Forget Him {OneShoot}

forget him  copy

Title : Forget Him
Author: jimin (@rindar46)
Main cast: Kim Jongin aka Kai (EXO), Park Hye jin (OC)
Other cast: Park Chanyeol (EXO), Choi Min Ah (OC)
Genre: Romance, School life, friendship, sadnes, hurt,
Length: oneshoot
Rating: PG-15

Summary : “Aku sungguh berterima kasih, tapi sungguh kai aku minta maaf, aku tak ingin kau bersamaku. Kau tak akan bahagia bila bersamaku.Aku terlalu bodoh dan aku takut aku hanya akan menyakitimu kai.”

 – Love is just a misunderstanding, if you take it over. You can not escape.-

Nampak seorang yeoja tengah berjalan dengan lunglai melangkahkan kakinya inci demi inci melewati lorong sekolahnya yang nampak dalam keadaan sepi, karna memang semua murid telah kembali kerumah masing-masing dan meninggalkan sekolah itu.

Suasana sangat hening mengiringi langkahnya. Tak ada semangat yang Nampak dari wajah cantiknya, begitu suram. Hatinya serasa hampir kosong tak memiliki cairan kebahagiaan.

Namun langkah kecilnya yang tanpa semangat terhenti seketika ia mendengar suara yang amat ia kenal, petikan gitar yang amat ia sukai dan begitu pula dengan namja yang tengah memainkan gitarnya dengan mahir.

Tanpa sadar ia Park Hye Jin yeoja yang kini tengah menghentikan langkahnya diambang sebuah pintu didepan kelas hanya bisa tersenyum melihat pria yang ia sukai yaitu Chanyeol tertawa dan memainkan gitarnya dengan penuh senyuman.

Namun tanpa disadarinya cairan bening mulai mengalir dari pelupuk matanya yang tanpa sadar melihat Chanyeol dengan yeoja lain. Hye jin kini ia memang sedang benar-benar menangis. Entah sudah berapa kali ia melihat adegan mesra antara chanyeol dan Min ah, gadis yang kini telah menyandang status sebagai yeojachingu chanyeol.

Hye jin sangat mencintai namja yang kini tengah dipandanginya, kepalanya menunduk mencoba meredam air mata. Cukuplah jika cintanya bertepuk sebelah tangan seperti yang ia inginkan, tapi namja itu dengan jahatnya semakin membuatnya jatuh kedalam lubang perangkap yaitu cinta.

Forget Him

Sudah cukup lama hye jin mengagumi seniornya yang bernama Park Chanyeol yang memang terkenal disekolahnya karna kepribadiaannya dan posisinya sebagai ketua sebas. Hye jin yang awalnya hanya mengagumi chanyeol dapat memendam perasaanya dengan sangat rapi, hingga hanya tuhan dan dirinya yang tahu bahwa ia mulai menyukai Chanyeol.

Dan begitu bodohnya hye jin hanya karna sebuah pesan singkat dari chanyeol dapat merubah seluruh hidupnya. Hatinya meletup-letup seperti coklat panas, sungguh manis dan membuat setiap detik dalam harinya berubah.

“Hai, Hye jin.”

From : Chanyeol sunbae

Pesan itu sangat singkat dan hampir membuat tubuh hye jin kejang-kejang. Sebenarnya hye jin sudah lama menyimpan nomor telfon chanyeol, tapi sebagai seorang gadis ia terlalu takut untuk menghubungi chanyeol. Dan tentang bagaimana chanyeol dapat mengenal hye jin, alasannya sederhana karna hye jin adalah anggota dari organisasi kesiswaan atau biasanya disebut OSIS.

Hye jin hanya memandangi pesan singkat itu, ia tak berani membalasnya. Dan dengan keberanian yang ia kumpulkan hye jin membalas pesan chanyeol.

“?”

Sent at 19.00

“Haish.. aku bodoh sekali. Mengapa sebuah tanda Tanya, harusnya kan aku bertanya ada apa. Dasar bodoh. Hye jin pabo.”Hye jin memukul kepalanya dengan tangan karna ia merasa bodoh dan memarahi dirinya sendiri.

“Kau sedang apa? Apa aku menggangu?”

From : Chanyeol sunbae

“Aku hanya sedang dimeja belajarku.”

Sent at 19.12

“Kalau begitu maaf, lanjutkan saja belajarmu. Aku tak ingin menggangu, mian haeyo.”

From : Chanyeol sunbae.

“Hye jin bodoh kenapa kau bilang kau sedang dimeja belajar, apa yang harus kulakukan?” Hye jin memarahi dirinya lagi dan membalas pesan singkat dari chanyeol dengan hati yang siap meluncur jauh menembus tulang rusuknya.

“Kau tidak menganggu sunbae. Aku hanya sedang mengerjakan pr dan hampir selesai.”

Sent 19.17

Sejak saat itu chanyeol dan hye jin sering berbalas pesan bahkan hingga tengah malam. Perlakuan chanyeol pada hye jin membuat rasa suka pun seketika menjadi cinta yang terdapat dalam hati hye jin semakin dalam. Dan bodohnya hye jin karna semakin menyukai chanyeol.

Forget Him

Hye jin yang sering bertemu chanyeol hanya tersenyum bila sorot mata mereka bertemu. Hye jin tetap merahasiakan perasaanya walau beberapa temannya sering membicarakan chanyeol, bahkan ada seorang teman hye jin yang blak-blakan bilang bahwa ia juga menyukai chanyeol.

Yeoja mana yang tak akan berbunga-bunga bila mendapat perhatian seperti itu untuk pertama kalinya, tentu saja itu karna Hye jin masih normal.

Walau hye jin memang gadis yang bisa dikatakan cantik bahkan sangat, ia tak pernah membuka hatinya untuk siapapun. Hye jin terlalu fokus dengan bidang akademiknya dan tak pernah membolehkan seorang namja pun membuatnya goyah.

Hingga beberapa minggu kemudian ada sebuah berita buruk bagi hye jin. Seperti menyambar sebuah pohon pohon, hati hye jin serasa hampir tumbang.

Hye jin POV

Pagi itu aku membaca novel kesayanganku seperti pagi biasanya dengan earphone yang menggantung dikedua telingaku. Nyaman dan tenang walau aku merasa ada sesuatu yang hilang karna beberapa hari itu chanyeol sunbae tidak memberi pesan singkat apapun, dan juga tak ada sapaan di pagi hari.

Aku memperhatikan sahabatku Yuri yang nafasnya sedikit memburu karna berlari ke arahku dan sunny. Yuri duduk dihadapanku dan seperti ingin mengatakan sesuatu, namun ia masih mengatur nafas. Aku meliriknya dan mengarahkan sebotol air minum kearahnya, dan dengan sigap ia mengambilnya dan menegaknya hingga tak tersisa.

Sesuatu membuatku tertarik yaitu pembicaraan kedua sahabatku yang sedang ya, bisa dikatakan bergosip. Aku menanggalkan kedua earphone yang sempat terpasang di telingaku agar dapat dengan jelas mendengarkan percakapan mereka. Dan dengan buku yang kugunakan untuk menutupi wajahku dengan sesama aku mendengarkan percakapan mereka atau lebih tepatnya mungkin bisa dikatakan menguping.

“Ada apa sebenarnya eoh? Kau nampak sangat antusias?” Tanya Sunny pada sahabatku Yuri.

“Ada berita hangat pagi ini. ” Seru sahabatku Yuri.

“Apa?” Tanya sunny tak kalah antusias.

“Kudengar pagi ini Min Ah resmi menjadi yeojachingu chanyeol sunbae.”

Tiba-tiba ada sesuatu yang hancur didalam hatiku, apa ini yang dinamakan patah hati? Sesakit inikah? Mendengar namja yang kucintai sudah bersama yeoja lain. Apa selama ini ia hanya mempermainkanku atau memang aku yang terlalu percaya diri bahwa ia juga mencintaiku. Aku bodoh, aku merasa sangat bodoh.

Aku meletakan novelku dan tatapanku kosong, pikiranku sedang beradu. Dari luar aku dapat mendengar semua orang berteriak histeris. Aku melirik kebawah gedung sekolahku dari jendela memperhatikan apa yang membuat banyak orang itu berteriak dan menyerukan nama chanyeol sunbae.

Butiran bening mengaliri pipiku, dan oh ya tuhan mengapa aku menangisinya? Jelas-jelas ternyata ia telah menyukai yeoja lain. Dari atas aku hanya bisa melihat chanyeol mencium bibir Min Ah, nafasku tercekat. Rasanya luar biasa, hanya orang yang pernah patah hati yang dapat merasakannya.

“Yak, hye jin ah.. Kau kenapa eoh? Kau menangis? Apa kau baik-baik saja?” Tanya kedua sahabatku dengan khawatir.

Bodoh jika aku bilang aku baik-baik saja, tapi apa yang bisa kulakukan? Aku memang bodoh. Aku hanya bisa tersenyum dan menutup wajahku dengan novel dan menangis membisu, kembali melirik chanyeol dan min ah yang sedang berciuman. Entah apa yang merasukiku, aku dapat tersenyum melihat pemandangan yang tengah kusaksikan. Menangis dan tersenyum dalam waktu yang bersamaan, Aku memang sudah benar-benar bodoh.

Forget Him

Author POV

Hye jin yang kini tengah berada diambang pintu hanya dapat menyaksikan chanyeol yang sedang bermesraan bersama Min Ah. Hye jin merasakan jantungnya bekerja dengan tidak normal, bisa ia rasakan bahwa paru-parunya ikut sesak melihat pemandangan yang ada dihadapannya dengan begitu nyata. Tak kuat akan kenyataan yang ada dihadapannya Hye jin mencoba pergi dari tempat ia berdiri, kakinya sudah lelah hingga tak mampu menopang tubuhnya lagi.

Kini ia terduduk didalam sebuah perpustakaan yang dalam keadaan sangatlah sepi hingga tak seorang pun tahu bahwa Hye jin kini tengah menangis histeris tak dapat membendung air matanya yang kini telah membentuk aliran-aliran sungai dipipinya. Hingga matanya sembab dan ia berusaha menyembunyikannya dengan buku yang ia ambil asal ketika ia mendengar sebuah langkah kaki berjalan kearahnya.

Langkah kaki itu semakin dekat hingga sekarang orang itu terduduk disamping Hye jin, ia adalah Kai teman yang paling Hye jin benci karna selalu usil kepadanya. Namun kini pria itu duduk disamping Hye jin sambil membawa sekaleng minuman dingin yang akan ia berikan untuk Hye jin yang masih menangis tanpa suara dibalik buku yang tengah menutupi wajahnya yang sembab.

“Apa ini karna Chanyeol sunbae lagi? Berhentilah menangis. Gunakanlah ini untuk menghilangkan bekas air matamu yang kini telah membuat matamu sembab karna pria itu..” Seru Kai sambil menyodorkan sekaleng minuman dingin untuk mengompres mata hye jin.

“Aku tidak menagis, siapa yang bilang aku menangis. Dasar sok tahu..” Balas Hye jin mencoba mengelak walaupun jelas-jelas saat ia menjawab pertanyaan Kai ia menjawabnya dengan tersedu-sedu.

“Lalu untuk apa kau menutup wajahmu dengan buku? Kalau bukan menangis apalagi?” seru Kai mencoba membenarkan keadaan Hye jin saat ini.

“Pergilah sana.. Jangan ikut campur masalahku..” Hye jin mencoba mengusir Kai dengan memukulkannya menggunakan buku yang tengah Hye jin gunakan untuk menutupi wajah sembabnya.

“Yak.. Yeoja macam apa yang bisa memukul seorang namja dengan sekuat itu.. Appo..” Balas Kai yang merasa kesakitan akibat pukulan Hye jin.

“Biarkan saja salah siapa mengganggu orang yang tengah sedih.. ” Sahut Hye jin sambil tertawa melihat Kai kesakitan.

“Lihat.. Bahkan sekarang kau bisa tertawa dengan memukuliku. Bukankah berarti aku menghiburmu bukan mengganggumu?”

Hye jin hanya diam mendengar penuturan Kai ia berfikir ada benarnya juga kalau ia bisa tertawa bahkan hanya karna ia memukuli Kai. Melihat Hye jin hanya diam dan mencoba mencerna perkataannya tadi Kai menyodorkan kembali kaleng minuman dingin miliknya kepada Hye jin, dan reflek Hye jin menerimanya dengan sigap kaleng itu dan segera meletakan kaleng itu dibagian bawah matanya agar sembab dimatanya segera menghilang.

“Apa ia bersama Min Ah lagi dikelas?”

“Menurutmu?” Jawab hye jin balik bertanya dan nampak sinis karna dirinya sedang tak dalam keadaan baik.

“Apa sebegitunya kau menyukainya?” Tanya Kai sedikit murung.

“Aku bodoh Kai. Aku bodoh.”

“Berhentilah menangisinya.” Seru Kai dengan lembut ke Hye jin yang tengah mengompres matanya.

“Sudah aku bilang aku tidak menangis.” Bantah Hye jin yang jelas-jelas menangis dengan mata yang sukses telah sembab dan banyak air mata kearah Kai.

“Sudahlah tak perlu membantah atau mengelak. Kau sudah skak mat sekarang. Lupakanlah dia, berhentilah menangisinya dan tersenyumlah seperti dulu kau belum mengenalnya.”

“Memang apa pedulimu, kau juga selalu jahat padaku. Menyembunyikan barangku dan membuat sepatuku tergantung diatas pohon. Jadi tak perlu bersikap sok baik padaku.” Jawab Hye jin dengan sinis.

“Hye jin saat ini dengarkan perkataanku dengan baik dan seksama. ” Kai mendekatkan tubuhnya ke Hye jin begitu pula Hye jin yang juga ikut mendekatkan posisi duduknya ke Kai sambil mengangkat salah satu alisnya dan mengatur posisi agar telinganya dapat mendengar penuturan kai dengan jelas.

“Kau tahu aku sama sekali tak punya maksud untuk menjahatimu, aku hanya ingin melihatmu berusaha dengan mencari barangmu dan memanjat keatas pohon untuk menggapai sepasang sepatumu. Itu agar aku bisa melihatmu tertawa saat kau membalaskan dendammu padaku.. Jadi apa kau mengerti maksudku?” Seru Kai dengan lembut.

Hye jin membulatkan matanya dan memukul bahu Kai dengan buku yang ada dimeja merasa kesal dengan penuturan Kai.

“Yak.. kau jahat sekali padaku hah.. Kau tahu aku bahkan hampir terjatuh saat mengambil sepatu yang kau gantungkan diatas pohon.” Untuk kesekian kalinya Hye jin menghantamkan buku yang masih ia genggam kearah Kai yang merasa kesakitan dan mengelus-elus bagian yang Hye jin hantamkan ketubuhnya.

“Bukan itu maksudku.” Jelas Kai.

“Lalu?” Tanya Nana penasaran dengan kebiasaannya yang suka menaikan salah satu alisnya jika sedang menunggu jawaban.

“Aku rindu pada senyummu, jadi lupakanlah pria yang telah membuat matamu sembab, berhentilah menangis dan tersenyumlah padaku.” Kai yang mencoba memberitahu Hye jin akan maksud sebenarnya.

“Mengapa kau melakukan itu?” Tanya Hye jin dengan polosnya.

” Yak, Hye jin ah sebenarnya kau itu punya sifat peka tidak hah? Maksudku adalah …” Kai menghentikan sejenak perkataannya membuat hye jin semakin penasaran dengan kata-kata yang akan selanjutnya Kai utarakan hingga ia harus mendekatkan wajahnya dengan wajah Kai.

“… Aku Kai teman seorang gadis bernama Park Hye jin sudah menyukai hye jin sejak kecil bahkan sejak kami pertama kali bertemu. Tapi karna Hye jin yang sama sekali tak peka akan perasaanku maka aku lebih memilih menjahilinya agar ia bisa tertawa saat membalas kejahilanku.” Tambah Kai menekakankan suaranya.

“Apa kau bercanda lagi kai?”

“Tentu saja tidak hye jin, aku mencintaimu. Aku juga tidak tahu mengapa aku dapat seberani ini menyatakan cinta padamu, tapi aku sudah muak melihatmu menangisi namja itu.”

Hye jin hanya diam, bola matanya membulat dan tubuhnya hanya dapat membeku tak percaya akan perkataan yang baru saja diutarakan Kai. Bibirnya seakaan terbungkam oleh penyataan yang barusan ia dengar. Kai yang masih belum mendapat jawaban dari Hye jin akhirnya berniat untuk meninggalkan tempat duduknya.

“Sudahlah lupakan, kau tidak akan tahu apa maksud perkataanku barusan dan pikiranmu begitu pula hatimu tak akan bisa mencerna kata ‘peka’ jadi anggap saja hal ini tak pernah terjadi dan lupakan segala perkataan yang baru aku jelaskan dengan sangat rinci padamu.”

Kai hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Hye jin, namun lengannya di tahan oleh seseorang siapa lagi jikalau bukan Hye jin.

“Maafkan aku karna sama sekali tak pernah peka terhadap perasaanmu. Terima kasih sudah membuatku kembali tersenyum dan menghilangkan tangisanku untuk namja lain kai.”

“Aku sungguh berterima kasih, tapi sungguh kai aku minta maaf, aku tak ingin kau bersamaku. Kau tak akan bahagia bila bersamaku.Aku terlalu bodoh dan aku takut aku hanya akan menyakitimu kai.” Ucap Hye jin yang kini tengah menundukan kepalanya, semua pertahanannya runtuh ia tak tahan lagi dan kembali menangis.

Seketika Kai mendekati hye jin dan memeluk hye jin erat, memberi sebuah kehangatan dan ketenangan dengan dekapannya ditubuh mungil hye jin. Ia hanya tak ingin gadis yang dicintainya menangis dihadapannya. Kai sungguh mencintai gadis ini Tuhan walau kai tahu hye jin tak akan sepenuhnya benar-benar menerimanya dihati hye jin.

Setelah cukup lama menangis dalam pelukannya, kai mengangkat wajah hye jin agar hye jin dapat menampakan wajahnya dan bertukar pandangan mata dengan kai. Bisa kai lihat wajah hye jin berwarna merah padam dan matanya benar-benar nampak sembab, namun ia tersenyum kearah hye jin karna hye jin telah berhenti menangis.

“Kai maafkan aku.”

“Ini bukanlah salahmu hye jin ah.”

“Kurasa kau benar kai, ia tak perlu dikasihani.”

“Benar tidaknya aku itu tergantung dirimu hye jin ah.”

“Aku tak ingin lagi sakit hati atau menyesal kai, maafkan aku. Aku tak akan lagi menyia-nyiakanmu, tolong beri aku kesempatan untuk mencoba mencintaimu. ”

“Saranghae hye jin.”

FIN

.

14 responses to “Forget Him {OneShoot}

  1. Klo aku jadi hyejin aku milih kai aja daripada yeollie karena udh suka sama hyejin dari pertama kali bertemu saat kecil dulu walauoun hyejin harus belajar menyukai kai dari awal
    wah chingu sequel donk pengen tu hyejin nerima kai ato enggak terus kelanjutan hubungan hyejin dan kai juga pengen tau

  2. klo jadi hye jin aku pilih kai dong yya…
    Tp klo emng cinta gga bisa dipksakan gmna?? Tp klo emng keadaannya bgtu, berusaha buat mncintai kai aja lahhh…

  3. he loe yang disana
    loe itu yeoja beruntung karena dicintai kai oppa ngerti jadi gagh usah nangis lagi dah loe dasar
    hiyaaaa apaan coba

  4. Pingback: Sorry {Sequel Forget Him} #1 | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s