7 Step to Make Your Crush Fall in Love with You – 1 of 2

7-step-to-make-your-crush-fall-in-love-with-you-bener_ad

A Storyline Present By:

Blackorchid28

.

7 Step to Make Your Crush Fall in Love with You.

.

Main Cast:

OC’s Kwon Na Ra

EXO’s Oh Se Hun

iKON’s Kim Jin Hwan

 .

Support Cast:

OC’s Lee Yeon Ji, BTS’s Jung Hoseok

Genre: School-life, Romance, Comedy.

Rating: T 15+ | Duration: Twoshoot.

Disclaimer : OC dan Alur milik author, Cast yang lain milik emak dan agencynya masing masing. Tolong hargain author, no siders no plagiarism. Happy Reading ^-^

Artposter by Americadoo @ Poster Channel

.

Author POV

Seorang gadis dengan seragam sekolah menengah atas itu tengah berlari menyusuri jalanan ibu kota yang sangat ramai. Sesekali ia melirik arlojinya, menunjukan pukul 8 kurang 13 menit. Ia masih mempunyai waktu 13 menit lagi untuk mencapai sekolah.

Jika saja bukan karena tertinggal busnya, dia tidak akan susah susah berlari seperti ini.

Ia tambah bersemangat ketika pintu gerbang sudah ada didepan matanya, terlihat satpam sekolah hendak menutut gerbang. Dengan cepat gadis itu berteriak, “AWAS!! BUKA PINTUNYAA!!”

Tidak mau ambil resiko gerbang setinggi 2 setengah meter itu roboh, sang satpam langsung membukakan pintu untuk gadis itu. Ia hanya menggeleng geleng melihat tingkah yang selalu gadis berambut panjang itu lakukan hampir setiap pagi.

Tanpa memperdulikan beberapa pasang mata yang menatapnya, dia terus saja berlari sampai didepan kelasnya. Ia mengintip dari luar, ternyata sudah ada guru didalam sana.

Daripada kena marah, mending dia bolos 1 mata pelajaran, fikirnya. Baru ia hendak berbalik, seseorang dibelakangnya membuatnya sedikit melompat karena terkejut. “eomma! Ssaem!!”rengeknya sambil mengelus dadanya.

“kenapa kau masih diluar sedangkan jam sudah dimulai, Kwon haksaeng?”

Gadis itu melongo, mencoba mencari alasan yang bagus tanpa memasukan kata ‘terlambat’. Belum dia berbicara, guru lelaki setengah baya itu sudah menjewernya, menyeretnya agar memasuki kelas.

Saat mereka masuk, semua mata tertuju pada mereka berdua terutama gadis itu.

“jangan menyulitkan Jung ssaem, jika bayinya keguguran kau pasti akan game over.”bisik Lee ssaem-guru yang menjewernya pelan.

“cepat duduk.”titah Jung ssaem, gadis itu langsung menurut kemudian berlari kebangkunya.

Setelah duduk, gadis bername tag Kwon Na Ra itu menatap Lee ssaem dan Jung ssaem secara bergantian. Dari pandangannya terlihat mereka sedang saling melempar senyum, dan itu membuatnya sedikit jijik. “Heol, apa ini drama?”

Sebuah pesawat terbang mendarat dimejanya yang membuatnya mengalihkan perhatian sepenuhnya pada meja berwarna coklat terang itu. Dia membuka pesawat kertas itu, terdapat tulisan disana.

Kau terlambat lagi? Kau tahu, Jung ssaem tadi bilang akan memberikan nilaimu 0 dirapor jika kau tetap tidak mau mengerjakan tugas darinya.

Na Ra tahu betul siapa pemilik tulisan ini, ia mengambil penanya kemudian menuliskan sederetan huruf hangul yang membentuk serangkaian kata kata untuk membalas surat dari lelaki yang duduknya berada dikelompok 2 barisan ke-3 sedangkan dia dikelompok 1 barisan ke-4.

Dia menerbangkan pesawat kertas itu, dengan hati-hati lelaki berhidung mancung itu meraihnya.

Heol, benarkah? Lihatlah kedepan, kufikir Lee ssaem menyukai Jung ssaem. Ini benar benar seperti drama. Aku tidak merestui mereka, menurutku si nenek sihir tidak pantas dengan siluman kuda. Jika mereka memiliki anak, sama saja mereka memperburuk keturunannya.

Sekilas lelaki itu terkikik geli kemudian kembali membalas surat dari Na Ra.

Yya, apa kau sebenci itu pada Jung ssaem dan Lee ssaem?

Ia kembali menerbangkan pesawat kertasnya, menunggu agak lama akhirnya Na Ra kembali melempar pesawat kertas itu pada lelaki itu.

Tapi bukannya mendarat dimeja temannya, pesawat itu malah mendarat dimeja Jung ssaem. Na Ra maupun lelaki itu saling bertatapan ketika Jung ssaem mulai membuka pesawat kertas itu.

Ia mebacanya kemudian langsung menatap mereka berdua, “KWON NA RA, KIM JIN HWAN! KELUAR!!”

Tentu saja, Jung ssaem benar benar menyeramkan. aku jadi kasian pada anaknya, bagaimana nantinya bentuk wajahnya. pasti jelek sekali.

***

Jin Hwan maupun Na Ra bukannya menyesali perbuatan mereka, malah mereka sibuk menikmati camilan yang baru saja dibeli. Ruangan kantin penuh dengan tawa besar yang berasal dari masing masing mulut mereka.

“hahahh, kau liat tadi mukanya? Jelek sekali, aku jadi kasian pada baby yang dia kandung hahahahhah.”ucap Na Ra sambil memegangi perutnya yang sedaritadi terkocok karena tertawa.

Jin Hwan mengelap sudut matanya yang mengeluarkan air, “hahhh hentikan, rasanya aku seperti ingin menangis sekarang. Kau benar benar hebat, Na Ra.”

“tentu saj-aaa. Sepertinya aku harus ke kamar mandi. Kantong kemihku benar benar penuh karena tertawa.”

“pergilah, jangan lama-lama.”

Na Ra mengangguk setuju, dengan cepat ia berlari menuju toilet wanita yang jaraknya lumayan jauh dari kantin. Masih sambil memegangi daerah tarangnya, ia memasuki kamar mandi wanita kemudian masuk kedalam salah satu bilik untuk mengeluarkan cairan yang sedaritadi ia tahan.

“ahh leganya.”

Setelah selsai, dia keluar dari kamar mandi untuk kembali ke kantin. Niatannya ia batalkan ketika sebuah suara tertangkap indra pendengarannya. suara itu terdengar tidak jauh dari jaraknya berada, buru buru dia menyembunyikan dirinya diruang loker pria yang menurutnya tepat untuk tempatnya bersembunyi.

“kau yakin akan pindah kesini? Aku bisa mengirimu ke tempat lain yang lebih baik.”

“harap jangan, aku tidak ingin hanya karena sekolah aku menghabiskan uangmu.”

Na Ra mengerinyitkan dahinya, dia menyembulkan kepalanya dibalik pintu dan mendapati kepala sekolahnya tengah berbincang pada lelaki muda yang tengah membelakanginya saat ini.

“siapa dia?”gumam Na Ra pelan sambil menatap lelaki berambut coklat yang tengah membelakanginya itu.

***

Na Ra kembali ke kelasnya, disana terlihat Jin Hwan tengah duduk sambil memasang wajah kesalnya. “yya, kau kemana saja?”

Na Ra mengangkat bahunya tak peduli kemudian duduk ditempatnya. “kau kenapa?”

“entahlah, ada hal yang mengganggu  fikiranku sekarang.”jawab Na Ra. Fikirannya kembali mengingat saat dimana ia menatap lelaki yang membelakanginya itu.

Entah kenapa dia penasaran, siapa lelaki yang berbincang dengan kepala sekolah tadi. “apa itu?”tanya Jin Hwan penasaran.

Na Ra hanya mengangkat kedua bahunya kemudian meletakan kepalanya diatas meja, “ah molla. Diamlah aku ingin tidur sebentar.”

***

Na Ra POV

Procedure Text…

Oh god, bisa tidak materi itu dimusnahkan dari muka bumi? Apa yang harus kutampilkan untuk nilai speaking yang sangat kuperlukan untuk melengkapi nilai b.inggrisku.

Kemarin saat pelajaran b.inggris, Jung songsaeng memberi tugas presentasi tentang procedure text, dan itu membuatku benar benar sebal.

Kalian tahu, jika aku memiliki 1 permintaan yang akan dikabulkan aku ingin pelajaran b.inggris musnah dimuka bumi.

“Kim Na Ra!”

“Eomma!!”aku sangat terkejut ketika wajah Lee songsaeng sudah ada didepan wajahku. Masih mending jika wajahnya tampan, wajahnya benar benar seperti kuda. Ewh. Dasar lelaki tua tak tahu diri.

“apa yang sedang kau fikirkan, ms. Kim?”

“berharap bahwa wajahmu enyah sekarang juga dari muka bumi.”

“apa kau bilang?!”

Dapat kudengar seluruh siswa maupun siswi sibuk cekikikan sementara aku yang baru sadar hanya memasang cengiran lebarku. Sial, bisa bisanya aku keceplosan. “ah tidak tidak, aku hanya berfikir.. kenapa wajahmu sangat tampan songsaeng. Heheh.”

Dengan sok imut aku menaikan kedua alisku, lelaki itu hanya menggeleng kemudian memukul kepalaku dengan rotan yang selalu ia bawa kemana mana. Seketika cengiranku memudar menjadi sebuah tampang yang benar benar ingin dihajar.

Aku mengakuinya, sungguh.

“lebih baik kau hemat energimu untuk memikirkan hal yang tidak penting di otak kecilmu itu.”

Aku hanya menganga tak percaya sambil membuang nafasku lewat mulutku, membentuk sebuah gumpalan asap yang tidak terlalu tebal setelah kepergian si tua Bangka itu dari tempatku duduk.

Satu lagi hal yang paling kubenci, guru Lee, si tua Bangka yang wajahnya mirip kuda. Oh god, bisa bisanya dia jadi wali kelasku.

“maaf membuatmu berdiri lama, silahkan perkenalkan dirimu.”

aku terkejut ketika menyadari ternyata ada seorang murid baru disini. Kesan pertama yang kulihat darinya, seorang murid lelaki, tinggi, berambut coklat, dan..tampan.

Ugh, apa yang kau fikirkan Kim Na Ra? Hey, ada apa dengan jantungmu?!

Sepertinya aku harus menarik kata kataku yang jika aku memiliki 1 permintaan aku berharap pelajaran b.inggris musnah. Kali ini aku benar benar berharap, lelaki itu jodohku. Gila? MEMANG!

“namaku Oh Se Hun, aku pindahan dari Inggris, harap bantuannya.”

Demi kulit kerang ajaib spongbob, apa dia benar benar pindahan dari Inggris?!! Jangan bilang dia kloningan Pangeran William?!! Jika iya maka aku klongingan Kate Middleto!.

“coba kita lihat dimana bangku koso-, ah disana! Didepan Kim Na Ra.”

JACKPOT!!! DIA DUDUK DIDEPANKU. Sepertinya dewi fortune sedang memihak padaku kali ini. Tapi ada yang aneh, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana?

Dengan antusias aku menegakan bahuku begitu melihat ia berjalan kearah bangku didepanku.

“baiklah, jam pertama sudah dimulai. Silahkan ganti dengan baju olahraga kalian, aku akan menunggu diruang renang.”titah Lee Songsaeng sebelum akhirnya ia keluar kelas.

Akhirnya, siluman kuda itu pergi.

Tak lama setelah itu, para siswi dikelasku mulai mengerumuni Se Hun.

“kau sangat tampan.”

“apa kau sudah memiliki pacar?”

“boleh kuminta nomor ponselmu?”

Semua pertanyaan itu hanya dijawab dengan sebuah senyuman manis yang mampu meluluhkan hati wanita manapun.

Bukan itu masalahnya, yang satu satunya jadi masalah disini adalah para siswi genit yang tak tahu diri itu membuatku terjepit hanya untuk bisa melihat wajah Oh Se Hun.

Ah sial. Sepertinya dewi fortune mempermainkanku lagi.

***

“oke semua siap ditempat, lakukan pemanasan terlebih dahulu. Kim Na Ra, pimpin.”

Aku mendecak kesal, dengan tidak niat aku berjalan kebarisan paling depan kemudian mulai mencontohkan gerakan gerakan pemanasan.

Tak perlu lama, 5 menit sudah sangat cukup.

Pertama yang mengambil nilai adalah anak laki-laki, kami anak perempuan harus menunggu semua anak laki-laki selsai mengambil nilai.

Pandanganku tertuju pada Se Hun yang tengah bertelanjang dada, ini benar benar suatu keberuntungan. Kini gilirannya yang disambut beberapa teriakan histeris para gadis. Ck, benar benar berisik.

Bunyi pluit Lee Songsaeng berbunyi, Se Hun serta beberapa murid lainnya mulai memasuki air kemudian berenang secepat mungkin.

Terdengar suara suara menyoraki Se Hun, memberi semangat agar lelaki itu menjadi siswa tercepat yang sampai digaris finish.

“YEEEEE.”teriak para siswi saat melihat Se Hun yang pertama tiba digaris finish. Lelaki itu bangkit dari air lalu mengambil handuk berwarna putih seputih kulitnya. Ia mengeringkan rambutnya yang membuatnya sangat… sexy.

Jantungku kembali berdetak tidak normal, kurasa aku harus meminta tuhan untuk membuat jantungku keram sekarang.

Sekarang giliran anak perempuan. Dengan hati hati aku berjalan mendekati kolam, betapa terkejutnya aku ketika melihat Se Hun berjalan kearahku.

Bukk..“aww.”

Kuelus bokong malangku yang harus rela mencium lantai yang basah. Sial, benar benar hari yang sial.

“apa kau baik baik saja?”

Kutatap Se Hun yang tengah mengulurkan tangannya kearahku, sesaat aku merasa wanita yang paling beruntung didunia ini. Segera aku menerima uluran tangannya, senyum sumringah tidak bisa kusembunyikan dari wajahku, “goma-”

“AWWW.”ucapanku terhenti ketika mendengar suara yang cukup memekakan telinga terdengar dari arah belakangku.

Se Hun segera menghampiri gadis yang terjatuh itu, “kau baik baik saja?”

Uh sial, aku terlalu percaya diri. Dan saat itu juga, Jin Hwan diujung sana sibuk cekikikan menertawaiku. Aku berdelik kesal kemudian pergi saat itu juga.

***

Hari minggu, hari yang dinantikan seluruh murid. Terkecuali aku, aku sibuk mencari diinternet untuk menyelsaikan tugas Procedure Text-ku.

Huhh, diinternet benar benar tidak ada yang bagus!

Kuputuskan untuk pergi ke toko buku. Mungkin saja ada.

Betapa terkejutnya aku ketika melihat Se Hun tak jauh dari tempatku sekarang. Mimpi apa aku semalam bertemu dengan malaikat tampan yang sangat gagah.

Dia berbalik, oh tidak, dia tidak boleh melihatku disini. Kuambil asal buku untuk menutupi bagian wajahku. Kuharap dia tidak menyadari keberadaanku.

“kau?”

Sial. Dia tahu.

Perlahan aku menurunkan buku berwarna pink itu dari wajahku lalu menampilkan cengiran lebarku, “eh kau, kebetulan sekali bertemu. Apa yang sedang kau cari?”tanyaku basa basi.

“aku sedang mencari resep makanan untuk tugas b.inggris, bagaimana denganmu?”

“eh? A-aku, aku juga sedang mencari materi, iya heheh.”

Sejenak Se Hun melirik kearah buku yang kupegang, dia tertawa kecil yang membuat jantungku semakin cepat berdetak. “sepertinya kau sudah menemukannya, 7 Step to Make Your Crush Fall in Love with You?

“benarkah?”kulirik sampul halaman buku yang tengah kupegang, Se Hun menaikan sebelah alisnya, “err apa maksud dari kata ‘benarkah’?

“ahh tidak, maksudku.. tentu saja! aku sudah menemukannya, heheheh. Bagaimana denganmu?”

“kurasa aku menemukannya disini.” Se Hun mendekatkan badannya kearahku untuk meraih buku dirak yang letaknya tepat belakangku. Sesaat rasa percaya diri itu muncul, ayolah kenapa aku jadi salah tingkah gini.

Aku hanya bisa menyembunyikan kegugupanku ketika Se Hun tersenyum kearahku. Kuharap dia tidak menyadari bahwa aku menyukainya.

***

Aku duduk diatas kasurku. Kuraih buku dengan sampul berwarna pink itu diatas meja, sesaat kemudian sebelum akhirnya aku memeluk buku ini erat.

2 hal yang membuatku seperti orang yang benar benar beruntung. Pertama, aku menemukan bahan untuk nilai speaking, dan yang kedua, aku bertemu dengan si tampan dari surga.

Rasanya bumi benar benar berhenti berputar dari porosnya sekarang.

Gila, aku benar benar hampir gila hanya untuk memikirkannya. Dengan perasaan senang kubaca isi buku itu dan mulai memahami setiap katanya.

Well, ini tidak terlalu buruk. Mungkin ini bisa aku praktekan nantinya.

Ddrrtt..ddrrtttt..

Aku meraih ponselku, ada sebuah panggilan masuk dari Jin Hwan. Aku langsung mengangkatnya, “hmm, wae?”

“kau sudah mengerjakan tugas Bahasa inggris?”tanya Jin Hwan dari sebrang sana.

Aku melirik buku yang tadi kubeli,“tentu saja sudah, wae?”

“kurasa besok aku harus membawa penutup telinga karena Jung songsaeng pasti akan mengomeliku.”

Aku menyipitkan mataku, “jangan bilang, kau belum mengerjakannya?”

“yahh, kau sangat tau bagaimana aku.”

Aku mendecak malas, “heol, kau benar benar..yoboseo? yya Kim Jin Hwan! Yya.”baru aku ingin menyemprotkan sumpah seraph yang sudah kusiapkan untuk Jin Hwan, lelaki itu langsung memutus telfonnya. Tak lama ponselku kembali bergetar tanda ada sebuah pesan singkat.

From : Jin Hwan

Jika aku tidak memutuskan telfonnya pasti kau akan mengomeliku 3 hari 3 malam non stop, aku sedang menghemat pulsa kau tahu heheh. Sudah ya, nanti kita sambung lagi. Jalja~

***

Pernyataan yang membuatku sangat membenci hari ini, guru b.inggris tidak masuk karena cuti melahirkan.

Hell, persetanan dengan ulangan speaking yang tidak jadi dilaksanakan hari ini yang sangat membuatku kesal setengah mati.

Aku benar benar sudah belajar capek-capek, tapi apa yang kudapat?

Aku meletakan kepalaku diatas meja setelah mendengar berita bahwa guru b.inggrisku cuti melahirkan. Well, sebenarnya ini berita bagus untuk beberapa murid yang belum mempersiapkannya termaksud si pemalas Kim Jin Hwan, tapi tidak untukku!

Karena guru b.inggrisku tidak masuk, kelas menjadi sangat gaduh karena jam kosong. Haft benar benar bosan, apa yang harus kulakukan?

Pandanganku tiba tiba mengarah kearah Se Hun, dan entah kenapa fikiranku kembali pada buku yang tadi malam kubaca, 7 Step to Make Your Crush Fall in Love with You.

Setidaknya kita harus melakukan percobaan dulu, bukan?

Step 1 : Get Noticed.

Tunggu, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan perhatiannya?

Sepintas ide muncul dibenakku, aku harus mencobanya. Anggap saja sebelum kau bereksperimen, kau harus mencobanya terlebih dahulu pada sesuatu bukan?

Dengan hati-hati aku berdiri, niatan menghampirinya benar benar gagal ketika salah satu temanku menyenggol bokongku yang membuatku mau tidak mau membuat pinggangku terpentok meja.

Dan…rasanya sakit.

“YAAA IDIOTTT, APA KAU TIDAK PUNYA MATA? DASAR BYUNTAE. KAU SUDAH BOSAN HIDUP YA? MAU BERTENGKAR DENGANKU? KAU BERANI, HAHH? DASAR TAK TAHU DIRI, APA INI SAKIT? HAHHH? MAU TAMBAH LAGI? RASAKAN INI!”

Dengan brutal-nya aku memukuli lelaki yang menyenggol bokongku tadi, tidak peduli pada beberapa siswa dan siswi yang mulai menyoraki kami, beberapa diantaranya hanya geleng geleng kepala, termaksud Se Hun.

Benar benar menyebalkan.

!@#$%^&*()(*&^%$#@!@#$%^&*(*&^%$#@!@#$%^&*(*&^%$#@!@#$%^

.

“yya, apa kau perlu memukul Hoseok sampai dia begitu?”ucap salah satu temanku, Yeon Ji, sambil menunjuk Hoseok– lelaki yang menyenggol bokongku– nanar.

Bagaimana tidak, kuakui mungkin aku memang kelewatan. Melihat penampilan lelaki itu benar benar membuatku iba.

Bajunya compang camping, terdapat beberapa luka lebam diwajahnya, hidungnya yang mengeluarkan darah, serta rambutnya yang acak acakan.

Sadis? Mungkin saja iya.

Tapi aku benar benar tidak peduli, tentu saja aku harus membalasnya, lihat, aku gagal menjalankan langkah pertama, huft.

Ditambah pasti Se Hun mengecapku sebagai gadis kasar. Mungkin dia akan sedikit menjauh dariku karena yang kutahu Hoseok adalah teman dekat Se Hun.

“kau benar benar kejam.”bisik Yeon Ji.

Aku benar benar tidak peduli apa yang Yeon Ji katakana padaku, kulirik Se Hun yang tengah duduk ditempatnya sambil memakai headphone putihnya, pandangannya terfokus pada buku tebal yang berada ditangannya saat ini.

Oh Se Hun, kenapa kau membuatku hampir gila hanya untuk memikirkanmu??

***

Kubaringkan tubuhku dikasurku, benar benar hari yang menyebalkan. Kenapa akhir-akhir ini aku selalu sial, huft.

Kembali kulirik buku berwarna pink yang berada diatas meja itu. kuraih buku itu kemudian mulai membaca.

Step 2 : Be Sexy and look good.

Apa apaan ini, gila, benar benar gila. Jangan fikir aku akan melakukan ini, Oh Se Hun. Sudah cukup sampai sini. Keut.

…..

Aku berjalan disepanjang koridor sekolah, beberapa orang mulai meliriku dengan wajah ternganga, beberapa laki-laki mulai bersiul genit kearahku.

Bodoh,pada akhirnya aku melakukannya juga.

Untuk yang pertama kalinya aku datang kesekolah dengan menggunakan ankle boots berukuran 15 cm. Aku juga mengubah warna rambutku menjadi hitam, tepatnya aku menggunakan wig dengan model rambut bergelombang. Untuk lebih maksimal aku menggunakan make up serta memotong rokku agar lebih pendek. Kufikir rokku sekarang lebih mirip celana dalam.

Satu lagi, aku menggunakan busa dibagian payudara dan bokongku untuk membuat keduanya terlihat besar. Kuakui ini hal terbodoh yang pernah kulakukan. Tapi aku harus melakukan apapun, ya, melakukan apapun agar Se Hun menyukaiku.

Dengan penuh percaya diri aku masuk kedalam kelas, semua mata menuju kearahku, termaksud Se Hun. Dengan langkah pelan aku menghampiri tempat Se Hun duduk. Aku benar benar gugup sekarang, mata Se Hun menuju kearahku! Walaupun sepertinya aku tidak terlalu yakin dengan hal itu.

Seperti biasa, ia terlihat sedang membaca buku sambil mendengarkan musik di headphone putihnya. Aku duduk diatas mejanya sambil menatapnya centil, “annyeong. Bagaimana menurutmu? Aku baru saja dari salon, apa aku terlihat cantik? Bagaimana dengan tubuhku, hmm?”

Se Hun menatapku datar sebelum akhirnya sedetik kemudian dia melepas headphone putihnya dan membiarkannya menggantung dileher jenjangnya.

“maaf, kau bilang apa?”

Ingin rasanya aku meledak sekarang juga, jadi saat aku berbicara panjang lebar sampai bibir seksiku ini berbusa dia tidak mendengarku?

“kubilang..”aku berhenti sejenak, rasanya moodku untuk menggodanya benar benar hilang, “tidak ada, lupakan saja.”ucapku sambil berjalan menuju bangkuku.

Aku hanya bisa mendengar tawa Jin Hwan kembali menghantui telingaku, Ahhhh kenapa aku selalu sial dan kesialan itu selalu dipergoki oleh Jin Hwan?

***

Step 3 : Look Interested

When you have the chance to talk to him, look interested in his talks and pay compliments to him. Guys like to think you know what they are talking about. Common interests are must for a relationship.

Persetanan dengan buku ini, apa aku harus melakukannya juga? Berpura pura sok kenal sok dekat dengannya?

Kurasa harga diriku benar benar hancur sekarang.

“hey, apa meja ini kosong?”

“eh?”aku sedikit terkejut ketika melihat Se Hun sedang berdiri didepanku sambil membawa nampan berisi makan siangnya. Aku tersenyum kikuk, “a-ah, duduklah.”

Se Hun tersenyum tipis kemudian duduk tepat didepanku. Walaupun kantin adalah tempat umum, tapi aku benar benar merasa seperti sedang kencan dengannya.

Hey Kim Na Ra, kenapa kau jadi sok imut begini?

“kau tidak makan?”

Aku yang baru tersadar sedaritadi Se Hun memperhatikanku langsung mamasang muka cengengesanku, tunggu, memperhatikan? Oke aku tau ini terdengar menggelikan tapi ini benar benar terjadi, sepertinya Se Hun perhatian denganku, oh astaga!!

Aku memasukan sesendok penuh nasi kemulutku sambil memandangi wajahnya yang juga tengah menatapku, “err, kenapa kau hanya makan nasi?”

Aku mengikuti arah matanya menunjuk, nampanku. Nasi dimangkukku tinggal sedikit sedangkan lauknya tidak terlihat tersentuh sedikitpun.

Dan aku benar benar tampak seperti orang bodoh, didepan Oh Se Hun!

***

God, karena Oh Se Hun aku harus membeli rok baru. Aku tidak bisa menggunakannya karena celana dalamku hampir terlihat.

Yang benar saja, jikapun seseorang yang melihat celana dalamku hanya ada satu orang, Oh Se Hun. Dia akan melihatnya saat kita menikah nanti. Ohh aku tidak bisa membayangkan malam pertam..

Stop. Okey, fikiranku mulai kacau. Lebih baik aku segera bergegas menuju toko seragam. Kupilih ukuran yang cocok untukku kemudian membawanya pulang.

Saat ditengah jalan menuju rumahku, aku bertemu dengan Se Hun yang tengah membawa 2 kantong belanja yang sangat besar dan penuh.

Aku ingat, langkah keempat.

Step 4 : Be Flirty

Flirt with him. Give him signals that he interests you. Try and make maximum eye contact with him. Give him some flirty glances in between and look him in the eye if he asks what? Just say it is nothing but his eyes are beautiful.

Aku menghampirinya, “Hey Se Hun, kebetulan macam apa ini hahahahh.”

“oh, Kim Na Ra? Apa yang tengah kau lakukan malam malam begini?”

Kim Na Ra? D-dia tahu namaku!!

“ahh, aku perlu membeli sesuatu. Bagaimana denganmu?”

“eomma menyuruhku untuk membeli keperluan ulangtahun untuk pesta ulang tahun appaku lusa. Dan.. hey, kau mengganti rambutmu lagi seperti semula?”

Aku baru tersadar, warna wig dan warna rambutku berbeda. TERNYATA SE HUN BENAR BENAR MEMPERHATIKANKU!

Aku nyengir lebar, “ahh iya, kurasa itu tidak cocok untukku.”

“ahh begitukah? Lebih baik kau pulang, ini sudah sangat malam.”

“a-ah, baiklah. Aku akan pulang.”

Se Hun memandangku bingung yang masih berdiri didepannya, terlebih saat aku mengedipkan mataku berulang kali kearahnya.

“kau kelilipan?”

Aku menggeleng, masih dengan mata yang terus berkedip. “tidak.”jawabku berharap dia menanyakan kenapa aku berkedip. Ayolah Oh Se Hun, kali ini aku harus berhasil.

“oh. Baiklah, aku duluan. Sampai jumpa.”

Kutatap punggungnya yang mulai menjauh. HEOL. OH SE HUN, ORANG MACAM APA KAU IN! Kau benar benar tega, hhh.

Dengan malas aku kembali berjalan pulang.

Langkah ke-4, GAGAL.

***

Step 5 : Make a common friend
Make a friend that he is friends with also (make sure that’s a guy). He could be a way to communicate to your crush. He will also come in handy when you want to know more about your crush.

Oh tidak, satu-satunya teman yang sangat dekat dengan Se Hun hanya… Hoseok, Jung Hoseok.

Dimana harga diriku jika aku berani berbicara dengannya, aku benar benar masih kesal dengannya.

Tepat saat aku sedang merenungkan langkah kelima, tiba tiba saja dari arah yang berlawanan aku bisa lihat Jin Hwan dan Se Hun tengah berjalan sesekali tertawa yang tidak kutahu apa yang mereka tertawakan.

Aku berbalik, hendak menghindari kedua lelaki itu sebelum akhirnya kakiku benar benar membeku sekarang saat suara yang sangat tidak asing bagiku memanggil namaku. Tentu saja tidak asing, suara itu selalu menghantuiku setiap hari yang membuat jantungku benar benar ingin copot.

“Na Ra-ya.”

Na-Ra-ya. 3 kata yang membuatku membeku seketika, HANYA 3 KATA. Oh Se Hun benar benar membuatku frustasi, sampai kapan aku mau menahan ribuan kupu kupu yang mendesak ingin keluar dari perutku karena ulahmu?

Tanpa kusadari mereka berdua sudah ada didepanku, Se Hun memberikan selebaran kertas kepadaku. “datanglah ke acara malam natal besok malam di sekolah.”

“pasti akan sangat seru.”tambah Hoseok. Aku menyambutnya dengan pelototanku, “tidak ada yang menyuruhmu berbicara, lelaki cabul.”sindirku yang mampu membuat Hoseok mendecak kesal.

“apakah kau datang, Se Hun?”

Se Hun mengangguk, “tentu saja, akan ada nyanyian kidung natal yang dibawakan anak anak yatim nanti.”

“oh, baiklah aku akan datang. Bagaimana dengan perayaan akhir tahun?”

“oh itu, itu akan tetap dilaksanakan. Mungkin juga nanti akan ada pesta dansa.”

Kedua mataku berbinar, “benarkah?! Kalau begitu, yya Jung Hoseok datanglah bersamaku.”

“heol. Kau tidak bersungguh sungguh dengan ucapanmu kan??”

Tentu saja aku tidak! Satu satunya yang kuharapkan adalah datang keacara akhir tahun bersama Se Hun. Dan sekarang aku ingin membuatnya cemburu dulu-___-

Tidak sesuai dugaanku, Se Hun malah tertawa lalu meninju pelan lengan Hoseok. “datanglah bersamanya, lagipula kau belum punya pasangan bukan?”

Tunggu..

Bukan ini yang kuharapkan…

Yya Jung Hoseok, jika kau sampai mengiyakan perkataanku kau benar benar game over.

“baiklah.”

WHAT THE FVCK IS THIS!!

LEBIH BAIK AKU DATANG BERSAMA JIN HWAN DARIPADA SI KEMBARAN LEE SSAEM, SAMA SAMA MEMILIKI TAMPANG SEPERTI KUDA.

TUHAANNN, KAU BISA CABUT NYAWAKU SEKARANG. HARGA DIRI, DIMANA HARGA DIRIKU? KURASA HARGA DIRI BENAR BENAR HANYA SEKEDAR NAMA SEKARANG.

.

.

.

TBC

52 responses to “7 Step to Make Your Crush Fall in Love with You – 1 of 2

  1. ya Tuhan, baru kali ini baca ff pemeran ceweknya koplak pake banget. Hahahha. Ngakak banget sumpah malem-malem gini xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s