Amour, Obsede (Gone)

ao

Gone

Rating : +17

Genre : Psychology-thriller, Dark Romance, Angst, Tragedy

Cast : Kim Jongin, Song Jiyoon

Start : A, A1, A2, A3,

Let’s see Song Jiyoon, how far you can go.

Jongin berjalan menelusuri department store yang begitu luas, pandangannya terus melihat-lihat kearah bagian rak yang berbeda. Dan dia merasa clueless, lelaki berkulit tan itu bahkan tak ingat kapan terakhir kali dia berbelanja. “shit, where is the employee?” kesalnya dalam hati.

Beberapa gadis datang mendekat karena melihat pria tampan yang kebingungan tersebut, gadis-gadis itu terlihat ragu pada awalnya akan tetapi setelah memastikan bahwa pria itu benar Kim Jongin, mereka langsung merapikan rambut salon mereka dengan segera dan memberikan senyum semanis mungkin ketika Jongin menangkap keberadaan mereka.

“Ada yang bisa kami bantu, Pak?” tanya gadis dengan rambut kuning dan bermata boneka, mereka berebut untuk sampai dihadapan pria itu lebih dulu. Jongin ingat, satu dari gadis ini adalah gadis yang menabrak-nya tadi pagi, dia bersama dengan dua temannya yang lain, yang dia yakini juga berkerja di kantor yang sama dengannya.

3 orang gadis itu memperhatikan Jongin dengan terkagum-kagum, pria itu terlihat jauh lebih sexy dan tampan dengan kaos hitamnya, memperlihatkan tubuh matangnya yang begitu menggoda. Demi apapun, direktur mereka ini adalah segala hal yang mereka idamkan dalam pria.

“Apa kalian tahu tempat baju wanita?” tanya Jongin to-the-point. Setidaknya orang-orang menyebalkan ini mungkin berguna untuk sekarang.

Mereka mengangguk serentak, “baiklah, aku akan mengantar bapak.” Gadis-yang-pernah-ia-tabrak-itu langsung memegang tangan Jongin dengan gerakkan manja. Reflek Jongin melepaskan itu sembari menatapnya tajam. “don’t touch.” Desisnya datar. Gadis itu terkejut dan merasa tersentak dengan perlakuan Jongin, begitu juga dengan temannya.

Buru-buru gadis itu kembali menguasai keadaan, “maaf.” Ucapnya masih mencoba manis, “bagiannya ada disebelah sana,” dia berjalan, diikuti oleh Jongin dan dua temannya yang berbisik-bisik di belakang.

“Disini tempat-nya, pak.” Gadis itu berhenti di tempat yang dicari Jongin sedari tadi. Sedangkan pria yang diajak berbicara itu hanya menganggukkan kepalanya sedikit dan berucap “terimakasih, Lee Jihyo.” tanpa pengindahan lain. Kemudian dia berjalan meninggalkan mereka bertiga yang langsung heboh membicarakannya.

“Astaga, darimana dia tahu namaku?” Gadis yang dipanggil Jihyo itu langsung bersemu merah dan beranggapan bahwa Jongin juga diam-diam menyukainya seperti di drama-drama. Oh ayolah, dia bahagia bukan main.

“Tentu saja, kau lupa melepas nametag-mu, Jihyo bodoh.” Satu temannya mengingatkan, membuat semangat Jihyo yang awalnya setinggi langit langsung jatuh ke tanah.

“Pria itu benar-benar dingin!” gadis yang lainnya berkomentar.

“Tapi pria dingin selalu terlihat lebih keren. Aku makin menyukainya.” Jihyo menanggapi dengan senyum yang terus terukir diwajah cantiknya.

“Kau tidak lupa jika kau sudah punya Jung Daehyun?”

Jihyo cemberut ketika temannya menyebut nama itu, “aku akan meninggalkan dia demi Kim Jongin.” Gadis itu berkata antara main-main dan serius kemudian melipat kedua tangannya didepan dada.

Dua temannya yang lain memutarkan bola mata mereka, “Yasudah, mari bersaing kalau begitu.”

“Kalian tidak akan menang bersaing denganku.” Jihyo berkata angkuh. Tapi temannya tahu tentang itu. Soal body, wajah, dan skill mendapatkan pria, Jihyo memang jauh lebih baik dan berpengalaman daripada mereka berdua. Dan dia termasuk tipe-tipe gadis yang akan disukai pria-pria dengan mudah.

“Kita bertiga tidak akan menang, kurasa Kim Jongin sudah memiliki kekasih. Lihat? Dia sedang membeli pakaian untuk kekasihnya.”

Oh shit!” Jihyo mengutuk kesal, “kata ibuku, selama orang yang aku inginkan masih bernapas, aku masih tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkannya.” Ucapnya sembari tersenyum licik. Tidak ada yang mengerti apa yang ada diotak Lee Jihyo. Dia merupakan kekasih dari Jung Daehyun, pria itu tampan dan hartanya cukup banyak, seharusnya gadis seperti Jihyo merasa cukup dengan pria itu. Tapi gadis itu selalu ingin lebih.

Temannya yang barusan berkata menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, “well, aku juga tidak akan mundur kalu begitu.” Ucapnya mengikuti gaya angkuh Jihyo, “ayolah kulit tan dan tubuh tegapnya benar-benar membuatku ingin menyentuh itu semua.” Lanjutnya dengan mata berbinar.

“Begitu juga dengan-ku.”

Bukankah dunia ini selalu ironis? Disaat seseorang sangat tidak mengharapkan sesuatu, yang lainnya bermimpi besar untuk memiliki itu.

—-

Semetara itu Jongin menunjuk semua baju, celana, rok, dress yang tertangkap oleh pandangannya dan membuat Karyawan yang tengah meladeninya sedikit terkejut dengan hal itu, “semuanya dalam ukuran small.” Karyawan perempuan itu hanya mengangguk menuruti perintah, merasa senang, namanya akan tertulis di nota dan dia akan mendapatkan banyak bonus karena hal ini.

Ketika pria itu ingin membayar, dia teringat bahwa ia juga harus membeli beberapa pakaian dalam untuk Jiyoon, meskipun ia jauh lebih suka jika gadis itu tidak menggunakan apa-apa. Well, Song Jiyoon terlalu memabukkan hingga selalu membuatnya berpikiran kotor dimana-mana.

Dia berjalan ke bagian pakaian dalam wanita dan menunjuk beberapa bra, celana dalam bahkan lingerie. Jongin tahu bahwa mukanya sudah sedikit memerah karena karyawan yang bekerja di bagian itu menatapnya curiga. “Dalam ukuran apa, sir?”

Jongin berpikir sembari mengingat-ingat bentuk tubuh gadis itu “34c.” ucapnya datar. Well dia tahu semuanya tentang gadis itu. berapa tinggi badannya, ukuran pinggang, ukuran dada, apa yang disukainya ataupun apa yang tidak dia sukai. Jongin mengetahui segalanya dengan begitu baik. Dan itu bukanlah keuntungan buat gadis itu ketika Jongin mengetahui apa yang ia benci.

Dia mengeluarkan kartu debitnya dan menyerahkan itu kepada kasa, “she is going to pay back for it.” dia menyeringai untuk pikirannya tersebut.
———-

Pria itu memasuki rumah yang ia tinggalkan sejak beberapa jam yang lalu. Letaknya di daerah yang begitu sepi, hanya ada beberapa rumah yang menjadi tetangga dan itu sepertinya juga jarang ditempati. Banyak preman atau penjahat yang berkeliaran tak jauh dari sana, membuat semakin sedikit orang yang rela melewati jalan disekitarnya.

Jongin turun dari Mercedes benz s class-nya dan masuk ke-dalam rumah dua tingkat tersebut, pria itu hanya menyadari bahwa dia tidak mengunci pintu. Tanpa rasa curiga sedikitpun, dia pergi ke kamar Jiyoon dan mendapati makanan yang ia sediakan belum tersentuh sama sekali.

Did she really go?” dia bertanya sendiri. Jongin menurunkan seluruh barang yang ia beli ke lantai. Pria itu lalu mengecek ke kamar mandi dan seluruh bagian rumah ini dengan begitu santai. setelah mendapati bahwa hasilnya nihil, dia menghela napas dalam-dalam. Tak lama kemudian seringai jahat terukir dibibirnya yang berisi, “selamat datang di permainanku Song Jiyoon, aku akan membuatmu mengerti bahwa kau benar-benar berada di neraka sekarang.”

Tentu saja Jongin tidak seceroboh itu, membiarkan gadis itu berkeliaran bebas sementara yang ada dipikirannya hanyalah pergi sejauh mungkin dari dirinya, dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk keluar. Dan Jongin memberikan kemudahan dan kesempatan yang begitu baik dengan tidak mengunci pintu. Well, dia melakukannya dengan sengaja. Kalau saja gadis itu memilih untuk tetap diam, Jongin berniat untuk tidak melakukan apa-apa terhadapnya selama seminggu, Akan tetapi yang dilakukan oleh Jiyoon tentu sesuai dugaannya. Gadis itu begitu menyenangkan karena setelah ini dia akan menerima akibat dari perbuatan bodohnya itu.

“Let’s see Song Jiyoon, how far you can go.” desisnya dingin.

——

aku sedang bad mood sekali dengan dosenku, thats why i make this chapter so fast #apa#hubungannya. Maafin ya soalnya aku tidak bisa memenuhi requestan(?) kalian untuk bikin chapter yang panjang2. chapter2 ini masih pembukaan soalnya. the real chapter yg ceritanya panjang mgkn bakal muncul after semua cast2 utamanya di munculin. daehyun udah prnh aku singgung, skrg ku singgung lagi, tar pas dia muncul beneran sama satu cast utama cewe (bkn jihyo, dia ga penting2 bgt) baru deh mungkin panjang2. yha itu kalo sampe sana sih..anyway thank you so much ya buat komen di part sebelumnya. maafin kalo part ini agak sampah heheheeeeeee..

278 responses to “Amour, Obsede (Gone)

  1. Tegang banget sumvah, tuh kan bener kalo bertindak kabur pasti bakal lebih parah di siksa sama jongin. Jiyoon selamatkan dirimu 😀 enak banget bahasanya nyaman buat di baca 😀 next ya ka 😉

  2. yeayy, tuh kan bener eon tebakanku tentang pintu rumahnya, itu pasti sengaja & penasaran gmana jadinya jiyoon nanti. semogaa engga nyiksa banget yaa eon, kasiannn akuu 😦

    btw ff eonni walaupun gapanjang tetep keren kok, ditambah rangkaian kata-katanya bagus banget eonn terus juga ide ceritanya, yaa walaupun terkesan sadis tapii kerennn. salut deh sama eonni hehe :3

  3. ‘ she is perfect , my perfect toy ‘ itu kata2 jahat banget T.T

    permainan yg sebenernya baru dimulai , kereeen (y) ^_

  4. nah kaaan :33 mana bisa jiyoon bebas gitu aja sementara jongin dendam berat huhu dia obsesi sekali sama jiyoon jadi ga akan lepas gt aja yakan;;-;; keren deh kak💕

  5. Ih jadi itu disengajain ternyata? Wah jiyoon kalo ketauan udah aja itu mah.
    Jiyoon kamu kabur yang jauuuhhhhh😂
    Jangan meninggalkan jejak!😂

  6. Tuh kan ternyata jongin emang sengajaa. Haduh kalo sampek si jiyoon ketangkep pasti kagak bajal dikasih ampun sama jongin.

  7. Kan betul jongin sengaja
    Waduuuuh
    Gmna nasib jiyoon yaaa
    Smg jongin gak segitu jahatnya
    Smg dia masih punya hati nurani

    *di chap sblmnya, aku salah sebut nama jongin jd baekhyun, hhihi

  8. jongin sengaja gak ngunci pintu …. aduuhh nasib jiyoon gimana ya ,,, pnsaran …fighting thor

  9. Baru kali ini kayaknya bawahan tbtb ngegandeng bos😒 kecuali bawahannya biatchhhhhh wkwkwkwkwk btw jongin itu gasalah hafal ukuran bra’nya jiyoon?😂

  10. tuh, kan..? ironisnya kai sgaja ga ngunci pintu… haa Jiyoon… kamu bkln jadi apa klo smpe ditemuin Kai?? hahhh pusing pusing -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s