Wedding Dress, Babies & Hormone War

Author : ohnajla (chosangmi15)

Genre : romance, married life

Rating : Teen

Length : one shoot

Casting : Kim Taehyung (BTS), Oh Sena (OC), Oh Sehun (EXO),Oh Daena (OC), Oh Daehun (OC)

.

.

*Hati-hati di chapter ini ya 😀 ada sedikit kejutan disini. maaf kalo partnya Sehun kurang ato bahkan gak ada. sekarang fokusnya ke Se-Tae & 4 twins. maap kalo si twins ini fotonya agak… hehe, sebenarnya 1 bayi, tapi karena dapet fotonya cukup banyak, maka kujadikan wajah2nya si kembar 4. gapapa kan? alah, lagian kembar itu wajahnya juga sama 😀 *

.

.

Surprice | Love After Marriage | Romantic Oh Sehun

Best Friend (A) | Best Friend (B) | Welcome To The World Baby

A Short Story Of Oh Sehun’s Family | Gangsta Boy (I)

Happy New Year | Sehun’s Family [Cast] | Gangsta Boy (II)

Gangsta Boy (III) | Male Hearts *Side Story* | Male Hearts 2 *Side Story*

Love and Dream | Believe | Beginning | Unexpectedly

Just One Day | The New Life of Spring | Cell Phone

.

.

Wedding Dress, Babies & Hormone War

.

Lusa..

“Nanti kalian ingin pernikahan adat atau modern?” tanya Daena sambil memilah-milah wedding dress koleksinya.

“Modern!” jawab Taehyung cepat. Sena meliriknya tajam, pemuda itu menjulurkan lidah.

“Modern.. eum.. ada banyak gaun disini. Sena, kau ingin gaun yang mana?”

Sena melihat deretan dress itu enggan. Mayoritas berwarna putih, dan Sena sangat membenci warna itu. tangannya terulur untuk mengambil satu wedding dress berwarna hitam, tapi tiba-tiba Taehyung menahannya.

“Eomma, tidak asik kalau tidak dicoba dulu. Takutnya nanti tidak cocok dengan saya, bagaimana?”

Daena berpikir-pikir sebentar. Sedangkan Sena sudah memasang tampang memelas agar ibunya tidak menuruti keinginan Taehyung.

“Baiklah, cepat masuk ruang ganti.”

Sena mendengus. Saat menoleh pada Taehyung, dengan santainya pemuda itu tersenyum. akhirnya dengan berat hati, Sena melepas tasnya kemudian meraih wedding dress berwarna hitam. Lalu berjalan memasuki ruang ganti.

gownblack5_shine

Pintu terbuka menampilkan Sena yang sudah memakai gaun pengantin berwarna hitam. Taehyung yang sedang membaca majalah,langsung saja menanggalkan majalah itu untuk memokuskan pandangan pada sang kekasih. Mulutnya terbuka dengan mata terbelalak dan kepala yang bergerak dari bawah ke atas. Pemuda itu menggeleng pelan sambil menggumamkan, “woah.”

“Pilihanku sudah benar, kan? Lagipula untuk apa mencobanya,” keluh Sena sambil menepuk-nepuk bagian bawah gaunnya.

“Eum, kau benar. Tapi… eomma, saya nanti tidak ingin orang lain melihat tubuh bagian atas Sena,” ucap Taehyung sambil menoleh pada Daena. Wanita berusia 32 tahun itu mendesah.

“Yaa, semua gaun pengantin modern seperti itu.”

Taehyung mengerutkan kening tak percaya. Dia langsung mendekati deretan gaun pengantin, memperhatikan satu persatu secara detail sebelum mengambil satu gaun yang menurutnya tepat.

“Coba ini. Bagian atasnya tidak terbuka.”

Sena mengerucutkan bibir. Dia langsung merebut gaun itu dari tangan Taehyung dan masuk kembali ke dalam ruang ganti. Karena memakai wedding dress cukup rumit, maka Sena dibantu oleh beberapa karyawan wanita di tempat ini.

Tren Gaun5

Pintu terbuka, dan focus Taehyung tertuju ke sana. Sena keluar dengan dibantu dua orang karyawati. Gadis itu berjalan hati-hati karena takut menginjak gaunnya. Dia menatap sinis Taehyung yang berekspresi seperti yang awal.

“Sena.. kau cantik sekali..”

“Jadi kita memilih ini?”

“Tidak. Itu terlalu panjang. Aku tidak ingin menyulitkan abeoji saat menemanimu ke altar.”

Sena sudah mengepalkan tangannya. Gadis itu pun menoleh pada Daena.

“Eomma, lebih baik berikan aku hanbok. Aku lebih baik ikut pernikahan adat.”

“Ide bagus. Eomma, adakah hanbok untuk penikahan modern? Ah.. pasti eomma punya, tidak mungkin eomma tidak punya.”

Daena berpikir-pikir sebentar. Tanpa berkata-kata, dia berjalan mendekati sebuah lemari kaca yang dipenuhi dengan hanbok. Dia mengambil satu hanbok berwarna hitam.

“Bagaimana dengan ini?”

Taehyung memperhatikannya sejenak. “Bagus! Semua bagian tubuhnya tertutup, sempurna.”

Sena memutar bola matanya. Taehyung segera mengambil alih hanbok itu kemudian diberikan pada Sena.

“Please baby..”

Gadis muda itu mendesah. Dia merebut pakaian itu dari tangan Taehyung dan kembali masuk ke dalam ruang ganti. Sekarang mungkin Taehyung akan menunggunya sedikit lebih lama. cara menggunakan hanbok lebih rumit dari pada gaun.

109acde6ab43fff432969a5e27e3ab38 (Hanbok yang dipakai Sena)

Pintu terbuka, buru-buru Taehyung menegapkan tubuhnya. Di sana berjalanlah seorang gadis muda dengan hanbok. Tidak seperti wanita Korea lainnya, rambut gadis itu sengaja digerai.

Taehyung berjalan semakin mendekat. Cara menatapnya seperti memperlihatkan kalau dia sangat terpesona dengan penampilan Sena saat ini. Seorang gadis muda memakai hanbok, terlihat seperti halnya putri kerajaan Korea yang masih berstatus remaja.

Pemuda itu langsung melingkarkan tangannya di pinggang Sena kemudian berdiri di sebelah gadis itu. “Eomma, apakah kami sudah terlihat serasi?”

Daena tersenyum simpul. “Kalian selalu terlihat serasi.”

Taehyung tersenyum puas. “Terima kasih eomma. Ah, saya suka dengan hanboknya. Nanti Sena pakai ini saja, ya eomma?”

Daena mengangguk pasti. “Tentu saja. Ah, kau tidak ingin memilih baju pernikahan juga?”

Sena sudah kembali ke ruang ganti, sedangkan Taehyung berjalan mendekati kostum pengantin laki-laki.

“Sebenarnya sih kostumnya sama saja,” gumam Taehyung sambil menggaruk kepalanya.

“Tapi.. saya ingin mencoba yang ini,” dia langsung meraih satu setel pakaian laki-laki diantara pakaian lainnya. Desainnya memang sama, warnanya juga warna original. Tapi Taehyung rasa pakaian ini cocok dengan konsep hanbok Sena.

“Kau coba saja dulu. Itu, ada ruangan ganti yang lain.”

Taehyung menuruti saran Daena. Dia mengambil langkah lebar-lebar memasuki ruang ganti yang bersebelahan dengan ruang ganti Sena.

Tidak berapa lama..

114034037d57489cc0cc1e1c0bee32a4

Sena yang baru saja duduk di sofa, sedikit terkejut dengan penampilan Taehyung. Yah.. meski masih memakai anting-anting itu, Sena tidak bisa membohongi dirinya kalau dia terpesona.

“Eomma, Sena, eotte? Bagus tidak?”

Daena menunjukkan dua jempolnya, sedangkan Sena mengangguk kaku. Pemuda itu tersenyum puas.

“Baiklah, saya ambil yang ini saja.”

Sebelum pulang, mereka menyempatkan diri untuk menyapa si kembar. Yeah, si empat bayi mungil itu sengaja di bawa kemari karena tidak mungkin dibiarkan sendiri di rumah. Taehyung langsung menggendong Cheondung dari kotaknya. Dia bermain-main sebentar dengan bayi chubby itu.

Tiba-tiba terlintas ide di pikiran Sena. “Oppa, kemarikan ponselmu.”

Walau tidak tahu maksudnya, Taehyung langsung memberikan ponselnya ke tangan Sena. Setelah mendapatkannya,  gadis itu melangkah mundur dengan ponsel Taehyung yang dia pegang di depan tubuhnya.

“Ini akan menjadi kenangan Taehyung oppa dengan Dung saengi.”

CKRIK!

Sena terkikik geli melihat ekspresi Cheondung yang sedikit ketakutan. Sekarang Taehyung menggendong Cheonsa. Sepertinya karena kiss scene Sena-Taehyung waktu itu dihadapannya, Cheonsa langsung memonyong-monyongkan bibirnya pada Taehyung begitu digendong. Momen ini justru tidak boleh terlewat. Tanpa memberi aba-aba, Sena langsung memotret mereka.

CKRIK!

B1ZgHYnCQAAxupA (atas : Cheondung, bawah : Cheonsa)

“Wah.. mereka ini lucu-lucu sekali. Eoh? Eomma? Kenapa Cheonsa memakai baju laki-laki?” Sena langsung mengalihkan perhatiannya pada Daena.

“Biar lebih serasi saja, Sena. Lagi pula rambutnya masih pendek.”

Sena menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Tapi kan memakai baju perempuan akan jauh lebih mudah dibedakan.”

“Eomma mengingat nama mereka dengan baik, jadi untuk apa dibedakan?” sahut Daena tanpa mengangkat kepala. Dia sedang sibuk menggambar desain baju baru yang akan menjadi baju rancangannya khusus musim panas.

Sena hanya bisa mendengus. Dia membuang pandangan pada kekasihnya lagi. Sekarang pemuda itu menggendong Cheonmi. Ekspresi Cheonmi memang sedikit berbeda dari yang lain, suka sekali memasang ekspresi ingin menangis.

CKRIK!

914332_509106685860785_1575552087_a

Sena langsung berlari menghampiri keduanya. Berusaha menggapai pipi chubby Cheonmi untuk menciumnya. Kerut di dahi Cheonmi semakin terlihat jelas, hal itu membuat Sena serta Taehyung tertawa terbahak-bahak.

“Aigoo.. Mi saengi takut ~ ugh.. manisnya,” Sena menarik pipi bayi itu.

Cheonmi semakin ketakutan. Dia mengalungkan tangannya di leher Taehyung dan menyembunyikan wajahnya disana. Lagi-lagi kedua kakaknya dibuat tertawa.

Sekarang tersisa si manis Cheonha. Bayi itu terlalu aktif bergerak. Dia sudah bisa berdiri meski harus berpegangan pada pembatas kotaknya. Wajahnya langsung sumringah ketika Taehyung menghampirinya.

Taehyung memonyongkan bibirnya, meminta kiss, tapi Cheonha menoleh seakan menolak. Dan moment ini langsung diabadikan.

CKRIK!

Karena merasa diabaikan, Taehyung membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu. Tapi jari telunjuk Cheonha tiba-tiba bergerak masuk, Taehyung langsung mengatupkan bibirnya, sedikit menekan jari mungil itu dengan gigi.

CKRIK!

Entah apa yang dirasakan Cheonha, yang pasti bayi itu tengah berusaha mengeluarkan jarinya. Sayang, Taehyung mengatupkan mulutnya bertingkah seolah mengemut jari bayi itu.

CKRIK!

Bukannya menangis, menjerit atau sejenisnya, Cheonha justru tertawa. Hal itu membuat Taehyung ikut tertawa sehingga dia pun membuka mulutnya kembali. Seakan mengucapkan terima kasih, bayi mungil itu meletakkan kepalanya di pembatas kotaknya. Dan ini moment yang sangat lucu.

CKRIK!

B1ZmmWJCMAAnIdB

Puas bermain-main dengan para bayi, mereka pamit pulang. Dalam tiga puluh menit mereka sampai di rumah. Rumah masih kosong karena Daehun, Sehun dan Sehyun belum pulang. Dan itu artinya hanya ada mereka berdua di rumah sebesar ini.

Sena langsung melempar tasnya ke sofa ruang keluarga sebelum melesat ke dapur. Perutnya sudah keroncongan sejak tadi. Sementara Taehyung membuntutinya, dia juga merasa lapar karena belum makan apapun siang tadi.

Taehyung menyandarkan punggungnya pada pintu kulkas. Melihat Sena yang sedang sibuk sendiri. Entah kenapa saat ini Sena terlihat begitu… err… seksi. Kedengarannya memang aneh Taehyung tiba-tiba berpikir seperti itu. Tapi memang benar adanya. Pemuda itu mulai memperhatikan kaki Sena yang sedang tidak tertutupi rok. Lama-kelamaan menjalar ke atas hingga… mereka tak sengaja bertemu pandang. Gadis itu menatapnya tajam.

“Kau barusan memperhatikan apa?”

Taehyung berusaha menutupi keterkejutannya dengan ekspresi blank andalannya. Sena menghela napas, berjalan mendekati Taehyung, saling bertatapan sebentar dan…

DUG!

Reflek Taehyung mengaduh sambil mengusap dahinya. “Appo..”

Sena berkacak pinggang. “Masih baik kita menikah bulan depan. Huh, ternyata kau kalah melawan pertumbuhan hormonmu.”

Taehyung menatap kekasihnya heran. “Kau mau membicarakan hal vulgar itu dihadapanku?”

Buru-buru Sena menggeleng. “Bukan begitu maksudku, hanya saja…”

“Hanya saja apa?” Taehyung menyeringai kecil.

Sena menelan salivanya kuat-kuat. “Aku kan pernah mengatakan tentang perkembangan manusia. Bukannya aku juga menyinggung hal itu? kau lupa?”

Taehyung tertawa. “Ingatlah kalau sekarang kita hanya berdua di rumah.”

Pipi Sena langsung merona hebat. Dia menahan diri untuk tidak kabur. Karena ini menyangkut harga dirinya. “Lalu kenapa kalau hanya berdua? Bukannya dulu di rumahmu kita juga selalu berdua.”

Jawaban itu membuat Taehyung menyeringai lebih seram. Tanpa berkata apapun, dia langsung menarik tangan Sena, merubah posisi mereka dengan punggung Sena yang bersandar pada pintu kulkas.

Sena bergidik ngeri. “K-k-kau.. m-mau apa?”

Taehyung menyeringai. Dia pun mendekatkan bibirnya ke telinga Sena. Membuat suara-suara yang cukup membuat bulu di tubuh Sena meremang. “Kau ingin tahu apa yang tadi kulihat, huh? Kau tidak sadar dengan seluruh barang berharga yang tidak sengaja kulihat tadi, huh? Haha.. sudah kuperingatkan kalau kita hanya berdua disini, tapi kau justru menantangku. Baiklah.. kita bermain-main sebentar, otte?”

Sena segera memejamkan mata. Tangan kiri Taehyung mulai melingkar di pinggangnya, tangan kanan Taehyung bergerak mengusap lehernya. Gadis itu bisa merasakan ketika Taehyung memeluknya. Pemuda itu tersenyum tipis ketika merasakan detak jantung kekasihnya yang bertempo sangat cepat. Dia berusaha tak memedulikannya dan tetap melanjutkan aktifitasnya. Bukankah sekarang adalah kesempatan bagus?

Dengan tangan kanannya, Taehyung bisa menyibakkan rambut gadis itu yang menutupi leher. Tangan kanannya berpindah ke pinggang gadis itu, entah apa yang dilakukan kedua tangannya, yang pasti sekarang dia sedang menghirup aroma tubuh Sena yang menguar dari leher.

“Ah~ cherry blossom ~ I like that.”

Keringat dingin mulai mengucur di seluruh tubuh Sena. Mendengar suara berat Taehyung yang cukup seduktif itu membuat dia mulai merasa takut. Kedua tangannya meremas rok hingga kukunya memutih.

Kali ini Taehyung mendorong tubuh Sena hingga punggungnya menempel pada pintu kulkas. Taehyung mati-matian berusaha menahan tawanya melihat Sena yang masih memejamkan mata. Pemuda itu masih ingin melanjutkan aksinya.

Dia mendekatkan wajahnya sambil menyentuh dagu Sena dengan tangannya. “Bisakah kau membuka mata? Kau tidak ingin menikmati saat-saat seperti ini, sayang?”

Sena menggeleng, dia masih bersikeras untuk tidak membuka mata. Taehyung hanya bisa tertawa tanpa suara.

“Ekhem.. benarkah itu?”

Taehyung memulai aksinya kembali dengan mengusap bibir ranum Sena menggunakan ibu jarinya. “Mungkin… aku bisa sedikit menggigitnya. Merah sedikit appa tidak akan menyadarinya bukan?”

Sena menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan kiri agar sentuhan Taehyung di bibirnya terlepas. Tapi toh begitu terlepas, Taehyung beralih menyentuh dagunya, menarik dagunya ke atas.

“Aku tidak menghitung berapa kali kita melakukan kiss scene di bagian ini. Tapi mungkin, ini akan menjadi kiss scene yang tidak terlupakan.”

Tubuh Sena sudah gemetaran. Dia terlalu takut, sekaligus panic. Entah karena dorongan apa, Sena malah menarik tubuh Taehyung dan mendekapnya erat. Membenamkan wajahnya di dada Taehyung.

“Hiks.. oppa andwae.. jangan lakukan itu..”

Taehyung mengerjap-ngerjapkan matanya masih shock.

“A-a-aku.. aku minta maaf. A-a-aku.. jujur aku juga gagal melawan pertumbuhan hormonku. T-tapi.. aku masih berusaha melawannya. A-a-aku.. hiks.. jangan lakukan itu..”

Taehyung tersenyum penuh arti. Dia mengusap puncak kepala Sena yang sedikit bergetar.

“Ssst.. uljima ne? aku tidak akan melakukannya, sungguh. Aku hanya mengerjaimu, sayang. Tidak akan benar-benar melakukan hal-hal itu padamu.”

Perlahan Sena mengangkat kepalanya. “Benarkah?”

Taehyung tersenyum. “Ne. karena yang ingin kucium adalah ini..”

CHU~

Tepat mendarat di kening Sena. “Maaf bayi, aku sudah menakutimu.”

Sena tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia kembali menenggelamkan wajahnya di dada Taehyung.

“Lalu apa yang kau lakukan saat memelukku?”

Taehyung tertawa kecil. “Melepas tali apronmu. Aku ingin sekali menggantikanmu memasak. Boleh kan?”

Gadis itu langsung memutar kepalanya ke belakang. Benar, tali apronnya sudah terburai.

Taehyung mendorong pelan tubuh gadis itu. “Cha, kemarikan apronnya, biar kali ini aku yang memasak.”

~

Tidak bosan-bosannya Sena memandangi Taehyung yang sedang memasak. Pemuda itu terlihat jauh lebih keren daripada saat tidak memasak. Dia mengagumi tangan kekar itu yang bergerak lihai memotong sayuran, keringat yang mulai bermunculan di leher kekasihnya, bahkan deru napasnya. Tanpa disadari, gadis itu tersenyum.

Taehyung yang merasa dipandangi, melirik sebelahnya sekilas. “Haha, kau terpesona dengan pangeran motor putihmu?”

Raut wajah Sena berubah datar. “Tidak.”

Taehyung tersenyum penuh arti. “Lalu kenapa tersenyum? teringat yang barusan?”

Sena berdecak. “Kau terlalu keren, puas?”

Taehyung mengangguk-anggukan kepala. “Mungkin saat melihatku bermain basket, kau akan melihat tingkat kekerenanku.”

Sena tersenyum miring. “Jinjja? Ah.. kalau bertanding dengan appa dan Daehun, pasti yang terlihat keren itu appa.”

Taehyung memasukkan potongan sayur ke dalam panci, kemudian menghidupkan kompor. “Abeojimu memang keren, eomma pasti terkagum-kagum kalau melihat appa saat taekwondo atau basket. Tapi, di mata para gadis, aku jauh lebih keren.”

“Para gadis? Haha, memang siapa yang mau melihatmu bermain basket.”

“Eum.. gadis-gadis di kampus mungkin.”

Sena membulatkan matanya. Dia langsung menegapkan tubuhnya, menatap tajam Taehyung. “Jangan bilang kalau oppa terkenal di kampus.”

Taehyung tersenyum tipis. “Kalau iya memang kenapa? Aku salah satu bangtan sonyeondan di kampus.”

Sena sudah mengepalkan tangannya geram. “Apakah mereka sering menggodamu?”

Taehyung mengangguk kecil. “Yah.. seperti itulah kelakuan fans.”

Sena sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya. Dia langsung mematikan kompor, kemudian menarik tangan Taehyung menjauhi dapur. Mereka pergi ke ruang televise. Sena mendorong tubuh Taehyung hingga terduduk di sofa sedangkan dirinya duduk di atas pangkuan pemuda itu.

Taehyung terdiam dengan sorot mata tajam ketika melihat Sena yang mengalungkan tangan di lehernya. Taehyung sebenarnya agak ngeri melihat Sena yang mulai sedikit agresif. Gadis itu mengusap lehernya dengan gerakan lembut, kemudian merambat ke rambut belakangnya, mengelusnya sebentar sebelum menariknya. Taehyung hanya bisa mendesis kesakitan.

Sena menyeringai seram. Gadis itu mulai menggerakkan tangannya untuk mengelus dada Taehyung. Hal itu membuat Taehyung harus menelan kuat-kuat salivanya. Ternyata aksi Sena tidak berhenti sampai disitu. Gadis itu sedikit mengangkat tubuhnya agar dia bisa mensejajarkan wajahnya dengan wajah Taehyung. Dia menangkup pipi Taehyung dengan kedua tangannya. Saling bertatapan sambil Sena mendekatkan wajahnya. Gadis itu mengedipkan sebelah matanya ketika ujung hidung mereka bersentuhan. Jarak diantara mereka semakin sempit… sempit… dan…

Taehyung menangkap tangan kanan Sena menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanannya melingkar di pinggang gadis itu. Spontan Sena menghentikan aktifitasnya.

“Ada apa denganmu, huh?”

Gadis itu tidak menjawab. Matanya hanya bergerak-gerak memandangi Taehyung.

Terlihat jelas kilat-kilat marah dari sorot mata pemuda itu. dia menarik tubuh Sena agar terduduk di pangkuannya. Mereka masih saling menatap.

“Aku bisa memaafkanmu sekarang, karena kau bersikap begitu di depanku. Tapi lain kali tidak akan kumaafkan kecuali kalau kita sudah menikah. Kau tahu, kau justru terlihat murahan dengan bersikap seperti itu. Jangan pernah lagi melakukan itu padaku, sebelum kita menikah.”

“Mu..rahan? k-kau… menyebutku… murahan?”

“Ne! kau tahu bagaimana marahnya aku melihatmu seperti itu?! kau ingin balas dendam karena tadi aku mengerjaimu?! Boleh saja kau balas dendam, tapi tidak begini caranya, Sena! Masih bagus aku menahan diri! Coba kalau aku tidak bisa menahan diriku! Pikirkan lagi Sena kelakuanmu ini! Sebentar lagi kita menikah, kita hanya perlu menahan semua pertumbuhan hormone itu sampai bulan depan! Apa itu terlihat susah bagimu?!”

Tangan kiri Sena yang masih menangkup wajah Taehyung, tiba-tiba terkulai lemas. Begitu pun yang terjadi dengan tangan kanannya. Wajah gadis itu sudah basah dengan air mata. Dia membuang pandangannya karena tidak ingin melihat wajah Taehyung yang merah padam. Baru pertama ini Taehyung marah sambil membentaknya. Hal itu membuat perasaan Sena sedikit sakit.

“Apa aku salah menginginkan calon istri yang baik? Aku terkejut melihatmu seperti itu. aku tidak bisa menahan rasa marahku ketika melihatmu tiba-tiba menyentuh dadaku. Aku tidak menyangka Senaku akan melakukannya. Karena aku rasa, kau baru bisa menyentuhku ketika kita sudah menikah. Begitu juga sebaliknya.”

Sena sudah merasa sedikit pusing di kepala. Dia ingin sekali menjatuhkan kepalanya ke belakang, tapi ternyata Taehyung memeluknya, menyandarkan seluruh tubuhnya di badan pemuda itu.

Taehyung mengusap rambut Sena lembut. “Jangan menangis lagi, sayang. Maaf, aku membentakmu tadi. Jangan menangis lagi ne? nanti kepalamu pusing.”

Sena meraih tangan Taehyung kemudian menggenggamnya erat. Dia pun memejamkan mata.

“Mianhae, oppa..”

Taehyung tersenyum tipis sambil mencium puncak kepala gadis itu. dia membiarkan Sena yang tertidur dalam posisi seperti ini. Setelah dirasa sudah cukup lelap, Taehyung perlahan mengangkat tubuh gadis itu kemudian menggendongnya memasuki sebuah kamar. Kamar ini adalah ruang pribadi Sena. Taehyung membaringkan tubuh gadis itu di atas ranjang kemudian menyelimutinya sebatas leher. Dia mengusap pipi Sena yang lembab karena air mata.

“Kau butuh istirahat sayang.”

Dia pun berjalan keluar setelah menepuk poni Sena.

END

106 responses to “Wedding Dress, Babies & Hormone War

  1. Lanjut thor aku gak bosen bacanya seruuu…. Banget thor lanjut ke selanjutnya thor kalau perlu bikin cerita sampe setae nya jadi nenek dan kakek .seru thorr hehe

  2. gila part ini keren bgt..
    Taehyun bener2 bersikap dan berfikir dewasa.. Sena bener2 beruntung bisa dpet Taehyun..
    Mereka berdua bener2 serasi..
    Foto2 sikembar bener2 lucu

  3. ihhh ngeri sm sena, tp taehyung jg ngeselin, hahaha, mereka saling sayang, ya ampun aku sk bgt ni ff, semoga cpt lanjut, tp aku ska gaun hitamnya tadi, cantik

  4. Oh my god Sena??? Wht happend? Ngeriii liat sena jdi begitu aaa~~
    Untung taehyung kuat iman kkkk kalo egak kn, DANGER!!
    Nexttt!!

  5. Imut nya mreka.. Tpi tangen ama thehyun.. Oya bole saran gk nih, klo penggunaan kt ‘saya’ diganti ‘aku’ karna lebih enak didengar.. Anyway makasih yah bwt penulis n adminya, yg udah memberikan bacaa2 bagus

  6. Aku.sukaa bgtt sm yg taehyung main sm 4 kembarr.. Foto”nyaa kerenn”.. Lucuu maksimall hehehehhe.. Sena smpe segitunya untung taehyung nya dewasaa.. Next chapnya

  7. lanjut kak lanjut 😀
    jadi disini mereka berdua itu sama-sama lagi ngelawan hormon mereka
    dan itu buat taehyun marah dan juga sena mewek terus tidur terus END
    lanjut yah kak ini pen baca tentang pernikahannya

  8. Duuhhh ini ff makin cetar aj yaalloh tolong.. Mereka makin romantis, taehyung masyaalloh masyaalloh suami idaman itu hihi.. Aku suka banget kaakkk.. Selanjutnya ditunggu!! Hwaiting!! 😀

  9. kereeeeeenn,, 🙂
    Tp knp yaa d part ini kurang ceeeetaaarrr ya critanyaaa,,
    Apa cma prsaan aq ajaaaa??
    Yg pnting fighting thoorr!!! 😉

  10. keren-nya 😀
    suka sama Taehyung yang makin lama makin romantis & dewasa
    i love the way he take care of Sena. Bener-bener nunjukkin sifat gentleman nya!! 😀
    then, kenapa Sena tiba2 jadi agresif gitu? hahaha
    lanjut lanjut,suka sama ceritanya 🙂

  11. lucu …
    kalo mereka berduaan doang . Nanti berantemlah , ntar romantisan lah… hahh
    taehyung kocak bngt pas milih2 baju

  12. seru thor…
    critanya bikin gemeees…. udh g sbar pgn tw tae-sena nikah.. gmn y???
    next series d tunggu y… :-):-):-)
    *bow* to authornim..

  13. taehyung selalu ngerti apa yg di rasain sena
    mau punya pacar kaya taehyung=D
    si kembar 4 lucu banget pas digendong sama taehyungg
    ga sabar kelanjutannya ditunggu ya ^^

  14. Woaah lagi lagi aku harus bilang taehyung kau romantis sekalihh! Dan ohh sena bruntung bgt sih kmu.. Rada kaget juga sih pas sena balas dendam.. Wehh untungnya taetae bisa nahan.. Dia malahan marah sena ngelakuin itu.. Wuhh tae pkirirannya dewasa bgt.. Sabar yaa kalian berdua apa susahnya tunggu sebulan lagi.. /klo aku sih gak bkalan sabar eh*ampun plis*/ waaaaaaaaaaaa eonni aku gak sabar sama pernikahan mereka.. Tpi plis eonn klo udah nikah jngan end ya eonni 😦 aku tunggu next nyaa~

  15. Aduhhh sena kyx lengkap banget hdupx..dia bahkan ga perlu repot2 sma pernikahanx..bahkan ibux ush punya stok bju buat dia..trus soal masa depan auhhhh dia bahkan udh dijadiin penerus di keluargax

  16. Sena jd liar karna cemburu ya?sama fansnya tae?biasanya kan sena polos los los…
    Sentae couple aku suka,slalu nunggu series selanjutnya.pictnya aku suka bgt…

  17. aku agak kesel pas taehyung bilang sena murahan! Pasti sakit banget tuh. Sena kaya gitu juga kan gara” taehyung bikin sena cemberong! Pengennya mah sena marah sama taehyung biar nambah tegang suasananya. Hehehe.
    lanjut thor! Aku suka sama semua ff kamu.

  18. Ini knp ff ny makin keren aj si ??!!
    Ya ampun trus aku mesti ikutan nunggu sebulan buat liat prnikahan mereka ? Hahha
    Semoga mereka bahagia !!! Ya ampun !! Se-tae jjang !!! Suka bgt sama cerita mereka… >.<

  19. Mau nikah aja masih sempet2nya begitu, bikin envy deh mereka ini >_< cepet2 nikah deh biar ga kejadian yg kelewat batas ckck sena kalo marah menggoda gitu?? Taehyung sih mancing sena marah -_-

  20. Ya ampun taehyung !! Bkin melting ajja,,kata2mu itu lho haha,malu dh sena di gtuin ,buat kbaikan kalian dh
    akhirny sehun bkal jadi ayah mertua ,nganterin putriny k altar cieee
    d tunggu kelanjutanny,ka !! Hwaiting oh family !

  21. aduh si taehyun aq g bsa berkta2 lagi pada mu oppa hahhh kau keren skli dan mnjaga bngt seorng sena walaupun itu dari hormon mu sndiri wkwkwk

  22. Akhirnya mereka ntar lagi nikah.
    Seneng banget sama couple ini.
    Tpi takutnya ntar mereka sudah nikah. Jungkook kembali buat ganggu mereka. 😢😢😢
    Next chapt thor

  23. aih…. ada apa dengan sena??? sena cemburu??? koq kayx gitu sih….

    wa wah taehyung marah…. kayaxnya taehyung emang berbeda dengan para lelaki pada umumnya…. dia bnr2 menjaga kesucian sena….

    daebak……..

    next..

  24. omo baru ini liat sena seagresif ini
    taehyung waahh jahat ngatain.pacarnya murahan tapi dia sabat jadi laki
    romantis.kpan mereka nikah nih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s