Once In Lifetime chapter 4- Chalilacha

Ini bukan fanfiction saya, Trixiebell. saya hanya menitipkan. dan jangan lupa untuk menghargai author dengan cara komentar dan likenya ya guys!

COVER_resized

Chapter 4

Title : Once In Lifetime || Author : Chalilacha || Cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun , Kim Jongin , Shin Hyeri || Other Cast : Oh Sehun , Do Kyungsoo , Ahn Naeun , Jung Soojung , dll || Genre : Friendship , Romance || Rating : General || Length : Chapter || Disclaimer : terimakasih yang udah baca cerita nggak jelas dan hanya berisi curahan hati ini , saya sudah senang sekali ada yang ngomen meskipun itu juga cuman sedikit tapi itu berkesan karena ini pertama kali saya buat fanfic .

Typo sulit di ajak kompromi , jadi sedikit tapi tetep ada

Selamat membaca J

Summary

 

 ” Hubungan persahabatan antara laki – laki dan perempuan tidak ada yang murni ”

 

Omong kosong macam apa yang dikatakan orang – orang itu , persahabatan ku dengannya murni . Hanya mereka saja yang tidak bisa membedakan mana sahabat dan orang yang pantas untuk di cintai . Sekali sahabat – tetap sahabat , sahabat lebih dari sekedar hubungan – hubungan yang seperti itu .

Shin Hyeri .

 

Tentu saja persahabatan ku denganya murni . Perasaan semacam itu tidak pernah terlintas di pikiran ku untuk kuberikan padanya . Dia sahabat terbaikku dan perasaan semacam itu hanya merusak persahabatan ini . Orang – orang yang berakhir memiliki hubungan itu , pemikiran mereka dangkal . Mereka tidak mengerti apa arti persahabatan sesungguhnya .

Park chanyeol .

 

Jam istirahat baru saja berbunyi beberapa saat yang lalu , hyeri segera mengemasi buku – bukunya dia terlihat sangat tergesa – gesa .

” aku ke kamar mandi dulu , sudah tak tahan  ”

Hyeri melenggang meninggalkan soojung yang masih sibuk dengan catatan di papan tulis , dia hanya menggumam menjawab hyeri . Untung ketika hyeri sampai di tolilet , masih tersisa toliet kosong jadi dia tidak perlu menahannya lebih lama . Perasaan lega , ketika dia bisa buang air kecil terlihat di wajahnya . Namun itu tidak berlangsung lama ketika sebuah suara terdengar di telinganya.

” kenapa hyeri menempel lagi dengan jongin .. Dia sungguh tidak tahu malu ” kalimat pertama yang dia dengar dari dalam kamar mandi itu sukses menohok hatinya .

” padahal jongin dulu mengatakan padaku , dia tidak bersungguh – sungguh berkencan dengan hyeri . ” hyeri semakin membulatkan matanya mendengar kalimat kedua , terkejut .. Tentu saja .

” bagaimana kau mengetahuinya ?? ” suara lain bertanya pada sumber suara pertama yang hyeri dengar .

“aku dulu satu sekolah dengan jongin , dia dulu memohon padaku untuk menjadi kekasihnya . Aku menolaknya karena dia masih mempunyai hubungan dengan hyeri , lalu dia mengatakan semua itu “dari jawaban tersebut jelas terdengar suara wanita yang angkuh .

” sudah jelas – jelas jongin mencampakkannya , kenapa dia tetap menempel ,sungguh tak tahu malu .” hyeri hanya bisa merenung di dalam kamar mandi , mendengar kalimat – kalimat yang keluar dari suara wanita yang begitu congkak itu . Dia tidak tahu jika ada kenyataan yang begitu pahitnya dibalik hubungannya dulu . Dia mati – matian menahan airmatanya agar tidak jatuh saat itujuga . Otak hyeri yang cukup pintar itu tidak sampai berpikir jika mantan kekasihnya yang kini sebagai sahabat barunya berbicara seperti itu pada orang lain dan parahnya lagi dia mengatakan itu untuk memohon kepada seorang wanita . Dia merasa sakit mendengar kenyataan itu tentu saja , tetapi ada sisi lain dalam dirinya yang mengatakan itu belum tentu benar . Namun tetap saja , itu menyakitkan dan sedikit memcoreng harga dirinya .

Aku bukanlah gadis cengeng lagi , kau harus kuat shin hyeri .

Dengan segenap keberanian hyeri keluar dari dalam kamar mandi , dia melihat dua orang gadis sedang bersolek di depan cermin . Hyeri sangat yakin jika mereka yang membicarakannya karena hanya mereka yang bisa di jadikan tersangka di dalam toilet tersebut , mereka terkejut dengan kemunculan hyeri secara tiba – tiba dari dalam kamar mandi terlihat dari bola mata mereka yang hampir lepas dari tempatnya itu  . Hyeri menghampiri mereka , dia melepas kacamatanya yang bertengger di hidungnya , mencuci tangannya di wastafel dan sedikit merapikan rambutnya . Hyeri sedikit melirik mereka , dia mengangkat salah satu ujung bibirnya . Sungguh mereka tidak tahu rasa sopan , sudah jelas – jelas orang yang tengah mereka gunjingkan itu ada sebelahnya masih saja mereka menggunjing dengan berbisik – bisik satu sama lain . Hyeri hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar menahan kesabarannya .

” eehhhmmm … ” salah satu dari mereka berdeham , dengan wajah angkuhnya dia menyanding hyeri yang tengah merapikan seragamnya .

” aku tidak tahu apa yang kau berikan padanya hingga dia mau kembali padamu setelah sekian lama ” hyeri tau kata ‘nya’ yang gadis itu maksud . Hyeri hanya menaikkan salah satu alisnya

” apa perlu aku perjelas … ” gadis itu berkacak pinggang dengan angkuhnya .

” jangan menempel pada jongin , kuharap kau sadar itu ” nada congkak terus keluar dari setiap kalimatnya . Hyeri memicingkan melihat name tag yang terpasang di dada sebelah kiri gadis tersebut , Ahn Naeun . Hyeri hanya menganggukkan kepalanya setelah mengetahui nama gadis angkuh tersebut . Namun naeun menangkap isyarat tersebut dengan arti yang berbeda

” bagus …. anggukkan mu itu sudah cukup jadi jawaban ” dia langsung membalikkan badan nya meninggalkan toilet .

” kurasa kau salah mengerti … ” hyeri buka suara , setelah harga dirinya  semakin di injak – injak oleh gadis yang bernama naeun tersebut .

” aku tidak memberikan apapun padanya , dia yang datang kepadaku … ” hyeri melangakah dengan membenarkan letak kacamatanya ,

” dia yang memintanya , itu bukan keinginan ku … ” hyeri menatap naeun tajam .

” satu lagi , aku kasihan padamu … hanya di jadikan sebagai pelarian . ” hyeri menyeringai .

” aku juga kasihan padamu … hanya sebagai bahan taruhan ” naeun tak mau mengalah , jujur saja hyeri terkejut dengan pernyataan itu pertama dia di acuhkan lalu di jadikan bahan taruhan , selanjutnya apa lagi . apa mungkin jongin akan menjualnya sekalian , itu mungkin jika memang jongin seorang sindikat perdagangan menusia .

Namun hyeri dengan baik menyembunyikan semua itu , jangan panggil hyeri jika dia tidak bisa mengatasinya .

” mereka menganggap ku berharga , sampai aku di jadikan barang taruhan …. itu yang ku dengar darinya ” hyeri meninggalkan naeun , dia menabrak sedikit pundaknya. Emosi hyeri benar – benar tersulut dia berjalan seperti banteng kesetanan , pikirannya tidak jernih sama sekali . matanya memerah dan wajahnya juga .

BBRRUUKKK

Hyeri mundur beberapa langkah ,karena kecerobohannya dia menabrak benda yang cukup keras untunglah itu bukan sebuah tiang listrik atau tembok beton melainkan hanya dada bidang milik seseorang .

” gwenchana … ” hyeri mendongakkan kepalanya melihat dada siapa yang begitu keras hingga menyebabkan kepalanya bertambah pusing .

” noona … gwenchana … ” ternyata dia beakhyun .

” kenapa dadamu keras sekali , ini sakit … ” hyeri mengusap kepalanya . Baekhyun melihatnya seperti itu hanya tersenyum ,

” kenapa noona senang sekali menabrakku … ” dia menyakukan kedua tangannya dan lebih mencondongkan badannya ke arah hyeri yang lebih pendek darinya .

” mau apa kau .. ” hyeri menjauhkan badannya karena jarak mereka yang bisa di bilang cukup dekat . Namun baekhyun hanya tersenyum lagi dan kembali menegakkan badannya ,

” wajah mu merah noona , aku tidak tahu itu karena kau sedang marah atau malu .. ” kini malah baekhyun menggoda nya .

” karena aku sedang marah … padamu ” dengan dingin hyeri menjawab , dia melengos pergi meninggalkan baekhyun yang melongo melihat tingkah noona nya itu .

” mungkin dia sedang bulanan … ” dia mengendikkan bahunya dan pergi menuju toilet .

Sepanjang pelajaran di dalam kelas hyeri hanya sibuk menggambar di bukunya , dia tidak berminat untuk memindah catatan di papan tulis . Jangankan memindah catatan mendengarkan apa yang di terangkan saja tidak . Pikirannya terus dipenuhi tentang insiden di kamar tadi , nama Ahn Naeun dan Kim Jongin menari – nari di dalam kepala hyeri . Dia masih saja merasa di khianati oleh jongin , di sisi lain dia juga memikirkan itu bukanlah hak dia lagi . Itu hanya akan menyakitinya dan dia harus melupakannya , karena itu sudah berlalu .

Namun apa semudah itu ??

Tentu saja tidak .

Seperti otak kanan dan kirinya sedang berperang satu sama lain , yang benar saja …. Di hembuskan nafasnya kasar .

” itu sudah ke sepuluh kalinya kau menghembuskan nafas Hye .. ” Ternyata sedari tadi soojung mengamati teman satu bangkunya itu yang gelisah .

” banyak sekali masalah di sekitarku .. ” Hyeri berucap lirih , hampir seperti bisikan . Dia meletakkan kepalanya di atas meja menghadap teman satu bangkunya .

” kau saja yang terlalu memikirkannya … ” Soojung tidak mengalihkan pandangannya dari papantulis , karena dia harus menyalin pelajaran yang di tulis satu papan penuh .

” aku tidak tahu …. Semua tiba – tiba bermunculan ” Hyeri mengetuk – ngetukkan dahinya kemeja , dia terlihat cukup frustasi , mungkin .

” meja itu mahal hye … kasihan ” Dia tidak habis pikir dengan temannya yang malah membela meja dari pada dirinya . Hyeri memutuskan untuk tidur saja meski kini pelajaran tengah berlangsung . Sepertinya belakangan ini hyeri tidak terlalu mengindahkan pelajarannya yang ada di kelas karena pikiran – pikiran datang membebani otak , menurutnya .

Semua ini karena jongin datang lagi kehidupan ku . apa mungkin seperti itu ??

Kenapa hidupku tidak penah tenang jika aku sudah berhubungan dengan dia ??

Haruskah aku berfikir buruk tentangnya ???

Hhuufftt ….. Kau membuat hidupku selalu runyah Kim Jongin

~oOo~

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sekitar satu jam yang lalu . Semua siswa telah berhamburan untuk memenuhi kepentingan masing – masing . Hyeri terdampar di depan computer ruang organisasi dengan setumpuk formulir pendaftaran yang meminta untuk segera dia rekap sampai kyungsoo datang menemaninya . Kyungsoo hanya sekedar menyapa dan dia segera menuju kedunianya juga dengan satu tumpuk laporan pertanggung jawaban . Sedangkan chanyeol , tadi dia berkata akan berlatih bola basket jadi dia pulang terlebih dahulu agar bisa segera berangkat lagi ke sekolah untuk latihan . Dulu hyeri pernah mengikuti club basket , namun itu hanya berlangsung ketika dia sedang berada di JHS karena dulu hyeri merasa jika basket itu sangat keren , alangkah kerennya dia jika dia juga bisa melakukan itu begitu pemikirannya dulu . Chanyeol juga menambahkan jika akhir pekan nanti akan ada pertandingan , makanya dia meninggalkan kedua sahabatnya bergelut dengan berkas – berkas formulir itu .

” hye … nanti jika sudah selasai , pasang pengumumannya di madding depan ya ”

” kapan ini akan selesai kyungsoo-ya … ”

Hyeri meragangkan ototnya karena pegal , sudah terhitung 2 jam dia bertatap muka dengan computer itu . Kyungsoo hanya mengendikkan bahunya dan kembali pada kegiatannya . Suasana benar – benar membosankan ketika kyungsoo sudah diam dan tidak menoceh seperti biasa , namun memang pembawaannya tidak secerewet chanyeol . Paling tidak dia masih mengajak hyeri berbasa – basi , tidak seperti sekarang hanya diam seperti robot yang sudah diprogram .

” kyung …. Kau tidak ingin menyanyikan sebuah lagu , aku ingin mendengar suaramu yang sangat merdu itu ”

” aegyo mu tidak mempan , sudah cepat kerjakan aku ingin segera pulang .. ”

Hyeri mendengus sebal , kenapa orang disekitarnya hari ini begitu menyebalkan . Insiden kamar mandi , baekhyun , soojung , kyungsoo nanti apa lagi ??? Apa chanyeol juga akan membuat harinya semakin membosankan  , semoga saja sahabatnya yang satu itu tidak sampai hati untuk merusak harinya .

~oOo~

Matahari telah sedikit condong ke arah barat namun belum sampai pulang di

peraduannya karena hari masih menunjukkan sekitar pukul 5 sore . Kegiatan sepulang sekolah membuat sekolah yang seharusnya sudah kosong itu tetap ramai murid berlalu lalang . Seperti murid – murid  yang tergabung dalam club bola basket , mereka masih berlatih . Semua diantara mereka berkeringat banyak tak terkecuali dengan laki – laki tinggi , telinga lebar , dan berbibir tebal tersebut , dia chanyeol .

” break 15 menit .. ”

pelatih menginstruksi . Chanyeol dengan nafas yang masih tersengal – sengal berjalan menuju tempat dimana dia meletakkan tas . Dia mengambil handuk dan minum untuk mengurangi rasa kering yang mendera tenggorokannya .

” bagaimana menurutmu pertandingan besok lusa .. ” seseorang mendudukkan dirinya di samping chanyeol dengan sebotol minuman ditangannya .

” aku akan berusaha yang terbaik hyeong … ” chanyeol menjawab dengan senyum tipisnya .

” aku juga berharap kita dapat memenangkannya lagi , itu penting sebagai kenang – kenangan untuk tingkat 3 … ” lelaki tersebut menyandarkan punggungnya dan menatap langit .

” apa setelah lulus kau akan kembali ke china ?”

“Sepertinya begitu … urusan keluarga ku sudah selesai , tidak ada alasan untuk tinggal lebih lama ”

” kuharap , aku bisa bertemu dengan mu lagi lay hyeong ” chanyeol merangkul pundak lelaki yang di panggilnya lay tersebut .

” kita hanya beda negara bukan beda alam tentu saja masih bisa bertemu … ngomong – ngomong dimana yeojamu ?? Biasanya menunggumu ?? ” lay celingukkan menoleh kekanan kekiri .

” aku tidak punya” chanyeol kembali minum setelah menyelesaikan jawabannya .

” yang biasa bersamamu kemana – mana siapa lagi kalau bukan yeojamu ?? Ternyata kau seorang cassanova park chanyeol ”

” ku anggap itu sebagai pujian hyeong , tapi memang aku tidak punya yeoja – yeoja seperti yang kau katakan tadi ” chanyeol menanggapi dengan santai , bukankah memang kenyataannya seperti itu . Chanyeol memang tidak sedang berkencan dengan siapapun .

” lalu siapa dia ?? ” lay menunjuk seorang wanita yang tengah memandang mereka dengan dagunya .

” jadi dia … dia sahabatku ” chanyeol berkata jujur . Chanyeol merasakan handphonenya bergetar , menandakan ada sebuah pesan masuk dan itu dari hyeri . Lay yang penasaran sedikit mengintip isi pesan dari chanyeol , dia tersenyum penuh arti membaca isi pesan chanyeol .

” jadi begitu namanya sahabat ” lay mengusik kegiatan chanyeol , chanyeol beralih menatap lay yang memandang chanyeol dengan tatapan jahil .

” memang kami bersahabat sudah lama … ” meski chanyeol menjelaskan lay tetap saja memasang wajah jahilnya . Chanyeol tahu jika lay tetap tidak percaya dan jika chanyeol terus menjelaskan maka dia akan semakin terpojokkan . Percuma saja menjelaskan pada seseorang yang sekedar jahil seperti lay .

” persahabatan antara lawan jenis itu meragukan ” tidak hanya menjahili Chanyeol , lay kini tengah menggodanya . Chanyeol sudah berkali – kali mendengar pepatah itu . Namun dia tidak terlalu mengindahkannya , karena memang tidak ada sesuatu yang seperti mereka pikirkan dalam persahabatannya dengan hyeri . Nyatanya , ketika dulu saat mereka masih di JHS mereka juga memiliki teman kencan masing – masing . Saat hyeri dengan jongin berkencan chanyeol tidak merasakan apapun , karena memang persahabatan mereka murni . Mereka juga saling bersandar ketika mereka sedang dilanda masalah dan itu semua karena mereka bersahabat , bukan karena faktor lain .

” sudahlah hyeong , latihan akan selesai … aku ingin segera pulang ” chanyeol mengalihkan pembicaraan mereka .

” aku tahu … karena kau tidak mau membuatnya menunggu ” tetap saja lay sibuk menggoda chanyeol .

” Sepertinya aku salah bicara … “chanyeol meninggalkan lay yang masih duduk di tepi lapangan .

~oOo~

” kenapa kau masih menunggu ?? Sudah kukatakan untuk pulang saja .. ”

Chanyeol menghampiri hyeri yang tengah menampelkan pengumuman di mading sekolah . Hyeri mengalihkan pandangannya dari mading , dia menatap chanyeol dengan pandangan yang sulit di artikan . Chanyeol melihat sahabatnya itu sedikit terkejut pasalnya baru kemarin hyeri berkata dia sangat bahagia . Tetapi kini mengapa hyeri terlihat aneh menurut chanyeol . Jika di katakan dia sedih tetapi tidak seperti itu , jika berkata dia senang sepertinya tidak , dan jika berkata hyeri biasa saja tetapi kenapa tidak bisa di katakan biasa saja . Chanyeol hanya menatap sahabatnya itu dengan dahi berkerut , sebenarnya rasa penasaran chanyeol untuk bertanya keadaan hyeri sangat tinggi . Tetapi jika di lihat – lihat jika dia bertanya sekarang hyeri pasti akan mengatakan dia baik – baik saja .

” aku lapar , ayo kita ke kedai ramyeon … bukankah kau masih berhutang satu mangkuk pada ku ?? ” chanyeol mendorong punggung hyeri perlahan , takutnya jika ada perlawanan dari hyeri namun ternyata tidak .

” kenapa dari tadi kau diam saja ?? Bicaralah … aku seperti tidak sedang bersama orang ” chanyeol berganti merangkul hyeri dari samping , dia tersenyum kepada hyeri , selalu .

” jangan memelukku yeoll … kau bau ” hyeri menutup hidungnya . Chanyeol tersenyu  lagi menerima jawaban dari hyeri , meski dia juga agak kesal karena di katakan bau . Jelas – jelas dia sudah mengganti bajunya sesudah latihan tadi , hyeri masih mengatakan dia bau

” ini sangat harum hye … aku juga sudah ganti baju ” chanyeol enggan melepaskan rangkulannya meski sudah di katakan bau . Hyeri hanya membuang muka menghadapi sahabatnya yang tingkat kepercayaan dirinya itu di atas rata – rata . Hyeri menghembuskan nafasnya kasar , dia kembali diam tak berniat membuka percakapan lagi dengan chanyeol . Kini sepanjang perjalanan mereka terhanyut dalam pikiran masing – masing .

Tak terasa mereka sudah sampai di kedai ramyeon langganan mereka . Sebuah kedai yang mereka kenal sudah lama , mereka juga memiliki tempat favorit karena mereka sudah mengenal kedai ini ketika JHS . Tempat ini juga yang membuat mereka saling mengenal. Tanpa menunggu lagi chanyeol segera memesan ramyeon kesukaan mereka , namun sebuah tangan memegang tangannya

” pesan satu saja , aku tidak makan … ” hyeri melangkah masuk dalam kedai menempati tempat yang biasa mereka tempati .

“Kau datang lagi … ” ahjumma pemilik kedai sudah hapal betul dengan chanyeol karena dia sudah menjadi pelanggan tetap di kedainya , chanyeol hanya tersenyum dia segera memesan satu mangkuk saja . Chanyeol segera menuju meja dimana hyeri duduk . Mereka tidak memulai percakapan satu sama lain , sibuk dengan ponsel masing – masing itu kegiatan mereka sekarang . Sampai pesanan datang .

” kau kesini bersama kekasih mu  seperti biasa … kalian terlihat sangat serasi , ini aku berikan cuma – cuma , makanlah dengan baik ” ahjumma penjual ramyeon itu tersenyum ramah , meninggalkan meja mereka .

” ini bukan akal – akalan mu kan yeoll .. ” hyeri menatap satu mangkuk ramyeon di hadapannya dengan tatapan tak berselera .

” tentu saja bukan , kau kan yang akan membayarnya kenapa aku repot – repot memesankan mu .. ” chanyeol menjawabnya dengan nada santai , dia segera memakan ramyeon yang ada di depannya dengan nafsu yang tinggi . Sedangkan hyeri hanya menatap ramyeonnya tanpa ada maksud untuk sekedar menyeruput kuah dalam mangkuk tersebut .

” itu tidak akan habis jika hanya kau tatap seperti itu … ”

” aku tidak berselera … kau saja yang makan ” hyeri mendorong mangkuknya mendekat mangkuk chanyeol .

” kata ahjuma tadi itu untuk mu … kau harus memakannya , itu sudah di berikan secara cuma – cuma ..” chanyeol memukul mangkuk hyeri dengan kedua sumpitnya . Hyeri hanya mendengus mendengar ceramah chanyeol , mau tidak mau dia harus memakannya meski kini dia dalam mood yang tidak begitu baik , tetapi bukankah menolak rejeki itu tidak baik . Hyeri makan dengan ogah -ogahan , sedangkan chanyeol tersenyum menang .

Beberapa saat sebelumnya ….

 

” ahjumma aku pesan dua mangkuk ramyeon seperti biasa … tetapi untuk satu mangkuknya aku bayar di muka ” chanyeol tersenyum ramah dengan ahjumma penjual ramyeon .

” baiklah … ” ahjumma penjual ramyeon tersebut hanya tersenyum ramah tanpa ada rasa penasaran sama sekali .

” satu lagi ahjumma , bisakah aku meminta ahjumma mengatakan jika satu mangkuk itu gratis ” chanyeol kali ini mengeluarkan tatapan memohonnya .Untuk permintaan yang satu itu , ahjumma penjual ramyeon mengerutkan dahinya menatap bingung chanyeol .

” hanya saja temanku sedang tidak berselera makan .. tetapi aku takut dia akan jatuh sakit jika tidak makan ” chanyeol mengutarakan alasannya , dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu . Ahjumma itu hanya ber-oh-ria

” memang anak muda jaman sekarang sangat perhatian pada kekasihnya .. ” ahjumma tersebut menatap jahil chanyeol .

” bukan …. dia hanya sahabatku , terimakasih ahjumma maaf sudah merepotkan ” chanyeol menuju ke meja hyeri , sedangkan ahjumma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak muda jaman sekarang .

” aku jadi mengingat masa muda ku …. ” ahjumma tersebut kembali melanjutkan  kegiatannya .

~oOo~

Hari – hari menjelang akhir pekan adalah hari yang paling memotivasi untuk tidak berangkat kesekolah , seperti yang hyeri lakukan kini . Jam di nakas sudah menunjukkan pukul 6.30 dia bahkan belum beranjak dari tempat tidurnya . Jam di nakasnya sudah berhenti berteriak sejak 30 menit yang lalu karena lelah . Jika sudah begini hanya beberapa cara yang manjur untuk membangunkan si ratu tidur ini , salah satunya menyiram dengan air , mungkin .

” hye … hyeri , shin hyeri …. ” namun tidak , sepertinya dengan cara seperti ini dia sudah bangun , asal yang membangunkannya adalah eommanya .

” temanmu sudah menunggu di depan .. ” eomma nya membangunkannya dengan cara yang lembut . Hyeri hanya menggeliat menyingkap selimutnya , dia menegakkan tubuhnya untuk mengumpulkan nyawanya yang masih melayang – layang bersama mimpi itu .

” chanyeol .. tidak biasanya ..” hyeri menguap lebar ,

” bukan chanyeol .. kau akan tahu sendiri . ” eommanya meninggalkan hyeri dengan tanda tanya besar tergambar di dahi hyeri .

” mungkin soojung ..” dia mengendikkan bahu , segera beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi . tidak perlu berdandan lebih , karena itu bukanlah gaya hyeri sama sekali . dia hanya mengerai rambutnya dan tentu saja kacamata yang selalu bertengger di hidungnya . kali ini dia menyingkap poninya ke atas memberika kesan lebih segar dan lebih dewasa tentunya .

” eomma aku berangkat … ” hyeri langsung saja menyambar roti yang sudah tersedia di atas meja . dia juga memakai sepatunya dengan berdiri karena tidak ingin membuat seseorang lebih lama menunggunya . sepertinya pagi ini hyeri harus mengalami sedikit syok terapi karena ,

” hai … kebiasaanmu bangun siang tak pernah berubah ” suara itu , hyeri tak mau mendengarnya sekarang dan dia adalah orang yang paling tidak ingin hyeri temui saat ini , kim jongin .

” eoh .. sedang apa kau disini ?? ” nada kikuk yang justru keluar dari hyeri . dia tentu saja heran kenapa mahluk satu ini , mungkin terlalu kasar jika dia berbicara seperti itu kepada seseorang yang memplokamirkan diri sebagai sahabat barunya itu ada si depannya saat ini .

” menjemputmu tentu saja .. ” Jongin menjawabnya dengan santai , dia menyakukan salah satu tangannya dan satunya lagi memegang selempang tas ranselnya . hari ini rambutnya tertata cukup rapi daripada hari – hari sebelumnya saat hyeri diam – diam mengamatinya dari jauh . bajunya juga dimasukkan rapi dan juga tidak seperti hari sebelumnya yang berantakan .

” bukankah rumahmu berlawanan arah dari sini ?? ”

” aku hanya ingin berangkat bersama sahabatku , apa itu kesalahan ?? ” Tentu saja itu hal yang biasa bagi orang pada umumnya . tetapi tidak untuk hyeri saat ini .

Seperti diselamatkan oleh dewi fortuna , suara berat dari jauh memanggil namanya  , dia chanyeol . hari ini jika berkomentar mengenai chanyeol dia terlihat sangat berbeda dengan kacamatanya yang bertengger juga di hidung mancungnya , sama seperti hyeri . Rambutnya juga di singkap ke atas , dia terlihat lebih segar dan lebih keren . singkat kata sahabatnya itu menjadi lebih tampan . tetapi tentu saja itu tidak membuat hyeri memuji chanyeol saat itu juga .

” hampir saja …. ” Chanyeol dengan nafas terengah – engah memegangi lututnya karena dia sedikit berlari takut di tinggal oleh sahabatnya yang dia lihat tidak sendiri .

” untuk apa kau berlari , itu akan merusak rambutmu yeoll .. ” Tangan hyeri mengacak tatanan rambut chanyeol namun tangan besarnya sudah menghadang .

” tidak bisakah kau melihat aku sedikit lebih tampan ”

” untuk apa kau memakai kacamata ?? itu berlensa kan ?? ”

” tentu saja , aku memeriksakan mataku dan aku membutuhkan ini ”

Kedua sahabat itu melupakan satu orang yang ada di antara mereka . secara tidak langsung dia sudah tersisih , karena cara hyeri menyapanya dan menyapa chanyeol sangat berbeda . jongin hanya menghembuskan nafasnya berkali – kali untuk meredam emosinya . perasaan terintimidasi sangat wajar jika jongin merasakannya . mereka sibuk bercengkrama satu sama lain dan dia terabaikan .

” ayo berangkat … sebentar lagi bel berbunyi ” Jongin akhirnya angkat bicara . dia meninggalkan sepasang sahabat tersebut berjalan mendahului mereka . Dia tidak boleh menampakkan wajah kesalnya , itu akan berakibat pada persahabatan yang baru dia rajut dengan hyeri , dia hanya diam sepanjang perjalanan . untuk mengatakan jika jongin sedang cemburu itu terlalu berlebihan , tetapi siapa yang tidak kesal jika sedang diabaikan , hei itu sangat manusiawi . bahkan ketika jongin berjalan terlebih dahulu mereka masih sibuk bercengkrama satu sama lain .

” Jong …. Kami bukanlah pengawalmu yang berjalan dibelakangmu ” Suara Hyeri menghentikan langkah jongin sehingga chanyeol dan hyeri bisa sejajar dengannya .

Hyeri POV

” Jong …. Kami bukanlah pengawalmu yang berjalan dibelakangmu ”

Hanya kalimat itu yang bisa ku utarakan agar tidak terlihat begitu kaku . jujur saja aku bingung harus bersikap bagaimana pada jongin . aku tidak mau mengeluarkan kalimat yang bisa membuatnya salah mengerti . Karena kini aku memang sedang tidak bisa untuk banyak berbicara dengannya . insiden kamar mandi itu benar – benar sudah mempengaruhiku saat aku melihatnya dan parahnya lagi dia sudah ada di depan rumahku pagi ini , membuatku bingung sendiri. Aku sebenarnya tidak bisa sepenuhnya berfikir itu salah jongin , karena aku juga belum mendengar kenyataan yang sesungguhnya . tetapi tetap saja itu sedikit mencoreng harga diri ku . dia tersenyum , aku tahu itu bukan senyuman tulus darinya dan kami berjalan bertiga saling beriringan dengan aku berada diantara mereka .

Tidak lama kemudian kami sampai di sekolah , chanyeol yang berpisah pertama karena kelasnya yang berada di ujung koridor sebelah kanan .

” akhir pekan kau ada waktu senggang … ” Setelah sekian lama akhirnya dia buka suara juga , tetapi nadanya tidak seperti ajakan . namun hampir seperti suatu perintah . aku sangat mengenal dia , tentu saja .

” aku kurang tahu … ada apa ?? ”

” lihatlah aku bermain , sudah lama sejak terakhir kau tidak menemaniku .. ”

” akan ku usahakan .. tetapi aku tidak  janji ” Terlihat sedikit gurat kekecewaan di wajahnya , karena mengingat aku dulu selalu menemaninya saat dia ada pertandingan tetapi itu sekitar satu setengah tahun silam . Terbesit keinginan ku untuk langsung meng-iya-kan ajakannya dan tidak mengelak jika aku ingin melihatnya bermain seperti dulu  namun aku sadar jika kini sudah berbeda , seiiring berjalannya waktu semua berubah . aku tidak bisa langsung meng iya-kan permintaannya karena kami memiliki dunia masing – masing dan aku masih trauma jujur saja . kami berpisah , dia masuk ke kelas melewati pintu belakang dan tak lupa tersenyum tipis sebagai tanda perpisahan kami .

Begitu aku memasuki kelas , tentu kondisi kelas sudah ramai karena bel masuk baru saja berbunyi ketika aku meletakkan tas ku di meja . soojung hanya meliahatku sekilas lalu kembali kedunianya membaca buku sambil mendengarkan music . ketua kelas menuliskan sesuatu di papan tulis , itu sebuah tugas . baiklah , lebih baik mengerjakan itu di perpustakaan . aku yakin meski teman – teman ku memiliki otak cukup encer tetapi mereka tidak mau mengerjakan tugas yang di berikan repot – repot , toh juga tidak akan di kumpulkan . aku meninggalkan kelas dengan buku , beberapa alat tulis , dan handphone jaga – jaga jika aku merasa bosan mungkin music bisa menghibur . aku tersadar jika aku tidak sendiri melainkan soojung juga membuntutiku . dia tidak membawa buku tugas yang seharusnya dia kerjakan , hanya novel dan juga earphone yang masih terpasang di telinganya .

Sesampainya di perpustakaan kulihat kyungsoo sedang piket menjaga perpustakaan , biasanya dimana ada kyungsoo di ditu ada chanyeol . namun setelah aku bertanya kepada kyungsoo , ternyata chanyeol tidak mendaftarkan diri sebagai sukarela penjaga perpustakaan . karena jika dipikir – pikir memang dia tidak suka berada di tempat seperti ini .

Aku mencari tempat dekat dengan jendela dan kebetulan dekat dengan buku literature yang berhubungan dengan tugas yang diberikan . soojung tidak duduk dipanku , dia tertinggal di meja depan bercakap – cakap dengan kyungsoo .

Author POV

Hyeri tengah sibuk dengan dunianya mengerjakan tugas yang ternyata cukup banyak . Dia memasang earphone di telinganya jadi wajar saja jika dia tidak mendengar dan memperdulikan dunia sekitarnya . Sedangkan di balik rak buku di belakang hyeri seseorang tengah membaca buku . Dia membaca buku tersebut bersandar pada rak buku dengan salah satu tangannya di desakkan dalam saku celana . surai hitam kecoklatan miliknya menutupi hampir seperempat bagian matanya . laki – laki tersebut melihat dari celah – celah buku  , matanya menangkap punggung seseorang yang sangat di kenalinya . tanpa pikir panjang lelaki tersebut duduk di samping hyeri bertopang dagu melihat kegiatan yang hyeri lakukan sekarang .

Hyeri tidak menyadari jika ada orang yang tengah mengamati kegiatannya meski dengan jarak yang dekat , dia terlalu sibuk dengan dunianya . sampai titik jenuh lelaki tersebut akhirnya menyenggol siku hyeri agar dia mau melihatnya .

” apa kau tidak merasakan aura kehadiran ku noona … ” Hyeri mengangkat kedua alisnya acuh . Lelaki tersebut memamerkan deretan giginya . sekelebat pikiran aneh menghampiri hyeri , dia menjadi lebih antusias akan kehadiran baekhyun disampingnya .

” byun , aku ingin bertanya sesuatu pada mu … ” hyeri menatap baekhyun intens .

” kau tidak harus menjawabnya , tetapi lebih baik kau segera menjawabnya .. ” hyeri menarik nafas dalam untuk mengajukan sebuah pertanyaan pada beakhyun . Sedang baekhyun tetap bertopang dagu menatap hyeri biasa saja tanpa tertarik apapun .

” apa kau sudah putus dengan pacar mu yang dulu … maksud ku buk- ”

” sudah .. ” baekhyun menyelanya dengan santai tanpa beban . hyeri hanya ber-oh-ria mengetahui jawabannya , dia merasa tidak baik jika dia menanyakannyalebih lanjut , toh itu juga sudah berakhir .

” kenapa noona tiba – tiba mananyakannya ??? ” baekhyun berganti menginterogasi hyeri karena jarang sekali hyeri menanyakan tentang hal pribadinya , termasuk yang satu ini .

” tidak .. hanya saja ingin bertanya ” hyeri nyengir . Dalam hati baekhyun ingin menanyakan tentang alasan sebenarnya , karena terlihat hyeri menutupi sesuatu dia juga sudah mengenal hyeri cukup lama . Namun sifat cueknya mendominasi dan membiarkannya , toh itu juga masa lalu . Baekhyun hanya ber-oh-ria .

” noona .. apa noona kembali pada jongin hyeong ??? ” baekhyun kini menegakkan badannya menatap hyeri lebih serius .

” aku bertanya karena penasaran … ” baekhyun agak merengek , karena hyeri hanya mengerutkan dahinya ketika baekhyun bertanya .

” kau dengar dari mana kabar seperti itu .. ” hyeri bingung , kenapa sampai baekhyun bertanya seperti itu . Apa dia melakukan sesuatu yang terlihat mencolok , rasanya tidak .

” disini banyak anak dari JHS yang sama dengan kita , aku mendengar dari mereka … ” Jari baekhyun memutar – mutar buku yang ada di meja , dia menunduk .

” memangnya kenapa , jika aku lembali padanya ??? ” hyeri menjawab asal .

” ya sudah , berarti rumor itu benar .. kalian berdua – duaan di lapangan , pulang dan berangkat sekolah ber-”

” kau menguntit ku ??? ” hyeri mencondongkan badannya mendekati baekhyun .

” te..tentu sa..saja tidak ,a…a.. aku mendengarnya … ” nada bicaranya turun di akhir kalimat . tersirat keputus asaan di setiap kalimat yang baekhyun ucapkan .

” tidak , semua itu tidak benar … aku tidak kembali padanya , hanya dia menawarkan untuk menjalin sahabat dengan ku aku tidak mungkin menolaknya bukan .. ” baekhyun langsung mengangkat wajahnya , matanya langsung berbinar . Hyeri menatap baekhyun bingung ,

apa kalimat yang terucap dariku bisa mengubah raut wajahnya secepat itu , tadi dia santai seperti tidak mau mendengar aku bicara , lalu lesu dan sekarang wajahnya berbinar .  Byun Baekhyun kau sangat menggelikan .

” benarkah noona ??? … ” baekhyun menggoyang – goyangkan tangan hyeri .

” baek … jangan – jangan kau suka pada ku …..” hyeri mulai menggoda baekhyun dengan seriangaian jahilnya .

” te..tentu tidak , aku hanya bertanya karena penasaran ”

” telingamu memerah baek , kau berbohong ”

” sudah kubilang ak-”

.

.

” hei kalian yang di ujung , jangan berisik ini perpustakaan ”

Mereka hanya terkikik geli setelah mendapat teguran . Baekhyun sudah sedikit merubah mood hyeri pagi ini , dari dulu baekhyun adalah moodboster hyeri . Karena itu hyeri menyayanginya begitupun sebaliknya .

Advertisements

5 responses to “Once In Lifetime chapter 4- Chalilacha

  1. kenapa jadi kepikiran kalo baekhyun ma hyeri kalo pacaran cocok
    jongin terserah dia dech kebanyakan boongnya
    chanyeol juga kalo gk segera ngungkapin perasaannya ntar makin banyak saingan

  2. d antara 3 cowk itu aq sich gk milih jong in ya mkin karna aq juga gk suka kmbali ke masa lalu..hihi apa dech gw.. tapu ngomong2 baekii nyocok juga tu sama hyeri..apa hyeri bakalan manfaatin baekii ya buat jsi pcarnya… uhh kasian uri baekii..
    tapi sama chanyeol juga gk buruk gmana gk mreka kan udah tau kburukan n kbaekan masing2 masak gk ada gtar2 cinta d antara mreka…
    thorr aq suka empat2 biasku ada d ff ini dan cukup berpengaruh..wlaupn bias utamaku cma jdi pran pmbantu.hihi

  3. Wah” mkin rumit aja nih prsaan hyeri. Itu chanyeol pas brngkat skolah, aku jdi ngebayangin dia, kren bngett*_*
    Apalah ini, baekhyun mulai suka sma hyeri>< mkin pnsran sma siapa nnti hyeri jtuh cnta XD dtggu next chapnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s