MIRROR #2 – We SHare Our Life On This Mirror

mirror1

Main Cast:

  • Oh Sehun
  • Han Se Kyung (OC)
  • Cho So Hyun (OC)

Other Cast: You can find them by yourself

Genre : Horror,  Supranatural

Length: 3shoot / chaptered

PG-16

 Poster:  leesinhyo @ artfantasy

Prev: Mirror

Hai. CIA BACK!!

Disclaimer:

IDE CERITA PUNYA SAYA. CASTS MILIK TUHAN ORANGTUA DAN AGENCY.

JIKA ADA KESAMAAN TOKOH / ALUR /  DLL ITU HANYA KEBETULAN SEMATA TANPA ADA UNSUR KESENGAJAAN.

 

SELAMAT MEMBACA 🙂

.

.

.

Setelah kepergian Soo Jung, Sehun berubah menjadi anak pendiam, tidak terbuka, bahkan akhir-akhir ini ia selalu mengurung dirinya di dalam kamar, tanpa makan.

Ia begitu terpukul dengan kepergian kekasihnya. Ibu Sehun, Oh Nami berinisiatif untuk menghibur Sehun dengan mendatangkan Sekyung, orang yang belakangan ini terlihat dekat dengan Sehun.

“Annyeong Sehun-ah.” Sehun menampakkan wajah cerianya saat membuka pintu kamar Sehun, namun pemandangan di depannya membuat Sekyung terkejut setengah mati, “SEHUN ANDWAE!!” teriaknya langsung melompat ke arah Sehun.

“LEPAS!” perintah Sehun, namun diabaikan oleh Sekyung. Sehun mendorong Sekyung hingga Sekyung terjungkal ke sisi ranjang Sehun. “Aish.” Sekyung mendecak sebal saat merasakan sakit di kepala belakangnya. “Mwoaneon geoya?”

Sekyung melupakan rasa sakitnya dan kembali menghentikan aksi Sehun yang sedang menyayat-nyayat pergelangan tangannya dengan sebuah pisau.

“Berhenti menggangguku jalang!” teriak Sehun hilang akal. Ia lagi-lagi mendorong Sekyung hingga kini pelipis Sekyunglah yang menjadi sasaran sisi ranjang Sehun yang terbuat dari pahatan kayu jati.

Sekyung meraih keningnya, “Kau kuat sekali untuk seorang yang tidak makan Sehun-ah.” Sekyung menyeka darah yang keluar dari pelipisnya.

Sehun tidak mendengarkan Sekyung, Sehun sekarang duduk di hadapan Sekyung, bersila. Mata mereka kembali bertemu, “Kau mau mati duluan atau biarkan aku yang mati?”

Deg

Sekyung berhenti bernafas untuk seper sekian detik. Mati? Sehun berniat membunuhnya? Sekyung tersenyum miris.

Sekelebat kenangan mereka berputar kembali di pikiran Sekyung, bagaikan kaset rusak yang sudah tidak dapat lagi diberhentikan. Kenangan mereka saat Sehun belum terkena jampi-jampi dari Soo Jung, gadis tidak tahu malu yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan namja yang ia idamkan, Sehun salah satunya.

Senyum Sehun saat mereka bermain di taman terasa bagaikan mimpi oleh Sekyung, semuanya berubah. Sehun tidak pernah lagi tersenyum setelah ditinggal Soo Jung, ia bahkan terlihat seperti orang gila saat menyebut nama Soo Jung.

“Tidak ada yang boleh mati diantara kita sekarang.” Balas Sekyung, sengit.

Sehun memutar bola matanya, “Bodoh!”

“Tapi aku tidak gila sepertimu.” Sekyung mulai kehilangan kesabaran, darah di pelipisnya masih tersisa.

“Aku tidak gila!” bentak Sehun

“Tapi kau dijampi-jampi oleh Soo Jung.”

“Anni.”

Sekyung jengah sekarang, “Biar aku yang membunuhmu.” Sekyung berujar santai.

Sehun menunduk, menggeser duduknya menjauhi Sekyung.

“Waeyo? Kemari, biar kubunuh kau dengan tanganku.” Sekyung kembali mendekati Sehun.

“Andwae!” Sehun mengacung-acungkan pisau yang ada di tangannya.

“Kau bodoh Sehun-ah.”

“Aku bodoh karena cintaku pada Soo Jung.”

“Berhenti mengatakan hal yang menjijikkan di depanku.”

Sehun menatap Sekyung nanar.

“Kau harusnya sadar kau sudah di guna-guna oleh pacarmu yang sudah mati itu.”

Sehun menatap Sekyung tidak percaya, “Aku mencintainya.”

“Kukatakan berhenti berkata hal yang menjijikkan.”

Sehun kembali diam, dan Sekyung memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil pisau yang ada di tangan Sehun. Namja berkulit putih pucat itu tidak melawan, malah berbalik menatap Sekyung datar.

“Apa yang kau inginkan?” tanyanya kemudian.

“Melihat kau sembuh.”

“Aku tidak sakit.”

“Kau lebih dari sakit.”

Sehun terdiam sejenak, “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

Sekarang giliran Sekyung yang terdiam, “Mmm..” ia bergumam pelan, “Biar aku cari cara.”

Sehun terlihat sangat tidak tertarik, “Aku mau tidur.” Ucapnya kemudian.

Sekyung mengangguk mengerti, Sehun memang butuh istirahat sekarang. Lingkaran hitam di bawah matanya sudah sangat parah, “Aku akan pulang.” Balas Sekyung.

Sehun berdiri, berniat melangkah ke atas ranjangnya, “Tapi dengan 1 syarat.” Sehun menatap Sekyung.

“Apalagi yang kau inginkan gadis cerewet?”

“Jangan melakukan hal-hal yang membahayakan dirimu.” Sehun mengangguk. Ia dengan tidak pedulinya langsung menghempaskan tubuhnya kasar ke kasur.

“Aku pulang.” Ulang Sekyung menutup pintu kamar Sehun lalu menuju ke lantai dasar, tempat dimana Oh Nami –ibunda Sehun menunggunya.

“Dia perlu diobati ahjumma.” Ujar Sekyung saat oh name mendesaknya.

Oh Nami terlihat lesu, “Tapi aku akan berusaha agar ia cepat sembuh.” Oh Nami kembali sumringah.

“Bantulah Sehun.” Pinta wanita paruh baya itu. “Akan kucoba,” balas Sekyung kemudian lalu berpamitan pulang.

 

-MIRROR-

 

“Kumohon lepaskan jampi-jampi itu.” Sekyung mulai terlihat seperti orang gila berbicara dengan pantulannya sendiri di dalam cermin.

Gadis yang mirip dengannya, menatap Sekyung meremehkan. “Lebih baik kau ikhlaskan dia. Dia akan mati sebentar lagi karena cintanya pada Soo Jung.”

“Shireo!” Sekyung menatap gadis di dalam cermin sengit.

“Kau menyukainya?” pantulan dirinya menatap mata Sekyung dalam, sangat dalam. Seolah ia berusaha mencari-cari kebenaran akan perasaan Sekyung pada seorang namja seperti Sehun.

“Anni.” Tolak Sekyung, matanya menghindari tatapan gadis di dalam cermin.

“Jangan berbohong padaku bodoh!”

“Aku tidak punya perasaan pada namja itu!” ujar Sekyung lagi. Lebih tegas. Pantulannya di cermin tertawa terbahak-bahak, “Kau memang bodoh Sekyung-ssi!”

“Berhenti mengataiku bodoh!” sengit Sekyung.

Gadis di dalam cermin –yang terlihat mirip dengan Sekyung kembali tertawa, lebih besar dari sebelumnya. “Karena kau memang bodoh!”

Sekyung memutar bola matanya malas, “Sehun diguna-guna oleh Soo Jung.” Sekyung mengganti topik pembicaraan antara dirinya dan pantulannya di cermin.

“Arra.” Balas pantulan Sekyung singkat. Sekyung menatap pantulannya di cermin dengat tatapan tidak bersahabat, “Kenapa kau tidak memberiitahuku?”

“Karena kau akan gila memikirkannya.”

“Tidak mungkin.”

“Kau menyukainya. Menyukai Sehun.” Ujar pantulan Sekyung lagi.

Sekyung mengacuhkan pantulannya, “Sembuhkan Sehun.” Sorot mata Sekyung menyaratkan permohonan yang sangat mendalam.

“Kumohon,” lanjut Sekyung lagi. Gadis pantulan dirinya di cermin hanya terdiam, “Aku akan membiarkannya mati.”

“ANDWAE!” teriak Sekyung tidak terima.

“Bukan aku yang membunuhnya bodoh! Dia akan mati sendiri, perlahan namun menyakitkan. Sama seperti namja yang dulu ku perebutkan dengan jalang itu.” pantulan Sekyung di cermin memutar bola matanya malas, kembali mengingat hal-hal yang tidak ia inginkan sama sekali.

Sekyung terdiam, “Berhenti mempermainkanku atau cermin ini akan aku hancurkan!” ancamnya pada pantulannya sendiri.

Gadis yang ada di dalam cermin tidak gentar sama sekali mendengar ancaman Sekyung, “Lalu kau akan melihatku berkeliaran di sekolahmu, dan aku akan membunuh lebih banyak bajingan lagi!” Sekyung terdiam, “Aku dengan senang hati akan menerimanya.” Lanjut gadis di dalam cermin.

“DIAM!” bentak Sekyung, pantulannya di cermin tertawa.

“Seharusnya kau bersyukur aku telah membunuh Soo Jung!” raut wajah pantulan Sekyung di dalam cermin kembali serius.

“Aku tidak menyuruhmu untuk membunuhnya!” balas Sekyung.

“Berhenti menyalahkanku, jalang!”

“Kau yang membunuhnya! Kau yang jalang! Kau bahkan tidak diterima di akhirat dan berkeliaran di dalam cerminku!”

Gadis di dalam cermin terlihat sangat marah, matanya berkilat-kilat. “Aku akan membunuhmu terlebih dahulu sebelum membunuh Sehun!”

Sekyung tersenyum miring, “Kau bahkan tidak bisa menyentuhku bodoh!”

Pantulannya terdiam, “Tidak saat cermin ini masih utuh. Jika sekali-kali cermin ini pecah. Kuyakinkan kau akan kubunuh!”

Pantulan dirinya di cermin menghilang, digantikan oleh bayangannya sendiri.

Nafas Sekyung sesak, jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Ia takut, sangat takut. Melawan gadis yang sangat mirip dengannya yang hidup belasan tahun lalu itu bukanlah hal mudah, apoalagi dengan ancaman bahwa ia akan segera dibunuh oleh orang yang sama persis dengannya.

“Hft..” Sekyung mendesah berat. Ia harus segera mandi untuk merileks-kan pikirannya yang sangat kacau.

 

~~

 

“Omma!” Sehun berlari dari kamarnya menuju ke lantai dasar. Raut mukanya terlihat segar kembali, sangat jauh berbeda dengan Sehun yang 2 jam lalu dijenguk oleh Sekyung.

“Uri Sehunnie~” Oh Nami menghampiri Sehun, namja berkulit putih susu itu langsung memeluk ibunya sangat erat.

“Kau sudah merasa baikan?” tanya Oh Nami, Sehun mengangguk semangat.

“Aku rindu cumi bakar omma! Maukah omma membuatkannya untukku?”

Ibu Sehun mengangguk antusias, di dalam hati ia sangat bersyukur atas kesembuhan Sehun yang sangat mendadak.

5 menit sebelumnya..

Sekyung masih asik membasahi tubuhnya sendiri di bawah guyuran air shower, kain putih sepanjang 2 cm meluncur di lantai kamar mandi Sekyung, diiringi dengan bau menyan yang sangat menyengat lalu bau bunga kembang memenuhi ruang kamar mandi Sekyung.

Sekyung menahan napasnya, bulu kuduknya langsung meremang, sekilas teriakan gadis menjerit menyeruak di telinganya. Dengan gerakan cepat ia langsung memasang kimono handuknya dan langsung keluar dari kamar mandi.

~~

Keesokan harinya Sekyung dikejutkan dengan panggilan Sehun dari lantai 2. Sekyung langsung berlari ke lantai 2 dan menghampiri Sehun, “Yak kau mau bunuh diri?” tanya Sekyung to the point. Sehun menatapnya heran, “Bunuh diri?”

“Kau tadi mau lompat bukan?” tanya Sekyung lagi.

Sehun tertawa, “Dasar.” Jarinya langsung menyentil kening Sekyung, Sekyung meringis sekaligus tersenyum.

“Kau sudah sembuh?” Sekyung masih tidak percaya.

“Siapa bilang aku sakit?” Sehun merangkul bahu Sekyung lalu membawa gadis berambut sepunggung itu ke kelasnya.

Belum selangkah Sehun dan Sekyung berjalan, sekerumunan siswa menghantam Sekyung, membuat gadis cantik itu kehilangan keseimbangannya dan bertumpu pada Sehun. Sehun dengan sigap menahan bobot tubuh Sekyung yang lumayan berisi.

“Permisi permisi.” Semakin lama semakin banyak yang berjalan ke arah mereka.

Sehun bingung, begitupun dengan Sekyung.

“Jadi yang jadi korban sekarang itu si Bae Suzy?” 2 gadis berjalan cepat ke arah belakang Sehun. “Suzy? Korban?” Sekyung bergumam pelan, langsung membalikkan badannya ke arah kerumunan siswa yang memenuhi sudut lorong lantai 2.

“Ikut aku.” Sekyung menarik tangan Sehun dan berjalan cepat menyelip di antara kerumunan.

“Permisi.” Ucap Sekyung berkali-kali hingga ia-Sehun-Suzy berhadapan. Tubuh Suzy penuh dengan sayatan, lebih parah dari Soo Jung sebelumnya. Wajah Suzy sudah tidak berbentuk lagi, rahangnya lepas, matanya seperti habis di congkel. Telinganya mengeluarkan darah, begitu juga dengan hidung dan sisi bibirnya.

“Suzy-ssi” gumam Sehun pelan. Suzy adalah anak baru sama seperti Sehun. Sehun mengenal gadis ini saat ia mengikuti latihan vocal beberapa minggu lalu.

Sehun menatap Suzy dalam, sejenak ia melihat bayangan seorang gadis pada diri Suzy, bergantian dengan wajah Suzy yang sudah tidak berbentuk lagi.

Sehun berkali-kali menggosok matanya, lalu bayangan gadis yang tidak dikenalnya dan Suzy kembali bergantian bermunculan. Sehun merasa pusing, “Kita harus pergi.” Sekyung tahu ini ulah siapa, dan ia harus membawa Sehun menjauh dari tempat ini.

Sehun menggangguk lalu mereka dengan cepat meninggalkan lantai 2. Ambulance datang, kerumunan menepi, memberii celah untuk petugas agar bisa mencapai Suzy.

“Dia adalah temanku.” Sehun berujar pelan, menatap Sekyung.

“Arra.” Balas Sekyung, menggenggam tangan Sehun menyalurkan kekuatan pada namja yang berada tepat di hadapannya. “Luapakan kejadian yang baru kau lihat.” Ucap Sekyung.

Sehun menggeleng, “Aku melihat gadis pada tubuh Suzy.”

Sekyung melepas genggamannya pada tangan Sehun, “Gadis?”

“Apa itu korban selanjutnya?”

Sekyung menggeleng pelan, “Gwaenchana.” Balas Sekyung.

“Istirahat nanti temui aku di atap. Aku akan urus absenmu dulu.” Ucap Sekyung lalu berlari meninggalkan Sehun.

~~

 

“Kau membunuh orang lagi?” Sekyung sudah tidak tahan.

Sekarang ia berada di atap, cermin itu berada di dalam genggamannya. Sekyung dan sang bayangan menatap saling sengit, “Ia berhak untuk mati.”

“Jangan membunuh orang lagi!” ucapan Sekyung lebih terdengar seperti permohonan dimata pantulannya, gadis yang berada di dalam cermin tersenyum penuh arti.

“Sebentar lagi akan lebih banyak korban.” Ujar gadis di dalam cermin.

“Andwae!” belum selesai Sekyung berbicara, bayangannya langsung menghilang, kembali digantikan oleh bayangannya sendiri. Yang bergerak sesuai dengan gerakan Sekyung.

Sekyung mendecak sebal.

Ia kembali menyimpan cermin itu di dalam tasnya, lalu meninggalkan atap menuju kelasnya sendiri.

“Aaaaaa…” Sekyung menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan dari seorang yeoja dari dalam gudang yang berada di atap.

Bulu kuduk Sekyung kembali meremang, perlahan ia berjalan menuju ke gudang. Suara seorang namja yang berusaha menenangkan dan suara yeoja yang berteriak semakin keras. Pintu kayu yang sudah tua itu membuka perlahan, mata Sekyung menatap pemandangan yang tidak asing, tubuh gadis yang dengan sendirinya akan disayat-sayat oleh pisau yang tidak terlihat dan sang namja yang berdiri panik.

Sekyung menutup mulutnya yang menganga karena melihat kejadian di depannya.

“Tolooongg~” raungnya semakin keras. “Aaaaa…” wajah gadis di hadapan Sekyung mulai hancur. Saat berteriak, rahang gadis tersebut berderak dan raungan pilu kembali terdengar dari mulut sang gadis yang sudah tidak bisa menutup. “Ahhhhh….” Gadis itu kembali berteriak saat perutnya ditusuk berkali-kali.

Namja di hadapan Sekyung berdiri mematung, melihat kenyataan bahwa gadisnya sedang disiksa sekarang membuatnya gemetar. “Tolooonngggg~” ucap namja itu kemudian. Menatap keluar dan menemukan Sekyung yang berdiri seraya menutup mulutnya, masih shoxk dengan kejadian di depannya.

“Tolong diaa!!” ucap sang namja yang terdengar panik. Sekyung tidak beranjak, kepalanya pusing sekarang. Bau amis darah dan kejadian-kejadian di hadapannya membuat ia mual.

Raungan keras kembali terdengar saat kaki sang gadis terangkat ke atas dan langsung membengkok berlawanan arah dari kinerja sendi, satu kesimpulan yang terlintas di pikiran Sekyung, kakinya dipatahkan. Sang namja terlihat sangat terpukul, ia mendekati yeojachingunya, berniat menolong tapi yang ia lakukan malah mematahkan tangan gadisnya. Sekyung terperanjat, memekik bersamaan dengan pekikan keras sang yeoja yang tubuhnya sudah patah dimana-mana. Namja panik, bukan. Bukan ia yang melakukan itu, namja itu hanya berniat menolong yeojanya, tapi setelah dihadapan sang gadis ia malah seperti robot yang dikendalikan, mematahkan tangan gadisnya.

Namja di hadapan Sekyung pingsan, Sekyung kembali terpekik saat mata sang gadis hampir saja keluar. Sehun kemudian datang entah darimana, langsung memposisikan Sekyung dalam pelukannya. Kedatangan Sehun diiringi dengan menghilangnya sang gadis.

Tubuh Sekyung gemetar di dalam pelukan Sehun, “Aku melihatnya sendiri, gadis itu..” Sekyung bergetar.

“Gwaenchana, ada aku.” Ujar Sehun menenangkan.

“Tenangkan dirimu Sekyung-ah.” Ujar Sehun kemudian, membelai rambut panjang Sekyung dan menghapus keringat dingin yang membanjiri wajah gadis malang itu.

 

~~

 

Ambulance kembali mengangkut jenazah yang ditemukan di sudut lorong, tepat didepan sebuah kelas.

“Aku tadi melihatnya.” Ujar Sehun.

“Gadis yang bergantian dengan suzy?” tanya Sekyung

Sehun mengangguk. “Dan aku melihat bayangan temanmu sewaktu melihat gadis itu.”

Sekyung merinding.

“Kita harus menyudahinya Sehun-ah.” Ujar Sekyung pelan. Sehun menatap Sekyung tidak mengerti.

“Maksudmu?”

Sekyung lalu menarik Sehun ke tempat yang ia anggap amann, lalu mengeluarkan cermin dari dalam tasnya.

“Look at this mirror!” perintah Sekyung. Sehun menurut.

Sekyung bercermin di sebelah Sehun, Sehun melihat ke arah cermin dan Sekyung bergantian, tidak mengerti dengan yang Sekyung lakukan –bercermin disebelahnya.

Sejenak, pantulan Sekyung di dalam cermin bergerak sendiri tanpa pergerakan dari Sekyung.

“Ada apa?” tanya gadis di dalam cermin, melirik ke arah Sehun. Ia lalu mengangguk mengerti, “Kau membawa tamu special rupanya.”

Sehun terperanjat saat pantulan Sekyung di dalam cermin berbicara padanya.

“Oh Sehun.” Panggil gadis di dalam cermin, Sehun menepuk pelan pipinya, berharap ini adalah sebuah mimpi. Namun kenyataan di hadapannya.

“Kau tau namaku?” tanya Sehun, mulai menyesuaikan diri.

Gadis di dalam cermin mengangguk, sementara Sekyung hanya diam menatap ke arah cermin. “Aku Cho So Hyun.” Ujarnya kemudian.

Sekyung yang hanya diam mulai bergerak, “Cho So Hyun?” ulang Sekyung.

“Aku adalah gadis yang membunuh pacarmu, Jung Soo jung dan beberapa korban lain yang kalian temui di depan kelas kosong itu.”

Sekyung hanya memasang wajah datarnya, tidak menunjukkan reaksi apapun. Bertolak belakang dengan Sehun yang membulatkan matanya, “Bagaimana bisa?” tanya Sehun, lebih kepada dirinya sendiri.

“Melalui cermin ini.”

Cermin yang dipegang oleh Sekyung lalu menggelap. Sehun dan Sekyung seolah ditarik untuk mengalami sendiri kisah yang diputar melalui cermin ini, kisah dimana berujung dengan kematian So Hyun.

~~

15 tahun lalu.

“Annyeong, Kim Jongin imnida. Kalian bisa panggil aku Jongin atau Kai. Senang berkenalan dengan kalian.”

Perseteruan itu dimulai saat ada anak baru yang memasuki sekolah ini. Gyeonggi High School. So Hyun memulai ceritanya.

“Aku dulunya adalah seorang aktris yang sangat terkenal. Aku menyukai Jongin saat ia baru saja menginjakkan kakinya di depan pagar Gyeonggi. Tapi, anak dari Ketua Yayasan Gyeonggi juga menyukainya. Aku dan Yoon Se Na –anak Ketua yayasan mulai merencanakan sesuatu untuk mendekati Kim Jongin.”

Seperti sebuah kaset yang diputar, Sekyung dan Sehun menyaksikan sendiri bagaimana So Hyun dan Se Na dengan berbagai cara mendekati Kim jongin.

“Itulah yang aku lakukan setiap hari, melihatnya belajar, caranya ia menulis, tulisannya, cara ia tertidur saat pelajaran sejarah.” Gadis yang mirip dengan Sekyung berdiri di depan jendela yang Sehun yakini adalah So Hyun mulai tersenyum. “Kau mirip sekali dengan Sekyung.” Ujar Sehun.

So Hyun mengangguk, “untuk itulah aku datang padanya.” Balas So Hyun.

Kejadian selanjutnya adalah dimana Se Na dan So Hyun berdiri berhadapan, membicarakan sesuatu dengan tatapan serius satu sama lain, “Kita harus membunuh tunangan Jongin.” Ujar Se na bersemangat. So Hyun tertunduk, “Aku tidak ikut. Aku lebih memilih Jongin bahagia bersama tunangannya daripada melakukan hal licik seperti ini.”

 

“Aku tidak mau melakukannya, tapi Se Na memaksaku. Ia mengancam akan menyebarkan video memalukan pada awak media, dan kalian tahu karirku akan hancur jika ia melakukannya. Jadi aku akhirnya memilih mengikuti kemauannya.”

 

Selanjutnya kejadian saat Jongin menangis, menatap jenazah tunangannya yang dikremasi. Jongin terlihat sangat terpukul saat itu. Ia menangis bahkan hampir pingsan.

“Disanalah aku dan Se Na, dikedua sisi Jongin. Jangan salahkan aku atas kejadian ini, aku juga korban.” Ucap So Hyun saat Sekyung menatapnya ganas. “Aku merasa sangat bersalah padanya.” So Hyun menatap dirinya sendiri yang tertunduk.

 

Kejadian berikutnya adalah saat karir So Hyun hancur dan ia tidak tahu lagi harus mengeluh pada siapa. Jongin dengan senang hati menawarkan bahunya pada So Hyun. Dan akhirnya mereka menjadi dekat dan lama-lama menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Se Na.

Sehun, Sekyung hanya terdiam sambil terus menyaksikan tayangan yang ditunjukkan So Hyun.

Kejadian selanjutnya adalah saat So Hyun diseret-seret ke dalam kelas yang berada di sudut lorong lantai 2.

“Lepass!” So Hyun meronta-ronta. Namun Se Na hanya menatapnya meremehkan.

Lalu kejadian dimana So Hyun dibunuh terpampang nyata di depan mata Sehun dan Sekyung. Sekyung berkali-kali memekik tertahan sambil menutup matanya saat menyaksikan dimana So Hyun dibully dan akhirnya tewas di tempat setelah matanya hampir keluar.

Sekyung merasakan isi perutnya dikocok-kocok, mual.

Sementara Sehun masih asik menatap jasad So Hyun yang tergeletak membusuk di dalam ruangan.

Kabut gelap kembali menyelimuti Sehun dan Sekyung.

“Itulah yang terjadi.”

Sekyung masih menata isi perutnya yang ingin berhamburan keluar, “Tapi kau tidak menunjukkan sisi dimana kau mengguna-guna namja itu.” Ujar Sekyung dengan suara pelan.

Pantulan Sekyung di cermin tertawa, “Apa aku harus memperlihatkannya di depan Sehun?”

Sekyung tersenyum miring, sementara Sehun menatap Sekyung tidak mengerti.

“Kau menyukai Sehun So Hyun-ssi”

“Kalau iya, apa urusanmu?”

Sehun terbelalak dengan ucapan So Hyun yang berbicara di balik cermin.

“Kita sudah berbeda alam.” Jawab Sehun sekenanya.

“Anni, aku masih bisa memilikimu dengan alamku.” Jawab So Hyun tidak terima.

“Tapi aku memilih Sekyung.” Ujar Sehun mantap.

Sekyung sekarang yang membelalakkan matanya, “Aku menyukai Han Sekyung. Bukan Cho So Hyun.” Lanjut Sehun lagi.

“Sehun-ah.” Sekyung menatap Sehun dalam.

So Hyun tertawa keras, “Sudah ku duga.” So Hyun menatap Sekyung.

“Kau akan terima akibatnya, Han Sekyung!”

Cermin yang ada di genggaman Sekyung kacanya terbelah, bayangan yang 3 detik lalu Sekyung dan Sehun lihat berubah menjadi serpihan bayangan mereka sendiri.

“Kaca ini tidak boleh pecah.” Sekyung tersadar, sangat panik.

Sehun menatap Sekyung, “Ha? Maksudmu?” Sehun tidak mengerti dengan arah pembicaraan yeoja di sebelahnya.

“Dia akan membunuhku Sehun.”

Nafas Sehun tercekat, “Membunuhmu?”

Sekyung mengangguk panik.

 

Maaf lama:) semoga memuaskan yaaa:)

Best Regards:

Sehun beserta Istri

37 responses to “MIRROR #2 – We SHare Our Life On This Mirror

  1. Thor..jujur..aku masih belum ngerti sama jalan cerita ff ini..masih bingung..tolong jelasin ya.. kalo ga masa iya selama aku baca ff ini.. aku ga ngerti jalan cerita nya:3
    tolong yaa thor..
    satu lagi.. ini ff nya seremm.. merinding sendiri bacanya.. lanjutin ya thor.. semoga chapter depan saya ngerti jalan cerita nya..

  2. God! Gue jadi takut ngaca. Sumpah! 😥
    Itu hantu nggak dapat ketenangan di alamnya apa gimana? Masa kerjaannya bunuhin cewek mulu. Profesi baru dia kali yaaa. Itu seriusan mau bunuh sekyung?! Yahh.. Jangan sad ending donggg.

  3. CIA-ssi !! Aaaaaa !! Ini bagus banget sumpah!! Ternyata Sekyung gak punya indra keenam.. ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ ” tapi karena Cho So Hyun yg di cermin itu ya… Aku makin penasaran. Nnti apakah sekyung mati dibunuh so hyun? Apa akan selalu ada sehun yang menjaga sekyung?? Pokoknya penasaran! Next chapter ditunggu ya^^

  4. hadehh knpa si sekyung mau d bunuh sgala sih?? -_- itu arwahnya sohyun banyak maunya deh -,- trus si sheun tiba” jdi normal itu perbuatannya siapa? msih bingung ama tujuan sohyun yg mlih sekyung buat jd tmptnya numpang

    ok di tggu next chapnya author ^^

  5. Loh koq q bingung sama cerita’y kkkk(reader lemot),,gak ngerti sama ni ff,,tp gpp lah mngkn tar d chap3 q nyambung sama cerita’y
    Next…

  6. lah kenapa arwah so hyun jadi suka sehun. maunya apa kali? udah berbeda alam juga><
    tbtb sehun udh sembuh, aku jadi bingung kekeke.
    overall aku suka sama jalan ceritanya, yah walaupun merinding bacanya. di tunggu next part!!^^

  7. Daebakkk thorr!!
    Cerita a banyak penuh kejutan,, jadi wajah sekyung n so hyun ini mirip.
    Sekyung jangan sampai mati,,kasihan sehun, baru menyatakan perasaan a..
    Next secepat a thor,,ditunggu ^^

  8. thor tolong jlasin alur crtanya dong…trus yang jdi pertnyaan knpa sehun tba” sdar….endnya jgan sad ending ya thor, please…..!!!!!!

  9. kalau aku sih ini gk serem soalnya udh biasa bca yg serem2 #abaikan
    ini keren dan bikin penasaran,, tuh setan koq suka y sma sehun? trus siapa yg nyembuhin sehun? gmna nsb sekyung selanjutnya?
    next’a jan lama2 ya^^

  10. Sadis eh… Ngeri juga kak, bacanya. tp yahh, seru juga… !!# masa si So Hyun suka sm Sehun. .. ,???
    D tunggu, episod selanjutnya …..!!#

    like like kak.. 🙂

  11. #PoorforSehunnie 😀 aku jd buat hashtag baru gara2 fanfic ini . hehehe XD itulah nasib punya TAMPANG KELEWAT TAMPAN BAK PANGERAN DI NEGERI DONGENG -_- jd diperebutkan sma hantu kan jd nya ..
    yg bkin complecated tuh pas sehun dengan frontal nya milih Han Sekyung XD kyaaaaahhhh ! asli cemburu berat 😥

    khawatir .. sekyung mau di b*nuh sma hantu . ya tuhan .. selamatkan Han sekyung 😀

    next chapter aku tunggu!! fighting !!!

  12. Aah.. makin seru aja ni thor.. gila si sena kejam banget.. sebenernua so yhun itu baik tapi mungkin karna ancaman sena di jadi gitu.. dan karna sakit hati sama sena arwahnya jadi jahat gitu… tapi bagaimana nasib sekyung? Ko kaca’a bisa pecah ya.. bukan’a kalo kaca’a bisa pecah cuma karna ada orang yang mecahin? Sehun juga kaya’a udah lepas dari guna” sojung ya?…
    Makin penasaran… di tunggu kelanjutan cerita’a ya thor.. jangan lama” penasaran nih.. hhe..

  13. sehun pasti di sembuhin so hyun *sotoy*
    sehun kok bisa jadi suka sama hanse? karna sudah lepas dari jampi2 ya? makanya sehun balik jadi sehun yg dulu? trs cewk2 yg mati itu karna mereka semua make cara yg sama kyk soojung ya? trs nasib kai abis so hyun mati gmn? se na jg gmn? kasih tau dong .-.
    ah makin seruu..
    btw hanse jgn mati dong ;( tp terserah sih..
    keep writing ya^-‘)9

  14. Hweee knp kejem gitu…trus knp malah bunuh cwek” yg ada di sekolah itu.?? Haihhh bingung ama tuh hantu..
    Lanjut thor

  15. jadi hantunya suka sama sehun juga? apa dia bakal ngebunuh sekyung juga? aaaa demi saus tar-tar aku penasaran…

  16. Thor asli aku baca ini tengah malem dari hp agak merinding gitu thor masa ada nama menyan menyan gitu sih /?
    Tapi masih binggung sekarang kai itu dimana yaa?? Atau ntar sehun ama oc nya minta bantuan ama kai??
    Duh thor kelanjutannya ditunggu ya seru banget
    apalagi posternya bagus bngt loh
    buat penulisannya thor udh bagus tapi alurnya kecepetan terus jangan buat ff ini mudah ditebak gitu kesannya drama banget ntar
    buat nanti sesuatu penuh kejutan biar yg lain gk bosen.. Oke segitu aja pesan aku kedepannya lebih baik ya thor fighting!!

  17. yaampun thor asli dah aku merinding bacanya udh aku bacanya jam setengah 2 malem lg bener” serem thor keren next thor next aku penasaran bgt udahan dulu yaa thor aku jd takut bgt nih
    #KeepWritingNFighting

  18. ya ampun…jangan ampe si. Sekyung di bunuh ama So hyun
    kaca nya pecah!!!!!
    jadi,,kerjaanny So hyun cm bunuhin orng??
    gmn kelanjutanny nih??!! penasaran bgt,,
    d tunggu next chap…

  19. Guna2 yg ada pd Sehun udh ilang,,dan Sehun trnyata mnyukai Sekyung… Dan yg bkin kget So hyun jg mnginginkn Sehun..nih anak bnr2 ya klwatan,,klo msi hdup dy udh jd Ahjuma..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s