[Freelance] Still Here (sequel) chap. 7 – @DAMNBYUN

STILL HERE (SEQUEL) 3

Title: Still Here (sequel) chap. 7

Author: Windbeee

Cast: Park Minyoung (OC) ll Byun Baekhyun II Park Yoonji (OC) and other cast

Genre: school life, romance, hurt

Rating: Pg 16+

Length: chapter

Disclaimer:

Ff ini berdasarkan ff yang saya buat dan sudah saya publish disini kalo mau lihat klik here

Dan saya kembangkan menjadi ff yang bercapter dan juga saya dapet inspirasi dari beberapa drama korea favorite saya.

Jika ada kesamaan dalam cast, waktu, tempat, maupun alur itu adalah kesalahan yang tidak disengaja.

Maaf kalau ada typo

DON’T BE SIDER OR PLAGIATOR

DAN

Semoga gak bikin kecewa waktu klik continue reading-nya nanti ^^

Sebelumnya:

Chapter 1 Chapter 2 Chapter 3 Chapter 4 Chapter 5 Chapter 6

“kau akan menyesalinya, sangat menyesalinya”

Park Minyoung si pembunuh

“Byun, let me rest for a bit. I’m getting tired of this shit.”

*

*

*

Suara decapan pun terdengar di ruangan perpustakaan yang lumayan sepi, karena orang-orang sedang sibuk mengisi perut mereka dikantin sekolah. Sebelum akhirnya Minyoung berhenti dan turun dari pangkuan Baekhyun, membuat Baekhyun memberi tatapan tanda tanya sekaligus protes pada Minyoung. Tapi Minyoung adalah Park Minyoung. Dia tidak peduli.

“aku ingin kita memulainya dari awal Byun Baekhyun”

“dari awal kita berciuman?” tanya Baekhyun dengan satu alis yang dinaikkan.

“YYAAA! Apa kau selalu se-pervert ini?!”

“lalu bagian yang mana?, dan kenapa kau berhenti menciumku? Aku bahkan belum selesai” protes Baekhyun.

Whatever then” Minyoung meninggalkan Baekhyun yang masih melontarkan protesannya.

“aiish, gadis itu”

Baekhyun segera bangkit dan mengejar Minyoung yang sudah berada diluar perpustakaan.

“Park Minyoung aku mengerti maksudmu”

Mendengar Baekhyun mengatakan hal tersebut, membuat Minyoung langsung berhenti dan menatap Baekhyun yang sedari tadi berjalan disampingnya entah sejak kapan.

“jadi, temui aku di atap sekolah sehabis pulang sekolah jika kau mau, oke” ucap Baekhyun sebelum akhirnya mencuri ciuman singkat dan langsung berlari menjauh.

“YAA Byun Baekhyun!”

.

.

.

Terlihat Baekhyun sedang berdiri disisi pagar atap sekolah yang menghadap ke arah barat. Dia sedang mengamati matahari terbenam sekarang. Udara sekarang lumayan dingin membuat Baekhyun sejak tadi terus menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, berharap bisa mengurangi rasa dingin. Sampai akhirnya Baekhyun merasakan sesuatu tersampir dipundaknya. Jaket miliknya.

“itu milikmu kan?”

“lalu bagaimana denganmu?”

“aku tidak apa-apa, aku sangat menyukai udara dingin dipertengahan musim gugur jadi tidak apa-apa Byun”

“apa kau ingin melukai harga diriku sekarang Park Minyoung?”

“maksudmu?”

Tanpa menjawab pertanyaan Minyoung, Baekhyun langsung membawa tubuh gadis yang ada disampingnya kedalam pelukannya. Minyoung yang terkejut hanya bisa mengerjapkan matanya.

“bukankah terasa jauh lebih hangat” ucap Baekhyun sambil merapatkan pelukannya dengan Minyoung.

“bukankah tadi aku mengatakan bahwa aku tidak apa-apa”

“lalu aku harus membiarkanmu kedinginan dan membuat diriku terlihat seperti laki-laki pengecut karena tidak mau memberikan jaket yang dipakainya begitu, itu sangat melukai harga diriku nona”

Minyoung yang mendengar perkataan Baekhyun langsung tertawa geli ‘ Puitis sekali’ pikir Minyoung.

“kenapa kau tertawa?” tanya Baekhyun sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Minyoung. Bukannya meredakan tawanya Minyoung justru mengeraskan tertawaannya.

“ya kenapa kau tertawa Park Minyoung? kalau begitu lebih baik aku pergi saja” Tapi belum sempat Baekhyun berbalik gerakannya tertahan saat Minyoung memeluknya erat.

“aku sangat menyukai pelukanmu Byun”

Memberi jeda pada ruang masing-masing dan membiarkan hening menyelimuti mereka untuk beberapa saat.

“jadi bagian mana yang akan kita mulai dari awal?” tanya Baekhyun akhirnya

“semuanya”

“oke baiklah. Nona, namaku Byun Baekhyun dan aku sangat mencintaimu” ucap Baekhyun yang membuat Minyoung tersenyum.

“Byun Baekhyun-shi, aku Park Minyoung orang yang menjadi gila karena mencintaimu”

Mendengar hal tersebut Baekhyun hanya bisa diam. Sebelum akhirnya dia menunjukkan senyumannya.

“ughh so cheesy”

Membuat mereka berdua tertawa dan mulai tenggelam di dunia mereka, dunia yang mungkin hanya mereka sendiri yang mengerti, dunia yang hanya mungkin mereka sendiri mau memikulnya. Dunia yang mungkin akan terasa lebih indah jika mereka berdua bersama.

‘THEY WISH FOR IT’

.

.

.

Malam ini Minyoung harus makan malam bersama kakak-nya  Yoonji, dengan alasan ada hal yang ‘penting’ yang ingin disampaikan Yoonji untuknya. Hanya mereka berdua. Membuat suasana disekitar ruang makan terasa sedikit mencekam. Mengingat bagaimana hubungan kedua bersaudara tersebut. Bahkan suara jam dinding yang ada disana terdengar bersuara lebih keras daripada biasanya.

“apa pria yang kemari tempo hari memiliki hubungan denganmu?” Yoonji pun memecah keheningan disekitar mereka dengan pertanyaannya, dan tidak dijawab oleh Minyoung.

“sebelum kau berhubungan lebih jauh dengannya, menjauhlah”

Minyoung yang mendengar Yoonji berkata seperti itu pun, langsung menghentikan acara makan malamnya. Matanya menatap Yoonji dengan tatapan meremehkan. “urusanku sama sekali bukan urusanmu”

“jauhi dia atau kau akan terluka”

“tampaknya kakak tersayangku sangat mengenal kekasih adik-nya, sampai-sampai berkata seperti itu” sangat sarat terdengar nada meremehkan disetiap perkataan Minyoung pada Yoonji, yang kapan saja akan memancing perdebatan diantara mereka.

Sedangkan Yoonji yang mendengar tersebut terkejut bukan main. Tangannya yang memegang garpu sekarang tiba-tiba bergetar hebat. Dan dengan susah payah dia menenangkan dirinya sebelum menaruh kasar garpunya, dan menimbulkan suara benturan yang cukup keras.

“aku sedang tidak bercanda sekarang”

“bukankah sudah kukatakan urusanku bukanlah urusanmu, apalagi hubunganku dengan Baekhyun” Minyoung pun beranjak dari kursinya. Dan sebelum dia meninggalkan ruang makan Yoonji meraih tangan Minyoung.

“berlarilah selagi kau masih bisa berlari, sebelum kau benar-benar menangis darah akibat laki-laki tersebut”

Minyoung segera menepis tangan Yoonji. “kita lihat saja nanti” ucapnya dengan seringaian. Sekarang Minyoung merasa bahwa dirinya benar-benar menang akan kakak-nya.

“kau akan menangis sangat keras, bahkan akan merasa akan mati Park Minyoung, ingatlah ucapanku”

Dan pernyataan Yoonji hanya ditanggapi dengan suara tawa meremehkan Minyoung yang mulai menaiki anak tangga.

 

“kau akan menyesalinya, sangat menyesalinya”

.

.

.

Sekarang D.O benar-benar ingin membuat Baekhyun tersiksa. Bila perlu dia akan menghabiskan liburan musim panasnya yang akan datang hanya untuk menyiksa Baekhyun, sampai laki-laki tersebut, tidak membuatnya menggeram menahan marah atau menghembuskan nafas panjang setiap kali dirinya berbicara dengan Baekhyun.

Setiap kali dia menanyakan sesuatu pada Baekhyun maka saat itu juga D.O harus menambahkan tingkat kesabarannya menjadi berlapis-lapis. Baekhyun benar-benar keras kepala.“Baek, apa kau tidak bisa berhenti kau akan menyakiti perasaan gadis yang bahkan tidak tau dimana letak kesalahannya”

“lalu, apa saat kakak ‘tersayangnya’ menyakitiku, apa aku tau dimana letak kesalahanku” Mendengar balasan Baekhyun, rasanya D.O ingin sekali memakan pria yang ada didepannya ini hidup-hidup.

“terserah kau saja, tapi saat kau menyesal jangan pernah mencariku untuk menyelesaikan permasalahanmu”

“Call, lagi pula aku tidak akan memerlukan hal itu”

“okey, Call, jangan sampai kau menjilati ludahmu sendiri Baek, dan segera pulang wajahmu terlihat pucat Baek”

D.O pun langsung pergi dari Bar tersebut. Berbicara dengan Baekhyun sama saja berbicara dengan batu.

Setelah perginya D.O Baekhyun pun segera ambruk, keringat dingin tampak mengalir di kening Baekhyun, tangannya dengan cepat merogoh botol obat yang ada disakunya dan sudah seminggu belakangan ini selalu dia bawa. Pain killer. Dengan tangan yang gemetar akibat menahan sakit Baekhyun mengambil satu tablet dan langsung memakannya begitu saja. Dia tidak peduli akan rasa pahit obat tersebut. Rasa Sakit yang sejak tadi dia tahan benar-benar menyiksanya.

“hahh” akhirnya Baekhyun bisa bernafas lega. Tapi tidak dengan detak jantungnya yang masih terpacu cepat. Dia benar-benar takut jika dia akan mati saat itu juga. Baekhyun benar-benar takut. Dia benar-benar belum siap saat hal itu akan datang

.

.

.

Dan satu minggu setelah melakukan pengulangan ‘semua’ yang Minyoung inginkan membuat hubungan mereka semakin membaik. Mencoba terbuka akan satu sama lain walaupun pada akhirnya Baekhyun yang akan lebih terbuka akan dirinya dari pada Minyoung. Memperlihatkan sisi masing-masing. Dan hal itu membuat Minyoung tanpa sadar mengikat dirinya kuat pada Baekhyun dengan rantai tak terlihat.

Membuat Minyoung tanpa sadar mengingat semua kebiasaan Baekhyun, sedikit ataupun banyak.

Mengingat kalau Baekhyun adalah orang yang to the point. Baekhyun tidak pernah memakan mentimun. Dia menyadarinya ketika mereka keluar untuk mencari makanan dan tanpa sengaja makanan tersebut terisi mentimun dan Baekhyun pasti akan memberikannya padanya karena Minyoung sangat suka mentimun atau menyisihkannya. Rambut Baekhyun sangat halus. Baekhyun sangat suka sekali bersenandung. Baekhyun selalu menggenggam tangan Minyoung erat. Baekhyun sangat, Baekhyun, Baekhyun…

Semua hal-hal kecil tentang Baekhyun tanpa sadar dia ingat. Dan Minyoung sangat menyukai hal itu.

Sangat menyukainya.

.

.

.

Di meja makan Yoonji hanya memakan makan malamnya sendirian. Kedua orang tuanya sedang melakukan perjalanan bisnis yang mengharuskan mereka untuk pulang sekitar satu bulan lebih kedepan. Ruang makan tampak sepi dan sesekali terdengar suara garpu dan sendok beradu diatas piring. Sampai akhirnya terdengar suara pintu berderit dari ruang depan dan menampakkan Minyoung yang mungkin baru saja datang dari sekolah. Tanpa menatap kearah kakaknya Minyoung melangkah melewati ruang makan dan langsung naik menuju kamarnya.

“Park Minyoung kemari” ucap Yoonji pada Minyoung tanpa melihatnya atau lebih tepatnya memerintahkan Minyoung. Tau akan Minyoung masih meneruskan langkah kakinya, Yoonji pun kembali menyerukan suaranya.

“aku rasa lebih baik kita hentikan permainan ini” ucap Yoonji sambil berdiri dan membalikkan badannya untuk bisa melihat adik-nya. Minyoung yang mendengar hal itu langsung berbalik. Terlihat kakak-nya sedang menyeringai.

“kajja, mari kita hentikan permainan ‘kakak-beradik’ ini” ucap Yoonji, yang melangkahkan kakinya naik keatas tangga dan menuju tempat Minyoung berdiri sekarang. Saat sudah berada didepan Minyoung tangannya pun mengelus halus rambut adik-nya tersebut, seringaiannya pun berubah menjadi ‘fake smile’ yang membuat Minyoung ingin muntah.

“aigoo, nae dongsaeng” tangan Yoonji pun turun kepipi Minyoung dan menyentuhnya.

“katakan saja apa yang kau ingin katakan sekarang” desis Minyoung, lalu menepis kasar tangan Yoonji dari pipinya, yang membuat Yoonji kembali menyeringai.

“bukankah sudah kukatakan, mari kita hentikan permainan ‘kakak-beradik’ ini” Yoonji pun menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya menatap Minyoung rendah, lalu mendekatkan dirinya kearah Minyoung.

“bitch” bisik Yoonji ditelinga Minyoung sebelum akhirnya Yoonji berbalik untuk meninggalkan Minyoung.

“aku rasa kau memilih lawan yang cukup salah Park Yoonji-shi”

Mendengar ucapan Minyoung padanya membuat Yoonji kembali berbalik, dan menunjukkan senyum sedih yang dibuat-buat miliknya.

jinja?”

Minyoung yang merasa diremehkan seperti itu hanya bisa diam menahan amarahnya. ‘Ini bukan saat yang tepat’ pikir Minyoung. Tapi berbeda terbalik dengan Yoonji yang terlihat sangat senang dengan permainan kecil yang baru saja dia mainkan. Senyuman yang ada dibibirnya hilang dan digantikan dengan wajah datar Yoonji.

“harusnya kau berkaca sebelum mengatakan sesuatu Park Minyoung-shi, kau bukanlah tandinganku. Saat aku diam akan sikapmu bukan berarti aku tidak akan membalasnya balik. Kau itu seperti buku terbuka yang sangat mudah terbaca olehku” ucap Yoonji sebelum dia benar-benar meninggalkan Minyoung untuk kembali melanjutkan makan malamnya.

Dan saat Yoonji memulai makan malamnya yang tertunda, dapat didengarnya suara benda yang dilempar dan pecah, dan disusul dengan teriakan Minyoung yang membuat Yoonji menyeringai.

“stupid”

.

.

.

Hari ini adalah hari kedua minggu dimana hubungan Baekhyun dengan Minyoung sejak hari itu. Walaupun begitu tetap saja Park Minyoung adalah Park Minyoung. Gadis itu sangat benci sekali jika diperhatikan, apalagi dibicarakan, sehingga membuat Baekhyun mau tak mau harus mengikuti bagaimana cara Minyoung berpacaran(walaupun Minyoung tidak pernah berpacaran sebelumnya) yaitu ditempat yang terisolasi. Tenang, sepi, dan nyaman. Seperti halaman belakang gudang yang sudah tak terpakai. Jadi, disinilah mereka sekarang. Dibawah pohon rindang dengan Minyoung yang berbaring diatas rerumutan hijau dan Baekhyun yang juga berbaring disampingnya.

“aku rasa kapan saja aku bisa ditendang, dari rumah”

“kalau begitu datang saja keapartemenku, kau akan mendapatkan selimut tebal, satu bantal dan sofa yang cukup nyaman untuk ditiduri. Makanan yang cukup bergizi tiga kali sehari secara gratis. Dan bisa mandi di kamar mandiku dengan nyaman, kau juga bisa berendam air hangat di bathup yang ada disana jika kau mau” ucap Baekhyun tanpa melihat kearah Minyoung.

“Aku rasa itu bukanlah ide yang buruk. Dapat tidur dengan nyaman dan mendapatkan makanan tiga kali sehari secara gratis, bukanlah ide yang buruk. Menghabis semua makanan yang ada dikulkasmu aku rasa juga ide yang baik. Menjajah ruang tengahmu dan mendeklarasikannya bahwa itu adalah daerah kekuasaanku bukan ide yang buruk. Jadi Call!!” Mendengar bagaimana nada suara gadis itu, tanpa melihatnya pun Baekhyun tau Minyoung pasti sedang tersenyum kearahnya sekarang.

“aku tidak tau jika orang yang akan ditendang dari rumahnya bisa sebahagia ini?”

‘membiarkan dirinya jatuh sedikit pada Park Minyoung bukanlah ide yang buruk juga bukan?’

Baekhyun pun menggulingkan sedikit badannya, sehingga dia bisa melihat Park Minyoung. kekasih-nya.

“aku rasa kau ditendang dari rumah bukanlah ide yang buruk” ucap Baekhyun membuat Minyoung tertawa kecil.

Sebelum akhirnya keduanya berdiri dan meninggalkan tempat tersebut. Bergandengan tangan. Tersenyum untuk satu sama lain. Mengatakan ‘I love you’ untuk sama lain.

Dan samar-samar terlihat dewa cupid baru saja menembakkan panahnya untuk Baekhyun, dan terbang menjauh begitu saja, tanpa mau tau apa yang akan terjadi pada akhirnya.

Baekhyun mencintai Minyoung

Minyoung mencintai Baekhyun

So CALL!!!!

.

.

.

Saat Baekhyun sampai didepan pintu apartemennya, terlihat Yoonji berdiri disana membuat Baekhyun sedikit terkejut, tapi semuanya tertutupi dengan Baekhyun yang kembali memasang wajah datarnya.

“nona, bisakah kau minggir sedikit aku ingin masuk kedalam apartemenku” ucapnya saat sudah sampai didepan apertemennya.

“aku ingin bicara padamu sekarang”

Baekhyun pun hanya memandangi gadis tersebut saat dia menariknya menuju tangga darurat.

“katakanlah” Yoonji yang melihat reaksi Baekhyun yang seperti ini pun hanya bisa menghela nafas. Sangat dingin.

“ayo kembali ke Jepang Byun Baekhyun, Jepang jauh lebih baik daripada disini”

Baekhyun yang mendengar hal tersebut hanya bisa tertawa meremehkan.

“kau pikir kau siapa? Kita tidak memiliki hubungan apa-apa sejak awal. Jadi bagaimana bisa, dengan mudahnya kau mengaturku agashi?”

“kau sakit. Aku tau akan hal itu”

Baekhyun yang mendengar ucapan Yoonji terkejut bukan main. Tapi dengan cepat dia menetralkan kembali raut wajahnya. ‘bagaimana bisa?!’ pikirnya.

“kalaupun aku punya penyakit, itu sama sekali bukan urusanmu” nada suara berubah menjadi orang yang sedang menahan marahnya sekarang. Bahkan kedua orang tua Baekhyun tidak tau akan sakitnya.

“tentu saja itu urusanku, kau adalah orang yang kucintai, dan aku tidak ingin orang yang aku cintai mati hanya karena ke-egoisannya. Dan aku tau, kau juga mencintaiku Byun Baekhyun” ucap Yoonji sambil meraba pipi Baekhyun dengan air matanya yang sudah jatuh dipipi Yoonji.

“hentikanlah semua drama dan omong kosongmu sekarang” Baekhyun pun segera meninggalkan gadis tersebut untuk kembali menuju apartemennya. Tapi langkahnya terhenti saat Yoonji memeluknya erat dari belakang.

“aku mohon Byun, aku mohon”

“jangan pernah memanggilku seperti itu!” ucap Baekhyun dengan nada tinggi ‘karna hanya Park Minyoung yang boleh menggunakan panggilan itu. Satu-satunya’ teriak pikiran Baekhyun tanpa sadar. Sambil melepas kasar tangan Yoonji yang memeluknya. Baekhyun segera berjalan cepat menuju apartemennya dan meninggalkan Yoonji begitu saja yang masih berdiri ditempatnya.

“jika itu maumu, geure aku akan melakukannya” Yoonji pun menghapus jejak air matanya dan melangkah dari tempat tersebut dengan santai seperti tidak pernah terjadi apa-apa dengannya.

.

.

.

Malam itu hujan diluar cukup deras, ditambah angin yang cukup kencang berhembus membuat pohon-pohon yang ada diluar bergoyang dan membuat suara berisik yang cukup keras dan sesekali suara petir pun akan terdengar. Minyoung yang ada didalam kamarnya, sesekali akan terkejut saat mendengar suara petir yang cukup keras. Dia benci petir. Tapi Minyoung tidak takut. Sekali lagi dia takut. Heii, Minyoung adalah Park Minyoung, mana mungkin dia takut.

“shit” Minyoung pun harus merasa dikejutkan untuk sekali lagi, saat petir yang lain datang “kenapa mereka selalu datang tiba-tiba” umpat Minyoung.

Berbaring dilantai kamarnya dengan beberapa buku berserakan disampingnya. Sekarang yang dia lakukan hanya memandangi langit-langit kamarnya. Tugas sekolahnya sudah dia selesaikan satu jam yang lalu. Tapi terlihat beberapa kali dia akan mengerutkan dahinya saat merasa otaknya terlalu sakit akibat berpikir untuk mencari jawaban yang mungkin tidak bisa dia jawab.

‘kenapa Minyoung harus menjadi Park Minyoung?’

Dan dia memikirkan jawaban pertanyaan hampir satu jam. Atau mungkin sejak dia menginjakkan kakinya dirumah ini dan lebih tepatnya saat ayahnya memberikannya nama itu. Park Minyoung.

Akhirnya Minyoung pun memilih bangkit dan keluar kamarnya untuk menuju kedapur. Berpikir tentang ‘kehidupan’ selama satu jam membuat Minyoung haus.

Saat kakinya akan melangkah menuju kulkas pandangan Minyoung jatuh pada Yoonji yang sedang duduk tertunduk tidak jauh dari tempat kulkas tersebut. Terlihat tangan Yoonji memegang sebuah botol wine yang isinya hampir habis dan satu botol yang sudah habis, tergeletak begitu saja didepan kaki kakak-nya tersebut. Saat Minyoung semakin mendekat, dapat didengarnya Yoonji terus menggumamkan sesuatu. Dengan tiba-tiba Yoonji pun mengangkat kepalanya, yang membuat Minyoung sedikit terkejut.

“ohh, dongsaeng anyyeong” sapa Yoonji pada Minyoung yang tidak jauh berdiri dari tempatnya duduk. Dan jangan lupakan senyum bodoh yang ada dibibirnya. Tapi setelah beberapa detik senyum bodoh itu hilang, digantikan dengan tatapan mata tajam milik Yoonji.

“apa kau belum puas hah, mengambil semua yang aku punya hahh?!!” air mata pun terlihat sudah mengalir dipipi Yoonji.

“apa kau belum puas, apa kau belum PUASS??!!” teriak Yoonji pada Minyoung. Dan yang Minyoung bisa lakukan hanya tetap diam di tempatnya. Dia tidak tau kemana arah pembicaraan yang kakaknya sampaikan.

“Park Yoonji kau mabuk, ka,,,”

“diam KAUU!!”

“Park Yoon—ani un,,,”

“diam Kau!, apa kau tak mendengarkannya hahh, aku menyuruhmu untuk diam!!”

‘Pyanggg’

“AAGhhhh” Yoonji melempar botol wine yang sejak tadi ada ditangannya tepat disamping kaki Minyoung. Membuat beberapa pecahan kaca dari gelas wine tersebut mengenai kaki Minyoung. Terlihat darah mengalir dari beberapa bagian kaki Minyoung yang terkena pecahan kaca.

“kau pantas mendapatkan itu, kau pantas mendapatkannya. You should deserve fucking more than this, you motherfucker! Kau sudah membuat ayah dan ibuku menangis hampir setiap malam akibat kematian kakakku, kau sudah membuat kakakku pergi meninggalkanku. Dan sekarang kau juga merebut Byun Baekhyun dariku hahh?!!! Pembunuh sepertimu harusnya sudah hilang dari permukaan bumi ini. Harusnya kau sudah ma—“ dan semua teriakan Yoonji harus terhenti saat Minyoung sudah mencekik lehernya kuat.

Walaupun dalam keadaan setengah sadar, Yoonji masih dapat melihat bagaimana Minyoung menatapnya sekarang. Tatapan yang dia lihat tujuh tahun yang lalu. Tatapan yang membuatnya takut setengah mati tujuh tahun yang lalu. Park Minyoung si pembunuh.

“apa kau tidak bisa menutup mulut sampahmu sebentar saja, sebentar saja” ucap Minyoung rendah pada Yoonji yang membuat suasana tiba-tiba menjadi mencekam. Ditambah hujan badai yang masih terjadi diluar.

Cekikan tangan Minyoung pada leher Yoonji pun semakin menguat saat Yoonji mencoba melawan. Dan semakin kuat Minyoung mencekik leher Yoonji maka semakin lebar seringaian menyeramkan yang ada dibibirnya, seperti apa yang dia lakukan bukanlah hal yang terlalu penting.

“Park Mi—nyoung lepa—skan, lep—askan mohon Minyoung lep—askan, Min—young-ah lep,,” tangan Minyoung pada leher Yoonji pun tiba-tiba terlepaskan begitu saja membuat Yoonji kembali bisa bernafas. Terlihat Yoonji mengambil nafas sebanyak yang dia bisa, tadi dia benar-benar berpikir bahwa sebentar lagi hidupnya akan berakhir.

Berbeda dengan Minyoung. Wajah gadis tersebut terlihat sangat pucat, tubuhnya bergetar hebat.

“aaghhh” teriak Minyoung sambil meremas rambutnya keras, sebelum akhirnya Minyoung berlari begitu saja keluar rumah. Meninggalkan Yoonji yang masih terduduk lemas begitu saja disana.

 

Minyoung-ah

Minyoung-ah

Minyoung-ah

Minyoung-ah

Minyoung-ah….

.

.

.

Baekhyun pun hanya bisa memandangi gadis yang sedang tidur dipelukannya sekarang. Hujan diluar sudah reda sejak beberapa jam yang lalu walaupun belum sepenuhnya karena rintik-rintik hujan masih terlihat dari jendela apartemen Baekhyun yang tidak tertutupi oleh tirai. Saat dia meilirik jam dinding yang ada dikamarnya, sekarang sudah pukul empat dini hari. Berarti baru beberapa menit yang lalu gadis itu baru kembali tidur dengan tenang. Park Minyoung.

Baekhyun masih ingat bagaimana Minyoung mengetuk pintu apartemennya tanpa henti saat tengah malam dan datang dengan keadaan yang cukup menyedihkan. Basah kuyup, dan hanya mengenakan pakaian tidur yang lumayan tipis tanpa menggunakan alas kaki apapun. Terlihat kedua kaki Minyoung terluka entah karena apa. ‘mungkin akibat berlari’ pikir Baekhyun. Ditambah lagi dengan wajah pucat Minyoung dan badannya pun terlihat menggigil, karna menahan rasa dingin. Dan saat itu juga Baekhyun merasa Minyoung memang benar-benar GILA. ‘Ayolahh, rumah Baekhyun lumayan jauh dari rumah Minyoung, dan saat Minyoung kemari hujan badai sedang terjadi diluar.Apa gadis itu tidak cemas akan keadaannya sendiri?’

Sekarang Minyoung sudah hangat didekapannya, dengan mengenakan celana training dan hoodie milik Baekhyun dan kakinya yang terluka pun sudah Baekhyun obati. Tapi masih ada satu hal yang membuat Baekhyun belum bisa menutup matanya untuk tidur.

Saat Minyoung bangun dan menangis pukul tiga kurang dini hari tadi. Walupun Minyoung mencoba menahan suara tangisnya dengan menggigit kuat tangan kanannya bahkan hampir berdarah. Jika saja Baekhyun tidak segera bangun dari tidurnya yang sedang tertidur dilantai, saat dia mendengar suara orang terisak diatas ranjangnya. Bisa dipastikan tangan kanan Minyoung sudah terluka cukup parah, karena gadis itu pasti akan terus menggiti tangannya hingga dia merasa tenang. Dan Baekhyun membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk membuat gadis itu kembali tidur dengan tenang.

“hahh”

Baekhyun pun menghembuskan nafasnya panjang. Dia sangat membenci bagaimana raut Minyoung sangat ketakutan dan marah pada saat yang sama. Karena hal itu membuat Baekhyun semakin cemas karena dia tidak pernah melihat raut Minyoung seperti itu. Membuat Baekhyun tanpa sadar jatuh semakin dalam kepada seorang Park Minyoung.

~~

Kringggg….

Suara jam waker yang tidak jauh berada di atas meja disamping ranjang Baekhyun pun membuat Baekhyun dengan malas harus merangkak kesana dan mematikan jam waker tersebut lalu kembali menarik selimut untuk kembali melanjutkan tidurnya. Belum sempat Baekhyun menutup matanya dengan cepat dia kembali terduduk. Bukankah Park Minyoung ada didekapannya kemarin malam?!

Dengan panik Baekhyun bangkit dari ranjangnya. Dilihatnya sekeliling kamarnya. Minyoung tidak ada dikamarnya. Baekhyun segera keluar dengan langkah terburu-buru. Baekhyun cemas. Dia sangat cemas.

Dan saat dia menginjakkan kakinya di ruang tengah, rasa cemas yang dia rasakan seperti hilang begitu saja bersama hembusan nafas lega yang keluar dari bibirnya. Dia menemukan Minyoung sedang berdiri didekat jendela yang ada diruang tengah. Gadis itu terlihat memandang keluar dengan pandangan kosong.

“Good Morning” sapa Baekhyun saat dia sudah berada dibelakang Minyoung membuat Minyoung langsung berbalik.

Good Morning, Byun” sapa Minyoung pada Baekhyun dengan senyuman dibibir-nya.

Fake.

Baekhyun yang melihat Minyoung tersenyum seperti itu pun langsung merubah tatapan matanya. Dia tau jika gadis yang ada didepannya sekarang sedang berbohong.

“kau sedang tidak baik-baik Minyoung”

“tidak, aku baik-baik saja Byun”

“selama ini kau tidak pernah baik-baik saja Park Minyoung”

“aku benar-benar baik-baik saja, dan kau juga harus bersekolah, aku tidak bisa sekolah hari ini karena aku tidak membawa perlengkapan sekolahku kemari. Dan untuk besok malam aku akan tidur disofa jadi kau tak perlu khawatir akan hal itu” jawab Minyoung sambil menatap Baekhyun.

“kau ingin menangis”

“Byun”

“menangislah”

“Byun Baekhyun. Aku. Baik. Baik. Saja.”

“menangislah aku akan memelukmu saat kau merasa terlalu lelah untuk menangis, aku ada disini”

“pergilah atau kau—“ kata-kata Minyoung harus terhenti saat Baekhyun memeluknya secara tiba-tiba.

“menangislah, saat kau memiliki kesempatan untuk menangis. Park Minyoung”

Setelah Baekhyun memeluk MInyoung, untuk beberapa saat mereka berdiri disana dalam keheningan. Pagi ini terlihat awan hitam sudah bergelayut dilangit Seoul membuat suasana menjadi sedikit gloomy. Sebelum Minyoung akhirnya memilih menyerah.

“FINE!!” teriak Minyoung “Jika kau benar-benar ingin melihatku terlihat seperti orang yang menyedihkan dan lemah!” ucapnya sebelum membalas pelukan Baekhyun dan menangis dengan keras dan melepaskan tekanan yang sudah beberapa ini dia coba lupakan. She is getting sick of it.

“kau tidak pernah menyedihkan ataupun lemah, Minyoung. Kau adalah orang yang sangat kuat bahkan sangat kuat. Karena kau adalah Park Minyoung”

“Byun, let me rest for a bit. I’m getting tired of this shit.” ucap Minyoung disela-sela tangisannya, sebelum mengeratkan pelukannya dan membiarkan air matanya jatuh sebanyak yang dia bisa. Bila perlu sampai dia tidak bisa menangis. Jika Minyoung bisa.

‘karna dia lelah. Sangat lelah’

 

TBC

Author’s note:

Jujur saya gak tau harus ngomong apa tentang chap yang ini.

TERIMAKASIH BANYAK

/kabur/

47 responses to “[Freelance] Still Here (sequel) chap. 7 – @DAMNBYUN

  1. Baekhyun akhirx mulai cinta bhkan sudah cinta bnget sma minyoung .. 🙂
    baekhyun sakit ap ? Ksian bnget sihh ?? Ap tdak bsa di smbuhkn ?? 😥
    nggk suka bnget sma yoonji .. Nggk tau malu .. 🙂 .. Dy tega bnget sma minyoung .. Pdahl kn adiknya .. 🙂 .. Tpi untunglah minyoung slalu brusha kuat di dpn kakaknya yg gila itu .. 🙂

  2. makin seru aja ceritanya, feelnya dpt bgt..
    sepertinya benih cinta sudah mulai menumbuh, diantara baekhun dan minyoung…
    baekhyun sakit?? skit apa???
    wahh makin rumit yaa masalahnya??
    apa yg terjadi di masalalu??
    dtnggu klnjutannya

    semangat

  3. minyoung udh tinggal diapartemen baekhyun? yoonji ngeselin bgt sih :O dan baekhyun sakit apa? parahkah?
    aku seneng mereka saling mencintai kkkk~
    next nya ditunggu thor…

  4. Itu kok miyoung bia nyekik younji tiba”. Apa miyoung punya kepribadian ganda trus dia pernah nglakuin itu sama ka”knya younji
    fighting aja buat ka”k
    Postnya jgn lama”

  5. banyak hal yang baekhyun sembunyiin mungkin gk baekhyun cuma pengen nyakitin minyoung guna balas dendam keyooji
    minyoung sendiri seperti tertekan dan berubah sikap secara drastis pasti masa lalu yang menyakitkan antara dia ma oppanya juga yooji

  6. Yoonji jahat yah 😦
    Minyoung kasian bgt….sibyun ngedeketin minyoung hanya untuk balas dendam ke yoonji yah…uh rumit bgt sih…
    Tp mungkin sibyun belum sadar kalau dia benar2 ada perasaan ke minyoung…
    Next thorr..makin seru..

  7. byun cinta beneran sm minyoung kan.senengnya.
    minyoung sm yoonji dulunya kenapa deh ka?kok minyoung di blg pembunuh?ih penasaran:(
    nexxt ya kak. jan lama lama okk

  8. Si baekhyun ngedeketin minyoung karna mau balas dendam ke yoonji? what!! baekhyun punya penyakit? penyakit apa? si yoonji nyebelin banget sihh ihh
    Next ya thor 😉
    #KeepWritingNFighthing 🙂

  9. Mereka saling jatuh cinta kannn huaa senangnyaaa^^*
    Tapi baekhyun sakit apa? Apa penyakitnya itu parah?
    Penasaran banget sama lanjutannya huaa
    Keep writing and fighting!^^*

  10. Dari chap ini kok aku merasa yoonji gak salah ya? Yoonji salahnya ninggal baekhyun…
    Tapi aku juga suka karakter minyoung… Tambah penasaran thor…. Jadi minyoung sama yoonji itu tiri? Penasaran hubungan keluarganya yoonji sama minyoung…
    Author fighting!! 🙂

  11. Woahhh dinextnya juga hhe. Kerenn + nyesek banget ㅠㅠ
    Tapi emg baekhyu sakit apa sbenernya? 😥
    Ditunggu nextnya ya thor. Fighting^^

  12. uh baekhyun sakit apa .
    kenapa yoonji ngomong begitu ke minyoung .
    gak tau apa sepertii minyoung trauma akan masa lalunya.
    next chapternya ya thor.
    baekhyun benar-benar menyayangi minyoung dengan sepenuh hati ia tau bahwa minyoung sedang merasakan sakit yang luar biasanya

  13. Keren !!
    byat baekny makin jatuh cinta aja sama minyoung agar nanti g ada alasan buat dia ninggalin ataupun nyakitin minyoung,udah cukup rasa sakit yg minyoung terima!

    #keepwriting

  14. Akhirnya mereka bener” pacaran 😀
    Sebenarnya baekhyun sakit apa sih? Trus minyoung itu sebenarnya adik yoonji atau bukan?

    Next author,ditunggu kelanjutannya (ง’̀⌣’́)ง!

  15. Baek sakit apa ? jangan katakan itu cancer ?
    jadi Minyoung beneran seperti yang Yoonji katakan… pembunuh ?
    aaaah ! banyak banget pertanyaan yang belum kejawab…
    ditunggu nexnya…

    Fighting !

  16. Baek sakit apa ? jangan katakan itu cancer ?
    jadi Minyoung beneran seperti yang Yoonji katakan… pembunuh ?
    aaaah ! banyak banget pertanyaan yang belum kejawab…
    ditunggu nextnya…

    Fighting !

  17. baekhyun mau bales dendam sama yonji ya, dengan cara pacaran sama minyoung? kenapa harus gitu sih baek?:3 kasian sama minyoung nya ih-_- feelnya dapet banget, daebak^^ next chap semoga baekhyun nya makin cinta ya sama minyoung :’)) hihi, ditunggu next chap nya.. fighting thorr :))

  18. yg ngebunuh chanyeol itu minyoung ya? knpa dia ngebunuh kakaknya sendiri? minyoung punya trauma apa? next yaaa

  19. aku punya banyak pertanyaan di otak ku
    apa penyakit yang diderita baekhyun?
    sebenarnya yoojin sama minyoung itu saudara kandung apa bukan sih?
    apa minyoung emang seorang pembunuh?

    jangan lama” next nya ya thor aku penasaran

  20. baekhyun sakit apa sebenernya? baekhyun kyaknya mulai cinta beneran sama miyoung 😥 kalo emang mereka bakal pisah gara2 penyakit baekhyun pasti bakal nyesek bgt deh 😥 yoonri jahat banget deh ih!! di tunggu next chapternya 🙂

  21. Daeebaaakkk!!!!!!
    Thor next chap.. d tgguu yeeee.. 😀
    Hwaiting !!!
    Makin penasaran ni thor..
    Thor ntr end nya jgan nyesek ya thor

  22. Aaaaa ditunggu chapter berikutnya…
    pokoknya ngga rela klw sampe baekhyun balikan lgi sm yoon ji…
    min young fighting…

  23. Sebenarx apa yg minyoung lakukan dimasa lalu????
    Sebegtu beratkah?
    Bnarkah minyoung membunuh ka”kx?
    Apa baekhyun bnar” mencintai minyoung?
    Kasihn lw minyoung harus tersakiti lagi,
    Next”. . .

  24. Oh shit….apa bner minyoung pmbunuh…..???? Oh my god,apa di smacam psaiko gtu…???
    Btw,baek skit apa ya….??? Aduh thor jgn bwat my baek baek mnderita nya ktrlaluan ya…??? Ksihan thor.
    Next chap di tunggu ya…

  25. Pingback: Still Here (sequel) chap.8 | UNKNOWNWIND·

  26. Pingback: [Freelance] Still here (sequel) Chap. 8 – @DAMNBYUN | SAY - Korean Fanfiction·

  27. jujur chinguuu,.akuu penasaran bgt ttng kasus membunuh dan dibunuh itu ato apalahhhh…ayoo ceritain dongg,.trs apa benerr minyoung ituu bukan keluarga kandungnya yoonji..???
    hah..???? trs apa yg bakal dilakuin yoonji…??? trs yg bener tuu siapa siihh…???
    .trss sii baekk uda cinta bener ma minyoung…??? trs si baek sakit apa…??? haishhhh…bikin frustasiii iniij,.huaaaaa….

  28. Pingback: Still Here (sequel) chap. 9 | SAY - Korean Fanfiction·

  29. what???!!! itu knapa minyoung nyekik leher yoonji???? knapa minyoung tiba2 jd ngeri gitu ><
    makin penasarann
    emang minyoung beneran bunuh kakaknya?

  30. Pingback: STILL HERE (SEQUEL) CHAP. 11 (END) | SAY - Korean Fanfiction·

  31. Dsar yoonji ngga tau diri bgtz lo udh menelantatkan baekhyun gt ajj msh ajj berharap klw baekhyun akn kembali sm dy, ngga akan terjadi, krn baekki sdh mlai menyayangi minyoung…
    Utk baekhyun kau hrs ttp ada disamping minyiung yaa, jgn ornh tinggalin dy…
    aturan tadi pas yoonji dicekik sm minyoung, minyoung ngga ush lepasin sekalian ajj bwt dy mayi, huftttt aq gregetan bgtzz sm yoonji…
    Next dh ke chapter selanjutnya…

  32. Pingback: Still Here (Finish) | beauconte·

  33. Omo omo omoo baekhyun sakit apaa?? Hmm ini siapa sih sbnerny yg jahat?? Minyoung atau Yoonji?? Minyoung itu anak kandung keluarga park kan?? Tapi merka berdua knp saling dendan gituu~_~ ahh keren keren!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s