Mask of Vendetta (Chapter 9 – Merry Christmas!!)

Mask-of-Vendetta-poster

A Storyline Present By:

Blackorchid28 (ex:elsakim)

Mask of Vendetta

(Chapter 9 : Merry Christmas!!)

Main Cast:

BTS’s Kim Tae Hyung

Got7’s Park Jin Young

BAP’s Jung Dae Hyun

EXO’s Park Chan Yeol

Winner’s Song Min Ho

Infinite’s Nam Woo Hyun

OC :

Song Min Ah

Ma Hae Rin

Aiko Asano

Special Cast in This Chapter:

find it by ur self.

Genre: Horror, Thriller, Fantasy, Supernatural, Romance, School-life.

Rating: PG 17 | Duration: Chaptered

Disclaimer : OC dan Alur milik author, Cast yang lain milik emak dan agencynya masing masing (except Kim Tae Tae is mine xP). Tolong hargain author, no siders no plagiarism. Happy Reading ^-^

1st Chapter – New Friend?(click) | 2nd Chapter – Trouble(click) | 3rd Chapter – What’s wrong with Taehyung?(click) | 4th Chapter – Just give me a Reason.(click| [Protected] 5th Chapter – The Secret of DemiDevil. (click) | 6th Chapter – A Mysterious Boy. (click|7th Chapter – Misunderstand(Again)(click) | 8th Chapter – Tae Hyung Hope.(click) | >>> 9th Chapter – Merry Christmas!!

.

Author POV

“Min Ah! Song Min Ah!!”

Suara gedoran pintu tertangkap indra pendengaran Min Ah, membuatnya terjaga dari mimpi indahnya. Ia melirik jam dinding yang menggantung di tembok kamarnya, menunjukan pukul setengah 6 pagi. Tentu saja matahari masih bersembunyi diufuk timur.

Gadis berambut panjang itu bangkit dari kasurnya kemudian berjalan dengan gontai menuju pintu. Ia membuka kenopnya dan mendapati seseorang tengah menatapnya dengan mata yang memerah dan bengkak. Bisa dipastikan dia sehabis menangis.

“nuguseyo?”ucap Min Ah sambal mengusap kelopak matanya.

“sebenarnya apa yang kau lakukan? Kau ini siapa?!”

Mata Min Ah terbuka sempurna ketika gadis didepannya menggoncangkan tubuhnya dengan teriakan histerisnya. Tentu saja dia terkejut, setau Min Ah dia tidak melakukan hal buruk apapun.

“aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Dan bukannya, kau sunbae kelas 2 yang sekelas dengan oppaku kan? Jika kau mencari oppa dia menginap dirumah temannya untuk beberapa hari kedepan.”

“Eun Ji. Sesuatu terjadi padanya.”

Min Ah mengerinyitkan dahinya, “apa yang terjadi dengan Eun Ji?”

“tidak tahu, Min Ah. Dia menggila begitu saja dan selalu menyebut namamu setelah kejadian dilorong.”

Kembali guratan kebingungan nampak di dahinya, “dilorong?”

“dia bilang seseorang berusaha membunuhnya, seseorang itu berwujud monster.”

Min Ah memijit batang hidungnya yang terasa pening, “dengar, aku tidak melakukan apapun dan aku benar benar tidak peduli pada Eun Ji setelah dia melakukan hal yang membuatku hampir mati. Jadi tolong jangan ganggu aku.”

Baru saja Min Ah hendak menutup pintu, tangannya ditahan oleh gadis teman Eun Ji itu. Dengan kuat gadis itu mencengkram tangan Min Ah, Min Ah mendorong gadis itu kuat kemudian masuk kedalam rumahnya.

Gadis itu benar benar menyeramkan. Satu hal yang harus Min Ah cari tahu, apa yang terjadi pada Eun Ji berkaitan dengan pembunuhan Key dan juga mimpi mimpi anehnya?

***

Min Ah menatap gedung rumah sakit yang menjulang tinggi, gedung yang merawat Eun Ji. Sepertinya dia harus mencari tahu sendiri sekarang.

Dengan agak ragu ia memasuki gedung itu, bau khas rumah sakit sangat jelas tercium. Min Ah menghampiri meja , bermaksud bertanya dimana Eun Ji dirawat.

Setelah selsai ia berterimakasih kemudian berjalan ke nomor kamar yang dituju. Min Ah menatap Eun Ji dari kaca kecil yang berada dipintu dari luar, terlihat gadis itu tengah membelakanginya, menatap kearah jendela. Disampingnya terlihat seorang suster tengah mengecek selang infusnya, memastikan bahwa tidak ada yang cacat sedikitpun.

Min Ah menghela nafas sebelum akhirnya ia membuka pintunya. Suster itu menatap kearahnya, “annyeonghaseyo, aku teman Eun Ji.”sapa Min Ah pada suster itu.

Ketika mendengar suara Min Ah, perlahan kepala Eun Ji menoleh. Ia menatap tajam Min Ah sebelum akhirnya gadis berambut panjang itu berlari kearahnya kemudian mencengkram bahunya kencang.

“kau pembunuh!!”jerit Eun Ji sambil mengguncangkan badan Min Ah. Suster mencoba melepaskan tangan Eun Ji dari Min Ah, tapi tenaganya jauh berbeda dengan tenaga Eun Ji.

Beberapa perawat mulai berdatangan, mencoba memisahkan Min Ah dari Eun Ji. “kau tidak akan tenang, kau benar benar akan dikutuk!!”teriak Eun Ji tepat didepan wajah Min Ah. Setelah mengatakan itu, tangannya berhasil lepas dari bahu Min Ah.

“lebih baik kau pulang sekarang, pasien butuh istirahat.”ucap salah satu perawat. Min Ah menurut saja dan membiarkan tubuhnya terdorong dengan sendirinya keluar ruangan. Min Ah bisa liat Eun Ji yang tengah menggila, mata gadis itu mengarah padanya.

Ada sesuatu yang aneh pada gadis itu, entah kenapa kilatan matanya seperti ia pernah liat sebelumnya. Tapi.. apa?

***

Mino menatap wallpaper ponselnya lamat, terpampang disana foto Hae Rin yang tengah tertawa lebar. Baginya, Hae Rin benar benar manis.

Ia tersenyum sambil mengelus layar ponselnya, baru ia hendak mengecup layarnya, ponselnya berdering dan membuat ponselnya mental seketika. Jika saja kedua tangannya tidak segera meraih ponsel kesayangannya itu, mungkin saja nasib naas sudah menimpah ponsel yang didalamnya terdapat banyak foto Hae Rin yang dia simpan secara diam diam.

Dia mendengus pelan ketika melihat sederetan nama tertara diponselnya. Mino menggeser tombol hijau, membuatnya tersambung pada orang yang menelfonnya sekarang.

“yahhh, ada angina apa kau menelfonku jam segini? Kau merindukan oppamu yang tampan ini, hmm?”

“besok lusa kau harus berada dirumah. Jika kau tidak merayakan malam natal bersamaku kau akan menyesal karena Hae Rin akan datang juga. Kututup.”

“yya Song Min-.. ahh anak ini.”Mino kembali menghubungi Min Ah, tak perlu menunggu lama nada sambung sudah tak terdengar lagi tanda telfon diangkat. Sedetik kemudian telfon kembali ditutup.

Baru Mino hendak mengubungi adik semata wayangnya itu lagi ponselnya bergetar tanda sebuah pesan singkat masuk.

From : Dongsaeng bala-bala :3

Tidak usah banyak tanya, jika penasaran kau datang saja apa susahnya. Dan jangan menelfonku lagi, jika kau tetap menelfon akan kuangkat lalu kumatikan agar pulsamu berkurang.

.

“aishh apa apaan dia, tsk.”maki Mino pada ponselnya. Dia beralih kepada nomor Hae Rin, tanpa ragu dia menghubunginya.

“hmm, wae?”

Mino mengerinyitkan dahinya, “apa kau sakit? Ada apa dengan suaramu?”

“aku hanya sedikit flu, tapi tidak apa apa.”jawab Hae Rin dari sebrang. Terdengar suaranya seperti saat kau menekan hidungmu dikedua sisinya dengan jarimu kemudian kau berbicara, pasti suaramu akan terdengar aneh. Itu yang Mino dengar sekarang.

“apa kau akan datang?”

“pada saat malam natal? Tentu saja aku harus datang, aku tidak mau Minnie kesepian hehehh.”ucap Hae Rin semangat.

Mino tersenyum simpul, entah kenapa mendengar suara gadis yang saat ini sedang tersambung dengannya membuatnya sangat senang sekaligus lega. Setidaknya dia tidak harus cemas karena Hae Rin baik-baik saja.

“jangan lupa makan, minum obat, dan jangan tidur terlalu malam. Lebih baik kau beristirahat sekarang.”

Hae Rin mengangguk, “mmm, gomawo.”

“untuk apa?”

“tidak ada. Hanya.. untuk segalanya.”

Entah yang keberapa kalinya kedua sudut bibirnya terangkat, menampilkan senyuman manisnya. “mm, selamat malam, Hae Rin.”

“selamat malam juga, sunbae.”

Sambungan terputus. Hae Rin hanya menatap layar ponselnya sambal tersenyum tipis, ia memutuskan untuk mengabari Min Ah. Telfon tersambung, hingga sebuah suara terdengar dari sebrang sana.

“Hae Rin-ah, wae?”

“apa kau belum tidur, Minnie?”

“tentu saja belum, kenapa?”

“maukah kau mendengarkan ceritaku?”pinta Hae Rin.

Dari sebrang sana Min Ah mengerinyitkan dahinya, tidak biasanya Hae Rin berbicara seserius ini. Jika iyapun pasti ada sesuatu yang salah, “tentu saja.”jawab Min Ah.

Hae Rin menarik nafasnya pelan, “aku menyukai seseorang.”

Entah kenapa jantung Min Ah berdegup kencang, penasaran pada siapa orang yang bisa mengambil hati gadis lugu yang hampir tidak pernah berbicara sedikitpun tentang lelaki. “kenapa kau tidak cerita dari awal, nugu?” tanya Min Ah. Hati kecilnya berharap orang yang disukai Hae Rin tak lain adalah kakaknya sendiri, yaa semoga saja.

“dia seorang sunbae. Namanya..”Hae Rin menggantungkan kalimatnya, “Jung Dae Hyun.”

saat Min Ah tau bukan nama kakaknya yang tersebut, entah kenapa rasanya sangat… aneh. Saat ini Mino sangat tergila gila pada Hae Rin, dan apa yang akan terjadi jika ia tahu Hae Rin menyukai orang lain?

“geundae, aku tidak mengerti padanya. Beberapa minggu yang lalu dia bersikap sangat aneh, seolah dia ingin aku menjauhinya karena aku dan dia tidak untuk ditakdirkan bersama. Aku mengerti jika dia tidak menyukaiku, tapi.. aku merasa dia bertindak seolah..”

“seolah apa?”

“seolah, dia bukan dari dimensi kita.”

Min Ah mengerinyitkan dahinya, “maksudmu?”

“aku tahu ini gila, tapi ini benar benar terjadi, Minnie. Dia berteleportasi, dia bisa tahu apa yang sendang kufikirkan. Dan dia terus berkata bahwa aku dan dia berbeda.”

“tunggu, maksudmu.. Dae Hyun sunbae bukan manusia biasa?”tanya Min Ah antusias.

Hae Rin mengangguk, “itu yang aku fikirkan sekarang. Setiap malam aku selalu berfikir, ingin sangat gila rasanya.”

“apa ada sesuatu lagi yang aneh dengan Dae Hyun sunbae?”

Hae Rin berfikir sejenak, “hmm, ada. Terkadang terlihat didalam matanya seperti ada kilatan merah. Aku tidak tahu apakah itu hanya pantulan dari benda, tapi itu terlalu sering terjadi.”jelas Hae Rin.

“kilatan merah?”ulang Min Ah. Entah kenapa fikirannya kembali pada saat ia dikelas, dimana Chan Yeol menatapnya. Dan juga Eun Ji.

Apa Dae Hyun, Chan Yeol, maupun Eun Ji ada kaitannya dengan semua yang terjadi dengannya?

***

Hujan salju turun dengan lebatnya, seorang lelaki berjubah hitam terlihat tengah berjalan sendirian sesekali menoleh kekanan dan kekiri dibalik topengnya itu.

Lelaki itu, Vendetta.

Lelaki itu duduk dikursi taman yang sangat sepi, bisa dipastikan semua orang sudah terlelap sekarang.

Lelaki itu mengambil liontin dari sakunya, perlahan ia membuka topengnya sambal menatap liontin yang perlahan mulai tertutupi oleh butiran salju dari langit. “eomma, apa yang harus kulakukan?”

Lelaki itu menunduk sambal menggenggam liontinnya, udara yang sangat dingin tidak membuatnya pergi dari tempat itu. “apa sudah saatnya aku menunjukan diriku, eomma? Aku lelah selalu bersembunyi, aku ingin dia mengingatku. Aku ingin melindunginya, eomma.”

“tapi jika aku menunjukan jati diriku, itu berarti aku benar benar akan berakhir, kan? Ibu Easter pasti tidak akan tinggal diam.”

“tapi jika aku diam saja, terus menerus bersembunyi seperti pengecut, akan ada lebih banyak korban nantinya. Aku tidak ingin Min Ah menyakiti siapapun lagi.”

“aku tahu dia bukan monster, aku harus melenyapkan kekuatan iblisnya. Aku tidak ingin kesalahan yang sama terulang lagi, bu. Aku janji.”

***

“SELAMAT NATAL!!”

“YYA MA HAE RIN, TURUN DARI MEJA SEKARANG.”

“TIDAK SEBELUM KAU MENCIUMKU MINNIE HEHEHHH.”

“YYAKK!! AKU BUKAN LESBI SEPERTIMU!”

“LEBIH BAIK KAU CIUM AKU SAJA, HAE RIN.”Hae Rin dan Min Ah saling bertatapan.

“heol.”ucapnya berbarengan sambal melempar Mino dengan bantal.

Mereka tertawa, ponsel Hae Rin berdering tanda ada panggilan masuk. Gadis itu meraih ponselnya kemudian mendekatkannya pada telinganya. Ia beranjak keluar rumah Min Ah,“eoh, wae?”

“kenapa kau mengirimkan paket kerumahku?”tanya Tae Hyung dari sebrang.

Hae Rin nyengir, “benarkah? Bisakah kau membawakannya untukku?”

“ambil saja sendiri.”

“yya Tae Tae!! Ini hari natal, bisa tidak kau berbuat baik sekali saja padaku, eoh? Anggap saja sebagai kado natalmu untukku.”

“kado natal? Aku baru akan memberikannya padamu?”

Mata Hae Rin berbinar binary, “jinjja? Apa itu?”

“batu nisan.”

“YYAA!! KAU!! CEPATLAH KESINI ATAU TIDAK KULEBARKAN BOLONGAN HIDUNGMU!!”Hae Rin mematikan ponselnya secara sepihak. Ia menatap ponselnya sebal, seorang Kim Tae Hyung benar benar menyebalkan!!

Disisi lain, Tae Hyun menatap ponselnya nanar. Wajahnya berkata, ‘apakah aku harus mengantarnya?’ ‘memangnya aku tukang antar barang?’

Baru saja ia hendak masuk ke rumahnya, berniat meninggalkan pake besar didepan rumahnya itu tiba tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk.

From : buntalan kentut

YYAA, JIKA KAU TIDAK DATANG DALAM 10 MENIT, AKU AKAN MEMBAKAR KOMIK KOMIK MILIKMU YANG KUPINJAM 3 MINGGU YANG LALU!!

.

Tae Hyung mendecak kesal, dengan terpaksa dia membawa barang berat itu, berjalan menuju rumah Hae Rin yang hanya berbeda beberapa blok saja dari rumahnya.

Susah payah ia sampai didepan rumah Hae Rin, ia mengetuk pintunya. Seorang wanita paruh baya membukakan pintu, “annyeonghaseyo, aku teman Hae Rin.”

“ahh, kau mencari Hae Rin? Dia ada dirumah Min Ah.”

“dirumah Min Ah?”ulang Tae Hyung.

Wanita paruh baya itu mengangguk, “baiklah, terimakasih Hae Rin eomma.”salam Tae Hyung sambal beranjak pergi.

“rumah Min Ah? YYYA MA HAE RINNNNNNNN!!!!!!!!!”

…..

Hae Rin menoleh kearah belakang, Min Ah yang bingung akan sikap temannya itu lantas bertanya, “kau kenapa?”

“aneh, aku merasa ada yang memanggilku.”

“jinjja? Aku tidak mendengar apapun.”

Hae Rin menggelengkan kepalanya, berusaha meyakinkan bahwa ia salah dengar. “kapan kita menghias pohon natalnya?”rengek Mino sambal melempar bando telinga rusa berwarna merahnya kesofa.

“sebentar lagi akan datang, tunggulah.”ucap Hae Rin meyakinkan.

Tingggg…(anggap aja bel rumah xD)

“ahh, sepertinya sudah datang. Aku akan mengambilnya.”ucap Hae Rin beranjak.

Tapi lengannya ditahan oleh Min Ah, “biar aku saja.”

“tapi..”baru Hae Rin mau berbicara, Min Ah sudah pergi terlebih dahulu. Dengan semangat Min Ah berjalan menuju pintu, saat ia membuka pintu tiba tiba dia mematung.

“Tae Hyung?”

Ia menatap lelaki berambut coklat didepannya yang tengah mengangkat box besar berwarna coklat terang, “bisakah minggir? Ini benar benar berat.”

“ahh kau sudah sampai, masuklah.”Hae Rin menarik tangan Tae Hyung agar mengikutinya masuk kedalam rumah.

Min Ah menggaruk tengkuknya salah tingkah, kemudian menutup pintu sebelum akhirnya ia meyusul Hae Rin.

Diruang tengah, terlihat Mino memandang Tae Hyung tak suka, “yya, sejak kapan kau bekerja menjadi tukang antar barang?”sindir Mino sambal melipat tangannya didepan dada.

Tae Hyung yang baru saja meletakan box besar itu dilantai langsung menunjuk tepat didepan hidung Hae Rin, “15 menit yang lalu saat gadis tidak berhidung ini memintaku untuk mengirimkan paket yang dia kirim kerumahku.”

Tae Hyung mendengus pelan, “sepertinya kerjaanku sudah selsai, aku akan pergi. Dan kau, jangan lupa untuk mengembalikan komikku secepatnya.”

Hae Rin menahan tangan Tae Hyung yang baru saja mau pergi, ia mencubit hidung lelaki itu sesekali menariknya keatas kebawah. “ahh appo!! Lepaskan!!”rengek Tae Hyung.

“Min Ah, ambil gambar!”teriak Hae Rin.

Min Ah tersenyum, ia meraih polaroid putihnya kemudian mengarahkan kameranya pada mereka berempat. “cheese.”

***

“sudah jadi. Ahh lelah sekali.”keluh Min Ah sambil melempar badannya kesofa,ia menatap pohon natal yang baru saja dihias oleh mereka berempat dengan beberapa foto yang menggantung disana.

Terlihat cantik.

“karenamu aku jadi berada disini sampai malam, kau tahu. Lebih baik kau copot foto foto dipohon natal itu.”

Hae Rin menatap Tae Hyung malas, “yya, itu adalah memori yang akan selalu dikenang. Bisa tidak kau jangan protes?”

Tae Hyung mendengus malas, “sebaiknya aku pulang. Terimakasih karena kau sudah merepotkanku, dahh.”ucap Tae Hyung bergegas keluar.

Min Ah langsung bangkit, “oppa, kau antar Hae Rin pulang. Aku akan keluar sebentar.”teriaknya sambil meraih mantel bulunya dibalik pintu sebelum akhirnya ia keluar mengejar sosok Tae Hyung. Sebelumnya ia mengambil terlebih dahulu sebuah shall berwarna merah yang terlipat diatas meja.

Gadis itu berlari, mengejar sosok Tae Hyung yang jaraknya tidak terlalu jauh darinya. Merasa namanya disebut, lelaki itu menoleh dan mendapati Min Ah tengah berlari kearahnya.

Min Ah mencoba mengatur nafasnya yang tersenggal, sebelum akhirnya ia melilitkan shall berwarna merah marun itu pada leher jenjang Tae Hyung. Tae Hyung itu hanya diam saja, membiarkan Min Ah memasangkan shall kepadanya.

“maaf aku baru mengembalikannya sekarang.”

“tidak apa apa.”jawab Tae Hyung.

Min Ah menarik nafasnya dalam dalam, sebelum akhirnya gadis itu berjinjit untuk mengecup pipi lelaki itu. “anggap saja itu kado ulangtahun yang kuberikan lebih dahulu.”ucapnya sambil menundukan wajahnya. Ia tahu, wajahnya pasti sudah memerah sekarang.

Tae Hyung menatap Min Ah tajam, perlahan lelaki itu berjalan mendekati Min Ah. Ia mengangkat dagu gadis itu untuk menatapnya sebelum akhirnya Tae Hyung mencium gadis didepannya.

Min Ah hanya bisa mengerjapkan kedua matanya ketika ia merasakan sebuah benda lembut yang hangat menyapu permukaan bibirnya. Fikirannya kosong seketika, entah dia bodoh atau apa Min Ah malah memejamkan matanya.

Bibir mereka hanya menempel, tanpa adanya pergerakan sedikitpun sampai akhirnya Tae Hyung menjauhkan wajahnya dari wajah Min Ah. Suasana canggung menyelimuti mereka, Tae Hyung menggaruk tengkuknya kikuk sementara Min Ah membuang tatapannya kearah lain. Jantung mereka berdebar sangat kencang sekarang.

“Min Ah.”

“n-ne?”

“maukah kau datang ke acara akhirtahun bersamaku?”

.

.

.

TBC

Next 9th Chapter Preview

“Saengilchukkae, Kim Tae Hyung!!”

“kau boleh minta satu hal lagi padaku, apapun.”

“jika aku meminta kau menjadi pacarku, apa kau akan mengabulkannya?”

…..

“Min Ah! Eun Ji, diaa…”

“ada apa dengan Eun Ji?”

“dia.. tewas!!”

…..

“bibi, aku pulang.”

“bi-ASTAGA!! BIBI!! Siapa yang melakukan ini?”

“t-tidak ada waktu. Kau harus mengambilnya, Min Ah.”

“mengambil apa?”

“kotak didalam laci, kau harus segera mengingatnya sebelum terlambat.”

25 responses to “Mask of Vendetta (Chapter 9 – Merry Christmas!!)

  1. Kok pendek kak?._. Tumben biasanya panjang banget hehe ~
    Semoga taehyung-Minah cepat bersatu ya -_-” kasian taehyung wkwkwk
    Next yaaa~

  2. akhirnya ni ff muncul juga ^_^ sebenarnya vendetta itu siapa sih? taehyung ya? trus eunji itu sama kayak daehyun?
    ditunggu ya chapter selanjutnya*-*
    fighting!!

  3. Iya, tumben pendek. Mungkin edisi natal jadi gak ada tegang2nya gtu 🙂 Vendettanya artis juga gak sih? Apa ya nama aslinya juga Vendetta?

  4. Eun ji pnya kilatan merah pda mtnya? Mngkinkah dia jga bngsa yg sjenis dgn daehyun-chanyeol-aiko? Terus vendetta itu siapa? Taehyung kah? Pnsaran>< dtggu next chap^^

  5. Ko pendek sih thorr.., eunji juga makhluk yang sejenis sama kaya daehyun, aiko, chanyeol? sebenernya vendetta itu syapa sihh? Taehyung? berarti jangan-jangan yang ngebunuh key itu adalah taehyung yah?? *sotoy* aduhh thor aku udah penasaran banget nihh…, next ya thor jangan kelamaan terus panjangin sekalian 😀

    KeepWriting 😉

  6. masih nemu typo dibeberapa titik. kalau bener apa yang di katakan si vendetta kalau si min ah itu pernah ngebunuh berarti dia ngebunuh tanpa menyadari itu. kayaknya bisa di pastikan deh kalau si vendetta itu si tae hyung. kalau bener-bener si tae hyung itu vendetta trus min ah itu easter berarti mereka ngak bisa bersatu dong huhu o.o tapi aku berharap mereka bisa bersatu.
    buat authornya semangat nulisnya yaaa ^^

  7. Taehyung kh vendettanya??
    Eunji tu mkhluk sebangsa daehyun,aiko,chnyeol juga bkn?
    Aaa~ taehyung!!!!! Main kiss2 aja*,*
    NEXT!!

  8. Vendetta itu siapa sihh? Tae? Atau siapa? Duhh makin penasarannnnn sumpehhh!!!! Next ya thorrr…..panjangin okay

  9. Vendetta itu siapa tjoba ??? Woo hyun apa bukan ???
    Nahnlih nah loh, kotak di dlam laci apaan ?? M
    Nah loh nah loh penasaran kan gua jadinya, jd author harus tanggung jawab !!!!

    NEXT JANGAN LAMA!!!!!

  10. Vendetta itu siapa?? Makin penasaran aja
    Pastinya juga tambah seruuu
    Aku tunggu next chapternya ya
    Fighting!^^*

  11. Annyeong~ numpang komen yah~
    FF inii kereeen bangettt..
    apalagi ada bias ku jinyoungie hehe..
    Btw, menurut aku taehyung ga bisa bersatu sama minah, mereka kan satu ayah._. Ga boleh dong berarti? Yah walaupun udah reinkarnasi ya tetep aja ga boleh:” Menurut aku mending taehyung sama haerin!!! Mereka cute, apalagi pas berantem.. pliss thorrr taehyung sama haerin aja:”)

  12. Pingback: Mask of Vendetta (Chapter 10 – The Big Prophecy ) | SAY - Korean Fanfiction·

  13. Pingback: Mask of Vendetta (Chapter 11 – Flashback) | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s