Time To Have A Baby! – SangHun’s Story Series by bluelu bird

PicsArt_1417327247393[1]

| Title : Time To A Have Baby! | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun <OC> , Oh Sehun <EXO> , etc | Genre : Romance, Marriage life , Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby!

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

                                                                                                                                    

Enjoy reading~

.

We have to wait. But I got a feeling, it’s time to have a baby”

.

.

 

Sehun melangkahkan kakinya santai menyusuri perusahaan besar yang tidak lain dan tidak bukan miliknya itu. Oh, jika kalian kira Sehun akan dengan ramahnya menyapa orang-orang di sana kalian salah. Karena Sehun di umurnya yang menjelang kata tua, masih menjunjung tinggi image cold nya. Ya, kecuali di depan Sang eun dan orang terdekatnya.

“Kau bertingkah seperti es balok lagi, huh?” Sang bum yang berjalan di sebelah Sehun mencibir pelan pria itu. Sehun hanya menggedikkan bahunya sekilas tanpa menoleh ke arah Sang bum.

“Kita bicara di ruanganku, hyung”

“Anak sialan”

-SangHun-

Okay. Sekarang urusan bisnis kita sudah selesai. Dan.. aku tidak akan memaafkanmu lagi jika kau berani bertingkah seperti tadi lagi. Kupastikan kau akan diceraikan Sang eun saat itu juga” Sehun membelalakkan matanya ke arah Sang bum yang kini tersenyum miring seakan puas akan reaksi adik iparnya. Tapi beberapa detik kemudian senyum itu lenyap karena melihat reaksi Sehun yang kembali datar.

“Tidak akan. She loves me more than that you know, hyung”

“Sang eun akan dengan senang hati menendangmu keluar dari hatinya. Dia gadis yang kuat baik batin maupun fisik. You know that, Oh Sehun” Benar. Apa yang Sang bum katakan 100% benar. Jika sudah terlampau marah gadis itu tak akan segan-segan menendang siapapun dari hidupnya. Catat, siapapun itu.

“I won’t”

“Good boy” Sang bum menyeringai senang saat merasakan dirinya menang akan perdebatan kecil mereka. Oh, adiknya memang senjata yang tepat untuk melawan Sehun. Ya, meskipun gadis itu kuat tapi dia tidak akan menendang keluarganya dari hatinya. Sepertinya Sehun terlalu mencintai Sang eun sampai tertipu oleh Sang bum.

“Oh, dimana dia sekarang?”

“Siapa?”

“Sang eun. Tapi aku sedang tidak berbicara padamu, hyung”

“Oh, dia. Aku ingin memberitahumu tapi sepertinya kau tidak tertarik” Sehun menaikkan sebelah alisnya, lalu menatap heran pria itu.

“Dimana dia?”

Well, dia sedang bermain bersama Sera di taman. Hitung-hitung mengisi waktu kosongnya, karena semua pasiennya sudah tertangani”

“Sial. Kenapa dia tidak mengajakku?” Sang bum menatap garang Sehun yang hendak pergi. Tentu saja pergi menghampiri istrinya.

“Hey, jangan bilang kau akan menghampiri mereka? Kalian akan mengotori otak Sera dengan tingkah dan ucapan kalian” Sehun mengabaikan ucapan Sang bum dan berlari pergi meninggalkan ruang kerjanya.

“Aku harap otak anak kesayanganku akan baik-baik saja nanti”

SangHun-

“Aunpie! Antik!” Sang eun terkekeh geli saat mendengar ocehan lucu anak perempuan berumur satu tahun yang tengah duduk manis sambil mengacungkan dua jempoolnya dengan wajah berbinar. Sera yang merengek memintanya untuk mengajaknya ke butik dan memilihkannya dress cantik. Oh, jangan lupakan pipi tembam Sera yang begitu menggemaskan.

“Aunti cantik atau antik, hemm?” Sera tampak berpikir sambil mendongakkan kepalanya. Lalu menatap polos Sang eun dengan mata bulatnya.

“Caaaan.. ik!” Sang eun lagi-lagi terkekeh geli saat mendengar ocehan Sera yang begitu menggemaskan. Tentu saja dia mengerti maksud keponakan kecilnya, hanya saja dia ingin menggoda Sera.

“Nyonya terlihat begitu cantik dengan dress itu” Sang eun tersenyum ramah, lalu menatap pantulan dirinya di cermin. Dress bewarna hitam panjang yang membuatnya tampak begitu anggun.

“Tapi aku rasa tidak akan memakainya di acara apapun”

“Unjukan pada uncleee saja!” Sera meneriakkan suaranya pada Sang eun dengan terkikik geli. Hanya menunjukkannya pada Sehun? Bukan ide yang buruk. Sekali-kali bertingkah manis untuk suaminya, bukankah itu bagus?

“Okay. Auntie akan membelinya karena ini pilihan Chubby Se dan auntie akan memakainya di depan uncle saja” Sang eun mengedipkan sebelah matanya pada Sera. Lalu mengganti bajunya dan menggendong Sera ke kassa.

Beep beep

“Pon.. pon!” Sera memekik senang saat mendengar dering handphone Sang eun. Sang eun dengan hati-hati mengambil handphonennya.

My beloved husband, Oh Sehun

Oh, tentu bukan Sang eun yang memberi nama kontak seperti itu untuk Sehun. Sehun sendiri yang melakukannya. Dan mengancam Sang eun agar tidak mengganti nama kontak Sehun.

Baby Se tunggu sebentar, okay? Uncle menelfon” Sang eun meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Lalu dengan patuh Sera diam dan mengikuti Sang eun meletakkan jari telunjuknya di depan bibir mungilnya sendiri.

“Halo?”

“Halo dear. Kau dimana? Kata hyung kau di taman bersama Baby Se, tapi aku tidak menemukan kalian”

“Oh, aku sedang membeli sesuatu. Eum.. Kita bertemu di cafe dekat taman bagaimana?”

Okay. I’ll be there soon”

“Uncleeee!” Suara menggemaskan Sera terdengar di sambungan telinga Sehun. Sang eun tidak marah, dia malah tersenyum geli karena tingkah aktif Sera.

Oh, Baby Se? Do you miss me, hemm? Your handsome uncle miss you” Sang eun menyalakan speaker agar Sera dapat berbincang leluarsa dengan Sehun selagi gadis itu menggendong Sera dan membayar belanjaannya. Sang eun sempat memutar matanya sekilas saat mendengar ucapan percaya diri Sehun. Oh, Sehun akan mengotori pikiran Sera.

“Miss.. uncle! Sela miss too!” Sehun terkekeh geli mendengar ocehan asal Sera yang ingin mengatakan bahwa ia juga merindukan pamannya itu. Bahkan Sang eun dan penjaga toko pun ikut terkekeh geli dan gemas melihat tingkah Sera.

Baby Se, sudah dulu ya. Kita matikan telfonnya. Kita akan menemui uncle nanti, okay?” Sang eun mengambil lembut handphone di genggaman Sera.

See you later, dear”

“Eum..” Sang eun mematikan sambungan telfon mereka. Lalu mengambil belanjaannya dan membenarkan letak Sera dalam gendongannya.

“Let’s go to uncle!”

“Gooooo!”

.

.

“Pelan-pelan Baby Se!” Sang eun mengelap bekas susu yang belepotan di sisi bibir Sera. Sera sangat menyukai susu. Bahkan saat susu yang mereka pesankan untuk Sera datang, gadis kecil itu langsung menyedotnya habis melalui sedotan kecil.

“Kenapa tidak kau saja yang menyusui Baby Se?”

Pleetak

“Kau gila! Aku belum punya asi! Lagipula ini tempat umum” Sehun menatap polos Sang eun dan Sera bergantian. Pria itu menganggukan kepalanya setuju.

“Benar. Aku tidak boleh membiarkan pria lain melihat-“ Sang eun menendang keras kaki Sehun sebelum pria itu melanjutkan kalimat gilanya, apalagi di depan Sera. Sera menatap bingung bibi dan pamannya bergantian.

“Aunpie ma uncle, seang apa? Sela ikut!” Sang eun tersenyum kikuk pada Sera yang berkata polos, tentu gadis kecil itu tidak mengerti apa yang bibi dan pamannya sedang lakukan. Dan Sang eun tidak mau Sera tahu.

Baby Se, kita pulang ya?”

“Oh, secepat itu?” Sang eun mendelik kesal ke arah Sehun.

“Aku tidak mau Chubby Se terkontaminasi dirimu” Sehun menatap Sang eun tidak terima.

“Aku-“

“Stop it! I have a gift for you. So, let’s go home now. Dan sebelumnya kita harus mengembalikan Baby Se dulu”

“Deal!”

-SangHun-

“Kau bilang mau memberiku hadiah tapi malah menyuruhku menjaga Baby Se setelah baru saja kita mengantarkannya pulang?”

“Aku memang menyuruhmu begitu. Jam delapan kau baru boleh pulang. Lagipula kalau tidak mau ya-“

“Okay! Jam delapan aku datang” Sehun melajukan mobilnya menjauhi rumah mereka, baru dua meter mobil Sehun melaju, mobil pria itu mundur lagi dan berhenti di depan Sang eun.

“Apa lagi?” Sang eun menatap heran suaminya yang kini melongokan kepalanya ke luar jendela.

Chup

“Sudah. Aku akan pergi sekarang. Wait for me, dear” Setelah mencium kilat bibir Sang eun, Sehun benar-benar melajukan mobilnya meninggalkan rumah mereka.

“Okay. Let’s get started!”

-SangHun-

Sang eun menata kembali makanan di meja. Mengecek makanan yang sudah tertata rapi di meja. Yang perlu dilakukannya tinggal menunggu Sehun datang dan melihat reaksi pria itu.

Ceklek

Sang eun dapat melihat Sehun yang kini memakai kemeja putih dalam balutan jas abu-abu dan jangan lupakan dasi hitam polos yang dipasang di antara lipatan kerahnya. Melihat dari rambut pria itu yang basah, Sang eun bisa mengatakan pria itu habis mandi. Ah, pasti Sehun sudah mengantisipasi penampilannya malam ini. Dan well pria itu tampak menakjubkan.

“Halo, de-“ Sapaan Sehun terpotong saat pria itu melihat Sang eun yang kini tersenyum manis padanya. Mulut pria itu bahkan membuka lebar melihat penampilan istrinya. Dress hitam panjang yang dipakainya membuat istrinya tampak begitu cantik dan anggun.

Sehun menghampiri Sang eun dan memeluk erat pinggang gadis itu. Dia terkagum pada istrinya sendiri

“You look so wonderful tonight” puji Sehun.

“Do you like it? Baby Se yang memilihkan dress nya untukku”

“Oh, aku harus berterima kasih padanya. Dan menyuruhnya memilihkanmu baju setiap hari” Sang eun terkekeh geli mendengar ucapan Sehun.

“Apa kau sekarang pamer kekayaan Mr. Oh?”

Well, you’re just too beautiful ” Mereka berdua tertawa mendengar ucapan Sehun yang diucapkan dengan nada yang dibuat-buat.

Keduanya duduk berhadapan di meja makan. Makan hidangan yang sudah Sang eun siapkan dalam diam. Oh, rasa hidangan itu tidak perlu diragukan lagi. Sang eun sangat lihai memasak.

“Aku rasa baby Se akan senang jika punya teman bermain” ujar Sehun hati-hati. Sang eun mengerutkan alisnya sejenak. Mencoba menangkap perkataan Sehun.

I want to have baby” ujar Sehun kemudian.

Me too” Sang eun tersenyum lembut pada Sehun. Meyakinkan pria itu bahwa ia sama sekali tidak menentang niatannya.

We have to wait. But I got a feeling, it’s time to have a baby” sebut saja itu insting Sehun. Sehun merasa dirinya akan menjadi ayah sebentar lagi. Sang eun tersenyum manis melihat sisi dewasa seorang Sehun.

I hope so”

***

Halo~

Gak tau ini apa .-.

Untuk kayak gimana si Baby Se or Chubby Se alias si kecil Sera dan kayak gimana penampilan Sang eun bisa bayangin sendiri. Karena imut sama cantik kan relatif, hehe

Maaf banyak kekurangannya

Thanks for reading~

Regards,

bluelu bird

105 responses to “Time To Have A Baby! – SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s