Jealous Eun- SangHun’s Story Series by bluelu bird

PicsArt_1416662371779[1]

| Title : Jealous Eun | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun <OC> , Oh Sehun <EXO> , etc | Genre : Romance, Marriage life , Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun

Note : Typo berterbangan dimana-mana😀 Ceritanya mungkin aneh banget, soalnya buatnya buru-buru🙂 Ceritanya simple kelewat simple, mungkin. So, enjoy~

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator

                                                                                                                                    

Enjoy reading~

.

Ah, baby eun!

.

Sang eun melangkahkan kakinya ringan ke arah lapangan basket yang ada di perumahan, Sehun dan Sang bum akan main bersama di sana. Well, tentu saja Sang eun ke sana untuk menemui suaminya. Siapa lagi kalau bukan Sehun.

Sang eun menghentikan langkahnya saat sudah tiba di sisi lapangan. Baru saja ia akan berteriak, tapi suaranya tertahan. Dia melihat Sehun di sana, dengan seorang gadis. Tidak. Sang eun tidak akan cemburu jika hanya seperti itu. Tapi..

Sehun merangkulnya

Mereka tertawa bersama

Seperti kekasih

Sehun tidak pernah seperti itu pada gadis manapun sebelumnya

Tidak pernah, selain bersamanya

Sang eun menahan nafasnya saat pandangan matanya dan Sehun bertemu tanpa sengaja. Tapi lihat apa yang pria itu lakukan. Hanya mengabaikannya. Tanpa peduli sama sekali.

“Oh Sehun menyebalkan!

Sang eun melangkahkan kakinya cepat meninggalkan tempat terkutuk itu. Cemburu? Entahlah. Yang pasti ia marah. Sangat. Sangat amat marah.

-SangHun-

“Keluar” satu kata itu muncul dari bibir mungil Sang eun saat Sang bum membuka pintu kamarnya, dia memutuskan untuk pulang ke kediaman kakak dan ibunya setelah kejadian tadi. Wajahnya terlampau datar. Gadis itu terlihat seperti monster yang tidak memiliki hati saat ini di mata Sang bum. Err… mengerikan memang.

Ya. Bagaimana bisa kau mengusir kakak laki-lakimu yang tampan ini-“

“Tolong keluar” Sang eun menatap datar bantal di pelukannya. Nada bicaranya datar, bahkan ia tak menoleh sedikit pun ke arah Sang bum.

Okay”

Sang eun menghela nafasnya panjang saat menyadari kepergian Sang bum. Wanita itu mengacak rambutnya kasar. Ugh. Kejadian tadi terus berputar di kepalanya.

“Aku tidak akan cemburu atau marah jika kau bersama siapa pun. Tapi aku benci kau melakukan skinship dengan gadi lain! Kau menyebalkan Oh Sehun! Menyebalkan. Menyebalkan. Menyebalkan!” Sang eun memukul-mukul guling di sampingnya dengan brutal. Mungkin jika bantal itu adalah manusia, maka sirine ambulance akan terdengar di rumah kediaman keluarga Kim itu saat itu juga.

“Ugh. Kepalaku sakit” Sang eun menenggelamkan kepalanya di dalam bantal dalam-dalam. Tak bisakah kepalanya melupakan tentang Sehun? Kepalanya serasa di bom atom saat teringat kejadian tadi. Bahkan pria itu tidak berusaha menjelaskan apapun padanya. Terserah!

Sang eun terus bergelut dengan pikirannya, sampai akhirnya gadis itu tertidur pulas dengan sendirinya. Setidaknya di dalam mimpinya Sehun tidak akan muncul, semoga saja.

-SangHun-

Ya, hyung. Jika semua ini sampai membuatku dengan baby eun bercerai, itu salahmu! Ah, baby eun!”

“Berhentilah merengek, Hun. Dan jangan panggil adikku baby eun , adikku bukan bayi asal kau tahu”

“Terserah”

“Dasar. Anak muda labil. Katanya ingin membuat kejutan-kejutan sebelum hari itu. Tapi malah aku yang dimarahinya”

Hyung, aku dapat mendengarnya”

“Terserah. Astaga, bagaimana nasib Sang eun sekarang. Ck ck ck, gadis malang”

Ya, hyung! Ini gara-gara kau! Ah, baby eun!”

“Diam kau baby hun!”

Kau menjijikkan hyung”

“Kau lebih menjijikkan lagi”

-SangHun-

Eungh..” tubuh mungil Sang eun menggeliat kecil di atas kasur. Matanya membuka perlahan. Menampakkan lampu kamarnya yang entah sejak kapan sudah hidup. Sang eun terdiam sejenak memandang langit yang tampak sudah menggelap melalui jendela kamarnya.

“Sudah malam. Astaga, berapa jam aku tidur!” Sang eun membelalakkan matanya kaget. Gadis itu berlari menuju kamar mandi, mencuci mukanya dan menggosok giginya dengan terburu-buru. Sang eun terlihat lebih segar setelah keluar dari kamar mandi. Tapi tidak dengan hatinya yang sama sekali tidak membaik. Sang eun berjalan gontai ke arah balkon kamarnya. Gadis itu merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.

“Ugh. Bahkan di dalam mimpiku dia datang. Kutukan apa ini?” Sang eun mengusap wajahnya frustasi. Ya, sosok Sehun bahkan muncul dalam mimpinya. Sosok Sehun dengan kulit putihnya, senyum menyebalkannya, cengiran kudanya, dan.. ugh, lupakan.

Sang eun menatap ke arah langit yang malam itu dipenuhi bintang. Biasanya dia dan Sehun akan berlari ke luar rumah jika banyak bintang di langit. Mereka akan berbaring di halaman rumah mereka, lalu memandang langit bersama-sama.

Berbincang hal-hal yang tidak penting, saling menggoda satu sama lain, makan bersama, memainkan gitar sambil bernyanyi, bahkan Sang bum dan yang lainnya kadang-kadang akan bergabung bersama mereka. Membuat piknik dadakan di halaman rumah mereka atau rumah kediaman keluarga Kim ataupun Oh itu, ya mengingat ketiga rumah itu berada di perumahan yang sama dan berjarak cukup dekat.

“Ugh. Dia menempel terus di kepalaku” Sang eun mengacak rambutnya kasar. Wanita itu melompat-lompat sambil berputar. Berusaha menghilangkan Sehun dari kepalanya. Kenapa imajinasi Sehun tidak juga jatuh dari awan imajinasi milik Sang eun? Padahal ia sudah melompat-lompat. Menyebalkan.

Sang eun berhenti melompat dengan nafas terengah-engah. Tanpa sengaja ia menatap kamar Sehun yang tepat berada di seberang kamarnya, saat mereka belum menikah tentu saja. Dan, astaga…

Sehun di sana

Dia menatapnya

Sang eun berbalik dengan cepat. Menutup pintu balkon kamarnya yang terbuat dari kaca. Tangan wanita itu menutup tirai kamarnya dengan cepat. Sang eun memegangi dadanya yang bergerak naik turun. Rasanya seperti telah dipergoki mencuri suatu barang. Tunggu. Tapi Sang eun tidak mencuri apapun. Ah! Entahlah!

Bruk

Sang eun menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Membenamkan wajahnya di kasur empuknya.

“Jadi dia juga menginap di rumah eommonim? Ah, kenapa aku peduli”

“Jauhkan pria bernama Oh Sehun dari pikiranku. Jauhkan pria itu dariku, kumohon” Sang eun berdoa sambil membenarkan posisi tidurnya.

Astaga, kenapa nasibnya begitu sial hari ini?

Di sisi lain Sehun masih berdiri di balkon kamarnya, menatap kosong ke arah balkon kamar Sang eun yang telah tertutup rapat. Pria itu menghela nafasnya pelan.

“Aku bisa gila jika seperti ini terus. Besok aku akan menjelaskannya. Cara Sang bum hyung, benar-benar menyusahkan!

-SangHun-

“Sang eun! Cepatalah!”

“Sebentar!” Sang eun mengeringkan rambutnya terburu-buru dengan sebuah handuk kecil. Ia sudah bersih dengan memakai celana pendek bewarna soft pink dan kaos putih yang sedikit kebesaran di tubuhnya.

Ugh. Hari itu hari libur sehingga ia tidak perlu pergi ke rumah sakit dan kakak laki-lakinya menyuruh bangun pagi-pagi dengan alasan sarapan bersama. Padahal wanita itu masih ingin berlama-lama di kasur kesayangannya, mengingat ia sudah jarang memakainya lagi setelah menikah dengan Sehun. Tentu ia merindukan kasurnya .Well, hal yang wajar bukan.

Sang eun melemparkan asal handuk kecil di tangannya. Menata rambutnya asal dengan menggunakan tangan. Lalu berlari ke arah pintu.

Ceklek

Eomma!” Sang eun memekik kaget saat Sehun tiba-tiba muncul saat ia membuka pintu. Pria itu tersenyum lebar pada Sang eun.

Astaga. Dia tersenyum seakan tak punya dosa.

Morning, baby eun”

“Malam” jawab Sang eun datar, gadis itu menyeleweng melewati Sehun. Berjalan santai menuruni tangga rumahnya.

Ya! I have to explain something to you”

Bicaralah”

Grep

Sehun memeluk erat Sang eun dari belakang. Jelas tubuh Sang eun jauh lebih pendek darinya karena posisi mereka yang berada di tangga. Tapi well pria itu tidak peduli. Pria itu terlalu merindukan wanitanya. Ugh. Dia mulai merasa takkan bisa hidup tanpanya. Cheesy memang, tapi well itu kenyataannya.

“Kau cemburu karena kemarin, hem?” goda Sehun sambil mengeratkan pelukannya pada Sang eun

“Tidak!”

“Mengakulah”

“Aku bilang tidak!”

“Jangan bohong”

“Aku tidak cemburu! Hanya tidak suka saja. Entahlah” ujar Sang eun dengan suara lirih di akhir kalimatnya.

“Itu namanya cemburu, dear. Dia yang kemarin itu. Yang kemarin kurangkul itu. Dia sepupuku, baby eun” Sang eun mengerjapkan matanya perlahan. Jadi dia cemburu buta kepada Sehun? Cemburu seperti yang dilakukan para protagonis di film-film? Scene di film yang selalu menjadi bahan candaannya bersama Sang bum? Astaga, ada apa dengannya? Sang eun memejamkan matanya malu, merutuki dirinya sendiri yang melakukan hal bodoh.

“Tapi well aku sengaja melakukannya agar kau cemburu. Kau boleh memukulku jika mau” Sang eun melupakan rasa malunya saat itu juga. Wanita iu melepaskan pelukan Sehun. Lalu, berbalik berhadapan dengan pria itu. Wanita itu sedikit berjinjit ke arah Sehun.

Pletak

Ya! Sakit!” Sehun mengusap pelan kepalanya yang dipukul keras oleh Sang eun. Kenapa gadis itu masih marah? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Sehun.

“Kenapa kau melakukannya, huh?” Sang eun menatap sengit Sehun yang menatap polos ke arahnya

“Ingin melihat responmu. Well, aku senang melihat responmu. Kau sangat manis. Ya, meskipun aku harus tersiksa karena merindukanmu”

What?! Are you kidding me, Oh Sehun?!”

“Ada alasan lain tapi itu rahasia. You’ll know soon, baby eun”

“Sehun menyebalkan” Sang eun menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sang eun menghentikan kegiatan kakinya, menghela nafasnya pelan untuk menenangkan dirinya, lalu mengacak rambutnya kasar.

“Astaga, kenapa kau imut sekali saat cemburu?” Sehun mencubit gemas pipi Sang eun, wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal. Lihat, bahkan pria itu terlalu baik sampai ikut memberantakkan rambutnya sekarang.

“Aku tidak cemburu. Dan jangan panggil aku baby eun, aku bukan bayi”

“Astaga, kalimatmu persis Sang bum hyung. Aku sekarang yakin kalian benar-benar adik-kakak”

“Lalu?”

Well, i love you” Sehun memamerkan cengiran kudanya ke arah Sang eun. Astaga, kenapa pria itu gampang sekali membuat pipinya memerah?

Tapi tunggu..

Apa yang disembunyikan Sehun darinya?

***

Hello~

Hihi, gimana? Feelnya dapetkah?

Ini buatnya ngebut-ngebutan.. Jadi gak tau deh gimana jadinya😀

Besok malem minggu insyaallah aku ada kejutan buat para readers, lalala~ *senyum evil

Maaf banyak kekurangannya

Thank for reading

Regards,

bluelu bird

107 responses to “Jealous Eun- SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s