Appa [Chapter 4]

BXbxm_hCMAAlAh9.jpg_large

 

Author : Babyixing1007

Tittle : Appa

Cast :

Kim Junmyeon

Kim Sora

Im Hyesung

Im Sangwoo

Genre : Family, Hurt, Marriage Life.

Rating : PG-15

Poster : Google

Discalimer : Semua karakter adalah fiksi. All storyline mine!

Summary : Aku benci saat mengetahui kau kembali.

Chapter 1Chapter 2Chapter 3

 

“Ayah, kita akan pulang kemana?” Tanya Sora dengan suara yang hampir sama dengan bisikan.

“Ke rumah” Junmyeon hanya menjawab seadanya.

Sora seakan paham dengan keadaan ayahnya memilih untuk diam dan terus berjalan melewati lorong rumah sakit.

“Kau tunggu disini, ayah harus mengurus administrasi perawatanmu. Jangan kemana-mana” Sora mengangguk. Junmyeon pergi meninggalkan Sora sendirian di ruang tunggu.

 

Sora mengoyang-goyangkan kakinya dan menepuk kedua kakinya hingga sepatunya bersuara. Ayahnya terlalu lama meninggalkan Sora. Sora ingin menyusul, tapi ayahnya berpesan agar ia tidak pergi sebelum ayahnya kembali. Sora tidak ingin kejadian itu kembali

 

Flashback on

 

“Sora, kau tunggu disini. Ayah ingin mengantri untuk menaruh koper kita di bagasi pesawat. Ingat, jangan kemana-mana”

Junmyeon meninggalkan Sora yang masih berusia 6 tahun di ruang tunggu bandara. Ini adalah liburan ke luar negeri pertama bagi Sora. Maka ia sangat bersemangat saat ayahnya memberi tiket ke Disneyland sebagai hadiah ke 6 tahun.

Sora menggoyang-goyangkan kakinya. Sudah lebih dari 30 menit ayahnya meninggalkan dirinya sendiri. Sora yang termasuk anak aktif tidak dapat menahan diri untuk duduk manis di bangku tunggu-nya. Ia melompat dari kursinya dan mulai menjelajahi bandara, sendirian.

Baru pertama kali Sora melihat pesawat berseliweran melalui jendela bandara. Sora senang dalam keramaian, ia sering sendiri karena ayahnya sibuk di kantor. Maka ketika bertemu dengan keramaian rasa senang itu tidak dapat ia tahan. Di tengah keasyikannya melihat kesibukan bandara, Sora melirik jam mickey mouse-nya. Pukul 08.45, artinya dalam 30 menit lagi pesawatnya akan mengudara. Sora menepuk jidatnya ketika ia lupa dimana tempat ia harus menunggu. Sora kecil sibuk sibuk berlarian kesana kemari mencari ayahnya. Dalam hati ia terus berkata “Ayah dimana?”.

“Ayaah” Sora terus meneriakkan kata “ayah”. Mata bulatnya juga sibuk mengamati ke sekitarnya.

 

**

            Junmyeon sedikit kesal karena harus mengantri panjang. Ia tahu, ia salah memilih jadwal. Bulan Juli adalah libur panjang musim panas, maka dari itu bandara menjadi penuh akan orang-orang yang ingin berlibur. Junmyeon bergegas ke tempat Sora menunggu, namun yang ia dapati tempat dimana seharusnya putri kecilnya menunggu sudah ditempati orang lain. Junmyeon mengendarkan pandangannya ke sekeliling, namun ia tidak dapat menemukan Sora.

“Permisi, apakah anda melihat putriku? Ia berusia 6 tahun, memakai baju dress berwarna biru muda dan membawa tas mickey mouse. Oh ya, ia juga memakai pita kecil berwarna senada di kepalanya”

Orang-orang disekitarnya menggeleng pelan. Rasa gelisah kemudian merasuki Junmyeon.

**

            Sora berlarian dengan mata berkaca-kaca menahan tangisan. Ia ingat, ayahnya berpesan agar ia tidak mudah menangis. Karena dengan menangis sama saja dengan menunjukan kelemahan. Akhirnya Sora kecil menemukan bayangan ayahnya di tengah keramaian ruang tunggu.

“AYAH!!” Sora berlari kearah ayahnya tanpa memperdulikan orang-orang yang tidak sengaja ia tabrak.

“Sora!”

Junmyeon menjeput putrinya dengan pelukan dan membawanya ke gendongan.

“Kau kemana saja? Ayah mencarimu” tutur Junmyeon dengan nada khawatir.

Sora meringis kecil, ia tidak ingin ayahnya mengetahui petualangan kecilnya.

“Aku tadi ingin melihat pesawat, maka aku pergi dari bangku ruang tunggu”.

“Lain kali, jika ayah berkata tunggu, maka kau tidak boleh kemana-mana. Kau harus duduk manis menunggu ayah okay?” Sora mengangguk.

“Baiklah mari kita nikmati liburan kali ini!” Junmyeon berjalan sambil menggendong Sora.

“Yeaay, ayo ayah lari!! Aku tidak sabar ingin melihat mickey!” seru Sora.

Akhirnya Junmyeon berlari kecil mengejar pesawat mereka dengan Sora yang tertawa bahagia di gendongannya.

 

Flashback Off

 

Mulai hari itu, Sora tidak pernah ingin sekalipun melanggar ucapan ayahnya. Karena ia tahu, semua ucapan dan larangan kepadanya untuk kebaikan Sora. Dan juga hari ini, Ia tidak ingin melanggarnya walaupun ia sudah sangat bosan menunggu.

 

“Sora-ah”

Sora menoleh ketika mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.

“Oh! Bibi Hyesung?”

“Apa kabar?” Hyesung menyapa Sora.

“Baik”

“Jadi kau sudah diperbolehkan untuk pulang?” Hyesung mengamati barang-barang yang ditaruh di sebelah Sora. Sora mengangguk.

“Dokter sudah membolehkan aku untuk pulang”

“Dimana ayah atau ibumu?” Hyesung mengendarkan pandangannya.

“Ayah sedang mengurus biaya perawatanku. Ibuku sudah tidak ada bi”

“Maksudmu?”

“Ibu meninggal saat aku masih kecil, ia sakit keras. Begitulah cerita ayahku”

“Oh, begitu. Aku turut bersedih atas ceritamu”. Sora tersenyum manis. Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang.

“Sora, Ayo kita pulang” ajak Junmyeon sembari membenarkan kertas-kertas yang ada di tangannya. Hyesung menoleh. Ketika tatapan Junmyeon dan Hyesung saling bertemu, mereka terlonjak kaget. Hyesung membelalakan matanya.

“Ayah! Ini bibi Hyesung yang waktu itu pernah menjengukku” tutur Sora sambil berjalan mendekat kearah Junmyeon.

“Ayah?” Tanya Hyesung dengan suara yang hampir seperti bisikan.

“Hye-Hyesung?” Lidah Junmyeon seperti kelu saat menyebut nama Hyesung. Begitu pun Hyesung yang langsung membeku ketika melihat Junmyeon.

“Ayah, ada apa?” bisik Sora yang membuat Junmyeon kembali tersadar dari lamunannya.

“Ah..em..ayo kita pulang” Junmyeon langsung mengangkut semua barang Sora dan bergegas pergi tanpa memperdulikan tatapan Hyesung.

“Bibi, aku pulang dulu!” seru Sora sambil berlari mengejar ayahnya yang sudah berlalu. Tanpa Hyesung sadari, ia menitikan air matanya. Ia benar-benar dalam keadaan shock.

 

“Ada apa?” suara Sangwoo mengangetkan Hyesung. Dengan terburu-buru Hyesung menghapus air matanya.

“Kau menangis?”

“Ah.. tidak. Aku hanya sedih berpisah dengan anak sebaik Sora”

“Jadi Sora sudah pulang?” Tanya Sangwoo. Hyesung menggangguk.

“Tadi ia pulang—“ Hyesung menarik nafasnya dalam-dalam.

“—dengan ayahnya”

 

**

 

“Ayah, kenapa tadi bibi Hyesung terkejut saat bertemu dengan ayah ?” Sora mulai angkat bicara.

“Itu hanya perasaanmu saja” Junmyeon menjawab dengan senyuman dan mengusap kepala Sora.

“Begitukah?”. Junmyeon mengangguk.

“Oh ya sudah beberapa hari ini ayah tidak pernah pergi bekerja. Ada apa?”.

Junmyeon terdiam sejenak.

“Sora, maaf ayah membebani pikiranmu. Eum…ayah dipecat dari kantor karena sesuatu”. Sora terkejut. Namun, dengan cepat ia mengganti ekspresinya. Ia tidak ingin ayahnya menjadi sedih.

“Ayah, jangan pernah sungkan untuk berbagi masalah denganku” tutur Sora sembari tersenyum.

 

**

 

Junmyeon menaruh seluruh barang di depan sebuah rumah sederhana. Ia mengeluarkan kunci dan mulai membuka pintu.

“Uhuk…uhuk” Sora terbatuk-batuk karena debu yang berterbangan.

“Aha, kau tunggu disini. Ayah akan membersihkan debu-debu ini dahulu”

“Aku tidak apa apa kok yah! Aku ingin– uhuk” Lagi-lagi Sora kecolongan atas suara batuknya. Junmyeon mendelik ketika mendengar suara batuk Sora. Dengan tatapan yang sedikit tajam dan helaan nafas yang kasar sudah cukup menginstruksikan Sora untuk duduk diam menunggu ayahnya.

“Ayah”

“Hm?”

“Setelah ini apa rencana ayah?”

Junmyeon menghentikan pekerjaan menyapunya.

“Rencana?”

“Eung”

“Eum… ayah ingin mencari pekerjaan baru”

“Kira-kira ayah ingin melamar dimana?”

“Banyak sekali kau bertanya” Junmyeon tergelak, namun di dalam hatinya ia sangat-sangat gelisah.

 

**

“Ayah! Aku berangkat sekolah dulu” seru Sora sambil berlari

“Hati-hati di jalan!”

“Okay!”

Sora berlari mengejar bus. Semenjak kejadian yang menimpa ayahnya, ia harus berangkat sekolah dengan bus.

 

Sesampainya di kelas, Sora disambut oleh teman-temannya. Termasuk Nami sahabatnya.

“Soraaaa, kau kemana saja? Aku merindukanmu” seru Nami sembari memeluk Sora dengan eratnya.

“Hahaha, aku ada sedikit urusan. Maaf ya aku meninggalkanmu” Sora tersenyum pada Nami

“It’s okay. Oh ya, kemarin ada rolling tempat duduk. Aku sangat ingin sekali duduk bersamamu, tapi kemarin kau tidak datang. Jadi kau duduk di bangku 2 dari belakang itu”

“Ah, tidak apa-apa kok”

 

KRINGG!!

Suara bel tanda masuk sudah berbunyi. Mereka langsung duduk dengan tertib. Tidak lama berselang, Guru Yoon datang membawa anak baru dibelakangnya.

 

“Anak-anak, perkenalkan murid pindahan dari Jepang. Silahkan memperkenalkan diri”

Anak laki-laki itu mengangguk.

“Halo, nama saya Oh Sehun pindahan dari Jepang. Senang bertemu kalian”

“Baiklah Sehun, kau boleh duduk di sebelah Sora”

Sora terkejut kaget ketika namanya disebut. Ia memandang sekeliling mencari tempat duduk lain untuk anak baru tersebut. Sejujurnya ia lebih suka duduk sendiri, namun tidak ada bangku yang tersisa kecuali bangku sebelahnya.

 

Ketika anak laki-laki bernama Oh Sehun itu duduk. Sora mencoba berkenalan dengannya.

“H-hai. Namaku Sora, Kim Sora” Sora menyodorkan tangannya dengan sedikit ragu.

Sehun hanya melirik tangan Sora dan kembali fokus terhadap Guru Yoon yang sedang berbicara di depan. Sora yang kesal melihat tingkah Sehun pun hanya bisa mendengus kasar.

**

“Hey, bagaimana sensasi duduk dengan Oh Sehun? Ku dengar dia cassanova sekolah waktu ia di Jepang” Tanya Nami

“Menyebalkan” jawab Sora dengan penekanan.

“Kenapa? Dia tampan, baik, pintar. Ughh seharusnya ia duduk denganku”

“Ew, kau bilang dia baik dan tampan?”

“Iya”

Sora menghentikan langkahnya.

“Aku bahkan berani bersumpah bahwa dia adalah manusia paling menyebalkan di dunia” tutur Sora sambil berjalan mundur.

“Ugh awas saja jika aku bertemu dengannya aku akan mengha—“

“Awas” teriak Nami.

Belum selesai ia berbicara. Dengan tiba-tiba Sora menabrak sesuatu di belakang karena ia berjalan mundur. Sora memejamkan matanya. Ia menunggu-nunggu bokongnya mencium lantai. Namun yang ia rasakan adalah dekapan seseorang. Sora membuka matanya. Alangkah terkejutnya ia saat mendapati wajah Sehun yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.

“Aaak!”

Sora berteriak dan Sehun melepaskan dekapannya.

BUUM.

Bokong Sora akhirnya mencium lantai juga. Sora meringis kesakitan.

“Sora kau tidak apa-apa?” Tanya Nami ketika ia menghampiri Sora.

Sora bangkit dari duduknya dan berteriak marah kearah Sehun.

“HEY!”

Sehun menoleh. Sora menghampirinya dan ingin menampar pipi mulus Sehun. Namun tangannya dicegah oleh tangan Sehun sendiri.

“Main tangan kepada seseorang itu tidak sopan nona”

Sehun melepaskan tangan Sora dan berlalu tanpa menghiraukan Sora dan Nami.

“Awas saja kau Oh Sehun” desis Sora dalam hati.

kkeut

Hello everyone! Huhuuu akhirnya chap 4 rilis juga. Maaf gak bisa mengabulkan permintaan kalian untuk memperpanjang word-nya di Chap 4. Aku bener-bener sibuk dua minggu ini dan ngeblank untuk ngelanjutin ff ini T_T #curhat. But, terimakasih untuk yang selalu setia membaca ff-ku dan memberikan comment. Thankyou very much. I love you guys >o<

 
Note : Junmen di posternya unyu banget yak. Tumben, wkwkw. Btw, aku lagi seneng ngedengerin lagu khiphop, ada yang mau saranin aku lagu? wuehehe. telimikiciw

15 responses to “Appa [Chapter 4]

  1. Craig David – Insomnia thor 😀
    yahh ini tetep aja pendek -_- kek ga da prkembangan tiap chapter. cmn konflik nya aja makin meningkat :/

  2. Uhhhhh,makin seru aja thor
    Kasian banget ya junmyeon
    Kalau sora tau kalau hyesung mamanya gimana yaa
    Ditunggu kelanjutannya ya thor
    Btw panjangin dikit ya,soalnya pendek banget huhu

  3. hyesung udh ketemu joonmyeon dan dia gak berharap ketemu sora lagi kan kkkk~ sesungguhnya aku mau joonmyeon dpt pendamping lg kasian dia udh lama sendiri *jd pengen nemenin joonmyeon oppa* /plakk/ XD
    kisah cinta sora dimulai ya 🙂 next thor ^^

  4. sabar junmyeon semangat terus buat sora
    hyesung biarpun baik tetap aja bikin kesel mereka belum berceraikan
    sora ketemu musuh baru oh sehun moga aja dia bukan dari rencana seseorang yang ingin menghancurkan junmyeon kira” kris atau chanyeol ya

  5. Hahahaa sora ketemu sehun??oh my god…sehun pria es sepertinya…
    Tu junmen kenapa gak cerita soalnya eomanya sora??gmn dg hyesung???

  6. sora sama sehun ntarnya pasti saling suka *sotau haha 😀
    hyesung sama jumyeon shock banget ya kayanya fighting thor 🙂

Leave a Reply to Ahn Chan Young Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s