LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER CHAPTER 2

16

TITLE : LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER HAPTER 2

Fanfiction ini adalah murni imajinasi saya , adapun ada kesamaan tempat maupun nama hanya kebetulan belaka.

Don’t be a silent reader , and don’t be a plagiator

Happy reading.. Author : beautifulflamingo21 (@Choir_nikmah)

Main Cast : kai |kim jae shin (OC)

Suport cast : kim joonmyun a.k suho |Shim Hye Mi (OC) |Jin Young B1A4  & other member exo

Rating : general

Genre : marriage life(soon/maybe)  | comedy |romance | family

Lengt : chaptered

|-|

semua cast adalah milik orang tua dan milik tuhan yang maha esa,  dan cerita 100% milik author , mian ya cingu klu ff nya ancur ancuran, banyak typo(s) GaJe,alurnya terlalu di paksain atau apalah.

Previous TEASER /CHAPTER 1/

-LCOLT-

Setelah menunggu 30 menit , akhirnya pemberitahuan untuk keberangkatan pesawat menuju tokyo pun terdengar.

“jae shin ah , jaga dirimu baik baik, kalau kau berubah pikiran dan ingin pergi ke eomma , datanglah , pintu rumah selalu terbuka lebar untukmu, eomma seperti ini bukan karena eomma tidak menyayangimu dan ingin meninggalkanmu sendirian , tapi mungkin ini yang harus eomma lakukan,”

Tak bisa kutahan air mata yang mengalir begitu saja dipipiku, apa sebenarnya yang terjadi ? kenapa semua bisa berubah drastis hanya dalam hitungan jam. Aku ingin eomma bahagia, berlarut larut dalam kesedihan karena kematian appa juga tidak akan baik untuk kesehatan eomma, kali ini jika aku tidak merelakan eomma pergi, betapa bersalahnya aku karena menghalangi eomma menemukan bahagianya.

“ne eomma, aku juga ingin eomma bahagia, pergilah eomma, na gwencana “ ucapku lirih tak berani menatap eomma.

“eomma tidak tahu kapan bisa pulang ke korea lagi , jadi jangan pernah menungguku ne ?? , dan juga satu lagi , jangan pernah maafkan eomma”. Balas eomma , yang membuat dahiku berkerut mendadak.

Kulepas kepergian eomma yang mendadak itu, setelah beberapa saat eomma memelukku, eomma berbalik menuju pintu keberangkatan dan aku hanya berdiri melihat punggungnya sampai kulihat eomma benar benar menghilang. Aku sendirian sekarang dan pertanyaannya adalah, bagaimana caranya memberitahu joonmyeon oppa ?, dia pasti marah karena aku tak meberitahunya kalau eomma pergi ke jepang.

Aku pun pulang dengan mata sembab, aku harus menangani hal ini, kalau aku datang ke oppa besok, dia pasti menyalahkan aku karna tidak mencegah eomma pergi, aku juga tak mau terlihat menyedihkan.

 

Author POV

Dialah kim jae shin , seorang gadis muda yang sangat ceria, dalam keadaan seperti apapun dia tidak ingin terlihat menyedihkan, dia paling tidak suka di kasihani, menurutnya ketika seseorang mengasihaninya,justru akan membuatnya semakin sedih.

Di sisi lain , oppanya kim joonmyeon , adalah seorang kakak yang overprotektif terhadap adik semata wayangnya itu, karena di balik sisi cuek jae shin ia memiliki sifat penyayang dan mudah memaafkan orang lain , joonmyeon sering jengkel dibuatnya, menurutnya tidak mudah memaafkan orang lain begitu saja, apalagi jika perbutan orang yang menyakiti jae shin sudah keterlaluan.

Sore  ini jae shin memutuskan untuk pergi ke rumah joonmyeon, dan menjelaskan keadaan bahwa eommanya sudah pergi sekarang.

“oppa , aku kesana sekarang ya ? ada yang ingin aku sampaikan. Penting “ . tulis jae shin singkat dan segera mengirimkannya pada joonmyeon via sms.

Tidak lama kemudian pesan jae shin pun dibalas .

“ne , aku juga tidak ke cafe hari ini, awas ya kalau tidak penting ! “

Tanpa membalas nya lagi jae segera memanggil taksi dan meluncur ke rumah oppa nya.

Jae shin POV

Tok..tok…tok..,

Ku ketuk pintu dengan beraturan , berharap seseorang segera membukanya.

“ jae shin ah ? , mencari siapa ? mencari aku ya ? “ sambut seseorang yang membuka pintu yang ternyata adalah jong in oppa.

Ckckckc, percaya diri sekali orang ini, tidak tahu apa , aku sedang gugup karena akan bertemu dengan joonmyen oppa. Spontan hatiku bergumam

“ani , aku ingin bertemu dengan oppa ku ,oppa ada di dalam kan ? .ucapku tanpa basa basi.

“tentu saja ada , ayo masuklah dulu , aku akan memanggilkannnya untukmu “ jawab jong in oppa.

“ah tidak usah oppa ,aku ingin berbicara penting padanya , berdua , hanya berdua.”

“oh , baiklah , tarawa  , kamarnya ada di atas.”

Aku gugup sekali kali ini , membayangkan reaksi oppa tentang hal ini , dia pasti memarahiku, walaupun aku sangat dekat dengannya , aku juga takut padanya , oppa selalu terlihat mengerikan ketika marah.

Entah karena gugup atau apa, sampai suara anak tangga pun terdengar sangat keras di telingaku.

“masuklah , “ titah oppa dari dalam kamar.

“jae shin ah , wae gaereu ? , apakah ada sesuatu yang terjadi di rumah ? tanya joonmyeon oppa.

“oppa mianhe ,jawabku lirih tanpa sanggup menatap wajah oppa.

“ eomma……,

“eomma kenapa , berbicaralah yang jelas , dapat kudengar perubahan intonasi dari pertanyaan oppa sebelumnya.

“eomma …. , akan menikah lagi dan akan tinggal di jepang , tadi pagi aku yang mengantarnya ke bandara”. Ucapku masih menunduk.

MWORAGO ??

Teriakan oppa pun meledak  , aku yakin , semua orang di luar sana pasti mendengarnya.

“jae shin ah , apa kau tidak mencegahnya untuk pergi ? lalu kau akan tinggal dengan siapa, memangnya aku ini kau anggap apa hah ??? , bisa bisanya tidak merundingkannya denganku dulu. Bentak oppa lagi.

Aku sangat takut kali ini, lututku terasa lemas , oppa memang sering memarahiku , tapi tidak pernah sampai semarah ini , aku hanya diam tak dapat menjawab pertanyaan oppa.

“kau selalu seperti ini , sudah berkali kali aku mengatakannya padamu , jangan mudah memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan besar terhadapmu , ketika kau sakit katakan kau sakit , ketika kau terluka katakan kalau kau terluka, jangan memendamnya sendirian dalam hatimu, “ lanjut oppa lagi ,

Kali ini kuberanikan diri untuk menatap mata oppa, aku hanya bisa menatapnya , tanpa bisa menjawab apapun.

“oppa , bagaimana bisa aku melarang eomma pergi, dia akan menemukan kehidupan yang baru , oppa tak kasihan pada eomma yang hdup sendirian selama ini, “

“tapi tetap saja jae shin, eomma juga harus memikirkan perasaan mu, kenapa eomma mengambil keputusan mendadak seperti ini, dan juga aku belum bisa menerima kalau eomma menikah lagi , eomma tidak hidup sendirian jae shin , dia punya kita, dan mengapa dia tidak mengajakmu , egois sekali orang itu”. Jawab joonmyeon oppa berapi api

“oppa, kenapa kau seperti itu , apa yg oppa maksud dengan “dia” , eomma adalah ibu kita , yang juga telah merawat oppa dan aku selama bertahun tahun.  Aku tahu oppa blm bisa memaafkan eomma, tpi apakah begini caranya menghormati orang tua, aku hanya ingin eomma dan oppa berbahagia, aku tak ingin meyakiti hati siapapun. Asal oppa tahu eooma juga mengajakku , tpi aku ingin disini bersama oppa, baiklah kalau oppa ingin aku juga pergi, aku pergi sekarang”. Ucapku sambil berteriak.

Bendungan air mata ini sudah tak bisa kutahan lebih lama lagi, yang akhirnya membentuk aliran kecil yang membasahi pipiku, aku pun menangis sambil berlari keluar, tak kupedulikan beberapa pasang mata yang menatap heran ke arahku,

Author POV

Hari sudah mulai malam ketika jae shin berlari keluar , joonmyeon masih di dalam kamar dan belum melakukan tindakan apapun.

“hyung, ada apa dengannya, aku yakin dia sedang tidak baik baik saja”, tanya kai pada para hyungnya

“sudahlah kai , lagipula itu bukan urusan kita, biarkan saja , aku juga berfikir seperti itu, tapi sebaiknya kita tidak mencampuri urusan orang lain “ jawab baekhyun

“aku akan tetap mengikutinya hyung, “ lanjut kai.

Jae shin terlaru frustasi ketika berlari keluar rumah , tanpa sadar ada seseorang yang sejak dari pintu rumah yang sedang mengikutinya. Siapa lagi kalau bukan kai

Jae shin sepertinya sudah mulai kelelahan berjalan sedari tadi , dia memutuskan untuk duduk di kursi di bawah pohon sakura yang berada di ujung sebuah taman bermain.

Sedangkan di belakangnya masih ada seorang laki laki yang menatap iba ke arahnya.

KAI POV

“apa yang dia lakukan disini , akhir akhir ini malam hari cuaca sangat dingin , ah gadis itu hanya mengenakan baju seperti itu “,

Kulihat dia menangis terisak sambil memeluk lututnya , tiba tiba aku teringat drama yang sering aku tonton , ketika sang wanita menangis , sang pria akan datang dan memakaikan mantelnya lalu memeluknya , sepertinya momen yang terjadi sekarang adalah seperti itu, baiklah aku akan melakukannya seperti dalam drama

“oh kai , kau romantis sekali” , kekekeke 😀

Tanpa pikir panjang lagi aku segera menghampirinya  ,Aku segera duduk di sampingnya dan langsung memakaikan mantel ku dan mengulurkan sapu tanganku, dia benar benar gadis yang cuek , bahkan ia tak menoleh padaku sama sekali !!!

Ketika tanganku mulai ku bentangkan untuk bersiap siap memeluknya , tiba tiba dia berdiri dan berjalan meninggalkanku tanpa menoleh padaku , hancur sudah bayanganku tentang keromantisan drama yang selalu aku tonton.

Aku masih mengikutinya sampai di halte bis dan ikut masuk dalam bis yang ia tumpangi , aku hanya ingin memastikan apa ia akan sampai rumah dengan selamat.

Di dalam bis , ia duduk tepat di depanku , tapi dia benar benar tidak tahu kalau aku mengikutinya sejauh ini , sungguh gadis ini membuatku semakin tertantang untuk memiliki nya .

Dalam 15 menit , bis pun berhenti dngan jae shin pun turun , setelah aku mengikutinya sampai di rumah , aku segera pulang , memastikan gadis itu sampai di rumah dengan selamat sudah membuatku tenang. Tapi tunggu dulu , apa yang membuatnya sampai menangis seperti itu , ah hyung yang satu itu selalu seperti itu, setiap kali dia marah , hal hal buruk selalu terjadi.

Jae Shin POV

Mataku benar benar sakit pagi ini, setelah menghadap ke cermin , aku semakin terkejut  mataku benar benar bengkak, ah aku ingat ,tadi malam setelah menangis aku langsung tidur pantas saja sekarang mata ku jadi seperti ini , aku segera barjalan ke dapur untuk mengambil tomat untuk membuat mataku normal kembali.

Ketika akan berjalan keluar kamar kulihat mantel dan sapu tangan di nakas dekat tempat tidur, yang aku benar benar yakin itu bukan milikku.

“ini milik siapa ya ? , oh benar , tadi malam siapa yang memakaikan mantel ini kepada ku, aku bahkan tidak melihat wajahnya , kalau tidak salah channyeol oppa atau sehun oppa ya ?, ah aku benar benar tidak tahu”

Oh benar , tanggal berapa ini , bukankah aku harus datang ke tempat kerja untuk melakukan interview ?

Aku memutuskan untuk bekerja menjadi desainer di sebuah perusahaan fashion. tentunya latar belakang pendidikanku  memudahkan aku untuk melamar pekerjaan disini,  aku sudah mengirimkan surat lamaranku ketika aku masih di paris, serta tidak lupa ku lampirkan beberapa hasil gambar baju rancanganku , mereka menghubungi ku dan mengatakan aku diterima , dengan syarat aku harus menghadiri sesi wawancara untuk memastikan data data yang telah aku kirimkan adalah benar. Dan sepulang dari kantor ,aku akan mampir di cafe joonmyeon oppa untuk mengembalikan mantel ini .

Sampai di kantor tempat aku melamar pekerjaan, aku langsung menuju meja reseptionis dan mengutarakan maksudku , kulihat seorang wanita muda yang duduk di kursi receptionis menelpon seseorang yang sepertinya adalah direktur.

“mari nona , saya akan mengantarkan anda “ ucap karyawan itu sopan

“ne

“permisi nona , direktur baru saja mengirim pesan kepada saya , untuk membawa nona ke ruangan direktur , karena direktur sendiri yang akan mewawancarai nona”. Ucap karyawan itu tiba tiba

“baiklah , karena aku tidak tahu apapun , aku akan melakukan apa yang anda katakan”

Lift pun berhenti di lantai 6 , aku segera keluar dan reseptionis itu membawa ku ke sebuah ruang yang bertulaiskan “direktur” di daun pintunya.

Tok tok tok

“sajangnim , calon karyawan baru sudah datang” ucap karyawan yang memiliki tag nama Kang hye soo

“suruh dia masuk”. Kudengar suara dari dalam

“Nona  silakan masuk presiden sudah menunggu di dalam , presiden tidak biasanya seperti ini , ini pertama kalinya presdir menginginkan interview secara langsung” ucap karyawan itu lagi

“jongmal ?

“ne , saya mohon undur diri nona”

Kulangkahkan kakiku perlahan memasuki ruangan yang memiliki bentuk dan suasana yang khas ruangan presdir , terdapat meja kaca, kursi putar, serta sofa yang berada di kanan meja kerja direktur, juga map map yang bertumpuk rapi di atas meja. Kursi yang digunakan oleh direktur itu sekarang ada di posisi terbalik menghadap kebelakang , yang membuat aku tak dapat melihat wajahnya. Tidak lama kemudian kulihat perlahan kursi itu mulai berputar arah dan betapa terkejutnya aku melihat siapa yang berada di sana.

“oppa ? apa yang kau lakukan disini ? jangan bilang kalau direktur di tempat ini adalah dirimu oppa ?

“jae shin ah, duduklah dulu , kau mau interview tidak ?

Author POV

Jung Jin Young ,pria berusia 26 tahun yang merupakan presiden direktur JY fashion serta pewaris tunggal JY group. Seorang pria tampan dengan perawakan tinggi yang cukup membuat para wanita terpesona hanya melihat penampilan nya saja. tapi tidak dengan jae shin , mempesona seperti apapun penampilan Jin young , tidak membuat hatinya bergetar sama sekali.

Bahkan bertahun tahun Jin Young mengenal jae shin , ia tak bisa memecahkan 1 centi es pun dalam hati jae shin

Jin young mengenal jae shin ketika joonmyeon mengajak nya ke rumah untuk pertama kali , jin young merupakan teman dekat suho ketika kuliah , mereka berada di fakultas dan jurusan yang sama pula. Setelah  lulus dari universitas mereka jarang bertemu satu sama lain karena jin young harus mengurus salah satu perusahaan ayahnya di paris.

Sebenarnya pertemuan ini bukan suatu kebetulan belaka , jin young selama ini selalu mengawasi Jae shin dari jauh , ketika jae shin berada di paris pun lelaki itu selalu melihatnya dari kejauhan, mendatangi kampus jae shin dan meminta pihak kampus  merekomendasikan jae shin untuk bekerja di perusahaannya, dengan prestasi akademik jae shin yang bagus , tidak sulit bagi jin young untuk meminta jae shin bekerja bersama nya . Jin young yakin , jae shin tak akan pernah mau jika ia menawarkan langsung kepada jae shin.

oppa ? , kau tak menerimaku bekerja disini hanya karena kau mengenalku kan ?”  selidik jae shin

ani , aku juga baru tahu setelah kau melamar pekerjaan disini , lagipula latar belakang pendidikanmu juga bagus , perusahaan mana yang akan menolak orang berbakat sepertimu ?”jawab jin young santai

aku harap itu jawaban yang benar” tanggap jae shin

baiklah , bisa kita mulai sesi interview ini ? tanya Jin Young

“ne , sajangnim “  jawab jae shin formal

“apa cita cita mu ?” tanya jin young lagi

“ah , pertanyaan macam apa itu ? tanyakan aku pertanyaan yang biasa di ajukan dalam interview saja oppa “

“memangnya kenapa , inikan interview spesial , aku hanya melakukan ini satu kali dalam hidupku , jadi biarkan saja , ayo jawab saja!”

“saya memiliki banyak cita cita pak ,salah satunya adalah menjadi designer terkenal “

“pak ? , kau memanggilku seperti itu jae shin ah, aku tidak setua itu!”

“lalu aku harus memanggil apa ? , bukankah posisi kita sekarang adalah atasan dan bawahan oppa?

“ah sudahlah , kau akan terus menjadi gadis menyebalkan sampai kapanpun, sudah , kau diterima bekerja disini , mulai besok kau bisa memindahkan barang barangmu kemari”

“tidak bisa begitu , ayo wawancarai aku lagi oppa , aku tidak mau kau menerimaku dengan semudah ini “

“siapa bilang , kita belum membicarakan kontrak kerjanya kan ?”

“ne sjangnim , mari kita bicarakan itu sekarang “

“jadi begini jae shin , tidak serta merta kau dapat diterima bekerja dengan mudah disini , walaupun aku sudah menerimamu, ada 1 bulan masa percobaan mu sebelum kau benar benar menjadi karyawan designer tetap disini “

“jadi apa yang harus saya lakukan sajangnim ?”

“membuat produk baru , mungkin ?”

“geurom sajangnim , saya akan bekerja dengan baik , jadi mulai besok saya sudah mulai bekerja ?

“ne ,  

saya akan undur diri sajangnim, ” pamit jae shin

jae shin ah , bogoshipo “ ucap jin young tiba tiba saat jae shin berbalik hendak pergi dari ruangan itu.

Jae shin masih terdiam di tempat , tak lama kemudian dia berbalik dan duduk kembali

oppa merindukanku ? jongmal ?”

“oh

“ oppa, tidak apa apa kan kalau aku memanggilmu seperti “oppa” sekarang? akubelum terbiasa kalau harus memanggilmu sajangnim” ucap jae shin sebelum melanjutkan bicaranya.

“terserah kau saja” jawab jin young

oppa , kau tahu , aku juga merindukanmu, kenapa tidak pernah menghubungiku ?” selidik jae shin

mian , aku sibuk jae shin ah ,aku harus mengurus hal ini dan hal itu, pergi kesana dan kemari, appa hanya datang sesekali,aku juga baru pindah ke kantor ini 1 bulan yang lalu, semua pekerjaan sudah di berikan kepadaku, di saat seperti ini, aku akan sangat bahagia jika aku memiliki saudara,” jelas jin young

lalu bagaimana ? oppa masih belum menikah ?” tanya jae shin lagi

ajik, jawab jin young singkat

jangan terlalu sibuk bekerja oppa, sesekali pergilah bersantai dan jan jatuh cintalah lalu segera menikah, untuk siapa oppa bekerja sekeras ini, kalau kau tidak punya seseorang yang kau jadikan pendamping hidupmu”  saran jae shin

aku akan melakukannya nanti, aku masih fokus bekerja sekarang , lagipula aku tidak memiliki orang yang aku sukai sekarang, aku juga masih menunggu ratu es mencairkan es dalam hatinya”gumam jin young di kalimat terakhirnya.

eh ? ratu es , nugu oppa ?” tanya jae shin sambil mengerutkan dahinya

eobso , aku hanya bicara asal, lalu bagaimana dengan joonmyeon ? dia sudah menikah sekarang ?”lanjut jin young lagi

sama sepertimu oppa, dia masih sendiri ,joonmyeon oppa juga mengatakan hal sama dengan mu ketika aku menyuruhnya untuk segera menikah,dia jatuh cinta pada seorang gadis untuk waktu yang lama, tapi sampai sekarang ia tak pernah mengatakan apapun pada gadis itu, joonmyeon oppa memang memiliki kesulitan dalam mengutarakan perasaannya”jelas jae shin sambil tertawa

“jinja ? , wah orang itu memang tidak berubah sejak dulu”tanggap jin young

”oppa , aku akan pulang , datanglah ke rumah kalau ada waktu, aku masih ingin membicarakan banyak hal denganmu , tapi sepertinya aku harus pergi”  sesal jae shin

baiklah, berhati hatilah di jalan , sampaikan salamku pada eommonim dan joonmyeon juga ,” ucap jin young di akhir perjumpaannya dengan jae shin hari ini

ne oppa, anyyeong, “  balas jae shin

Seperti yang aku pikir selama ini, kau tidak pernah melihatku sebagai lelaki.Asal kau tahu saja jae shin, ratu es itu adalah kau. Ucap jin young dalam hati

Jae Shin POV

baiklah, berhati hatilah di jalan , sampaikan salamku pada eommonim dan joonmyeon juga ,” ucap jin young oppa saat aku akan pergi

ne oppa, anyyeong, “  balasku

Ucapan jin young kali ku jawab dengan iya saja, aku ingin menceritakan padanya nanti , jin young oppa sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri , dia adalah orang yang menjagaku selain joonmyeon oppa, entah hari ini sebuah kebetulan atau tidak , aku bertemu dengannya lagi setelah bertahun tahun kami tidak bertemu. Dia sering datang ke rumah untuk menghiburku ketika appa meninggal, aku pikir ,jin young oppa adalah ‘oppa dari surga’ yang dikirimkan appa

Siang ini aku memutuskan untuk pergi ke cafe untuk mengembalikan mantel chanyeol oppa, ah aku yakin sekarang , pasti mantel ini milik chanyeol oppa, lagipula di antara mereka semua chanyeol oppa lah yang paling dekat denganku. Ternyata jarak cafe dan kantor tidak terlalu jauh , aku hanya perlu berjalan kaki untuk menuju kesana .

Wah , cafe ini benar benar ramai sekarang , kulihat baekhyun oppa, chanyeol oppa,sehun oppa,jong in oppa dan kyungsoo oppa , berada di satu meja, sepertinya mereka sedang berkumpul untuk makan siang, tapi tunggu dulu, kenapa aku tidak melihat joonmyeon oppa ? sebaiknya aku bertanya pada mereka saja , mungkin oppa pergi ke suatu tempat.

oppa ! ,” ku berteriak sambil melambaikan tangan pada chanyeol oppa yang kebetulan pada saat itu ia sedang melihatku juga.

oh jae shin ah, kemarilah” jawab chanyeol oppa yang membuat semua orang di meja itu berbalik arah memandangku.

Aku pun berjalan menghampiri ke 5 laki laki itu, lebih tepatnya menghampiri chanyeol oppa.

oppa , igeon , gumawo tadi malam sudah meminjamkan ini padaku,”ucapku pada chanyeol oppa , bersamaan dengan ucapanku ,lelaki yang duduk di meja paling ujung tersedak minumannya,

eh ? apa ini jae shin ?” jawab chanyeol oppa dengan wajah bingung

bukankah tadi malam oppa yang meminjamkannya padaku, gumawo oppa,” paksa ku sambil menyerahkan mantel cream itu ke tangannya,

Ke 4 orang di meja itu hanya melihat ku dan dan chanyeol oppa tanpa mengatakan apa apa,

“oppa , kau tahu joonmyeon oppa pergi kemana ?” tanyaku lagi

dia bilang akan ke pemakaman tadi pagi,” jawab kyungsoo oppa

jae shin ah , itu bukan milik chanyeol hyung , mantel itu miliku,” ucap seseorang di ujung meja setengah berteriak yang ternyata adalah jong in oppa

pokoknya siapaun yang memiliki ini , aku berterima kasih banyak, berkat ini aku tidak kedinginan tadi malam ,”ucapku singkat

“oppa terimakasih , aku akan pergi”  ucapku sambil membungkuk hormat

Selepas kepergian ku , kudengar suara tawa meledak dari kumpulan lelaki itu, entahlah siapa pemilik mantel itu, aku akan berbicara lagi nanti , yang terpenting adalah joonmyeon oppa sekarang. Mungkin benar kata kyungsoo oppa, dia pasti ada di pemakaman sekarang , sebaiknya aku segera menyusulnya sekarang.

Semenjak kepergianku ke paris , aku belum mengunjungi tempat ini, ah appa, mianhe..

Kulihat gundukan tanah berjajar rapi, serta batu batu marmer berwarna hitam yang di atasnya bertuliskan nama nama orang yang tidak ku kenal.

Ini lah tempat peristirahatan terakhir appa, ketika aku dan joonmyeon oppa merindukannya, aku tak bisa memeluknya lagi , yang bisa aku lakukan hanyalah datang ke tempat ini untuk memanjatkan do’a. Makam appa berada di deretan perkuburan paling atas , aku harus berjalan naik untuk sampai ke makam appa.

Setelah beberapa menit aku berjalan , kulihat seseorang mengenakan kemeja biru sedang duduk di depan makam appa, tidak salah lagi , itu pasti joonmyeon oppa, baru saja ingin ku langkahkan kaki ku untuk menghampirinya, kudengar oppa menangis,

appa, apa yang harus aku lakukan ,? Aku tak bisa menjaga jae shin dengan baik, aku membuatnya menangis dan bersedih lagi, appa eotokae ??” ucap joonmyeon oppa sembari terisak

Aku tak bisa mengatakan apapun , kakiku mati rasa dan lidahku kelu , aku hanya terdiam dan tak terasa air mata sudah membasahi pipiku

appa, yang aku lakukan benar kan ? , aku hanya tak ingin siapaun menyakiti jae shin , termasuk eomma sekalipun, appa katakan , yang aku lakukan bukan hal yang salah kan ?”  ucap oppa lagi masik terisak

Kudengar tangisannya semakin keras , ku beranikan melangkahkan kakiku perlahan untuk menghampiri joonmyeon oppa

oppa , na gwencana , “ cicitku yang membuat jonmyeon oppa spontan membalikan badannya kebelakang menghadapku

jae shin ah , mianhe , aku menyakiti perasaanmu lagi “ ucap oppa masih dengan linangan air mata di sudut matanya

aniyo oppa, aku yang tak pernah mendengarkanmu , aku benar benar membuatmu terlihat seperti oppa yang buruk, oppa ,maafkan aku juga”

“jae shin ah, kemarilah” titah oppa

Aku segera berjalan mendekat dan memeluknya erat, kami pun terdiam , air mata sudah menyampaikan pesan lebih dari sekedar untaian kata kata.

oppa , ayo kita pulang,nanti malam, kau harus tidur di rumah ne ?” ucapku sambil melepaskan pelukan oppa dan mengusap kasar air mata di pipiku.

beri salam pada appa, baru saja sampai kau ingin langsung pulang,kau kesini hanya untuk menumpang menangis ?” ucap oppa

”oh benar , appa mian,”

Segera ku tundukan kepalaku kebawah tiga kali

“appa berbahagialah, aku menyayangimu” ucapku pelan

“oppa , berhentilah menangis , kau itu tidak tampan , oppa terlihat jelek ketika menangis ,”  katakau pada oppa sambil berbalik menghadap joonmyeon oppa

“aigoo,siapa yang baru saja meminta maaf dengan berderai derai air mata , eoh? Sekarang sudah kembali menjadi gadis yang menyebalkan rupanya,” ucap joonmyeon oppa dengan tatapan tidak percayanya.

“oppa palli kajja”  ajakku sambil menggandeng erat lengannya.

oppa , kau tidak marah padaku lagi kan ?” tanyaku pelan.

“ani, aku hanya memikirkan , kau akan tinggal dengan siapa di rumah itu, tak mungkin kan kau akan tinggal denganku dan ke lima laki laki itu ?emm , bagaimana kalau kita jual saja rumah itu dan menyewa apartemen kecil yang cukup kau tempati sendiri”saran oppa.

“shireo, jangan jual rumah itu , rumah itu memiliki banyak kenangan , aku tak akan pernah menjual rumah itu ,lagipula aku tak mau tinggal sendirian di apartemen, bagaimana kalau aku mengajak seseorang untuk menemaniku tinggal dirumah ? oette ?” usulku cepat

“nugu ? namja atau yeoja ?” selidik oppa

“tentu saja yeoja , dan itu rahasia,”

“baiklah , terserah kau saja, aku harap kau membawa teman yang cantik ,kalau kau membawa teman yang cantik , aku akan sering pulang ke rumah, kekekeke :D” balas oppa tanda setuju

“dasar oppa genit,aku akan membawa yeoja yang cantik , yang akan membuat oppa tidak bisa berkata apa apa ketika oppa bertemu dengannya nanti”  ucapku mantap

Kami pun berjalan turun menuju mobil oppa, mobil pun melaju pelan meninggalkan tempat itu perlahan lahan,

“appa anyyeong,ucapku yang duduk di samping kursi kemudi sambil membalikan badan dan melambaikan tangan ke arah makam

“jae shin ah , “  panggil oppa

“hmm, wae oppa ?

“lupakan masalah eomma ne ? biarkanlah eomma hidup bahagia disana , sepertinya memang ini jalan yang harus kita lalui, hidup mandiri tanpa eomma dan appa, kau tidak apa apa kan ?

Aku merasa bersalah padamu , kau mengalami banyak hal buruk selama ini, dan ini semua seharusnya menjadi tanggung jawabku , tapi justru aku melakukan sebaliknya” lanjut oppa lagi

“aniyo oppa,jangan menyalahkan dirimu lagi, aku benar benar baik baik saja, oh iya oppa, aku baru saja melakukan interview untuk sebuah pekerjaan tadi pagi” ucapku mengalihkan topik pembicaraan

“benarkah ? lalu bagaimana?” tanggap joonmyeon oppa bersemangat

kau tahu oppa siapa presdir perusahaan itu ? dia adalah jin youngie oppa , “ lanjutku lagi

“mwo ?? jinja ?” ucap oppa tak percaya

hmm, aku menyuruhnya untuk berkunjung kerumah kalau ada waktu , dan dia juga menitipkan salamnya padamu oppa”

“jae shin ah , akan ku antarkan kau ke kantor besok, aku benar banar ingin bertemu dengan jin young sialan itu, bisa bisa nya dia menghilang dan tidak mengabariku selama ini” ucap joonmyeon oppa gemas

“tapi besok hari minggu oppa , “ ucapku datar

Oppa menurunkan di depan rumah , dia bilang dia akan kembali lagi nanti setalah memastikan sesuatu di rumah.

Author POV

Sesampainya di rumah , joonmyeon terkejut melihat semua orang dirumah berkumpul di ruang tamu seperti sedang melihat sebuah pertunjukan. Saking antusiasnya sampai tidak sadar joonmyeon sudah pulang

Ternyata di tengah tengah mereka ada kai yang sedang adu mulut dengan chanyeol, aneh sekali , padahal dua orang itu selalu akur di setiap kondisi.

“hyung , kenapa kau tadi diam saja eoh ? seharusnya kau bilang padanya tadi” rengek kai pada chanyeol

“kai , kau tahu , aku ingin mengatakan padanya , tapi sepertinya dia sedang terburu buru tadi , sudahlahlah , aku akan menyuruhnya untuk memberikannya langsung padamu besok” bela chanyeol

“ada apa dengannya ?” tanya joonmyeon pada sehun setengah berbisik

tadi malam , kai hyung mengikuti jae shin sampai ke rumah , dan memakaikan mantelnya pada jae shin,dan tadi siang jae shin datang ke cafe untuk mengembalikan mantel itu, tapi jae shin mengembalikan pada orang yang slah, dia mengembalikan pada chanyeol hyung,” jelas sehun panjang kali lebar

“bwahahaha,” tawa joonmyeon pun meledak , semua mata sedang memandang tertuju padanya sekarang ,

“kai , kau tadi malam mengikuti sampai rumah ?” tanya joonmyeon pada kai

“ne hyung” jawab kai lesu

gumawo kai, kau sudah memastikan jae shin sampai rumah dengan selamat, sebagai ucapan terimakasihku, kau mau kan menemaniku tidur di rumah malam ini ? jae shin tidak berani tidur dirumah sendiri, kau sudah tahu kan apa yang terjadi” tawar joonmyeon

“jinja hyung ?” jawab kai bersemangat dengan mata berbinar

mau tidak ? aku akan mengajak yang lain kalau kau tidak mau” tanya joonmyeon cepat

aku mau hyung, jangan ajak yang yang lain, “ jawab kai tak kalah cepat

Semua orang tak bisa menahan tawanya melihat sikap kai yang berubah menjadi kekenak kanakan saat dia jatuh cinta.

Jae Shin POV

Mungkin memang benar kata oppa , aku harus memulai hidup baru tanpa eomma, segala sesuatu terjadi bukan tanpa alasan , dan yang aku yakini saat ini adalah , eomma pasti memiliki suatu alasan intuk meninggalkan ku , walaupun begitu , aku harus berbahagia, menciptakan banyak kenangan indah dan jatuh cinta , eh ? jatuh cinta ?, kenapa tiba tiba ada kosa kata itu dalam pikiranku ?

Bip bip bip

Kudengar pintu rumah dibuka oleh seseorang , sipa lagi kalau bukan joonmyeoni oppa, selain aku dan eomma , hanya dia yang tahu password rumah ini , yang memang tidak pernah di ganti sejak dahulu kala.

“jae shin , aku pulang ! “  kudengar suara oppa setengah berteriak

“ne oppa,” ucapku singkat sambil menoleh ke arah pintu sekilas. Kulihat seseorang berdiri dibelakangnya, ternyata oppa tidak datang sendiri malam ini, aku tahu sekarang , oppa yang itu namanya jong in oppa. Chanyeol oppa baru saja mengirimiku pesan , dia mengatakan kalau mantel yang aku pakai tadi malam adalah milik jong in oppa , dan ia juga mengatakan padaku untuk meminta maaf dan mengucapakan terimakasih padanya langsung.

“oppa mandi sana , aku akan membuatkan makan malam untukmu,” perintahku pada joonmyeon oppa

“jong in oppa, gumawo untuk mantelnya , mian , aku mengembalikan pada orang yang salah” ucapku yang kini berganti menghadap jong in oppa

“ne , kau bisa menghubungiku kapan saja saat kau butuh bantuan” ucap jong in oppa dengan senyuman khasnya

Setelah memasak , kutinggalkan mereka berdua di meja makan dan aku mulai berkutat dengan skectbook dan pensil warna ku lagi, 2 benda yang paling aku cintai di dunia ini. Kumulai membuat pola pola baju , jin young oppa bilang dia akan mengadakan presentasi dengan investornya  minggu depan dan mempercayakan aku untuk memperkenalkan model baju milikku , kalau presentasi ini sukses , aku akan langsung mendapat kontrak kerja , dan tentunya juga bonus.

oppa , kau harus menemaniku ke panti saptu besok , bisa kan ?” tanyaku pada joonmyeon oppa yang entah sejak kapan sudah duduk di sampingku.

“Besok ? sepertinya tidak , aku ada janji dengan seseorang , aku harus pergi ke Ilsan selama satu minggu” jawab oppa sambil menggaruk garuk kepalanya.

lalu bagaimana ? aku sangat merindukan mereka, lagipula saptu besok adalah waktu liburku yang paling dekat “ rengekku sambil mengerucutkan bibir

ini mendadak jae shin , bagaimana kalau minggu depan ?” rajuk joonmyeon oppa

“tidak mau, “ jawabku singkat tanpa menoleh padanya

“kai , kau bisa menemani jae shin ke panti minggu depan ? pakai saja mobilku , akan kuberi alamatnya nanti , memang letaknya ada di pedesaan , tapi tenang saja , jae shin tahu jalannya, kau mau kan ?” tawar joonmyeon oppa pada jong in oppa yang duduk di sampingnya.

Kai POV

“baiklah hyung, tapi kau harus meliburkan hari kerjaku” jawabku santai

Pergi ? berdua ? hanya dengan jae shin ? oh tuhan , mimpi apa aku semalam ?

Sebenarnya gadis itu adalah gadis yang baik menurutku , dia hanya sedikit , emm .. manja ? , dari apa yang ku lihat dari caranya merengek pada joonmyeon hyung, dia adalah gadis yang polos. aku bahkan tidak tahu apa yang kurasakan ini adalah cinta ? ataupun hanya rasa kagumku ? aku belum bisa memastikan apa yang aku rasakan , aku hanya merasa di berbeda dari gadis gadis lain yang aku kenal, dan aku ingin mengenalnya lebih dekat , dan kalaupun ini cinta , akan ku pastikan jae shin bisa jatuh kedalam pelukanku.

Saat matahari bahkan belum muncul , suho hyung sudah rapi dengan pakaiannya, dia bilang dia harus pergi pagi pagi.

“kai, selama aku tidak ada , aku titip jae shin padamu satu minggu kedepan , awas kalau sampai jae shin terluka sedikit saja , kau yang akan kusalahkan.sepertinya dia masih tidur sekarang , kau disini saja sampai dia bangun nanti , dan sampaikan salamku padanya” pesan suho hyung sebelum dia pergi.

baiklah hyung , aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku “ jawabku hiperbolis

Karena suho hyung membangunkanku lebih awal , yang harus aku lakukan sekarang adalah melanjutkan lagi tidurku :D. Ketika aku bangun kulihat jam di atas nakas samping tempat tidur sudah menunjukkan pukul 08.00, akupun spontan berjalan ke bawah untuk segera mandi, kututup kamar mandi asal. 1 menit  5 menit 10 menit, semua masih tenang dan hanya suara gemericik air saja yang kudengar , sampai di menit berikutnya kudengar suara pintu terbuka perlahan.

Ja shin pov

Entah jam berapa tadi malam aku tertidur, ketika aku bangun , aku baru sadar kalau aku tidak sedang tidur di tempat tidur sekarang, ah pasti gara gara sketsa itu.

Aku berjalan pelan ke bawah dengan mata setengah terpejam untuk segera mandi , setelah kulihat jam sudah menunjukkan pukul 8 lebih.

Kubuka pintu kamar mandi kasar, mataku terbelalak tak berkedip melihat sesuatu yang ada disana, 1 detik 2 detik 3 detik 4 detik aku masih mematung membisu dengan tangan kanan yang masih memegang gagang pintu, dan akhirnya..

“aaaaaaaaaaaaa……., “jeritanku meledak

“aaaaaaaaaaaa,.. jerit orang yang ada di dalam sana terkejut ,

Spontan ku tutup pintu dan segera berlari ke atas , masuk ke kamar lagi dan menutup pintu asal

“jae shin ah , apa yang kau lihat eoh ? bagaimana bisa kau lupa kalau jong in oppa tidur disini tadi malam, oh tidak ! apa yang telah dilihat oleh mataku yang suci ini, pabo pabo, jae shin pabo,lalu setelah ini apa yang harus aku lakukan?, aku harus bagaimana? Aiishh , orang itu juga , kenapa tidak menutup pintu kamar mandi dengan benar ? eomma , appa , oppa , ottokea ??? rutukku sambil memukul mukul keningku

“melihat semuanya ? tentu saja iya  , yaa ottokea !!

“jae shin ah , gwencana,yang perlu kau lakukan hanya keluar dan berpura pura saja tidak melihatnya dan bersikaplah biasa ketika bertemu dengannya nanti”  gumamku menenangkan diriku sendiri dengan memukul kecil dadaku

Author POV

Keadaan serupa juga terjadi dengan jong in, setelah mendengar teriakan jae shin, ia ikut berteriak , tapi bahkan iya lupa dan tidak sadar kalau dirinya sedang tidak mengenakan apapun saat itu.

“Itu tadi benar jae shin kan ? bukan hantu kamar mandi yang ingin menakut nakutiku kan ?, eh , tadi hantu kamar mandi atau jae shin ? , oh kai sadarlah berhentilah berfikir yang tidak tidak , tentu saja itu jae shin, lalu kalau itu jae shin berarti ? , yaaaa, ottokea , aku baru menyadarinya ,berarti jae shin melihatku full neked seperti ini ?????” gumam kai yang ternyata baru saja menyadari bencana yang terjadi ini.

Setelah memakai handuk mandi yang berbentuk baju , kai pun keluar kamar mandi mengendap endap perlahan berharap jae shin sedang berada di kamar nya, tapi takdir berkata lain , baru empat anak tangga di lewati kai , jae shin keluar dari kamar , berbalik menuju tangga dan  bingo ! tatapan mata keduanya bertemu , detik pertama , kedua ketiga , kedua orang itu masih membeku di posisi masing masing.

Akhirnya jae shin lah yang mengeluarkan suara terlebih dahulu,

“oh iya oppa , apa joonmyeon oppa sudah pergi “? Tanya jae shin yang masih berusaha berbicara normal seperti biasanya , berbeda dengan apa yang di lakukan jantungnya di dalam sana.

sudah , hyung menitipkan salam padamu “ jawab kai yang memang masih berfikir jae shin tidak melihat apapun.

“aku akan membuat sarapan oppa , segera turunlah “ ucap jae shin masih tak berani manatap jong in dan berlalu melewatinya.

Kesunyian masih terjadi ketika mereka berdua ada di meja makan , dan kali ini jae shin (lagi) yang memulai pembicaraan ,

oppa mian, aku tidak sengaja tadi , aku benar benar tidak melihat apapun , sungguh !”  dusta jae shin

“aku memili kebiasaan buruk oppa , aku selalu berjalan dengan mata yang nyaris masih tertutup ketika aku bangun tidur, karena aku sudah hafal semua letak benda di rumah ini, aku tidak menbrak ataupun menabrak sesuatu , tapi oppa , yang tadi aku benar benar tidak melihat apapun” dusta jae shin lagi mencoba meyakinkan

ah tidak apa apa, aku yang tidak mengunci pintu dengan benar,” jawab kai malu malu

Ternyata benar kan ? syukurlah dia tidak melihat apapun . batin kai

Hari hari berlalu begitu saja , setelah insiden kamar mandi di hari itu, mereka tidak bertemu satu sama lain , jae shin pun mulai terbiasa hidup sendirian di rumah , dia pikir semua akan mudah karena baginya keadaan ini sama dengan keadannya dulu di paris,

Hari saptu pun tiba, hari ini adalah hari dimana jong in dan jae shin akan pergi ke panti berdua. Panti itu terletak di Kangwon do, di sebuah pedesaan kecil. Kira kira 5 jam perjalanan menggunakan mobil dari seoul. jae shin saat merindukan tempat itu karena ada seseorang yang benar benar ia rindukan , yang tidak pernah di datanginya sejak kepergiannya ke paris.

Pagi ini , kai datang ke rumah jae shin dengan mengenakan pakaian santai , dengan kaos abu abu , serta celana pendek selutut, dan cardigan berwarna merah, setelah menunggu jae shin keluar, kai sedikit terkejut dengan kebetulan apa yang sedang terjadi, mereka benar benar  terlihat seperti mengenakan pakaian couple, dengan kaos berwarna merah dan jaket abu abu , serta celana selutut yang di kenakan jae shin.

“oppa ? mengapa kita memakai baju yang sama ? kau mengintipku ? ujar jae shin menyelidik

mungkin ini yang mereka sebut dengan takdir” gumam kai yang mungkin tidak di dengar oleh jae shin

baiklah , kita berangkat sekarang , aku sudah meletakkan barang barang bawaanku di kursi belakang, “ ucap jae shin singkat

Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju alamat yang di tuliskan joonmyeon pada kai

oppa , aku punya 2 permintaan untukmu “ ucap jae shin tiba tiba

apa itun ?” tanggap kai

“ketika disana , yang pertama adalah , jangan banyak bertanya dan jangan mengeluh , mungkin tempat itu tidak pernah kau jumpai dalam hidupmu , jadi jangan banyak mengeluh , otte ?” jae shin memberi intruksi

hanya itu ? baiklah , itu bukan hal yang sulit” jawab kai yang masih fokus menyetir.

To be continue…..

-LCOLT-

“Hallo semuanya , nih ikma balik lagi bawa chapter 2 , ngomong ngomong ada yang nungguin ff ini gak ? *aduh , pasti gak ada yak :D*

Yang udah komen di postingan sebelumnya makasih banget dan yang udah sudi membaca , tapi tidak meninggalkan jejak , juga ikma mengucapkan terimakasih L

Buat chapter yang selanjutnya bakalan ada Jae shin & kai moment , yang sepertinya full 1 chapter,

Ikma sempet kecewa, pas liat jumlah komen yang jadi turun setelah teaser, mungkin ada yang kecewa ternyata ceritanya gak sesuai harapan atau apalah,

Tapi apapun yang terjadi, fanfic ini pasti selese kok , entah ada yang komen ataupun enggak , biarlah ff ini menjadi kenangan dan menjadi arsip pribadi dalam hidup ikma *mulai deh alaynya J*

Sesuai janji , nih ff bakal di posting secara teratur sama ikma , emm trus apa lagi yak , udah ah cuap cuapnya,

For my readers , I just wanna say thank you very much..

With love , Ikma

Nih ikma kasih bonus fotonya bang jin young

tumblr_mejhms8T2J1rqereco1_500

5 responses to “LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER CHAPTER 2

  1. Wah… Ffnya daebak!
    Astaga… Si jae sin ngeliat kai di kamar mandi… Kyaaa!!!! Hahahaha… XD malu akut itu sih kai…
    Mereka mau kemana thor? Next! Keep writing!!! ^^

  2. omo thor jinyoungnya ganteng :’D ,cie cie mereka pake baju samaan berasa couple yak waks… cie cie kencan pertama di panti >,<

Leave a Reply to bert Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s