[Sehun’s Family] I For You

10836627_621984584597685_1613421633_n

Author : ohnajla (chosangmi15)

Genre : romance, married life

Rating : Teen

Length : one shoot

Casting : Oh Sehun (EXO), Oh Daena (OC), Oh Daehun (OC), Oh Sehyun(OC)

.

.

*maaf udah lama update untuk Sehun-Daena seriesnya. soalnya di series ini sehun udah tua, jadi agak bingung mau ceritanya juga*

.

Sehun’s Family Story Previous

.

.

I For You

.

Suasana rumah jadi sepi karena Sena dan Taehyung sudah tinggal di apartemen. Tapi sebenarnya tidak dalam arti sepi yang sesungguhnya. Rumah tetap ramai karena suara teriakan dan tangisan bayi-bayi. Arti sepi yang dimaksud adalah berkurangnya anggota keluarga di rumah bak mansion ini.

Setiap pulang kerja, tidak ada waktu bagi kedua orang tua ini untuk beristirahat. Mereka langsung disibukkan dengan mengurus kembar 4 Cheon sekaligus Sehyun. Untuk urusan memandikan, Sehun ahlinya. Dia telah melatih kesabarannya dengan baik karena kehadiran 4 bayi mungil itu.

Sehyun sebenarnya sudah bisa mandi sendiri, tapi dia masih butuh bimbingan orang tua. Terkadang dia meminum air dari kran saat berkumur setelah sikat gigi. Tapi untungnya dia sudah tidak bergantung pada Sehun lagi.

Sehun mengeluarkan keempat bayi kembarnya dari kamar mandi. Di tempat tidur, Daena sudah siap untuk memakaikan baju anak-anaknya. Dari keempat bayi itu, yang paling sulit diatur adalah Cheonsa. Kalau Sehun tidak menenangkannya, bayi itu pasti tidak akan segera memakai bajunya. Dan bayi yang paling pendiam adalah Cheondung. Dia hanya menatap polos ibunya ketika Daena memakaikannya baju.

Setelah semua selesai, mereka pun tidur. Sehun dan Daena menggendong kembar 4 itu ke kotak mereka masing-masing. Tepat pukul 7 malam, pekerjaan mengurus anak akhirnya selesai. Sehun membanting tubuhnya di atas ranjang, begitu juga dengan Daena.

“Huh.. lelah sekali ternyata.”

Sehun merentangkan tangannya ke atas. “Tapi menyenangkan.”

Daena membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan sang suami. “Kau lelah pasti?”

Sehun menoleh. “Kau juga.”

Daena mendecih. “Hari ini tidak ada tamu di butik. Aku menghabiskan waktu dengan mendesain. Kalau kau, pasti melakukan banyak meeting hari ini. Seharusnya tidak perlu memandikan mereka tadi.”

Sehun tersenyum tipis. “Yaa, meskipun di kantor aku adalah direktur, di rumah aku tetaplah seorang ayah. Aku juga harus ikut andil dalam mengurus anak-anak.”

Daena mengelus lembut pipi Sehun. “Kau lelah, sayang. Tidurlah.”

Sehun menikmati sentuhan itu, lalu meraih tangan istrinya. “Tidak ada kata lelah kalau mengurus keluarga.”

Pria itu menarik tangan Daena agar berdekatan dengan dia. Sehun bisa mencium aroma shampoo yang lembut dari rambut istrinya. Dia menghirup bau ini dalam-dalam, menelusupkan jari-jarinya di antara rambut Daena yang lembutnya melebihi sutra.

“Ah.. aku tidak sedang dalam pengaruh alcohol. Tapi.. aku rasa aku mulai mabuk.”

Daena mengangkat kepalanya, melihat rahang lancip nan tegas milik Sehun dari bawah. “Sehun-ah..”

Sehun menarik Daena dalam pelukannya. “Aku tidak mau memiliki kehidupan pernikahan seperti appa eomma. Aku ingin… kehidupan pernikahan kita… pernikahan Sena Taehyung… dilandasi oleh cinta dan kasih sayang.”

“Kamu bicara apa?”

“Aku telah menemukan keberadaan appa.”

“Dimana?”

Sehun beralih mencium bibir Daena. Tidak seperti biasa, kiss scene ini cukup dipaksakan. Kalau Sehun sudah seperti ini, pasti ada yang tidak beres.

Daena mencengkram erat bahu Sehun saat bibirnya digigit pria itu. Hingga tak lama kemudian Daena bisa merasakan rasa aneh darah di dalam mulutnya. Wanita itu langsung mendorong bahu Sehun.

“Katakan ada apa denganmu?” tanyanya sambil mengusap darah yang membasahi sekitar bibirnya.

Sehun mengatur napasnya sebentar. Dia menatap Daena dengan mata berkaca-kaca. Tangannya menyapu seluruh wajah Daena, seakan menggambar sesuatu disana.

“Aku tidak pernah tahu kalau ternyata… appa bersama wanita lain selama ini.”

Daena membelalak. “Wanita lain? Nuguyo?”

Sehun menggeleng. “Aku juga tidak tahu siapa dia. Tapi.. usianya tidak jauh dariku. Aku tidak menyangka appa seperti itu. Dia memiliki keluarga lain di Busan. Dia memiliki dua anak dari wanita itu.”

Daena segera menangkup wajah Sehun. “Ssst, uljima. Aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi.. kurasa kau harus membiarkannya.”

“Membiarkan bagaimana? Lalu eomma bagaimana?” Sehun mengusap air matanya seperti yang dilakukan anak kecil.

Daena tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia juga tidak ingin gegabah menjawab. Takut menyakiti hati Sehun tentunya. Akhirnya yang dia lakukan hanyalah memeluk pria itu sampai esok harinya.

~

Malam ini hujan turun cukup deras. Terdengar petir bersahut-sahutan yang sangat memekakkan telinga. Sehyun buru-buru turun dari ranjangnya, lalu membawa gulingnya menuju kamar Daehun. Dia takut sendirian kalau situasinya seperti ini.

Tanpa mengetuk pintu, dia langsung masuk. Kemudian berlari kecil mendekati ranjang Daehun. Kakaknya masih belum tidur, hanya saja dia membaca komik sambil berbaring. Dia tidak tahu kalau Sehyun sudah masuk ke dalam kamarnya. Dia baru menyadarinya ketika tempat tidurnya bergoyang kala gadis mungil itu naik ke atasnya.

Daehun mengerutkan kening. “Yaa, sejak kapan kamu masuk?”

Sehyun menarik selimut sampai menutupi dadanya. Dia menatap Daehun polos. “Baruthaja. Oppa, Thehyun tidur dithini ya?”

Daehun langsung menanggalkan komiknya. Dia memeluk tubuh mungil Sehyun dari samping. “Kenapa? Takut petir ya?”

Sehyun mengangguk. “Thehyun takut petir.”

Daehun mencium pipi gembul adiknya. “Iya, oppa tahu. Sekarang ayo tidur.”

“Oppa..”

Daehun membuka matanya kembali. “Ne?”

“Bacakan aku cerita.”

“Cerita? Cerita apa?”

Sehyun berpikir sebentar. “Kithah pangeran dan putri.”

Daehun tertawa kecil. “Kamu mau oppa bercerita itu? Eum.. bagaimana kalau kisah hewan buas yang jatuh cinta pada putri?”

“Hewan buath?”

Daehun mengangguk. “Pangeran tampan yang dikutuk menjadi singa.”

Kedua mata polos Sehyun berbinar bahagia. Sepertinya cerita yang disarankan Daehun tadi menarik minatnya. “Thinga thepelti Taehyung oppa?”

Daehun tertawa. “Ne. Dan putri seperti Sena noona.”

Sehyun bertepuk tangan ria. “Celitakan oppa.. Thehyun mau dengal.”

Daehun berdehem sebentar untuk mengatur suaranya kemudian memulai cerita.

“Jaman dulu, ada sebuah kerajaan yang letaknya di tepi hutan. Di kerajaan itu terdapat keluarga raja yang sangat arif bijaksana. Sang raja bernama Oh Sehun menikah dengan permaisurinya bernama Oh Daena. Raja dan permaisuri itu memiliki tiga orang anak. Anak pertama bernama Oh Sena, dia sangat cantik dan merupakan putri mahkota. Lalu anak kedua bernama Oh Daehun, dia cukup tampan serta misterius dan merupakan putra mahkota. Kemudian anak terakhir bernama Oh Sehyun seorang putrid kecil yang saaaaangat cantik dan dikelilingi oleh empat kurcaci kembar Cheon.”

Sehyun terkikik geli begitu mendengar kakaknya menyebut adik-adiknya sebagai empat kurcaci kembar Cheon.

“Putri Sena sangat suka pergi ke tengah hutan sendirian. Dia selalu pergi diam-diam agar raja dan permaisuri tidak memarahinya. Suatu hari, putrid Sena menggunakan kesempatan emas dengan berkemah ke tengah hutan ketika raja dan permaisuri sedang pergi ke negeri seberang. Sang putrid tidak mengatakan keberadaannya pada siapapun. Dia pergi ke tengah hutan sendiri dengan membawa sebuah tas berisi peralatan-peralatan untuk berkemah.”

“Sesampainya di tengah hutan, tiba-tiba saja sang putri dihadang oleh para penjahat. Para penjahat itu terdiri dari lima orang laki-laki yang merupakan penguasa hutan tersebut. Putri Sena ketakutan. Dia berusaha melawan tapi sia-sia. Tasnya pun bahkan sampai dirampas.”

“Tanpa diduga, datanglah seekor singa berambut keemasan yang langsung menyeruduk punggung salah seorang dari para penjahat itu. Tidak sampai disitu saja, sang singa kembali menyerang para penjahat yang lain. Karena senjata tak mempan di tubuh singa itu, para penjahat akhirnya tewas di tempat.”

“Thinganya jahat,” sela Sehyun sambil menggigit ujung selimut.

Daehun mengusap rambut Sehyun pelan. “Meskipun tidak terbunuh, tapi singa itu mendapat luka parah berkat pisau yang digunakan para penjahat ketika melawannya. Singa itu berjalan mendekati putri Sena sambil menggigit lengan tas sang putri. Awalnya putrid Sena ketakutan, tapi saat singa itu memberikan tasnya, putrid Sena merasa kasihan. Sebelum sang singa pergi, putri Sena menahannya.”

“Pathti Putri Thena mau ngobatin thinga Tae oppa.”

Daehun terkikik geli. “Ne, putri Sena bilang dia ingin mengobati luka singa itu karena sudah menolongnya. Ternyata, Putri  Sena jatuh cinta dengan singa itu. Suatu hari, kerajaan mengadakan pesta dansa di ballroom. Putri Sena sudah memberikan sang singa sebuah surat undangan, tapi singa itu tidak ada di gua. Putri Sena kecewa, tapi dia tetap mengikuti pesta dansa itu karena paksaan dari raja dan permaisuri.”

Sehyun menguap lebar, Daehun tersenyum sambil menutup mulut adiknya. “Sudah mengantuk, sayang?”

Dengan mata berair, Sehyun menggeleng. “Thehyun belum ngantuk. Cerita teruth oppa~”

Daehun mengecup pipi adiknya sekilas. “Baiklah, oppa teruskan. Sepanjang pesta, Putri Sena berdiam diri di taman kerajaan. Dia duduk termenung di atas batu sambil melihat langit malam. Karena udara malam itu dingin, Putri Sena memilih untuk masuk ke kerajaan. Ternyata, pesta inti baru dimulai. Dengan gaun panjang merah muda dan mahkota emas di kepalanya, Putri Sena sibuk mencari tempat duduk kosong yang tersedia di kerajaan. Tanpa sengaja dia melihat kursi kosong disebuah meja yang memiliki dua kursi, kursi lainnya telah diduduki oleh seorang laki-laki yang memakai baju warna putih. Dengan ragu, sang Putri berjalan mendekati kursi itu. Laki-laki berbaju putih itu sama sekali tidak peduli, dia justru menghabiskan minuman kopi yang disediakan pihak kerajaan.”

“Sebelum sampai disana, tiba-tiba seorang perempuan bergaun hitam duduk di kursi kosong itu. Dia mengajak laki-laki tadi untuk berdansa dengannya, tapi laki-laki itu malah menyiramkan kopinya ke wajah si perempuan bergaun hitam.”

“Jahat..” keluh Sehyun sambil mengerucutkan bibirnya.

“Tanpa bilang apapun, laki-laki itu pergi dan melewati sang Putri. Ternyata, si perempuan bergaun hitam itu membalaskan dendamnya. Dia menghina laki-laki itu dengan sebutan miskin, tidak berguna dan lain sebagainya. Si laki-laki itu tidak terima dan membalikkan badan. Bukannya menghampiri perempuan itu, si laki-laki tadi malah berlutut di hadapan sang Putri.”

“Laki-laki itu bilang, maukah kamu berdansa denganku? Disaat itulah si laki-laki baru menyadari kalau ternyata ada gadis secantik tuan Putri. Putri Sena menjawab ya dengan kepala tertunduk. Mereka pun berdansa di ballroom. Semua orang melihat mereka yang penuh pesona. Setelah dansa berakhir, sang Putri dikejutkan dengan laki-laki itu yang berlutut lagi di hadapannya.”

“Laki-laki itu bilang, maukah kamu menikah denganku?”

“Ne!!” histeris Sehyun sambil menarik kedua pipi kakaknya.

“Aish Sehyun, aku sedang tidak mengajakmu menikah,” keluh Daehun seraya menangkap pergelangan tangan adiknya.

“Thehyun mau menikah thama laki-laki itu,” ujarnya polos. Daehun memutar bola mata.

“Yaa, laki-laki yang kumaksud itu Taehyung hyung.”

“Tapi Thehyun pingin nikah thama Taehyung oppa.”

Daehun mencubit gemas pipi adiknya. “Taehyung hyung sudah milik Sena noona. Jadi Sehyun tidak akan pernah bisa menikah dengan Taehyung hyung. Memang Sehyun mau membuat Sena noona menangis?”

Sehyun menggeleng.

“Makanya, jangan pingin menikah dengan Taehyung hyung.”

“Kalo thama oppa?”

Daehun mendelik horror. “Oppa tidak suka perempuan kecil sepertimu.”

Sehyun mengerucutkan bibirnya sebal. “Bentar lagi Thehyun udah bethar.”

“Memang, tapi tetap saja kamu adik kecil.”

Sehyun menarik hidung Daehun hingga kakaknya menjerit kesakitan. “Thehyun akan buktikan kalo Thehyun bukan adik kecil lagi. Jadi nanti Thehyun bisa nikah sama oppa.”

Daehun mendengus. “Terserah saja. Walaupun nanti Sehyun akan tumbuh secantik eomma atau noona, oppa tidak akan menikah denganmu.”

“Waeyo??” si kecil yang kini berusia 6 tahun itu menggoyangkan tubuh Daehun dengan tangannya yang mungil.

“Aku oppamu, Thehyun. Appa pasti marah kalau kita menikah.”

“Tapi Taehyung oppa juga oppanya Thena eonni.”

Daehun mendesah. “Itu beda Thehyun. Ah, sudahlah jangan bahas itu lagi. Ayo kita tidur.”

“Peluk.”

Daehun menatap adik centilnya tak mengerti. “Masih kecil centil sekali. Kusarankan nanti kalau sudah besar Sehyun menikah saja dengan Baekah. Kalian berdua pasangan yang cocok.”

“Jinjja?”

Rasanya Daehun ingin meremas-remas tubuh adiknya sampai menjadi buntalan kertas karena telah membuatnya gemas. Tanpa banyak bicara lagi, Daehun langsung memeluk tubuh mungil adiknya dari samping kemudian memejamkan mata.

“Ayo tidur.”

**

Pagi sekali, Daena terbangun. Suasana kamar masih gelap, benar saja karena waktu masih menunjuk ke angka 3 dini hari. Saat dia menoleh ke samping, Sehun tidak ada di tempatnya. Di ruang ini pun tanda-tanda keberadaan Sehun juga tidak ada. Akhirnya Daena memutuskan untuk mencari pria itu.

Ditemukan. Ternyata Sehun sedang berdiri sambil merenung di balkon lantai dua. Disana pemuda itu tidak melakukan apapun kecuali diam. Dia saja tidak memakai sweater meski udara sangat dingin.

Daena mengejutkannya dengan melingkarkan kedua tangan di pinggang pria itu. Sehun sedikit berjengit. Namun begitu menghirup bau khas tubuh istrinya, dia tidak melakukan apapun lagi.

“Punggungmu hangat,” ucap Daena sambil memejamkan matanya. Punggung Sehun memang hangat, walaupun kain kaosnya terasa dingin karena hawa pagi ini.

“Kenapa kamu bangun?”

Daena membuka mata perlahan. “Kamu sendiri kenapa bangun?”

Sehun tidak menjawab. Dia hanya mengusap punggung tangan Daena yang perlahan terasa dingin.

“Memikirkan apa? Pekerjaan? Sena? Taehyung? Atau… abeoji?”

Sehun terdiam cukup lama. “Ne.”

Daena mendesah. Dia melepaskan pelukannya lalu Sehun memutar tubuh menghadapnya.

“Sekarang apa?”

Kedua bola mata Sehun bergerak-gerak kecil memandangi mata Daena. Seolah dengan melakukan itu, dia bisa mendapatkan ketenangan jiwa dari masalah yang dihadapinya sekarang.

“Aku tidak menyangka, appa bisa sejahat itu.”

Daena merekatkan jari-jari tangannya dengan jari-jari tangan Sehun. “Ceritakan, ada apa sekarang?”

“Wanita itu… ibu Taehyung.”

Jantung Daena serasa berhenti berdetak. “Ibu… Taehyung?”

Sehun mengangguk lemah sambil meletakkan dagunya di puncak kepala Daena. “Wanita itu berusia 40 tahun, dia menikah dengan appa di usia 29 tahun. Sekarang mereka memiliki dua orang anak. Oh Taekwon yang berusia 11 tahun dan Oh Taegeuk yang berusia 9 tahun. Lucunya, appa lah yang telah membuat appa Taehyung meninggal dunia.”

Daena memejamkan mata saat pipinya menempel di dada Sehun. “Kamu, akan membenci abeoji tidak setelah mendengar ini?”

Sehun terdiam.

“Kita tidak bisa menyalahkan abeoji begitu saja. Kamu pernah bilang kan, kalau pernikahan itu dilandasi dengan cinta dan kasih sayang. Walaupun caranya harus seperti itu, kini kamu bisa lihat abeoji yang membangun rumah tangga berlandaskan cinta bukan? Kamu juga pernah bilang, kedua orang tuamu menikah karena dijodohkan diusia muda sama seperti kita. Bedanya, mereka tidak saling mencintai kan? Oppa.. kita ambil saja hikmah dari peristiwa ini. Jangan terpancing emosi bahkan membenci abeoji. Mungkin dengan peristiwa ini, kamu akan mengetahui rahasia-rahasia lain kedua orang tuamu. Aku yakin, kamu adalah anak baik. Aku yakin kamu pasti mendukung semua keputusan orang tuamu.”

Sehun menghela napas. “Sangat sulit menerima.”

“Tidak ada salahnya mencoba, oppa. Aku yakin, mereka sangat menyayangimu. Buktinya, sampai sekarang kamu tumbuh dengan baik di bawah perlindungan mereka kan? Andai mereka tidak menyayangimu, pasti mereka sudah bercerai sejak dulu dan membuangmu ke panti asuhan. Pernikahan tanpa cinta itu sulit bertahan lama, oppa. Kesempatan bercerai jauh lebih besar ketimbang bertahan.”

Sehun mendorong pelan bahu Daena, lalu membungkukkan badannya. “Kamu tahu bagaimana perasaanku sekarang? Aku sakit hati, benar-benar sakit.”

Daena mengusap pelan pipi Sehun. “Ne, aku tahu.”

“Lalu kenapa kamu bilang kesempatan bercerai jauh lebih besar daripada bertahan? Jadi kamu menyesali kedua orangtuaku yang tidak bercerai sejak dulu?”

Daena langsung merangkul leher Sehun. Dia yakin Sehun sudah salah paham dengan ucapannya. “Bukan seperti itu oppa. Aku hanya menunjukkan kalau mereka sebenarnya sangat menyayangimu. Sama sekali tidak terbesit rasa penyesalan terhadap kedua orang tuamu.”

“Kalau mereka menyayangiku kenapa appa harus merahasiakan pernikahannya dengan wanita itu dariku?!”

Bahu Sehun bergetar hebat. Dia menangis, hanya saja tanpa isakan. Jari-jari ramping Daena mengusap rambut Sehun yang juga bergetar.

“Mianhae, aku tidak tahu itu.”

“Tolong, biarkan aku sendiri sekarang,” ujar Sehun sambil melepas kan rangkulan Daena. Dia berjalan ke dalam tanpa berkata apapun lagi. Daena hanya bisa melihat punggung Sehun dalam diam.

**

Sehun pergi ke kantor tanpa mengatakan apapun pada Daena. Sejak pembicaraan dini hari itu, Sehun mulai menghindar dari Daena. Dia bahkan tidak sarapan dan pergi tanpa mengantar Daena ke butik serta Sehyun ke sekolah. Dia pergi begitu saja dengan mobil vannya saat semua orang di rumah itu sarapan. Sehyun terpaksa berangkat sekolah bersama Daehun karena Daena mengambil cuti hari ini.

Walau terus menghindarinya, Daena tetap melakukan kewajibannya sebagai istri. Dialah yang menyiapkan air hangat untuk keperluan mandi Sehun, menyiapkan baju kantor, sepatu, tas, dasi bahkan menyelipkan kotak bekal berisi sushi ke dalam tas Sehun karena dia tahu Sehun tidak akan sarapan pagi ini.

Keputusannya mengambil cuti hari ini adalah keputusan paling tepat yang diambilnya. Pekerjaan rumahnya bertambah dua kali lipat tanpa bantuan Sehun. Pagi hari dia menjadi ibu tersibuk di dunia karena mengurusi si kembar 4 Cheon. Mulai dari memandikan, memakaikan baju, menyuapi mereka dengan makanan, menyusui hingga mengajak keempat bayi ini untuk bermain di lantai atas. Dia bahkan rela naik turun tangga sebanyak empat kali berturut-turut karena membawa anak-anak kembarnya ke lantai atas tidak bisa serempak.

Ketika para bayi asik bermain dengan Disneyland buatan Sehun, Daena justru sibuk dengan ponselnya. Dia memantau semua akses yang sekiranya bisa menghubungkannya dengan Oh Sehun. Dimulai dari kotak pesan, telepon, hingga memberdeul EXO yang tinggal di Seoul.

Dia menghela napas panjang. Berulang kali mengirim pesan, Sehun tidak membalasnya. Berulang kali menelpon, nomor yang dituju sedang tidak aktif. Memantau akun SNS Sehun, pria itu sedang tidak online. Menghubungi Jongin, Baekhyun, Kyungsoo, Luhan, Chanyeol dan Kris, semua serempak menjawab tidak tahu.

Daena hampir menanggalkan ponselnya ketika nama ibu Sehun menghiasi layar ponselnya. Tanpa banyak pikir Daena segera mengangkat panggilan itu.

“Yoboseyo eommeonim..”

“Daena-ya, kau sedang dimana?”

“Di rumah. Ada apa eommeonim?”

“Aku kesana. Tunggu.”

KLIK!

Daena menatap ponselnya tidak mengerti. Tak lama kemudian terdengar bel berbunyi dari pintu dasar. Pasti ini eommeonim.

**

Daena sibuk mondar-mandir di ruang tamu. Dia menggigit ujung kuku ibu jarinya dengan ekspresi khawatir. Dia sedang menunggu seseorang, siapa lagi orangnya kalau bukan Oh Sehun.

Ding dong! Ding dong!

Jam dinding itu selalu berbunyi tiap tengah malam tiba. Tak lama kemudian terdengar deru mobil dari garasi yang berhubungan langsung dengan ruang tamu. Daena segera berlari kesana. Dia melihat sekretaris Sehun sedang memapah Sehun yang ternyata tak sadar diri karena mabuk. Tanpa disuruh, Daena langsung mengalungkan tangan bebas Sehun ke lehernya. Dia dan sekretaris Sehun membawa pria itu ke ruang tamu dan menidurkannya di salah satu sofa.

“Joesonghammida nyonya. Sajangnim menyuruh saya untuk mematikan ponsel dan tidak memberitahu anda dimana sajangnim berada. Pagi tadi sajangnim tidak berada di kantor, beliau mengajak saya pergi ke busan dan pulang ke Seoul jam 5 sore. Sebelum kesini, Sajangnim mengajak saya ke diskotik. Joesonghammida, saya tidak bisa menahan sajangnim untuk tidak minum. Ini kunci dan ponselnya.”

Daena mengangguk lemah sambil menerima kunci dan ponsel dari tangan sekretaris Sehun. Pria yang usianya jauh lebih muda dari Sehun itu langsung pergi setelah mengucapkan selamat malam.

Daena duduk di sofa, menggantikan posisi lengan sofa sebagai penumpu kepala Sehun. Dia mengusap pelan rambut pirang Sehun. Dia tidak peduli dengan bau alcohol yang menyerang organ pernapasannya.

Tanpa diduga, kelopak mata Sehun terangkat. Melihat wajah istrinya, dia tertawa sendiri.

“Yaa.. kamu sudah membuatku kecewa pagi tadi… kau mengecewakanku!”

Daena terdiam berusaha menahan air matanya.

“Kau… harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas sikapmu itu! berikan dirimu malam ini padaku.”

Daena tidak menolak bahkan memberontak ketika Sehun menariknya paksa ke kamar mereka. Malam ini si kembar sengaja di pindahkan ke kamar Sehyun agar Sehyun tidak tidur di kamar Daehun lagi.

Daena terdiam ketika Sehun mendorong punggungnya sampai membentur pintu setelah pintu kamar mereka terkunci. Mungkin saat inilah Daena harus takut dengan Sehun. Pria itu menatapnya tajam, kecewa dan sedih yang bercampur menjadi satu.

“Akan kumulai dari sini.”

Daena memejamkan matanya ketika cengkraman Sehun di bahunya terasa makin kuat dan bibirnya bersentuhan dengan bibir pria itu.

**

Esok paginya..

Cahaya menyilaukan membuat Daena perlahan membuka mata. Sekitarnya terlihat sangat familiar. Ya, dia sedang berada di kamar mereka. begitu mengedarkan pandangan, tak sengaja matanya tertumbuk pada sosok pria yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Pria itu tersenyum tipis sambil berjalan menghampirinya.

Begitu duduk di dekatnya, Sehun membungkuk untuk mengecup dahi istrinya.

“Pagi sayangku..” ucapnya sambil menempelkan dahi mereka lalu mengecup bibirnya.

“Pagi, kau baik-baik saja sekarang?” tanya Daena tanpa ada selukis senyum di wajahnya.

“Sangat baik sekali,” jawabnya setelah memberikan jejak kissmark di leher istrinya.

Daena menatap Sehun sendu. “Hukum lagi saja aku.”

“Wae?” tanya Sehun dengan dahi berkerut.

“Eommeonim akan menikah lusa.”

END

92 responses to “[Sehun’s Family] I For You

  1. Pasti sakit banget gimana jadi sehun …
    Daena istri yg sabar banget..

    Semoga keluarganya tetep baik” aja …

  2. aduh ternyata kehidupan keluarga nya sehun bagitu amburadul yah
    kasian banget sih sehun lahin tanpa cinta yahh meskipun kenyataan nya mereka menyayangi sehun tapi kasian banget deh masa iya mereka masih terikat dalam pernikahan tapi udah nikah sama yang lain..
    orangtua nya sehun kejam banget yahh..

  3. ngatung(?) bgt endingnya duuuh author jjang!
    gereget paraaaaaah next series dong ditunggu dong plssss
    keep writing ^^

  4. wah series ini keluar 😀 makasih thor udah dikabulin

    haha ada konflik di series ini? makin panjang ya ceritanya
    oke next series

  5. sehyun nggemesin banget ihhh pengen deh nyubit pipinya.
    daehyun so sweet banget yah sama adiknya. jadi pengen punya kakak kayak dia kkk

  6. trnyata keluarganya sehun rumit juga, brarti besannya sehun itu rangkap jadi ibu tirinya juga,, aahhh ribet ah, ditambah lagi ibunya sehun mau nikah lagi, makin rumit aja,, tpi gak nyangka lho ayahnya sehun trnyata nikah sma ibunya taehyung, jadi kasian sma taehyung, ibunya ninggalin dia demi ayahnya sehun, jadi pnasaran gimana reaksinya taehyung pas tau soal ini..
    pkoknya selalu keren, ditunggu next storynya, cpet dipost yaa, pnasaran banget soalnya 😀 🙂

  7. Oooohhhh !!!! Ini mulai ad konflik baru setelah istirahat panjang… ya ampuuunnn knp coba mesti nenek2 kakek2 itu yg jd masalah ??!!! Knp jg harus ibuny taetae ?? Ya salaaaamm !!! *tepokjidat

    Itu anak2 nya sehun bawa sini aja lah… aku bantuin urusin.. hahaha pst heboh bgt d rmh pny kmbar 4… wakakakak

    Dan hebatny ini ff meskipun udh pnjang kali lebar sama dengan luas tetep ajaaa bikin penasaran… -_________-”
    Dtunggu lanjutannya yaaa 🙂

  8. Omo.. ibunya tae istrunya appanya sehun.. gmn prasaannya tae ya klo tw..
    Kasian sehun.. pasty sakit bgt htinya..
    Itu lagi s sehyun ngegemesin bgt.. msak oppanya sndiri d ajak nkah..

    D tunggu next chapnya ya thor..
    Makin bagus aja ff nya..
    Keep writing n fighting ya thor.. 🙂

  9. huaaa i’ve been waiting this story for a long long time …
    ih yaampun aku sampe deg-degan loh pas sehun nyebutin Appanya nikah sama wanit dan itu ibunya Taehyung

    astaga , gmn kalo taetae tahu ?
    sumpah ini complicated banget

    finally , little sehyun muncul jugaaaa
    huaaaa kangennya sama si cadel .

    seneng banget akhirnya di post juga tapi kalo ceritanya kaya gini ngenes juga .. hiks

  10. kalimat yang terakhir bikin aku ngakak. haha ini masalah kok belibet banget yaa..
    jadi pusing pala pincess *abaikan.
    semangat yaa kaka lanjutin ceritanyaa

  11. Ya ampun sehun kasian banget dirimu nak:’D pukpukpuk. Appanya menikah sudah sekarang eommanya. Astaga naga

  12. Haah kok ending sih? Padahal lagi seru2 nyaa π_π penasaran itu gimana perasaan Sehun selanjutnya waktu denger kabar itu??..

  13. Kayaknya dikit² mulai ada konflik yaa? Buat readersnya greget sama konflik nya ya thorr.. Kikiki~ thehyun lucu sekalehh.. Daehun juga ngapain dengerin perkataan nak kecil wkwkwkk daehun nya buat aku ja ya thehyun? Kkk~ lanjooott!!^^

  14. Kasian sehun, tiba2 ada masalah yg dateng & bikin hati sesek gitu. Daena harus sabar sama sehun, oh hooo jadi sedih liat mereka berdua menjauh masing2.
    Daehun sama sehyun lucu banget si, jadi pengen punya adek cowo

  15. Momment Sehun-Daena udah lama gak muncul, pas muncul kenapa konflik? Sehun, yang sabar. Aish, kenapa malah kaya gini. Kalo Taehyung tau gimana?

    Lanjut, thor. Banyakin Sehun-Daena momment. Terus, ajak Baek-ah main sama si cadel Sehyun

  16. Astaga!itu relasinya jd bagaimana?
    Sehun ama taehyung sodara jd tiri gt
    Aaaaaa,kenapa jd maruk gini
    Ksian sehun,trus itu ommanya sehun mo nikah ama siapa?
    Author aq penasaran banget ama cerita keluarganya sehun >.<
    Ditunggu next chapnya ya,semangat^^

  17. emm end nya kok bikin bingung ya? lanjut ya thor soalnya masih penasaran. lah eommanya sehun itu nikah sama siapa?

  18. aku baru baca ff ini nd sumpah kaget banget pas tau ayahnya sehun nikah nd punya anak 2 sama ibunya taehyung?? ga nyangka deh ayahnya sehun pedofil ckck kok bisa gitu!! mana kejam bgt buat ayah taehyung meninggal -_- ketinggalan aku makannya kaget banget >_< ibunya sehun nikah lagi?? OMG masalah ga selesai2 ckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s