Amour, Obsede (Trying)

ao

Trying

Rating : +17

Genre : Psychology-thriller, Dark Romance, Angst, Tragedy

Start : A, how it all started, https://saykoreanfanfiction.wordpress.com/2014/11/30/16946/

She could escape from Kim Jongiin. She could go out from this hell, from this nightmare.

————

Black Mercedes itu memasuki perkarangan gedung mewah setelah menempuh jarak 100km lebih per-jam. Dia tahu bahwa dia telat hampir satu jam lebih, dan salahkan Song Jiyoon karena gadis itu penyebab utama dia datang terlambat hari ini.

Penjaga pintu membukakan pintu mobilnya dengan penuh sopan santun, well, setidaknya dia tidak perlu memarkirkan mobil kesayangannya tersebut di gedung parkir yang akan memakan waktu lebih lama lagi. Selalu ada ‘Parkir khusus Dewan Direksi’ tepat di depan gedung.

Jongin berjalan sedikit terburu-buru memasuki gedung bertingkat 50 tersebut, meskipun tidak akan ada yang berani memarahinya, disiplin merupakan ciri khas utamanya sejak dulu. Tapi, seseorang menabrakkan dirinya ke tubuh Jongin dan membuat pria itu reflek menyangga tubuh orang itu. Jongin menatapnya sebentar, kemudian ketika melihat raut wajah nya, Jongin tahu bahwa gadis ini sengaja melakukan itu. oh ayolah, dia tidak punya waktu untuk berbasa-basi seperti ini. dengan segera dia melepaskan sanggahannya.

“Maafkan kecerobohanku, pak!” ucap karyawan wanita itu dengan nada khawatir tapi masih dibuat manis.

Jongin hanya menghela napas kesal kemudian mengucapkan “ya, tidak apa-apa.” Sebelum pergi begitu saja dari gadis itu, yang beberapa temannya menyaksikan di belakang dengan senyum gembira karena gadis itu gagal dan kalah telak untuk mendapatkan nomor telepon Direktur paling tampan dan sexy yang pernah mereka temukan. Persaingan kali ini tidak di menangkan oleh siapa-pun setidaknya.

Siapapun yang bisa memiliki Kim Jongin adalah orang paling beruntung di-dunia. Begitu-lah kesimpulan yang ada diotak hampir seluruh perempuan yang pernah melihatnya. Dari segi fisik, harta, moral, tidak ada yang kurang sedikitpun dari pria muda itu.

Well, mungkin kekurangannya hanya satu dan tidak semua orang mengetahui ini. Dia tidak lagi tahu bagaimana cara menggunakan hati nurani-nya dengan baik.

———

Jongin melihat ke arah jam tangannya, 20 menit lagi waktu istirahat makan siang akan berakhir. Dia berpikir sebentar, kapan-pun pikirannya kosong, itu pasti berakhir dengan Song Jiyoon.

Dia tersenyum menyeramkan ketika mengingat gadis itu benar-benar tidak berdaya di bawah kuasanya.

Terakhir kali dia melihat gadis itu, dia tahu bahwa Jiyoon akan menjadi miliknya. Miliknya yang akan ia gunakan kapanpun dia senang, miliknya yang bisa ia mainkan ataupun ia rusak. Seolah-olah Jiyoon di tempatkan di bumi ini hanya untuknya. Dia bisa melakukan apa saja terhadap gadis itu dan tidak seorangpun yang bisa melindungi gadis itu dari-nya. Tidak akan ada seorangpun yang bisa membuat gadis itu pergi dari-nya.

“She is perfect, my perfect toy.” Dia bergumam sendirian. Dan kebutuhan untuk mengambil kunci mobilnya dan segera menemui gadis itu benar-benar dia perangi dengan susah payah. Setiap detiknya dia merasa ingin segera pulang dan bermain dengan gadis itu. Dan dunianya akan terasa indah setelah melihat gadis itu…tersiksa.

“Oh shit!” Pria itu reflek menyerapahkan itu ketika mengingat sesuatu. I didn’t feed her yet. Meskipun dia tahu bahwa Jiyoon tidak akan mati bahkan jika ia tidak memberikan makan 3 hari sekalipun, dia tetap memutuskan untuk berlari dari ruangannya dan meninggalkan kantor kebanggaannya tersebut.

—————

Dia memasuki ruangan yang di dalamnya seorang gadis langsung bergidik ngeri setelah menyadari kehadirannya dengan nampan yang berisi sepaket makanan dan minuman.

Is she afraid of me that much?

“Hallo, ma Cherie.” Dia mendekati gadis itu di sertai senyum malaikatnya. Gadis itu masih menatapnya dengan begitu was-was. Dia kemudian melepaskan lakban yang menempel lekat pada bibir gadis itu yang sedikit luka. Well, mungkin ciuman yang ia berikan terhadap gadis itu semalam begitu kasar, eh?

“Apa-lagi?” Jiyoon bertanya dengan suara yang bergetar sementara Jongin tersenyum mengejek menyadari kegugupan gadis di dekatnya.

Dia meletakkan asal piring dan mangkuk di atas tempat tidur Jiyoon, “eat that.” Perintahnya.

Jiyoon hanya menatap makanan yang disediakan Jongin, semuanya adalah favoritnya, tapi dia sama sekali tidak ingin makan. Bisa saja Jongin meletakkan racun ataupun obat pada makanannya yang bisa membuat ia menuruti semua kemauan pria tak waras itu. Tapi Jiyoon sama sekali tidak mengisi perutnya 2 hari terakhir. Jadi dia harus memilih untuk mati kelaparan atau mati keracunan.

”kau membuat tanganku tidak dapat bergerak.” Ingatnya.

Jongin tertawa, seperti itu benar-benar menggelitik indra pendengarannya. “Baiklah, aku akan melepaskanmu.” Dia membuka ikatan simpul pada tangan gadis itu sedangkan Jiyoon merasa lega dengan pilihannya kali ini. jika saja tadi dia memilih keras kepala dan tidak mau memakan itu semua ataupun melawan kemuan pria itu, Jongin pasti akan menyiksanya lagi, seperti yang selalu ia lakukan.

“Aku ingin mandi terlebih dahulu.” Pintanya halus. Keberuntungan di pihaknya sekali lagi. Jongin mensetujui hal itu dan mempersilahkan Jiyoon membersihkan tubuhnya. Dengan susah payah karena badan yang nyeri dan pegal setengah mati, gadis itu berhasil sampai di kamar mandi pada akhirnya.

Di dalam kamar mandi gadis itu terus berpikir. Apakah ada jalan kabur dari sini? Seperti dalam film-film penculikkan yang pernah ia tonton, kamar mandi adalah peluang kabur yang terbaik. Well, penderitaannya tidak akan berakhir jika dia tetap disini. Tapi kamar mandi ini hanya tertutupi dinding dan satu jendela kecil yang ditutupi tralis. Sekeras apapun dia memutar otak, dia tetap tidak menemukan jalan keluar. Tentu saja Jongin tidak akan mengizinkannya ke kamar mandi dengan begitu mudah jika tidak seketat ini.

Jiyoon melihat kearah kaca westafel yang memantulkan setengah bayangan dirinya. Memar berada hampir diseluruh bagian tubuhnya yang kelihatan. Dia betul-betul terlihat kacau balau. Bibir sedikit luka dan terdapat bekas merah jambu pada pipinya. Lengannya juga tak kalah nyala. Kemeja Jongin yang kebesaran dibadannya tentu memperlihatkan bekas-bekas hickey dan gigi Jongin. Ketika dia menanggalkan kemeja itu, dia dapat menyaksikan bagaimana bagian-bagian itu terlihat jauh lebih parah. Airmata hampir kembali tumpah dari mata indahnya. Tapi dia menahan itu dan memutuskan untuk melupakan semuanya.

Bisakah aku bersikap tenang sebentar saja? Aku pasti memiliki jalan untuk kabur. Aku yakin itu. Dia bergumam dalam hati seiring tetesan-tetesan air membanjiri tubuhnya yang kotor. Beberapa luka yang belum kering itu memang terasa semakin nyeri ketika air itu mencoba untuk membersihkannya.

Why her life is so terrible right now? Why her?

————-

Jongin membuka paksa pintu kamar mandi karena telah menunggu satu jam lebih. Gadis itu tidak mungkin kabur, kan? Tentu saja dia telah membuat keamanan dalam rumah ini tidak terjangkau oleh gadis bodoh itu.

Song Jiyoon hanya berdiri kaku didekat pintu. Handuk putih melapisi tubuh putih gadis itu hingga setengah paha. Air masih berjatuhan dari rambutnya yang basah. Dan dia terlihat agak kedinginan. Sementara Jongin memperhatikan dirinya dari atas hingga bawah secara seductive. Is she just teasing me?

“What the hell are you doing here?” tanya Jongin datar, kemungkinan dia akan kehilangan control sebentar lagi. Well, gadis ini selalu berhasil membuatnya naik darah.

“A…aku tidak memiliki baju ganti.” Balas gadis itu cepat, sedikit panic. Dia menunjuk ke arah kemeja pria itu yang telah basah karena percikan air. Sedangkan Jongin menatapnya dengan tatapan yang tak dapat ia simpulkan.

Beberapa saat kemudian Jongin membuka kancing kemejanya dengan terburu-buru, membuat Jiyoon kembali harus merasakan takut yang begitu parah. Dia semakin mengeratkan genggamannya pada handuk yang sudah basah tersebut, tanpa dia sadari kakinya bahkan mundur sedikit demi sedikit. Apakah Jongin akan memperkosanya lagi?

Jongin melepaskan kemeja biru mudanya dengan kasar, membuat tubuhnya hanya terlapisi kaos hitam tipis. Kemudian ia melemparkan kemeja tersebut kearah Jiyoon, “kau bisa memakainya.” Ucapnya datar. Jongin tidak tinggal disini, jadi wajar jika dia tidak memiliki persediaan pakaian apapun di rumah ini.

Pria itu sekali lagi menatap tubuh Jiyoon dari atas hingga bawah, demi langit dan bumi, tidak seorang-perempuan pun yang nyaman ditatap seperti itu oleh pria apalagi ketika badannya hanya dilapisi handuk yang basah. “Aku akan membeli baju-mu. Makanlah dan pastikan semuanya beres setelah aku kembali.” Perintahnya.

Jiyoon baru bisa bernapas dengan baik ketika punggung Jongin menjauh dari hadapannya.

Apakah dia meninggalkanku begitu saja?

Tanpa ikatan dan kurungan sama sekali?

Jiyoon menggenggam erat kemeja keluaran Armani tersebut. Dia segera melepaskan handuknya dan mengganti itu dengan kemeja biru muda milik Jongin, walaupun hanya mampu menutupi tubuhnya hingga seperempat paha.

Dia mencoba membuka pintu kamar tersebut dan membuatnya mengeluarkan senyum puas.

Apakah Jongin seceroboh ini?

Setelah keluar, dia berjalan-jalan melihat keadaan rumah ini. Lumayan besar dan tertata rapi, meskipun tampaknya ini merupakan rumah lama. Dia langsung berlari menuju jendela terdekat, meskipun rasa nyeri masih sangat menyiksanya. Keadaan diluar benar-benar sepi.

Apakah ada yang mendengar jika dia berteriak sekencang mungkin, haruskah dia mencoba?

Jiyoon berpikir sebentar dan berjalan kearah pintu keluar. Ketika dia mencoba mendorong salah satu pintu, dia terkejut bukan main karena pintu itu berhasil terbuka. Perasaan senang luar biasa tentu saja menyambutnya. She could escape from Kim Jongiin. She could go out from this hell, from this nightmare.

———-

 

293 responses to “Amour, Obsede (Trying)

  1. waahh apakah akan semudah itu??
    kalo sampe ketauan dan ketangkep sama jongin bakal tambah parah banget kan perlakuan jongin ke jiyoong nantinya. aduuuh ga tega jugaa

  2. Ciyee…Bisa keluar..
    Mudah2an bener2 bebas deh..
    Tapi please,, jgn minta bantuan ke ayah kmu ji..
    Sma pacar kmu aja..
    Klo ke ayah kmu mah sma aja bohong…

  3. Khawatir sama jiyoon..
    Enggak akan semudah itukan lepas dari jongin..
    Kalo dia lepas dari jongin terus hidup bahagia sama pacarnya, berarti chapter selanjutnya bakal end 😂😂😂

  4. klo jadi jiyoon traumanya tak akan terlupakan pasti , apalagi yg diperlakukan jongin teganya kau teganya bang sampai biru” gtu badannya , mumpung ada kesempatan kaburrr gih , tapi kan jongin pasti bakal nemuin jiyoon klo mau kabur . ?

  5. Huhh gila batin banget baca chapter ini, ternyata jiyoon baik banget sumvah :-O jongin plis sadarrr >_< izin next yaaa 😀 🙂

  6. aaaaa eonni keren nih, tadi di chap sebelumnya jongin sadis banget tapii sekarang baik bangettt hihihi :3 tapi btw itu jongin beneran engga ngunci rumahnyaa? aah gamungkin jongin lupa, soalnya tadi aja pas jiyoon mandinya lama, dia udh dobrak pintu. ini pasti kesengajaan kan eonn, bener engga? hehe *sok tau* :3

  7. sekejam kejamnya orang pasti masih punya sisi baik , apalagi sama orang yg di sayang

    hmm kerenn thor ^^

  8. Sepertinya tidak semudah itu untuk kabur dari jongin,seandainya jadi kabur pun jongin pasti akan dengan mudah ya menemukan jiyoon..

  9. Wah apa jiyoon akhirnya bisa keluar juga dr cengkraman si jongin? Itu jongin pasti sengajakan gak ngekunci pintunya? Gak mungkin dong kalo jongin seceroboh itu. Saran ya thor kalo bisa ceritanya agak dipanjangin dikit dong per chapter nya. Jadi biar bisa agak lamaan bacanya hehe. Keep writing thor ^^

  10. eeh, jongin gamungkin sebodo itukan ngebiarin jiyoon kabur? well, meskipun jongin kejam. tapi keknya dia masih peduli sama jiyoon. sampe ngebeliin baju s3gala, terus btw. jongin keluar pake kaos item gitu doang? yawlaa jongin jan nggoda kaum hawa napa -,-

  11. Gak mungkin kan baekhyun seceroboh itu ninggalin rumah tanpa dikunci ?
    Ataukah baekhyun hanya mengetes jiyoong
    Haduuuh
    Aku takut kalo jiyoong ketauan jd makin parah nti baekhyun nyiksa dia

  12. jiyoon bisa kabur … eh tapi klo ketauan jjongin gimana?? bisa abis tu jiyoon .. next chap fighting thor

  13. HAHAHAHAHAHA jiyoon kamu ngimpi bngt bisa keluar dari genggaman jongin. Dari semua ff bad-jongin & kesimpulan karakter jongin dari chapter sebelumnya. Kalo jongin gak bakalan segampang itu melepaskan ‘mangsa’nya;;;3;;;

  14. selamat utk Jiyoon yg nemuin jln kluar. Tapi…. berhati2lah… jika ingin kabur maka pergilah sejauh mungkin dimana Jongin tak bs mnemukanmu.. but it seems like no usefull idea, right? I definitely sure that he can catch U… omo omoo….. Haa aku ketagihan baca next nya 😉

  15. ihh kata gue gabakal mungkin dah si jiyoon keluar segampang itu wkwk tebakan gue si tantangan menunggu jiyoon didepan nanti wkwkwkk

    • Ga mungkin kai bakalan ngebiarin jiyoon kabur semudah itu pasti ada jebakan2 yg lain nih/? Kalopun bisa kabur pasti kai bakalan nemuin jiyoon secepat mungkin,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s