School, masih sangat sepi.

Jam masih menunjukkan pukul 06.25 KST. Gerbang sudah dibuka sejak 20 menit yang lalu, tepat pada pukul 06.05, selalu pada jam yang sama. Gerbang dengan sendirinya akan terbuka lalu kembali menutup pada pukul 23.56 dan akan selalu seperti itu setiap harinya, seolah-olah gerbang sekolah Gangnam sudah diberi alat untuk otomatis membuka dan menutup pada jam yang ditentukan.

Sekolah ini terlihat sangat suram dengan bangunannya yang terlihat sangat kuno, cat-cat di dinding mulai mengelupas di banyak sisi, gerbang depan yang menghubungkan Lapangan Sekolah dengan parkiran juga terlihat sudah tua, berkarat dimana-mana. Bangunan inilah yang selalu menjadi saksi bisu atas kejadian aneh yang terjadi di Gangnam high School. Sekolah ini telah berdiri lebih dari 80 tahun dan juga telah beberapa kali mengalami perbaikan di segala bidang, termasuk penambahan 2 lantai setelahnya.

Oh Sehun, dengan percaya dirinya mulai memasuki kawasan Gangnam High School setelah terlebih dahulu memarkirkan mobil Ferrari merahnya di luar gerbang utama bangunan Gangnam High School. Ia merupakan siswa baru di sana, setelah seminggu lebih mendebatkan tentang perpindahannya dengan sang Ayah, akhirnya Sehun memutuskan untuk masuk ke Gangnam, sekolah yang terkenal akan prestasi dan ke-angkerannya.

“I like this school.” Itulah kalimat pertama yang diucapkan oleh Sehun saat melihat 2 bangunan yang saling berhadapan di depannya.

Oh Sehun, adalah siswa berumur 17 tahun, berperawakan tinggi, badan tegap dengan kulit yang sedikit menggelap. Kebiasaannya berjemur di pantai di pantai Miami –kota kelahirannya- membuat kulitnya terlihat lebih eksotis dari kebanyakan laki-laki korea yang lebih memilih mempertahankan sisi imut dan cute mereka dengan kulit putih mulusnya. Sehun berbeda, dari mereka. Ia memiliki keahlian khusus yang hanya diketahui olehnya sendiri. Sehun yang pendiam, yang hanya berbicara seperlunya saja menyimpan banyak misteri kehidupan yang ia sendiri tidak mau berbagi dengan temannya sekalipun orang tuanya sendiri. Dan dengan alasan yang sama, ia memilih untuk bersekolah disini. Untuk menelusuri hal yang ia anggap “menarik”.

Dan dari keingintahuannya itulah ia mendapatkan banyak kejadian aneh yang menimpanya dan juga keluarganya.

~~

Oh Sehun, siswa berkulit tan itu terus berjalan menelusuri lingkungan sekolahnya di pagi hari. Sehun terlambat, sangat terlambat. Bukankah untuk orang yang terlalu percaya diri sepertinya, harus melihat kejadian aneh di pukul 6.05?

Ia berjalan ke arah lantai 2, ke ruangan yang sudah tidak dipaSehun setelah 2 tahun, karena suatu kejadian yang menggemparkan seantero Gangnam High School, dimana seorang siswi dibully dan dibunuh dengan tubuh yang disayat-sayat. Diduga, pembunuhan itu terjadi karena sengketa dalam perebutan seorang namja.

Sehun merasakan ada sesuatu yang mengikutinya. Suasana di sekitarnya semakin mencekam, angin berhembus semilir sukses membuat bulu kuduk Sehun merinding. Tapi hal itu tidak menyurutkan niatnya, ia hanya perlu berjalan ke sudut lorong dan melihat keadaan di sana.

 

“ppraannngg..” Sehun refleks menoleh ke belakang, serpihan pot tanah liat berserakan di lantai. Sehun melirik ke kanan dan kiri. Kosong. Tidak ada yang dengan sengaja menjatuhkan pot itu ke lantai. Sehun melirik ke atas. Lagi-lagi kosong. Hanya loteng dengan banyak sarang laba-laba yang terpampang di sana. Sehun mendesah berat, ini bahkan baru permulaan, batinnya.

Sehun berbalik badan, berniat melanjutkan kembali penelusurannya. Namun lagi-lagi pot yang pecah kembali menyita perhatiannya, saat ia menoleh ke belakang, sekelebat bayangan menyapu pandangannya. Darah Sehun berdesir, matanya langsung tertuju ke lantai, tempat dimana pot itu berserakan tepat dibawahnya, hanya 1cm jarak kakinya dengan serpihan pot tersebut.

Bulu kuduk Sehun kembali merinding, Sehun bergumam tidak jelas lalu berlari meninggalkan lantai 2.

Setelah berhasil menapakkan kakinya di jenjang terakhir, ia mengatur nafasnya dan kembali berjalan seperti biasa. Dingin, dan tidak bersahabat.

Hari sudah menunjukkan pukul 6.55. satu per satu siswa mulai membanjiri lingkungan Gangnam High School. Setelah berdiam diri di dalam mobilnya selama 10 menit, Sehun kembali memasuki kawasan Gangnam High School.

“Pagi Sehun-ssi.” Ucap Han Se Kyung –gadis cantik berambut panjang yang merupakan teman sekelas Oh Sehun. Satu-satunya gadis yang selalu Sehun ramahi setiap pagi. Seperti pagi ini misalnya, mereka saling sapa satu sama lain.

“Pagi Hanse..” ucap Sehun lalu kembali berjalan menuju kelasnya.

“Yakkk..” Han Sekyung berlari menyusul Sehun, menyetarakan langkahnya dengan langkah pria berkulit tan tersebut. “Jangan jalan terlalu cepatt..” sungut Sekyung, merasa kesal.

“Cham..” Sehun menghentikan langkah kakinya, “Aku ingin tanya something.” Wajah Sehun terlihat sangat serius, dan..penasaran.

“Mwoya?” Han Sekyung ikut berhenti. Menatap Sehun sama seriusnya.

“Ikut aku.” Sehun memegang tangan Han Sekyung lalu membawa gadis itu masuk ke kelas dengan langkah besar.

“Mwoya igee…Sehun-ssi appo!” teriak Sekyung. Sehun menghiraukan ocehan Sekyung dan terus berjalan menuju kelas mereka.

“Sehun-ssiii.” Sesorang berteriak mengejar Sehun, -Jung Soo Jung, gadis sekelas dengannya.

Sehun tidak menghiraukan orang lain sekarang, ia hanya menginginkan jawaban atas rasa penasarannya.

Soo Jung menyerah. Dan membiarkan laki-laki idamannya menjauh dengan gadis di genggamannya.

“Sekali saja tatap aku Sehun-ah.” Batinnya.

Sekyung terus saja memberontak saat Sehun menariknya, “Yak Hanse, bisakah kau diam sebentar?”

Oh Sehun dan Han Sekyung berjalan terus, tanpa memperhatikan tatapan para haksaeng yang mempertanyakan ada hubungan terselubung apakah seorang Sehun –pria idola Gangnam- dan Han Sekyung –si kutu buku Gangnam- sampai-sampai Sehun harus menyeret gadis kutu buku itu memasuki kelasnya.

“Lepas!” bentak Han Sekyung, tepat saat mereka berdiri di sebelah bangku milik Han Sekyung.

“Duduk.” Perintah Sehun.

Han Sekyung menurut, ia duduk di bangkunya, dan Sehun duduk di bangku di depan meja Han Sekyung. Memutar kursinya supaya bisa eye-to-eye dengan Han Sekyung.

“Marhaebwa.” Ucap Sekyung ketus, tidak suka dengan perlakuan Sehun karena sudah berani menyeretnya di depan para haksaeng.

“Kau tau tentang sekolah ini bukan?” Sehun langsung to the point. Han Sekyung mengerutkan dahinya tidak mengerti, “Maksudmu tentang sekolah ini?”

Sehun mendesah berat, “Apapun tentang kejadian yang pernah terjadi di sini.” Ucap Sehun kemudian.

Han Sekyung terdiam sebentar, “Sesuatu seperti ‘itu’ misalnya?” lanjut Sehun sambil memainkan 2 jarinya bersamaan.

“Ah~ Kejadian 15 tahun lalu?” Tanya Sekyung. Sehun hanya mengangkat bahu.

“Apa yang terjadi 15 tahun lalu?” Tanya Sehun lagi, mulai penasaran.

“Waktu itu, 15 tahun lalu ada namja tampan yang bersekolah di sini. Sama sepertimu, ia merupakan pindahan dari luar negeri. Banyak sumber mengatakan bahwa namja ini sangat tampan, di hari pertamanya saja para haksaeng perempuan langsung mencarinya.” Han Sekyung menarik nafas sebentar, “Lalu, ada 2 yeoja yang sangat berpengaruh di sekolah ini juga menyukai namja tersebut, yeoja A ialah anak dari yang punya Gyeonggi High School ini, dan..”

Sehun langsung memotong, “Gyeonggi?” tanyanya penasaran.

“Ia, dulu, sekolah ini dinamakan Gyeonggi, bukan Gangnam.” Terang Sekyung.

Sehun mengangguk mengerti, “dan yeoja B adalah selebritis yang sangat terkenal. Mereka sama-sama pintar, sama-sama cantik, dan sama-sama menjadi pujaan di kalangan namja. Tapi tidak untuk namja pindahan tersebut.” Ucap Sekyung, raut wajahnya berubah.

“Waeyo?” tanya Sehun, makin penasaran.

“Karena namja ini sudah memiliki tunangan.” Ucap Sekyung lagi.

“Tunangan?” Sehun terkejut, Sekyung mengangguk mengiyakan.

“Tapi kedua yeoja ini bersikukuh tidak percaya, sama-sama menginginkan namja itu seutuhnya. Lalu mulai menyusun rencana jahat untuk membunuh tunangan dari sang namja pujaan.”

“Dan, namja itu tahu siapa yang membunuh gadisnya?” tanya Sehun. Sekyung menggeleng sebagai jawaban, “Jejak mereka bersih.” Sekyung membuka buku kecil yang ada di tangannya.

“Lalu?” Sehun terlihat semakin penasaran.

“Lalu mereka sama-sama berjuang, mendapatkan hati sang namja. Dengan mengirimi sarapan setiap pagi, membawakan bekal, membuat PR, membagi contekan saat ujian dan masih banyak lagi. Tapi, di saat sang yeoja B mulai terpuruk dengan karirnya, ia mendatangi namja dan mencari perhatian, namja dan yeoja B ini semakin dekat tanpa sepengetahuan A. Akhirnya mereka berpacaran, yeoja A sangat murka menerima kenyataan ia didahului 1000 langkah oleh yeoja B.” Sekyung memberi jeda, “Dan akhirnya terjadilah pembunuhan itu.”

“Jadi yeoja B adalah korban?” tanya Sehun.

Sekyung lagi-lagi menggeleng, “Yeoja B memacari sang namja dengan jalan licik. Yeoja B mengguna-guna namja dan berhubungan ‘intim’ dengannya. Lalu meminta pertanggung-jawaban atas benih yang dikandung oleh yeoja B.” Sehun membulatkan matanya, tidak percaya.

“Atas dasar itulah yeoja A bersama temannya, membully yeoja B dan membunuhnya di kelas di sudut lantai 2. Dan sejak saat itulah, banyak kejadian aneh terjadi di sekolah ini. Begitu juga banyak yang mati mengenaskan di depan pintu ruang kelas tersebut, diduga karena sang yeoja melakukan hal yang licik sama sepertinya untuk mendapatkan seorang namja.”

Sehun menghembuskan nafasnya berat, kejadian tadi pagi kembali berkelebat di pikirannya.

“Seharusnya ia tidak..” ucapan Sehun terpotong oleh bel.

“Aish~” decaknya sebal.

“Kita sambung nanti sore.” Ucap Sekyung menenangkan. Sehun tidak menanggapinya dan langsung memutar kursinya ke depan saat Ahn songsaenim memasuki kelas dan memulai pelajaran biologinya.

~~

3 hari berlalu sejak kejadian tanya jawab antara Sehun dan Sekyung. Mereka sama-sama memutuskan untuk tidak saling mengungkit kejadian tersebut.

“Sehun-ah..” Yeoja cantik berambut hitam berlari mendekati Sehun. Jung Soo Jung.

“Waeyo Sojung-ah?” Sehun berbalik berdiri dengan yeoja yang memanggilnya.

Jung Soo Jung adalah anak pindahan dari Kyunghee High School. Ia menyukai Oh Sehun dan berusaha mendapatkan Sehun dengan berbagai cara. Soo Jung sudah mendekati Sehun dengan berbagai cara, namun tidak ada yang berhasil. Ia sempat putus asa, namun Kim Yoona, memberinya solusi untuk mendapatkan Sehun. Ini adalah jalan terakhir, pikirnya.

“Bagaimana kalau nanti kita jalan-jalan?” Tawar Soo Jung saat menemui Sehun di kelasnya.

Sehun menatap gadis di depannya ini heran, “Mian, aku sibuk Soo Jung-ah.” Balas Sehun.

Soo Jung terlihat kecewa, “kalau begitu mari kita berfoto. Jangan bilang kau tidak mau Sehun-ah.” Soo Jung memasang wajah memelas andalannya. Sehun hanya mengangguk pelan tanpa berkata lebih lanjut.

~~

Jung Soo Jung berdiam diri menatap foto Sehun yang ada di tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.57. “Mianhae Sehun-ah,” batinnya.

Lingkaran dengan bintang di tengahnya sudah selesai ia ukir di lantai balkon apartementnya, lilin juga sudah menyala di setiap sudut dari bintangnya. Suasana apartment Soo Jung sangat gelap, hanya cahaya remang-remang dari lilin yang menerangi balkon apartement Soo Jung.

Foto Sehun yang ia cetak telah berada di tengah bintang yang ia lukis di dalam lingkaran besar, Soo Jung lalu melafalkan beberapa kalimat yang dianjurkan Kim Yoona. Angin berhembus kencang seiring pelafalan Soo Jung atas mantra terlarangnya, bulu kuduk Soo Jung merinding, jantungnya berdebar cepat. Ia terus saja mengucapkan mantra terlarang itu hingga 13 kali. Lalu, ia menggigit pembuluh nadi yang ada di pergelangan tangannya lalu menetapkan tetesan darah itu tepat di atas foto Sehun yang sedang tersenyum. “Buatlah dia mencintaiku dan kami akan berpacaran dengan sangat mesra.” Batin Soo Jung sebagai penutup atas ritual terlarang yang ia lakukan.

Angin berhembus semakin kencang, memadamkan lilin yang hanya tinggal separuh. Angin dingin menghantam pipi tirus Soo Jung membuat bulu kuduknya semakin merinding. Tanpa membereskan peralatannya, ia langsung lari masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu balkonnya.

Sementara, di kamarnya. Sehun terbangun, keringat dingin mengucur di dahinya. “Ada apa ini?” batin Sehun. Pikirannya langsung tertuju pada Soo Jung, ya ritual yang dilakukan oleh Soo Jung beberapa menit lalu ternyata berhasil membuat ia mendapatkan Sehun seutuhnya. Perhatian Sehun sekarang hanyalah pada gadis itu.

Sehun meraih ponselnya, menekan beberapa tombol lalu nada sambung terdengar.

“Soo Jung-ah, gwaenchanayo?” Sehun berbicara dengan nada yang sangat khawatir saat Soo Jung menjawab telfonnya.

Soo Jung tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia lalu melihat nama Sehun yang tertera di layar ponselnya, “Sehun-ah?”

Sehun bernafas lega, “Ne, Soo Jung-ah. Kamu baik-baik saja?” tanya Sehun lagi.

Soo Jung mengangguk, “Ne, tapi aku sangat takut.” Ucap Soo Jung bergetar.

Sehun panik, ritual yang dilakukan Soo Jung sangat berhasil.

“Apa perlu aku ke sana?” tanya Sehun.

“Apa tidak merepotkan?” Soo Jung mulai senang dengan perhatian dadakan Sehun, “Anni.” Balas Sehun, “5 menit lagi aku akan sampai.” Sehun lalu memutuskan sambungannya dan beranjak mengambil mobil di garasi rumahnya langsung menuju ke apartemen Soo Jung.

 

~~

 

“Sehun-ah.” Rengek Soo Jung saat melihat Sehun berdiri di depan apartemen miliknya.

Sehun langsung memeluk gadis yang ada di hadapannya. “Aku khawatir.” Ucap Sehun.

Soo Jung tersenyum, “ayo masuk.” Ajak Soo Jung, Sehun hanya menurut saja. Toh ia sedang berada dalam guna-guna yang diberikan Soo Jung padanya.

“Kau mau menginap di sini?” tanya Soo Jung lagi. Sehun mengangguk, “untuk menjagamu.” Jawabnya.

Gadis cantik nan licik ini lagi-lagi tersenyum.

“Kajja tidur.” Ajak Soo Jung

Soo Jung tertidur di dalam pelukan Sehun. Hanya tidur, tidak lebih.

~~

Di luar balkon, bayangan hitam terlihat memperhatikan kedua anak remaja yang sedang asik dengan mimpinya masing-masing ini.

“Kau akan mati Soo Jung-ssi!” desisnya lalu menghilang.

~~

Tuesday Morning- Feb, 16th 2005

Hari ini tepat 17 hari sejak Oh Sehun dan Jung Soo Jung berkencan. Sehun berencana membawa Soo Jung liburan ke villa keluarganya di Jeju.

“Kemana kita?” tanya Soo Jung saat Sehun menempatkan dirinya di dalam mobil Ferrari merah milik Sehun.

“Jeju Island.” Balasnya ringan.

Soo Jung terkejut, “hah?” bibir mungilnya membulat sempurna.

“Waeyo? Tidak suka?” tanya Sehun.

Soo Jung hanya menggeleng pelan, takut jika Sehun akan marah lalu meninggalkannya. Soo Jung sangat tidak siap menerima kenyataan itu.

“Aku tidak membawa apa-apa Sehun-ah.” Ucap Soo Jung lagi.

Sehun hanya diam.

~~

Malam itu mereka sampai di jeju island, di villa keluarga Oh. Suasana dingin langsung menerpa pipi tirus Soo Jung.

“Ada apa ini..” batin Soo Jung khawatir.

“Sehun-ahh.” Soo Jung berlari mengejar Sehun yang sedang membawa barang perlengkapan mereka.

“Aku takut.” Rengek Soo Jung manja.

Sehun hanya tersenyum, lalu mengacak rambut gadis yang selalu mengisi pikirannya belakangan ini dengan gemas.

“Kan ada aku.” Soo Jung tersenyum mendengar jawaban dari Sehun.

“Gomawo.” Balasnya. Sehun tersenyum lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

 

“I’ll be never let you down

When you are feeling alone in love

I’ll be what you dreaming of”

 

~~

Sehun memilih mandi untuk menyegarkan pikirannya yang sedang panas. Sehun tidak mngerti dengan tubuhnya sendiri saat melihat pantulannya di cermin, sebentar ia merasakan sangat mencintai Soo Jung, tapi saat Soo Jung tidak ada di hadapannya Sehun merasakan sangat mencintai seseorang yang sepertinya tidak pernah ia kenal.

“Kau sudah mandi?” tanya Sehun pada Soo Jung yang sedang asik tiduran di sofa kamar Sehun sambil memainkan ponsel Sehun.

Sehun hanya mengangguk, lalu duduk di sebelah Soo Jung. “apa yang sedang kau kerjakan chagiya?” tanya Sehun manis, sambil menempatkan kepala Soo Jung di atas pahanya.

“Anni, hanya melihat foto kita saat berada tadi di pantai sebelum kemari.” Soo Jung tersenyum. Sehun mengecup singkat kening Soo Jung. “Kutebak, pasti apel.” Ucap Sehun lagi lalu mengecup bibir Soo Jung singkat.

“Matjja.” Ujar Soo Jung. “Mian kalau kau tidak suka, besok aku buang.” Ucap Soo Jung, lagi-lagi perasaan takut ditinggal Sehun kembali berkelebat di otaknya.

“Nan joha.” Sehun tersenyum tulus, “Apapun yang ada padamu, nan joha.”

“Jinjja?” Soo Jung lagi-lagi dibuat melayang oleh Sehun.

Soo Jung lalu duduk, menempatkan dirinya sangat dekat dengan Sehun. Menatap Sehun dengan perasaan bahagia.

Mereka saling bertatapan dalam diam, Sehun perlahan mendekatkan wajahnya pada Soo Jung seraya memiringkan kepalanya. Soo Jung memejamkan matanya, nafas Sehun menerpa wajah Soo Jung.

Bibir Sehun yang dingin setelah mandi bertemu dengan bibir Soo Jung yang hangat. Mereka berciuman dengan sangat lembut. Tangan Soo Jung yang bebas perlahan melingkar di leher Sehun, jarak mereka semakin sempit.

“Seharusnya kalian tidak melakukannya.” Desis seseorang dari luar jendela. Lalu kembali menghilang.

Ciuman lembut Sehun berubah menjadi ciuman yang menuntut, ciumannya lalu menjadi panas.

Sehun menidurkan Soo Jung di sofa kamarnya, menempatkan tubuhnya di atas tubuh Soo Jung.

“You look so sexy tonight.” Bisik Sehun seduktif lalu mencium leher Soo Jung.

Soo Jung hanya pasrah dengan perlakuan Sehun, ia tidak ingin mengecewakan Sehun. Namja yang sangat dicintainya.

Saat Sehun berniat membuka kancing kemeja Soo Jung, gadis itu berteriak histeris.

“Sehun-aahhhh..” suaranya melengking.

Sehun kaget. Ia menatap Soo Jung yang sedang berteriak di bawahnya.

Sehun panik, “Waeyo Soo Jung-ah?” ucapnya panik.

Soo Jung berteriak semakin histeris, tubuhnya disayat-sayat. Darah bertebaran di kemeja putihnya.

“Sehun-ahh jeball.. appooo.” Teriaknya semakin keras. Sayatan di tubuhnya semakin banyak.

Sehun sangat panik, 2 ahjumma itu lalu masuk ke dalam kamar tuannya, “ada apa tuan muda?” tanya mereka serempak.

Bibir mereka membulat bersamaan saat melihat pemandangan di depannya. “Agassi, wae geurae?”

Soo Jung kalut, ia teriak semakin keras. Sayatan kecil itu bertebaran di pipinya. Darah berserakan dimana-mana.

“Soo Jung-ah.” Sehun semakin panik, tidak mengerti dengan apa yang harus ia lakukan.

Sayatan panjang menghiasi leher jenjang Soo Jung, gadis yang sedang bertarung dengan maut ini menangis pilu. Hingga akhirnya tubuhnya menghilang seiring dengan teriakan panjangnya.

Sehun memilih keluar dari villanya dan kembali ke Seoul. Ke rumahnya dengan perasaan yang tidak menentu.

~

Keesokan lusanya, Gangnam High School dikejutkan dengan ditemukannya jasad Jung Soo Jung, gadis yang akhir-akhir ini dikabarkan dekat dengan Oh Sehun –idola seluruh Gangnam.

Sehun baru saja menapakkan kakinya di kelas saat Sekyung menyeretnya ke lantai 2.

“Mwoyaa ige..” berontak Sehun.

“Your girlfriend Sehun-ssi.”

Sehun teringat kembali akan kejadian yang menimpanya dan Soo Jung saat di jeju 2 hari yang lalu. “Jasad?” Sehun lalu berlari, meninggalkan Sekyung yang terus mengejarnya.

Ia menemukan Soo Jung di depan pintu di depan ruang kelas terlarang dengan sayatan di seluruh tubuhnya. Bau busuk menggelitik hidung Sehun, sudah 2 hari gadis ini tergeletak dengan sayatan di tubuhnya. “Soo Jung-ah!!”

Sebelum Sehun mengambil langkah seribu untuk membawa gadisnya keluar, ia didahului oleh pihak rumah sakit yang dipanggil sekolah. Jasad Soo Jung dibungkus dengan plastik jenazah dan dibawa menjauh darinya.

“Dia dibunuh oleh gadis yang kuceritakan dulu.” Ucap Sekyung akhirnya. Berdiri tepat di sebelah Sehun.

Sehun terkesiap. Tubuhnya menjadi kaku seketika, keringat dingin mengucur di dahi putihnya.

“Soo Jung-ku dibunuh..” ulangnya.

 

Bersambung..

 

Hallu:) kenalin aku author baru disini. Panggil aja CIA. Ini karya pertama yang aku post. Well, posternya kelamaan jadinya, jadilah aku curi di gugel:( Mian kalau ada yang udah pernah post pakai itu. Mian:(

Kalau nunggu posternya itu yaa, jadinya minggu depan. yaTuhan-_- kan eteb. wkwk sakitnya tuh disini kawann *tunjuk-tunjuk hati/?

yang punya twitter bolehlah yaa follow me? @jdbpar0dy 😉

maaf kalau karyanya kurang bagus, well ini cerita tuh dibikin cuman sehari 😦

terinspirasi dari sekolahku yang kena kejadian nyeremin.. <<=curhat 😦

Mohon Kerjasamanya yaa 🙂

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak:)

Tertanda :

Sehun beserta Istri

@jdbpar0dy

89 responses to “MIRROR

  1. ciyah….ini cerita keren dah….
    serem tapi,,,
    Soojung di bunuh hantu!!!
    yg di cerita.in Sekyung dulu,,itu yg si yeoja B kan?? yg selebritis(?)
    aku lupa,,bener apa kaga…wkwk

  2. Huh kjdian dhlu trulang kmbli,,,sprtinya Sekyung tau bgt ya kjdian dmsllu???
    Stlh Soojung siapa lg ya Korbannya,,,???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s