Mysterious Boy

Screen Shot 2015-02-05 at 10.20.18 PM

Author : Babyixing1007 (@raissanadhira)

Tittle : Mysterious Boy

Cast :

Lee Seunghoon of Winner

Jung Jeyrim (OC)

Song Mino of Winner

Rating : PG-13

Genre : Teen romance, sad, angst

Length : Oneshot

ALL STORYLINE IS MINE! DON’T PLAGIARISM!

Recommended Song :

Winner – Color Ring

Winner – Empty

Winner – Confession

Entah sudah berapa kali aku mondar mandir di depan kelasnya. Bahkan aku menyalahkan kekuasaan jabatanku sebagai Ketua Dewan Kesiswaan hanya untuk memandanginya. Ya, Lee Seunghoon. Teman seangkatan yang merebut semua perhatianku. Dia bukanlah yang termasuk cerdas ataupun populer. Seunghoon begitu sederhana. Entah darimana dan kapan aku mengenalnya, namun secara perlahan aku selalu mengikutinya dan pandanganku tak pernah beralih darinya.

 

“Jeyrim!”

Gadis yang sedang mematung di salah satu ruangan kelas itu menoleh.

“Ada apa?”

“Kau kemana saja? Dekorasi panggung untuk pentas seni sekolah belum selesai”

“Aku tahu”

“Lalu mengapa kau tidak segera ke aula? Tim Dewan Kesiswaan semua telah hadir siap membantu”

“Aku sedang menunggu seseorang”

“Huh?”

Jeyrim mendesah.

“Baiklah, kau duluan saja. Aku akan menyusul”

Temannya mengangguk.

 

Kring!!

Bel istirahat sudah berbunyi. Namun Jeyrim belum pindah dari tempatnya. Satu persatu murid dari kelas yang berada di depannya keluar. Bahkan terlihat beberapa menyapa Jeyrim. Jeyrim terus menunggu hingga seseorang keluar tanpa memperhatikannya.

“Seunghoon”

Jeyrim menahannya. Seunghoon pun menoleh dan melepas headset yang terpasang di kupingnya.

“Aku ingin bicara denganmu?”

Seunghoon mendengus sebal. Tetapi Jeyrim tidak memperdulikan hal tersebut, ia langsung menarik Seunghoon ke aula.

“Hey! Aku bukan anggota Dewan Kesiswaan”

“Kau memang bukan anggota” jawab Jeyrim dengan nada sebal.

“Lalu mengapa aku harus datang ke aula?”

“Kau salah satu peserta untuk mengisi acara pesta sekolah”

Seunghoon melepaskan tangannya dari genggaman Jeyrim.

“Aku tidak mau”

Jeyrim menoleh.

“Kau harus mau”

“AKU TIDAK MAU! Lagipula apa yang harus aku tampilkan? Huh? Dasar pemaksa”

Seunghoon berbalik dan hendak pergi dari aula tersebut.

“Aku tahu apa yang akan kau tampilkan!” teriak Jeyrim dari depan aula. Seunghoon terhenti sejenak.

“Aku tahu kau pandai menari”

Seunghoon tertegun sejenak sebelum ia kembali ke tempat Jeyrim berdiri.

“Kau tahu darimana?”

Suara Seunghoon begitu rendah dan dengan jelas menyatakan kemarahannya.

“Ak-aku tidak sengaja melihatmu menari di ruang latihan. Aku pikir kau cukup bagus untuk mengisi acara” Jeyrim begitu gugup menjawab pertanyaan Seunghoon. Alis Seunghoon terangkat.

“Kau melihatku atau mengintip? Aku tidak menyangka hal tersebut dilakukan oleh seorang Ketua Dewan Kesiswaan”

“Aku tidak sengaja melihatmu dan bukan mengintip.Jangan kau bawa embel-embel Ketua Dewan Kesiswaan. Toh, jika aku mengintip dan menyuruhmu mengisi acara juga hak sebagai Ketua Dewan Kesiswaan”

“Aku juga punya hak untuk menolak”

Seunghoon kembali meninggalkan Jeyrim dan Jeyrim hanya bisa mendesah.

 

**

 

Jeyrim terduduk lesu di pojok aula. Ia terus mengingat bagaimana Seunghoon menari.

 

            Jeyrim berlarian di lorong sekolah. Ia harus segera menyerahkan laporan kegiatan kepada kepala sekolah. Belum sampai ruangan kepala sekolah, ia sudah terjatuh karena tidak mengikat tali sepatunya dengan benar. Jeyrim meringis kesakitan. Samar-samar telinganya mendengar alunan lagu dari ruang latihan. Ia segera membereskan laporan kegiatan yang tercecer di lantai dan mengintip ruang latihan. Terlihat seorang siswa dengan badan tinggi tegap sedang menari. Tubuhnya begitu dipenuhi keringat. Jeyrim tertawa pelan, tarian pria tersebut terlihat tidak terlalu enerjik namun sesuai dengan musik dan ketukan. Ketika pria itu menoleh, Jeyrim buru-buru meninggalkan ruang latihan tersebut.

 

Entah dorongan darimana, kini Jeyrim yakin Seunghoon harus tampil di acara sekolah. Ia harus menunjukkan bakatnya.

 

“Hey Jeyrim” seseorang mendekatinya.

“Eoh Mino?”

Ternyata Song Mino, Wakil Ketua Dewan Kesiswaan yang secara terang-terangan menyatakan kesukaan dan ketertarikan terhadap Jeyrim.

“Sedang memikirkan apa?”

Jeyrim tersenyum kecut.

“Seseorang”

Mino tertegun heran. Sejak kapan Jeyrim memikirkan seseorang. Mungkinkah pria? Atau wanita? Sepengetahuan Mino, Jeyrim bukanlah tipe yang suka memikirkan orang lain. Ia lebih suka memusatkan pikirannya terhadap pelajaran atau hal yang disukainya.

“Siapakah seseorang itu?”

“Seseorang yang menolak ajakanku untuk bergabung mengisi acara di pesta sekolah”

Mino terkejut. Demi Tuhan, baru kali ini ia mendengar ada seseorang di sekolah menolak ajakan Jeyrim dan membuatnya tertunduk lesu. Mino ingin mengetahui siapa orang yang dimaksud Jeyrim, namun Jeyrim sudah meninggalkannya. Baiklah Mino bertekad dalam hati untuk menghajar siapa saja yang berani membuat Jeyrim-nya tertunduk lesu.

 

**

 

“Seunghoon”

Sekali lagi terdengar teriakan Jeyrim. Seunghoon yang menyadarinya langsung berjalan cepat meninggalkan kelas. Tubuh Jeyrim yang pendek membuatnya susah untuk menyusul Seunghoon yang mempunyai kaki panjang dan langkah yang lebar.

“Seunghoon”

Akhirnya Jeyrim dapat menarik lengannya.

“Ada apa lagi?” Tanya Seunghoon gusar.

“Apa kau tidak bisa mempertimbangkan lagi ajakanku?”

Seunghoon mendesah. Namun sebelum Seunghoon menjawab ajakan Jeyrim, Mino datang membawa pasukan dari Dewan Kesiswaan.

“Eoh? Ternyata anak ini yang membuat Ketua Dewan Kesiswaan uring-uringan”

Jeyrim dan Seunghoon menoleh. Mino berjalan mendekat.

“Halo kawan, mungkin kita tidak usah berkenalan lagi. Kau tentu sudah tahu siapa aku bukan?”

“Ada apa?” Seunghoon bertanya dengan nada yang begitu datar.

“Kawanku, aku tahu kau diajak bergabung untuk mengisi acara sekolah. Apakah hal itu sulit bagimu? Sampai tegakah kau melihat Jeyrim tertunduk lesu di aula memikirkan seseorang yang menolak ajakannya”

“Mino!” Jeyrim mendesis pelan untuk menyuruh Mino diam. Namun sepertinya hal itu tidak diindahkan oleh Mino. Mino terus memandangi Seunghoon dengan tajam.

“Baiklah, aku ikut” kata-kata itu akhirnya meluncur juga dari mulut Seunghoon.

 

**

 

Akhirnya Seunghoon memutuskan untuk ikut mengisi acara. Ia terus latihan untuk menampilkan yang terbaik. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Jeyrim untuk menemani Seunghoon berlatih. Seunghoon pun tidak merasa keberatan saat Jeyrim menungguinya.

“Seunghoon”

Seunghoon menoleh.

“Kau terlihat lelah, aku bawakan minum untukmu”

Seunghoon memandang datar kearah Jeyrim.

“Tidak terimakasih”

Lalu ia terus lanjut menari.

 

Penolakan dan bahkan kata-kata pedas Seunghoon sering terdengar oleh Jeyrim. Namun, ia tetap teguh dan mempertahankan Seunghoon untuk megisi acara.

 

“Kapan kau akan sadar tentang perasaanku?”

 

 

**

 

Day-2.

 

“Seunghoon-ah!”

Seunghoon menoleh kearah Jeyrim.

“Eum, sudah siap untuk pentas seni?”

Seunghoon melirik sinis dan berlalu. Jeyrim hanya dapat mendesah pelan. Namun ia tetap terus berusaha.

“Jangan lupa untuk mengumpul lagu dan melakukan rehearsal besok”

Seunghoon tetap berlalu tanpa menoleh kearahnya.

 

**

 

Day-1

 

“Jeyrim”

Seketika Jeyrim yang sedang membantu menata dekorasi panggung pun menoleh.

“Yatuhan! Seunghoon memanggilku”

Jeyrim terdiam. Ia tersenyum senang di dalam hati. Apakah pernah kalian merasakan hal seperti ini? Seperti jiwamu terangkat ke udara ketika dia memanggil namamu.

 

Lama Seunghoon menunggu respon dari Jeyrim, namun gadis itu tetap tidak membalas. Ia malah memandangi Seunghoon dan tersenyum manis. Lalu bagaimana dengan Seunghoon? Wajahnya tetap datar dan bahkan terlihat tidak senang atas pandangan Jeyrim.

“Ekhem”

Seunghoon berdehem pelan. Seketika itu juga Jeyrim tersadar.

“Eoh, ada apa?”

Seunghoon menyodorkan sebuah compact disc kepada Jeyrim.

“Laguku”

Jeyrim berganti memandangi tangan Seunghoon.

“Lihatlah, tangannya saja sudah membuatku gila”

Perlahan ia mengambil CD tersebut.

“Terimakasih, apa kau mau ikut melakukan rehearsal siang ini?”

Seunghoon menggeleng.

“Aku tidak bisa ikut. Ada urusan penting yang harus kukerjakan”

Seunghoon kembali berlalu dan senyuman Jeyrim terhapus dari wajahnya.

“Apakah dia benar-benar tidak menyukaiku? Sampai ia menghindar? Apa aku melangkah terlalu jauh?”

 

“Hey!”

Seseorang menepuk pundak Jeyrim.

“Astaga!— ”

“—kau membuatku terkejut!” Jeyrim meninju lengan mino.

“Sedang memikirkan apa?”

Jeyrim menggeleng. Lebih baik ia tidak angkat bicara atau mino akan melakukan hal yang buruk terhadap Seunghoon.

 

**

 

“Time! Time! Time! 2 menit lagi kita akan mulai acaranya. Kalian siap?” Tanya Mino.

“Tentu saja kami siap” jawab beberapa peserta pengisi acara pentas seni sekolah.

Di antara kerumunan tersebut, Seunghoon duduk tertunduk di pojok ruangan. Jeyrim melihatnya dan langsung menghampiri Seunghoon.

“Gugup?”

Seunghoon menggeleng.

“Ada apa denganmu?”

Seunghoon menghela nafasnya dan menatap Jeyrim dengan mata yang terlihat begitu sayu.

“Aku minta maaf”

Jeyrim mengernyit.

“Untuk apa?”

“Aku salah. Maukah kau memaafkanku?”

Jeyrim yang tidak mengerti maksud Seunghoon pun langsung mengangguk.

“Iya aku maafkan”

Jeyrim tersenyum. Tidak disangka, Seunghoon pun membalas senyuman Jeyrim. Senyuman yang begitu manis. Bahkah Jeyrim tersentak dalam hati, walau akhirnya ia pun luluh atas senyuman Seunghoon.

 

**

 

Jeyrim terus mengikuti Seunghoon saat berada di backstage.

“Selanjutnya, mari kita saksikan penampilan dari LEE SEUNGHOON!!” suara MC memanggil Seunghoon begitu terdengar.

“Seunghoon-ah fighting!” Jeyrim mengepalkan tangannya dan tersenyum kearah Seunghoon. Dengan tidak disangka, Seunghoon menarik tubuh Jeyrim kepelukannya. Seunghoon memeluk Jeyrim.

“Terimakasih”

Suara Seunghoon begitu lirih namun Jeyrim masih bisa mendengarnya. Kemudian, Seunghoon melepaskan pelukannya dan maju ke panggung. Seunghoon membungkuk dan bersiap untuk menari. Lagu pun mulai terdengar, dan secara otomatis badan Seunghoon mulai bergerak mengikuti irama. Kedua mata Jeyrim terus mengawasi setiap langkah Seunghoon dari backstage. Sampai dimana Seunghoon melakukan break dance, ia terjatuh. Jeyrim langsung berlari kearah panggung dan tidak memperdulikan mino yang berteriak kearahnya. Ia mengangkat kepala Seunghoon dan mendudukan di pangkuannya. Jeyrim menepuk-nepuk pipi Seunghoon dan itu sama sekali tidak membuat kedua mata sipit Seunghoon terbuka.

 

**

 

Suasana lorong rumah sakit begitu tegang. Jeyrim terduduk lesu di sebuah bangku. Bingung dan sangat terpukul. Mino terus merangkul Jeyrim dan menghiburnya. Jeyrim tidak menangis, ia tidak menitikkan air mata sekalipun. Namun Jeyrim tidak bereaksi, seperti mati rasa. Mata memandang kosong, bibirnya terkatup rapat. Sampai seorang wanita datang dengan terburu-buru. Seorang suster menemuinya.

“Aku kakak perempuannya. Aku kakak dari Lee Seunghoon. Dimana adikku?”

Teriakan putus asa wanita tersebut membuat Jeyrim tersadar. Ia mengangkat kepalanya dan berjalan kearah wanita tersebut. Mino tetap diam ditempat, walau matanya terus mengawasi Jeyrim.

“Maaf, apakah anda keluarga dari Lee Seunghoon?”

Wanita itu menoleh.

“Ap-apakah kau mengenal adikku? Dimana Seunghoon? Apa dia baik-baik saja?”

Jeyrim tertunduk. Ia tidak menjawab pertanyaan tersebut karena ia pun tidak tahu apa yang terjadi dengan Seunghoon.

 

**

            Jeyrim memang tidak pernah mengerti tentang Seunghoon. Ia begitu misterius. Sampai nafas terakhirnya pun, ia tidak mengerti tentang semua momen bersama Seunghoon ataupun semua perlakuan Seunghoon.

 

Hari ini, Jeyrim tertunduk sedih. Upacara kematian orang yang ia cintai telah selesai. Namun, ia tidak ingin beranjak dari tempat Seunghoon beristirahat. Kemudian Jeyrim merasakan punggungnya diusap. Ia menoleh. Ternyata kakak perempuan Seunghoon yang melakukannya.

“Ayo kita beranjak dari sini. Udara terlalu dingin disini. Seunghoon akan sangat bersedih jika melihatmu seperti ini”

Jeyrim perlahan bangun dan pulang bersama Seoyoon, kakak perempuan Seunghoon. Sebelum mereka berpisah, Seoyoon memberikan sebuah dvd kepada Jeyrim. Ia mengatakan bahwa dvd tersebut adalah kado untuk Jeyrim dari Seunghoon.

 

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

 

Seunghoon side.

 

Apakah kalian pernah merasakan sesuatu menggelitik ketika kau bertatap muka dengan seseorang yang membuat hidupmu berwarna? Aku pernah merasakannya.

 

Jeyrim. Awalnya aku hanya menganggap dia sebagai teman seangkatan biasa. Namun, hal itu berubah ketika aku menatapnya dan ia membalasku dengan senyuman paling manis di dunia. Ketika rumor berkata ia suka padaku, aku sangat gembira. Hatiku seperti penuh dengan kembang api. Tetapi aku terlalu takut. Aku begitu pengecut hingga enggan untuk menyatakan perasaanku padanya. Dan halanganku bukan hanya rasa takut yang ada pada diriku. Mino, ia juga bisa disebut halangan terberatku. Semua orang tahu, Mino menyukai Jeyrim. Jeyrim pun telihat biasa saja dan tidak menghindar atas Mino. Hal itu membuat semua orang beranggapan mereka mempunyai perasaan satu sama lain. Aku benci hal itu. Sangat benci. Namun, kembali ke masalah pokok. Aku takut, terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku.

 

Apa perasaanmu saat ia menawarimu untuk bergabung mengisi acara pentas seni sekolah?

Rasanya aku ingin berteriak agar dunia tahu aku sangat bahagia.

Mengapa kau selalu memasang wajah datar dihadapannya?

Karena aku malu untuk tersenyum dihadapannya, jadi ketika aku membalikkan badan dan membelakanginya aku tersenyum.

Kau selalu tersenyum saat tidak bertatapan dengannya?

Iya!

Lalu mengapa kau ingin menolak ajakan tersebut?

Karena aku tahu, aku punya penyakit yang serius. Penyakit tersebut membuatku tidak bisa bergerak terlalu aktif.

Tetapi selama ini kau selalu menari di ruang latihan?

Yup! Menari adalah hobiku. Namun, noona-ku sangat membencinya. Ia tidak suka aku menari. Seoyoon noona tidak ingin penyakitku kambuh. Akhirnya aku menari di sekolah agar noona tidak memarahiku.

Lalu, kau putuskan kembali bergabung mengisi acara. Apa alasanmu?

Karena aku tidak tahan melihat Jeyrim terus bersedih. Hatiku hancur ketika mendengar penuturan mino. Dia begitu ingin melihatku menari.

Dan?

Dan aku pun nekat. Aku siap menerima apapun resikonya. Hanya untuk melihatnya tersenyum karenaku.

 

Seunghoon side end.

 

Jeyrim membuka bungkus dvd tersebut dan memutarnya di laptop miliknya. Ketika ia menekan tombol play dan wajah Seunghoon muncul.

 

Hai Jeyrim!

Jeyrim tersentak.

Eh.. mungkin aku terlalu pengencut untuk mengatakan hal ini. Tetapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat menyukaimu. (Kemudian Seunghoon tertawa malu)

Jeyrim tersenyum.

Emm, terimakasih untuk selalu menyemangatiku saat aku sedang latihan dan bahkan menawari aku minum. Aku juga minta maaf atas sikapku yang terlalu acuh padamu. Aku harap kau tidak akan pernah menyesal untuk mengenalku. Aku tidak tahu apa yang besok terjadi, tetapi aku selalu berharap kepada tuhan untuk bertemu denganmu esok hari dan esok hari lagi. Sampai aku punya kekuatan untuk mengatakan “Maukah kau menjadi pendamping hidupku?”. Oh! Aku terlalu cheesy. (Seunghoon menutup mukanya malu)

Jeyrim menitikan air matanya.

Jeyrim. Aku mengerti apa yang akan terjadi pada diriku. Terimakasih untuk selalu mencintaiku. Aku pun mencintaimu dengan caraku sendiri. Aku harap kau tidak menangis. Hey! Tidak ada bidadari yang menangis. Maka tersenyumlah untukku. Karena kau bidadariku. (Seunghoon tertawa meringis sembari membuat lovesign).

Sampai jumpa Jeyrim! Ingat, aku sangat mencintaimu.

 

**

            Jeyrim memang tidak mengerti Seunghoon. Tetapi setidaknya ia mengerti bahwa Seunghoon juga menyukainya. Walaupun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, Jeyrim memilih melupakan hal tersebut dan menganggap semua berakhir bahagia. Seunghoon juga mencintainya.

 

kkeut.

 Huaaaa!! Gimana? Ga nyambung yah? Aneh ya? Maafkan. FF ini tercipta karena rasa baper author saat fangirling tentang Winner esp my beloved Seunghoon. Juga karena jarangnya menemukan ff yang main cast-nya winner. Terimakasih untuk para pembaca yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca, likes ataupun komentar. Neomu neomu gomaptaaaa>w<)

 

 

4 responses to “Mysterious Boy

  1. Ulat nangkaku kok mati TT. Tapi ya tapi menurutku ini sebenarnya enakkan dibikin si seunghoonnya gamati sih, soalnya jadi berasa kecepetan bgt 😦

    Aku jg suka winner dan kesulitan bgt buat cari ffnyaa and its good anywayy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s