Peeking Day- SangHun’s Story Series by bluelu bird

PicsArt_1416665995862[1]

| Title : Peeking Day | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun <OC> , Oh Sehun <EXO> , etc | Genre : Romance, Marriage life , Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day

Note : Typo berterbangan dimana-mana😀 Ceritanya mungkin bosenin, tapi semoga suka🙂 Kali ini ceritanya lebih panjaaaang dari sebelumnya

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator

                                                                                                                                    

Enjoy reading~

.

Hari ini adalah Peeking Day. Kalian tahu kenapa? Karena pada tanggal yang sama dengan hari itu, mereka saling mengintip satu sama lain.

 

Happy Peeking Day, Kim Sang Eun! I love you

 

Happy Peeking Day, Oh Sehun! Not love you too xp

 .

Hoahh…” Sang eun menutup mulutnya yang menganga lebar dengan tangan. Gadis itu merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Dahi gadis itu sedikit berkerut saat menyadari Sehun tak ada di sampingnya. Tapi tak lama kemudian senyum cerah tersungging di bibirnya. Entah kenapa ada yang terasa special hari itu. Tidak. Bukan special karena hari itu hari libur. Tapi ada hal lain yang rasanya membuatnya bahagia hari itu.

“Kenapa hari ini rasanya aku bahagia sekali?” Sang eun mengusap wajahnya dengan lembut. Ia merasakan sesuatu yang tipis menempel di dahinya, gadis itu menarik benda itu perlahan. Sebuah sticky note bewarna kuning.

Astaga, kau baru bangun?

Kau itu kerbau atau manusia? Ck

Wajahmu pasti sangat jelek sekarang xp

Lalala~

Apa wajahmu merah padam sekarang? Aku rasa asap mulai keluar dari telingamu .-.

Morning, baby eun

Your charming, handsome, cute, and sweet husband

Oh Sehun

Sang eun hampir saja muntah saat melihat tulisan terakhir dari note Sehun. Well, Sang eun akui pria satu itu tidak pernah mau memuji dirinya sendiri di depan orang lain. Tapi tidak di depannya, pria itu akan selalu memuji dirinya sendiri dan blablabla. Aneh bukan? Ya, suaminya yang satu itu memang aneh. Tidak. Suaminya kan memang hanya satu. Sehun seorang. Okay, abaikan hal itu.

Sang eun melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Gadis itu mengunci pintu kamar mandi setelah berada di dalamnya. Lagi-lagi Sang eun menangkap sebuah sticky note bewarna soft pink di sana.

Apa kau akan mandi sekarang?

Wah, istriku rajin sekali!

Kalau kau membutuhkan batuanku, telfon saja aku

Aku akan dengan senang hati memandikanmu

Aku serius

Your beloved roomate,

Oh Sehun

 

“Dia gila” Sang eun menatap ngeri note di tangannya. Mau memandikannya? Ugh, pria itu gila ya? Dia ingin mati dijambaki? Itu akan jadi kejadian paling sadis tahun ini jika benar-benar terjadi..

Sang eun menuruni tangga dengan cepat. Gadis itu melangkahkan kakinya ke arah dapur. Membuka pintu kulkas untuk mengambil satu cup yogurt yang menjadi adat istiadatnya setiap hari. Sang eun tidak menemukan yogurt di sana. Dan lagi-lagi-lagi-lagi Sang eun menemukan sebuah sticky note bewarna soft purple yang ditempelkan di permukaan kulkas.

Kau mau makan yogurt?

Maaf, sudah kumakan

Hei, hei, hei, jangan marah dulu

Kau tidak boleh makan yogurt karena aku akan memberimu banyak makanan nanti

Ps. Aku menunggumu di sini, find me!

Your perfect housemate,

Oh Sehun

 

Sang eun menghela nafasnya pelan. Well, gadis itu sekarang mulai merasakan hawa-hawa aneh.

Apa yang mau dia lakukan? Pasti dia merencanakan sesuatu. Astaga. Aku akan membunuhnya jika dia membuat masalah lagi

Ya, terakhir kali Sehun mengerjainya dengan menyuruhnya membua botol berisi cola yang ternyata sudah di kocoknya habis-habisan. Alhasil, mereka berdua mandi cola hari itu, bahkan dapur di kediaman mereka itu juga mandi cola. Ah, atau saat Sehun menyiramnya tepat saat Sang eun membuka pintu yang menyambung ke halaman. Atau mungkin juga, saat Sehun mengunci mereka berdua di kamar mandi dan malah menghilangkan kuncinya, dan berakhir dengan ceramah panjang dari kedua ibu mereka.

Ya, bukan berarti Sang eun tidak pernah mengerjai Sehun. Gadis itu sama jahilnya dengan Sehun. Dan sama seringnya mengerjai Sehun. Ah, bahkan tak hanya Sehun. Tapi semua orang. Penjaga supermarket sampai tetangganya yang galak pun pernah dikerjainya.

Sang eun menggedikkan bahunya pasrah. Lalu, berjalan ke arah pintu yang langsung mengarahkannya ke halaman. Dan lagi ada sticky note bewarna biru di sana.

Kau suka warna biru kan?

Aku juga

Sweet girl, hemm?

Your special gift,

Oh Sehun

 

Sang eun terkekeh kecil saat membaca note dari Sehun. Gadis itu menempelkan note tadi di tembok sebelah pintu. Lalu, perlahan membuka kenop itu.

One two – I pray for you – oh yeah
One two – I pray for you – oh yeah

Every night, I can’t close my eyes
Your black hair, your thick lips
I keep thinking about them
Why are you so pretty?
Sometimes, it’s like you’re from a movie, girl

I met you again last night
We talked and ate
It was like a dream
But why am I so awkward?
It seems like you’re mad at me for some reason, lovely girl

I wanna make you mine
You have to know my mind
All day, I smile and I feel like I have the whole world
I wanna make you mine
Become a shining star
I will protect you all my life (sweet girl)

Like the falling starlight, I light you
Like the swirling wind, I’ll love you
Every single day, I will give you a song for you
I’ll only sing it for you, oh baby
One two – I pray for you – oh yeah
One two – I’ll be with you till the end
One two – I pray for you – oh yeah
I’ll only sing for you, oh baby

Everything you do, I like that
When you awkwardly hold my hand
Don’t be like that and just take my hand my baby
Sweet smiles, playing a game of push and pull
Trying to read each other’s minds, an endless see-saw
Let me go, view me cutely
I know your heart, it’s gonna be ok

I don’t really know your heart
Because you’re always like this and like that
You’re like a bending reed
Why are you so busy?
Sometimes, you make me nervous, oh my girl

I wanna make you mine
You have to know my mind
All day, I smile and I feel like I have the whole world
I wanna make you mine
Become a shining star
I will protect you all my life (sweet girl)

Like the falling starlight, I light you
Like the swirling wind, I’ll love you
Every single day, I will give you a song for you
I’ll only sing it for you, oh baby
One two – I pray for you – oh yeah
One two – I’ll be with you till the end
One two – I pray for you – oh yeah
I’ll only sing for you, oh baby

(Translate) Sweet Girl – K. Will feat LE of EXID

Sang eun terpaku di tempatnya. Apa ini? Kenapa lagu ini tiba-tiba terputar? Darimana asalnya? Apa tetangganya menyetelnya? Well, bukannya gadis itu tidak menyukai lagunya. Dia suka. Tapi… entahlah, ada yang terasa aneh baginya.

“Oh?” Sang eun menundukkan kepalanya saat merasakan kaosnya ditarik pelan. Seorang anak lelaki kecil lucu yang kira-kira umurnya baru 3 atau 4 tahun sedang mendongak sambil melihatnya. Tangan mungilnya di sembunyikan di belakang punggungnya, seperti menyembunyikan suatu kejutan untuk Sang eun.

Sang eun berlutut di depan anak itu untuk menyamakan tingginya. Gadis itu tersenyum manis, lalu mengusap lembut rambut anak laki-laki itu.

“Ada apa?” Anak itu menggerakkan tangannya ke depan. Terlihat tangan mungilnya menggenggam sebuah kue kecil bewarna putih yang sudah tidah utuh, tapi karena ketidak utuhannya terlihat bentuk love di dalamnya, terdapat dua lilin kecil di atasnya yang belum menyala. Anak laki-laki itu menyerahkan kue itu pada Sang eun, lalu mendekatkan kepalanya ke telinga Sang eun.

“Selamat hari.. eum.. apa tadi ahjussi itu bilang.. eum.. selamat hari mengintip. Dia bilang di mencintaimu, noona” Anak kecil itu membisikkan kata-kata di telinga Sang eun dengan hati-hati. Lalu, mengecup pipi Sang eun dan berlari menjauh.

Sang eun tersenyum manis melihatnya. Dan gadis itu menemukan Sehun berdiri tidak cukup jauh darinya sedang mengerucutkan bibirnya sebal. Sang eun melangkahkan kakinya ringan ke arah Sehun. Sekarang dia ingat apa yang membuatnya lebih bahagia hari itu. Hari itu adalah hari special-nya dan Sehun.

“Kau yang merencanakan semuanya?” Sehun mengangguk mantap menjawab pertanyaan Sang eun yang kini berdiri dekat di hadapannya

“Tapi aku tidak menyuruhnya mencium mu! Dia memanggilku ahjussi tapi memanggilmumu noona! Awas saja anak itu!” Sang eun terkekeh geli melihat ekspresi kesal Sehun. Oh, jadi pria itu cemburu pada anak berumur 3 tahun? Astaga.

“Jadi selama ini yang kau sembunyikan ini?”

Well, aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu” Sehun tersenyum getir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

“So, today is that day?”

Yup. Peeking Day. 9th November” Sehun mengeluarkan korek api dari saku jaketnya. Lilin-lilin di atas kue yang tadinya tidak memiliki api di atasnya, kini telah memiliki nyala api kecil yang entah kenapa terasa begitu membuat mereka bahagia.

“Tiup di hitungan ketiga” Sang eun mengangguk mantap mendengar instruksi Sehun. Kedua manusia manis itu mulai menghitung bersama.

One, two, three..” Sehun dan Sang eun meniup lilin itu bersamaan. Sang eun meletakkan kue itu di bawah, lalu memeluk Sehun erat.

“Thank you so much” Sehun tersenyum, lalu mengeratkan pelukan Sang eun.

“You don’t have to thank me”

“Kau ingat hari itu? Well, aku tidak percaya kau merayakan tanggal ini juga”

“Tentu harus dirayakan. Hari dimana seorang gadis kecil mengintipku tapi tidak mau mengaku”

“Hei! Sudah kubilang aku tidak sengaja melihatmu dari jendela. Jelas-jelas kau yang mengintipku”

Flashback

Sang eun kecil membolak-balik halaman buku cerita bergambarnya. Gadis itu menunggu kakaknya yang sedang mengambil kue buatan ibunya untuk mereka berdua. Sang eun kecil berdiri karena bosan, gadis kecil itu melangkahkan kakinya ke balkon kamar. Saat hendak membuka pintu balkon untuk merasakan hembusan angin, dia menangkap seorang pria kecil yang sepertinya seumuran dengannya di seberang kamarnya.

Sang eun kecil menatap bingung pria itu. Pria yang merupakan Sehun kecil. Itu pertama kalinya Sang eun kecil melihat anak itu di sana. Sehun kecil bertingkah aneh di mata Sang eun kecil. Pria itu melemparkan bola ke dinding lalu menangkapnya lagi, terus begitu.

Dia kurang kerjaan ya?

Sang eun kecil menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda simpati ke pria itu. Ya, dia kira Sehun kecil adalah anak kesepian. Dan astaga, Sehun kecil melihatnya!

Sang eun kecil menyembunyikan dirinya di balik tembok. Tidak, dia tidak berniat mengintip Sehun kecil. Dia tidak sengaja melihatnya. Sang eun kecil menggembungkan pipinya lucu untuk menenangkan diri, kebiasaannya yang membuat wajahnya semakin menggemaskan.

Setelah beberapa saat, Sang eun kecil memutuskan mengintip ke kamar di seberang kamarnya itu untuk sekedar mengecek kalau Sehun kecil sudah tidak memperhatikannya.

Dan, astaga! Sehun kecil sedang melotot ke arah Sang eun kecil. Pria kecil itu menuliskan sesuatu di kertas putih besar. Lalu memperlihatkannya ke Sang eun dengan membentangkannya tinggi-tinggi.

DASAR TUKANG INTIP

Seorang Sang eun kecil yang manis dan sopan terpancing emosinya oleh Sehun. Sang eun yang tidak terima balas memelototi Sehun kecil. Lalu menulis di buku gambarnya dengan tulisan yang tak kalah besar. Lalu membentangkannya tinggi-tinggi.

PERCAYA DIRI SEKALI

AKU PUNYA MATA UNTUK DIGUNAKAN

AKU TIDAK SENGAJA MELIHATMU

DASAR SOK TAHU

Kedua anak kecil itu berakhir dengan memelototi satu sama lain. Lalu menutup tirai kamar mereka dengan kasar.

Hari itu tanggal 9 November. Hari pertama mereka saling mengetahui satu sama lain. Ya, meskipun tidak mengetahui nama satu sama lain. Tapi mereka sudah saling bertengar. Ugh.

Flashback end

 

Sang eun melepaskan pelukannya dari Sehun. Lalu mereka tertawa geli bersama-sama. Astaga, masa kecil mereka benar-benar tidak normal.

“Happy Peeking Day, Kim Sang Eun. I love you”

“Happy Peeking Day, Oh Sehun. Not love you too” Sang eun memeletkan lidahnya pada Sehun yang kini memberengutkan wajahnya. Gadis itu tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

“Astaga, Oh Sehun. Just kidding”

Chup

“I love you too, Oh Sehun. Puas?”

Sang eun mengecup sekilas pipi kanan Sehun. Sehun kini tersenyum senang padanya. Pria itu mengacak rambut Sang eun asal. Sang eun mengerucutan bibirnya sambil membenahi rambutnya. Sehun yang melihatnya terkekeh geli, lalu mencubit pipinya gemas.

“Astaga, mereka manis sekali” Nyonya Kim dan nyonya Oh menggumamkan kalimat yang sama. Entah sejak kapan orang-orang terdekat mereka sudah berdiri di sisi lapangan.

Chup

Tuan Oh yang berdiri di samping kanan nyonya Oh mencium pipi kanan istrinya cepat. Dan Sang bum yang berdiri di samping kiri nyonya Kim mencium pipi kiri ibunya cepat.

“Happy Peeking Day Uri- Sang eun and Sehun!” ujar tuan Oh dan Sang bum bersamaan

Ya! Kau ini sudah tua, sadar umur tuan Oh!” Nyonya Oh memukul keras lengan suaminya sambil melemparkan death glare-nya

Ya! Kau daripada mencium ibumu terus, cepat nikahi So eun dan berikan banyak cucu untukku! Dasar anak nakal” Nyonya Kim memukuli pantat Sang bum berkali-kali sampai pria itu melompat-lompat untuk menghindari pukulan ibunya

“Ck ck ck. Wanita tua sangat mengerikan ya?” ujar Baekhyun pada Chanyeol sambil melihat kejadian langka di hadapannya

Eoh. Sangat mengerikan” balas Chanyeol pada Baekhyun

Ya! Kalian minta dijewer?!” teriak nyonya Kim dan nyonya Oh bersamaan

“Ahaha, tidak bibi” Baekhyun dan Chanyeol melambaikan tangannya di depan wajah sambil tersenyum getir. Ketakutan akan sosok nyonya Kim dan nyonya Oh yang akan meledak.

Sehun, Sang eun, Bomi dan Ri young tertawa terbahak melihat Baekhyun dan Chanyeol yang kini dikejar nyonya Oh dan nyonya Kim.

“We’re happy for you, Oh Sehun, Kim Sang Eun!” teriak Bomi dan Ri young pada Sehun dan juga Sang eun.

Sang eun dan Sehun tersenyum manis. Saling menatap satu sama lain. Seakan hari itu adalah hari paling bahagia dalam hidup mereka. Padahal setiap hari bahagia bagi mereka, selama mereka bersama. Okay, mungkin terdengar cheesy tapi terserahlah. Yang penting mereka manis bukan?

“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?”

Kissing?”

“Ya! Pervert Oh Sehun!”

***

Halo~

Bosenin kah? Hehe, maaf kalo gitu😀

Pertamanya aku pengen publish tadi malem, tapi koneksi nya jelek. Jadi baru bisa publish pagi-pagi

Intinya Peeking Day itu sebutan buat tanggal hari pertama mereka ketemu, soalnya waktu itu mereka intip-intipan lewat jendela kan kamarnya seberangan xd

Aku buat ini sebenernya tiba-tiba kepikiran aja, terus mau negasin sweet side nya Sehun sama Sang eun. Dan yang terpenting buat iri para single xd

Para single yang merana sendirian tanpa ada yang menemani, lalala~ xp

Just kidding, hehe

Maaf kalau banyak kekurangannya

Thanks for reading

Regards,

bluelu bird

102 responses to “Peeking Day- SangHun’s Story Series by bluelu bird

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s