The Way I Loved You

holding-hands

The Way I Loved You

By : middlemistblack

Cast:
Kim Nara (OC) | Park Chanyeol
Kris Wu | Oh Sehun | Byun Baekhyun

Genre:
Romance, Drama, School Life

Length:
Oneshoot

For more stories, visit me here or follow my twitter @middlemistblack

Everyone must go through a storm to get to a rainbow.

 

Sudah lebih dari setengah jam Nara mematut dirinya di depan cermin untuk mencari cara yang pas menutupi kacamata tebalnya. Tapi, bagaimanapun dia mengubah gaya rambut panjang sebahunya, itu tidak membantu banyak. Wajahnya saja tetap terlihat aneh. Terlihat seperti alien jika menurut ejekan Chanyeol, salah satu pembuat onar di hidupnya.

“Aku harus bagaimana? Mereka akan tetap mengolok-olokku.” Nara menunduk sedih.

Di sekolah, Nara dikenal sebagai kutu buku yang pendiam. Dia selalu saja menjadi bahan ejekan Chanyeol dan gengnya. Entah bagaimana tapi empat pemuda itu terlihat sangat tidak menyukai Nara. Ralat, hanya tiga orang yang terang-terangan menunjukkan sikap antipati mereka terhadap kehadiran Nara. Chanyeol, Baekhyun, dan Sehun. Sementara Kris hanya memasang wajah datarnya setiap kali melihat Nara. Seolah-olah Nara hanyalah hantu yang tidak terlihat.

Airmata Nara meleleh. Sebenarnya ia bisa saja beralih ke memakai softlens, tapi ia benar-benar merasa tidak nyaman memakai benda itu. Pada awalnya tidak ada masalah dengan kacamata yang ia pakai ini, sampai keempat siswa yang dikenal sebagai pangeran sekolah itu mulai mempermasalahkan benda ini. Apalagi sejak Sehun dengan terang-terangan mengejeknya sebagai si kacamata pantat botol di kantin sekolah.

Dan sejak hari itu mimpi buruk Nara di sekolah dimulai. Para siswi ikut-ikutan mengejek dirinya karena beranggapan bahwa tindakan Chanyeol dan teman-temannya itu keren dan patut dicontoh.

Nara menyudahi mematut diri di depan cermin. Akhirnya, ia hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini. Walau sejatinya sekarang ini, ejekan teman-temannya di sekolah nanti sudah terbayang di benaknya. Itu akan menjadi kejadian yang sangat tidak mengenakkan nanti.

 

 

“Kim Nara…apa kacamatamu bertambah tebal?”

Nara mengabaikan celetukan iseng yang dilontarkan Yoon Gain, siswi yang paling centil di sekolah ini. Gadis cantik itu menyukai Chanyeol, jadi jelas saja ia ikut bersikap antipati pada Nara. Tidak ingin berdebat dengan Gain, maka Nara mempercepat langkahnya menuju ke kantin sekolah.

Pada saat Nara hendak masuk ke dalam kantin. Rombongan geng menyebalkan itu juga akan masuk ke dalam kantin. Kali ini, Kris yang berjalan paling depan. Tidak seperti F4 yang punya Gu Junpyo sebagai leader, maka geng ini tidak mempunyai leader.

Kris—pria bermata tajam dan berdarah China itu hanya melirik Nara sekilas sebelum dengan cueknya berjalan ke dalam kantin. Beda dengan Kris, tiga lainnya justru memilih berhenti di depan pintu dan menghalangi jalan Nara. Nara menghela nafas panjang, mereka akan mulai lagi…

“Hallo, si pantat botol…” sapa Sehun dengan suara yang dibuat-buat. Di belakangnya, Baekhyun tidak sungkan-sungkan untuk menunjukkan tawanya yang terdengar menyebalkan di telinga Nara.

“Hey, kutu buku! Apakah kau sudah minum jus wortel pagi ini?” tanya Baekhyun dengan mimik muka yang ia buat serius. “Aku tebak belum, aku kan sudah bilang padamu bahwa jus wortel bisa membantu mengurangi ketebalan kacamatamu. Kenapa kau tidak mendengarkanku?”

Nara hanya bisa menunduk. Ia pasti kalah jika mendebat mereka, maka dari itu lagi-lagi ia hanya bisa diam. Dan ia masih harus menunggu komentar tidak penting dari Chanyeol, biasanya Chanyeol-lah yang mengejeknya paling parah.

Namun, hening. Chanyeol tidak juga bersuara setelah semenit, dua menit, tiga menit. Sehun dan Baekhyun bahkan sudah menyusul Kris ke meja favorite mereka yang terletak di pinggir jendela.

Nara mengangkat wajahnya dan mendapati Chanyeol masih berdiri di depannya. Beda dengan biasanya, Chanyeol memandangnya dengan tatapan lurus dan menusuk. Pemuda tujuh belas tahun itu bersedekap di depan Nara dengan ekspresi yang tidak bisa Nara tebak.

“Apa yang kau inginkan Park Chanyeol?” tanya Nara dengan suara bergetar.

Chanyeol hanya tersenyum tipis, ia menghela nafas dan kembali menatap Nara, “Kenapa kau tidak pernah melawan saat kami semua mengejekmu?”

“Pertanyaan yang konyol,” batin Nara. “Tidak penting menanggapi kalian!” jawab Nara. Jelas sekali ia berdusta, nyatanya ia selalu memasukkan ke dalam hati setiap perlakuan buruk yang ia terima itu.

Chanyeol berdecih pelan. Ia sepertinya tidak bisa mempercayai perkataan Nara.

“Well, aku rasa saran Baekhyun benar. Banyak-banyaklah minum jus wortel, aku ingin melihat wajahmu tanpa kacamata tebal ini,” ucap Chanyeol ringan sebelum berbalik dengan cepat meninggalkan Nara yang masih terpaku di depan kantin.

Nara mengerjap-ngerjapkan matanya lucu, masih berusaha mencerna kalimat Chanyeol yang memiliki beribu makna.

 

 

Nara mati-matian berusaha menahan tangisnya saat ia merasa dihakimi oleh seluruh pengunjung kantin hari ini. Tadi, tanpa sengaja dia menabrak Gain dan menumpahkan jus di seragam gadis itu. Dan tanpa menunggu lama ia segera saja menjadi sasaran kemarahan. Bukan hanya Gain, tapi sepertinya tidak ada satupun murid yang berpihak kepadanya.

Gain mendorong Nara sampai ia terjatuh ke lantai. Dengan kejam dan merasa didukung oleh murid lain, Gain mengambil segelas jus dari atas meja dan menyiramkan seluruh  isinya ke tubuh Nara. Nara terkejut namun ia tidak bisa berbuat banyak. Tawa-tawa yang terdengar dari segala penjuru kantin membuat hatinya terasa begitu sakit.

Perlahan, pandangannya kabur oleh air mata. Ia tidak bisa bertahan lagi.

Di sela isak tangisnya, ia sama sekali tidak menyangka bahwa Kris datang menghampirinya dan menyampirkan jas sekolah miliknya ke tubuh ringkih Nara. Nara memandang pria bergaris wajah dingin itu dengan tatapan tak percaya, begitu juga murid lain. Gain bahkan sampai tidak bisa menutup mulutnya yang ternganga lebar karena terlalu terkejut dengan sikap Kris.

“Bangunlah dan bersihkan seragammu,” kata Kris pelan, Nara mengusap air matanya perlahan dan memandang Kris. Tidak ia pedulikan lagi bisik-bisik murid lain yang merasa heran karena kejadian ini.

Dari pojok ruangan, Nara bisa mendengar suara Sehun dan Baekhyun yang memanggil nama Kris dengan nada tidak percaya. Dan Chanyeol, ia menatap kepada Kris dan Nara dengan tatapan kesalnya.

“Kris…” lirih Nara.

“Gunakan ini,” Kris merogoh sebuah saputangan dari kantongnya dan menyerahkan benda berwarna biru langit itu pada Nara.

Nara menerimanya dengan sedikit ragu, tapi Kris dengan cepat mengangsurkan benda itu ke tangannya.

“Terimakasih, Kris.”

Kris hanya mengangguk pelan. Sedetik kemudian, tangan Kris terulur untuk membantu Nara berdiri. Nara terlihat ragu, tapi sorot mata Kris seolah sedang berusaha untuk menyakinkan Nara agar menerima uluran tangannya.

Tangan Nara bergerak untuk menyambut uluran tangan Kris, namun Chanyeol bergerak lebih cepat. Entah kapan ia menghampiri mereka, tapi Chanyeol sudah menarik tangan Nara untuk berdiri dan mengikuti langkahnya.

“Park Chanyeol! Apa yang kau lakukan?” teriak Nara saat cengkeraman Chanyeol terasa menyakiti lengannya. Kris menatap Chanyeol tajam, tak suka jika Chanyeol bertindak kasar kepada seorang gadis.

“Ikut denganku, Kim Nara!” desis Chanyeol tegas, tak ingin dibantah. Ia mengambil jas dan saputangan milik Kris dari tangan Nara dan melemparkan kedua benda itu pada Kris. Kris menerimanya dengan alis yang bertaut, ada yang aneh dengan Chanyeol.

Chanyeol menyeret Nara keluar dari kantin diiringi banyak gumaman tak percaya. Gain terlihat semakin shock saat melihat seseorang yang ia sukai justru membawa gadis yang paling ia benci untu pergi. Tidak, ia tidak mengejar mereka, karena bagaimanapun Yoon Gain sadar siapa dirinya di depan Chanyeol. Jauh di pojok ruangan, Sehun dan Baekhyun saling berpandangan seperti dua orang idiot.

Mereka berdua tidak mengerti Chanyeol. Juga tidak mengerti Kris yang kini berjalan dengan santai ke arah mereka.

 

 

“Kau menyakitiku!”

Nara akhirnya berhasil menghempaskan tangan Chanyeol. Ia membawa Nara ke halaman belakang sekolah yang sepi, entah apa tujuan Chanyeol yang sebenarnya. Chanyeol tersenyum tipis dan memandang Nara. Ia terlihat menyembunyikan banyak hal di balik sepasang matanya yang jernih itu.

“Kenapa kau tadi tidak melawan Yoon Gain?” tanya Chanyeol dengan intonasi lembut. Nara tersentak, baru kali ini Chanyeol bicara selembut ini padanya.

“Dan membiarkan mereka semakin membullyku?” Nara bertanya balik. Air matanya berusaha mendesak keluar lagi. Hatinya terasa sangat sakit

“Jika kau melawan, maka mereka lama-lama akan segan mengganggumu. Karena selama ini kau diam saja, maka mereka semakin bersemangat untuk membuatmu menderita,”

“Kenapa? Kenapa kau mengucapkan ini semua padaku? Bukankah kau salah satu dari mereka? Selama ini kau bahkan yang paling parah menghinaku,” air mata Nara tidak bisa tertahan lagi. Dua bulir air bening jatuh mengaliri pipinya.

Chanyeol diam namun ibu jarinya bergerak untuk menghapus air mata Nara. Nara terkejut mendapatkan perlakuan seperti ini. Refleks, dia bergerak mundur sampai tanpa sengaja tubuhnya membentur dinding. Chanyeol bergerak mendekat, ia terlihat sedih karena Nara tampak ketakutan dan terganggu akan kehadirannya.

“Aku minta maaf Nara,” ucapnya lembut. Kedua mata Nara membola. Ia bisa melihat kesungguhan di mata Chanyeol. “Sebenarnya, selama ini aku menyukaimu,” suara Chanyeol terdengar bergetar.

“Bohong! Jangan mencoba mempermainkanku!” nada bicara Nara meninggi.

“Kenapa kau tidak mempercayaiku?”

Nara menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia mencoba berbalik dan menghindari Chanyeol.

“Tunggu…” Chanyeol mengejar dan menangkap lengan Nara, “Apa kau tidak suka mendengar ucapan jujurku?”

“Kau pasti ingin mempermainkanku. Aku tahu betapa bencinya dirimu kepadaku selama ini, atau—kau menjadikanku bahan taruhan bersama dengan gengmu itu?”

“Aku tidak bohong, Nara. Aku benar-benar serius.”

Tangis Nara kembali terdengar, membuat Chanyeol merasa kebingungan, “Bagaimana bisa kau menyukai gadis jelek sepertiku? Bukankah selama ini kau selalu berkata bahwa aku terlihat seperti alien?”

“Itu—itu karena aku tidak tahu bagaimana cara untuk mendekatimu. Tapi, ketika aku melihat semua anak di sekolah ini memusuhimu, itu juga membuatku terluka. Aku benar-benar minta maaf.”

“Tidak mungkin kau menyukai seorang gadis berkacamata tebal sepertiku. Masih banyak gadis cantik di luar sana,” tangis Nara semakin menjadi.

Chanyeol terhenyak. Ia melepas kacamata Nara dengan hati-hati, Nara tidak menolak dan masih tenggelam dalam isak tangisnya. Perlahan, Chanyeol kembali mengusap air mata Nara dengan menggunakan kedua ibu jarinya.

“Siapa bilang kau jelek? Kau sangat cantik, Kim Nara. Aku sangat menyukai mata beningmu yang selalu dilindungi oleh kacamata ini. Lagipula, cinta tidak harus tumbuh dari keindahan fisik semata. Kau mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki gadis lain,” Chanyeol menangkup pipi Nara lembut, “Maaf jika selama ini aku menggunakan cara yang salah untuk mengungkapkan perasaanku. Mulai sekarang aku berjanji bahwa aku akan ada di sisimu dan membelamu dari mereka.”

Perlahan, Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Nara dan menempelkan bibirnya di atas bibir Nara yang lembut. Nara memejamkan matanya saat merasakan sentuhan bibir Chanyeol di bibirnya. Ia tidak tahu apa yang terjadi di dalam dirinya, namun detik ini juga ia berdoa pada Tuhan semoga yang dikatakan oleh Chanyeol bukanlah sebuah mimpi di dalam tidurnya.

Chanyeol melepaskan tautan bibirnya dan tersenyum dengan manis. Ia meraih jemari Nara dan menggenggamnya lembut.

“Ayo kita kembali ke kantin, mereka harus tahu siapa dirimu sekarang.”

“Apa maksudmu?”

“Karena kau tidak menolak saat bibir kita bersentuhan, maka mulai sekarang kau resmi menjadi kekasihku,” jawab Chanyeol santai sambil menarik Nara, membuat rona merah menjalari pipi Nara yang seputih salju.

 

-the end-

 

xoxo,

mbsign

16 responses to “The Way I Loved You

  1. Ealaaahhhh…ternyata ngga ngerti cara pdkt ama cewe tha..kebangetan tapi kalo sampe efeknya dibully 1 sekolah…kasian banget si nara…

  2. Weee so sweet bingit…bikin series dong thor *hehe* ato chapter gitu..gantung kalo gitu, kesannya kecepeten.. *cuman pendapat, kalo gk bisa juga gk papa”* ^^
    Keren thor

  3. kyaaaaa manissnyaaaa chanyeol. sweet bangeeett. tapi sakit hati juga sih cara yeoloppa deketin cewe kayak gitu cuma yah apa yg diharapkan dr seorang chanyeol yg biasanya memang gak bisa deketin cewe hihi #peace
    kirain kris suka juga sm nara. tp gak tau juga nih kris gimana, ngejek enggak, suja enggak, prihatin yah mungkin kali.
    oke thor cukup sekian cuap2nya. ditunggu next project yg bakal lbh sweet lagi. loveyouuu :*({})

  4. pacar aing tega gitu sama cewek. minta sequel dong thor. pengen tau cerita chanyeol sama nara dikantin sama ke depannya gimanaTT

  5. waaahhh..gak kebayang dibully sma satu skolah, nara kuat banget msih bisa brtahan, tpi dri smua siswa yg ngbully nara knapa kris gak ikut”an.?? jngan” kris juga suka lagi sma nara..
    keren keren…ditunggu next ffnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s