Once In Life Time Chapter 2-

Ini bukan fanfiction saya, Trixiebell. saya hanya menitipkan. dan jangan lupa untuk menghargai author dengan cara komentar dan likenya  ya guys!

COVER_resized_1

Title : Once In Lifetime || Author : Chalilacha || Cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun , Kim Jongin , Shin Hyeri || Other Cast : Oh Sehun , Do Kyungsoo , Ahn Naeun , Jung Soojung , dll || Genre : Friendship , Romance || Rating : General || Length : Chapter || Disclaimer : cerita ini murni karangan saya , tidak ada unsur jiplak – menjiplak sama sekali . jika ada kesamaan tokoh atau yang lain itu hanya kebetulan . meskipun cerita ini tidak menarik atau apun itu tapi jangan jiplak cerita ini .

Manusia tempatnya khilaf jadi banyak typo..

Tinggalkan komen ya ..

Selamat membaca

Summary

 

” Hubungan persahabatan antara laki – laki dan perempuan tidak ada yang murni ”

 

Omong kosong macam apa yang dikatakan orang – orang itu , persahabatan ku dengannya murni . Hanya mereka saja yang tidak bisa membedakan mana sahabat dan orang yang pantas untuk di cintai . Sekali sahabat – tetap sahabat , sahabat lebih dari sekedar hubungan – hubungan yang seperti itu .

Shin Hyeri .

 

Tentu saja persahabatan ku denganya murni . Perasaan semacam itu tidak pernah terlintas di pikiran ku untuk kuberikan padanya . Dia sahabat terbaikku dan perasaan semacam itu hanya merusak persahabatan ini . Orang – orang yang berakhir memiliki hubungan itu , pemikiran mereka dangkal . Mereka tidak mengerti apa arti persahabatan sesungguhnya .

Park Chanyeol .

ONCE IN LIFETIME

 

Sadar akan sesuatu itu terjadi setelah kau kehilangannya , begitu yang kini jongin rasakan . Dia menghembuskan nafasnya kasar serta melihat nanar handphonenya yang menunjukkan tak ada tanda – tanda ada pesan masuk , tidak salah lagi dia menunggu balasan dari shin hyeri mantan kekasihnya .

 

Betapa bodohnya kau jongin , bagaimana kau menunggu balasan darinya bahkan mungkin dia mengabaikan pesanmu , jongin mengacak rambutnya memasang wajah frustasi .

 

” rambutmu akan hilang dari akarnya jika kau jambak seperti itu ..” suara yang sangat jongin kenal menghentikan kegiatannya .

” biar aku botak juga tak masalah ”

jongin menjawab dengan malas , dilemparkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk dan kedua tangannya menggantikan bantal , sambil menerawang diatas plafon seolah disana terdapat wajah seseorang yang dia tunggu balasan pesannya  . Sungguh benar – benar dia tidak dalam mood yang baik untuk berdebat dengan temannya . Tiba – tiba dia merasakan ada yang menarik rambutnya

” YAA Oh Sehun kenapa kau menjambakku sembarangan … ” jongin memukul tangan sehun yang sembarangan menarik – narik rambutnya .

” tadi kau berkata ingin botak , aku bantu dengan senang hati ” sehun memasang wajah inocentnya . Dia benar – benar tidak tahu keadaan atau memang dia orang yang aneh , mungkin bisa di bilang keduanya .

” pulanglah … aku sedang ingin sendiri ” jongin bangun dari rebahannya , dia menundukkan kepalanya sambil membuka kunci handphonenya lalu menguncinya lagi , membukanya , menguncinya lagi . Sehun hanya menatap sahabatnya itu dengan wajah bertanya – tanya , seperti anak umur lima tahun yang sedang memecahkan puzzle gambar mobil – mobilan . Sehun menjulurkan leher panjangnya mencoba melihat apa yg sebenarnya di tunggu oleh temannya itu , juluran leher sehun mendapatkan hasil . Dia memergoki jongin yang tengah membuka foto seseorang . Wanita …. Rambut sebahu …. Kaca mata …. Sehun menjetikkan jarinya hingga berbunyi cukup keras ,

“ SHIN HYERI …“ sehun berteriak , dia memasang wajahnya berbinar seperti baru saja bisa mnyelesaikan soal cerdas cermat yang sangat sukar .

” Mana … Mana … Dimana hyeri . ???? ” jongin melompat celingukkan kesembarang arah karena mendengar nama orang yang dia nanti – nanti pesannya . Seperti orang bodoh dia menggoyang – goyangkan sehun dengan tangan di kedua sisi bahunya .

” dia mantan kekasihmu bukan … ” sungguh jawaban sehun bukanlah sesuatu yang di inginkan jongin . Jongin tersadar jika dia benar – benar seperti orang bodoh .

” Aku tidak menyangka jika kau semelankolis ini … ” sehun bersuara , jongin menatap sehun dengan wajah penuh tanya temannya ini memuji atau sedang menyindirnya . Kini jongin lebih memilih memperhatikan temannya yang aneh itu ketimbang handphonenya yang seperti papan kayu karena tidak berbunyi , bergetar , bahkan menyala jika tidak di hidupkan .

” Padahal kau dulu yang jelas – jelas menyia-nyiakannya .. ” sehun mendekatkan wajahnya ke jongin membuat atmosfir seolah-olah jongin sedang berada di dalam ruang interogasi kantor kepolisian , jongin yang menyadari kesalahannya hanya bisa menyembunyikan kepalanya semakin dalam . Meskipun sehun tidak bisa melihat wajah jongin dia sangat tahu sahabatnya yang satu itu , terlihat jelas aura menyesal yang keluar dari dalam tubuh jongin .

” kau itu pintar tetapi sekaligus bodoh … ” sehun kembali bersuara , jongin kali ini sudah tidak bisa kuat mendengar kata – kata yang membuat dia semakin menyesali perbuatannya dimasa lalu , dia memilih meninggalkan sehun menuju balkon kamarnya . Dia menerawang jauh di depan sana meskipun hanya ada kegelapan malam yang tampak , paling tidak udara malam tidak begitu menyesakkan ketimbang menyesali perbuatannya . Secara tidak sadar sehun ternyata membuntuti jongin menuju balkon dia bersuara lagi

” Jangan buat dirimu menjadi orang lain …. ” jongin kembali menatap sehun penuh tanya.

” Sudah berapa kali kau menyakitinya … Jongin yang kukenal pria sejati …. tidak menjilat ludahnya sendiri ” kini sehun memalingkan wajahnya menuju wajah jongin . Jongin mengerti maksud sehun , seperti yang dikatakan sehun . Dia memang lelaki sejati , semua tidak ada yang tidak bisa di dapatkan oleh jongin . Tetapi kenapa untuk yang satu ini , dia merasakan kehilangan.

Bahkan sebelumnya dia tidak mengenal apa namanya kehilangan , namun hyeri telah mengenalkannya dan membuat dia merasakannya . Jujur batin jongin cukup tersiksa dengan perasaan yang dinamakan kehilangan itu , selama kurun waktu satu tahun ini dia sudah mencoba mengencani berbagai macam wanita namun tak ada yang membuatnya merasa kehilangan seperti dia kehilangan sosok hyeri . Waktu , atau mungkin karena waktu mereka dulu bersama cukup lama jongin juga tidak tahu jika itu salah satu alasannya namun kini tertoreh jelas rasa kehilangan itu dalam dirinya .

” Dia berbeda Oh Sehun … ” jongin mulai angkat bicara , dia menatap sehun penuh makna .

” ada saatnya tupai yang melompat itu jatuh , dan aku sudah merasakannya itu sakit sekali .” kini jongin tersenyum tipis , ditepuknya pundak sehun .

” Lekaslah kau sadar , agar tidak seperti sahabatmu yang satu ini … ” jongin meninggalkan sehun sendiri di balkon kamarnya , dia memilih utuk menggulungkan tubuhnya di atas kasur empuk ketimbang berdebat dengan sahabatnya  .

” Aku tidak suka berganti – ganti sepertimu kkamjong …. ” sehun mengelak . sekarang siapa yang mau di samakan dengan cassanova , tentu saja tidak mau meskipun itu tidak jauh dari kenyataan memang sehun tidak beda jauh dengan jongin .

” Tapi kau suka menggoda mereka , itu sama saja …. ” jongin kembali meringsekkan badan di atas kasur nyamannya , dipejamkan matanya untuk mengusir pikiran – pikiran yang berlarian di kepalanya terutama tentang mantan kekasihnya .

” Aku pulang …. jangan berbuat macam – macam untuk mengakhiri hidup mu . ” sehun menghilang di balik pintu .

” Pikiran ku tidak sedangkal itu oh sehun … ” jongin berteriak dari dalam kamar , sedangkan sehun hanya cekikikan yang masih di dengar oleh jongin . Sepeninggal sehun , jongin kembali menggulung-gulungkan tubuhnya di atas ranjang persis seperti pisang goreng yang di gulung – gulung di atas tepung terigu . Jongin tidak pernah menyangka dia akan seperti ini , untuk jarak beberapa bulan dia masih bisa mentolerirnya karena dia langsung mempunyai penggantinya . Tetapi pengganti itu hanya sekedar status , tidak bisa menggantikan sesuatu yang hilang karena hyeri dan jongin baru menyadarinya .dan bodohnya lagi dia yang menyia – nyiakan semua itu .

~òOo~

” Tumben sudah menunggu , biasanya aku yang selalu menunggu….  ”

suara chanyeol menghentikan aktifitas hyeri dengan handphonenya . Hyeri mendongakkaan wajahnya menatap chanyeol yang memang lebih tinggi darinya sejenak lalu kembali fokus pada handphonenya dan berjalan meninggalkan chanyeol tanpa berkata apapun . Chanyeol yang terabaikan mulai melangkahkan kakinya menjajarkan langkah panjangnya dengan langkah sedang hyeri , dia merangkul hyeri dari samping

” Kau ingin mencekikku Park Chanyeol … ” akhirnya hyeri buka suara . Chanyeol yang akhirnya mendapatkan sebuah kalimat yang keluar dari hyeri tersenyum menampilkan gigi porselennya

” Siapa menyuruhmu mengabaikan ku … ” chanyeol berhenti di depan hyeri , mau tidak mau hyeri harus berhenti .

” Aku tidak suka di abaikan “chanyeol mengakhiri kalimatnya dan berjalan mendahului hyeri dengan santainya dan menyakukan kedua tangannya . Dia memasang wajah seolah olah dia suami yang tengah merajuk pada istrinya , jangan lupa bibirnya yang dibuat manyun itu  .

” Kau kini malah meninggalkanku … ” hyeri berbicara dengan nada cukup sinis , kini dia juga turut bergaya seperti istri yang tengah merajuk pada suaminya dengan menyilangkan tangannya di depan dada , sedikit mengangkat dagunya . Mendengar kalimat tersebut membuat langkah chanyeol terhenti ,

 

Tampaknya hyeri memang dalam mood yang tidak baik .

 

” baiklah tuan putri , atau kau mau ku gendong ” chanyeol merendahkan badanya , menawarkan punggungnya untuk dinaiki oleh hyeri . Namun hyeri yang memang tidak berniat sama sekali meladeni sahabatnya yang satu itu melengos pergi meninggalkan chanyeol yang tetap dalam posisi jongkok .

” YYAAA Shin Hyeri tunggu … aaiissshhh anak ini ” chanyeol kembali mengejar hyeri .

Tanpa di sadari oleh kedua sahabat ini , sepasang mata mengawasi mereka dengan tatapan tidak suka , iri , atau mungkin dendam , tidak tahu . Semua itu dia yang merasakan dan hanya dia yang mengetahuinya  . Dia mencoba mengambil nafas dalam lalu membuangnya , mangambil lagi lalu membuangnya lagi begitu sampai kira – kira 3x , tetapi pikiran tersebut tidak hilang sesuai dengan keinginannya . Diacak – acak rambutnya yang memang sudah tidak terlalu rapi itu menjadi semakin berantakan , terlihat sekali dia sangat frustasi ,

 

Hanya dengan melihatnya bersama dengan orang lain , aku merasa seperti ini . Memang ada yang salah dengan kerja otakku akhir-akhir ini .

 

Dia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena pemandangan yang membuat pikirannya tambah kacau , tetapi kini dia berusaha mengendalikan ekspresinya seperti dia yang ramah seperti biasanya , kim jongin .

~oOo~

Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah , chanyeol sibuk sekali menjahili hyeri menciptakan atmosfir yang menyenangkan diantara mereka berdua .

” Haha … kau memang salalu beg- ” suara chanyeol terhenti ketika menoleh kebelakang melihat sahabatnya yang berjarak beberapa kaki darinya sedang bercakap – cakap dengan orang yang sangat tak asing baginya , dimata chanyeol jelas sekali melihat bahwa hyeri menahan gugup setengah mati tatkala iris tajam sang pemilik melihatnya . Hyeri  menggenggam erat handphonenya seolah menyalurkan subuah energi kedalamnya ketika dia bercakap – cakap dengan orang tersebut . Chanyeol tak habis pikir kenapa hyeri harus bertemu dengan orang yang selama ini mati – matian ingin hyeri hindari dan tentu saja chanyeol juga tak ingin hyeri bertemu dengan orang itu . Namun takdir berkata lain , entah memang takdir mereka bertemu atau memang dia ingin  berbicara dengan hyeri siapa yang tahu , yang jelas kini chanyeol menatap kedua orang tersebut dengan tatapan was – was bukan keduanya namun hanya pada hyeri . Dia hanya berdo’a semoga pertahanan hyeri tidak roboh saat itu juga . Hanya itu yang bisa dia lakukan , chanyeol merasa tidak ada hak untuk mencampuri urusan kedua orang itu . Chanyeol juga tidak tahu masalah tentang mereka berdua yang dia tahu hanya menenangkan hyeri ketika keadaannya sedang diguncang seperti kemarin malam , hanya itu .

 

Mungkin mereka ingin menyelesaikan masalah di antaranya , aku berharap agar kau tidak menyakiti sahabat ku lagi kim jongin .

 

Chanyeol memutuskan untuk meninggalkan mereka .

~oOo~

” YYAA tunggu Park Chany-”

suara hyeri terputus tatkala dia merasakan sebuah tangan besar menyentuh bahunya ringan . Dia berpikir sejenak , tidak mungkin ini tangan chanyeol karena jelas – jelas dia ada didepannya beberapa langkah , kalau ini kyungsoo dia pasti akan memilih langsung berjajar jalan dengan hyeri , apalagi soojung jelas sekali jika tanganya terlalu besar . Tanpa menunggu lagi hyeri  memutar badannya untuk memecahkan teka – teki yang ada di kepalanya , namun pilihan jawaban dari pemikirannya semua salah . Sebuah senyuman yang selalu dia bayangkan hampir setiap hari kini terlihat jelas di depan matanya ini bukan khayalan , tentu saja bukan . Senyuman nyata dari seseorang kim jongin , entah hyeri harus merasa senang , sedih , bahagia , kesal , marah dia tidak tahu dan dia juga tidak begitu , ralat tidak siap jika harus bertatap muka dengan orang yang satu ini .

” Hai … ” suara jongin membuyarkan lamunan hyeri ,

” Kenapa kau tidak membalas pesanku ??? ” jongin langsung saja to the point bertanya tentang apa yang dari kemarin mengaggunya .

 

Dia benar benar tidak berubah sama sekali , tidak bisakah dia berbasa basi terlebih dulu ???

aku masih cukup terkejut dengan pesannya dan kini aku harus menjawab kenapa aku tidak membalas pesannya , dia memang Kim Jongin tidak pernah bersabar .

 

Hyeri bermonolog didalam fikirannya sendiri dan dia hanya menatap tepat dimata jongin . Seolah mereka sedang melakukan kontak batin dan di sekitar mereka mengalami waktu yang melambat .

 

” Kenapa tidak menjawab ” lagi – lagi jongin membuyarkan lamunan hyeri .

” Handphone ku lowbat .. . Maaf  ” kata – kata itu meluncur keluar begitu saja dari mulut hyeri . Jongin menghembuskan nafasnya ringan , seperti dia lega telah mendengar jawaban hyeri  .

” Kkamjong … ” sebuah suara menyela pembicaraan mereka ,

” Eoh Hyeri … ayo masuk aku belum mengerjakan tugas , aku ingin mengganti milikmu kkamjong ” sehun merangkul jongin , dia menarik jongin setengah memaksa , meskipun dia sempat mendapat tatapan tajam dari jongin karena sudah mengganggu acaranya tadi .

” Sampai nanti Hyeri-ah … tunggu pesan dariku ” jongin menyempatkan diri memberi salam pada hyeri dia juga melambaikan tangannya pada hyeri dan tersenyum lagi seolah tidak pernah ada sesuatu yang terjadi di masa lalu antara mereka berdua.

Sepeninggal jongin hyeri memegang dadanya , disana terdengar suara detakan yang masih bergemuruh dan bersorak sorai . Meski dengan kurun waktu yang cukup lama mereka berpisah , hyeri tidak memungkiri getaran itu masih ada . Bahkan masih cukup besar , alasannya tentu saja semua perasaan itu masih bersarang di dalam sana .

~oOo~

Teet – teet – teet

Bel istirahat berbunyi , semua murid berhamburan dari kelasnya menuju ke kantin sekolah . Kini terlihat kantin sekolah penuh sesak dengan siswa yang kelaparan namun ada juga yang hanya sekedar nongkrong bersama teman – temannya . Kyungsoo dan chanyeol merasa cacing di perutnya menari nari turut bergabung dalam kerumunan orang – orang kelaparan mengantri .

” Kau carilah tempat , aku yang akan mengantri  ” pinta kyungsoo pada chanyeol , chanyeol hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju . Dia celingukan mencari meja kosong untuk di tempati mereka berdua , beruntungnya chanyeol yang melihat meja kosong menghadap ke lapangan sepak bola dan meja itu yang lagi – lagi tersisa . Tanpa babibu chanyeol langsung menempati meja tersebut  , dia bertopang dagu menunggu makanannya datang .

” Kenapa kau meninggalkan ku tadi .. ” tiba – tiba ada orang yang duduk di depan chanyeol dan menirukan gaya chanyeol tadi , dia hyeri . Chanyeol membuang muka ke sembarang arah sambil membuang nafasnya kasar ,

” Mungkin ada sesuatu di antara kalian yang harus di selesaikan ” kini chanyeol kembali bertopang dagu menatap hyeri . Hanya gumaman yang hyeri berikan , ketika itu juga pandangan hyeri tanpa sengaja menemukan seseorang di tepi lapangan sepak bola . dia berada di bawah pohon rindang sedang tengah menerawang ke atas langit dengan seorang temannya yang dia kenal namanya sehun. Tanpa sadar hyeri mengamati gerak – geriknya , bagaimana dia mengacak rambutnya , gurat wajah bingung yang terlihat di dahinya , semua itu tak luput dari pandangan hyeri . ketika dia menoleh , pandangan mereka saling bertemu , gurat wajah bingung yang tadi di lihat hyeri kini sudah hilang digantikan tatapan rindu saat mata mereka bertemu . Meski jarak di antara mereka yang cukup jauh namun semua itu masih terlihat jelas diantara mereka . Dia menatap hyeri begitu dalam , seolah mereka sedang bercakap – cakap dalam diam . hyeri tidak memungkiri meski dengan jarak yang cukup jauh seperti ini , jantungnya tidak berhenti berdetak dengan keras . Dia tidak bisa mencegahnya atau dia akan mati saat itu juga , dia hanya bisa menikmati setiap detakan yang ditimbulkan dari tatapan jongin .

 

Aku tidak tahu jika dalam waktu selama ini alunan jantungku masih berdetak ketik kau memandangku seperti itu Kim Jongin .

~oOo~

” Sebuah hal yang tak kau mengerti , akan kau ketahui jika kau merasakannya . Itu terjadi secara tidak sadar , akan tetapi kau akan mengerti jika kau sudah melaluinya dan mengingatnya kembali . Sama halnya dengan sebuah hubungan , saat kau menjalani hubungan tersebut kau tidak sadar jika kau akan mengalami suatu hal . Merasakan bahagia tentu saja itu pasti dan satu hal yang akan kau rasakan yaitu kehilangan . Kau tidak tahu jika kau akan merasakannya , tetapi kau akan sadar jika kau merasakannya ketika kau sudah tak lagi bersamanya . Semua kenangan bersamanya akan muncul kembali ketika kau sudah berpisah dengannya . Dan itu pasti terjadi asalkan kau mengetahui arti suatu hubungan tersebut . ” sehun sibuk bemunajat di depan jongin . Kata – kata panjang dan penuh makna tersebut terserap dengan cukup baik di otak jongin yang cukup pintar itu . Jongin sibuk membayangkan apa yang telah di lakukannya di masa lalu .

 

Apa dia sudah mengerti arti hubungannya dengan hyeri ??

 

Kenapa dia harus merasa kehilangan ??

 

Apa dulu hyeri dan dia bahagia ??

 

Apa yang membuatnya kembali mengingat masa – masanya saat bersama hyeri ??

 

Dan apa yang membuat dia kembali menghubungi hyeri ??

 

Hanya jongin yang tahu jawabannya .

” Aku tidak tahu alasan kenapa kau kembali mengganggu hyeri , yang pasti aku sarankan jika kau memang ingin kembali bersamanya jangan sakiti dia untuk yang kesekian kali atau dia akan menyakitimu ….”

” Asal kau tahu saja , di sakiti itu lebih menyakitkan daripada kehilangan … ” Hari ini sehun benar – benar seperti seorang psikolog handal bergelar doctor . Dia tahu benar tentang jalan pikir jongin , tentang apa yang mengganggu pikirannya .

” Darimana kau mempelajari semua itu ..” jongin menerawang ke atas langit memandang langit yang cukup terik tetapi angin yang berhembus di bawah pohon rindang cukup sejuk , serta menerbangkan helaian – helaian rambut hitam kecoklatan milik jongin , dia terlihat begitu tampan .

” Tentu saja dari pengalaman hidup .. ”

” Kau fikir aku percaya ” jongin menampakkan tatapan ketidak percayaannya pada sehun .

” Terserah , tapi tadi aku bersungguh – sungguh ”

” Bahkan kau tidak ada bedanya denganku oh sehun ”

” Tentu aku berbeda denganmu , jelas aku lebih putih dibandingkan dirimu dan semua wanita lebih menginginkanku ” sehun menjawab dengan penuh percaya diri , dia juga membusungkan sedikit dadanya .

” Apa katamu saja Oh Sehun .. ” ketika itu jongin membuang muka ke sembarang arah asalkan tidak kearah sahabatnya yang sibuk mengguruinya dari tadi . Saat itu juga tatapannya bertemu dengan orang yang menjadi topic pembicaraannya dengan sehun . Dia tertangkap basah sedang memandangi jongin , namun bukannya dia terlihat malu atau membuang mukanya menutupi jika dia sudah tertangkap basah memandangi seseorang dari jauh . Dia malah membalas tatapan jongin dan mereka saling bertukar pikiran melewati tatapan mata .

“ Kkamjong … ayo kembali , waktu istirahat sudah hampir usai “ sehun berdiri dan membersihkan celananya karena tertempel sidikit kotoran , dia menyakukan salah satu tangannya di saku celana .

 

Entah karena alasan apa aku begitu merindukanmu Shin hyeri.

~oOo~

“ Noona …. “ suara khas yang terdengar di telinga hyeri , dia baekhyun yang tengah berlari menghampirinya .

“ ini “ baekhyun memberikan sebuah kotak hanphone kepada hyeri dengan sebuah pita pink di atasnya .

“ aku tidak bisa tidur dengan tenang jika aku belum mengganti ponsel mu noona .. “

“ tidak usah baekhyun-ah … ponsel ku masih bisa digunakan “ hyeri mendorong dengan halus kotak kubus tersebut kearah baekhyun .

“ aku tidak menerima penolakan .. “ kali ini baekhyun menggeleng – gelengkan kepalanya sambil menyilangkan tangannya di depan dada .

“ aku tidak bisa menerimanya Byun Baekhyun … “ hyeri tak mau mengalah .

“ aku hanya merasa bersalah padamu noona .. “ kali ini baekhyun menundukkan kepalanya , menunjukkan berapa besar rasa bersalahnya karena dia sudah merusak posel hyeri . Hyeri tidak tega melihat hobae yang dulu menjadi hobae kesayangannya itu seperti ini , baekhyun sangat tahu kelemahan hyeri .

“ Baiklah , tidak baik mengabaikan rejeki .. “ akhirnya hyeri menyerah dan baekhyun tersenyum manis .

“ Noona , kau pulang dengan siapa .. “ baekhyun menyejajarkan langkahnya dengan hyeri , karena setelah menerima ponsel tersebut dia meninggalkan baekhyun yang masih tetap tersenyum .

“ aku tidak pulang, aku harus menjaga pendaftaran .. “

“ memangnya kau membuka pendaftaran apa ??? semacam …mencari kekasih ?? “ kalimat polos tersebut meluncur begitu saja dari bibir tipis bakhyun .

“ memangnya ada yang mau mendaftar jika aku membuka pendaftaran semacam itu ?? “ hyeri menanggapi pertanyaan polos baekhyun dengan santai .

“ hhmmm … mungkin , aku akan mencoba “ baekhyun memasang wajah seolah dia sedang memutuskan sesuatu yang penting , seperti anatara dia harus masuk kedalam jurang atau tidak .

“ dan aku akan langsung mencoreng namamu ketika aku mengetahui namamu tertera disana .. “ hyeri bergaya mencoreng , namun dia mencoreng tepat di mata baekhyun .

“ wae ??? aku cukup tampan noona … “ baekhyun merengek tidak terima .

“ sudahlah Baek … aku harus segera keruang organisasi , mereka pasti sudah menungguku “ hyeri menyudahi sesi debat tak bermutunya dengan baekhyun . Hyeri meninggalkan baekhyun begitu saja di ujung lorong tingkat dua .

.

.

“ hyeri-ya … kemana saja kau ??? lama sekali “ chanyeol langsung menyambut hyeri dengan pertanyaan . Hyeri tidak menanggapi pertanyaan chanyeol dia malah melamparkan tasnya di atas kursi dan juga melemparkan badannya di kursi sebelahnya.

“ hyeri-ya … kau sudah makan ?? kemarin aku dan eomma membuat beberapa kue kau mau ?? “ kyungsoo menyodorkan kue di sebuah kotak makan transparan , hyeri segera menegakkan posisi duduknya tidak menyangkal dia tergiur melihat kue – kue yang tampaknya sangat lezat tersebut .

“ Ya .. kau tidak menawariku tadi saat di kelas “ chanyeol yang tadi sibuk dengan formulir pendaftaran karena melihat makanan dia minggalkan pekerjaannya dan tangannya yang panjang itu asal mengambil saja tanpa permisi terlebih dahulu kepada pemilik kue tersebut .

TTAAKKK …

“ YA .. kanapa kau senang sekali memukul kepala eoh , kau tak sadar otak ku yang mini ini cukup berharga “ chanyeol mengusap kepalanya yang di pukul oleh hyeri .

“ yang di tawari oleh Kyungsoo itu aku , kenapa kau dengan enaknya mengambil … dasar “ hyeri mendorong- dorong bahu chanyeol agar dia tidak mengganggu hyeri menyantap kue lezat tersebut . Kyungsoo hanya menyaksikan pertengkaran kedua sahabat ini , dia hanya menggelang – gelangkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu . Sampai sebuah suara melerai pertengkaran diantara mereka berdua .

“ Permisi … “  pemilik suara terseut memasuki ruang organisasi dengan badan setengah membungkuk .

“ Baekhyun … “ hyeri langsung mengenali sosok tersebut , bagaimana tidak mengenalnya mereka saja baru bertemu sebelum hyeri kemari .

“ Noona , aku ingin mendaftarkan sebagai anggota organisasi sekolah … apa pendaftarannya sudah di buka ?? “ dengan nada sopan baekhyun bertanya kepada hyeri .

“ iya , tunggulah sebentar Baekhyun-ah kau bisa duduk di situ .. “ hyeri tersenyum ramah kepada baekhun .

“ yeoll ambilkan dia formulir , kaukan yang mengurus tentang itu “ hyeri mendorong chanyeol untuk berdiri dari tempat duduknya nada bicaranya sungguh berbeda saat dia menuruh baekhyun duduk , namun

“ dia meminta padamu , kau saja yang ambilkan “ chanyeol ogah – ogahan beranjak dari tempat duduknya .

“ Sudah … biar aku yang mengambilnya , tunggu sebentar “ kyungsoo beranjak dari tempat duduknya menuju kemeja yang tidak jauh tempat duduk tersebut mengambil  beberapa lembar kertas .

“ Noona , hyung … kenapa kalian tetap bertengkar seperti dulu ??? “ baekhyun mencoba memulai percakapan dengan hyeri dan chanyeol .

“ jika kami sudah akur , itu namanya perang dunia ke 4 akan di mulai “ chanyeol menanggapi dengan santai .

“ Baek .. kau seperti tidak tahu dia saja … “ hyeri berbicara seperti dia sudah tidak tahu bagaimana cara memecahkan masalahnya atau bisa di bilang , hanya dengan mati maka masalah itu akan selesai , mungkin begitu .

“ ini formulirnya , kau bisa mengembalikannya paling lambat akhir pekan .. “ kyungsoo kembali membawa beberapa lembar .

“ apa kalian pernah bertemu sebelumnya ??  , sepertinya hanya aku yang tidak mengenalmu diantara kami bertiga ?? “ kyungsoo mengajukan pertanyaanya kepada baekhyun .

“ dia Baekhyun , saat kami masih JHS dia adalah hobae kesayangan hyeri … kami cukup dekat dengannya , mungkin dia bersekolah di sini ingin bertemu dengan hyeri lagi ?? “chanyeol mengangkat kedua alisnya melirik kearah hyeri dan baekhyun secara bergantian .

“ kau menyukai hyeri ?? “ kyungsoo mengeluarkan pertanyaannya secara spontan , jangan lupakan wajah tanpa dosanya . Hyeri terkejut sontak membulatkan matanya memandang kyungsoo

 

Kau gila Do Kyungsoo

 

“ tentu saja tidak , tidak seperti itu … “ hyeri langsung menanggapi pertanyaan kyungsoo . Sedangkan baekhyun , hanya tersenyum ramah . Hyeri tahu sekali jika baekhyun itu tipekal orang cukup tertutup dalam hal seperti ini , dia saja yang sudah berteman dengannya hampir 2 tahun lamanya tidak mengetahui seluk beluk kehidupan beakhyun . Berbeda dengan chanyeol , chanyeol adalah orang yang terbuka . Dia sering bercerita tentang masalah – masalah kehidupannya pada hyeri dan hyeri dengan senang hati mendengar serta memberikan solusi . Meski hyeri tak yakin chanyeol akan menjalankan sarannya , paling tidak dia sudah membantu sahabatnya .

Tanpa di rasa atmosfir canggung tercipta diantara mereka , sampai suara baekhyun membuyarkan atmosfir tersebut .

“ aku akan mengumpulkan ini secepat mungkin , terimakasih sunbae sudah membantu .. “ baekhyun membungkukkan badannya Sembilan puluh derajat berpamitan kepada mereka . Seiiring perginya baekhyun , keheningan diantara mereka bertiga masih tercipta . Chanyeol beranjak dari kursinya menuju meja kembali berkutat dengan berkas – berkasnya . Kyungsoo menyibukkan dirinya dengan surat – surat yang menjadi tanggung jawabnya sebagai sekertaris organisasi . Sedangkan hyeri , dia merasa terabaikan karena kedua sahabatnya sibuk dengan dunia masing – masing .

“ kyung … aku makan kuenya ya “ hyeri bertanya pada kyungsoo mencoba mencari teman berbicara namun kyungsoo hanya menggumam dan tidak mengalihkan pandangannya untuk sekedar melihat lawan bicaranya . Hyeri sugguh merasa bosan , dia memutuskan mencari kacamatanya di dalam tas dan dia mencoba handphone baru yang tadi di berikan oleh baekhyun . Akhirnya hyeri sibuk dengan dunia nya sendiri , dia mengganti semua yang ada di ponselnya yang lama ke ponselnya yang baru .

 

Bahkan baekhyun menggantinya sama dengan ponselku sebelumnya

 

Setelah memindahkan nomor ponselnya , dia menghidupkan ponsel barunya . Selang beberapa menit ponsel baru tersebut bergetar menampilkan sebuah tanda amplop kecil di layar , di usapnya layar tersebut menampilkan sederet kata yang membentuk sebuah kalimat .

 

From : +105-22-****

Hyeri-ya apa kau sudah pulang ??

 

Hyeri mengerutkan keningnya bingung dengan siapa pengirim pesan tersebut , karena tidak ada nama pengirimnya .

 

To : +105-22-****

Belum …

Maaf ini siapa ??

 

From : +105-22-****

Ini aku , kim jongin …

Kau belum menyimpannya ??

Mulai sekarang simpan nomor ku , aku akan sering menghubungimu .

 

Hyeri terkejut membaca balasan pesan dari nomor tersebut , wajahnya memerah panas .

 

‘ Apa dia bilang ??

dia akan sering menghubungi ku ?? ’

 

Ddrrrtt – ddrrtt

Geteran ponsel hyeri membuatnya kembali kedunia nyata dan lagi – lagi itu pesan dari jongin

 

From : +105-22-****

Sebelum pulang mampirlah ke lapangan , aku sedang berlatih …

Sudah lama kau tidak menemaniku , aku tunggu …

Sampai bertemu …

 

Sebenarnya apa maksudmu mengganggu ku lagi Kim Jongin …

Tidakkah cukup kau menyakitiku …

Sekarang apa lagi ….

 

 

TBC

{Note: aku buka penitipan ff. jika kalian berminat kalian bisa mengirim karya kalian dalam bentuk Ms. Word ke Gebrinat123@gmail.com dan jangan lupa memberitahu aku di (sini) kalo kalian udah ngirim ffnya. kalo aku ga sibuk -_-‘ aku bakal kirim ff kalian secepat mungkin. Thank you}

Advertisements

6 responses to “Once In Life Time Chapter 2-

  1. d klilingi sama cowk2 tampan… uhhh aq sich gk akan milih salah satu dari mreka aq akan mngencani smuanya..hahaha d tunggu klanjutannya..

  2. yang ditunggu tunggu ada juga,semoga jongin ga bikin hyeri sakit lagi -_- next chap thor keren 😉 jangan lama lama yaa next chap nyaaa XD

  3. Wah, hyeri kyknya blum bsa move on tuh dari jongin. Dan kurasa baek suka sma hyeri. Enth knpa aku brhrapnya chan-hyeri bkal sling ska X’D *plakk
    Ditggu next chapnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s