LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER CHAPTER 3

16

TITLE : LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER cHAPTER 3

Fanfiction ini adalah murni imajinasi saya , adapun ada kesamaan tempat maupun nama hanya kebetulan belaka.

Don’t be a silent reader , and don’t be a plagiator

Happy reading..

Author : beautifulflamingo21 (@Choir_nikmah)

Main Cast : kai |kim jae shin (OC)

Suport cast : kim joonmyun a.k suho |Shim Hye Mi (OC) |Jin Young B1A4  & other member exo

Rating : general

Genre : marriage life(soon/maybe)  | comedy |romance | family

Lengt : chaptered

|-|

semua cast adalah milik orang tua dan milik tuhan yang maha esa,  dan cerita 100% milik author , mian ya cingu klu ff nya ancur ancuran, banyak typo(s) GaJe,alurnya terlalu di paksain atau apalah.

Dengan segala daya dan upaya author dalam menulis sebuah cerita, akan lebih baik jika reader tidak menjadi siders. It’s just for respect each other

Previous :  TEASER /chapter 1/chapter 2

-LCOLT-

Previous…

oppa , aku punya 2 permintaan untukmu “ ucap jae shin tiba tiba

apa itu ?” tanggap kai

“ketika disana , yang pertama adalah , jangan banyak bertanya dan jangan mengeluh , mungkin tempat itu tidak pernah kau jumpai dalam hidupmu , jadi jangan banyak mengeluh , otte ?” jae shin memberi intruksi

hanya itu ? baiklah , itu bukan hal yang sulit” jawab kai yang masih fokus menyetir.

-LCOLT-

Jae Shin POV

“benar ya ? aku hanya minta dua hal itu padamu oppa,

“dulu, ketika appa mengajak ku ke panti pertama kali , appa hampir saja menurunkan aku di jalan karena aku terlalu cerewet” jelasku pada jong in oppa yang masih fokus menyetir.

Untuk datang ke tempat itu membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan dari seoul. Itu adalah sebuah panti asuhan yang terletak di desa kecil Provinsi Kangwon-do yang dekat dengan hutan hutan dan juga tidak jauh dari pantai. Karena lokasinya yang berada di pedesaan ,kendaraan besar pun tak ada yang bisa melewati tempat itu sampai ke dalam desa, kalaupun menggunakan mobil , pengendara harus turun di dekat jembatan penyebrangan, setelah itu harus melewati jalan kecil ditengah area persawahan , yang hanya bisa dilewati kendaraan beroda dua saja atau pilihan terakhir adalah berjalan kaki. Ketika aku kecil appa selalu mengajakku dan oppa ke tempat itu , appa bilang ketika kau ingin benar benar bersyukur tentang kehidupan yang kau jalani sekarang , seringlah datang ke tempat tempat seperti ini, dan kata kata itu masih selalu aku ingat sampai detik ini.

Tak terasa kami sudah sampai di dekat jembatan penyebrangan yang aku ceritakan tadi , juga dengan jong in oppa , bahkan aku terus mengoceh bercerita ini dan itu , aku bahkan tak peduli , dia bosan atau apa mendengarkan aku 😀

”kau yakin ini tempatnya ? kenapa tak ada satu rumahpun ?” pertanyaan yang sudah aku duga akan dia katakan pertama kali.

“siapa bilang ? kita masih harus melewati itu ,” ucapku sambil memajukan dagu ke arah hamparan sawah berlumpur dengan jalan kecil di tengahnya yang berada di depan sana .

mwo ? , tidakkah kita menaiki mobil ini sampai sana ?” ucapnya lagi

Dapat kubaca kekhawatiran di dalam ekspresi wajahnya , pasti orang itu belum pernah datang ke pedesaan seperti ini , biar saja , toh aku sudah memperingatkannya dari tadi.

“ani, kita harus berjalan kesana,  kalaupun ingin menaiki mobil , harus berputar memutari gunung ini dan masih membutuhkan waktu setengah hari lagi,bukankah tadi oppa bilang kalau ingin melewati jalan yang paling dekat, sudahlah oppa, palii kajja ! paksaku akhirnya

tapi tidakkah jalan itu terlalu kecil ? bagaimana kalau nanti aku terjatuh , aku tidak mau !” tolaknya keras

oppa, kenapa laki laki bisa manja sekali seperti ini ? tadi kan aku sudah bilang, ya sudah , oppa bisa pulang kalau memang tidak mau

Bagaimana bisa ada laki laki manja seperti itu, biar saja kalau dia mau pulang. Lihat saja , akan aku laporkan pada joonmyeon oppa

Kai POV

aku benar benar belum pernah datang ke tempat seperti ini dalam hidupku, lagipula, lihat jalan itu, tidakkah itu terlalu kecil ? bagaimana kalau aku terjatuh dan tenggelam dalam lumpur itu, tapi apa iya aku harus pulang ? kalau aku pulang , aku benar benar meninggalkan kesan buruk untuk jae shin

baiklah , ayo kita mulai jalan “ ucapku memutuskan

Kumulai berjalan di jalan kecil itu , semoga jalan ini tidak panjang dan akan segera berakhir.

Satu menit , lima menit,lima belas menit, dua puluh menit…

“jae shin ah , apakah masih jauh , ?” ucapku yang terus melihat jam tangan

“aku sudah bilang kan oppa , jangan mengeluh, kita hanya perlu lewat jalan ini lurus , kemudian melewati sungai kecil disana”jawabnya enteng

“mwo ? sungai , kenapa harus lewat sungai juga ?

Akhirnya setelah beberapa menit aku melewati rintangan seperti itu akhirnya sampai juga di tempat yang di maksud jae shin , aku benar benar tidak menyangka ada tempat seperti ini di negara ini.

Deskripsi yang dapat aku gambarkan setelah memasuki desa kecil ini adalah, sejuk, nyaman, dan menyegarkan mata siapa saja yang melihatnya. Sungguh jauh dengan keadaan hiruk pikuk kota seperti seoul. Aku masih berjalan menyusuri rumah dengan gaya Hanok , yang biasanya hanya aku jumpai dalam drama kolosal saja, hingga akhirnya berhenti pada sebuah rumah besar yang masih bergaya Hanok  dengan halaman yang sangat luas dengan pagar yang terbuat dari kayu yang memiliki tinggi sebatas dadaku yang kini berada tepat di depanku, kulirik gadis disampingku yang sedari tadi hanya tersenyum tanpa mengutarakan sepatah kata pun , seolah sedang mengekspresikan perasaannya melalui sebuah senyuman.

“hei tuan putri , tidakkah kita akan masuk ? kenapa kita hanya berdiri disini dari tadi ?” ucapku yang membuat bibir gadis di sampingku yang tadinya terangkat keatas tiba tiba turun dengan cepat.

“eh ? tuan putri apa lagi ?” ucapnya diiringi pergerakan wajahnya bergerak ke arahku

ani ,” jawabku singkat

Kreekk…

Pintu dari kayu itupun terbuka perlahan , terlihat di lapangan itu terdapat beberapa anak kecil yang sedang bermain bola, tanpa aba aba jae shin langsung mendatangi salah satu anak laki laki yang aku prediksikan berumur lima tahun yang menggunakan baju hijau tosca tentu dengan debu yang menempel di bajunya, serta rambut yang nyaris gundul seperti tentara militer.

“jae rim ah , song jae rim !,” gadis itu berlari sambil berteriak

Ah , pasti itu namanya.

Bagaimana denganku ? biar ku gambarkan keadaanku saat ini, rambut yang berantakan, keringat yang sudah membanjiri sekujur tubuhku, dan kedua tanganku yang menjinjing dua kantong plastik besar berisikan makanan ringan yang di bawa jae shin dari seoul  yang sudah aku bawa sejak turun dari mobil , dan parahnya , gadis itu tidak memperdulikan aku ?

Ku putuskan untuk berjalan menyusulnya dan melihat lebih dekat apa yang akan di lakukan gadis itu disana.

“ya , song jae rim , kau tidak merindukanku ? tanya jae shin sambil menatap intens mata anak kecil itu

noona nuguseyo ?” jawab anak kecil itu polos

“eh ? na , jae shin noona”  jawab jae shin yang kali ini sudah berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anak kecil di hadapannya.

Kulihat anak itu hanya berkedip kedip menatap jae shin tanpa suara, hingga akhirnya anak itu berteriak teriak kegirangan dan spontan memeluk tubuh jae shin dengan kuat.

kenapa noona lama sekali tidak mengunjungiku , aku benar benar merindukan noona” ucap anak itu yang kulihat matanya mulai berair.

Aku seperti melihat sebuah film yang mengisahkan tentang anggota keluarga yang terpisah selama bertahun tahun dan akhirnya bertemu , ah pasti mereka sangat dekat , lihat anak itu , dia sampai menangis terharu karena melihat jae shin datang menemuinya.

“jae shin ah …” kudengar seorang wanita berteriak kearah jae shin sambil berlari menghampirinya

Author POV

Shim hye mi, wanita cantik berusia 26 tahun yang sudah tinggal di panti ini semenjak usianya 8 tahun , ia tak memiliki siapapun di dunia ini, hanya seorang ibu yang merawatnya selama 8 tahun dan justru orang yang memberikan luka paling dalam di dasar hati Hye mi. Baginya , jae shin adalah seorang adik, keluarga, serta teman yang berharga

“jae shin ah , bogoshipo,  “ cicit wnita bermarga Shim itu sambil memeluk erat jae shin

eonni, bagaimana kabarmu ? rasanya sudah sepuluh tahun aku tak bertemu denganmu seperti ini” jawab jae shin hiperbolis

ku pikir kau sudah melupakan tempat ini ” ucap hye mi sambil bersungut di hadapan jae shin

Dan percakapan mereka masih berlanjut ,hal yang sewajarnya terjadi ketika dua orang bertemu setelah berpisah sekian lama, sampai keduanya tak menyadari ada seorang laki laki dengan keadaan memprihatinkan ,yang masih berdiri di samping jae shin dalam diam, ya benar sekali , siapa lagi kalau bukan jongin.

Akhirnya jong in memutuskan untuk duduk di teras rumah mendatangi beberapa anak yang sedang bermain yutnori  

“hei gadis kecil, bolehkan aku ikut bermain ?” sapa jong in pada salah satu anak yang sedang bermain

”aku gadis cantik , bukan gadis kecil, dan juga ajushi nuguseyo ?” jawab anak perempuan itu dengan tatapan menyelidik

“ panggil aku kai oppa, kau tau jae shin noona kan ? aku kekasihnya.” Jawab jong in asal

“dan kau gadis kecil , siapa namamu ?”tanya jong in lagi

“aku gadis cantik ajushi, bukan gadis kecil.naneun Ah reum imnida” jawab gadis kecil itu dengan ekspresi imut

“anyeonghaseyo, “ sapa seorang nenek yang pada jong in yang tiba tiba muncul dari rumah, yang mungkin usianya sudah setengah abad atau lebih

“ oh ,anyeonghaseyo helmeoni” jawab jong in spontan berdiri dan membungkuk sopan .

“ini teman jae shin ? siapa nama mu nak ?” tanya sang nenek lagi

“ne helmeoni, choneun, jong in imnida”tutur jong in lagi

 “Ah Reum ah, ajak teman temanmu masuk, cuci tangan dan kakimu,dan bersiaplah untuk makan siang, “ titah sang nenek yang kini mengarahkan bicaranya kepada anak anak kecil yang sedang bermain yutnori

“kemana jae shin, apa yang dilakukan gadis itu, bisa bisanya tidak menyapaku, mentang mentang aku sudah  tua, gadis itu tidak menghiraukan aku sekarang” rutuk sang nenek sambil matanya menyelidik keberadaan jae shin

 “jae shin ah ? kau sudah melupakan aku eoh ?” teriak nenek itu yang membuat dua gadis yang sedang asyik mengobrol disana pun spontan menoleh menuju sumber suara.

Lelaki yang sedang duduk di sampingnya pun tak bisa menahan tawa, melihat sang nenek yang mengomel pada jae shin

Jae Shin POV    

Di tempat inilah aku temukan secuil kebahagiaan dari sesuatu hal yang disebut keluarga, Hye mi eonni yang selau menjagaku layaknya seorang kakak perempuan kandungku, nenek yang bahkan menyayangi aku lebih dari cucunya sendiri, dan anak anak yang kini sudah mulai tumbuh besar itu yang selalu memberikan energi positif pada siapa saja yang berada disekitarnya.

Setelah makan siang , aku segera menggandeng tangan Hye mi eonni keluar, aku ingin mengatakan sesuatu padanya, dan memang salah satu tujuan ku datang kesini adalah ingin membicarakan hal ini padanya. Aku mengajaknya duduk di kursi di bawah pohon willow yang entah sudah berapa ratus tahun usianya. Kuceritakan semua hal yang terjadi, mulai dari kepergian eomma sampai oppa yang marah besar kepadaku , Hye mi eonni hanya mendengarkan dengan seksama tanpa mengomentari apapun.

“eonni, aku ingin kau pergi dan tinggal disana bersamaku ,” tawarku padan hyemi eonni yang masih terdiam dalam keterjutannya.

“sepertinya aku tidak bisa jae shin, di tempat inilah aku dibesarkan,aku tak mau meninggalkan anak anak itu , apalagi nenek , tempat ini sangat berarti bagiku, bagaimana dengan nenek kalau aku pergi ?”  tolak hye  mi eonni

“eonni , ayolah , sampai kapan eonni  akan tinggal disini , eonni bisa melakukan banyak hal di seoul eonni juga bisa bekerja , aku sudah membicarakannya pada nenek , lagipula , masih ada Song ajushi dan Jung ahjumma yang akan menjaga nenek , eonni juga masih bisa kan mengunjungi tempat ini sesekali ?, ayolah eonni, jebal , aku benar benar membutuhkanmu” rajukku

aku akan memikirkannya jae shin , tapi mungkin tidak sekarang, beri aku waktu untuk berfikir” ucap Hye mi eonni akhirnya

“lalu joonmyeon ? kenapa dia tidak pulang kerumah saja ?” lanjut nya

“aniyo eonni , aku tak mau memaksanya lagi, mungkin oppa benar ingin mewujudkan mimpinya sekarang, jarak tempat oppa bekerja cukup jauh dari rumah, dan hampir dua puluh empat jam waktunya dia habiskan di tempat itu  , lagipula akhir akhir ini oppa sering pergi ke ilsan berhari hari.”

“joonmyeon juga tidak pernah datang kemari sejak dua tahun kunjungan kalian terakhir kali sebelum kau pergi ke paris, ah orang itu bagaimana kabarnya ?”ujar hye mi eonni dengan tatapan lurus kedepan.

“eonni , jangan bilang kalau kau merindukannya ?” ku senggol lengannya menggoda

“a..a..aniyo, aku tak bilang kalau aku merindukannya” jawab hyemi eonni tergagap.

Aku tahu ,sebenarnya mereka saling menyukai satu sama lain, tapi mreka berdua juga saling tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan masing masing , dan aku selau ingin jadi jembatan bagi keduanya.

“Jae shin ah, apapun yang sedang terjadi sekarang, kau masih harus tetap menjadi Kim Jae Shin yang aku kenal, Kim Jae Shin yang selalu tersenyum disetiap kondisi, karena eonni akan selau untukmu” pesan Hyemi eonni disertai pelukan hangatnya yang seakan sedang menyalurkan energi positifnya padaku.

oh iya, laki laki yang bersamamu tadi siapa ? kekasih barumu ?” tanya Hyemi eonni dengan tatapan menggodanya

bukan , namaya jong in oppa,   dia teman oppa yang tinggal satu rumah dengannya, karena oppa tak bisa mengantarkan aku kemari , makanya iya menyuruh jong in oppa untuk mengantarku” jawabku datar

“tapi jae shin , sepertinya dia menyukaimu,tadi  aku memperhatikan caranya menatapmu, berbeda sekali” ucap Hyemi eonni lagi

Aku pun menanggapinya asal “ah biar saja eonni, bukankah semua laki laki seperti itu”

“lalu ? kau belum memiliki kekasih sampai sekarang ?

“sepertinya belum ada lelaki yang menggetarkan hatiku saat ini eonni, lagipula jatuh cinta membuat aku takut”  balasku

Hyemi eonni mengerutkan dahinya bingung “takut apa memangnya ?”

“takut akan sebuah perpisahan”

Dari kejauhan kulihat jong in oppa sedang bermain jegichagi  dengan beberapa anak lelaki, permainan tradisional yang sampai saat ini tidak bisa aku mainkan, permainan ini mirip dengan permainan bola kaki seperti biasa, hanya saja tidak menggunakan bola , melainkan jegi yang terbuat dari kepingan koin yang di bungkus kertas atau tali plastik yang sekilas mirip shuttlecock bulu tangkis, aku segera menghampiri mereka dan meminta jong in oppa untuk mengajariku . kami  tertawa bersama dan saling menghibur satu sama lain dengan baik. Dan yang terpenting, hari ini aku bahagia.

Walaupun tidak sama Mungkin ini sejalan dengan teori relativitas yang pernah di cetuskan oleh Albert Einsten , waktu akan terasa lebih cepat apabila kita menikmati waktu itu , berbeda jika kita tidak menikmatinya, waktu akan terasa lebih lama, tanpa terasa hari semakin sore, aku dan jong in oppa pun segera berpamitan untuk pulang .

“noona, …” teriak Jae rim dari kejauhan , ia berlari dan memelukku erat

“hiks..hiks..hiks.., tinggalah disini noona, malam ini saja, aku benar benar merindukan eomma” isakan jae rim pun meledak

Nenek pun datang untuk melepaskan pelukan anak itu dan merayunya“Jae rim ah , tidurlah dengan nenek malam ini , Jae shin noona harus pulang” .

“shireo helmeonni, kalau noona tidak tidur disini, aku tak mau lagi berangkat sekolah besok, hiks..hiks..hiks” tangisnya lagi lagi pecah.

Aku menoleh ke arah jong in oppa seolah meminta persetujuan, diapaun menggeleng cepat menyadari arti dari tatapanku

“baiklah song Jae rim , noona akan menemanimu malam ini , tapi janji ya ? kau harus rajin berangkat ke sekolah, “ bujukku pada balita itu

Kulirik sekilas wajah jong in oppa yang murung dan nampak lesu, kekeke 😀 oppa mian ,,

kami tak membawa baju lain selain baju ini , Hye mi eonni  meminjamkan bajunya untukku, dan untuk jong in oppa…

bwahahaha ,,

dia benar benar terlihat seperti ahjushi tua dengan pakaian yang sama sekali tidak modis dengan , celana besar dengan motif bunga , san baju lengan ¾ yang juga kebesaran ditubuhnya milik Song ahjushi.

oppa, berbaliklah” titahku padanya

Ckrekk.

“Wah, perfect,”aku berhasil mengabadikan gambarnya yang mengenakan pakaian yang sangat tidak metching dengan tampangnya

“ya , jae shin ah , hapus tidak ! kalau semua orang tahu , hancur sudah imageku selama ini menjadi flower boy paling keren” teriak jong in oppa kesal

tenang saja oppa , aku hanya akan mengirimkannya pada beberapa orang saja” ancamku

Bwahahaha …, tak bisa kutahan diriku untuk berheti tertawa melihat fotonya lagi.

Malam semakin larut, para jangkrik pun mulai bernyanyi bersahut sahutan. Jae rim memintaku untuk membacakan sebuah dongeng untuknya, aku mangajaknya ke teras depan dan menyuruhnya untuk membaringkan kepalanya di pahaku, aku harap dia akan segera tidur. Aku membacakan cerita ‘Gadis bertudung merah’, seperti yang kuprediksikan, Jae rim akan tertidur tepat setelah aku selesai membaca cerita.

Kudengar suara derap langkah seseorang  mendekat dan duduk di sampingku. Jong in oppa

“hei tuan putri, kau suka dongeng ?” tanya jong in oppa,

“tentu saja iya,  setiap dongeng biasanya berkhir happy ending tapi, oppa, apa maksudnya kau memanggilku seperti itu ?”

Jong in oppa hanya menghela nafas dan berucap”aku hanya merasa seperti seorang prajurit yang diperintahkan oleh sang raja untuk menjaga putri, walaupun seorang prajurit menjaga tuan putri dengan segenap jiwa dan raganya, dia masih seorang prajurit, bukan pangeran”

”oppa, apa yang sedang kau bicarakan ?” tanyaku bingung

Bukannya menjawaab pertanyaanku , malah dia yang bertanya lagi

“jae shin ah , kalau kau bisa jadi tokoh dalam dongeng, kau ingin menjadi siapa ? cinderella ? snow white? Jasmine ? atau si putri duyung cantik Ariel ?tanya jong in oppa lagi

“aku ingin menjadi , ‘Gadis Bertudung Merah’ “  jawabku enteng

 Spontan jong in oppa menoleh kepadaku ”kenapa ? tak ingin jadi putri ?”

”putri adalah sebuah gelar yang didapat dari sebuah garis keturunan, dan pasti keluargku akan membatasi seluruh hidupku, mulai dari teman sampai jodoh , dan seperti yang oppa katakan tadi, dan aku pikir itu akan menyebalkan”

“lalu si gadis bertudung merah ? ” komentarnya lagi
“oppa , tidakkah kau lihat dia gadis yang baik , dia rela melewati hutan yang berbahaya hanya untuk menemui neneknya dan membawakan kue ?

“memangnya oppa sendiri ingin menjadi apa ?” tanyaku

Dia menghela nafas lagi “kalau kau ingin menjadi gadis bertudung merah , aku akan menjadi serigala”. Jawabnya datar

berarti kau ingin membunuhku dan nenek ?” tanyaku heran

Jong in oppa diam tak menjawab pertanyaanku, “kau pernah dengar cerita ‘the red hooded girl untold story’?

Aku belum pernah mendengarnya, aku hanya pernah mendengar kisah aslinya saja,

memangnya ceritanya seperti apa oppa,?” tanyaku penasaran

“sebenarnya serigala itu tidak jahat jae shin, serigala itu menyukai si gadis bertudung merah sejak lama,dan setelah mengetahui si gadis bertudung merah akan melewati hutan untuk menemui neneknya, serigala itu menculik si nenek dan menyembunyikannya, dengan harapan , si gadis bertudung merah akan menemuinya, dan serigala itu selalu berharap dia akan menjadi manusia tampan dan suatu saat dapat bersanding dengan gadis itu” ceritanya panjang

oppa, kau tidak sedang mencurahkan isi hatimu kan ? tanggapku

Jong in oppa hanya menjawab tanpa menoleh padaku “tidak , memang benar ceritanya seperti ini”.

“lalu endingnya bagaimana oppa ?”

“serigala itu mati karena melindungi si gadis dari serangan singa si raja hutan” ucap jong in oppa dengan nada sedih

“menyedihkan sekali, jadi ini tentang cinta yang terbalas oppa ?”  tanggapku

“tidak , justru serigala itu berbahagia, dengan menyelamatkan hidup si gadis, ia akan selau diingat oleg gadis itu dan setidaknya dia sudah menyerahkan hidupnya yang berharga untuk orang yang lebih berharga”

Kai POV

Mungkinkah aku benar benar menyukainya ?

Pertanyaan itu sukses bergema berulang ulang di sana, di dalam hatiku.

Apa aku kurang mempesona di matanya ? apa sebaiknya kukatakan kalau aku menyukainya ? lalu bagaimana kalau dia sudah memiliki seorang kekasih ? apa sebaiknya kutanyakan dulu ?

Aku bukan tipe orang yang bisa memendam sesuatu dalam hatiku terlalu lama, aku juga tidak bisa berdiam diri ketika orang lain bertindak tidak adil padaku , pokoknya , aku selau mengungkapkan apaun yang aku rasakan .

Hmm.. Mengungkapkan cinta ? bahkan aku sendiri tak tahu berapa kali aku mengatakan cinta kepada para gadis , dan hasilnya , mereka selau menjawab ‘iya’.

Tapi kali ini berbeda, sejak kapan mengungkapkan cinta jadi hal yang sulit dalam hidupku ?

Baiklah aku akan bertanya saja, daripada aku mati penasaran nantinya

 “jae shin ah , kau tidak memiliki kekasih?”

tidak , memangnya kenapa ?” jawabnya tanpa menoleh padaku

Ini berita bagus untukku

“pasti kau menolak semua laki laki yang mengatakan cinta nya padamu? Iya kan ? tanyaku mengintrogasi

Masih dengan ekspresi datarnya, menjawab pertanyaanku “tidak juga, yang menyatakan cinta saja tidak ada , siapa yang aku tolak ? , mungkin kalau ada yang menyatakan cintanya padaku , aku akan mempertimbangkannya”

jae shin ah, ”  . panggilku pendek

hmm,” jawabnya tak kalah pendek

“aku, aku,aku menyukaimu” ucap ku gugup

iya, aku sudah tahu”. Jawab gadis itu dengan ekspresi datar.

mwo ??? , jadi kau sudah tahu selama ini ?.jawab kai gugup

Bwahahaha ,,

Tawa gadis itu meledak akhirnya,

oppa kau bercanda kan ?”  tanyanya lagi

Aku pun menjawab mantap“tentu saja tidak , aku serius,

“tapi aku bercanda, “jawabnya singkat

Ini Pertama kalinya dalam hidupku,aku malu setelah menyatakan cinta.

Memangnya ada gadis yang setelah mendengar lelaki tampan sepertiku menyatakan cinta tapi  tak bereaksi apapun ?

Jawabannya ada, dia Kim Jae Shin.

Author POV

Beratus ratus kilometer dari Kangwon-do  …

Seorang wanita paruh baya yang sedang duduk gelisah di sebuah restoran jepang, yang sepertinya sedang menunggu seseorang, dengan mengenakan mantel tebal, kacamata hitam dan syal besar yang hampir menutupi setengah wajahnya.

Tak berapa lama, seorang lelaki berperawakan tinggi  lengkap dengan jas kantor yang masih ia kenakan datang menghampiri wanita paruh baya itu dan segera duduk didepannya,

“jin youngie, bagaimana kabarmu nak , ?”

”seperti yang bibi lihat, aku baik baik saja,tapi apa yang bibi lakukan disini ?”tanya jin young

 “jin youngie, bagaimana kabar jae shin dan joonmyeon ? mereka baik baik saja kan ?”  bukannya menjawab pertanyaan jin young ,tanya wanita paruh baya bermarga Kim itu justru bailk bertanya

“mereka baik baik saja bibi, jae shin sudah mulai bekerja di kantorku , dan joonmyeon sekarang sedang sibuk di ilsan, aku baru bertemu dengannya kenarin lusa,”

“bibi, jawab dulu pertanyaanku, kenapa kau malah ingin bertemu denganku dan  bukan dengan jae shin atau joonmyeon?” desak jin young lagi

bibi, sebenarnya apa yang sedang terjadi , kenapa kau meninggalkan korea dan pergi kesini ?” tanya lelaki berjas itu, Jung Jin Young.

Banar sekali wanita itu adalah Kim Eun Hee, ibu dari jae shin dan joonmyeon , dia tahu kalau jin young sedang mengunjungi jepang untuk melakukan sebuah pertemuan dengan suaminya yang sekarang ini.  Jo Seung Mo

“jin youngie, kau tahu presdir Jo kan ? dia suami bibi yang sekarang ,”

“mwo ?? bibi ,sebenarnya apa yang sedang terjadi ? aku benar benar tidak mengerti,” tanya jin young yang masih bingung

“jin young ah, bibi benar benar sedang dalam keadaan terdesak sekarang, aku akan menceritakannya lagi nanti , pokoknya , bibi tidak bisa menemui joonmyeon dan jae shin saat ini, aku titipkan jae shin padamu, bibi pergi dulu, lain kali, aku akan menemuimu lagi,dan juga , jangan katakan apapun pada jae shin dan joonmyeon, termasuk pertemuan kita hari ini “ pesan Kim Eun hee pada lelaki itu

“ sekarang aku harus pergi ,bibi hanya ingin memastikan keadaan mereka berdua,kau juga , jaga dirimu baik baik, oh iya dan juga, kalau kau bertemu dengan bibi nantinya , pura pulah kau tidak mengenal bibi, jin youngie, bibi pergi” ucap Kim eun Hee sambil berdiri dan bersiap siap untuk meninggalkan restoran itu,

Lelaki yang sedang duduk di dalam restoran itu masih belum beranjak, masih memikirkan apa yang sedang terjadi , dan apa yang harus ia lakukan , kemarin lusa joonmyeon baru saja menceritakan kepergian eomma nya yang mendadak ke jepang untuk menikah, dan jae shin yang bersedih, semuanya , joonmyeon menceritakan semuanya, dan hari ini seorang tokoh utama yang telah di ceritakan joonmyeon , menemuinya tiba tiba dan mengatakan hal ambigu seperti ini.

“sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka ? dan juga , apa hubungannya dengan presdir Jo ?, aku harus mencari tahu” ucap jin young dalam hati.

-LCOLT-

Pagi pagi benar , jae shin dan jong in  sudah bersiap siap akan kembali ke seoul, jong  in benar banar menghabiskan satu hari penuh dengan jae shin.  Sampai di dalam mobilpun mereka berdua masih terdiam, tak ada yang memulai percakapan .

Kring.., dering hanphone joonmyeon memecahkan  kesunyian di dalam mobil itu.

Jong in menatap sekilas layar handphone nya dan menempelkannya di telinga kanannya “anyeong eomma , wae gereau?”

“baiklah, aku sedang di jalan sekarang, aku akan pulang nanti , memangnya ada apa ? tumben sekali,” ucap jong in dengan suara di sebrang sana,

“ne eomma, sudah ya , aku sedang menyetir, kututup sekarang”  jong in mengari panggilan itu dan meletak handphone nya di dashboard mobil.

Jae shin memutuskan untuk tidur selama di perjalanan, mobil pun melaju kencang , hanya jong in yang sedang menyetir dan memikirkan ibunya, menerka nerka apa yang akan ibunya lakukan lagi, jong in hampir tidak pernah pulang kerumah sejak empat bulan yang lalu, ibunya tak pernah mengijinkannya untuk meninggalkan rumah apalagi bekerja di cafe itu, ibunya memaksa jong in untuk meneruskan perusahaan ayahnya dengan meneruskan studinya di jurusan menejemen, tapi ia tak menginginkan hal itu, cita citanya sederhana , ia hanya ingin menjadi Barista terkenal , tapi ibunya selau menganggap keinginan jong in adalah sesuatu yang konyol dan tidak patut untuk diperjuangkan, bahkan jong in pernah cuti dari kampus tanpa sepengetahuan ibunya dan pergi ke Amerika selama beberapa bulan untuk mengikuti kursus Barista dengan menggunakan tabungan yang di kumpulkannya.

Akhirnya jong in bertemu dengan joonmyeon dan mengajaknya untuk bekerja sama, pada saat itu jong in benar benar pergi dari rumah, tak menghiraukan ibunya yang terus mengomel , sampai dua tahun berjalan, ibunya tak bereaksi apapun , sepertinya memang ia sudah lelah mengurusi anak lelakinya itu, tapi hari ini tiba tiba ibunya menelfon dan menyuruhnya untuk pulang.

“jae shin ah, kita sudah sampai,” jong in membangunkan jae shin pelan, mereka sudah ada di depan rumah jae shin sekarang.

“oh benarkah ? “ gumam jae shin sambil mengerjap ngerjapkan matanya,

Setelah turun jae shin pun mengucapkan terimakasihnya pada sang supir tampan yang telah menemani hari nya kemarin.

Tiga puluh menit perjalanan, jong in pun sampai di dirumahnya, rumah ini tak berubah sama sekali sejak kunjungan terakhirnya.

“ah, apa yang akan di katakan eomma, disana ada mobil Jin hee noona juga,”  gumam jong in ketika memasuki halaman rumahnya. Tanpa aba aba, jong in segera turun dan memasuki rumah, diruang tamu dilihatnya kakak perempuan dan ibunya sedang berkumpul disana,

“jong in ah, kemarilah, ” titah kakak perempuan jong in, dan ibunya justru diam tak bereaksi

Jong in segera duduk di depan ibunya dan kakak perempuannya,

“kim jong in, eomma rasa kau sudah cukup lama bermain main di luar sana , sekarang pulanglah dan turuti apa kata eomma,”  nyonya kim akhirnya mengeluarkan suara

Jong in hanya terdiam menatap lurus ke manik mata ibunya, “apalagi yang akan dilakukan eomma ?” , ucapnya dalam hati

“ini, pergilah menemuinya untuk kencan buta besok, dia adalah putri dari presdir Kang,calon istrimu  jangan membantah dan lakukan apa yang eomma katakan” ucap nyonya kim sambil menyodorkan sebuah foto seorang gadis ke hadapan jong in

“kalau eomma suka padanya, kenapa eomma saja yang pergi ?” berontak jong in akhirnya

“jong in , jaga bicaramu pada eomma !!” kini Jin hee berkomentar

“jin hee ya, kau lihatkan adik kesayanganmu ini sudah berani membentak eomma , semakin kubiarkan, anak ini semakin berulah !” ucap nyonya kim pada anak perempuannya.

“eomma, berhentilah mengatur hidupku lagi, aku akan menikah dengan orang yang aku cintai” ucap jong in

“hei Kim Jong In , jangan mengatakan sesuatu yang membuat ibu tertawa , apa , cinta ? sejak kapan kau mengurus hal semacam itu ?” jawab nyonya Kim ketus

Tanpa menghiraukan panggilan kakak perempuan dan ibunya , Jong in segera naik ke atas menuju kamarnya,

“kim jong in , lihat saja , eomma akan membuatmu menuruti semua perkataanku, bagaimanapun caranya” gumam nyonya kim tanpa sepengetahuan jong in

Kai POV

Ternyata benar prediksiku , eomma berulah lagi , tahu begini , seharusnya aku tidak pulang tadi , jin hee noona juga , kenapa malah membela eomma ?.  aku memang berbeda dengan noona , noona menuruti semua apa yang dikatakan eomma, sampai pernikahan pun , eomma yang mengatur, dan aku tahu hidup noona tak bahagia, tapi seolah eomma buta dan tidak melihat kesedihan yang hanya melihat mata noona saja tahu , kalau perempuan itu tidak bahagia, aku sangat dekat dengan noona, mungkin eomma menyuruh Jin Hee nonna kemari untuk membujukku agar mau menuruti perkataan eomma .

Aku tak mau mendengar eomma mengomel lebih lama lagi , aku segera berdiri dan berjalan menaiki tangga menuju kamarku,

“jong in, eomma menyesal membiarkanmu bermain main di cafe itu, kau jadi berani bembantah eomma seperti ini,” masih dapat kudengar omelan eomma , segera ku arahkan kedua telapak tanganku ke kedua telingaku, aku benar benar tak mau mendengarnya lagi.

Kututup pintu kamarku asal dan segera membaringkan tubuhku ketempat tidur , tak lama kemudian kudengar pintu di ketuk dari luar,

“hei Kim Jong In , buka pintunya , ini noona , biarkan noona masuk”  ucap Jin Hee noona lembut

“masuklah, aku tak mengunci pintunya” jawabku singkat,

Aku masih tengkurap di atas ranjang dan tidak menghiraukan kedatangan Jin Hee noona, yang dapat kurasakan ia sedang duduk di ranjang, tepat di sampingku.

jong in ah , bersikap baiklah pada eomma, ayolah, kau hanya cukup menuruti apa…, “ucap Jin Hee sambil membelai lembut rambutku, yang segera kupotong.

“noona , kalau kau mau membujukku untuk mengikuti apa yang akan dikatakan eomma, lebih baik noona keluar saja, noona , dengarkan aku, aku tak mau jadi boneka eomma sepertimu dan mengorbankan kebahagian dan menukarnya dengan penderitaan, “ ucapku ketus pada Jin Hee noona

“jong in , apa yang kau maksud , siapa yang menjadi boneka eomma, aku bahagia selama ini bersama Tae Woo oppa,” bela Jin hee noona,

“noona , kau tak perlu korbankan kebahagiaanmu untuk eomma, kalau kau terluka katakan saja, aku bisa melihatnya dari matamu,aku juga tahu, suamimu belum pulang kan dua minggu ini ?,”  ucapku selembut mungkin agar tak membuat hati noona semakin sakit

“tapi aku percaya padanya jong in , kami juga sudah memiliki Jin woo, aku yakin dia pasti mencintaiku,”  bela Jin Hee noona yang kulihat matanya kini mulai berkaca kaca.

“sudahlah noona , mari kita berhenti membicarakannya, aku tak mau noona menangis lagi, oh iya , kemana keponakanku yang tampan itu, aku merindukannya, “ ucapku mengalihkan pembicaraan , aku tak mau mengorek luka noona lebih dalam lagi.

“dia sedang tidur di kamarnya” jawab noona singkat

Aku segera bangkit dari tempat tidur menuju pintu, Jin Hee noona mencegahku keluar , mungkin dia tahu apa yang akan aku lakukan

“jong in jangan ganggu dia, dia baru saja tidur,” pinta jin hee noona

“suadahlah noona , tak apa” balasku

Aku segera menuju kamar jin woo dan meninggalkan noona sendirian, dia kim jin woo, keponakan ku satu satunya, marganya kim, sama dengan marga keluarga kami , marga suami noona juga, entahlah , aku juga heran sekali, kenapa banyak sekali keluarga bermarga kim di negara ini, kim jong in, kim min seok, kim joonmyeon, kim jae shin, dan kim…, ah tunggu dulu, kim jae shin ? kenapa nama itu muncul lagi dalam fikiranku ?

Sampai di depan kamar jinwoo, aku mendengar isak tangis seorang anak yang terdengar dari luar, tanpa mengetuk pintunya ,aku segera masuk kedalam

“jin woo ya, samchon datang “ kuhampiri balita berusia empat tahun yang kini telah di banjiri air mata dipipinya.

“hei , kenapa jagoan samchon menangis eoh ?  “ ucapku sambil menyeka air matanya.

“aku merindukan appa , kenapa appa lama sekali tidak pulang, hiks..hiks..” ucapnya terbata bata dalam tangisan

Hatiku sakit mendengarnya, sangat sakit, kenapa harus jin woo juga yang menderita, anak kecil ini hanya butuh kasih sayang dari ayahnya, tapi apa yang terjadi ?

“hei jin woo ya, appa sedang bekerja , kau tahu kan appa bekerja untuk membeli seri robot Autobots optimus prime dan kawan kawannya untukmu, appa akan segera pulang, ” hiburku untuk menghentikan tangisan anak itu.

“tapi aku ingin Megatron dan kawan kawannya samchon, aku tak mau yang itu lagi,” ucapnya polos,

“ya sudah , pokoknya itu, jadi jangan menangis lagi eoh ? , bukankan disini ada samchon yang lebih tampann dari appa ? kau tak usah bersedih” hiburku sambil menyeka air mata di pipi nya

“aigoo, jin woo ya, kenapa kau sangat tampan eoh ?, kau akan berubah jadi jelek kalau kau menangis, kemarilah, “ kupeluk lembut tubuh kecilnya  dan kucium pipi chubby nya sekilas

 

Jae Shin POV

Pagi ini begitu cerah, sepertinya sang mentari sedang berseri seri hatinya , sebuah suasana yang indah untuk mengawali hariku, jam delapan pagi, aku mulai berjalan menuju halte bis untuk menuju kantor.  Butuh waktu 30 menit untuk menuju ke kantor , mengingat jarak dari rumah ke kantor yang cukup jauh. Sampai di kantor aku segera memasuki lobi dan bertemu dengan Young in , karyawan pertama yang aku kenal di kantor ini, meja kerja kami pun berdekatan.

“Young in ssi, “ panggilku pada gadis yang berjalan tepat didepanku,

“wah , karyawan baru sangat rajin rupanya, “ tanggap gadis bermarga Han itu

“bukankah aku juga harus meniru senior ku yang rajin ini ?” gadaku

Kami mamasuki  lift berdua sampai lantai empat tempat ruangan kerja kami berada , betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita yang sangat tidak asing,

“Han Ji Ae, apa yang kau lakukan disini ?” tanyaku terkejut

Wanita di hadapanku pun tak kalah terkejutnya denganku,

“Kim Jae Shin , seharusnya aku yang bertanya,   apa yang kau lakukan di tempat kerjaku ?, oh tuhan , apa dosa yang telah ku perbuat , kenapa aku harus bertemu dengan wanita ini lagi” ucapnya ketus

Memori memori yang telah lama terhapus , kini kembali lagi , aku masih terdiam mengingat ingat kejadian itu.

“jadi kau , karyawan spesial yang di wawancarai langsung oleh jin young oppa, ? heol, aku tak menyangka, bagaimana caramu merayunya eoh ? “ bentak nya tepat di hadapanku,

Oh tidak,Han Jin Ae , kau tidak tahu apa, semua orang sedang memandang ke arah kita berdua, aku tak menyangka , takdir mempermainkan hidupku lagi.

“Jin Ae ya, mari kita tidak membawa urusan pribadi disini, aku hanya ingin bekerja dengan tenang ,” jawabku dengan ekspresi biasa saja menahan emosi

“mwo ? bekerja dengan tenang, justru kau yang mengusik ketenanganku, awas saja kalau kau menggoda jin young oppa, aku tak akan tinggal diam, “ ucapnya berapi api

Kalau saja aku sedang tidak di kantor sekarang , sudah ku tarik rambutnya itu dari tadi , menyebalkan sekali. Aku hanya sanggup mencaci dalam hati.

Young In hanya menatapku heran ,dengan tatapannya seolah dia sedang bertanya “apa yang terjadi”.

“jae shin ah , ayo kita pergi , sebaiknya kita tidak berurusan dengan Ji Ae, “  bisik Young in kemudian

“apa yang terjadi disini, kenapa pagi pagi seperti ini sudah ribut ?” muncul Jin Young oppa tiba tiba,

“oppa, jadi ini gadis yang sudah menggodamu ? “ ucap Ji Ae yang kini sudah bergelayut manja di lengan Jin Young oppa.

“siapa yang kau maksud, Ji Ae , kembalilah ke mejamu, jangan mengganggu Jae Shin , dan semua nya cepat kembali ke tempat masing masing,”  perintah Jin Young pada semua orang

“ingat ya , urusan kita belum selesai, “Ji ae berjalan menabrakku dan membisikkannya   tepat di telingaku

“jae shin  ssi , apa yang kau lakukan disitu, cepat kembali ke mejamu,”perintah padaku yang masih membeku di tempat

“ne sajangnim,” aku segera membungkuk sopan dan berlalu meninggalkan tempat itu

“Han Ji Ae, bencana apalagi yang akan kau timbulkan kali ini…………

To Be Continue……

-LCOLT-

“Mian buat para reader , karena post yang ini keluarnya agak lama, setelah melihat kolom komen yang semakin hari semakin sepi, ikma jadi bingung , ni ff mau di lanjut apa nggak ?

Tapi insyaalah lanjut kok, hanya aja mungkin post nya agak lama, gak pasti satu minngu atau lebih ,

ceritanya nih kemarin chapter 2 gak sengaja kehapus jadi ikma post lagi deh

Dengan daya dan upaya author dalam menulis cerita, ikma hanya berharap para pembaca untuk tidak menjadi siders, it’s just for respecting one another,

With love , Ikma “

 

11 responses to “LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER CHAPTER 3

  1. dilanjut ikma >< aku pasti akan nunggu dan baca kok 😉 jangan khawatir :*
    aku tunggu part berikutnya okaiii ❤

  2. Banyak cast baru yg muncul dan konflikpun mulai bermunculan dari acara perjodohan, iri terhadap yg laen dan masalah rumah tangga,,,hemmm seru chingu
    semoga aja jae shin mau ngebuka hatinya buat kai supaya mereka bisa bersatu dan kai batal dijodohin
    semangat chingu nerusin ff ini aku setia untuk nungguin dan baca ff ini kok

  3. Lanjut dong… Masa berhenti di tengah jalan.
    Ffnya daebak! Jong in jadi manja kayak anak2 XD waktu ke panti…
    Eommanya jong in beneran tega ngorbanin kebahagiaan anak2nya…
    And eommanya jae shin itu kenapa sih?
    Chap ini penuh dengan misteri masa lalu(?) Jae shin and jong in..
    Penasaran ama nextnya! Kee writing!!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s