Once In Life Time – Chalilacha

Ini bukan fanfiction saya, Trixiebell. saya hanya menitipkan. dan jangan lupa untuk menghargai author dengan cara komentar dan likenya ya guys!

 

COVER_resized_1

Title : Once In Lifetime || Author : Chalilacha || Cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun , Kim Jongin , Shin Hyeri || Other Cast : Oh Sehun , Do Kyungsoo , Ahn Naeun , Jung Soojung , dll || Genre : Friendship , Romance || Rating : General || Length : Chapter || Disclaimer : jangan plagiat cerita ini , meskipun karya nya tidak begitu bagus alangkah baiknya di hargai , oke ! .

Tidak luput dari Typo , jadi harap maklum J

Di minta sarannya dikolom komentar ya ..

Selamat membaca J

Summary

 

 ” Hubungan persahabatan antara laki – laki dan perempuan tidak ada yang murni ”

 

Omong kosong macam apa yang dikatakan orang – orang itu , persahabatan ku dengannya murni . Hanya mereka saja yang tidak bisa membedakan mana sahabat dan orang yang pantas untuk di cintai . Sekali sahabat – tetap sahabat , sahabat lebih dari sekedar hubungan – hubungan yang seperti itu .

Shin Hyeri .

 

Tentu saja persahabatan ku denganya murni . Perasaan semacam itu tidak pernah terlintas di pikiran ku untuk kuberikan padanya . Dia sahabat terbaikku dan perasaan semacam itu hanya merusak persahabatan ini . Orang – orang yang berakhir memiliki hubungan itu , pemikiran mereka dangkal . Mereka tidak mengerti apa arti persahabatan sesungguhnya .

Park chanyeol .

ONCE IN LIFETIME

FLASH BACK

 

Satu setengah tahun yang lalu …..

 

” mari kita akhiri semua ini … ” jongin menatap lurus tepat di mata hyeri . Seolah di jatuhi sebuah batu besar tepat di atas kepalanya , hyeri membelalakkan matanya terkejut atas apa yang terucap dari bibir kekasihnya tersebut . bibirnya terkatup rapat , bola matanya bergerak tak tentu arah dia gusar . bahkan ketika sebuah kalimat keluar dari mulutnya ituterdengar sangat bergetar .

” bercandamu sungguh tidak lucu ” hyeri mencoba mangalihkan tatapannya asalkan tidak bertemu dengan mata jongin , dia tidak mampu untuk menatapnya barang sedikitpun melirik dia tak mampu . dia takut menerima kenyataan jika memang yang jongin katakana bukanlah sebuah guyonan ataupun kebohongan .

” apa aku terlihat sedang bercanda … ” kali ini jongin menegaskan sedikit suaranya tanpa ada maksut membentak hyeri .dia membuang mukanya kearah jalanan  sebenarnya dia tidak sanggup melihat wajah kekasihnya yang sudah memerah menahan air mata , jongin sadar jika itu menyakiti hyeri . namun kekesalan dalam hati jongin sudah tidak bisa di tolerir dan dia harus mengakhirinya hari ini juga .

” kenapa .. kenapa kau ingin kita mengakhirinya … KENAPA !!! ” kali ini hyeri sudah runtuh dari pertahanannya , dia menangis , berteriak , dan itu dia lakukan di sini , tepat di depan rumahnya . Hyeri tak memeperdulikan tatapan tetangganya yang mengatakan dia tidak tahu malu atau apalah itu , dia tidak peduli fokusnya kini hanya satu yaitu kekasihnya Kim Jongin .

” aku … aku sudah membiarkanmu melakukannya … membiarkanmu berjalan dengan wanita lain selain aku , dibelakangku … ” hyeri menatap jongin dengan mata memerah dan air mata yang sudah tercecer di berbagai sudut wajah hyeri , namun jongin dia hanya bisa menunduk serta mengepalkan tangannya kuat dia seolah mengakui jika dia memang melakukannya .

” aku ingin mempercayaimu … ketika kau berkata itu bukan kau … aku sempat mempercayaimu ”  hyeri memberikan jeda pada setiap luapan hatinya untuk sekedar bernafas , dia tidak boleh melupakan hal itu atau ketika dia lengah dia akan mati saat itu juga .

” aku membiarkan orang berbicara tentang mu , aku tidak pernah mendengarkannya dan aku percaya dengan mu …. tapi mata ini .. ” hyeri mengusap airmatanya kasar , tepat si sudut kedua matanya .

” mata ini melihatnya sendiri , tidak hanya sekali tetapi berkali – kali … seharusnya aku yang berkata mari kita akhiri semua ini .. bukan dirimu ” hyeri memberi penegasan pada kata terakhir dari kalimatnya . Sungguh di luar dugaan hyeri melihat senyum remeh keluar dari bibir jongin .

” lalu bagai mana dengan mu ???? Apa bedanya aku dengan mu …” sudut bibirnya sedikit terangkat dia terlihat angkuh namun bukan itu yang hyeri lihat , ada sebuah luka yang tersirat di tatapan matanya . disini tidak hanya hyeri yaqng terluka bahkan jongin juga merasakannya . apa dengan semudah itu hyeri mengira jongin mengatakan ini semua . sebenarnya ini sangat menyakitkan bagi jongin . dia bisa menunjukkan tatapan mata tajam tanpa ada keraguan tetapi dia tidak bisa menutupi tatapan penuh luka yang ada di mata hitamnya . sekali lagi bukan jongin namanya jika dia tidak bisa menutupi apa yang sedang dia rasakan .

 ” apa maksud mu ??? .

” aku juga mendengar kabar tentang mu … namun aku juga tak menghiraukannya , aku juga mencoba bersabar namun tetap saja itu membuat ku muak .. ” jongin berbicara pelan namun dengan nada penuh dengan kebencian .

” semua seantero sekolah juga tahu  , kau adalah kekasih ku … tetapi aku bisa berkata apa jika ada seseorang berkata ‘ aku kemarin melihat chanyeol keluar dari rumah hyeri malam – malam , apa kau tidak mengetahuinya ?? ‘ lalu aku hanya bisa beralasan mungkin mereka sedang kerja kelompok … aku merasa tidak bisa menjaga kekasihku  ” jongin berusaha meredam emosinya dengan berbicara dengan nada serendah mungkin .

” kenapa harus dia ???? Bukankah aku pernah mengatakan padamu dia sahabatku . ”

” pada awalnya aku percaya , aku sangat mempercayaimu … tetapi aku bisa apa ??? Jika semua orang mulai meragukan mu … ”

” jadi kau lebih mempercayai orang lain dari pada aku … ini bukan yang per- “

” dan tentunya aku mempercayainya , karena mata ini … ” jongin menarik nafasnya dalam seakan dia tidak percaya jika dia akan mengatakannya sekarang juga

” mata ini juga tidak mungkin membohongi ku Hye … ” jongin mengakhiri kalimatnya dengan satu hembusan nafas kasar .

” aku tahu , tetapi ini bukan pertama kalinya kita bertengkar karena chanyeol dan harus berapa kali ku katakan kau dan dia itu berbeda … tempat kalian itu berbeda ” hyeri menundukkan wajahnya lesu . Dia sudah mencoba menjelaskan tentang semua ini , haruskah dia mengakhirinya ??? Jika berkata jujur dia sangat menyayangi jongin bahkan sangat mencintainya . Meskipun jongin melakukan apapun yang membuat hati hyeri hancur , dia masih bisa memaafkannya . Hyeri memang bodoh , dia bodoh dan juga buta . Logikanya sudah dilumpuhkan oleh perasaannya , namun nyatanya berbanding terbalik dengan yang dia harapkan . Jongin tidak merasakannya , logika jongin tidak lumpuh sepertinya . Dia , dia tidak memikirkan hyeri dia hanya berpikir kemungkinan apa yang terjadi antara hyeri dan chanyeol .

” bukankah persahabatan di antara laki – laki dan perempuan itu tidak ada yang murni .. ” hati hyeri mencelos mendengarkan pernyataan dari jongin . hyeri mendongakkan kepalanya menatap tak percaya pada kekasihnya , dia sungguh tidak menyangka bahwa kekasihnya akan mempunyai pikiran seperti itu .

” cepat atau lambat itu akan terbukti lantas untuk apa kau masih mempertahankanku ??? kau pikir siapa yang membuatku melakukan hal seperti itu ?? ” jongin memang pintar memutar balikkan fakta .

” sebegitukah kau meragukan perasaanku ??? untuk apa aku mempertahankanmu ??? dan kau masih menanyakannya … kau sungguh egois kim jongin ”

” aku egois lalu kau sebut dirimu apa … aku tidak mau bertengkar lebih dengan mu , aku hanya ingin menyudahi hubungan ini dan kau bisa melakukan semuanya semaumu . ” jongin kali ini berniat menyudahi perdebatan mereka yang akhirnya diputuskan secara sepihak oleh jongin  . Bagaimana dengan perasaan hyeri , tentu saja dia merasakan sakit yang begitu sangat . percuma jika hyeri terus memberikan pengertian – pengertian pada jongin . hyeri tahu jika jongin memiliki watak yang keras kepala dan dia mudah sekali muak dengan suatu hal . tetapi dia tidak pernah menyangka jika jongin berpikir serendah itu atau sampai seperti itu padanya , dia hanya berpikir jika dia berbeda di mata jongin .

” jika itu maumu , baiklah dan aku harap kau bahagia dengan keputusanmu .. ” hyeri sudah benar – benar putus asa , dia tidak mampu untuk meneruskan perdebatan ini . Hyeri melihat punggung jongin menjauh dari jarak pandangnya , dia berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya lagi . Tetapi itu sulit sekali , seperti butir – butir asin itu terus mendesak keluar dari pelupuk matanya . Dia berlari menuju kekamarnya , untung saja saat itu orang tuanya tidak berada di rumah . jika iya , maka dia akan sibuk memberikan alasan atas apa yang terjadi padanya saat ini . di lemparkannya tubuhnya di atas ranjangnya .

 

Kenapa kau berpikir sedangkal itu ??

Kau tidak menyadari betapa aku mencintaimu ??

Kau tidak mendengarkan apapun penjelasanku , seperti itukah selama ini aku dimatamu . Aku tidak menginginkan ini terjadi . Aku tidak bisa … aku tidak bisa mengakhiri ini , belum cukupkah rasa sakitku atas dirimu menjadi penggantinya . Aku tidak akan semudah itu melepasmu Kim Jongin

 

FLASHBACK END

 

Ddrrrttt – ddrrrtt

Handphone hyeri kembali bergetar dengan itu pula dia kembali kedunia nyata . Hyeri membuka pesan tersebut ragu , ragu karena memikirkan apa lagi yang akan jongin kirim padanya .

 

From : +105-22-****

aku mohon kau kemari sekarang … aku membutuhkan mu …

 

Tubuh hyeri menegang seketika ,

 

apa  jongin membutuhkanku ??

 

Tidak menolak jika perasaan khawatir kini merayapi hyeri .

 

Ketika kau seperti ini pasti ada yang terluka di bagian tubuh mu , apa aku harus pergi memastikan keadaanmu ..

 

Hyeri gelisah di tempat duduknya , dia menarik nafas menghembuskannya kasar menariknya lagi lalu menghembuskannya lagi . Chanyeol yang tidak sengaja melihat hyeri melakukan kegiatan tersebut sangat mengetahui jika kini hyeri sedang gelisah , kebiasaan – kabiasaan hyeri sudah chanyeol ketahui di luar kepala . Tentu saja itu karena mereka bersahabat bukan kemarin sore .

“Hye … kau tampak begitu gelisah , ada apa ??? ”

” eoh .. eoh aku hanya memikirkan sesuatu .. ” jawaban hyeri dimata chanyeol menunjukkan bahwa dia sedang menutupi sesuatu dari chanyeol . Chanyeol memakluminya karena kini mereka masih berada di ruang organisasi , mungkin nanti dia bisa meminta keterangan yang sebenarnya .

” pulanglah … mungkin kau bisa menyelesaikan masalahmu ” chanyeol beranjak dari kesibukannya dengan berkas – berkasnya menuju tempat duduk sebelah hyeri . dia mengelus puncak kepala hyeri dengan senyuman menenangkan khas seorang park chanyeol .

” siapa yang akan menjaga pendaftaran ini ”

” aku akan menjaganya bersama kyungsoo , pulanglah”

” baiklah kau yang terbaik park chanyeol , aku berhutang satu mangkuk ramyeon dengan mu ”

hyeri segera mengemasi semua barangnya dan berlalu dari ruang organisasi tersebut . dia juga berpamitan dengan kyungsoo dan kyungsoo hanya tersenyum menanggapinya .

” aku tidak tahu kau sangat pengertian dengan sahabatmu ” kyungsoo buka suara setelah hyeri pergi , dia hanya mengutarakan apa yang dia ingin tahu dan kyungsoo memang selalu seperti itu .

” hanya dia yang bisa membuatku seperti ini ” chanyeol tersenyum kecil .

” kau seperti orang jatuh cinta ”

” apa aku terlihat seperti itu ?? Aku memiliki naluri untuk menjaganya , hanya itu ”

~oOo~

Hyeri langsung berlari ketepi lapangan sepak bola , sepertinya hal yang dia takutkan benar terjadi kaki jongin terluka dan kini dia tengah berada di tepi lapangan mengobati kakinya .

Hyeri tanpa ragu langsung menghampiri jongin dan berjongkok di depan kaki jongin melihat keadaan kakinya .

” kenapa kau ceroboh sekali .. ”

” ini luka dulu yang terbuka kembali , ini sudah biasa ” jongin tersenyum menenangkan .

” bagaimana kau bisa setenang ini , lihat kau bahkan tidak bisa berdiri .. ” hyeri tanpa sadar sudah setengah membentak jongin .

” duduklah , kau disini itu sudah lebih dari cukup .. ” jongin menarik hyeri supaya duduk di sampingnya dan jongin memandanginya seperti dia tidak akan dia lihat lagi hari esok . Jongin tidak melepas genggaman tangannya dari tangan hyeri , tetapi hyeri merasa tidak nyaman dengan itu . Hyeri menarik tangannya pelan – pelan , takut jongin tersinggung atas perbuatannya . Pandangan mata itu , sampai sekarang hyeri tidak bisa melawannya . Mengetahui hyeri menarik tangannya , jongin mengalihkan pandangannya kembali ke lapangan .

” biarkan seperti ini sebentar , Aku sangat lelah .. ” jongin menyandarkan kepalanya di bahu hyeri . Tubuh hyeri seperti menerima suatu rangsang yang mengejutkan menegang saat itu juga . Hyeri tidak bisa menolaknya , tidak memungkiri jika sebenarnya hyeri senang karena senyum tipis terukir di bibirnya .

” aku ingin sering seperti ini … karena belakangan ini aku sangat lelah .. lelah sekali ” jongin mendominasi suara diantara mereka .

” karena jika aku bersandar padamu , beban ku sedikit berkurang .. ” jongin menegakkan tubuhnya memandang hyeri lagi .

” aku baru mengetahui , kau memberi dampak besar pada hidup ku …. ” hyeri tidak sanggup berkata apa – apa dia hanya terdiam menikmati semua kata – kata yang keluar dari jongin , dia senang jelas sekali . Tetapi ingatan ketika jongin menyakitinya juga mendominasi jalan pikirannya . Hanya diam dan tidak memberikan respon apapun yang terbaik ketimbang saat dia bicara mengeluarkan kata – kata yang akan di sesalinya , dia butuh waktu berpikir lebih lama .

” aku tahu , rasa sakitmu karenaku belum sepenuhnya hilang dan kini mungkin aku malah menambah penderitaanmu karena berkata demikian tetapi aku tidak ingin kau mengingatku karena aku telah memberika luka yang besar padamu  … dan aku sebenarnya tidak yakin mengatakan ini , aku ingin kita melupakan kenangan masa lalu kita untuk memulai yang baru sebagai sepasang sahabat ….. perkenalkan aku jongin … kim jongin ”

jongin mengulurkan tangannya , hyeri membalas jabatan tangan tersebut .

” mari kita lupakan yang sudah berlalu … dan memulai lagi menjadi sepasang sahabat ” jongin tersenyum ramah . Hyeri tak menyangka ini akan terjadi , dia hanya berpikir selamanya dia tidak akan pernah berbicara dengan jongin lagi mengingat pertengkarannya satu setengah tahun silam .

” aku shin hyeri .. senang bertemu denganmu ” hyeri akhirnya buka suara setelah beberapa saat terdiam . Hyeri tersenyum lepas , beban di fikirannya berkurang 75% . karena memang beban fikiran hyeri terbesar adalah menanggung rasa sakit yang jongin berikan satu setengah tahun yang lalu dan berkurang ketika jongin memintanya untuk menjadi sahabatnya . tentu saja ini bukanlah suatu kesalahan jika hyeri menerimanya , karena tidak banyak alasan seorang sahabat saling menyakiti kecuali jika mereka bersahabat dengan maksud tertentu . lagipula tidak baik menolak seseorang yang ingin memperbaiki hubunngannya dengan kita , bukankah begitu .

 

Senyummu masih sama seperti dulu , aku merindukannya dan aku masih sangat menyukainya .

 

Mereka berbincang – bincang seperti teman lama yang baru bertemu . mereka bertukar pikiran mulai dari hyeri yang menceritakan tentang organisasi sekolah dan jongin yang menceritakan tentang kegiatannya bersepak bola ataupun membahas teman jongin yang melakukan hal – hal memalukan yaitu sehun . tidak terasa matahari hampir sampai di peraduannya . hyeri merasakan ponselnya bergetar , dia langsung merogoh saku blazernya dengan cepat .

 

From : yeolli

Kau dimana ??? Apa masalahmu sudah selesai ???

 

Senyuman terukir di bibir hyeri ketika menerima pesan dari chanyeol , memang hanya chanyeol yang selama ini menemaninya dan yang selalu menanyakan keadaannya di manapun dia berada . karena suasana hyeri sedang baik , dia tidak menanggalkan senyumannya ketika dia membalas pesan dari chanyeol . sedangkan jongin hanya mengerutkan dahinya bingung dangan sikap hyeri . sebenarnya dia penasaran siapa yang meengirip pesan pada hyeri ?? kenapa senyumnya tidak pudar barang satu mili meter dari bibirnya ?? atau mungkin itu kekasihnya ??

 

To : yeolli

Hhmmm sudah selesai … SSEEMMUUAA  J

Aku sudah berada dirumah

 

Hyeri memasukkan ponselnya kembali ke saku  blazernya dan kembali melanjutkan percakapannya yang tertunda dengan jongin .

Tanpa Mereka sadar sepasang mata mengamati mereka cukup lama .

 

Aku tidak tahu alasan mu membohongiku , tetapi melihat kau sudah menyelesaikan masalahmu dengannya membuatku tenang hye …

Sehingga aku tidak perlu melihatmu menangis lagi .

 

Dia memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan berjalan santai untuk pulang kerumah , lelaki tersebut park chanyeol mengukir senyum tipis di bibir tebalnya .

.

.

” aku harus pulang .. ” hyeri menyudahi percakapannya dengan jongin .

“Kajja , kita pulang bersama … aakkk ” ketika jongin berdiri kakinya tak mampu menopang tubuhnya .

” gwenchana … sini aku bantu ” hyeri membantu jongin berdiri namun tangan besar jongin mencegahnya .

” bajuku basah , aku harus menggantinya … ” hyeri melepas tangannya dari tangan jongin . Tiba – tiba jongin langsung membuka kaosnya di tempat itu juga .Terlihat bentuk tubuhnya yang proporsional untuk ana seumurannya .

” yaYA … kenapa kau ganti di tempat umum seperti ini … ” hyeri memunggungi jongin , wajahnya memerah karena melihat jongin seperti itu .

“Jika aku keruang ganti , aku harus berjalan jauh … sudah selesai , kau boleh berbalik ” hyeri membalikkan badannya ragu , dia menghembuskan nafasnya lega karena tidak melihat pemandangan seperti tadi .

” ayo pulang ,… ” hyeri berjalan meninggalkan jongin ,

” kau lupa aku tidak bisa berjalan .. ” hyeri menepuk dahinya  karena melupakan jongin yang kakinya terluka . Hyeri berbalik menghampiri jongin dan membantu jongin berjalan dengan memapahnya . wajar saja jika hyeri sedikit meringis merasakan beban di pundaknya akibat jongin . tentu saja tidak mungkin jika hyeri meninggalkan jongin di lapangan dengan keadaan seperti ini tetapi jika boleh jujur , wajah hyeri menggambarkan jika dia begitu keberatan menopang setengah tubuh jongin .

Mereka berjalan tanpa adanya jarak satu sama lain dan untuk pertama kali setelah satu setengah tahun mereka tidak bertegur sapa atau melakukan skinship sehingga suasana menjadi sangat canggung . hyeri yang disibukkan dengan berat badan jongin sedangkan jongin dia malah tersenyum melihat wajah hyeri yang sangat ekspresif itu . jongin tidak memiliki maksud apapun dalam senyumannya hanya saja dia tidak bisa menyembunyikan senyumannya ketika melihat tingkah hyeri . jongin harus bersyukur pada sakit di kakinya hari ini , karena dia bisa memiliki kesempatan merasakan tangan hyeri dan bahunya yang memapah setengah bagian dari tubuhnya . bukankah begitu ??

“Pulanglah … terimakasih sudah membantuku , hari juga sudah sore ” jongin akhirnya buka suara ketika mereka sampai di halte .

“apa kau sedang mengusir ku setelah aku membantu mu , Tidak apa – apa … aku bisa menunggumu sampai bus mu datang .. ” hyeri langsung memposisikan dirinya duduk di bangku halte, dia juga meregangkan sedikit pundaknya yang terasa lelah memapah tubuh jongin yang hampir 2 kali lipat berat tubuhnya .

“Tidak perlu …pulanglah , kau terlihat sangat lelah ” jongin mendudukkan dirinya di kursi halte dan tersenyum meyakinkan . sebenarnya dia merasa tidak enak hati jika dia meninggalkan jongin sendiri dengan luka di kakinya tetapi dia juga tidak bisa membohongi tubuhnya yang sangat lelah . setelah menimang – nimang , hyeri memutuskan meninggalkan jongin karena dari tadi ponsel di saku blazernya sudah bergetar hebat namun hyeri mengabaikannya .

” baiklah , sampai jumpa ” hyeri melambaikan tangannya menjauhi halte .

” sesampainya dirumah jangan lupa hubungi aku .. ” jongin berteriak pada hyeri . Hyeri berbalik menganggukkan kepalanya tanda setuju .

 

Terimakasih kau masih memberikan kesempatan lagi untukku

Terimakasih shin hyeri , terimakasih ….

 

~oOo~

” seperti inikah wajah seseorang yang tengah berbunga – bunga .. ”

sehun merebut remote televisi dari pangkuan jongin yang di anggurkan oleh pemiliknya karena sang pemilik lebih menyibukkan diri dengan hanphonenya . Jongin tidak merasa terusik sekalipun sehun merebut remote televisinya , bahkan jongin memberikan tempat untuk sehun meletakkan bokong di sebelahnya , jongin menggeser posisinya . Sehun sibuk mengganti – ganti acara televisi dia juga sudah memangku satu baskom penuh popcorn yang entah sejak kapan ada disana , saat acara yang ditayangkan menampilkan beberapa sponsor sehun mencoba melirik temannya yang dari tadi hanya mengeluarkan suara cekikikan kecil atau bermonolog sendiri dengan benda perseginya itu . Sehun merasa bahwa sahabatnya yang satu itu memang sedang terkena sindrome yang dia tidak tahu namanya tetapi sering melihatnya .

” aku tidak tahu kalau kau menjadi gila jika sudah begini .. ” namun tak ada respon dari jongin , sehun mendengus sebal karena dia benar – benar di acuhkan saat ini , ralat tidak saat ini tetapi dari tadi .

” kkamjong aku pulang .. “sehun berpamitan , kalau saja dengan cara itu sahabatnya akan mengalihkan dunianya barang sebentar .

” hhmmm … hati – hati di jalan hun ” namun respon yang jongin berikan diluar harapan sehun , jongin juga tak mencegahnya . Dia mengira jongin akan menahannya seperti di drama – drama yang sering dia lihat , nyatanya tidak .

” yyaa … kkamjong kau tidak menahan ku untuk pulang ” sehun berteriak ketika dia sudah sampai didepan pintu apartemen jongin . Dia kembali dengan menghentak – hentakkan kakinya di lantai persis seperti anak kecil yang tengah merajuk . Jongin yang mendengar teriakan sehun hanya melongo memandang sahabatnya itu dengan tatapan tidak tahu menahu . Ketika jongin lengah , sehun merebut benda persegi itu dari tangan jongin . Sehun dengan sigap membaca apa yang tertera di layar benda persegi tersebut . Reaksi pertama sehun membulatkan matanya yang sipit itu dan kedua wajahnya memerah menahan tawanya , namun gagal karena tawanya meledak saat itu juga . Jongin merasa tidak terima di tertawakan oleh sehabatnya merebut kembali ponselnya dari tangan sehun yang sibuk tertawa memegangi perutnya itu .

” jadi itu yang membuatmu mengacuhkanku .. ” sehun mengusap sudut matanya yang berair akibat tawanya yang keterlaluan tadi .

” tidak ada yang lucu oh sehun ” jongin kembali meneruskan kegiatannya yang tertunda karena sehun yang sempat merajuk .

” oke – oke memang tampaknya dunia ini milikmu yang sedang berbunga – bunga , ngmong – ngomong kenapa hyeri menerima pernyataan cintamu lagi ?? apa dia tidak belajar dari mas-aaakkk ,YAA kau seenaknya memukul kepala ku ” sehun menuding – nuding jongin .

” apa aku mengatakan dia kembali padaku ?? ” jongin bersedekap dada menggeleng – gelengkan kepalanya .

” lalu bagaimana dengan isi pesanmu itu , jelas – jelas kau sudah- ”

” aku bersahabat dengannya mulai ….. tadi ” jongin memotong kalimat sehun santai .

“MWO … apa katamu ??? BER-SA-HA-BAT ” sehun mengeja dengan lantang kata terakhir tersebut . Jongin hanya mengendikkan bahu acuh terhadap respon sahabatnya itu , dia kembali pada ponselnya ketika ada balasan pesan dari sahabat barunya , shin hyeri .

” eehhhmmm … ” sehun berdeham

” sampai kapan kau kuat menjalaninya ??? ” sudah mulai mengatur nada bicaranya , dia kembali meletakkan bokongnya itu di sebelah jongin , bukankah dia tadi akan pulang ??? Mungkin dia sudah lupa .

” maksudmu ?? ” jongin menanggapi sehun dengan kerutan yang dia buat di dahinya , tetapi tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya mungkin jongin hanya melirik sedikit .

” maksudku … bukankah kau yang mengatakan bahwa persahabatan -”

” antara wanita dan pria itu tidak ada yang murni ” jongin kembali memotong kalimat sehun .

” itu kau juga ingat ” sehun kembali mencomot popcorn yang tadi dia tinggalkan di atas meja . Sehun kembali memangkunya dan menghadapkan badannya ke sahabatnya , dia seperti menonton realitishow live .

” aku tidak tahu … ” jongin menghembuskan nafasnya kasar .

” jalan pikirmu rumit jong … ” kali ini jongin meletakkan ponselnya di atas meja , dia meregangkan sedikit ototnya karena kegiatan berbalas pesannya itu cukup menguras tenaga , mungkin . Jongin menatap kosong ponsel yang baru dia letakkan , dia tersenyum remeh terhadap ponselnya yang tak berdosa tersebut .

 

~oOo~

Drrtt – drrtt

From : yeolli

Keluarlah , aku ada di bawah

 

Hyeri langsung melompat dari kasurnya ketika selesai membaca pesan dari chanyeol , dia mengintip melewati jendela kamarnya ternyata benar chanyeol sudah berada di depan gerbang rumahnya . Hyeri langsung saja berlari menuju ke bawah untuk membukakn pintu . Tampak terlihat chanyeol memunggungi hyeri dengan tangan disaku , menyadari ada suara dibaliknya chanyeol membalikkan badan tersenyum chanyeol memang selalu tersenyum , tentu saja .

” nenek tidak ada di rumah , pekerjaan rumah ku banyak … ” chanyeol tanpa ditanya memberikan alasan kenapa dia sekarang ada dihadapan hyeri . Dia langsung saja masuk tanpa di persilahkan terlebih dahulu , itu sudah kebiasaannya .

” untung appa dan eomma sedang pergi … ” hyeri menutup pintu rumahnya .

” memang apa untungnya ??… Kau mulai berpikiran yang tidak – tidak ya … ” chanyeol menampilkan senyum menggodanya .

” jangan menggodaku , kau tahu godaan mu itu tak mempan untukku .. ” hyeri berlari menuju kamarnya untuk mengambil buku – bukunya . Sedangkan chanyeol berada di ruang tengah menyalakan televisi dan sibuk memakan camilan yang terletak di meja , seperti rumah sendiri bisa di bilang seperti itu .

” yeoll.. ” hyeri melemparkan bukunya di atas meja dan juga melemparkan tubuhnya duduk di samping chanyeol

” kau tahu … hari ini aku sangaattt bahagia .. ” wajah hyeri berbinar – binar , matanya berkilau dan wajahnya memerah persis seperti orang baru saja jatuh cinta .

” aku tahu .. ” namun chanyeol memberikan reaksi sebaliknya . Dia terlihat santai bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari televisi . Hyeri mendengus kesal karena sahabatnya memberikan respon yang tidak sesuai dengan ekspektasinya .

” kau tidak seru … ” hyeri memanyunkan bibirnya , menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan jangan lupa dia juga membuang muka .

” lalu kau meminta ku bagaimana ?? Seperti ini … ” chanyeol memasang wajah berbinarnya yang di buat – buat

” wah … benarkah .. apa yang membuatmu bahagia , apa kau sedang jatuh cinta , atau kau menerima hadiah berlibur keliling dunia ” kali ini sungguh wajah chanyeol menjijikan

” haruskah aku seperti itu , ketika aku sudah tahu alasan mu seperti ini ” chanyeol kembali ke wajah santainya melanjutkan menonton yang sempat tertunda .

” kau sudah tahu ??? Coba katakan .. ” hyeri setengah menantang chanyeol .

” Kim Jongin … kau sudah-”

” bagaimana kau tahu ??? Kau penguntit ya ??? Atau kau seorang sesaeng fans ?? Aigoo aku tak percaya punya sah…. mmmpphhht” sebelum hyeri selesai mengucapkan kalimatnya chanyeol sudah membungkamnya dengan tangan besarnya .

” apa aku terlihat seperti itu … kau tadi bahkan membohongiku , lalu apa lagi yang akan kau sembunyikan dariku .. masih pantaskah kau di sebut sahabat ” chanyeol kali ini terlihat benar -benar kesal pada sahabatnya itu .

” hehe … maaf yeoll , pada suatu saat yang tepat aku akan menceritak-”

“Kapan ?? Kau sudah akur lagi dengannya ceritakan saja sekarang , itu juga tidak akan mempengaruhi apapun ” tingkat kesabaran chanyeol untuk mengetahui semua itu sudah sampai ubun – ubun dan kini chanyeol sudah tidak bisa menahannya lagi .

” haruskah sekarang ??? ” hyeri tampak ragu .

” iya sekarang shin hyeri .. ” chanyeol bahkan mematikan televisi dan fokus terhadap hyeri .

” baiklah – baiklah .. ” .

Kegiatan mengerjakan pekerjaan rumah bersama sudah di gantikan dengan sesi curhat . Karena mau – tidak mau hyeri harus menceritakan semuanya mulai saat dia bertengkar sampai hari ini akhirnya jongin bersahabat dengannya . Chanyeol hanya memberikan respon manggut – manggut mengerti atau memelototkan matanya yang lumayan bulat itu sampai seperti hampir lepas dari tempatnya karena terkejut . Sampai akhir cerita hyeri menceritakan hari ini , alasan kenapa dia sangat senang dan alasan kenapa dia harus membohongi chanyeol . Dugaan chanyeol benar , bahwa hyeri membohonginya pasti ada alasan karena dia sangat mengenal sahabatnya meski ada rasa tidak terima ketika dia dibohongi oleh sahabatnya sendiri chanyeol coba menerimanya , bukankah itu baru namanya sahabat yang baik .

” jadi begitu … kenapa kau tidak menceritakan ini dari dulu , aku menjadi merasa sedikit bersalah”

” itu yang kutakutkan .. ”

” apa ??? ”

” kau akan merasa bersalah , dan pergi meninggalkan ku ”

” apa aku berkata seperti itu ?? ”

” naluri permpuan itu menakutkan asal kau tahu yeoll ”

” bukan menakutkan tetapi PA-RA-NO-ID” chanyeol menegaskan pada kata terakhir .

” tenanglah .. mulai sekarang apapun yang membebanimu bagilah dengan ku … aku tidak mau melihatmu seperti hari – hari yang lalu , aku hanya ingin kau selalu tersenyum seperti sekarang . Kita bersahabat sudah hampir 5 tahun kau masih menganggapku seperti orang lain saja ” chanyeol berkata panjang lebar .

” aku tidak menyangka ada sisi lain dari seorang park chanyeol ..” hyeri merangkul sahabatnya itu .

” yaa … bukankah aku selalu seperti ini , kau saja yang tak menyadarinya ” chanyeol melepaskan rangkulan hyeri berbalik merangkulnya .

” yyaa … aku bisa kehabisan nafas yeoll ” hyeri memukul mukul tangan besar chanyeol yang merangkulnya begitu kuat . Mereka terhanyut dalam semua candaan – candaan mereka . Semua yang terlihat kini murni layaknya sepasang sahabat yang saling bercanda dimata mereka . Tetapi bagaimana dengan kacamata orang lain , mereka tidak pernah memperdulikannya . Selama hampir 5 tahun ini , mereka tidak merasakan sesuatu yang biasanya muncul pada sepasang sahabat antara laki – laki dan perempuan . Entah mereka tidak merasakannya atau mereka belum merasakannya , hanya mereka yang mengetahuinya .

 

 TBC

{Note: aku buka penitipan ff. jika kalian berminat kalian bisa mengirim karya kalian dalam bentuk Ms. Word ke Gebrinat123@gmail.com dan jangan lupa memberitahu aku di (sini) kalo kalian udah ngirim ffnya. kalo aku ga sibuk -_-‘ aku bakal kirim ff kalian secepat mungkin. Thank you}

Advertisements

2 responses to “Once In Life Time – Chalilacha

  1. Wah, aku mkin pnsran gmna klnjutan prshbtan mreka>< apkah bkal ad rsa cnta, atau tdak/? (Hanya author yg tau) X'D
    Chanyeol kpan pnya pcarnya? 😀 pnsran aku gmna skap chanyeol sma pcrnya 😀
    Ditggu klnjutnnya^^ figthing~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s