Almost Is Never Enough

ALMOST IS NEVER ENOUGH

Almost is Never Enough

a fanfiction written by Fany Byun

Cats : Kim Jongin (EXO) | Irene Park (OC)

Genre : Romance, Sad, Hurt

Length : One-shoot

For : Teen (PG-15)

Recommendation Song : Ariana Grande ft. Nathan Sykes—Almost is Never Enough


 

Maybe we just weren’t right

But that’s a lie

That’s a lie

 

“Kita memang tidak cocok.”

Satu kalimat yang membuatku harus menelan ludah dalam-dalam. Kutatap gadis bersurai kecoklatan itu, air mukanya tidak nampak karena tertutup surai kecoklatannya. Kutarik napas dalam-dalam, pilihan yang sulit.

Antara harga diri dan perasaan. Kedua hal itu berperang dalam batinku saat ini. Ada dua pilihan yang bisa aku ambil. Pertama, memilih mempertahankan harga diri dengan membenarkan apa yang dikatakan oleh gadis ini. Atau yang kedua, membantah dengan keras, merengkuhnya dalam pelukanku selama yang aku bisa.

Tapi, kalau aku melakukan pilihan yang kedua… apakah ia akan bahagia denganku?

Apa dia malah akan merasa terkekang?

“Park Yojin.”

Kupanggil nama aslinya. Hal yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya karena gadis ini selalu ingin dipanggil Irene. Gadis itu menatapku dengan tatapan yang berkaca-kaca. Oh, apa begitu sakitnya menjalani hubungan denganku hingga ia menahan tangisnya seperti ini?

Apa ia tersakiti karena aku?

Kalau begitu, mungkin lebih baik aku memilih pilihan pertama. Bukan untuk mempertahankan harga diriku sebagai seorang lelaki. Tetapi, untuk mengembalikan kebahagiaan gadis ini. Gadisku—mungkin beberapa saat lagi ia bukan lagi gadisku.

“Kau memang benar, Irene. Kita memang tidak cocok.”

Bohong. Apa yang aku katakan adalah kebohongan.

 

And we can deny it as much as we want

But in time our feeling will show

Cause sooner or later

We’ll wonder why we gave up

But truth is, everyone knows

 

 

“Irene, are you alright?”

Aku hanya bisa memberikan senyuman seadanya pada Jessica. Meskipun raga ini berada di London, Britania Raya. Tapi hati ini masih berada di tempat yang sama, masih stuck pada masa yang sama. Berharap waktu bisa berjalan mundur. Berharap agar kejadian dua tahun lalu tidak pernah terjadi. Dan aku masih bisa bersama dengannya. Laki-laki menyenangkan itu, laki-laki dengan senyuman manis dan kelakuannya yang terkadang kekanakan.

I’m alright Jess. Kamu bisa ke kampus duluan. I’ll go later.”

Jessica mengangguk mengerti, gadis perpaduan Inggris-Korea itu meninggalkanku sendirian di café ini. Sendirian dengan perasaan yang tertekan.

No, Irene! You can do it! Kamu kan sudah memilih jalan ini. Jangan menyerah hanya karena kenangan masa lalu. Yang harus kamu lihat adalah masa depan! Segera lulus dan raih gelar sarjana!”

Hanya sebuah kata-kata motivasi tanpa arti!

Karena faktanya. Aku kini tengah menelungkupkan kepalaku ke meja café menahan tangis mati-matian.

Hingga pertahanan itupun runtuh. Cairan bening itu mengalir dari dua sudut mataku yang terpejam.

Aku harus bagaimana? Sekuat apapun aku mengelak. Sebanyak apapun aku memotivasi diri untuk beranjak dari masa lalu. Kenangan tentang lelaki itu. Kenangan manis bersamanya. Aku tidak bisa melupakannya, aku merindukannya.

Biar bagaimanapun, hatiku tidak pernah berbohong.

Dari dahulu, hingga sekarang perasaan ini tidak akan pernah berubah.

Tapi, apa laki-laki itu juga memikirkan mengenaiku? Apakah dia juga menyesali keputusannya untuk mengakhiri hubungan kami hari itu?

Atau…

Hanya aku yang merasakan hal ini?

*

Dilain tempat Jongin tengah terengah-engah, ia baru saja menyelesaikan latihan basketnya. Keringat bercucuran dari wajah tampannya. Ia menatap langit jingga. Menandakan sang surya akan segera kembali ke peraduannya. Seperti biasanya, laki-laki itu menghembuskan napas berat dan mulai berbicara pada langit.

Ya, langit.

“Bagaimana kabarmu, Irene? Seperti biasa aku masih tidak baik. Besok aku mengikuti pertandingan tingkat provinsi. Biasanya kau akan menyemangatiku dengan senyuman manismu dan dengan semangat menonton pertandinganku. Mengingat besok kau tidak menonton, membuatku merindukanmu. Aku merindukanmu, kuharap kau mendengarnya.”

Jongin memberikan senyum kecut. Sebelum melemparkan bola basketnya memasuki keranjang. Laki-laki bermarga Kim itu kemudian mengambil bola basket yang menggelinding menjauh.

“Kalau saja saat itu aku menahanmu, Irene. Mungkin aku tidak akan seterpuruk ini.”

 

 

Oh, almost, almost is never enough

So close to being in love

If I would have known that you wanted me

The way I wanted you

Maybe we wouldn’t be two world apart

But right here in each other arms

 

“Sial! Padahal kita hampir ke final, Hyung!”

Entah mengapa, kata hampir itu membuatku harus menahan napas sejenak. Aku tahu maksud dari Taeyong bukanlah untuk membuatku mengingat masa lalu dengan Irene, gadis manis dan menyenangkan itu.

Secara tidak langsung kata hampir yang diucapkannya membuatku melayang ke masa lalu. Masa bahagia dimana aku dan Irene duduk berhadapan di café favorit kami. Seperti biasanya Irene akan menceritakan banyak hal tentang harinya. Gadis itu pun sering bercerita mengenai impiannya. Tentang keinginannya melanjutkan kuliah di Inggris. Keinginannya untuk mengelilngi dunia bersamaku. Lalu kami mengakhiri hari yang kami sebut ‘kencan’ itu dengan ciuman lembut di bibir.

Hingga ingatan yang tidak menyenangkan juga melintasi pikiranku ketika ia mengatakan kami tidak cocok. Ia mengatakan beberapa hari sebelum ia berangkat ke Inggris untuk berkuliah. Aku sangat bodoh karena menuruti keinginannya untuk putus dan membiarkannya pergi begitu saja ke Inggris.

Karena pada suatu hari aku yang sangat terpuruk bertemu dengan Kyungri—kakak Irene—wanita itu menemukanku yang mabuk di dekat kediaman keluarga Park. Kyungri memarahiku karena mabuk-mabukan. Ia kemudian membawaku ke kediaman keluarga Park. Sesampainya di sana ia menceritakan semuanya. Tentang perasaan Irene yang tidak pernah berubah padaku, bahwa Irene masih tetap mencintaiku meskipun ia mengakatakan ingin berpisah pada hari itu.

Bagai disambar petir, aku menyesali semuanya. Menyesal mengapa aku tidak bertanya alasanya ingin putus denganku. Menyesal mengapa tidak menahannya sementara dan mengatakan bahwa aku akan tetap setia menunggunya meskipun akan memakan waktu yang lama.

Hyung, kau kenapa? Kau mengingat Irene nunna lagi ya?”

Aku memberikan Taeyong senyuman. “Ya, gadis itu selalu saja membuatku melamun. Memikirkannya.”

Taeyong menepuk punggungku. “Hyung, kau kan bisa menelponnya. Siapa tahu ia akan menjawab telponmu.”

“Tidak semudah itu, Taeyong. Ia sudah dijodohkan.”

Ya. Penyesalan memang datang belakangan. Seharusnya aku menahannya waktu itu, mengatakan kami bisa menjalaninya bersama-sama. Mengatakan bahwa aku akan menentang perjodohan itu dan selalu menjaganya. Tapi apa yang aku lakukan?

Aku malah mengkhianati kepercayaannya dengan membenarkan bahwa kami tidak cocok.

Andai saja kamu tahu Irene Park. Aku memang selalu mencintaimu. Kita hampir saling bahagia bersama jika aku memilih untuk menahanmu saat itu.

Terkadang, kenyataan memang menyakitkan. Tapi, kau harus jalani kehidupanmu dengan baik. Karena dengan begitu, aku pun bisa hidup dengan baik.

Aku, Kim Jongin selalu mencintaimu.

Aku tahu ini menggelikan dan bukan gayaku, but, cinta tidak harus memiliki kan?

*

Ku hapus air mataku.

Tidak ada gunanya menangis terus menerus. Terlebih, aku sudah memiliki takdir yang lainnya. Mencintai laki-laki ini, maybe?

Dari tatapannya yang polos itu, aku tahu ia memanglah laki-laki baik-baik. Orangtuaku memang tidak salah memilih pendamping hidupku. Meskipun cukup sulit untuk menyadarinya dulu. Tapi, sekarang. Aku akan menjalaninya dengan baik.

Aku akan menjalankan kehidupanku dengan baik.

Lalu sebuah chat Line mengalihkan perhatianku dari jam Big Ben.

JonginKai : Hiduplah dengan baik Irene! Kalau kau bisa melakukannya, akupun pasti bisa melakukannya. Jangan mengecewakanku, Irene-a~!

Senyuman menghiasi bibirku. Kutatap seseorang yang dari tadi sibuk menatapku khawatir. Kuberikan ia senyuman, lalu tanpa aba-aba kupeluk ia dengan erat.

“Jangan khawatirkan aku lagi Jinhwan-a. Aku baik-baik saja.”

Aku tahu ia tersenyum karena ia juga membalas pelukanku.

“Baiklah, jangan menangis lagi. bila ada masalah, ceritakan saja padaku. Aku merasa gagal menjadi tunanganmu setiap kau menangis seperti tadi dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.”

Ya Jongin, aku akan hidup dengan baik.

Kau mendengarnya?

Sampai kapanpun, cinta ini memanglah milikmu. Tapi, jangan marah jika aku membaginya sama rata dengan laki-laki di hadapanku ini ya?

fin


Author Note :

Hola!

Mark-apkan aku kalau ff ini gaje dan sebagainya.

Dibuat saat sedang mules ngeliatin muka gantengnya Kai, ya jadi tolong dimaklumi ya kalau aneh twist di akhir, banyak typo, tak sesuai dengan ekspesasi, PASARAN, dll . Aku mah apaan, cuma butiran debu di keteknya Baekhyun keknya /makan menyan/, jadi ya aku banyak kekurangan . /emang Fa!/

Awalnya cuma iseng buat poster, eh ada ide buat bikin ff-nya sekalian, ya jadilah ff ini. Niatnya cuma bikin poster ff doang sih. Bikin ffnya besok-besok ae eh tapi malah kepingin, Fany bisa apa sih selain mengiyakan keinginan  Yunhyeong oppa tercintah /kisseu/.

Yaudah itu aja, jangan kangen ya, soalnya mau hiatus cukup lama keknya.

Oya, biar nggak pada kezel aku kazih ini zajalah.

masogogi

Dia mau goyang dumang katanya sih :3

Advertisements

13 responses to “Almost Is Never Enough

  1. Ya ampun kak?! Udah selesai?! YAUDAH JONGIN MA AKU AJA, JONGIN KAMU MOVE ON KE PRINCES AJA SINIE.
    ((Cinta tidak harus memiliki)) ini nyezek ples rada muna ye kak, sebenernya pasti jongin ingin memiliki tuh wkwkwk /reader sotoy, seolah lebih tau dari pada yang nulis wkwk/gak /
    Kak jujur kurang klimaks endingnya, tetapi ini hanya sekedar ff bukan cinta fitri yang sampe ber season season:(, after all ceritanya bagus kak, nyezek gilee. Semoga kakak makin semangat terus berkarya setelah membaca komen gaje dari dirikoe yaa ♥♥ berasa kinantikkgoldenways.ga

  2. fany !! maaf ya sering baca ff mu tapi ga pernah coment :p . udah ingat pw nya aku nih setelah mengotak atik akhirnya kebuka jugaa wkwk . ff yg ini bagus . kasian jongin nya . jongin nya sama aku aja sinih wkwk 😀 . tapi knp sama jinhwan ga yoyo? wkwk . ciyee hiatus . padahal ditunggu ff miss annoying nya wkwk. semangat nge post terus yaa laffyuu muah({})

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s