16

TITLE : LET’S COLORING OUR LIFE TOGETHER CHAPTER 6 & 7

Fanfiction ini adalah murni imajinasi saya , adapun ada kesamaan tempat maupun nama hanya kebetulan belaka.

Don’t be a silent reader , and don’t be a plagiator, hati hati , typo bertebaran dimana mana

Happy reading..

Author : beautifulflamingo21 (@Choir_nikmah)

Main Cast : kai |kim jae shin (OC)

Suport cast : kim joonmyun a.k suho |Shim Hye Mi (OC) |Jin Young B1A4  & other member exo

Rating : general

Genre : marriage life(soon/maybe)  | comedy |romance | family

Lengt : chaptered

 

PREV : teaser / chapter 1/ chapter 2/chapter 3/chapter 4/chapter 5

|-|

ketika aku benar benar dalam keadaan sangat ketakutan, secara natural otak ku bekerja untuk mengingat satu nama,Kim Jong In”

Kim Jae Shin-

-LCOLT-

 

Previous

 “Jae Shin ah, permintaan apa yang kau buat ?”  tanya Jongin setelah Jae Shin membukan matanya

  “aku hanya minta satu hal, “

  “apa ?”

  “aku ingin semua orang yang aku sayangi dan menyayangiku bahagia, itu saja. Lalu oppa , permintaan apa yang oppa buat ?”

  “aku ingin kau selalu sehat dan selalu bahagia “  jawab Jongin singkat

hanya itu ?”

  Lelaki itu hanya mengangguk pelan, tak menjawab.

Jae Shin ah, kau tahu, aku mengucapkan permintaan yang tadi kuucapkan, tapi aku mengucapkannya dalam hati dengan bersungguh sungguh “  hanya suara dalam hati Jongin yang berbicara

-LCOLT-

“oppa, aku tunggu disini saja, oppa pergilah mencari taksi, aku tak mau kau menggendongku lagi, aku berat”  ucap Jae Shin
baiklah”  Jongin pun meninggalkan Jae Shin untuk mencari taksi untuknya

siapa yang melakukan ini ? aku benar benar yakin ada seseorang yang menutup pintunya dari luar, apa mungkin Ji Ae ? dan juga Ah Reum , apakah dia menipuku tadi ?  , ah sebaiknya aku tak berspekulasi  macam macam, mungkin ini hanya sebuah kesalahpahaman”  gumam Jae Shin

Beberapa saat setelah kepergian Jongin , terlihat sebuah taksi yang datang menghampiri Jae Shin,

ayo masuklah, biar ku bantu”  ucap Jongin , ia pun berjalan disamping Jae Shin dan membantunya berjalan

“oppa mianhe, aku terus saja merepotkanmu”  ucap Jae Shin setelah mereka berdua  berada didalam taksi

kau terus saja mengatakan, mianhe, mianhe dan mianhe, kau itu tidak bersalah, dan juga aku sama sekali tak merasa keberatan melakukan hal seperti ini,”  ucap Jongin lagi

tapi tetapsaja, pokoknya aku sangat berterimakasih padamu oppa, aku tak tahu apa jadinya kalau tak ada yang menemukanku tadi” tanggap Jae Shin

aku sudah bilang padamu kan ? kau hanya perlu memanggil namaku tiga kali, maka aku akan datang”

“Jongin oppa , jongin oppa, Jongin oppa , begitukah ?” praktek Jae Shin setengah berteriak

“seperti itulah, kalau kau membutuhkan apapun, kau hanya perlu berteriak dan memanggil namaku”

“tapi aku tak ingin merepotkan siapapun oppa, teermasuk Joonmyeon oppa juga”

“walaupun kau tak ingin, tapi kau tak akan bisa melakukan apapun sendirian, sudahlah, dengarkan saja perkataanku”

Tak selang berapa lama , akhirnya mereka sampai di rumah Jae Shin

kau bisa berjalan ?”  tanya Jongin

Jae Shin hanya menggeleng  pelan

naiklah kepunggungku” titah Jongin

Jae Shin hanya menuruti apa yang dikatakan Jongin, mungkin dia sudah terlalu lelah untuk berusaha berjalan sendiri. Sampai di ambang pintu , Jongin segera membunyikan bel berharap seseorang akan segera membukakan pintu untuknya.

omo, Jae Shin ah, apa yang terjadi denganmu ?”  ucap Hyemi terkejut setelah membukakan pintu dan ternyata melihat Jae shin yang berada di balik punggung Jongin.

noona, bolehkah aku masuk dulu ?”  jawab Jongin

oh benar, ayo masuklah dulu “  Hyemi menjawab cepat

eonni tak usah khawatir, aku tak apa apa , ini hanya terkilir”  ucap Jae Shin setelah Jongin mendudukannya di sofa ruang tamu

tidak apa apa bagaimana , kalau tidak segera diobati , kau tidak akan bisa berjalan berhari hari, tunggulah sebentar , aku akan mengambilkan obat” tanggap Shim Hyemi

Jae Shin ah , apa yang terjadi denganmu ? “ kali ini Joonmyeon yang  datang dengan kursi rodanya.

gwencana oppa, aku hanya terpeleset saat berada di toilet”  jawab Jae Shin pendek

kenapa bisa ?  lihatlah, kau selalu membuatku khawatir”

“oppa, jangan terlalu menghawatirkan aku, kau harus menghawatirkan dirimu juga, aku benar benar tidak apa apa”  tanggap Jae Shin

“dasar anak nakal, aku begini karena aku takut terjadi hal hal yang buruk padamu,”

“tapi ini hanya kecelakaan kecil oppa, aku bukan balita yang baru bisa berjalan yang harus diawasi setiap detiknya”

hyung aku pamit pulang dulu, aku meninggalkan orang orang yang sedang sibuk di cafe”  ucap Jongin tiba tiba, ia merasa tak enak mendengar percakapan pribadi Joonmyeon dan Jae Shin.

kai, gumawo , kau telah menjaga Jae Shin “

“ne hyung, cheonma, “

“berhati hatilah di jalan , aku mempercayakan cafe padamu dan yang lain, kalau kedaanku sudah membaik , aku akan mengunjungi kalian “  ucap Joonmyeon di akhir kata katanya

oh, Jongin ah, kau mau kemana , kenapa buru buru sekali ?” tegur Hyemi

aku harus kembali lagi ke cafe noona, aku meninggalkan banyak pekerjaan disana” jawab Jongin

baiklah,berhati hatilah di jalan,”

Selepas kepergian Jongin, Jae Shin  hanya terdiam tak bersuara, ia tahu Joonmyeon sedang marah padanya

kemarikan kakimu,” titah Hyemi , ia pun segera memegang kaki Jae Shin dan memijatnya pelan

eonni ,appo , neomu appo, “ rengek Jae Shin sampai menitikkan air mata

tahan sebentar, kau ini, tidak mau disebut anak kecil, tapi lihat, hanya seperti ini saja menangis “ sindir Hyemi

aku benar kan, kau hanya anak kecil yang belum bisa mengurus dirinya sendiri “tambah Joonmyeon

dan kau juga, berhentilah memarahi adikmu seperti itu, kalau kau benar benar khawatir, bukan begini caranya”  kali ini Hyemi berbicara menghadap ke arah Joonmyeon.

Joonmyeon dan Jae shin hanya terdiam, merenungi kesalahan masing masing. Entah apa yang akan terjadi pada dua orang kakak beradik itu jika tanpa Hyemi di tengah tengah mereka.

Jae shin ah, sebaiknya malam ini kau tidur di kamar bawah saja, aku akan tidur di atas, istirahatlah sekarang, mungkin besok juga sudah sembuh”  titah Hyemi

ne , eeonni”

Setelah membantu Jae Shin berjalan menuju kamarnya, kini hanya ada Hyemi dan Joonmyeon yang masih berada di ruangan itu.

Joonmyeon ah, jangan bersikap berlebihan pada Jae Shin, dia sudah dewasa  sekarang, kau harus mulai membiarkannya melakukan apapun yang dia mau “

baiklah , aku akan mencoba melakukannya,”

“kau hanya perlu mengawasinya dari jauh, aku yakin, Jae Shin bisa menyelesaikan apapun sendiri, Jae Shin juga sudah terbiasa hidup sendiri”

“Hyemi yah ?” panggil Joonmyeon pada gadis bermarga Shim itu

hmm, ada apa ?”

“aku penasaran akan sesuatu, bolehkah aku mengatakannya ?”

“katakan saja “

“em ,setelah aku sembuh nanti, apakah kau masih akan tinggal disini ?”  tanya Joonmyeon ragu ragu

Gadis itu hanya diam beberapa saat,

entahlah, aku belum memikirkannya, memangnya ada apa ?”

“aku ingin kau tinggal disini, bersamaku”  kali ini lelaki itu mengucapkannya tanpa ragu ragu lagi

aku tahu, kearah mana pembicaraanmu kali ini”

“jadi bagaimana ? aku ingin mendengar semuanya dari dirimu langsung “

“aku sudah bilang, aku tak tahu”

“Hyemi yah, dengarkan aku, kau tahu , aku menyukaimu bahkan saat pertama kali aku melihatmu berada di tempat itu, kau ingat , saat itu aku menangis dan merengek pada Appa untuk mengajakmu pergi ke Seoul bersamaku , sampai detik ini pun, perasaanku tak pernah berubah”

“tapi aku tak pantas berada disismu, Kim Joonmyeon, aku hanya seorang wanita yang tak memiliki siapapun didunia ini, tak memiliki arah yang pasti “ 

“alasan yang membuatmu pantas dan tidak pantas hanya itu ? , lihatlah aku sekarang, apa yang aku punya ? aku hanya punya Jae Shin, kalau kau menjadikan itu sebagai alasan, aku pikir kau salah dengan persepsimu” 

Gadis itu hanya terdiam, bibirnya terkunci tak mampu mengungkapkan sepatah katapun, menyukai Joonmyeon ? tentu saja, bahkan mungkin ia yang terlebih dahulu menyukainya, hanya saja ia selalu merasa tak pantas bersanding disisi Joonmyeon. Hyemi akhirnya berdiri dan bersiap  melangkahkan kakinya  untuk meninggalkan Joonmyeon.

aku tak kan berhenti menyukaimu, sampai kau sendiri yang memintaku untuk berhenti, kalau kau memintaku untuk berhenti sekarang, aku akan melakukannya”  kata kata Joonmyeon kini menghentikan langkahnya

“Joonmyeon ah, berhentilah mengatakan hal hal seperti itu, kau tahu, ada dinding diantara kita yang tidak bisa aku tembus,” jawab Hyemi yang kini membelakangi Joonmyeon

apa yang kau maksud ? dinding yang mana ? haruskah aku merobohkannya agar kau bisa melewatinya ?

Hyemi hanya terdiam tak menanggapi pertanyaan Joonmyeon

aku tak akan menahannya lebih lama lagi,aku sudah memikirkan ini bahkan lebih dari seribu kali, tak ada wanita yang pantas berada disisiku selain dirimu ,aku hanya seorang Kim Joonmyeon , aku bukan siapapun dan tak memiliki apapun, tak ada pada diriku sesuatu yang membuatmu tak pantas,aku tak ingin membiarkanmu sendirian lagi,kalau kau mau, kau bisa melewati dinding yang kau maksud. Sekarang terserah padamu,  kalau kau juga menyukaiku selama ini , berbaliklah, kalau kau melangkah kedepan , kau bisa pergi dariku selamanya, aku tak akan memaksamu lagi”  ucap Joonmyeon dengan penuh penekanan di setiap kata nya.

Hyemi masih terdiam. Sedangkan Joonmyeon ? dia berharap Hyemi akan berbalik, tapi yang terjadi justru sebaliknya, ia mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan kedepan. Joonmyeon mulai panik sekarang . tapi hal itu tak berlangsung lama, setelah dua langkah kaki Hyemi berjalan meninggalkan Joonmyeon, ia justru berbalik dan berjalan ke arah Joonmyeon yang terduduk di kursi rodanya dan berjongkok dihadapan Joonmyeon.

aku menyerah , aku tak bisa pergi meninggalkanmu, dan juga kau benar tentang pernyataanmu, jangan pernah berhenti menyukaiku, karena aku juga  akan melakukannya sekarang”  ucap Hyemi yang kini membuat bibir Joonmyeon terkunci rapat.

Hyemi ah “  panggil Joonmyeon lirih

kalau kau ingin bertanya apakah aku bercanda , jawabannya adalah tidak, aku benar benar akan tinggal disini, aku ingin mengatakannya sebelum terlambat, kita bukan remaja yang tidak berani ataupun malu untuk mengungkapkan perasaan masing masing, dan walaupun sebenarnya aku sangat malu untuk mengatakannya, aku akan tetap mengatakannya.”  Kini gadis bermarga Shim itu mengatakannya dengan menundukkan kepalanya ,berjalan kebelakang Joonmyeon dan memeluk lelaki itu dari belakang.

aku tahu, kau tak bisa berdiri untuk memelukku, jadi aku akan memelukmu seperti ini,”  sambung Hyemi

“Hyemi ah, ada satu hal yang ingin aku lakukan ketika aku sudah sembuh nanti” cicit Joonmyeon

“apa ?”

“menikah denganmu”

Tak ada yang sadar, ada seseorang yang sedang mengintip dibalik pintu menahan tawanya.

-LCOLT-

Jae shin ah, bangunlah,bagaimana keadaan kakimu,? tak usah berangkat kerja dulu kalau memang masih sakit, biar Joonmyeon yang mengizinkanmu nanti. “  tanya Hyemi  yang terduduk di disisi tempat tidur Jae Shin

tidak eonni, sudah lebih baik, aku akan mandi sekarang “

tapi kalau benar benar masih sakit, tidak usah berangkat bekerja “

“gwencana eonni”

“baiklah, kalau sudah siap, keluarlah untuk sarapan,”

“ne eonni “

Sampai di meja makan, Jae shin langsung duduk disamping Joonmyeon dan menatap wajahnya sekilas.

oppa, kau terlihat tampan pagi ini”  ucap Jae Shin

Joonmyeon hanya melihat Jae Shin dengan ekspresi herannya.

ada apa denganmu ? tidak biasanya”  tanggap Joonmyeon

ebseo, aku hanya ingin bilang kalau oppa tampan, oh iya oppa, cepatlah sembuh, aku ingin segera melihatmu menikah dengan Hyemi eonni”  jawab Jae Shin

mwo ??  kau menguping pembicaraanku tadi malam ? dasar anak nakal , “  tangan Joonmyeon bergerak cepat kearah telinga Jae Shin

aaakkk, oppa, appo, neomo appo, oppa lepaskan !”

siapa suruh kau menguping pembicaraan orang diam diam seperti itu”

“siapa yang menguping, aku tidak menguping, aku mendengarnya ! dengan suara oppa yang keras seperti itu, akan aneh jika telingaku tak bisa mendengar apapun !”   bela Jae Shin

tetap saja, dasar kau ini ! “  Joonmyeon mulai melepaskan tangannya dari telinga Jae Shin

“oppa, kau benar tentang pendapatmu, tak ada wanita yang pantas selain Hyemi eonni, oppa, kau harus sembuh dengan cepat”

“tapi aku khawatir tentang satu hal lagi”  ucap Joonmyeon

apa oppa ?”

“kalau aku menikah, berarti aku harus meninggalkanmu ?”

“tentu saja, kalau oppa menikah, aku akan menikah juga, jadi oppa tak perlu khawatir tentang aku”

apa ? menikah ? aku tak salah dengar, kau mengatakan kata “menikah” seperti bernafas saja, mudah sekali”

“apa yang salah ? buat apa terlalu lama berpacaran, toh akhirnya hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi, antara bersama dan berpisah,oppa tahu tidak kenapa aku tak pernah memiliki kekasih ?”

Joonmyeon hanya menggeleng pelan

aku takut akan sebuah perpisahan, walaupun semua orang mengatakan ‘setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan’ , aku masih tetap takut, kata ‘perpisahan’ adalah kata yang paling kejam di dunia ini”  lanjut Jae Shin

“tapi walaupun begitu, jatuh cinta lah, walaupun tak semua cinta mendatangkan kebahagiaan, kau masih harus jatuh cinta, kau pernah dengar pepatah yang mengatakan ‘lebih baik patah hati karena jatuh cinta daripada sama sekali tak pernah merasakan cinta ‘ ? “  jawab Joonmyeon

“baiklah baiklah, aku akan jatuh cinta, tapi nanti, saat aku menemukan orang yang tepat, oppa, aku pergi dulu”  ucap Jae Shin kemudian

“ne , berhati hatilah dan jangan lupa , jatuh cintalah ,” tanggap Joonmyyeon mengejek

Drrtt drrtt

Ponsel Joonmyeon yang berada di atas meja bergetar, Joonmyeon melihat layar sekilas dan mengangkatnya

yeobseo , kai  ada apa pagi pagi sudah menelpon ?”  tanya Joonmyeon

hyung, aku ingin bertanya sesuatu , “  jawab suara diseberang sana

apa ? “

“hyung, kapan ulang tahun Jae Shin ?”

“tanggal 28 desember” jawab Joonmyeon enteng

lalu sekarang tanggala berapa hyung ?” tanya Jongin  lagi

“hmm, kemarin tanggal 20, berarti….,” kini Joonmyeon menggantungkan kalimatnya

“benar sekali hyung, jadi apa artinya? “

“eotokea, bagaimana aku bisa lupa ? kai bantu aku, aku bahkan mempersiapkan apapun, dan sepertinya gadis itu juga lupa kalau hari ini adalah ulang tahunnya.”  Ucap Joonmyeon panik

“tenang saja hyung, aku ingin memberinya kejutan, justru aku menelpon ingin meminta bantuanmu hyung”

“apa ?”

“nanti saja hyung, aku akan menelpon lagi”

“ya sudah, kuserahkan padamu “ ucap Joonmyeon di akhir percakapannya dengan Kai

“Joonmyeon ah, tanggal berapa sekarang ? bukankah kau harus check up hari ini ?”  tanya Hyemi tiba tiba

“oh benar, aku hampir lupa, baiklah, sebaiknya kita berangkat sekarang”

-LCOLT-

Jae Shin POV

Aku memutuskan untuk berangkat kerja saja hari ini, lagipula tak ada yang bisa aku lakukan kalau aku dirumah, dan juga ada pekerjaan yang harus aku kerjakan hari

“Jae Shin ah, kenapa kau harus masuk harus masuk kerja ? apakah kakimu baik baik saja ? “  tanya Young in tepat setelah aku muncul dihadapannya untuk menuju meja kerjaku

“gwencana, aku akan bosan kalau aku berada dirumah”

“Jae Shin ah, ceritakan padaku kenapa kau bisa terkunci di toilet kemarin malam ?”

“bukankah kau yang memanggilku untuk menemanimu ?”

“aku benar benar tidak memanggilmu, lagipula kau tahu kan, aku bukan seorang gadis yang penakut ?, tapi siapa yang bilang kalau aku yang memanggilmu ? aku merasa ada yang tidak beres disini “  jawab Young in

“Ah Reum mengatakan padaku kalau kau memanggilku “ jawabku pendek

“Ah Reum ? gadis itu yang bilang ? “

Aku hanya mengangguk mengiyakan.

Jae Shin ah, kau tak tahu , akhir akhir ini gadis itu berada disekitar Ji Ae, tidakkah kau berfikir ini ulah Ji Ae ?”

“maybe yes, maybe no , Young In sudahlah, yang penting aku tidak apa apa sekarang”

“ah kau ini”

“Young in ah  ,kau melihat flashdisk berwarna hitam disini ?” tanya Jae Shin sambil membuka laci mejanya

“aku tak tahu , memangnya ada apa ? “

bagaimana ini, sepertinya aku kehilangan flashdisk ku, padahal hari ini aku harus menyerahkannya pada presdir Jung”

“benarkah ? kau meletakannya dimana ?”

“aku meletakannya di laci ini. Aku masih sangat mengingatnya , Young in ah, eotokea ??”

Aku mulai panik , bagaimana bisa hilang, padahal hari ini aku akan melakukan presentasi dengan orang yang penting, kemana perginya flashdisk itu ?

Jae Shin ah, kau tak punya file copy nya di komputer rumahmu atau di tempat lain ?”

“kau benar, aku mempunyai file copy nya dalam komputer dirumahku”

“  sebaiknya kau menghubungi seseorang dirumah”

“ah benar juga, aku harus menghubungi Hyemi eonni”

Segera kuambil ponselku yang berada di atas meja dan mencari kontak Hyemi eonni disana

yeobseyo , eonni, bisakah kau datang kekantorku sekarang “ ucapku tanpa berbasa basi

ada apa ? aku sedang di rumah sakit sekarang, aku mengantarkan Joonmyeon check up hari ini  “  jawab  suara diseberang sana

eonni bagaimana ini, aku kehilangan flashdisk ku di kantor, aku hanya memiliki file copy nya dirumah, bagaimana ini ?”

“aduh bagaimana ya, aku tidak bisa pulang sekarang, bagaimana kalau aku menyuruh Jongin saja untuk mengantarkannya ?”  tawar Hyemi eonni

“terserah eonni saja, yang penting aku membutuhkan file itu sekarang “

“baiklah, aku akan segera menghubunginya”  ucap Hyemi eonni

Jongin oppa ? sebenarnya aku memikirkannya sedari tadi, aku merasa Jongin oppa adalah orang

yang spesial yang selalu membantuku disaat aku membutuhkan bantuan, entahlah , aku juga tak

tahu, disaat aku benar benar ketakutan pun secara natural otakku mengingatnya pertama kali,

Kringgg,

Beberapa saat kemudian Bunyi telepon dihadapanku membuyarkan lamunanku

ne sajangnim, tapi mungkin saya akan terlambat beberapa menit,aku hehilangan flasdisk ku”  ucapku gugup

“kenapa kau bisa ceroboh sekali ? relasiku sudah tiba , dan kau malah kehilangan flasdisk mu ?”

cheosonghamnida sajangnim, saya benar benar tidak tahu”  setelah mendengar Jinyoung oppa berteriak marah , aku semakin gugup menjawab pertanyaannya. Setelah itu tak kudengar apapun dari seberang telepon, sepeertinya Jin Young oppa sudah menutupnya.

young in ah, bagaimana ini ? aku juga tak tahu apakah Jongin oppa benar benar datang kemari”

Aku segera menuju lobi, berharap Jongin oppa akan datang. Tak berapa saat kulihat dua orang lelaki yang berjalan dari arah yang berbeda, tapi ajaibnya, mereka berjalan ke arah yang sama, kearahku.

Kim Jae Shin , bagaimana bisa kau seceroboh itu ? kau tak tahu betapa pentingnya presentasi ini, kau mau bertanggung jawab kalau sampai perjanjian ini batal ?”  Jin Young oppa berteriak marah dihadapanku, bertahun tahun aku mengenalnya, aku tak tak pernah melihatnya semarah ini. Sedangkan aku hanya menundukkan kepalaku tak berani menjawab

aku sudah mengusahakan mu untuk presentasi ini , kau anggap ini hanya main main eoh ?”  ucap Jin young oppa lagi. Kenapa jadi seperti ini ? aku hanya tidak sengaja menghilangkannya, lagipula aku tak meminta proyek ini untuk diserahkan padaku. Mataku terasa panas, aku tak kuasa menahan air mata ini untuk tidak jatuh, kata kata Jin Young oppa terlalu berlebihan, apalagi sekarang kami sedang berada di lobi, dimana banyak manusia berlalu lalang dan melihat kearahku.

Kulihat seseorang yang berdiri dibelakang Jin Young oppa kini berjalan kearahku.

hei, dia hanya tak sengaja menghilangkannya, tidakkah terlalu berlebihan kalau kau memarahinya seperti ini ? aku datang hanya untuk mengantarkan ini,  kau seharusnya bersikap lebih baik padanya”  ucap Jongin oppa dengan menyerahkan flashdisk ke tangan Jin Young oppa

Sedangkan Jinyoung oppa hanya diam dan dapat kulihat jelas seakan terbaca diwajahnya apa yang akan dikatakannya “apa yang sedang kau lakukan sekarang ?”

oppa, naneun gwencana, oppa sebaiknya pulang “  ucapku pada Jongin oppa sebelum dia mengatakan sesuatu lagi dan membuat masalah ini semakin besar

Jin young oppa segera berlalu meninggalkan aku dan Jongin oppa,

oppa, terimakasih sudah mengantarkannya kemari , aku akan berbicara lagi padamu nanti, sekarang aku harus pergi, oppa juga “

Setelah Jongin oppa pergi, aku segera berjalan mengikuti Jin Young oppa keruangan rapat, dengan perasaan yang bercampur aduk. Setelah satu setengah jam aku berada di ruangan itu, akhirnya presentasi hari ini berakhir dan berjalan dengan baik.

Jae Shin ah, “  kudengar suara Jin Young oppa memanggilku

Aku malas berbicara dengannya, aku pura pura tak mendengarnya dan berjalan kearah pintu keluar untuk meninggalkan Jin Young oppa, ketika aku akan melangkahkan kakiku keluar, aku merasakan sesuatu di pergelangan tanganku, setelah aku menoleh kebelakang, kulihat Jin Young oppa tepat berada dibelakangku menahan tangan ku.

Jae Shin ah, maafkan aku , aku tak  bermaksud untuk marah padamu, aku terlalu pusing karena mengurus banyak hal”  ucap Jin Young oppa lirih

gwencana, oppa, jangan seperti ini, aku tak mau orang orang akan melihat dan berfikir yang tidak tidak”

“tidak akan kulepaskan sampai kau memaafkanku, aku benar benar minta maaf,

“oppa, bukankah aku sudah bilang, aku tak bisa melakukannya , kalau akhirnya seperti ini, lebih baik oppa menyuruh orang lain saja dulu”

“aku tahu, Jae Shin ah, maafkan aku “ ucap Jin Young oppa lagi

aku tak marah padamu oppa,aku hanya tak habis pikir, oppa menjadi seseorang yang sangat berbeda saat oppa marah. Oppa, sekarang lepaskan tanganku !”  kali ini aku mencoba melepaskan tangan Jin Young oppa yang masih memegang erat pergelangan tanganku. Aku segera  berjalan keluar menuju meja kerjaku, sebelum banyak orang orang yang akan salah paham melihatku dan Jin Young oppa . sampai dimeja kerjaku , aku segera duduk dan menundukkan kepalaku diatas meja.

“Jae Shin ah, bagaimana presentasi nya ? “   tanya Young in

semua berjalan dengan baik”

tapi kenapa ekspresimu begitu ? “

“entahlah, ini semua gara gara flashdisk sialan itu , kenapa harus hilang ?”

“sudahlah, tak usah difikirkan lagi, Jae Shin ah, kau tak mau makan ? aku lapar sekali”

tidak, aku sudah kenyang mendengar presdir Jung memarahiku tadi”

“ah, jadi tentang itu, sudahlah, tak usah difikirkan”

-LCOLT-

Kai POV

Aku datang kerumah Joonmyeon hyung setelah Hyemi noona menelpon dan memintaku untuk mengambil file copy milik Jae Shin, sebenarnya aku sangat sibuk di cafe, tapi aku merasa tak enak pada Hyemi noona, apalagi dia bilang file itu sangat penting untuk Jae Shin. Setelah sampai di kantor Jae Shin, aku segera menuju lobi dan melihat seorang gadis yang sedang menundukkan wajahnya dan di hadapannya seorang laki laki yang berbicara dengan nada keras padanya, tak salah lagi , gadis itu Kim Jae Shin. Aku tak mau menyebabkan kesalahpahaman, aku mendengar apa yang dikatakan laki laki itu, dan aku yakin ini ada hubungannya dengan flashdisk yang kini aku bawa. Aku segera berjalan menghampirinya.

hei, dia hanya tak sengaja menghilangkannya, tidakkah terlalu berlebihan kalau kau memarahinya seperti ini ? aku datang hanya untuk mengantarkan ini,  kau seharusnya bersikap lebih baik padanya”  kuserahkan flashdisk yang ada ditanganku padanya. Kulihat mata Jae Shin yang berair, sepertinya gadis itu sedang menangis sekarang, bagaimana tidak ? laki laki itu memarahinya ditempat umum seperti ini. Dan parahnya lagi, laki laki itu adalah lelaki yang aku lihat berada dirumah sakit, siapapun dia , aku sangat tak menyukainya.

oppa, terimakasih sudah mengantarkannya kemari , aku akan berbicara lagi padamu nanti, sekarang aku harus pergi, oppa juga “  ucap Jae Shin padaku, mungkin ia tak ingin terjadi keributan terjadi. Aku segera meninggalkan tempat itu dan kembali lagi ke cafe

-LCOLT-

Sehun ah, bagaimana kalau aku memberikan kejutan seperti ini pada Jae Shin, ? hari ini adalah hari ulang tahunnya ”  ucapku pada Sehun dengan menunjukkan video dalam ponselku

itu mengesankan Hyung, tapi , bagaimana kau akan melakukannya ? “

“maka dari itu kau harus membantuku ,”

“bantu apa ?”

“kemarilah”  aku membisikan rencanaku pada sehun

wah , hyung daebak, baiklah, aku akan membantumu”

“jadi begini, hal pertama yang harus kau lakukan adalah menutup cafe lebih awal, hari ini cafe kita akan tutup jam delapan malam saja, dan juga kau bantu aku memberi tahu teman teman kantor atau siapapun yang Jae Shin kenal, tapi kau harus memberi tahu mereka secara diam diam, jangan sampi Jae Shin tahu , arraseo ?”

“hyung ,bagaimana kalau aku mengajak Chanyeol hyung saja, dia pasti mempunyai banyak ide gila ”  

terserah kau saja “

Ketika aku sedang asyiknya mengobrol dengan Sehun, kudengar seseorang memanggilku.

“Jongin ah, “ panggil seseorang di kursi paling ujung, aku spontan menoleh dan menemukan Jin Hye noona yang sedang duduk disana , aku segera berjalan menghampirinya

noona, apa yang kau lakukan disini ?, tidak biasanya”

“beri aku minuman dulu, aku lelah sekali”

“ah, baiklah noona , tunggulah sebentar”

“ada apa noona ? tumben sekali kau datang kemari siang siang begini , “ setelah mengambilkannya minuman , aku segera menanyakan maksud kedatangannya.

kau harus pulang nanti malam, “ ucap Jin Hye noona singkat

memangnya ada apa, ? sepertinya aku tidak bisa”

“appa sedang sakit, kau harus menggantikan appa untuk menghadiri makan malam dengan  anggota dewan direksi diperusahaan , juga dengan relasi appa, ini bukan makan malam biasa, kau harus datang dengan Kang Ha Na”

“mwo ? kenapa harus begitu noona, aku tak mau, kalau appa ingin aku datang , aku hanya akan datang sendirian, kenapa harus bersama gadis itu ?”

“jongin ah  kuberitahu ya, perusahaan appa sekarang  sedang dalam kondisi yang kurang baik, ini saatnya kau pulang “

“lalu apa hubungannya dengan Kang Ha Na ? , aku tak ingin mendengar alasan aku harus pergi dengannya  sama dengan alasan noona menikahi  Tae Woo Hyung,noona aku sudah bilang, aku tak mau melakukan perjodohan ini,titik.”

“Jongin ah, ayolah,kali ini saja,aku mohon,

“noona, aku akan kembali ke perusahaan, aku akan mengembalikan keadaan perusahaan appa, pasti ada cara lain,tapi noona harus mendukungku, haruskah kita melanjutkan tentang tradisi pejodohan konyol seperti ini ? seterusnya untuk Jin Woo juga ,kenapa tidak noona jodohkan dari sekarang saja , noona ayolah, aku pasti bisa menemukan cara”

“baiklah, tapi untuk malam ini, aku mohon , datang saja,sekarang kau pasti belum menemukan caranya kan ? , aku bertemu dengan Ha Na beberapa hari yang lalu, kuberitahu sesuatu ya, sebenarnya dia gadis yang baik, kau saja yang hanya menilai dari penampilan luarnya saja,”

Intuisi Jin Hee noona tak pernah salah selama ini, baiklah, sepertinya aku harus datang, lagipula aku memang harus pulang. Tapi tunggu dulu ,appa sakit ? ah, pasti appa terlalu memikirkan masalah di perusahaan.

baiklah, aku akan datang , tapi bagaimana kalau jam sembilan saja ?”

“aduh tidak bisa, kau harus datang jam delapan, dan juga kau harus datang menjemput Ha Na ,

“baiklah baiklah, cerewet sekali !”

“jadi kau sudah berani mengatai ku cerewet lagi ?

“memang benar begitu kan ?

“Jongin ah,” panggil Jin Hee tiba tiba

hmm, wae ?

“kenapa sekarang hidup ini terasa menyebalkan sekali ? aku merindukan hari dimana kita bermain dan tertawa lepas bersama, tanpa memikirkan masalah apapun, tertawa dan tersenyum dengan hati, tak seperti sekarang,penuh dengan kepura puraan,penghianatan,kebohongan,  hidup ini benar benar membuatku muak,”  ucap Jin Hye noona dengan tatapan lurus kedepan tanpa menoleh kearahku

“noona, jangan khawatir Kim Jongin is here, I am never go no where”  ucapku menghiburnya

Jongin ah, kau tahu, aku sangat menyayangimu, aku selalu menginginkan kebahagian untukmu,aku akan membantumu sebisaku, jadi kali ini dengarkan aku”

“baiklah noona, aku benar benar akan mendengarkanmu kali ini”

“dan juga ,jangan ucapkan kata kata buruk lagi pada eomma,arraseo ?”

“iya iya iya, noona cerewet”

“aku akan pulang , Jin woo pasti mencariku kalau dia bangun nanti”

“baiklah noona , berhati hatilah”

-LCOLT-

Lelaki itu hanya terdiam diruangan kantornya , merutukki kebodohannya karena memarahi gadis itu, ia hanya terlalu lelah dengan semua pekerjaan yang menumpuk.

apa yang aku lakukan pada gadis itu , kenapa aku bisa sebodoh ini ? , apa yang harus aku lakukan sekarang ?”  lelaki itu hanya bisa menyesali hal itu sekarang.

Drrtt Drrrtt..

Jung JinYoung mengambil ponsel disaku jasnya yang sedari tadi berbunyi dan melihat layar ponselnya,

“ah jadi ini mengapa pengingat diponselku berbunyi terus sejak tadi, ya Jung Jin Young, apa yang kau lakukan padanya eoh ? pabo, pabo”  lagi laki pria bermarga Jung itu hanya bisa merutukki kebodohannya, dan tulisan “21th Kim Jae Shin’s birthday” dilayar ponselnya Jin Young semakin membuatnya merasa bersalah

“sebaiknya aku harus segera meminta maaf padanya, dia pasti marah padaku, keunde, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya , apa yang harus aku berikan padanya, haruskah aku memberikannya sekarang ?”  ucap lelaki itu sambil membuka laci meja kerjanya dan mengmbil kotak persegi hitam dan membukanya, terdapat sepasang cincin berbahan emas putih dengan manik manis yang terpasang di tengahnya,dengan inisial “J&J” disisi dalamnya.

 

 

LCOLT-

 

Drrt Drrrt,

Getar ponsel di hadapan Jae Shin mengalihkan pandangannya dari layar komputer didepannya

“Jae Shin ah, noe odiya ? –Joonmyeonie oppa- “  Jae shin membacanya pelan

“eh ? kenapa menggunakan ponsel Hyemi eonni,” gumam Jae Shin

aku sedang di kantor oppa, wae ?”

“aku pergi ke cafe tadi siang dan aku meninggalkan ponselku disana , bisakah kau pergi kesana dan mengambilnya ? jam berapa kau akan pulang ? “  balas Kim Joonmyeon

baiklah , aku akan pulang jam 7 ,” tulis Jae Shin

jam 7 ? baiklah, kalau sudah selesai bekerja , langsung pulang saja , jangan pergi kemanapun”

iya iya oppa yang tampan  cerewet J”

Pantas saja oppa menggunakan ponsel Hyemi eonni, jadi dia meninggalkan ponselnya di cafe,” gumam Jae Shin

Young In ah, aku tak melihat Ji Ae akhir akhir ini, kau tahu dia kemana ? “ tanya Jae Shin tiba tiba

aku dengar dia sedang berlibur dengan keluarganya di Amerika, dia memang seperti itu, jarang sekali berangkat bekerja , lagipula , semua orang sudah sangat maklum”  tanggap Young In

ah , jadi begitu”

“bukankah justru bagus bagimu kalau tak ada Ji Ae dikantor ?”

“mungkin iya , mungkin juga tidak , sudahlah , jangan membicarakan dia lagi  “

Gadis itupun melanjutkan pekerjaannya, sampai  beberapa saat telepon kabel dihadapannya berbunyi, Jae Shin hanya melihat nya sekilas,

kenapa tidak diangkat ?”  tegur Young In

shireo, mungkin juga dari presdir Jung, aku masih malas berbicara dengannya “

“jangan begitu, dia itu bosmu, wajar saja kalau dia marah padamu , kau juga yang ceroboh, ayo cepat angkat” titah Young In

biar saja, aku masih malas berbicara padanya ,

Pekerjaan di kantor menumpuk hari ini, tak terasa gadis itu sudah hampir delapan Jam berada di kantor dan berkutat di depan layar komputer.

Jae Shin ah , kau tak mau pulang ? ini sudah jam lima “  tegur Young In

aku akan pulang nanti kalau ini sudah selesai, kau pulanglah dulu”

“benar ? kau tak apa disini sendirian ?”

“iya, sudah , pulang saja sana , ! “  jawab Jae Shin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer dihadapannya.

Suasana di kantor sudah mulai sepi , Jae Shin bahkan tak memperdulikan keadaan sekitarnya yang  mulai sunyi, hanya ada beberapa karyawan yang masih berada disana. Sedangkan diruangan Jung Jin Young, , lelaki itu masih tak tahu harus melakukan apa , telfon dari nya juga tak diangkat , bahkan lelaki itu sudah mengirim berkali kali pesan ke ponsel Jae Shin, tapi tak ada satupun yang dibalas, dia juga menelfon resepsionis berkali kali, menanyakan apakah Jae Shin sudah pulang atau belum, tapi jawaban karyawan resepsionis masih sama , “saya belum melihatnya keluar sajangnim”.

-LCOLT-

Jae Shin POV

 huh, akhirnya selesai juga” aku segera berdiri dan mematikan komputer didepanku, ketika itu kulihat jam di meja kerjaku sudah menunjukkan pukul setengah tujuh,

air, aku butuh air,” bagaikan ikan yang sudah lama tak bertemu air , aku segera mengambil gelas yang ada dihadapanku dan segera meminumnya.

Uhuk uhuk uhuk

Entah kenapa aku bisa tersedak, disaat yang bersamaan , ponselku berdering , tanpa aba aba , aku segera mengangkatnya,

“wae oppa, uhuk uhuk, aku…., tut”  sambungan terputus , setelah kulihat lagi layar dihadapanku, ternyata ponselku mati, aku lupa tak mengisi batereinya tadi pagi, aku juga tak membawa charger, ya sudahlah , lagipula aku akan segera pulang .

Selesai membereskankan meja kerjaku, aku segera bersiap untuk turun , ketika aku berjalan keluar dari mejaku, kulihat ada seseorang yang berjalan kearahku, setelah kulihat untuk yang kedua kalinya, firasatku benar, itu Jin Young oppa , mau apa Jin Young oppa datang kemari ?

Jae Shin ah “  panggil Jin Young oppa

wae oppa ? kenapa oppa belum pulang , bukankan jam kerja sudah berakhir sejak tadi ?”

“aku menunggumu”  jawabnya pendek

menungguku ? “

“Jae Shin ah, maafkan aku, aku tak bermaksud memarahimu, aku mohon maafkan aku !” Jin Young oppa mengucapkan kata katanya sangat lirih , dapat kudengar nada penyesalan dari kata katanya , kalau sudah begini, jadi aku yang tak enak padanya.

gwencana oppa , aku sudah tak marah lagi, oppa sebaiknya kita pulang , ini sudah malam “

“kau melupakan sesuatu hari ini, “

“apa oppa, ?”

“kau ingat ini tanggal berapa ?”

Aku hanya mengerjap kan mataku pelan, ah benar juga , bukankah ini tanggal 21 Januari, kalau begitu ini adalah hari ulang tahunku , orang bodoh mana yang bisa melupakan tanggal berapa dia dilahirkan kecuali aku ?

“saengil cukkae, Jae Shinie, aku selau berdoa untuk kesehatanmu, aku minta maaf karena tak membelikanmu kue ulang tahun dan menaruh lilin diatasnya “

“gwencana oppa”

“tapi aku punya sesuatu untukmu “  ucap Jin Young oppa , sambil merogoh sesuatu di saku celananya

Aku hanya terdiam , menunggu apa yang akan dilakukan Jin Young Oppa

kemarikan tanganmu”  titah Jin Young oppa

aku mengeluarkan tanganku dari mantel yang kukenakan dan mengulurkannya kehadapan Jin Young oppa, betapa terkejutnya aku melihat apa yang dilakukan Jin Young oppa , dia membuka kotak hitam yang ada di tangan kirinya dan kulihat sesuatu berkilau didalam sana , aku masih terdiam tak mengerti maksudnya, sampai Jin Young Oppa memakaikan cincin dijari manisku, beberapa detik aku masih saja terdiam.

Brakkkkk…

Kudengar suara seperti sesuatu yang terjatuh di ujung pintu sana , aku segera berjalan menuju sumber suara untuk melihatnya .

-LCOLT-

Author POV

Jongin berjalan ke cafe dengan langkah gontai , dan segera menghampiri Chanyeol yang sedang sibuk menotak atik lampu dihadapannya

Hyung , sepertinya aku akan berhenti saja  ,aku menyerah “  ucap Jongin dengan suara lirih

berhenti dari apa maksudmu ?” tanggap Chanyeol yang masih fokus dengan lampu ditangannya

berhenti berusaha mendapatkan Jae Shin lagi hyung, aku akan menyerah “

“ya , Jongin ah, ini tidak seperti dirimu yang biasanya, adakah sesuatu  yang terjadi ?”  tanya Chanyeol yang kini beralih menghada Jongin

tak ada hyung, aku pikir Jae Shin memang tak menyukaiku, aku akan berhenti kali ini, asalkan Jae Shin bahagia, aku juga akan bahagia, bukankah cinta tak harus memiliki hyung ?”

“kau salah, bagiku, cinta harus memiliki, kalau tidak memiliki, itu bukan cinta, mungkin hanya rasa kagum, atau rasa kasihan, kata kata ‘cinta tak harus memiliki ‘ hanya diucapkan oleh orang yang tak bisa mengusahakan cinta, kalau kau mencintai seseorang , kau harus memilikinya, itu sebagai wujud rasa cintamu,ayolah Kai , katakan saja, aku tahu , pasti ada sesuatu yang terjadi”  ucap Chanyeeol

kalaupun ada seseorang yang lebih dicintainya, haruskah aku masih mengusahakannya hyung ? bukankah berarti aku mengganggu hubungan orang lain ?”

Pertanyaan Jongin kali ini membuat Chanyeol terdiam, ia hanya berucap dalam hati.

“ pasti ada sesuatu yang terjadi  ini sungguh bukan Jongin yang ceria seperti biasanya, lelaki itu tak pernah sesedih ini”

“sudahlah hyung, kejutan kali ini, mungkin akan jadi sesuatu hal yang bisa aku lakukan untukknya,tapi walaupun begitu, aku masih mencintainya, meski hanya dalam hati”

Flashback..

“Kai , kau ada dimana ?” ucap Kim Joonmyeon gugup diseberang telepon

aku sedang di cafe Hyung, ada apa ?”

“sore tadi, aku menelpon Jae Shin , aku menyuruhnya untuk mengambil ponselku di cafe, dan dia bilang dia akan pulang jam tujuh, tapi baru saja aku menelfonnya, sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan Jae Shin, ponselnya mati dan dia mengangkatnya dengan suara terbatuk batuk , aku takut dia sedang dalam bahaya sekarang, kau bisa memcarinya ke kantor sekarang”  ucap Joonmyeon tak kalah gugup dari pertanyaannya di awal.

benarkah hyng ? baiklah , aku akan segera kesana “  jawab Jongin cepat

Lelaki itupun segera berlari keluar, tak memperdulikan orang orang disekitarnya yang menatap heran padanya, untung  saja jarak kantor jae Shin dan cafe tak terlalu jauh, tak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai Kantor Jae Shin.

Sampai di kantor , Jongin segera menuju resepsionis dan menanyakan ruangan Jae Shin,

“bagaimana kalau saya antar saja tuan ? sebenarnya kami tidak bisa memperbolehkan orang asing masuk, tapi sepertinya tuan terburu buru sekali ,”  tawar petugas resepsionis di kantor itu

cepat berutahu saja ruangannya ada dimana , aku tak akan berbuat apapun, aku akan meninggalkan ini sebagai jaminan”  Jongin meninggalkan KTP nya pada petugas resepsionis dan segera berlari kearah lift untuk menuju ruangan Jae Shin di lantai empat.

Setelah sampai disana , ketika Jongin akan melangkah melewati pintu, ia melihat dua orang yang berdiri di tengah ruangan , jongin memutuskan untuk menghentikan langkahnya dan melihat apa yang dua orang itu lakukan, sangat jelas terlihat olehnya, gadis yang sedang ada disana adalah Kim Jae Shin, lelaki itu semakin terpaku lagi saat melihat lelaki yang berdiri dihadapan Jae Shin memakaikan cincin di jari Jae Shin, dan gadi itu bahkan tak menolaknya, tak ada alasan lagi baginya untuk masih berdiri disana, Jongin segera berbalik, karena tak melihat sekeliling, lelaki itu menabrak tumpukan buku diatas meja yang berada di dekat daun pintu.

Brakkk..

Ia segera berlari keluar, mengambil kartu nama nya di meja resepsionis dan berjalan gontai menuju cafe, dengan fikiran yang tak tentu

Flashback end..

-LCOLT-

Jae Shin Pov

aku segera menuju cafe , untuk mengambil ponsel Joonmyeon oppa yang tertinggal , aku sudah memutuskan ini, aku pikir ini adalah keputusan yang paling tepat,

flashback ..

Brakkkkk…

Kudengar suara seperti sesuatu yang terjatuh di ujung pintu sana , aku segera berjalan menuju sumber suara untuk melihatnya . dan juga aku ingin kabur dari suasana ini, aku sudah tahu sekarang apa maksud Jin Young oppa.

“hajima,”  ucap Jin Young oppa menggenggam pergelangan tanganku

Aku hanya terdiam, mempersiapkan kata kata yang akan kukatakan pada Jin Young oppa,

oppa, ini apa maksudnya ? aku tak meengerti”

“aku menyukaimu, dan ini milikmu”  hanya kata kata itu yang terucap dari bibirnya

oppa, aku juga menyukaimu, tapi bukan seperti ini, aku sudah menganggapmu seperti halnya Joonmyeon oppa, aku tak bisa memberikan perasanku lebih dari ini”

Aku tahu, mungkin kata kata ku pasti menyakiti perasaannya, tapi aku benar benar tak biasa menyukainya sebagai seorang wanita kepada pria,

Jae Shin ah, tak bisakah kau mencobanya terlebih dahulu ? atau mungkin kau merasa tak enak pada Han Ji Ae ? aku tak memiliki hubungan apapun dengannya , aku mohon , pertimbangkanlah lagi”  ucap Jin Young oppa lagi

Aku tak tahu lagi harus mengatakan apa, aku pikir semua ini harus diluruskan mulai dari sekarang, aku ingin membebaskan perasaan Jin Young oppa terhadapku, dan membuatnya melihat wanita lain selain diriku.

oppa, bukalah hatimu untuk orang lain sekarang , karena aku sudah melepaskan rantai yang menutupinya selama ini, jangan tutup hatimu lagi, aku tak bisa oppa, aku benar benar tak bisa, oppa , aku harap kau tak membenciku,” ucapku akhirnya

Beberapa saat tak ada yang  mengeluarkan sepatah katapun, hingga akhirnya Jin Young oppa, menatap lurus kearah mataku

kalau memang kau ingin begitu, biarkan aku memelukmu untuk yang terakhir kali” pintanya

oppa, jangan berkata seperti itu, aku masih Kim Jae Shin yang kau kenal”

Jin Young tak menjawab , ia hanya berjalan mendekat kearahku dan memelukku erat, aku seperti merasakan sakit yang ada didalam hatinya.

oppa, sebaiknya oppa pulang, aku juga akan pulang”

“biarkan aku mengantarmu, untuk yang…”

“oppa, jangan katakan ini untuk yang terakhir kali, “  belum selesai Jin young oppa berbicara, aku sudah memotongnya, kata kata membuatku semakin merasa bersalah

oppa , aku pergi, oppa berhati hatilah saat pulang”

Tanpa jawaban dari Jin Young oppa, aku berlalu meninggalkannya”

Flashback end

Aku tak merasakan apapun, jadi aku pikir aku memang benar benar tak menyukainya, mana mungkin aku bisa menyukai seseorang yang bahkan sudah aku anggap sebagai anggota keluargaku sendiri ?

Sampai di depan cafe, tak kulihat para pengunjung cafe yang berlalu lalang seperti biasanya.

kenapa sepi sekali ? apa cafe sudah tutup , bukankah ini masih jam delapan,” aku hanya bergumam pelan ,

“bagaimana aku bisa mengambilnya kalau cafe sudah tutup begini ? “

Kuberjalan kearah knop pintu dan mencoba membukanya, mungkin saja tidak dikunci

Kuputar perlahan dan ternyata berhasil,

“aneh sekali, cafe sudah tutup , tapi kenapa tidak terkunci , atau jangan jangan oppadeul lupa menguncinya ?”

Entahlah, aku hanya perlu menyalakan lampu dan berjalan mencari ponsel Joonmyeon oppa, ketika kubuka pintu cafe  betapa terkejutnya aku , ada sebuah kertas yang terhubung dengan tali kecil , yang jatuh tepat di hadapanku.

woa, ige mwoya ?”

Di atas kertas terdapat sebuah tulisan menggunakan tinta yang dapat menyala di kegelapan berwarna biru terang “it’s surprise, drag me and turn over”  spontan bibirku tertarik keatas untuk tersenyum, ini pasti ulah Joonmyeon oppa, segera kutarik kertas dihadapanku dan berbalik kebelakang.

woahh, “

Aku berteriak seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru, bagaimana tidak , di atas sana , tepat dihadapanku terdapat ledakan api kecil berwarna warni yang menyala memenuhi langit, salah satu hal yang paling aku sukai didunia ini ,kembang api. Sampai beberapa saat, aku masih berdiri dengan kepala mendongak keatas, sampai pertunjukkan kembang api selasai, aku segera bebalik dan melihat sekeliling, berharap sesuatu yang menakjubkan akan terjadi lagi,

Aku sangat terkejut saat sebuah kertas yang lain jatuh dihadapanku, dan lagi lagi tertulis diatasnya “are u satisfied ? wanna more ?, drag me juseyo :D”  , lagi lagi , aku hanya tersenyum membacanya

Ketika aku menariknya , muncul kertas yang jatuh berikutnya beberapa langkah dihadapanku, kali ini diatasnya hanya tertulis “ you’ll regret this , if u don’t drag me ! :D” tak bisa kusembunyikan  senyuman diwajahku, segera kutarik dan betapa terkejutnya aku saat tiba tiba sebuah proyektor menyala dan memutar sebuah video, aku hanya mematung menunggu gambar apa yang akan muncul , aku harap ini bukan film horror,

Beberapa saat, music mulai berbunyi dan diawali dengan munculnya sebuah foto , seorang gadis kecil yang tersenyum dengan mengenakan hanbok yang kebesaran dengan memegang lolipop yang besarnya hampir sama dengan wajahnya, aku tahu itu adalah aku, tapi bahkan aku tidak ingat kapan foto itu diambil,sampai beberapa fotoku dimasa kecil sampai aku tumbuh besar,kali ini yang muncul adalah sebuah video, aku yang sedang bernyanyi dan bermain gitar , aku ingat, ini saat aku smp , tapi dari mana Joonmyeon oppa mendapatkan semua ini ? yang bahkan aku sendiri tak memilikinya, sampai beberapa saat aku mulai menitikkan air mata , menyaksikan kumpulan foto itu, aku hanya tak bisa mengatakan apapun, di akhir video tersebut tertulis “Don’t worry about anything, just enjoy it, cause I’m here for you,and  I’m never go no where –KJ”

Bahagia ? tentu saja , ini pertama kalinya dalam hidupku mendapat kejutan seperti ini, aku hanya tak habis pikir, bagaimana oppa melakukannya, tapi tunggu dulu, inisial itu adalah KJ , atau mungkin Kim Jongin , bukan Kim Joonmyeon ?

Aku pikir ini sudah berakhir, ternyata ketika aku melangkahkan kakiku , kulihat satu kertas lagi yang jatuh tepat di depan wajahku tertulis diatasnya “drag me, one more time”  ketika kutarik, muncul satu kertas lagi, dan tulisan diatasnya membuatku membeku.

it’s the last, drag me please., it’s from me, I hope u’ll like it,-Kim Jongin-“

Beberapa saat aku terdiam, sampai akhirnya kutarik kertas itu dan seluruh lampu di cafe menyala dan aku hanya mampu mengerjapkan mata beberpa kali , melihat banyak orang yang berkumpul dilantai dua debgan membawa kue tart dengan dihiasi lilin diatasnya.

Saengil cukka hamnida, saengil cukka hamnida, saranghaneun uri Jae Shin, saengil cukka hamnida

Tak bisa kutahan air mata ini untuk mengalir keluar, semua orang ada disini untuk merayakan ulang tahunku, Joonmyeon oppa, Hyemi eonni, Young in , oppadeul, dan juga seluruh teman kantor, aku sampai tak tahu harus bereaksi bagaimana , sedari tadi aku hanya menutup mulutku dengan tangan kiriku,

Jongin oppa , bagaimana kau melakukan ini semua ?

“Jae Shin ah, cepat tiup lilinnya . “ titah Hyemi eonni

Aku segera meniupnya dan mendengar riuh tepuk tangan yang menmenuhi cafe, selepas itu, mata ku sibuk mencari sosok yang sangat ingin aku temui sekarang, aku mencarinya keseluruh penjuru cafe tapi aku tak menemukannya

oppa, aku tak melihat Jongin oppa, kau tahu dia ada dimana ?”  akhirnya kuputuskan untuk bertanya pada Chanyeol oppa

dia baru saja pergi, aku tak tahu dia kemana , tapi sepertinya dia sedang terburu buru” jawab Chanyeol oppa

“Jae Shin ah, kau tak apa apa ? kau tidak terluka ? “  tiba tiba , Joonmyeon oppa dan Hyemi eonni datang menghampiriku  dan Chanyeol oppa

ani, memangnya ada apa oppa ? “  tanyaku heran

ketika aku menelfonmu, kau seperti sedang di cekik oleh seseorang, dan juga ponselmu tiba tiba saja mati, bagaimana aku tidak khawatir ?”  ucapan Joonmyeon oppa kali ini sukses memnbuat tawaku meledak

Bwahahaha,

“oppa, aku sedang minum ketika kau menelfonku tadi, jadi aku tersedak ketika berbicara padamu, dan juga ponselku tiba tiba mati karena batereinya habis”

“kau tak bertemu dengan Jongin ? aku terlalu khawatir dan menyuruh Jongin untuk datang menjemputmu, “

Aku terdiam kali ini setelah mendengar kata kata Joonmyeon oppa, tunggu dulu, apa mungkin Jongin datang ke kantor dan melihatku bersama Jin Young oppa ? pantas saja karyawan diresepsionis mengatakan ada seorang lelaki yang mencariku , mungkinkah itu Jongin oppa ? kenapa rasanya hatiku rasanya seperti ini ? kenapa aku merasa sangat bersalah padanya ?

Joonmyeon ah, kajja,ayo kita sapa tamu yang disana , pasti kau mengenalnya”  ajak Hyemi eonni sambil mendorong kursi roda Joonmyeon oppa  menjauh dari ku dan Chanyeol oppa

”oppa. Benar Jongin oppa datang ke kantorku tadi ? “ tanyaku pada Chanyeol oppa yang masih berdiri disampingku

“aku tak tahu pasti,tapi  saat Jongin sedang sibuk melayani tamu tadi, aku melihatnya mengangkat telepon dari seseorang dan berlari keluar seperti orang gila, aku juga tak sempat bertanya padanya”  jawaban Chanyeol oppa membuat mulutku terkunci rapat, Jongin oppa pasti khawatir padaku, tapi kemana dia sekarang ?

-LCOLT-

Kai POV

Aku meninggalkan cafe setelah memasrahkan semuanya pada Chanyeol hyung, aku tak punya waktu lagi untuk segera datang  ke acara makan malam yang dikatakan Jin Hee noona, setelah Jin Hee noona mengirimkan alamat restoran dan juga alamat rumah Ha Na , gadis yang aku temui beberapa minggu yang lalu,aku menuju alamat rumah Ha Na terlebih dahulu untuk menjemputnya, sebenarnya aku tak mau melakukan ini, tapi apalagi yang bisa aku lakukan sekarang selain menuruti kata kata Jin Hee noona ?

wah, ini rumahnya ? “  aku terpana sampai di depan pintu gerbang rumahnya, mungkin dua atau tiga kali lebih mewah dan lebih besar dari rumahku

Aku menghentikan mobilku dan masih berada di depan pintu gerbang,Sampai seorang  petugas keamanan yang menghapiriku,

apakah anda putra dari tuan Kim ?”  tanya nya

Aku hanya mengangguk pelan, appa pasti sering datang ketempat ini, sampai mereka mengenalnya.

mari, silakan ,” ucapnya lagi sambil berjalan membukakan pintu gerbang dihadapanku

Aku menurut saja, segera ku arahkan mobilku menuju halaman rumah Ha Na, ketika aku turun dari mobil, kulihat seorang gadis yang keluar dengan mengenakan gaun berwarna peach, dengan rambut panjang yang terurai, sangat beda sekali dengan apa yang dia pakai saat pertama kali bertemu denganku. Cantik ? tentu saja , tapi tunggu dulu, aku tak membayangkannya, justru Jae Shin lah yang muncul difikiranku, aku sangat ingat, ia memakai dress berwarna seperti itu saat pertama kali aku melihatnya.

Jadi ini putra presdir Kim ? tak salah kalau aku memilihnya, “ tiba tiba suara bariton yang mirip suara appa mengangetkanku, tidak salah lagi, ini pasti teman appa, dan juga…ayah Kang Ha Na.

“omo, tampan sekali, pantas saja  Ha Na tak menolak nya “  kini suara wanita paruh baya yang bisa kupastikan itu adalah ibu Ha Na

Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan mereka,

eooma, appa , aku pergi “  ucap Ha Na kemudian

baiklah, Jongin ssi, aku menitipkan Ha Na padamu, berhati hati lah,”   ucap Ibu Ha Na padaku

ne , eomonim”  aku hanya menjawab sekenaku,

Aku segera membukakan pintu untuknya . keluarganya benar banar baik , tak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Sampai beberapa menit aku dan Ha Na berada di dalam mobil , semua masih hening, tak ada yang memulai percakapan, sampai pada akhirnya gadis itu yang membuka suara  terlebih dahulu,

aku tahu , kau terpaksa melakukan ini ,”  ucapnya tiba tiba

lalu kau sendiri ?”

Dia hanya tersenyum

aku ? bahkan aku tak punya kesempatan untuk memilih , aku sudah sangat pasrah dengan takdir yang sudah dibuat orang tua ku, bagaimana aku bisa menolak ? diberi pilihan saja tidak”

“seharusnya kau jujur pada orang tuamu , mereka pasti mengerti”

“Jongin ssi, kuberitahu ya, tak ada sistem demokrasi dalam keluarga besar kami , hanya ada sistem otoriter, kalau appa sudah berkata aku, aku tak bisa berbuat apapun. Kau tenang saja, kalau kau tak menyetujui perjodohan ini, aku akan mengusahakannya,”  jawab gadis itu pelan

Haruskah aku menyetujui saja perjodohan ini ? ah tidak, pokoknya ak utidak mau

-LCOLT-

Jae Shin POV

Setelah acara selesai , aku segera pulang, ketika itu kulihat jam di layar ponselku menunjukkan jam 10 malam, berarti sudah dua jam sejak Jongin oppa meninggalkan cafe, tumben sekali dia tak mengirimiku pesan , biasanya dia selalu mengirimiku pesan , bahkan hari ini ulang tahunku ? kenapa ia masih juga tak mengirimiku pesan ?

Setelah sampai dirumah ,aku segera berlari keatas untuk menuju kamarku, kulihat lagi ponselku, masih tak ada pesan disana. Aku segera berganti baju  dan bersiap siap untuk tidur.

sebaiknya aku tidur saja , apa ponsel Jongin oppa sedang rusak atau baterainya habis ?

Aku mencoba untuk memejamkan mata, tapi tetap saja , aku teringat Jongin oppa

Jae Shin ah, apa yang kau fikirkan eoh ?, andwe, andwe, kenapa hatiku rasanya seperti ini, haruskah aku yang harus mengirimi pesan terlebih dahulu ?, ah tidak , Jae Shin ah, sepertinya kau sudah gila “

Kulihat lagi layar ponselku , masih gelap, tak ada tanda tanda pesan masuk disana

Sampai beberapa jam , aku masih belum bisa memejamkan mataku, aku masih teringat Jongin oppa,

Jae Shin ah, berhentilah memikirkannya !”

Kubuka ponselku dan melihat galeri foto didalamnya, mungkin aku akan segera tertidur kalau aku melihat gambar dam mendengarkan music, kunyalakan music box dinakas samping tempat tidurku.

Nae mami boini wae sarang ingeoni

Dasineun haji maljadeon sarang cham manhi babo gatji

Wae haengbokhan geoni ni eolguri tteo

 

Eh ?

Jae Shin ah, sadarlah ,”

Lagu it’s ok it’s love yang dinyanyikan oleh Davichi mulai menggema diseluruh ruangan kamarku

kenapa lagu ini ? ada apa dengan lagu ini ?  aku sudah biasa mendengarkannya, tapi kenapa hatiku rasanya seperti ini ?

 

segera kutekan tombol next di music box ku,

 I keep falling in love, falling in love

Neoman bomyeon nae maeumi oh oh oh oh

Falling in love falling in love

Neol gatgosipeo na eotteokhae boy

 

Kali ini lagu falling in love 2NE1 yang berbunyi, kenapa bisa semua lagu di dalam music box ku seperti ini, ?

Klik ,

Segera kumatikan music yang  menggema diseluruh penjuru kamarku,

eomma, eotoke ? aku benar benar sudah gila”

-LCOLT-

Author POV

Selama makan malam berlangsung , lelaki itu hanya diam , memang benar apa yang dikatakan Kim Jin Hee, ini bukan makan malam biasa, mereka semua membicarakan perusahaan, mulai dari harga saham sampai kendala kendala diperusahaan , untung saja , lelaki itu mengerti tentang hal hal seperti itu, mengingat dia pernah menempuh pendidikan menejemen dulu.

kau tak ingin pulang ? kita sudah hampir dua jam berada disini “  bisik Ha Na mendekatkan bibirnya ditelinga Jongin

tentu saja , aku sudah sangat bosan berada disini” tanggap Jongin

Kang Ha Na segera berdiri dan menggandeng tangan Jongin,

aduh bagaimana ini , kami harus segera pulang, kami memiliki acara lain setelah ini, jadi kami akan pamit untuk pulang, kalau ada waktu , kami akan datang lagi untuk mewakili perusahaan” ucap Ha Na

Lelaki disampingnya hanya melihat saja apa yang dilakukan wanita itu,

“tidak usah heran , aku sudah terbiasa melakukan hal seperti ini, hidup ini memang penuh dengan kepura puraan”  seolah tahu arti tatapan Jongin, gadis itu menjelaskan

tidak usah bertanya apapun , sebaiknya kita pulang”  ucap wanita itu pada Jongin yang hendak membuka mulutnya

Setelah mengantarkan Ha Na pulang, Jongin segera menuju rumah nya untuk melihat keadaan ayahnya.

“Jongin ah , “  panggil ibu Jongin

ne eomma,”

 cepat kau temuai ayahmu, sepertinya dia benar benar merindukanmu

-LCOLT-

Hari minggu adalah hari yang sangat ditunggu oleh semua orang , termasuk Jae Shin, ketika hari minggu tiba, gadis itu akan memanfaatkannya untuk bermalas malasan dirumah, beristirahat dari pekerjaan yang menumpuk setiap harinya, tapi hari minggu kali ini berbeda, gadis itu merasakan ada sesuatu yang beda dengan dirinya.

Ketika ia membuka mata pagi ini , hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek ponselnya , kalau dihitung , sejak ulang tahunnya, sudah dua hari Jongin tak menghubunginya.

ige mwoya ? kenapa Jongin oppa masih tidak menghubungiku ? , atau mungkin ponselku yang rusak ? ,

Gadis itu segera turun kebawah untuk mencari Shim Hyemi

eonni, sepertinya ponselku rusak “  cicit Jae Shin pada Hyemi yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan

memangnya kenapa ? kau menjatuhkannya ?”  tanggap Hyemi yang masih tak mengalihkan pandangannya dari piring ditangannya.

tidak, tapi sepertinya memang rusak, aku tak bisa menerima pesan”  jawab Jae Shin dengan mengerucutkan bibirnya

“benarkah ? kau yakin? , biar aku coba mengirim pesan , kalau memang tidak bisa , aku akan mengantarkanmu membenarkannya nanti”  ucap Hyemi sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, dan mencoba mengirimkan pesan ke nomor Jae Shin

Drrrtt Drrrt..

Tak lama kemuadian , ponsel Jae Shin bergetar menandakan terdapat pesan masuk disana

nah , siapa yang bilang kalau ponselmu tak bisa menerima pesan ?”  gumam Hyemi

“eonni, sepertinya aku sudah gila sekarang “  tanggap Jae Shin sambil berjalan keatas menuju kamarnya

“hei , apa yang terjadi denganmu ? kau tidak sarapan ?” teriak Hyemi

“tidak eonni, aku tidak lapar”

kau sedang menunggu pesan dari seseorang ?”  teriak Hyemi lagi

Gadis itu hanya berjalan keatas tanpa menjawab pertanyaan Hyemi

apa yang harus aku lakukan ? haruskah aku mengiriminya pesan terlebih dahulu ?”

Gadis itu hanya merengek,  akhirnya Jae Shin memutuskan untuk mengirimi Jongin pesan

oppa , apa kabar ?”  tulisnya dilayar ponselnya,

ah , tidak tidak ,kenapa aku menanyakan malah menanyakan kabar ?”gadis itu menghapus pesan di layar ponselnya

Kali ini ia mulai mengetik lagi ,“oppa kau dimana ?”

“ah , tidak tidak, “ lagi lagi gadis itu menghapus pesannya lagi

  Gadis itu mengetik lagi untuk yang ketiga kalinya “oppa, kau tidak pergi ke cafe ?”

“eh ? pertanyaan macam apa ini?”  kali ini gadis itu menghapusnya lagi

“Jae Shin ah, sejak kapan mengirim pesan menjadi hal yang susah eoh ? “ runtuknya kesal

Sekarang gadis itu mulai mengeti lagi “oppa, kau pulang ? aku tak melihatmu di cafe”  , akhirnya gadis itu menekan tulisan ‘send’ di ponselnya.

Satu menit, lima menit , lima belas menit ,tiga puluh menit, tak ada balasan yang datang

eh , apa ini , kenapa tidak dibalas ?”

Dengan ini, gadis itu justru lebih bingung harus berbuat apa

Klek..

Terdengar seseorang membuka pintu , yang ternyata adalah Hyemi

kau kenapa ? “ tanya gadis bermarga Shim itu

entahlah, hatiku rasanya sakit sekali”  jawab Jae Shin yang sekarang tiduran membelakangi Hyemi

biar kutebak, ini tentang Jongin ?”

Jae Shin hanya terdiam

eonni, sepertinya Jongin oppa mengabaikanku , sudah dua hari dia tidak mengirimiku pesan, dan ketika aku pergi ke cafe , dia tak ada disana “

“ah , jadi tentang itu, kalau begitu kau merindukannya sekarang ?”  goda Hyemi

“ne ? tentu saja tidak , eonni , apa yang kau bicarakan ?”  sanggah gadis itu

“baiklah, baiklah, aku akan bilang pada Jongin untuk tidak usah kembali saja ke cafe,” goda Hyemi lagi

Kali ini ucapan Hyemi membuat gadis itu berbalik menghadap Hyemi,

eonni, kau tahu Jongin oppa ada dimana sekarang ?”  tanya gadis itu bersemangat

aku bertemu dengannya saat dia akan pergi”

“lalu , apa yang Jongin oppa katakan eonni ?”

“rahasia” jawab Hyemi singkat

“eonni, ayo cepat katakan , ayolah eonni, “rengek Jae Shin

“untuk apa aku mengatakannya padamu ? toh kau tak merindukannya”

“baiklah eonni, aku merindukannya , aku mengaku sekarang “  kali ini gadis itu berucap lirih sambil menundukkan kepalanya

“woa, aku benar kan , kau sudah jatuh cinta padanya sekarang “  wanita itu menggoda Jae Shin lagi

“eonni,sekarang ceritakan padaku, apa yang Jongin oppa katakan ?

Gadis bermarga Shim itu bukannya menjawab pertanyaan Jae Shin, justru ia berdiri dari ranjang Jae Shin

aku tak tahu”  jawab Hyemi sambil berlari keluar meninggalkan Jae Shin

eonniiii…..” teriakan Jae Shin menggema diseluruh penjuru kamar

 

-LCOLT-

Jae Shin Pov

Mungkin benar apa kata Hyemi eonni , apakah aku sudah jatuh cinta sekarang ?

Ketika aku memikirkan Jongin oppa, aku selalu mengatakan pada hatiku ‘tidak’ , tapi tetap saja ada bayangan Jongin oppa disana . apa mungkin Jongin oppa melihatku  dengan Jin Young oppa malam itu ?

Sebaiknya aku pergi ke cafe dan  bertanya pada Chanyeol oppa saja , mungkin Chanyeol oppa tahu sesuatu tentang ini.

oppa, Jongin oppa tidak datang ke cafe hari ini ?  setelah sampai di cafe , aku segera mencari Chanyeol oppa dan menanyakan maksud kedatanganku padanya

tidak, kemarin dia melelfonku, dia bilang , mungkin dia akan libur untuk beberapa hari, ada sesuatu dirumah yang harus ia kerjakan, “  jawab Chanyeol oppa

dia hanya mengatakan itu oppa ?”

“iya, memangnya ada apa ? kau kesini hanya untuk mencari Jongin ?”  tanya Chanyeol oppa mengintrogasi

“aku hanya khawatir padanya, beeberapa hari ini, Jongin oppa tak menghubungiku”

“Jae Shin ah, aku penasaran akan sesuatu,”

“apa oppa ? “

“pada saat malam ulang tahunmu, kau tidak bertemu dengan Jongin sebelumnya ?”  tanya Chanyeol oppa lagi ,

“tidak oppa, memangnya ada apa ?”

“ah bukan apa apa, aku hanya penasaran , malam itu dia terlihat sedih sekali, padahal bertahun tahun aku mengenal Jongin, dia tak pernah ssedih itu “  jelas Chanyeol oppa

Aku terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan Chanyeol oppa,

Jae Shin , asal kau tahu, Jongin benar benar menyukaimu, aku sudah mengenalnya bertahun tahun, aku tahu, apakah dia benar benar menyukai wanita atau tidak”

Aku tak bisa menjawab perkataan Chanyeol oppa, aku baru sadar, aku terlalu jahat padanya, Jongin oppa selalu ada untukku, tapi apa yang aku lakukan padanya ?

Aku segera berpamitan untuk pulang pada Chanyeol oppa, sampai dirumah pun , aku masih merenungi apa yang aku lakukan pada Jongin oppa selama ini  

Aku tak bisa tidur lagi malam ini , masih sama , aku memikirkan Jongin oppa . aku menyalakan radio usang dikamarku yang sudah lama sekali tak kunyalakaan , ketika aku menyalakannya , tak kusangka , ternyata radio itu masih berbunyi.

“baiklah , masih bersama dengan penyiar cantik nan menawan yang tidak ada duanya, Choi In Ha, malam hari ini, kita akan membahas  tentang harapan , harapan apapun di bulan awal tahun ini, bagi yang ingin mengucapkan harapannya, atau pengakuan cinta nya , silahkan hubungi kami di +82664798xxx, “  ucap sang penyiar radio yang ku putar, aku pun iseng mengambil ponselku dan segera mencatat nomor ponsel yang telah penyiar radio itu sebutkan

“tak mungkin kan , kalau Jongin oppa akan mendengarkan radio malam ini ?” 

Setelah satu lagu diputar, aku segera menelpon nomor itu,

halo , selamat malam , ini dengan siapa dan dimana ?”  sapa penyiar radio itu ramah

bolehkah aku tidak menyebutkan nama asliku ? kau bisa memanggiku gadis bertudung merah”

“omo, para pendengar, sepertinya kita mendapat panggilan yang unik malam ini, jadi harapan apa yang ingin gadis bertudung merah ucapkan ?”  tanya penyiar itu lagi

“aku berharap ditahun ini, semua orang yang aku sayangi dan menyayangiku selalu sehat dan selalu bahagia, terutama kedua kakakku yang paling aku sayangi”

“hanya itu ? “

“masih ada lagi , aku ingin mengatakan sesuatu pada seseorang “

“woa, kepada namja atau yeoja ?”

“namja”

“omo , para pendengar , apakah ini pernyataan cinta ? siapakah laki laki yang beruntung itu , adakah inisial atau nama panggilannya ?,

“dia menyebut dirinya sebaagai serigala yang baik hati “  jawabku lagi

“woa, serigala yang baik hati ? jadi gadis bertudung merah, apa yang akan kau katakan pada serigala itu ?”

“aku telah banyak menyakiti hatinya, dan aku sangat menyesali hal itu dan aku ingin memberinya satu kesampatan lagi untuk menyukaiku, kalau dia mau, karena aku akan melakukan hal yang sama kepadanya mulai dari sekarang “

“  wah , aku benar benar tersentuh mendengarnya, jadi untuk serigala yang beruntung di sana , aku harap malam ini dia mendengarkan pengakuan cinta si gadis bertudung merah dan mencintainya lagi , hmm, baiklah , si gadis bertudung merah , aku harap dia segera datang padamu dan mengungkapkan cintanya juga, dan juga terima kasih sudah menelpon”  ucap prnyiar itu

Aku segera menutup teleponku, tak mungkin kan , kalau Jongin oppa akan mendengarnya ?

Aku berjalan menuju balkon untuk mencari udara segar, kupikir aku tidak akan bisa tidur lagi malam ini

-LCOLT-

Author POV

Lelaki itu hanya terduduk di kamarnya, dia memikirkan Jae Shin lagi, apa kabarnya , dan apa yang dilakukan gadis itu,

Siapa yang menyangka , ternyata lelaki itu juga sedang mendengarkan radio dengan stasiun yang sama yang ditelepon Jae Shin

“baiklah , masih bersama dengan penyiar cantik nan menawan yang tidak ada duanya, Choi In Ha, malam hari ini, kita akan membahas  tentang harapan , harapan apapun di bulan awal tahun ini, bagi yang ingin mengucapkan harapannya, atau pengakuan cinta nya , silahkan hubungi kami di +82664798xxx,

“Konyol sekali , siapa yang masih akan mengucapkan pengakuan cintanya diradio seperti ini ?”

gumam Jongin, ketika lelaki itu berdiri hendak mengganti stasiun radio dihadapannya, dia seperti mendengar suara seorang gadis yang tak asing lagi ditelinganya.

halo , selamat malam , ini dengan siapa dan dimana ?”

bolehkah aku tidak menyebutkan nama asliku ? kau bisa memanggiku gadis bertudung merah”

“omo, para pendengar, sepertinya kita mendapat panggilan yang unik malam ini, jadi harapan apa yang ingin gadis bertudung merah ucapkan ?”

“aku berharap ditahun ini, semua orang yang aku sayangi dan menyayangiku selalu sehat dan selalu bahagia, terutama kedua kakakku yang paling aku sayangi”

“hanya itu ? “

“masih ada lagi , aku ingin mengatakan sesuatu pada seseorang “

“woa, kepada namja atau yeoja ?”

“namja”

“omo , para pendengar , apakah ini pernyataan cinta ? siapakah laki laki yang beruntung itu , adakah inisial atau nama panggilannya ?,

“dia menyebut dirinya sebaagai serigala yang baik hati “

“woa, serigala yang baik hati ? jadi gadis bertudung merah, apa yang akan kau katakan pada serigala itu ?”

“aku telah banyak menyakiti hatinya, dan aku sangat menyesali hal itu dan aku ingin memberinya satu kesampatan lagi untuk menyukaiku, kalau dia mau, karena aku akan melakukan hal yang sama kepadanya mulai dari sekarang “

“  wah , aku benar benar tersentuh mendengarnya, jadi untuk serigala yang beruntung di sana , aku harap malam ini dia mendengarkan pengakuan cinta si gadis bertudung merah dan mencintainya lagi , hmm, baiklah , si gadis bertudung merah , aku harap dia segera datang padamu dan mengungkapkan cintanya juga, dan juga terima kasih sudah menelpon

Laki laki itu masih mendengarkan percakapan si penelpon dan penyiar dengan seksama

aku yakin , ini suara Jae Shin, dan juga Gadis bertudung merah ? gadis itu selalu bilang kalau dia ingin menjadi gadis bertudung merah, eh ? serigala yang baik hati ? bukankah itu aku ?”  gumam Jongin

Lelaki itu segera keluar dan mengambil kunci mobilnya dengan senyuman menghiasi wajahnya,

aku sudah bilang kan, siapa yang bisa tidak terpikat dengan pesona Kim Jongin ? Jae Shin ah, tunggu aku”

-LCOLT-

sampai di rumah Jae Shin, lelaki itu segera memencet bel berharap seseorang akan segere membukaya.

 “omo, Jongin ah , apa yang kau lakukan malaam malam begini ? Joonmyeon baru saja tidur”  tanya Hyemi yang membukakan pintu untuknya

noona , aku tak mencari Joonmyeon Hyung, aku mencari Jae Shin , apakah dia sudah tidur ?”

sepertinya belum, kau tahu, dia seperti orang gila beberapa hari ini, kenapa kau tak menghubunginya ?”  tanya Hyemi lagi

benarkah noona ?”

kau naiklah kekamarnya , sepertinya dia belum tidur” 

tidak apa apakah noona ? ”  tanya Jongin memastikan

tak apa , cepat naiklah”  titah Hyemi , wanita itu sudah sangat percaya pada Jongin , dia yakin , lelaki itu tak kan berbuat macam macam

sampai di kamar Jae Shin, Jongin segera membuka pintunya dan tak menemukan siapapun disana , setelah ia berjalan kedalam, ia melihat seorang gadis yang duduk di sisi balkon, gadis itu benar benar tak menyadari ada seseorang yang memasuki kamarnya, ketika lelaki itu melangkahkan kakinya beberapa langkah , ia terhenti mendengar gadis di hadapannya bergumam,

Jongin oppa , Jongin oppa, Jongin oppa , mana ? oppa tak datang padaku setelah aku memanggil namamu tiga kali “

 lelaki itu hanya menutup mulutnya menahan tawa ,

bagaimana aku bisa datang bodoh , kau memanggil dengan bibirmu, bukan dengan hatimu ”  kali ini , lelaki itu menjawabnya

benar kan aku sudah gila sekarang , bahkan aku berhalusinasi mendengar suara Jongin oppa ”  gumam gadis itu masih tak menyadari seseorang yang difikirkannya kini ada tepat dibelakangnya

jae Shin ah, berbaliklah, aku benar benar datang ”  ucap Jongin

eomma , otoke , aku benar benar sudah gila sekarang”

lelaki itu akhirnya berjalan mendekati Jae Shin,

lihat kan , aku benar benar datang ”  lelaki itu mendongakkan kepalanya tepat dihadapan Jae Shin

oh , oppa, apa yang kau lakukan disini ? oppa , kau tak mendengar aku kan tadi ?” ucap gadis itu gugup

tentu saja dengar, memangnya aku tuli ?” 

gadis itu menunduk sekarang , tak berani mengangkat wajahnya yang mungkin sudah semerah tomat karena malu.

kenapa tidak mengucapkan langsung padaku ? bagaimana kalau aku tak mendengarkan radio malam ini , mungkin aku tidak akan kembali lagi padamu ”  ucap Jongin

jadi oppa mendengarnya ? otokae , aku malu sekali oppa, ” 

aku ingin mendengarnya lagi sekarang , cepat katakan kalau kau menyukaiku” tanggap Jongin

“aku malu oppa, ” 

“aku akan berbalik , dan cepat katakan , aku tak akan melihatmu ” 

“benar ya , jangan berbalik”

gadis itu segera menutup mata , berharap Jongin tidak akan melihatnya, tapi laki laki itu masih berdirri dengan posisi yang sama , menghadap Jae Shin

oppa, saranghe ,”

aku tak dengar, cepat katakan lagi”

oppa saranghe ” gadis itu masih menutup mata , ddan setelah membuka matanya, betapa terkejutnya Jae Shin melihat Jongin yang sedang menatap lurus matanya.

tuhan, aku benar benar malu sekarang”  gumam gadis itu, sambil berjalan hendak meninggalkan Jongin

ketika gadis itu mulai melangkah, Jongin segera memegang pergelangan tangannya dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.

na do saranghe”  ucap Jongin pelan , yang terdengar merdu ditelinga Jae Shin

rasanya gadis itu tak mau mengakhiri pelukan ini, tanpa siapapun yang melihat, hanya rembulan yang menatap iri kearah mereka berdua

to be continue…

-LCOLT-

Ehmm, jadi gini, aduh gimana ya ? ikma jadi merasa bersalah ,ngepost nya kelamaan ya ? pasti nya iya ya 😀 , buat postingan kali ini, ikma bikin dua chapter sekaligus jadi satu biar gak ribet , ntar juga gak tahu kapan bisa ngepost lagi , hehe *peace* J

Jadi gini, ikma nyadar banget sih ini ff ga jelas BeGeTe,feel nya gak dapet , atau mungkin apalah, tapi yah, bikin ff tuh lumayan susah juga sih, Cuma modal bisa berimajinasi doang kagak cukup, setidaknya itulah yang ikma rasakan selama ini, entah author yang lain juga merasakan hal yang sama (?) atau enggak . kalo mau maen protek ptrotek an, ikma sebenernya gk begitu suka, ntar juga minta and ngasih pw nya susah bin ribet, so , buat para readers yang mash setia mantengin LCOLT, ikma ucapin makasi yang sebesar besarnya,  apalah daya seorang author amatir yang kurang pengalaman dalam menulis fiksi, tak dapat menuntut apapun dari sebuah karya yang bahkan tak layak muat *duh, kambuh alaynya*

Ye udahlah, segitu doang kali ye cuap cuapnye, rencana nya ikma mau hiatus sih smentara *kalo jadi, semoga aja nggak*, sekali lagi, gumawo yang sudah sudi (?) membaca dan berkomentar, dan juga untuk tidak menjadi silent readers ,

Pai pai , see ya !! ❤

With love , ikma ,<3

12 responses to “

  1. akhirnya d post jg ini ff lama bgt nunggunya thor
    aaah jong in semakin sosweet aja
    akhirnya jaesin mau mbalas perasaan jong in d tunggu next chapnya jangan lama2 ngepostnya penasaran nih

  2. akhir nya ni ff di post jg… knpa jongin gak ngabarin jaeshin, kan kasian T.T
    jaeshin yg bilang saranghae, tapi knpa aku yg deg degan/?
    next thor, di tunggu chaptee slanjut nya,, jgn lama lama yaaa

  3. huwahhh… keren nich ..
    udah d buat cpet jongin nikah sm jaeshin aj… udah gemes…
    next chapter d tunggu y…

  4. Yehey, Jae Shin sudah menyadarinya 🙂 Tapi, Jin Ae nya nih kemana. Khawatirnya dia keluar tiba2 jadi biang kerok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s