[CHAPTER 8] MISS ANNOYING

Miss Annoying 6B

Author : FanyByun(@afanya_)

Genre : School-life, AU!, Romance, Love-Hate, Friendship

Cast : Byun Baekhyun (E.X.O)| Choi Hyeyoung (OC/YOU) | Kim Jongin (E.X.O) | Do Kyungsoo (E.X.O)

Other Cast : Park Chanyeol (E.X.O) | Lee Minah (OC/YOU) | Mark Tuan (GOT7) | and other

Summary :Ice boy meet annoying girl, what will happen

Disclaimer : I own nothing but the story. Baekhyun, Jongin, and EXO member belong to themselves. OC’s belong to me, except Lee Minah—she’s belong to my bestfriend.

For : Teen (PG-17 !)

Length : Chapter

Warning : Long Chapter & typos

(TEASER | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4 |CHAPTER 5CHAPTER 6A |CHAPTER 6B | CHAPTER 7 | CHAPTER 8)

Poster by me @byunbaek98hyun

Previous Chapter :

 

 Tetapi di dalam lubuk hati Hyeyoung yang paling dalam, Hyeyoung sebenarnya sedang memikirkan nasib hubungannya dengan Baekhyun yang seolah-olah berjalan di tempat. Tidak ada kemajuan. Pada saat itulah pandangan Baekhyun dan Hyeyoung bertemu. Mereka berdua terdiam.

Dan waktu seolah berhenti saat itu juga.

Di tengah-tengah orang-orang yang tegah tertawa bersama. Mereka berdua berbicara lewat tatapan mata masing-masing.

Sama-sama memendam perasaan yang sama, tetapi tidak bisa mengucapkannya.

Lalu, bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?

 *


~

Mereka bilang aku harus menjauhimu, tetapi aku tak bisa.

Aku telah jatuh terlalu dalam,

Dan aku tak yakin dapat merangkak dan berusaha berdiri lagi

Karena aku menikmatinya

Dan karena aku, tidak mau

~

Pagi ini Minah terbangun di kamar asramanya, sendirian. Ini sudah hari ketiga Hyeyoung di rawat di klinik. Tetapi belum ada tanda-tanda bahwa gadis itu diperbolehkan pulang. Huft, sebenarnya Minah sangat merindukan sahabatnya itu.

Dilihatnya jam dinding yang menunjukan pukul lima pagi. Biasanya di pagi-pagi seperti ini Hyeyoung akan membangunkannya. Tetapi kini ia harus bangun sendiri.

Kamar asrama rasanya jadi semakin sepi saja.

Menyebalkan.

Lalu ponsel berbunyi, ringtonenya menggunakan lagu milik Lovelyz Candy Jelly Love.Gadis itu mengangkat teleponnya.

Yeoboseyo?”

Minah, ini Hyeyoung. Buka pintu kamar asrama sekarang!’

“Hah? Kenapa?”

Hyeyoung di sebrang sana menghembuskan napas kencang, kesal juga menghadapi kelakukan Minah yang sering error di pagi hari.

‘Kau buka saja…’

“Baiklah.”

Minah berjalan menuju pintu kamar asrama, memutar kunci dan kenopnya. Pintu terbuka dengan gerakan slow motion. Dan lihat apa yang ditangkap oleh indra penglihatan Minah!

“Hyeyoung!!!!”

Lalu gadis Lee itu memeluk Hyeyoung kencang.

*

“Ada apa dengan tanganmu?”

Minah memperhatikan tangan kanan Hyeyoung yang diperban. Seingat Minah, Hyeyoung kan masuk klinik karena sakit perut. Tunggu, apa perut Hyeyoung berpindah ke tangannya? Konyol!

“Ini, aku terbentur sesuatu ketika di klinik.” Terang Hyeyoung, di sertai senyuman kecil.

Minah memperhatikan gerak-gerik Hyeyoung yang menurutnya cukup aneh. Biasanya Hyeyoung akan tersenyum dahulu, setelah itu baru mengatakan alasannya. Kenapa Minah merasa Hyeyoung sedang menyembunyikan sesuatu darinya?

Sungguh, Minah tidak suka kebohongan. Dan semoga, Hyeyoung tidak sedang berbohong saat ini.

“Kau harus lebih berhati-hati kalau begitu, Young-ah.”nasehat Minah.

Hyeyoung hanya membalasnya dengan senyuman.

Dan itu membuat perasaan curiga Minah semakin menjadi-jadi.

*

Pelajaran di kelas Hyeyoung berjalan dengan tenang. Sesekali terdengar kikikan dari arah kursi tepat di belakang gadis itu. Kursi milik Jackson dan Minwoo. Jackson si laki-laki pindahan dari Hongkong itu memanglah salah satu mood maker di kelas mereka. Sementara Minwoo, tidak usah di tanya, dia itu meskipun laki-laki tetapi kelakuannya yang suka ‘bergosip’ sering membuatnya dijuluki ahjumma oleh anak-anak sekelas.

Hyeyoung mendesah, ia tidak bisa berkonsentrasi karena kikikan Jackson dan Minwoo yang lima menit belakangan ini semakin menjadi-jadi saja. Belum lagi tangan kanannya yang tidak bisa digerakan—tulangnya retak—sehingga ia harus menulis menggunakan tangan kiri. Tidak masalah bagi Hyeyoung, karena sejak SD dia sudah sering menulis  bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri. Tetapi hal itu berbeda situasinya dengan sekarang. Karena sekarang ia harus menulis banyak-banyak menggunakan tangan kiri selama sebulan.

Tentu saja itu bukan hal yang baik bagi Hyeyoung. Hey, Hyeyoung memang sering menulis menggunakan tangan kiri. Tetapi tidak dalam waktu yang konstan.

“Sebenarnya tanganmu itu kenapa, Hye?” itu pertanyaan dari Jiyeon, teman sebangkunya. Juga merupakan sekretaris kelas.

Gadis Choi itu menggaruk tengkuknya. Bingung mau membalas seperti apa pada Jiyeon. Apa ia harus jujur, atau bagaimana?

“Biar kutebak, apa kau di bully fans Baekhyun?”

Baiklah, ada baiknya jujur pada Jiyeon. Oleh karena itu, Hyeyoung mengangguk membenarkan.

“Ya Tuhan! Mengapa kau tidak menceritakannya padaku! Sampai separah ini?”

Hyeyoung menempelkan telunjuknya pada bibir, meminta Jiyeon untuk mengecilkan suaranya. Jiyeon mengerti, segera mengecilkan suaranya. Karena sekarang semua orang di kelas itu memperhatikan Hyeyoung. Apalagi Jongin, yang sekarang memperhatikan gadis itu, terlebih pada tangan kanan gadis itu yang dibalut perban.

Bukannya Hyeyoung dirawat di klinik karena sakit perut, lalu mengapa gadis itu harus sampai diperban?

Lalu tatapan keduanya bertemu, Hyeyoung memberikan senyuman pada Jongin. Sementara yang di senyumi hanya bisa terdiam. Sikap Hyeyoung hari ini sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Dari senyumannya saja bisa terlihat, bahwa gadis itu tidak sedang dalam keadaan yang baik.

Dan Jongin harus segera mengetahui alasan, mengapa Hyeyoung bersikap seperti itu.

“Kau harus segera menjauhi Baekhyun, Young-ah.” nasehat Jiyeon.

Hyeyoung memperhatikan Jiyeon, memang benar apa yang dikatakan oleh Jiyeon. Ia seharusnya menjauhi Baekhyun jika ingin segera terbebas dari pem-bully-an ini. Tapi, hatinya terus menolak.

Jiyeon memperhatikan Hyeyoung yang tengah berpikir keras. Gadis Park itu mengulas senyum miring tanpa diketahui oleh siapapun—termasuk Hyeyoung.

*

Ini waktu istirahat. Hyeyoung sebenarnya tidak berniat untuk pergi ke kantin. Oleh karena itu, gadis itu memilih menunggu hingga kelas kosong baru pergi ke kantin.

Jongin berdiri di depan Hyeyoung—menghadang jalan gadis itu—membuat si gadis terpaksa beradu tatap dengan Jongin. Dengan tatapan yang masih sama seperti yang lalu, hanya saja tidak ada senyuman manis yang terlukis di bibir tipis gadis itu. Jongin menyentuh tangan Hyeyoung yang diperban dengan lembut. Hyeyoung meringis, meskipun Jongin menyentuh tangan itu dengan sangat lembut tetapi tetap meninggalkan rasa sakit.

“Sudah kuduga.” Pemuda Kim itu memecahkan keheningan yang sempat menyelimuti mereka.

Hyeyoung menatap Jongin, memandang laki-laki itu dengan tatapan tidak mengerti.

“Kau di bully kan?”

Gadis Choi itu memilih untuk menutup mulut dan mengalihkan pandangannya, asal bukan ke Jongin. Ia tidak ingin hal ini diketahui oleh banyak orang. Ia tidak ingin dikasihani. Dan terlebih, Hyeyoung tidak mau di cap sebagai gadis yang lemah.

“Karena kau bersikap seperti itu, aku jadi semakin yakin jika kau di bully. Siapa yang melakukannya?”

Hyeyoung mendesah. Tidak bisa. Ia selalu tidak bisa membohongi Jongin. Laki-laki Kim itu selalu tahu bagaimana ekspresi wajah Hyeyoung ketika sedang berbohong. Huh, seharusnya Hyeyoung tidak pernah menceritakan bagaimana ekspresinya ketika sedang berbohong pada Jongin.

“Aku memang di bully, Jongin. Aku tidak tahu siapa dia. Sepertinya seorang senior.” Kata gadis itu, matanya kembali beradu dengan milik Jongin.

“Bagaimana bisa senior mengenalmu?” tanya Jongin, penasaran.

Hyeyoung membatu di tempatnya. Lalu setelah beberapa saat terdiam, gadis itu buru-buru menggeleng. Tidak, Hyeyoung tidak bisa memberitahu Jongin jika Baekhyunlah penyebab para senior mem-bullynya. Jongin itu orang yang overprotective bisa-bisa laki-laki Kim itu memintanya untuk menjauhi Baekhyun—sama seperti yang diusulkan oleh Park Jiyeon.

Hyeyoung tidak bisa menjauhi Baekhyun. Tidak disaat dia sudah terjatuh terlalu dalam untuk laki-laki itu.

Sayangnya, tidak ada secuil keberanian pun untuk mengungkapkan perasaannya.

Hyeyoung takut hal yang pernah ia alami di masa lalu, akan terjadi lagi. Ia membenci adanya penolakan. Dan Hyeyoung amat sangat membenci sebuah pengkhianatan, seperti yang pernah Kyungsoo lakukan padanya di masa lalu.

*

Minah mengaduk-aduk milkshake vanillanya tanpa minat. Terhitung sudah lebih dari tiga menit gadis Lee itu menghabiskan waktunya hanya untuk mengaduk-aduk milkshakenya. Chanyeol yang duduk di hadapan gadis itu memandangi Minah dengan tatapan bingung. Tidak biasanya Minah bersikap diam dan berpikir sekeras itu.

“Minah-ya, mau sampai kapan kau aduk-aduk milkshakemu seperti itu?”

Minah tersentak. Gadis itu memberikan senyuman masam ke arah Chanyeol.

“Chanyeol oppa, aku rasa ada yang tidak beres dengan sikap Hyeyoung hari ini.”gadis itu mengungkapkan hal yang mengganggu pikirannya sejak pagi tadi.

Chanyeol mengerinyitkan alisnya. “Memangnya dia bersikap bagaimana?”

“Dia selalu menghindari menatap mata saat berbicara denganku. Dia selalu melakukan itu jika aku bertanya alasan mengenai tangannya yang diperban.”

Chanyeol mengangguk. “Aku tahu, dia sedang berbohong padamu.”

Minah menjentikan jarinya, “Ya, oppa benar. Aku baru ingat kalau dia pernah bercerita jika ia akan selalu menghindari kontak mata ketika ia sedang berbohong.”

Gadis Lee itu kembali memasang tampang masam, “Tapi, kenapa dia harus berbohong padaku?”

Chanyeol mengangkat dua bahunya, tanda tidak tahu. Minah menundukan kepalanya. Ia tidak bisa dibuat sepenasaran ini. Ia harus segera mengetahui, alasan yang menyebabkan tangan Hyeyoung diperban.

Tiba-tiba kantin dipenuhi oleh sorak-sorai siswi-siswi. Seorang laki-laki berjalan angkuh dengan headphone yang menutupi dua telinganya. Aura dingin khas lelaki itu menguar bersamaan dengan angin yang berhembus saat itu. Dahulu, Minah pasti ada di sana. Bergabung dengan gerombolan gadis-gadis itu hanya untuk meneriakan nama sang lelaki—yang bahkan tidak memperdulikannya. Tapi, sekarang sudah berubah. Tidak seperti dulu lagi, karena Minah sudah memiliki orang terspesialnya.

“Baekhyun sunbae, punya banyak fans ya.”ujar Minah.

Chanyeol menggenggam tangan Minah, menatap mata gadis itu, seolah mendapatkan pencerahan dari Tuhan. “Apa mungkin Hyeyoung mengalami kasus pembullyan?”

Minah membelalakan matanya.

Mungkin saja. Mengingat banyaknya siswi-siswi yang mengidolakan Baekhyun.Yeah, tidak mungkin mereka tidak mengetahui jika Baekhyun sedang dekat dengan Hyeyoung. Oh Man! Minah tidak akan membiarkan satu orangpun menyakiti Hyeyoung lagi. Meskipun itu adalah seorang Byun Baekhyun.

Minah akan selalu menjaga Hyeyoung. Karena baginya Hyeyoung adalah sahabat yang terbaik. Yang bersahabat dengannya bukan karena kekayaan yang dimiliki oleh keluarganya atau memanfaatkan Minah karena gadis itu punya koneksi dengan banyak orang berpengaruh di sekolah, karena Hyeyoung murni ingin menjadi sahabatnya. Bukan karena memanfaatkan Minah saja.

“Aku harus bertanya pada Hyeyoung.”

Chanyeol menunjuk Hyeyoung yang memasuki kantin bersama dengan Jongin. Minah memandangi dua orang itu dengan tatapan menilai.

Jongin, tidak pernah memiliki teman wanita. Yeah, dia memang sering bergonta-ganti pacar dulu ketika di Junior High School. Tapi bukan berarti laki-laki itu berteman dengan semua mantan pacarnya itu. Maksud Minah berteman seperti Jongin dan Hyeyoung saat ini. Setahu Minah, sepupunya itu paling tidak suka jika berurusan apalagi berteman dengan wanita.

Ketika ditanya mengapa. Jongin selalu berkata bahwa wanita itu merepotkan.

Tunggu, apa mungkin Jongin…?

*

Jongin duduk di sebelah Hyeyoung, berhadapan dengan Chanyeol dan Minah. Baekhyun sendiri sudah kembali ke kelasnya terhitung sejak tiga menit yang lalu. Laki-laki Byun itu beralasan sedang banyak tugas sehingga buru-buru kembali ke kelas.

Chanyeol memperhatikan tangan Hyeyoung yang diperban.

Ekhm.” Dehaman itu berasal dari mulut Minah. Gadis Lee itu memandangi Hyeyoung, tepat di manik matanya.

“Hye, apa kau baru saja di bully?” tanya Minah, to-the-point. Hyeyoung tersentak. Percuma pula menyembunyikan hal ini dari Minah. Gadis Lee itu pasti bisa mencium apa yang sedang Hyeyoung tutup-tutupi.

“Benar?”

Gadis Choi itu mengangguk pelan.

Chanyeol memandangi Hyeyoung prihatin. “Kau bisa menjauhi Baekhyun bila itu alasan mengapa mereka membullymu.”

“Aku tidak bisa, Chanyeol sunbae.” Kata Hyeyoung.

‘Tidak disaat aku sudah jatuh cinta padanya.’ lanjut gadis Choi itu dalam hati.

“Kau harus bisa melakukan itu, Hye.” Kali ini giliran Jongin yang berbicara. Laki-laki itu memandangi Hyeyoung tajam. Minah menyadari situasi yang menjadi panas berusaha mendinginkan suasana.

“Jangan paksa Hyeyoung melakukan hal yang tidak bisa ia lakukan, kita bisa mencari alternatif lain untuk masalah ini. Pasti kalau ada kemauan, akan ada jalan.”

Hyeyoung memandangi Minah, gadis itu memberikan winknya.

“Omong-omong Hyeyoung, kau kenal Jackson Wang tidak?” tanya Minah.

Heol… siapa yang tidak mengenal laki-laki super berisik itu, memangnya kenapa?”

Jongin memutar bola matanya, “Jackson mengajaknya untuk mengikuti pesta ulang tahun laki-laki itu.”

Chanyeol berdeham. “Memangnya kau mengenalnya, Minah-ya?”

Minah menoleh ke arah Chanyeol, “Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali ketika berlibur ke Hongkong, tidak tahunya kini dia pindah ke Korea. Mungkin karena ayahnya akan mengembangkan usaha propertynya di Korea.”

Chanyeol memangguk, mengerti. “Jadi, orangtuamu dan orangtuanya saling kenal?”

Yeah, bisa dibilang begitu. Papa Wang dan Mama Wang merupakan orang yang baik. Mereka punya bayak uang tapi tidak pernah sombong. Bahkan hidup sederhana. Well, meskipun rumah mereka tidak bisa dibilang sederhana, sih. Oh ya, Young-ah, apa kau akan datang ke acara pesta ulangtahun Jackson?”

Hyeyoung menghentikan acara makan kimbabnya. “Bagaimana ya? Aku tidak punya baju bagus untuk dikenakan di pesta. Terlebih, ini pesta topeng. Kau tahu kan aku tidak punya topeng. Belum lagi, Jackson akan mengejekku bila datang seorang diri.”

“Kau kan bisa datang denganku, Young-ah.” Kata Minah.

“Dan juga denganku.” Sahut Jongin.

“Hei, apa aku boleh datang ke sana?” tanya Chanyeol, memandangi mereka memelas.

Hyeyoung menggeleng, “Aku juga tidak tahu sunbae, mungkin saja kau akan diundang. Sunbae kan seorang Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas, mana mungkin tidak diundang.”

“Apa aku perlu bicara pada Jackson, oppa?” tanya Minah.

Jongin mendesis. “Jangan bilang kau masih punya rasa pada laki-laki itu, Minah-ya.”

“Hah?”

MWO?!”

*

‘ Sebenarnya, dulu saat Junior High School Jackson pernah menyukaiku. Well, aku tidak pernah menyukainya, aku hanya menganggapnya seorang teman, oppa.’

Kata-kata penjelasan dari Minah menari-nari dalam pikirannya. Sedetikpun tidak dapat pergi dari dalam otaknya. Huh, rasanya Chanyeol ingin menenggelamkan kepalanya ke dalam air es. Supaya rasa panas yang meletup-letup dalam hatinya bisa terobati.

“Yoda, ada apa dengamu?”

Baekhyun melemparkan kaleng minumannya, mengenai kepala Chanyeol. Laki-laki Park itu memandangi Baekhyun sebal.

“Ya, balok es! Jangan asal melempar sampah!”

Laki-laki Byun itu mengerinyit. “Yeol, apa kau sedang PMS?”

“Apa yang membuatmu berpikir begitu, Baek?” tanya Chanyeol, sewot.

Baekhyun terkekeh, “Kau pasti sedang cemburu. Ya kan?”

“Darimana kau tahu, Baek?”

Laki-laki Byun itu kembali terkekeh. “Tertulis jelas di dahimu.”

Chanyeol semakin melipat wajahnya, laki-laki Park itu berjalan menuju kamar mandi, “Baek, jangan ganggu aku. Aku mau berendam saja.”

Baekhyun melirik Chanyeol, “Yo.”

Tiba-tiba pintu asrama mereka diketuk sebanyak tiga kali. Baekhyun yang sedang membaca jurnal bumi dari layar IPad-nya terpaksa bangun, dan membuka pintu kamar asramanya. Seorang gadis dengan almamater sekolah mereka membuat Baekhyun mengepalkan tangannya, menahan amarah. Sebaliknya, gadis itu yang bersurai coklat mahoni dan di highlight ungu violet memberikan senyuman yang begitu manis. Gadis itu bahkan sempat memberikan wink ke arah Baekhyun.

“Bagaimana bisa kau ada di sini?”

“Apa kau terkejut , Baekkie-a?”

Baekhyun mengepalkan tangannya, hingga urat-uratnya begitu nampak. Panggilan itu, dan orang ini. Mengapa harus datang disaat ia seharusnya bersembunyi dalam kepergiannya? Apa gadis ini hendak menghancurkan hidup Baekhyun untuk yang kedua kalinya?

“Apa belum cukup bagimu, merusak kehidupanku dahulu?”

Gadis itu tersenyum, masih sama manisnya dengan senyum sebelumnya. “Baekkie­-a, aku senang kau masih mengingatku. Tapi, tak seharusnya kau menyambut ‘kekasih’ mu ini dengan sambutan seperti itu kan? Kau bisa memelukku jika kau mau, Baekkie-a.”

“Tutup mulutmu!”

Gadis itu memberikan seringaian, “Baekkie yang ku kenal itu, tidak pernah memarahiku, bahkan membentak. Tapi ternyata sekarang, Baekkie sudah berubah. Boleh aku menebak? Apa itu karena ibumu yang menikah lagi? Ah, wanita itu memang jalang. Oh, benar. Dia bahkan merayu ayahku untuk menikahinya.”

“Jaga bicaramu!”

Chanyeol yang mendengar ribut-ribut di luar keluar dari kamar mandi. Setelah sebelumnya mengenakan pakaian casualnya. Pemuda Park itu membulatkan matanya melihat apa yang terjadi tepat di muka pintu kamar asramanya. Byun Baekhyun dengan seorang gadis tengah saling adu argumen. Oh, gadis itu, Chanyeol rasa ia mengenalnya.

Ia…

“Tidak baik kan berbicara di depan kamar begini, Baekkie, bagaimana kalau aku masuk ke dalam?”

“Tidak!”

Suho yang kebetulan melewati tempat tersebut menghampiri mereka. “Ada apa sebenarnya?”

Baekhyun, Chanyeol, dan gadis itu terdiam. Tak ada yang menjawab. Suho memandangi ketiga orang itu dengan aneh. Laki-laki itu teringat sesuatu.

“Baekhyun, kau dicari oleh Kang saem.”

Laki-laki Byun itu mengangguk. Chanyeol merasa lega, dengan begitu, Baekhyun bisa terhindar dari gadis ini. Omong-omong, gadis ini menggunakan almamater sekolah mereka? Jangan bilang…

“Hei, bagaimana kalian bisa mengenal anak baru ini?” tanya Suho.

Tidak. Ini bukanlah berita bagus. Sebaliknya, ini malapetaka. Pertanda buruk.

Tak mau semakin lama di  tempat tersebut, Baekhyun segera pergi ke arah kantor guru, hendak bertemu dengan Kang saem.

*

Hyeyoung menghela napasnya. Ia baru saja selesai belajar fungsi kuadrat di perpustakaan. Gadis itu kurang memahami dengan materi tersebut. Oleh karena itu ia pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan buku referensi.

“Jadi, apabila titik puncaknya maksimum, maka…” gadis itu bergumam. Kepala gadis itu berdenyut-denyut, oh jangan bilang anemianya kambuh di saat yang tidak tepat.

Saat berbelok di koridor gadis itu terpelanting kesisi kiri karena bertubrukan dengan tubuh seseorang yang berlari cepat. Seseorang tersebut berhenti dan menolong Hyeyoung yang bangun dari jatuhnya. Pandangan keduanya bertemu, suasana menjadi hening.

“Hyeyoung? Sedang apa kau di depan perpustakaan?” tanya Baekhyun, ya seseorang yang menabrak Hyeyoung tadi adalah Baekhyun.

Oh, itu, aku tadi membaca buku referensi sunbae. Sunbae sendiri sedang apa lari-lari begitu?” gadis Choi itu memberikan Baekhyun tatapan bertanya.

Baekhyun tersenyum, “Kang saem memintaku untuk membantunya membuatkan soal kuis untuk kelas 10. Dan kebetulan aku baru selesai membuat soalnya.”

Hyeyoung membulatkan matanya. “Kang Garry saem?! Omo! Aku baru ingat kalau besok ada kuis kimia.”

Gadis Choi itu memandangi Baekhyun sebentar lalu membungkukkan badan. “Aku ke asrama duluan ya, sunbae.”

“Belajar kimia?” Baekhyun bertanya, membuat Hyeyoung yang sudah berjalan menolehkan kepalanya. Lalu mengangguk.

“Hyeyoung!” Baekhyun kembali memanggil Hyeyoung, kali ini laki-laki itu berlari menyamakan langkahnya dengan gadis Choi itu.

“Aku boleh mengajarimu kan?” tanya Baekhyun lagi.

Hyeyoung menandangi Baekhyun, heran. “Tidak biasanya sunbae bersikap seperti ini.”

“Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa sih hanya heran saja.” Ucap Hyeyoung.

Mereka melewati ruang demi ruang, saat ini mereka sedang melewati ruang musik. Biasanya sore-sore begini band EXO, yang digawangi oleh Sehun cs sedang berlatih. Tetapi sepertinya hari ini tidak. Karena ruang musik benar-benar kosong.

“Hyeyoung.”

Ne, sunbae?”

Baekhyun berdeham.  Lalu melirik ke arah Hyeyoung yang juga tengah menatapnya, tatapan gadis itu yang polos. Baekhyun seperti tersihir setiap kali menatap mata itu. Ia tidak bisa berpaling, barang sedetikpun. Hingga akhirnya suara gadis itu menginterupsi kegiatan Baekhyun.

“Ada yang salah dengan wajahku, sunbae?”

Baekhyun mengangkat sedikit bibirnya, membentuk senyuman. Matanya juga membentuk bulan sabit.

“Tidak, wajahmu sangat manis kok.” ucap Baekhyun, laki-laki itu buru-buru menutup mulutnya ketika sadar apa yang ia ucapkan. Hyeyoung sendiri mematung di tempatnya, tidak bisa menerka mengapa Baekhyun sunbae mengatakan hal-hal seperti itu padanya. Baekhyun itu kan lelaki balok es tanpa ekspresi. Dan tunggu…

Apa tadi itu, Baekhyun sedang ‘memuji’ nya?

Otomatis bibir gadis Choi itu melengkung ke atas. Pipi gadis itu juga memerah bak tomat matang. Dialihkan wajahnya ke arah samping agar Baekhyun tidak bisa melihat pipinya yang merona. Mau ditaruh dimana wajah Hyeyoung bila Baekhyun sampai mengetahuinya?

“Maaf—”

Sunbae. Omong-omong kita mau belajar di mana? Di kafeteria?”

“Di suatu tempat, yang jelas bukan di kafeteria.”

Hyeyoung harus merelakan dirinya ditarik oleh Baekhyun menuju parkiran. Dan oh, ia bahkan masih mengenakan seragam sekolah.

*

Hyeyoung mengerjapkan matanya beberapa kali melihat pemandangan dihadapannya. Rumah yang begitu megah. Dan laki-laki disebelahnya ini—Baekhyun—yang sedang sibuk menyetir membunyikan klaksonnya beberapa kali. Hingga dua orang satpam membukakakan pintu garasi. Puluhan mobil mewah yang berjejer langsung memenuhi pandangan gadis itu.

“Baekhyun sunbae, kenapa—”

“Cheonsa bilang ia ingin makan malam denganmu.” Kata Baekhyun, menjelaskan.

Hyeyoung mengangguk mengerti. “Maaf tidak memberitahumu sebelumnya.” Kata Baekhyun.

“Tidak apa-apa, sunbae. Lagipula, sunbae pasti sibuk hingga tidak dapat memberitahuku.”

Baekhyun memarkirkan mobilnya di tempat dekat pohon akasia yang bersebrangan langsung dengan pintu samping rumah keluarga Byun.

Pintu samping tetapi mengahnya seperti pintu utama. Hyeyoung tak habis pikir.

Mereka berdua berjalan bersebelahan memasuki kediaman keluarga Byun. Hyeyoung mengikuti Baekhyun yang melepas sepatunya dan menggantinya menggunakan sandal rumah. Baekhyun mengenakan sandal berwarna biru sementara Hyeyoung menggunakan sandal berwarna pink. Hyeyoung memandangi sandal mereka bergantian.

“Cheonsa yang memilihnya. Gadis itu maniak barang-barang couple apalagi setelah kenal dengan ‘alien’ satu itu.”

“Maksud sunbae, Mark?”

“Ya, siapa lagi alien yang bergigi besar selain orang itu?”

Suara kaki yang dihentak-hentakkan mengaburkan fokus kedua orang itu. Sama-sama mencari sumber suara, dan menemukan Cheonsa dengan tampang kecutnya. Rambut gadis itu berantakan khas bangun tidur.

Oppa tadi mengatai nampyeonku apa? Bisa ulangi lagi? Oppa pasti sudah capek hidup ya sampai berani mengatai Mark seperti itu?” pertanyaan berentet itu membuat Baekhyun pusing untuk menjawab yang mana, alhasil kakak laki-laki Cheonsa itu hanya memberikan senyuman kecil.

Lalu fokus pandang Cheonsa terhenti pada Hyeyoung. Gadis Byun itu buru-buru mengajak Hyeyoung untuk masuk lebih dalam ke dalam rumah keluarga Byun. Dan siapa tahu, gadis Choi itu juga dibawa masuk lebih dalam ke hati Baekhyun?

Siapa tahu…

“Yaampun Hyeyoung eonni, kenapa tidak bilang akan mampir?”

Hyeyoung memberikan senyuman kecil. Ternyata Baekhyun berbohong soal Cheonsa yang mengundangnya makan malam. Mungkin sebenarnya, Baekhyunlah yang menginginkan makan malam dengan Hyeyoung.

“Dan oh ya ampun! Eonni harus mengganti seragam eonni dengan baju yang lebih layak. Ikut aku ya eonni aku akan buat eonni menjadi puteri! Percayakan saja padaku!”

*

Baekhyun tidak henti-hentinya mencuri pandang ke arah Hyeyoung. Gadisnya—apa? Maksud Baekhyun, gadis itu terlihat sangat cantik dengan dress putih tulang selutut dengan lengan panjang yang pas dengan badan gadis itu. Hyeyoung terlihat sangat glamour dan anggun.

Sunbae apa ada yang salah dengan pakaianku?”

Baekhyun menggeleng. “Kau cantik, really pretty.”

Gomawo, sunbae.”

Dua kali Baekhyun memujinya, ah Hyeyoung rasa dirinya akan melayang sebentar lagi. Cheonsa yang baru datang dari dapur mengalihkan fokus mereka. Gadis Byun itu memasak Bebek Panggang dan Tom Yam—tentu saja dengan bantuan para pelayan di kediaman Byun.

OMO!” pekik Cheonsa, memukul kepalanya sendiri.

“Cheonsa-a. Kau kenapa?”

“Aku lupa sudah membuat janji dengan Joey oppa.”

Baekhyun terkekeh melihat kelakuan adik perempuannya, “Kau sekarang mendekati adiknya Mark huh?”

“Jangan gila oppa! Sampai mati pun aku tidak sudi berpacaran dengan si biang kerusuhan itu.”

Cheonsa lalu berlari keluar rumah. Tinggalan Hyeyoung dan Baekhyun sendirian di rumah keluarga Byun. Baekhyun berdeham karena suasananya menjadi canggung. Laki-laki itu menghabiskan makan malamnya dengan cepat. Hyeyoung juga mulai menyantap makan malamnya.

Keduanya selesai makan malam. Lalu Hyeyoung ingat tujuannya, ia hendak belajar kimia.

Sunbae, kapan kita akan belajar kimia?”

“Sekarang. Tunggu disini, aku akan mengambil buku kimia.”

Lalu Baekhyun berjalan meninggalkan Hyeyoung sendirian di ruang makan. Tidak sih , salah seorang pelayan ada yang sedang membereskan makanan mereka. Dan Hyeyoung membantu pelayan tersebut menaruh piring-piring kotor ke bak cuci.

“Nona ini pacarnya tuan muda ya?”

Hyeyoung terperanjat. Gadis itu tersenyum kecil. “Bukan, Bi.”

“Tapi, ini pertama kalinya tuan muda membawa gadis ke rumahnya, setelah kejadian 3 tahun lalu.”

Hyeyoung kembali tersenyum, dalam hati ia bertanya-tanya soal kejadian yang terjadi 3 tahun lalu.

Memangnya apa yang terjadi? Dan mengapa Baekhyun tidak memberitahunya.

Selesai membantu pelayan tersebut Hyeyoung kembali ke meja makan, tetapi belum ada Baekhyun. Jadilah gadis itu berjalan-jalan dan berniat untuk menelusuri rumah kediaman keluarga Byun.

Gadis itu memulai dengan menelusuri ruangan dengan grand piano putih di tengah-tengahnya. Baekhyun suka bermain piano, setidaknya ia pernah mendengar salah seorang fans dari Baekhyun mengatakan hal tersebut. Dan dengan melihat ekstistensi grand piano di ruangan tersebut, rasa-rasanya apa yang dikatakan fans Baekhyun itu benar adanya.

Setelah memainkan tuts-tuts piano dengan asal gadis itu memilih untuk membuka ruang lainnya dan memasukinya. Pandangan mata gadis itu disuguhi dengan punggung polos seorang namja. Gadis itu buru-buru menutupi matanya. Oh, ia rasa ia salah kamar. Saat hendak keluar dari ruangan itu, sang empunya kamar memergokinya dan menarik lengan gadis itu.

“Hyeyoung? Kenapa kau menutupi matamu?” tanya Baekhyun bingung.

“I-itu, sunbae, punggung, pakaian…” gadis itu merancau tidak jelas, yeah kebiasaan Hyeyoung kalau gugup berat. Gadis itu sudah menurunkan tangannya yang sempat menutupi mata gadis itu. dan menemukan Baekhyun telah lengkap menggunakan pakaian. Kaus polo biru dan celana putih selutut.

Baekhyun terkekeh, “Memangnya, apa yang kau liat tadi, Hyeyoung-a?”

“I-itu, aku benar-benar tidak bermaksud melakukan hal tersebut sunbae, sungguh. Aku hanya… yeah, sedang menelusuri ruangan-ruangan di rumahmu dan sengaja membuka pintu ini dan aku tidak tahu kalau ini kamar Baekhyun sunbae. Dan maafkan aku karena… tidak sopan.”

“Kalau aku tidak mau memaafkanmu?”

Hyeyoung tak habis pikir, ia pikir Baekhyun akan dengan mudah memaafkannya. Tapi kenyataannya sekarang, laki-laki balok es berjalan itu malah mengatakan ia tidak mau memaafkannya. Apa balok es berjalan itu kembali berubah menjadi bongkahan es di kutub selatan? Apa laki-laki ini akan menjauhinya? Hyeyoung tidak ingin itu terjadi!

Sunbae, apa yang harus aku lakukan agar sunbae bisa memaafkanku?”

Baekhyun memasang tampang sok berfikir, sebenarnya ia hanya ingin menjahili Hyeyoung. Hey, gadis seperti Hyeyoung yang lugu dan terkadang menyebalkan itu ternyata sangat polos dan mudah dijahili. Buktinya sekarang.

“Mendekatlah.” Kata Baekhyun.

Tak mau Baekhyun menunggu lama dan ingin segera dimaafkan Hyeyoung segera mendekati Baekhyun. Baekhyun memberikan senyuman kecil.

“Tutup matamu.”

Dan Hyeyoung mengikuti perintah Baekhyun. Gadis itu menutup matanya. Dan menunggu dengan penasaran apa yang akan Baekhyun lakukan padanya.

“Choi Hyeyoung sebenarnya aku…” Baekhyun berkata dengan lembut, laki-laki itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

Sekedar informasi. Laki-laki seperti Baekhyun yang tidak sering berbicara memang lebih mudah mengungkapkan sesuatu dengan praktek langsung. Seperti mengungkapkan cinta misalnya. Laki-laki itutidak dapat mengutarakannya lewat kata-kata. Yang bisa ia lakukan adalah mengungkapkan cintanya lewat tindakan. Dan mungkin yang akan terjadi setelah ini, juga merupakan salah satu ungkapan cinta laki-laki itu.

Baekhyun menyentuh pipi gadis Choi tersebut. Hyeyoung gugup, ketara sekali dari bibir gadis itu yang bergetar. Baekhyun mengamati wajah manis gadis itu, ia rasa ia sudah jatuh cinta, pada gadis ini. Gadis di hadapannya. Baekhyun menipiskan jarak di antara keduanya. Hyeyoung dapat merasakan terpaan napas hagat Baekhyun di pipinya. Dan laki-laki itu melakukannya. Byun Baekhyun menghapus jarak di antara keduanya, dan menempelkan bibirnya dengan bibir Hyeyoung.

Baekhyun tahu Hyeyoung terkejut. Terlihat dari gadis itu yang hendak membuka bibirnya. Tentu saja itu membuat Baekhyun tertawa geli dalam hati. Hyeyoung begitu polos, taruhan ini pasti adalah ciuman pertama gadis itu!

Awalnya memang hanya saling menempelkan bibir. Tetapi kemudian Baekhyun memberikan lumatan-lumatan. Hyeyoung tidak tahu harus apa hanya bisa membiarkan Baekhyun menciumnya.

Otak Hyeyoung blank ia tidak bisa memikirkan apapun.

Hingga akhirnya Baekhyun melepaskan pangutan bibir keduanya. Hyeyoung membuka matanya, begitupula Baekhyun.

Lalu keduanya tersenyum.

“Choi Hyeyoung, maukah kau menjadi kekasihku?”

 TO BE CONTINUE


Author Note :

Candy Jelly Love!

Ya Tuhan, udah berapa abad nggak ketemu sama readers coba? 5 abad kali ya? Hahaha 😀 /apan coba/

Kangen banget sama kalian guys, gimana kabar? Baik kan?

Kebetulan banget hari ini free, cause kan hari ini UAS hari terakhir dan kebetulan weekend jadi ya punya waktu buat ngepost dan nambahin scene dari Miss Annoying ini deh.

Maaf kalo banyak typo. Belum sempet ngedit sih, jadi harap dimaklumi ya. Maaf juga kalo misalnya nggak sesuai ekspekstasi kalian, aku udah jarang nulis dan sedikit banyak itu mempengaruhi fiksi ini. Jadi, aku meminta maaf sedalam-dalamnya ya.

Terakhir, jangan lupa ya meninggalkan komentar dan review ya!


With LUV

13.12.2014

~ Fany Byun~

Advertisements

92 responses to “[CHAPTER 8] MISS ANNOYING

  1. Ciee .. Ciee .. Akhirnya setelah berabad-abad lamanya, Author FanyByun Come back.
    Woah .. Cerita nya tmbah seru ..
    Semoga hyeyoung menerima cinta Baekhyun .. 😀
    #Next chap thor
    -Keep writing.

  2. Suka banget zma FF ini ^^…dan ini adalah FF yang main cast.nya Baekhyun paling pertama yang aku baca,biasa.nya cuman baca FF yang main cast.nya Luhan,Sehun,dan Kai.Pokok.nya FF ini keren abiztt ^^… Gak sabar nunggu chapter selanjut.nya ❤ … Annyeong ❤ ^^

  3. Aku suka aku suka aaaaaaa byun baekhyun si balok es dr kutub selatan itu akhirnya menyatakan cinta pada si perempuan annoying ini wkwkkw ditunggu kelanjutanya ya uniiiii~ keep writing fighting aku sukaaaaa*.*

  4. Aduhhh akhirnya chapter 8 di post juga..
    Kangen banget sama ff ini.. Juga sama authornya 😀 #missyou :***
    Uuhhhh aku juga kangen sama balok berjalan ini – baekhyun maksudnya 😀
    Aaahhh makin seru always..

    Astaga baekhyun sweetttt banget hmm??
    “Maukah kau menjadi kekasihku??” Ugh seandainya baekhyun ngomong kayak gt ke aku, tanpa babibu aku langsung jawab “iya” :*
    Owhhh pokoknya daebak deh!!
    Hmm aku penasaran sama selanjutnya.. Keep writing, gomawo and fighting^^

  5. wahhhh…baekhyun si pangeran es trnyta di luar dugaan.. dia berani nglakuin itu..hehehe
    cwek bru itu siapa thor..jgn bilang itu mntannya baek n nnti bkal gnggu in hubngn baekyoung.. omo!!!
    maaf ya thor bru ninggalin jejak di chapter 8 soalnya dpetnya ff ni bru di chapter ini..hehehe
    keren critanya..bkin greget.. di tnggu chapter slnjutnya.. q kepo bngttt hehehe

  6. Hmmm, kayaknya jiyeon juga termasuk kedalam orang jahat di cerita ini/? Menurut aku sih gitu tapi gatau/?. ,,,,btw YAY AKHIRNYA BAEKHYUN NEMBAK !!!/? lanjut terus thor >,<

  7. akhirnya aku ada waktu tuk baca kelanjutannya..
    hedeyy baekhyun udah berani nie eee,, ayo hyeyoung terima aja si cabe baek..
    ditunggu kelanjutannya..

  8. akhirnya bisa baca juga … ><
    aduhhh setelah sekian lama … akhirnya baek nembak juga ke hyeyoung…. semoga di terima sama hyeyoung nya…
    di tunggu kelanjutan nya….

  9. ough baek,, akhirnya ngungkapin perasaannya jg..
    huaaa,, good kak.. berasa masuk ke cerita..

    ahh,, kereen..
    fighting

  10. aku lupa chapter ini udah komen apa belum..
    tapi kayaknya sih udah..
    tapi nggak apalah komen lagi.. 😀
    penasaran aja sama siapa itu yeoja dan apa jawaban Hyeyeong..

    ~·♥·~ KEEP WRITING AND HWAITING..!!! ~·♥·~

  11. baek romantis >_< Tiba" aj nembak Sih hyeyoung :"3
    Deg"an ama jwabannya hyeyoung =D

    nextnya yg cepat thor~
    keep writing thor =D

  12. Ahirnya keluar pernyataan cinta dari bakhyun. Btw aku sudah mention minta pw chap 9 belum dibalas😕

  13. Heol… jangan2 si Jiyeon itu otak dari pem-bully-an Hyeyoung.. aq udah curiga dari chap sebelumnya..

    Tapi tapii…. gara2 dibully, Baekhyun jadi lebih deket sama Hyeyoung… trus itu.. adegan yang trakhir ituuu… Uwaaaaaahhhhh…. serasa aq yang ada di posisi Hyeyoung… dag dig dug dueer rasanya…. \>.</

  14. ……….

    scene baekyoung terakhir bikin merinding nih ah romantis parah :3

    ditunggu chap selanjutnya thorrr

  15. Have you seen that girl? Yeah she now is back..

    Eh, ada yeoja dari masa lalu Baekhyun? Cast lama atau baru-kah?
    Tau lah, fokus ke ini dulu-
    Akhirnya ByunBaek! Akhirnya! Yahooo! xD
    Semoga Hyeyoung bilang ‘iya’. Semoga adegan tadi kepergok Cheonsa. Semoga semoga.. ^^
    Oh Man! This is Yehet!

    Jal silgami anna Wae kummi anin geonji? Nado midgiji anna Neo saramin gemajni?..
    ^^

  16. Have you seen that girl? Yeah she now is back..

    Ada yeoja dari masa lalu Baekhyun? Cast lama atau baru-kah?
    Tau lah, fokus ke ini dulu-
    Akhirnya ByunBaek! Akhirnya! Yahooo! xD
    Semoga Hyeyoung bilang ‘iya’. Semoga adegan tadi kepergok Cheonsa. Semoga semoga.. ^^
    Oh Man! This is Yehet!

    Jal silgami anna Wae kummi anin geonji? Nado midgiji anna Neo saramin gemajni?..
    ^^

  17. Duh aku telat baca–”
    Masih inget sama aku kan eon? Klo lupa ya nggak papa hehe 😀
    FFnya daebak eon, kebayang deh klo jdi hyeyoung..

  18. so sweet… hyeyoung terima baekhyun yah.. sebenarnya apa yg terjadi 3 tahun yang lalu itu? penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s