Meet To Say Goodbye [Chapter 1]

req poster

Meet To Say Goodbye.. [Chapter 1]

Title: Meet To Say Goodbye.. (chapter 1)

Written by : © Shin Sung Ri

Cast : – Oh Sehun EXO

– Im Yoon Ah SNSD

– And all other cast you can find in this story 🙂

Genre : Romance, Sad, Hurt, AU, Friendship, School life, Angst

Rating : Teen

Length : Chaptered

Credit Poster : Yessy Mandzukic @ EKF

Note : FF ini adalah murni pemikiran saya, bila terdapat kesamaan didalamnya itu merupakan ketidak sengajaan. Pernah post di wp pribadi dan tempat lain aku jadi author.. ^^ Don’t Be A Silent Reader Please! Just info.. semua FF ku itu, post in here and my personal blog 🙂 Happy reading! ^^

#

Embun di pagi buta yang telah menetes di dedaunan juga rerumputan di kota Seoul. Setelah sekian lama, akhirnya matahari mulai menampakkan sosoknya pada dunia untuk menerangi dan menyilaukan kota Seoul yang sedari tadi diselimuti kegelapan pada pagi hari. Cahayanya mulai masuk ke sela-sela tirai jendela kamar apartement seorang remaja tampan nan tinggi yang tengah terlelap dialam mimpinya tepat di atas ranjang empuk yang tersedia untuk menopang tubuhnya yang kelelahan itu.

“Ah.. Hoam.. sudah pagi ternyata?” namja itu kini meregangkan tubuhnya saat ia mulai tersadar dari alam mimpi yang baru saja dilaluinya. Kini ia berjalan menuju bathroom dengan malas. Wajar saja, namja tampan ini baru tiba di Seoul pukul 2 malam setelah melalui perjalanannya dari Busan pukul 5 sore kemarin yang membuat tubuhnya kelelahan. Dan kini, ia harus mempersiapkan diri untuk beraktivitas kembali di sekolah. Walaupun, sekarang ia bersekolah di tempat yang berbeda dari sebelumnya.

Ia melangkahkan kakinya keluar dari bathroom sambil mengusap rambut coklat tua miliknya menggunakan anduk berwarna putih yang sudah tersedia di apartement itu sejak awal.

“Hm.. My new uniform.. ah! Ini dia..” seketika namja tinggi itu menarik sebuah blazer berwarna biru tua juga kemeja putih tak lupa lengkap dengan dasi hitam dengan corak garis-garis berwarna putih yang mendampinginya. Oh ya! Juga celana bahan katun panjang yang terlihat senada dengan pakaiannya.

Pukul 06.20

‘Jalan kaki? Itu ide bagus! Setidaknya, menikmati udara pagi kota Seoul cukup baik..’

Akhirnya namja tinggi itu kini tengah menggendong tasnya yang semula tergeletak di atas ranjang calon teman apartementnya dan berjalan menuju pintu apartementnya. Ya, kamar ini memiliki 2 ranjang. Wajar saja, pihak sekolah yang mengatur ini semua agar mereka dapat hidup dalam 1 apartement dengan nyaman tentunya mandiri juga. Seoul Academy Senior baru-baru ini menerapkan hal tersebut pada para siswanya. Entah darimana pemikiran itu berasal. Tapi yang jelas, ini bukan asrama hanya tinggal bersama menuju hidup yang mandiri. Itulah kesimpulan yang diambil oleh seorang yeoja cantik yang kini baru saja turun dari mobil sport merah miliknya.

Im Yoon Ah, seorang yeoja cantik yang kaya juga ceria yang selalu menghiasi hari-harinya. Memang ia tidak pandai dalam mata pelajaran, tapi ia pandai membuat orang kesal.

BRAK!

“jeosonghamnida.. mianhae..” namja tampan itu kini hanya menatap Yoona dan meninggalkannya tanpa ada sepatah kata pun. Yoona tidak memperdulikan sikap Sehun. Ia hanya kembali menatap bahu namja tinggi itu yang tengah menggendong sebuah tas berwarna hitam yang setia berada di punggungnya saat namja tinggi itu berjalan entah kemana. Sementara yeoja cantik itu akhirnya berjalan tanpa arah. Ia mengikuti saja, kemana langkah kakinya akan membawanya.

Langkah demi langkah dilalui yeoja berambut coklat keemasan itu.

TAP! TAP! BRAK!

“ah.. jeosonghamnida..” Sehun berbalik menatap seseorang yang baru saja menabraknya dari belakang lagi. ‘dia lagi?’ batin namja berkulit pucat itu. Ia benar-benar kesal pada yeoja dihadapannya ini. Bayangkan saja, ditabrak kedua kalinya oleh yeoja yang sama dalam jarak waktu yang berdekatan dan di hari pertama menginjakan kaki di sekolah baru. Itu adalah hal baru yang tidak akan mau Sehun ulangi di sepanjang hidupnya. Yeoja cantik itu harusnya bersyukur, karna namja tinggi itu hanya menatapnya lagi dan pergi meninggalkannya.

Yeoja cantik itu kini tetap melanjutkan kembali langkahnya tanpa memperdulikan sikap Sehun. Memang, di Seoul Academy School Yoona adalah siswi paling ceroboh, sudah banyak siswa yang tahu apalagi para seosangnim itu adalah hal yang sudah biasa. Namun Sehun? Maklum saja dia tidak tau karena ia adalah salah satu siswa baru di tahun ajaran yang baru. Tapi, sekarang dia sudah tahu bukan?

BRAK!

‘Aish.. siapa lagi?’batin namja tinggi itu yang mulai berbalik menatap seseorang menabraknya lagi.

“Mianhae.. mianhae.. kau tiba-tiba berhenti disini jadi aku menabrakmu..” ujar yeoja yang tak lain adalah Yoona sang penabrak sejati Sehun(?). kini namja tampan ini hanya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan berat, bermaksud menahan amarahnya.

“Kau sudah menabrakku 3 kali, apa kau mengikutiku,huh?”

“Ani, untuk apa aku mengikutimu? Eh! Tapi apa aku sudah menabrakmu sebanyak itu? Aku tak ingat.” Yeoja cantik itu kini berdiri di tengah pintu kelasnya bersama Sehun. Namun, namja berkulit putih itu kini telah meninggalkan Yoona sendirian yang tengah mengingat-ngingat kejadian sebelumnya. “Ehm!” seseorang berdehem di belakang yeoja itu, dan Yoona pun berbalik. “Ehehe.. Haera seosangnim..” ucap Yoona.

“Ah arraseo! Im Yoon Ah! Cepat duduk! Kau selalu begitu sejak dulu.. pasti itu kan yang akan seosangnim ucapkan? Aku sudah tau, karena seosangnim selalu—”

“Cepat duduk!”

“Ne.. ne..” yeoja itu kini mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruang kelasnya. Namun, entah mengapa kursi di samping namja sudah 3 kali ia tabraklah yang terlihat jelas di pandangannya. Padahal kursi Sehun adalah kursi yang paling belakang dan paling pojok di kelas. Kini yeoja cantik itu berjalan cepat menuju kursinya di samping Sehun. Sehun melirik yeoja itu sekilas dan kembali asik dengan handsetnya yang sedari tadi sudah menyumbat kedua lubang telinganya.

Kini sang seosangnim sedang sibuk menjelaskan materi biologi. Tak seluruh siswa dikelas itu yang memperhatikannya, ada siswa yang bermain-main adapula yang saling mengobrol. Bahkan ada yang sibuk dengan handsetnya seperti Sehun. Ada juga yang rajin mencatat segala hal yang diutarakan oleh seosangnim. Siapa? Yang tak lain dan bukan adalah Im Yoon Ah. Sedari tadi ia sibuk berkutat dengan catatannya. Pena hitamnya yang selalu bergerak tanpa henti diatas lembaran putih bergaris miliknya itu tak akan berhenti jika sang seosangnim tak menghentikan ucapannya. Tanpa sepengetahuannya, sedari tadi namja berkulit putih itu memperhatikannya melakukan aktivitasnya itu.

‘Yeoja macam apa ia? Mencatat semua perkataan seosangnim membosankan itu? Apa ia gila? Aish! Eh tapi.. kalau difikir-fikir sifatnya itu mirip dengan….. Ah sudahlah lupakan!’ batin namja tampan itu. Ia kembali mengingat seorang yeoja yang sangat ia cintai. Namun.. namja tampan itu tak mau mengingat lagi kejadian itu.

TAP! TAP! TAP! Yeeee~~!

Sorak para siswa di ruang kelas XII-3 yang memenuhi ruangan saat seosangnim membosankan itu pergi dari ruang kelas yang membuat para siswa senang. Akhirnya pelajaran bodoh dari seosangnim yang membosankan itu selesai juga, sekiranya itulah batin para siswa saat pelajaran itu usai. Namja tinggi itu masih tersandar di kursinya dengan sikut kanannya yang berada di atas meja sebagai tumpuan dagunya atau lebih tepatnya wajahnya yang terlihat mengantuk itu. Kali ini ia sedang memikirkan siapakah teman sekamarnya. Atau lebih tepatnya dengan siapa ia harus berbagi apartement itu. Dia benar-benar penasaran. Ia harap teman sekamarnya, adalah orang yang sesuai dengan keinginannya, ia tahu mungkin itu hanyalah harapan yang sangat tipis kemungkinannya untuk tercapai. Mengingat banyaknya siswa yang terdapat di sekolahnya kini. Bisa saja ia mendapat kawan apartement yang menyebalkan.

Pulang Sekolah at Apartement..

“Huh..” namja tampan itu kini tengah manjatuhkan sebagian tubuhnya (dari kepala sampe pinggang) ke kasur empuk nan soft yang berada di apartement nya. Entah mengapa tiba-tiba terlintas difikirannya seorang yeoja yang telah menabraknya 3 kali hari ini.

“jeosonghamnida.. mianhae..”

“ah.. jeosonghamnida..”

“Mianhae.. mianhae.. kau tiba-tiba berhenti disini jadi aku menabrakmu..”

Ia kembali mengingat kejadian yang baru saja ia lalui pagi hari di sekolah barunya, Seoul Academy School.

TOK! TOK! TOK!

‘My apartement friend..’

Namja tinggi itu bangkit dari kasur empuknya dan menyentuh kasur yang sama empuknya yang berdampingan dengan kasurnya yang hanya dibatasi oleh meja kecil yang menahan sebuah lampu tidur, dengan menggunakan jari telunjuknya sambil berjalan menuju pintu.

Chakkaman!” teriak Sehun saat langkahnya baru muncul dibalik pintu kamarnya dan jalan terburu-buru.

C-KLEK~

BRUK!

“Hah? Apa ini?” baru saja ia membuka pintunya tiba-tiba sebuah tas sudah mendarat dalam genggamannya yang membuatnya terkejut.

“Tolong bawa itu ne! Ah.. itu berat sekali. Pinggangku saja nyaris encok karena itu. Kau tak mengizinkan ku untuk masuk, huh? Aku kan kawan apartementmu..”

“Oh iya.. silahkan mass—“

“Gomawo!” yeoja itu langsung masuk ke dalam apartement dan menabrak lengan Sehun yang tengah keberatan membawa tas yeoja itu. Perlahan namja berkulit putih itu menutup pintu apartementnya menggunakan salah satu kakinya. Lalu berjalan ke kamar hanya sekedar untuk menaruh tas berisi batu milik kawan apartementnya, sekiranya itulah pikiran namja itu. Karna tas itu benar-benar berat, So? Sehun menganggap itu adalah tas berisi batu. Namja itu mengusap dahinya. ‘bisa-bisanya ia membawa tas seberat ini? apa ia gila? Aish! Menyuruhku pula.. Huh!’

Sehun berjalan lemas menuju kawan apartement barunya yang tengah melihat-lihat apartementnya. Karena melihat Sehun mencarinya, Yoona segera menghampirinya.

“Hai~ Eh, hallo~ oh! bukan-bukan! Annyeong? Apakah annyeong? Ah! Annyeong haseyo.. ya kan? Annyeong haseyo.. joneun Im Yoon Ah imnida. You can call me Yoona.. hehe..” yeoja itu mengulurkan tangannya pada Sehun yang sedari tadi menatapnya aneh sambil menunggu ucapan yeoja itu selesai.

“Nado annyeong.. joneun Oh Sehun imnida,,” ujar namja tinggi itu sembari membalas uluran tangan yeoja dihadapannya itu.

“Haruskah aku memanggilmu Oh?” Sehun langsung melepaskan tangannya yang masih bertautan dengan Yoona karena terkejut.

“Ani, tidak perlu. Panggil aku Sehun saja..”

“Oh.. oke! Aku akan membereskan barang-barangku dulu. Kalau kau butuh sesuatu kau bisa memanggilku oke!”

WUSH! (?)

Yeoja itu langsung melangkahkan kakinya menuju kamar. Sementara Sehun, menjatuhkan tubuhnya dengan lemas ke sofa empuknya sambil menatap kosong ke layar hitam televisinya yang mati.

‘Yeoja itu kan, yang sudah menabrakku 3 kali tadi? Juga yang mencatat seluruh perkataan seosangnim membosankan itu. Kuharap ia tak semenyebalkan dan seaneh saat di sekolah tadi. Mimpi apa aku semalam? Harus berbagi apartement dengan yeoja aneh, menyebalkan, juga tak sopan! Masa aku harus membawa tas miliknya yang beratnya ratusan ton? Aish.. gila!’

“Hei! Kau tak mengganti pakaianmu?” namja itu menengok ke sumber suara. Rupanya, seorang Yoona yang memakai kaos putih lengan panjang, dan celana jins pendek berwarna coklat susu yang menunjukkan sebagian pahanya baru saja keluar dari kamar. Sehun teringat seseorang lagi.

FLASHBACK ON..

Hujan yang turun dengan derasnya membuat orang-orang disekitarnya berlari entah kemana yang penting mereka dapat berteduh untuk sementara dari serbuan hujan. Sementara seorang namja tampan nan tinggi tengah berdiri kedinginan di halte bus di samping jalanan, juga sebuah payung berwarna abu yang sudah berada dalam genggamannya. Bukannya ia ingin hujan-hujanan karena tak langsung pergi ke rumahnya dan menghangatkan tubuhnya yang nyaris membeku itu. Tapi ia hanya menunggu. Yap! Just waiting someone! Tiba-tiba mata sipitnya itu mampu menangkap sesosok yeoja yang tengah melambaikan tangannya dari seberang jalan. Dan namja itu pun melambaikan tangannya juga.

“Aku akan kesana ne!” teriak yeoja berbaju putih dengan celana pendek berwarna coklat susu yang menunjukkan sebagian pahanya sembari menggenggam sebuah ice cream yang sudah mulai lumer karena hujan. Namja tinggi itu hanya mengiyakan perkataannya dan menyiapkan payung abunya untuk tempat berteduh ia dan yeoja yang ia cintai. Tiba tiba..

“Hyun Ra! Awas!”

Teriakan.

Decitan suara mobil.

BRAK!

“HYUN RA!!!” namja tinggi itu melepaskan payung yang ia genggam dan berlari menuju yeoja chingunya yang terkapar kaku tanpa nafas. Hanya cairan merah pekat yang mengalir deras dari kepalanya. Juga baju putih yang ia pakai mulai berwarna merah karena cairan yang keluar dari tubuhnya. Kini namja tampan itu hanya bisa memeluknya, memeluk raga yeoja chingunya yang tak berisi nyawa akibat kecelakaan tragis itu.

FLASHBACK OFF

“Hei!”

“Hah?” namja itu terkejut saat Yoona menyentuh bahunya. Kini jantungnya berdegup kencang bukan karena ia jatuh cinta pada yeoja dihadapannya. Tapi, karena ia teringat peristiwa itu. Peristiwa saat yeoja chingunya mengalami kecelakaan tragis yang berhasil merenggut nyawanya.

“Are you okay? Wajahmu begitu pucat, you know?” perlahan yeoja cantik itu mendekat wajahnya dengan wajah Sehun, kini wajahnya sudah sejajar dengan namja tampan itu. Yeoja itu mampu merasakan deru nafas Sehun yang sangat cepat. Seperti seseorang yang ketakutan.

“Kau tak apa? Kurasa kau begitu ketakutan..” ungkap Yoona saat wajah mereka masih berdekatan dan yeoja itu masih merasakan dengan jelas deru nafas yang sangat cepat dari seorang Sehun.

“Hyun Ra..” ucap Sehun lirih. Namun, yeoja dihadapannya dapat mendengarnya dengan jelas. Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya. Yeoja dihadapannya tak mengerti apa yang namja tinggi itu itu lakukan.

“Hyun Ra..”

Semakin dekat, semakin dekat.

“…”

To Be Continued..

Yuhuu~ akhirnya chapter 1 nya beres juga. gimana chapter 1 nya? Kurang apa nih? Or Feel nya ga dapet? Mianhae.. aku juga curi-curi kesempatan buat nulis ini FF. Ini FF itu sebenernya menceritakan kisah first love nya aku.. (malah curhat) hehe.. Cuma dipoles dan ditambah imajinasi aku biar makin greget gitu! 😀 udahan dulu ya curhat nya.. waiting for next chapter guys! Please give ur coment, aku sangat membutuhkan itu agar dapat memotivasiku dalam menulis FF ^_^ Gomawo and Annyeong.. >_< *bow*

6 responses to “Meet To Say Goodbye [Chapter 1]

  1. Ffnya daebak!
    Aku suka, apa lagi yoona yg ceroboh and pelupa?
    Cinta pertama sehun menyedihkan yah… 😦
    Next! Keep writng!!! ^^

  2. Waaaa. . hyun ra siapa? Lagii fokuss malah TBC Thor 😦 😦 😁😁. . waahh semoga aja lamam sehun falling in love ke Yoona 👏👏.Itu sebenarnya Yoona gabisa bahasa korea apa gimana sih Thor. . kok dia lucu gitu😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s