Don’t Go – Sohwadreamer

img-thing

Main Casts :

Xi Luhan

Xiao Rong – Luhan’s Daughter (OC)

Yong Yin – Luhan’s Wife (OC)

Minor Casts :

A Pink’s Chorong

EXO’s Kyungsoo

Rating : G || Length : Oneshoot || Genre : Married Life, Family, Lil bit Romance, Sad, Hurt, AU || Author : J.jung

~o0o~

“Aku benar-benar menyayangimu Yong Yin. Jangan pergi, kumohon..”

–Luhan-

 “Aku lelah, benar-benar lelah untuk terus bersama dengan Xi Luhan. Ini semua hanya demi Xiao Rong. Tidak lebih..”

Yong Yin-

~o0o~

Kyaaaa… aku balik lagi bawa ff ku yang udah lama. Ff ini juga pernah di post di :

Sohwadreamer

NO PLAGIAT, NO BASH, Comment juseyo~

~o0o~

Yong Yin P.O.V

Sudah hampir tiga tahun ini aku, Luhan, dan Xiao Rong tinggal di Korea. Ya kami memang satu keluarga. Tapi, kukira kata ‘’Keluarga’’ sudah tak bisa di sebut lagi diantara kami.

Xiao Rong, umurnya masih 5 tahun. Ia masih berada di taman kanak-kanak. Dia masih kecil. Ya, itulah alasan kenapa aku tak meninggalkan namja kurang ajar itu. Luhan.

Sudah hampir setahun ini ia menjalin hubungan dengan yeoja bernama Chorong. Padahal kami masih menikah. Xiao Rong atau aku sering memanggilnya Rong tau akan hal itu, tapi ia tidak mengerti apa-apa. Untungnya Luhan masih bersikap selayaknya pada Rong. Untungnya.

“Yin..” Namja itu sudah dari tadi memanggilku tapi aku diamkan. Aku malas berdebat dengannya. Karena pasti akan berujung pada pertengkaran lagi. “YIN! APA KAU TULI!” Dia berteriak sambil menghampiriku di ruang keluarga.

“Mwo?” Aku bertanya padanya sambil tetap fokus melihat buku yang sebenarnya tak ku baca. Aku malas melihat Luhan.

“Kenapa kau terus mengajakku ribut setiap aku baru pulang dari kantor?! Apa kau tak tau aku lelah!” Katanya seakan dialah orang yang paling lelah. Hey! Aku juga lelah jadi istrimu.

“Cepat katakan apa yang kau inginkan.” Kataku sambil berlalu. “Memang dia saja yang lelah.” Kataku dengan suara pelan.

“Memangnya apa yang kau lakukan hah?!” Ternyata dia mendengar perkataanku. Dia berkacak pinggang didepanku.

“Terserah..” Kataku meninggalkannya menuju kamar Rong. Tentu saja aku sudah tak ada lagi di kamar utama. Aku benci melihatnya. Aku melihat Rong sedang tertidur lelap. Ia terlihat lucu.

Aku mengecup kening bocah ini. Ia terlihat seperti malaikat saat sedang tidur. “Maafkan eomma Rong..” Kataku, air mata mengalir dari mataku.

~o0o~

“Eomma, hari ini Rong ingin di kepang rambutnya.” Kata Rong padaku sambil memberiku jepitan dengan hiasan pita berwarna coklat.

“Oh, Rong ingin dikepang. Sini eomma yang kepang.” Setelah itu aku mulai mengepang rambutnya. “Selesai.” Kataku pada Rong setelah aku selesai mengepang rambutnya.

“Eomma apa Rong sudah cantik? Apa papa akan suka?” Rong bertanya padaku. Ia sangat bersemangat. Aku mengangguk. Dan seketika ia melesat berlari ke bawah. Tentu saja untuk menunjukkan rambutnya ke ayahnya itu.

~o0o~

Luhan P.O.V

Pagi ini aku sedang membaca koran. Seperti pagi biasanya. Aku meminum kopi yang baru kubuat tadi. Yin? Ia tak akan membuatkan kopi untukku. Alasannya? Tunggu beberapa tahun lagi, kami juga akan bercerai. Lagi-lagi demi Rong kami harus bertahan.

“Papa!!” Seru Rong yang menghampiriku sambil berlari dan sekarang anak ini sudah memelukku. Aku segera menaikkannya ke pangkuan ku.

“Ada apa Rong sayang?” Tanyaku sambil mencubit pipi chubby nya itu. Aku sangat menyayanginya apapun yang terjadi. Walaupun nanti ia harus hidup dengan Yin saat kami bercerai nanti, aku akan menyayanginya.

“Lihat rambut Rong. Ini kepangan eomma. Apa Rong cantik papa?” Tanya bocah ini sambil menunjukkan kepangan buatan Yin.

“Tentu saja. Rong yang paling cantik.” Jawabku sambil mencium pipinya. Ia terdiam. Ia tampak seperti sedang berpikir keras.

“Cantikan Rong, eomma, atau Chorong ahjumma?” Pertanyaan Rong membuatku diam. Aku tak tau harus menjawab apa. Pertanyaan Rong membuatku teringat pada yeojachingu ku sekarang, Chorong.

“Oppa!!” Chorong berdiri disampingku sambil tersenyum. “Rong, tentu saja cantikan ahjumma. Mungkin setelah itu Rong.” Kata Chorong dengan santai. Wajah Rong terlihat tak bersahabat.

“Maksud ahjumma, eomma ku jelek?! Menurutku ahjumma paling jelek dari antara seluruh yeoja! Dan eomma ku lah yang paling cantik! Huh!” Rong berkata seperi itu, lalu turun dari pangkuanku. Pasti mencari Yin. Rong memang tak menyukai Chorong.

“Oppa! Anak itu makin kurang ajar saja! Aku tak suka!” Chorong mengadu padaku. Padahal aku melihat kejadian itu. Sebenarnya aku malas menanggapinya.

“Sudahlah kita pergi saja. Tak perlu menghiraukan Rong. Kau cantik kok. Lebih dari Yin, percayalah.” Kataku untuk menenangkannya.

“Kajja Oppa.” Chorong menggamit lenganku dan mengajakku keluar dari rumah itu. Akhirnya aku bisa menyelesaikan masalah satu ini.

~o0o~

Yong Yin P.O.V

Setelah tadi mengantar Rong ke sekolah. Sekarang aku ada di kantor. Aku memang bekerja. Tapi tak seperti Luhan yang punya perusahaan. Aku seorang editor majalah ternama di Korea.

Berbeda memang saat kami masih tinggal di China. Setiap hari pekerjaan ku hanya dirumah, belanja, mengurus Rong, dan pergi ke pesta perusahaan. Tapi walaupun begitu aku masih bahagia.

“Yin-ah, bapeoso?” Kyungsoo temanku yang selalu jadi tempat curhatku. Aku hanya berteman dengannya.

“Aniyo. Wae?” Tanyaku pada Kyungsoo. Ia teman terbaik untukku. Dia pernah menyatakan perasaannya padaku, aku menolak. Saat itu Luhan masih baik padaku. Mungkin aku akan menerima cintanya kalau ia menyatakannya lagi padaku. Maka aku bisa pergi dari Luhan.

“Aku mau bertemu Rong. Sudah lama aku tak bertemu dengannya. Kemarin aku berjanji akan mengajaknya jalan-jalan.” Rong dan Kyungsoo memang sangat dekat. Bahkan mereka bertelepon. Aku saja tak tau itu.

“Memangnya kerjaanmu sudah kelar?” Tanyaku padanya. Aku jarang melihatnya bekerja. Ya sebenarnya ia adalah atasanku.

“Aku ini kan kepala editor. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu Yin-ah.” Dia juga orang yang memanggilku Yin selain Luhan. Aneh, setiap melihatnya aku jadi rindu Luhan yang dulu. Tapi mereka berbeda.

“Ya sudah ayo. Kita jemput Rong dulu.” Kami pun pergi menjemput Rong. Setelah itu, terserah mereka mau kemana aku hanya ikut saja. Aku sedang muak dengan pekerjaanku hari ini.

~o0o~

Kyungsoo P.O.V

Selama perjalanan, Yin hanya diam saja. Tatapannya sendu. Pasti karena Luhan lagi. Luhan memang tak pantas mendapat dua orang yang penting bagiku, Yin dan Rong. Walaupun Rong bukan anakku, tapi aku sangat menyayanginya. Aku ingin aku yang menjadi ayah Rong, bukan Luhan. Aku juga sangat menyayangimu Yin. Bahkan aku ingin merebutmu dari namja kurang ajar itu.

Kami pun sampai. Kami langsung menghampiri Rong yang ada di depan gerbang sekolah. Ia sedang menangis. Kulihat Rong langsung memeluk kaki Yin.

“Rong kenapa? Ayo ahjussi gendong. Cerita saja di mobil.” Kataku lalu anak itu langsung meminta di gendong padaku.

“Lihat ini, aku punya ayah!” Rong berteriak kearah gerbang. Ternyata di sana ada beberapa anak-anak yang sedang mengejek Rong. Sampai anak ini menangis.

Aku langsung membawa Rong dan menarik Yin yang terlihat bingung. Kami segera menuju mobil. Rong duduk dipangku Yin.

Aku agak kaget saat Rong berkata kalau aku ayahnya. Aku jadi makin kasihan pada anak ini. Sampai teman-temannya mengejeknya seperti itu. Seharusnya Luhan tau kalau keluarganya membutuhkannya.

“Rong kenapa tadi? Kenapa berteriak seperti tadi?” Yin bertanya sambil mengusap rambut Rong. Aku tau Yin menahan tangisnya. Ia pasti sedih pada apa yang terjadi tadi. Ia pasti teringat Luhan lagi.

“Eomma maafkan Rong. Ahjussi maafkan Rong. Rong tadi hanya kesal karena teman-teman Rong bilang kalau Rong tidak punya ayah. Coba kalau tadi papa yang jemput Rong.” Rong, anak itu menangis lagi. Kasihan memang dia.

“Uljimma Rong. Kita pergi beli permen lalu, kita jalan-jalan otte?” Kataku sambil menghiburnya. Benar. Seketika tangisnya hilang. Ia mengangguk sambil tersenyum. Tapi Yin masih diam.

“Yaa.. jangan sedih. Rong sedih nanti. Semangatlah.” Kataku sambil menepuk pundaknya. Aku juga berusaha menenangkan Yin.

~o0o~

Kami sampai di toko permen langganan. Tempatku dan Rong kalau ingin membeli permen. Rong sudah berkelana mencari permen favorit nya lollipop ukuran besar.

“Ahjussi, Rong boleh beli ini?” Tanya Rong padaku. Ia menunjukkan lollipop yang ingin  ia beli. Aku dengan senang hati memebelikannya lollipop.

“Ambil apapun yang Rong mau yaa..” Jawabku untuk pertanyaan Rong. Ia mengangguk senang. Dan berlari mengambil permen-permen lain.

“Nanti biar aku yang membayarnya.” Kata Yin padaku. Aku langsung mengacak rambutnya. Ia jadi asing padaku. Pasti karena tadi.

“Sudah. Lupakan kejadian tadi. Aku akan membayarnya.” Aku meninggalkannya dan segera menyusul Rong.

~o0o~

Luhan P.O.V

Tiba-tiba aku ingin membelikkan Rong lollipop favorit nya. Aku segera menuju toko permen. Aku tak bisa membayangkan ekspresi Rong saat melihat lollipop yang kubeli untuknya. Rong tunggu ya.

Aku memarkirkan mobilku di pinggir jalan seberang toko. Saat mau keluar aku melihat Yin dengan seorang namja. Namja itu menggendong Rong anakku. Mereka terlihat seperti keluarga. Entah kenapa aku tak suka melihat Rong tertawa dekat namja itu. Apa dia pacar baru Yin? Aku tak tau itu.

Aku mengikuti mereka. Mereka sekarang pergi ke mall. Aku menunggu di mobil. Dua jam setelahnya, mereka keluar dari mall itu dan membawa banyak belanjaan. Rong terlihat bahagia sekali. Entah kenapa aku merasa risih Yin dekat namja lain.

Lalu mereka mampir di restoran pasta. Lagi-lagi favorit Rong. Yin juga suka ini. Aku tak turun lagi. Aku takut ketahuan. Sejam kemudian mereka keluar dari restoran. YAAK! Namja itu mengacak rambut Yin. Sekarang ia mencium.. mencium pipi Rong! Namja sialan. Aku memukul stir mobilku dengan kasar.

Aku tetap mengikuti mereka. Tapi kali ini, mereka pulang ke rumah. Namja itu mampir ke rumah kami. Apa-apaan ini. Aku tak langsung turun. Aku tunggu dulu.

Setengah jam kemudian. Sekarang aku segera masuk rumah ku. Dan mengecek apa yang terjadi.

“Kau siapa?!” Tanyaku setengah membentak pada namja yang sedang bermain di kamar Rong. Tapi aku tak melihat Yin disana.

“Rong, Kyungsoo-ya. Aku bawa pudding coklat.” Pasti dia Yin. Yin melihatku, lalu setelah itu masuk ke kamar Rong. Tak perduli padaku.

“Kau siapa!” Tanyaku agak berteriak. Mengingat disana ada Rong. Mereka tak menjawab sama sekali. Rong menatapku aneh. Yin tersenyum sinis.

“Dia Kyungsoo, wae? Ada masalah?” Kata Yin dengan nada yang dingin. Terdengar melekit padaku. Aku tak suka Yin jadi seperti ini.

“Aku mau bicara denganmu!” Kataku sambil menarik Yin kasar. Yin menolak. Tapi aku tetap menariknya keluar dari kamar Rong.

“Kenapa kau membawa namja lain ke rumah ini!” Aku berteriak pada Yin. Tapi Yin menatapku sinis.

“Aku tak protes saat kau membawa Chorong ke rumah. Lagi pula kenapa kau harus marah? Urusan kita tinggal sebentar lagi. Perceraian. Seperti yang kau katakan waktu itu.” Dia berkata dengan nada yang datar, tapi membuatku hancur saat itu juga.

“Kenapa diam! Kau tak pergi menemui Chorong? Nanti ia merindukanmu loh!” Dia mulai membentakku. Aku tak suka dengan perkataannya.

Plakk.. aku menampar Yin. Aku lihat ia memegang pipinya sambil menangis. “YAAK! Apa yang kau lakukan!” Namja itu, Kyungsoo langsung meninjuku. Pukulannya sangat keras.

“KAU TAU! YIN SANGAT MENDERITA!’’ Namja itu berteriak padaku. Aku terdiam.

“Dia selalu membelamu di depanku, dia selalu bilang kalau dia yang salah! Dia rela kau bersama Chorong! Ia tak marah! Kau tau, dia sering menangis sendirian. Memendam semuannya! Dia sangat baik tapi kau menyia-nyiakannya.! Bajingan!” Kyungsoo memukulku lagi. Bukan sekali, tiga kali.

“Kyungsoo-ya, kkeumanhae! Nan gwenjanha.” Suara Yin bergetar. Menahan tangisnya. Ia segera menuju kamarku dan Yin dulu. Lalu tak lama Yin keluar dari kamar sambil membawa koper. Ia ingin pergi.

“Kyungsoo, bawa aku ya.” Kata Yin. Yeoja itu akan meninggalkanku. Kyungsoo menggandeng tangan Yin.

“Kau mau kemana?!” Aku bertanya pada Yin. Aku masih menyayanginya. Aku sudah salah selama ini. Menyianyiakan keluarga kami yang sudah bahagia sebelum aku menghancurkannya. Aku memang yang bersalah kali ini.

Mereka tetap melangkah. “Tolong Yin.” Kataku menahannya pergi. “Eomma! Kkajima! Huaa.. Rong nggak mau sama Chorong ahjumma!” Rong keluar dari kamarnya. Ia menangis sesenggukan.

Kyungsoo menggandeng Yin dan Rong menuju kamar Rong. Aku mengikuti mereka semua. Kyungsoo, dia membereskan baju-baju Rong Dan memasukkannya ke koper milik Rong.

“Apa yang kau lakukan!” Aku merasa tidak enak. Aku takut Kyungsoo juga membawa Rong. Aku tak mau kehilangan Rong juga.

“Ini hukuman untukmu, karena sudah menyianyiakan mereka di kehidupanmu. Aku akan membawa mereka keluar dari sini. Aku tak mau melihat mereka sedih lagi.” Kyungsoo dengan tatapan dinginnya membawa mereka dari hidupku. Mereka pergi.

AAAAHHHH.. aku memang bodoh. Aku tak bisa hidup tanpa Yin. Aku masih menyayanginya. Aku sudah membuang hal terpenting dalam hidupku. Hidupku takkan berarti lagi tanpa mereka. Chorong? Aku sudah tak membutuhkannya.

~o0o~

Yong Yin P.O.V

Saat ini aku ada di rumah Kyungsoo. Sementara kami memang akan tinggal disini. Rong sudah tidur dikamar. Anak itu pasti syok melihat keadaan tadi. Aku kasihan padanya.

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?” Kyungsoo bertanya padaku. Aku merasa bersalah melibatkannya pada masalah ku ini.

“Aku tak tau. Tapi sepertinya aku akan memilih untuk kembali saja ke China dan tinggal disana dengan Rong.” Aku memilih meninggalkan Luhan sendiri disini. Akan lebih baik kalau aku tak usah menemui Luhan lagi.

“Apa kau yakin? Luhan bagaimana?” Pertanyaan Kyungsoo membuatku menangis. Menangis sejadinya. Dengan sigap Kyungsoo memelukku untuk menenangkanku. Dia memang sahabat yang dapat diandalkan.

“Tenang, semua ini akan berakhir. Kau bisa memulai hidupmu denga baik mulai sekarang.” Kata Kyungsoo yang masih memelukku. Aku menangis lebih keras lagi.

 

*Flashback

Hari ini ulang tahun pernikahadn kami yang ke 6 tahun. Aku suah menyiapkan semuanya sedemikian rupa. Aku sengaja tak memberi tahu Luhan. Sureprise. Anak kami Xiao Rong baru berumur empat tahun. Sudah dua kali kami merayakan ulang tahun pernikahan kami di Korea. itu berarti sudah 2 tahun kami tinggal di Korea.

Jam dinding menunjukkan pukul 10 malam. Luhan belum juga pulang. Aku menunggunya di meja makan sejak 3 jam yang lalu. Tapi aku akan tetap menunggunya.

“Buang semua makanan ini!” Aku segera menoleh. Luhan menggandeng yeoja lain. Aku tak tau siapa yeoja itu.

“Luhan? Hari ini kan..” Aku tak bisa melanjutkan kata-kataku. Yeoja yang bersama Luhan sudah mengobrak-abrik meja makan. Padahal aku sudah menyiapkan semua ini dari tadi siang.

“YAA! Kenapa kau melakukannya!” Aku mulai menangis. Aku sudah bekerja keras untuk semua ini. Tapi Luhan malah bersama dengan yeoja lain.

“Urusan kita sebentar lagi akan selesai. Perceraian.” Kata Luhan santai. Ia dan yeoja barunya itu pergi begitu saja.

“LUHAAAN!”Aku berteriak memanggilnya. Tapi ia tetap meninggalkanku dan memilih yeoja itu. Aku tak bisa melepas Luhan begitu saja. Aku yakin, suatu saat nanti Luhan akan kembali padaku. Aku yakin.

*Flashback End

Tapi Kurasa sekarang, Luhan sudah tak mungkin kembali padaku. Mulai sekarang aku harus memulai semuanya dari awal dan melupakan Luhan selamanya. Semua demi Rong.

~o0o~

Luhan P.O.V

Hari ini aku bangun tanpa mendengar suara mereka berdua. Aku merasa sangat bodoh melepas hal penting bagiku. Aku malah memilih yeoja manja dan pemarah seperti Chorong. Dan bodohnya aku melepas yeoja sebaik dan sesabar Yong Yin.

 

*Flashback

Hari ini ulang tahun pernikahan kami yang ke 6 tahun. Seperti biasa pasti Yong Yin memberiku kejutan. Aku tak perduli. Aku sudah tak menyukainya lagi. Rong? Aku akan tetap menyayanginya. Yin? Aku akan sesegera mungkin menceraikannya.

“Oppa kenapa kau diam saja?” Chorong kekasihku saat ini. Ia sering bertanya kapan aku akan menceraikan Yong Yin. Aku kasihan padanya. Aku harus membuatnya bahagia. Chorong.

“Aku akan menceraikannya Chorong.” Aku menjawab pertanyaan Chorong selama ini. Aku ingin melihatnya bahagia seutuhnya. Bukan pacar simpananku lagi.

“Jinjja Oppa!” Dia terlihat sangat bahagia. Aku senang melihatnya aku pun mengangguk. Kami segera menuju rumahku.

Sesampainya disana, pukul 10 malam. Aku melihat Yin sedang duduk di meja makan. “Buang semua makanan ini!” Aku berkata padanya. Ia menoleh padaku. Aku sedang menggandeng Chorong

“Luhan? Hari ini kan..” Kata-kata Yin terputus. Chorong sudah mengobrak-abrik meja makan. Aku agak kasihan pada Yin. Tapi aku harus tetap membela Chorong.

“YAA! Kenapa kau melakukannya!” Yin sudah menangis. Ia menangis dengan sedihnya. Aku tidak perduli. Yang penting Chorong senang.

“Urusan kita sebentar lagi akan selesai. Perceraian.” Aku berkata dengan dinginnya. Aku ingin membuatnya membenciku. Aku sudah tak bisa hidup dengannya. Setelah itu, aku dan Chorong pergi dari rumah ini.

“LUHAAAN!” Yin memanggilku. Aku tak menghiraukannya. Aku tetap pergi bersama Chorong. Menjauh dari sana.

*Flashback End

 

Aku memang bodoh. Maafkan aku Yin. Kumohon kembalilah. Aku mencintaimu. Aku benar-benar menyayangimu Yong Yin. Jangan pergi, kumohon.

Iya itu benar. Aku harus menghampiri Yin dan menyatakan apa yang ingin kukatakan. Walaupun nanti ia menolak. Aku akan menerimanya dengan lapang dada. Karena itu resiko dari perbuatanku. Aku harus mencarinya.

~o0o~

Aku sampai di rumah Kyungsoo. Setelah tadi aku mengunjungi Kyungsoo di kantornya. Yin tak masuk kerja. Aku senang Kyungsoo akhirnya mau memberitahukan alamat rumahnya padaku. Baiklah aku harus semangat. Ini kesempatan terakhir bagiku.

Saat memasuki halaman rumah Kyungsoo. Aku melihat Rong anakku, tengah bermain sendirian. Bermain dengan boneka Hello Kitty yang sangat besar, yang aku berikan padanya saat kami masih tinggal di China. aku merindukan saat-saat bersama anak itu.

“Rong?” Aku mendekatinya. Anak itu menengok dan tersenyum padaku. Ia lalu berlari kearahku, ia memelukku.

“Papa, Rong rindu.” Kata anak itu padaku. Aku sedih mendengarnya. Aku menjajarkan tinggi badanku dengan Rong. Aku memeluknya dengan erat.

“Rong tidak marah pada papa kan?” Tanyaku yang masih memeluknya. Aku mengusap rambutnya sayang.

“Tentu tidak! Rong sayang papa dan mama. Papa tidak baikan dengan mama?” Tanya anak itu. Aku senang ia tak marah atau membenciku. Ia masih menyayangiku. Tapi aku tak tau Yin mau memaafkanku atau tidak.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya seseorang dari belakang aku dan Rong. Aku lalu menengok. Kulihat Yong Yin disana. Yeoja yang ingin kumintai maaf.

“Yin..” Aku mendekatinya. Aku ingin memeluknya. Aku ingin ia kembali padaku.

“Jangan mendekat. Aku benci padamu!” Langkahku terhenti. Yin membenciku. Dia tak mau didekatku. Tapi aku masih harus tetap berjuang. Ini semua kesalahhanku.

“Yin, maafkan aku.” Kataku memohon maaf padanya. Aku segera menggenggam tangannya. Aku benar-benar membutuhkannya.

“Untuk berapa lama kau menjadi baik? Setelah itu kau akan bersama Chorong lagi?!” Tanyanya. Ia menghempaskan tanganku. Ia menangis, hatiku ikut hancur.

“Tidak. Aku sadar selama ini aku salah Yin. Aku membutuhkanmu. Aku bodoh memilih Chorong. Kau yang kubutuhkan, kau yang kucintai di dunia ini. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku mohon, kembalilah padaku.” Aku mengatakan semuanya padanya. Aku sudah berkata jujur. Air mata Yin mengalir lebih deras.

Aku megusap air mata di pipinya. “Jadi kumohon percayalah padaku Yin.” Kataku untuk membuatnya percaya dan kembali padaku. Dan aku berharap, kami bisa memulainya dari awal tanpa gangguan dari manapun.

Tiba-tiba Yin memelukku. Dia memaafkanku. “Kau janji tak akan mengulanginya lagi?” Tanyanya padaku disela-sela tangisnya. Aku memeluknya dengan erat. Itu tanda kalau aku mengiyakan pertanyaan nya.

Aku sangat senang bisa bersama mu lagi Yong Yin..

~o0o~

1 Years Later..

Our Married Anniversary 8th Years..

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Yin.” Kataku pada hari jadi kami yang ke 8 tahun. Saat ini kami memilih untuk merayakannya dengan cara dinner romantis. Yin terlihat cantik malam ini.

“Apa?” Tanyanya padaku. Wajahnya terlihat bingung. Lucu melihatnya kebingungan seperti itu.

“1-4-3 Yin.” Kataku padanya. Ia terlihat makin bingung. Aku melihatnya tengah berpikir keras. Aku tertawa.

“Kenapa kau tertawa? Kau mengejekku?! Padahal aku baru mau memberimu hadiah.” Katanya. Aku menghentikkan tawaku.

“Baiklah maafkan aku. Artinya 1-4-3 adalah Wo Ai Ni. Aku sudah memberitahumu.. sekarang mana hadiahku??” Aku memohon padanya. Ia malah mencubit pipiku sekarang.

“Aigoo.. ini. Aku harap kau suka~” Katanya. Ia tersenyum. Entahlah, aku merasa kalau ada hal istimewa dalam kotak warna silver ini.

Aku membuka kotak itu. Ada benda didalam sana. “Kau hamil!!” Aku histeris. Aku senang sekali. Aku akan mendapatkan satu orang yang berharga lagi dalam hidupku.

“Ya, didalam sini adiknya Rong.” Yin berkata sambil memegangi perutnya. Aku segera memeluk yeoja ini. Yin.

“Yin terima kasih telah hadir dihidupku. Aku benar-benar mencintaimu. Terima kasih untuk segalanya.” Kataku berbisik padanya.

“Kau juga orang yang berharga untukku. Terima kasih Xi Luhan. Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi..” Katanya padaku. Aku benar-benar merasa senang dapat hidup sebagai orang yang berharga bagi seorang Yong Yin.

 

Sampai kapanpun kau akan selalu menjadi orang yang kucintai Yong Yin. Aku berjanji tak akan mengulangi kesalahanku yang bodoh itu..

 

~The End~

29 responses to “Don’t Go – Sohwadreamer

  1. Aku kira bakal sad ending ternyata happy ending, yehet🙂

    Aku sedih bngt pas Luhan duain Yin😦 Feelnya dapet

  2. Wow.. bagus #prokprokprok
    Emm,, author ff’y gak di kasih ‘Continue rading?’
    bukan apa2 , maksud’y biar rapih. terus klo ada yg mengunjungi SKF . nge roll’y gak sampe kebawah2 #aduh maksud bahasa ku ga?? #mian klo sok tau:/

    Gitu aja sarannya. Ff’y bagus (y)

  3. happy ending ya ?
    aigoo~ sempet kesel ama chorong ih
    tp akhirnya mereka kumpul lg dan nambah anggota baru *masih mau*

  4. seru miin bacanya sampai terharu akunyaa kenapa luhan cepatnya berpaling kelain hati gak di dunia ff gak di dunia nyata cowo semua sama

  5. untungnya luhan balik lagi, jadinya gak terlalu benci, soalnya diawal” udah benci banget sma luhan..
    keren keren, ditunggu next ffnya🙂

  6. Ff bagus thor tapi alurnya kayanya kecepetan heheh^_^ penyesalan memang datang terlambat “ketika luhan dibutakan dengan kehadiran chorong”pada akhirnya kekuatan cinta yin lah yg menang ^_^

  7. Awalnya gw sebel sama luhan,,,kirain mereka bakal cerai beneran ternyata balikan lagi,,malah si yin hamil…uwah lengkap sudah.ffnya keren…

  8. Hihi entah kenapa aku jadi nangis banget baca ff ini aku udah pernah ngerasain jadi rong cuma gaada kyungsoo, ceritanya mirip banget se kata katanya juga kaya di kehidupanku. Good banget thor!! Meski alurnya kecepetan tapi ini siiip banget

  9. isshh chorong pengganggu banget sih_- semoga perasaan kyungsoo sama yin hilang soalnya kan sekarang yinlu udah bahagia lagi😀 aku kira tadi yinlu bakalan pisah gara2 chorong tapi untungnya ngga jadi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s