Saturday Night- SangHun’s Story Series by bluelu bird

PicsArt_1416665524801[1]

| Title : Saturday Night | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun <OC> , Oh Sehun <EXO> , etc | Genre : Romance, Marriage life , Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night

Note : Mau jelasin aja. Karena banyak yang ngira ini chaptered atau oneshot. Lu mau ngasih tahu aja kalau ini itu SangHun’s story series. Jadi jangan pada salah paham, list di atas tersebut itu cerita yang sebelumnya. Dan kalau ada pemakaian bahasa asing yang salah mohon dimaklumi, saya bukan ahlinya -_- Typo berterbangan dimana-mana😀

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please. Thanks for reading.

 

Enjoy reading~

.

It’s good night kiss! See you tomorrow, dear.

.

Malam di hari sabtu yang digunakan kebanyakan orang-orang untuk bersantai. Hal itu juga dilakukan oleh sepasang suami-istri yang tengah berbaring di atas rumput berdampingan, ah, bahkan hari itu masih sore.

Sehun dan Sang eun berbaring nyaman di atas rumput yang ada di halaman rumah mereka. Well, mungkin biasanya para pasangan akan memilih berjalan-jalan ke mall atau ke tempat-tempat kencan lainnya. Tapi bagi dua orang itu berbaring berdampingan seperti itupun sudah lebih dari cukup.

“Sehun aku mau mengatakan sesuatu” ujar Sang eun pelan tanpa menoleh ke arah Sehun.

“Aku mencintaimu” ceplos Sehun. Sang eun menatap suaminya itu seolah berkata ‘apa kau bercanda?’.

Ya. Kenapa menatapku seperti itu? Aku kan mewakilkan apa yang ingin kau katakan itu!” Sehun mengerucutkan bibirnya lucu sambil menatap kesal Sang eun. Astaga, apa pria itu masih anak taman kanak-kanak?

“Siapa yang mau bilang itu?” Sehun menatap Sang eun polos, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Baiklah-baiklah. Aku yang sangat me-“

“Menyukaiku? Kau sudah mengatakannya berkali-kali, Mr. Oh

“Salah!” Sehun berteriak seperti anak kecil berumur lima tahun. Astaga, Sang eun berani bersumpah kalau Sehun terlihat sangat imut sekaligus aneh saat ini.

“Apanya yang salah?”

“Aku mencintaimu, bukan menyukaimu!” Sehun memberi tekanan di setiap kata yang ia ucapkan. Sang eun menghela nafasnya pelan.

Ya, sama saja”

“Beda!”

“Terserah”

“Kau marah?” Sehun menatap polos Sang eun yang berbaring di sebelahnya, wanita itu memalingkan wajah.

Chup

“Jangan marah-marah. Nanti kau tambah tua” Pipi Sang eun bersemu merah. Wajahnya semerah kepiting rebus saat ini. Efek dari tempelan bibir Sehun di pipinya sangat besar.

“Kau sangat imut jika seperti itu” Sang eun menendang pelan kaki Sehun yang ada di dekatnya.

Ya! Jangan merayuku terus!” Sehun terkikik geli mendengarnya.

Keheningan menyelimuti keduanya. Hanya suara terpaan angin yang terdengar. Keduanya terfokus menatap langit-langit yang bewarna keunguan dengan bintang yang mulai menampakan diri itu. Langit seakan ikut bahagia melihat kebahagiaan keduanya.

“Ehm.. Kau tadi mau bilang apa?” Suara sehun memecah keheningan. Sang eun menatap Sehun polos, lalu menyunggingkan senyumannya.

“Aku lapar, Hun”

“Astaga, ku kira kau mau bilang apa” Sehun menghela nafasnya pelan, lalu membenarkan posisinya menjadi duduk. Sehun menatap Sang eun yang masih terbaring dan menatapnya bingung.

“Ayo masuk! Mandi lalu makan. Kau yang memasak, okay?”

“Siap komandan!”

-SangHun-

Sehun duduk di ruang tamu kediaman keluarga kecil Oh. Sehun tertawa lepas sambil melihat sebuah benda persegi panjang di tangannya.

Terdengar suara tangga bergemuruh di rumah itu. Tak lama munculah seorang gadis manis dengan baby doll putih polos dan terdapat gambar bebek besar di tengah-tengah bagian depan atasannya.

Sang eun memasak sebentar menu makanan yang telah ia tetapkan, lalu melesat ke ruang tamu. Penasaran apa yang dilakukan suami aneh tapi manis tapi tetap saja aneh!julukan Sang eun untuk Sehun.

Sang eun mengerutkan dahinya saat melihat pria yang dicarinya tengah melihat sebuah benda sambil tertawa lepas. Wanita itu mulai mendekat ke arah Sehun, lalu berjinjit untuk mengintip apa yang pria itu lihat.

Bugh

Ya. Siapa yang memperbolehkanmu membuka handphone ku?” Sang eun merampas handphone nya paksa dari genggaman Sehun. Sedangkan, pria itu masih tertawa pelan dengan wajah tanpa dosa.

“Itukan handphone istriku. Aku hanya melihat-“

“Siapa yang memperbolehkanmu melihat fotoku?” Sehun meneguk air liurnya dengan susah payah. Astaga, gadis manis di hadapan mereka sangat kesal saat ini.

“Aku kan suamimu! Tentu saja boleh!”

Setengah jam berlalu, berakhir dengan perdamaian di antara keduanya. Sehun dan Sang eun kini duduk bersebelahan dengan masing-masing tangan membawa mangkuk berisi Macaroni Cheese.

Romantis? Well, mereka tidak makan di meja makan dengan tatanan indah atau lilin di atasnya atau dengan musik yang mengalun. Tapi Sehun bilang ‘Setiap makan malam romantis kalau bersamamu’ dan Sang eun menyetujuinya. Tidak mau berdebat lebih panjang dengan Sehun dan khawatir jika saja pria itu melihat pipinya yang mulai memerah.

Sang eun melirik sekilas ke arah Sehun yang tengah menyuapkan sendok ke dalam mulutnya.

“Aku tahu aku tampan” ujar Sehun tiba-tiba. Sang eun yang kaget hampir saja menumpahkan Macaroni Cheese miliknya.

“Kepala besar” gumam Sang eun pelan.

Sang eun menghabiskan dengan cepat Macaroni Cheese nya, lalu meninggalkan Sehun sendirian di sana.

Sang eun menggunakan sarung tangan bewarna tosca, lalu menghidupkan air keran yang ada di dapur. Ia mencuci piring-piring kotor yang ada di sana. Wajah gadis itu memberengut lucu.

“Kenapa kau suka sekali memasang wajah seperti itu? Menggemaskan ” ujar Sehun. Pria itu memelankan suaranya, seperti berbisik pada dirinya sendiri saat mengatakan kata ‘menggemaskan’.

Sang eun berjengit kaget mendengar suara Sehun. Heol, kenapa pria itu suka sekali mengagetinya?

“Tidak bisakah kau tidak mengagetiku terus?” Sang eun mendelik kesal ke arah Sehun, lalu meneruskan cucian piringnya.

Arrasseo. Aku pergi” Sehun menyeleweng pergi dari dapur dengan santai, bahkan pria itu bersenandung kecil dengan senyuman jahil di baliknya.

Ya! Kau tidak membantuku? Ya, Oh Sehun!” Sang eun mengangkat sebuah piring yang sedang dicucinya ke atas. Gerakan refleknya untuk memanggil orang yang malah membuatnya hampir melempar piring ke arah Sehun.

Sabar Eun-ah.. Sabar.. Sehun menyebalkan!

-SangHun-

Brukk

Sang eun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, setelah menyelesaikan cucian piring sendirian. Catat. Sendirian. Sehun menoleh sekilas ke arah Sang eun, lalu kembali fokus ke game yang sedang dimainkannya di handphone.

Sang eun menoleh ke arah Sehun. Ya ampun, rasanya gadis itu benar-benar ingin membuang handphone Sehun ke dalam laut. Bagaimana bisa pria manis lalu seketika berubah menjadi menyebalkan? Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

“Astaga, kenapa aku menikah dengan manusia sepertinya?” gumam Sang eun pelan. Kepala gadis itu benar-benar sakit karena Sehun.

“Hei, kau menjiplak kalimatku!” protes Sehun tidak terima

“Terserah” Sang eun menutup kepalanya dengan bantal. Mengabaikan ocehan panjang kali lebar Sehun yang entah kapan selesainya. Pria itu tidak banyak bicara jika di lingkungan kantor atau bersama orang lain, tapi kenapa dia cerewet sekali jika bersamanya?

Ya, Kim Sang Eun! Ya! Ya! Kau mendengarkanku atau tidak?” Sehun yang geram karena diabaikan mengambil paksa bantal yang menutupi wajah Sang eun.

“Astaga, kenapa dia hobi sekali tidur cepat” Sehun mengulum senyum saat melihat wajah tertidur Sang eun. Manis. Seperti bayi.

Sehun mengangkat tubuh Sang eun dengan hati-hati ke atas punggungnya. Lalu berjalan hati-hati menaiki tangga.

Ceklek

Sehun membuka pintu kamar mereka. Terdapat rak buku yang berjejer dengan buku bersampul warna-wani di kamar itu. Ya, gadis itu dan Sehun sendiri sangat suka membaca.

Sehun meletakkan hati-hati tubuh mungil Sang eun di atas kasur putih bersih milik mereka. Lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mungilnya.

Eungh..” Tubuh Sang eun menggeliat kecil di atas kasur. Matanya membuka perlahan-lahan. Gadis itu mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya di sekelilingnya, lalu menemukan Sehun di depannya.

”Ah, kau terbangun?” Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Kau yang membawaku ke sini?”

“Ya. Kau kira siapa lagi?” jawab Sehun sedikit ketus.

“Terima kasih. Kalau begitu pergi. Aku mengantuk”

Sang eun menarik selimutnya lebih tinggi untuk menutupi tubuhnya. Lalu memeluk guling dan mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Gadis itu mulai memejamkan matanya perlahan.

Kenapa tidak mengajak Sehun tidur di sebelahnya? Well, Sang eun sudah tahu bahwa pria itu tidak akan langsung tidur. Jadi untuk apa repot-repot bertanya. Lagipula jika Sang eun bertanya, dia takut jika Sehun malah terpikir wajahnya yang mungkin saja memelas saat bertanya pada Sehun dan berakhir dengan Sehun yang tidak menyelesaikan perkerjaannya.

Sehun terpaku di tempatnya, pria itu mengerucutkan bibirnya lucu. Dia masih ingin berlama-lama berbincang dengan gadis itu. Well, itulah yang dia rasakan. Meskipun pria itu terlalu gengsi untuk mengatakannya.

Tidak mungkinkan orang tidur berbicara? Kecuali kalau mereka mengigau. Ah, Sehun masih memiliki tugas kantor yang harus dikerjakannya. Kenapa menjadi Direktur itu repot sekali?

Sehun membungkukan badannya agar mendekat ke arah Sang eun.

Chup

Bibir Sehun menempel secepat kilat di bibir Sang eun. Sang eun yang tadinya memejamkan matanya, kini membuka matanya lebar. Gadis itu bisa merasakan pipinya yang mulai menghangat. Ugh. Bahkan dia tidak tahu sudah semerah apa wajahnya sekarang.

“Tidurlah yang nyenyak” Sehun mengacak sekilas rambut Sang eun, lalu berjalan ke arah pintu kamar mereka.

It’s good night kiss! See you tomorrow, dear” Sehun mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum sebelum benar-benar menghilang di balik pintu.

Sang eun yang tadinya masih terpaku kini menggelengkan kepalanya keras untuk menyadarkan dirinya yang terkena sihir seorang Oh Sehun. Gadis itu memegang kedua pipinya, lalu menghela nafasnya perlahan.

“Kau menyebalkan!”

Menyebalkan karena mudah sekali membuat pipiku memerah

***

Halo

Ciee yang single udah meler ciee. Ngiri sama Sang eun- Sehun alias SangHun ciee. Yang malam mingguan sendirian ciee. Yang ngarep sambil senyum-senyum ciee :p

Tralala lalala syalala~ xd

Bercanda kok, tapi kalau nyesek ya maaf😀

Happy Saturday Night, guys!

Maaf kalau ada kekurangan atau hal yang gak berkenan di fanfic ini

Thanks for reading

Regards,

bluelu bird

 

121 responses to “Saturday Night- SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Pingback: First Candle – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: Gentleman’s Breakfast | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s