Waiting – sandrajongin

sehunn

Waiting

 

Main Casts : Oh Sehun (EXO) & Yeon Sunmi (You)

Genre : School Life, Romance, Hurt

Rating : PG-17

 

WARNING TYPO(s)!

All story is mine

Series : PainSorry

.

.

.

© Waiting ©

 

Menunggu. Adalah satu kata yang terus Sunmi tanamkan dengan baik pada hati dan pikirannya. Ia sangat yakin, Sehun akan kembali seperti sedia kala. Kembali pada dirinya. Dan Sunmi hanya perlu menunggu, bukan? Kalau itu satu-satunya cara agar Sehun kembali lagi, maka Sunmi memilih untuk menunggu Sehun sampai kapanpun. Tidak peduli apapun. Ya, Sunmi akan menunggu, seperti sekarang. Sunmi masih berada di depan kelas Sehun, menunggu Sehun keluar dari kelasnya, tidak menanggapi komentar-komentar pedas yang beberapa kali terdengar dari penggemar Sehun yang melewatinya.

Sunmi pikir yang ia lakukan sama sekali tidak merugikan mereka. Lalu, untuk apa Sunmi repot-repot memikirkan mereka?

Pintu kelas Sehun terbuka, terlihat guru Song baru saja keluar dengan membawa tas di tangannya dan di susul beberapa murid di belakangnya. Seperti biasa, ada yang menatapnya aneh, bahkan ada juga yang menertawakannya. Sunmi hanya tersenyum menanggapi setiap perlakuan mereka.

Kau harus kuat, Sunmi. Demi Sehun.

Kalimat itu selalu terngiang ketika ia merasa lelah dengan segala komentar negatif yang ia terima.

Sunmi masih menunggu, menyimpan kedua tangannya di wajahnya, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. Lantas, ketika terdengar suara seseorang memanggil nama Sehun, ia menoleh, tepat setelah itu Sehun melihat kearahnya. Mungkin merasa terkejut karena Sunmi kembali lagi ke depan kelasnya setelah kejadian kemarin. Sepintas rasa bersalah pada diri Sehun kembali menyeruak. Membiarkan Sunmi di perlakukan tidak sepantasnya, dan yang terakhir membiarkan Sunmi merasakan sakit yang lebih parah dari sebelumnya. Dan Sehun masih belum sanggup untuk sekedar membalas tatapan Sunmi.

Yura datang ketika Sunmi hendak menghampiri Sehun. Seketika itu juga senyum Sunmi pudar. Entah mengapa melihat wajah Sunmi berubah membuat Sehun kembali merasa bersalah.

Apa yang sebenarnya Sehun rasakan?

Cinta yang masih ada?

Atau hanya rasa kasihan?

Menyadari Yura di sampingnya, Sehun kembali menoleh kearah Sunmi. Sebenarnya kalau di lihat dari segi pandang Yura, Sehun masih memiliki perasaan terhadap Sunmi, hanya saja Sehun masih belum bisa melihat dan merasakannya. Lalu, kalau Yura sudah mengetahuinya, lantas kenapa ia memilih tetap bertahan? Jawabannya, Yura hanya ingin Sehun kembali pada cintanya, Yura ingin menyadarkan Sehun kalau Sunmi yang terbaik. Anggap saja, Yura bersedia menjadi pelarian atau mungkin batu loncatan agar Sehun sadar akan perasaannya terhadap Sunmi.

Yura hanya ingin membantu mereka. Ya walaupun pada awalnya Yura ingin sekali sepenuhnya menjadi kekasih Sehun. Lalu, kalau perasaan Sehun belum sepenuhnya menjadi miliknya untuk apa? Dan akhirnya Yura memilih untuk mengorbankan perasaannya, menjadi kekasih Sehun hanya untuk membuat Sehun sadar akan sikapnya terhadap Sunmi.

“Sehun, hari ini aku akan pergi dengan kakakku, tidak apa ‘kan tidak pulang bersama?” Tanya Yura menatap Sehun sekaligus Sunmi yang masih diam di depannya.

“Mau ku antar?” Masih tetap menatap Sunmi.

Ini sakit, seharusnya Sehun menatap kearah Yura ketika bertanya, “Tidak perlu, aku bisa sendiri.” Tersenyum manis kearah Sehun yang sudah pasti tidak akan Sehun lihat.

“Baiklah.”

Sampai ketika Yura pergi, Sehun masih terus menatap kearah Sunmi.

Sunmi bergerak perlahan kearah Sehun. Masih dengan mata memandang, ada kilatan kerinduan dari masing-masing cahaya mata mereka.

“Sehun, bolehkah aku memelukmu?” Pinta Sunmi tepat ketika berada di dekat Sehun.

Sehun tidak menolak ataupun menerima. Ia lebih memilih diam, memperhatikan setiap pergerakan yang Sunmi lakukan.

Lantas, Sunmi memilih untuk memeluk Sehun. Menghirup aroma tubuh Sehun yang selama ini ia rindukan, mendekap erat tubuh Sehun, menumpahkan segala rasa rindu dan sakitnya. Sunmi sangat merindukan Sehun, sangat-sangat merindukan lelaki itu.

Lalu, apa Sehun merindukannya?

Tidak.

Tidak ada yang tahu apa isi dari hati seorang Oh Sehun.

Hati yang beku.

Isakan tangis terdengar ketika Sunmi semakin mengeratkan pelukannya seraya bergumam, “Demi Tuhan, aku merindukanmu Sehun. Aku merindukanmu… Sangat…”

Ingin sekali Sehun membalas pelukan itu, namun kedua tangannya seolah di ikat, membuatnya susah untuk bergerak.

Cukup lama Sunmi memeluk Sehun, mungkin sekitar sepuluh menit. Dan di belakang sana, sama seperti Sunmi, seorang gadis tengah menangis melihat mereka.

“Kembali kepadanya, Sehun… Maaf sudah hadir di kehidupanmu…”

Yura. Dia Yura.

Bukan hanya Sunmi, tapi Yura pun juga merasakan sakit yang teramat dalam ketika melihat seseorang yang ia sukai menjalin hubungan dengan gadis lain, lalu ketika ia sudah bisa meraih lelaki tersebut, lelaki itu memilih bertahan di posisi yang Yura sendiri tidak mengerti.

Bertahan di antara dirinya dan Sunmi.

Yura menangis. Awalnya ia berpikir akan sangat mudah menjalin hubungan baru bersama Sehun, tapi kenyataannya menjadi sesulit ini. Bahkan secara tidak langsung kehadirannya sudah membuat Sunmi –gadis yang tidak bersalah merasakan sakit ketika di khianati Sehun. Dan Yura sekarang menyesal sudah hadir kembali ke dalam hidup Sehun, dan membuat Sehun berpaling dari Sunmi. Lantas, Yura memilih untuk pergi dari tempatnya.

Kembali kepada Sehun dan Sunmi. Gadis itu masih menangis dengan kedua tangan yang semakin ia rekatkan. Berharap Sehun bisa merasakan betapa besar perasaannya. Berharap agar Sehun kembali lagi. Kembali seperti dulu. Menjadi Sehun yang selalu Sunmi banggakan, selalu Sunmi sayangi, selalu Sunmi cintai.

“Maafkan aku, Sehun-a… Maafkan aku..”

Sehun benci ketika melihat Sunmi seperti ini. Terlebih ketika kejadian kemarin yang membuatnya susah payah untuk melupakan kejadian itu. Lalu, sekarang ia kembali benci ketika melihat Sunmi menjadi selemah ini. Dan juga dirinya yang tidak mampu berbuat sesuatu.

“Jangan menangis.”

Dua kata. Ya, dua kata itu masih bisa Sunmi dengar baik-baik. Nada suaranya tidak seperti Sehun yang dingin. Melainkan, suara Sehun yang melembut walau datar.

“Aku minta maaf, Hun.” Melepaskan pelukannya, membiarkan Sehun melihat wajahnya yang sudah sangat basah karena air matanya.

“Pulanglah.”

Setelah itu Sehun pergi meninggalkan Sunmi.

Meninggalkan luka yang baru saja ia torehkan.

Meninggalkan sebongkah perasaan rindu yang kembali menyeruak ke dalam dada Sunmi.

Dan membiarkan Sunmi tidak mengetahui perasaan Sehun yang semakin merasa bersalah.

 

© Waiting ©

Sehun masih mengingat jelas bagaimana cara Sunmi menatapnya dengan kedua mata yang penuh dengan air mata. Sehun masih mengingat bagaimana kedua tangan Sunmi memeluk erat tubuhnya, Sehun bahkan masih bisa merasakan betapa hangat dan rapuhnya tubuh Sunmi. Sehun masih mengingat bagaimana suara Sunmi mengalun lembut, membuatnya kembali mengingat masa-masa indahnya bersama Sunmi. Lalu, apa sekarang Sehun akan berubah pikiran?

Tidak.

Sehun masih tidak bisa kembali pada Sunmi.

Sehun hanya tidak ingin sifat Sunmi kembali seperti kemarin.

Sunmi yang egois, Sunmi yang pencemburu.

Dan Sehun tidak ingin Sunmi seperti itu jika kembali bersamanya.

Sehun hanya ingin Sunmi merubah dirinya.

Merubah segala yang ada pada dirinya.

Segala yang tidak Sehun sukai.

Segala yang membuat Sehun pergi.

Lamunan Sehun terhenti ketika suara ketukan pintu terdengar, lalu ia bergegas dan membukakan pintu masuk.

“Yura?”

“Boleh aku masuk?”

Awalnya Sehun bingung, darimana Yura tahu tempat tinggalnya?

“Masuklah.”

Sehun membawa Yura ke ruang tamu, “Mau minum sesuatu?”

“Tidak perlu.” Yura tersenyum, “Aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur.”

“Pertanyaan?”

“Ya. Apa yang kau rasakan ketika berada di dekat Sunmi?”

Ini yang tidak Sehun harapkan.

Apa yang Sehun rasakan?

Tidak mungkin ‘kan kalau Sehun mengatakan bahwa ia masih merasa gugup ketika berhadapan dengan Sunmi?

Lalu, berbohong pun Yura pasti akan mengetahuinya.

“Kau masih merasa gugup?”

“…..”

“Aku tahu kau masih menyimpan rasa yang mendalam terhadap Sunmi, hanya saja, kembalilah padanya…”

Apa Sehun tidak salah dengar?

“…dia gadis yang baik, dia gadis yang kuat, kumohon jangan menyakitinya lagi, Sehun…”

Kenapa seperti ini?

Sehun sama sekali tidak pernah menginginkan ini terjadi.

Yura lagi-lagi menangis. Di hadapan Sehun, apa yang Sehun lakukan?

Tentu saja Sehun merangkul bahu Yura.

“Bagaimana dengan kau, Yura?”

“Dari awal kehadiranku sudah salah, jadi aku yakin aku baik-baik saja. Aku salah, maafkan aku karena sudah mengatakan bahwa aku menyukaimu dan membuatmu berpaling dari Sunmi…”

“…aku akan menunggumu.”

Yura mendekap Sehun, seperti itu adalah saat-saat terakhirnya. Ya. Saat terakhirnya untuk melepaskan Sehun, dan lebih memilih untuk menunggu lelaki itu.

Menunggu?

Satu kata yang sudah sangat pasti sering di lakukan seseorang.

Termasuk Sehun, Sunmi dan Yura.

Mereka sama-sama saling menunggu.

Menunggu menurut versi masing-masing.

© Waiting ©

Cuaca di langit Seoul nampaknya tidak secerah kemarin. Awan mendung menyelimuti langit biru itu. Tetapi tetap saja tidak membuat Sunmi kehilangan senyum cerahnya. Sunmi masih seperti biasa melakukan rutinitas paginya, menunggu Sehun datang, lalu ketika Sehun datang ia memilih berjalan di belakang lelaki itu.

Tersenyum ketika melihat tubuh tegap lelaki itu. Terlebih lagi ketika mengingat kejadian kemarin, ketika ia memeluk Sehun. Lagi-lagi Sunmi tersenyum.

Dan juga, Sehun seperti biasa menyadari segala yang Sunmi lakukan di belakangnya. Tanpa sadar Sehun menarik kedua ujung bibirnya kemudian melangkah masuk ke dalam kelas.

Setelah memastikan Sehun sudah memasuki kelasnya, Sunmi melanjutkan langkahnya, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat ada empat orang gadis yang merupakan penggemar Sehun –penggemar berat Sehun menghampirinya.

“Selamat pagi, gadis jalang!”

Sunmi membalas dengan senyuman, ia berusaha mati-matian menahan rasa takutnya ketika kembali berhadapan dengan keempat gadis kasar itu.

“Apa kau tidak mau mengucapkan selamat pagi kepada Sehun?” Tanya Minah.

“Ku lihat tadi kau berjalan di belakangnya.” Kini Yoongi yang berucap.

Ketika Sunmi hendak menjawab, Minah lebih dulu menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam kelas Sehun. Apa yang mereka lakukan? Batin Sunmi memberontak. Bodohnya, Sunmi hanya diam saja ketika dirinya di bawa paksa ke hadapan Sehun yang tidak menyadari keberadaannya.

Menyadari kebisingan di kelasnya, Sehun menolehkan kepalanya ke sebelah kanan dan seketika itu juga mata Sehun membelalak kaget. Sunmi berdiri di depannya dengan tangan yang masih di pegang kuat oleh gadis-gadis yang sama seperti saat itu.

“Ucapkan selamat pagi padanya, gadis jalang!” Ujar Yoongi dengan suara meninggi.

Suara ejekan, hinaan, semua terdengar begitu saja di telinga Sunmi. Sunmi mencoba menahan air matanya, ia harus keluar dari tempat ini sekarang juga. Lalu, ia menatap mata Sehun.

“Selamat pagi, Sehun.” Ucap Sunmi di balas dengan tamparan keras di pipinya.

Yura yang melihatnya hanya diam mematung. Seketika itu juga suasana menjadi sunyi.

“Kau memang pantas mendapatkan itu!”

“Gadis jalang!”

Seperti biasa, segala kata-kata kasar yang gadis-gadis itu lontarkan pada Sunmi membuatnya merasa kehilangan pertahanannya. Alhasil, air matanya sudah tidak dapat di bendung lagi.

Untuk ke sekian kalinya Sehun melihat Sunmi menangis.

Untuk ke sekian kalinya Sehun tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Dan untuk ke sekian kalinya Sehun terlihat seperti orang bodoh yang membiarkan gadis itu pergi untuk yang kedua kalinya.

© Waiting ©

“Sehun.”

Suara Sunmi terdengar begitu lembut di telinga Sehun.

Lantas, Sehun berbalik menghadap kearah Sunmi yang masih berjalan kearahnya.

“Apa aku boleh pulang bersamamu?”

Sehun tidak menjawab.

“Baiklah, ayo kita pulang.”

Senyum Sunmi seperti tidak pernah lepas dari bibir manisnya ketika berada di dekat Sehun.

Apa Sehun harus kembali pada Sunmi?

Sehun berpikir, apa ia salah sudah bersikap seperti ini pada Sunmi?

Lalu, haruskah ia membiarkan Sunmi memiliki hatinya lagi?

Ya, tidak bisa di pungkiri, Sehun masih memiliki perasaan terhadap Sunmi, hanya saja emosinya lebih mendominasi.

Lalu, apakah Sehun tidak baik-baik saja ketika melihat Sunmi di perlakukan tidak manusiawi oleh penggemarnya?

Sehun tidak baik-baik saja.

Dan sekarang, Sehun memilih untuk kembali ke sisi Sunmi.

Menjaga Sunmi.

Menghapus segala luka yang sudah ia berikan.

Membuka lembaran baru lagi.

Ya. Sekarang Sehun akan mengatakannya.

“Sehun-a.”

“Ada yang ingin aku katakan, Sunmi.”

Mereka berhenti, saling menatap.

“Aku pikir aku sudah sangat mengganggumu–”

“Sunmi…”

“–maaf sudah membuatmu merasa tidak nyaman…”

“Sunmi dengarkan aku dulu.”

“…aku berjanji ini adalah terakhir kalinya aku mengikutimu.”

“Sunmi, kumohon…”

“Aku akan menjauh sesuai apa yang kau inginkan. Aku akan pergi seperti apa yang sudah kau lakukan padaku. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku tidak akan menghubungimu seperti yang kau inginkan.”

Kenapa seperti ini?

Kenapa disaat Sehun sudah memilih untuk kembali, Sunmi malah pergi?

Apa dirinya sedang di permainkan oleh cinta?

Bisakah Sehun memutar kembali waktu agar ia dan Sunmi tidak harus melewati masa-masa sulit seperti ini?

Bisakah Sehun meminta kepada Tuhan agar Sunmi mencabut semua kata-katanya?

Bisakah Sehun menahan Sunmi untuk tidak pergi?

Pada akhirnya, Sunmi meninggalkan Sehun.

Meninggalkan perasaan sakit yang menyerang dada Sehun.

Membiarkan dirinya merasakan apa yang Sunmi rasakan saat itu.

Sunmi pergi.

Sunmi menjauh.

Dan Sunmi membiarkan Sehun untuk pertama kalinya menangis.

Menyesali semua yang sudah ia lakukan.

Menyesal.

Sekali lagi, Sehun menatap punggung Sunmi dengan mata memburam.

Membiarkan Sunmi pergi tanpa mampu menahannya.

Dan Sunmi membiarkan Sehun tidak mendengar ucapan terakhirnya.

“Aku akan tetap menunggumu, Sehun. Kembali padaku jika kau membutuhkan aku.”

Sunmi tetap melangkah, membiarkan Sehun terus-menerus menatap kepergiannya.

Sunmi memilih pergi.

Tetapi, pada akhirnya Sunmi tetap memilih menunggu.

Menunggu Sehun.

A/N

Menunggu dan menyesal.

Menunggu untuk Sunmi.

Dan menyesal untuk Sehun.

 

124 responses to “Waiting – sandrajongin

  1. Kelupaan baca yang ini, malah baca yang comeback duluan-_-haha. Keren thorrr, feelnya dapet banget. Nyesek terus bawaannya kalo baca:”

  2. Ini nyesek banget 😦 sunmi kasian di bulky sama penggemar nya sehun sampe dikatain gadis jalang sedangkan sehun nya makah diem aja. Pasti jadi sunmi sakit banget 😦

  3. kenapa jadi begini?
    disaat yura sudah merelakan sehun, dan juga sehun ingin kembali ke sunmi, sekarang malah sunmi yg menjauh

  4. pertama2 tepuk tangan buat author..
    ini keren aku baca dartadi…
    imbang banget antara sunmi sehun yura…
    sumpah demi apa yura bkin aku syang dia.. (lo kata nya sayang sunmi gmnasih plinplan)
    iya gmna dong udah syang ?
    trussss itu knpa giliran sehun uda mmbuka hati kok sunmi main cao aja…
    please dd sunmi dngerin abang tehun dlu dong (?)
    ada lagi nga skuel nya thor ?

  5. kenapa jadi baper sih pas Sunmi bilang mau pergi dan menjauh dari Sehun T__T emang dia mau kemana? kasian ehh dia diperlakuin kaya gitu sama fans Sehun tapi Sehun diem aja padahal hati nya sakit ngeliat Sunmi digituin:(
    pas Sehun udah mulai baik lagi Sunmi malah pergi menjauh jauh jauh jauh dari Sehun 😦 Thehun telat sih, Sunmi kan sakit hati duluan 😦 Yura nyerah gitu, demi orang yang di cinta. Ugh, cinta segitiga

    ada sequel lagi kah?

  6. Pingback: Promise – sandrajongin | SAY - Korean Fanfiction·

  7. Ngerasa banget kalau aku yang ada di posisi Sunmi. Look! Dia emang gadis yang kuat. Buktinya menunggu Sehun dia bahkan tidak menyerah dan mengatakan lelah. The best (y)
    Yura. Aku bangga sama Yura. Dia sama seperti Sunmi. Kuat. Mengorbankan perasaannya untuk kebahagiaan orang lain. Good friend :”)
    Feel kali ini terlalu dapet, aku bahkan sampe pengen nangis. Seperti pernah merasakan yang kaya gini walaupun engga pernah dan semoga tidak akan pernah terjadi :”)

  8. Jangan bilang kalau ini pengalaman pribadi? Ya ampun ini nyesek banget. Bodoh banget sehun iiiihh

  9. Pingback: Lie – sandrajongin | Sandrajongin Fanfiction's·

  10. Pingback: Lie – sandrajongin | SAY - Korean Fanfiction·

  11. aaaaa…. untung yura baik, nggak menghalangi hubungan sunmi sehun, tapi disaat sehun tersadar dari keraguannya, sunmi malah pergi, greget banget thorr.. ㅠㅠ

  12. sumpah nyesek.banget ni kenapa mereka berdua jadi kaya gini ahh sungguh menyakitkan kalau mau sereis end happy ending ya eonni kasian sunmi nyaasa harus sedih terus ㅋㅋㅋ 🙂 😀

  13. Mereka sama sama menunggu sehun. Yura rela jadi pelariannya Sehun, dan Sunmi rela menjauhi Sehun. Tapi kenapa Sehunnya ga berani buat ngejar Sunmi setiap kali Sunminya nangis 😥 Sehunnya ga gentle.

  14. Gilaaa… Ini nyentuhh banget,,, emgnya sunmi mau kemana smpe ngomong kalo dia mau pergi,, skrang sehun yg d tinggal sama sunmi. Dlu ajah sehun yg ninggalin sunmi sampe sunmi nangis2, sampe sunmi d bully sama para fansnya sehun tapi sehunnya diem ajah. Itu karma buat kamu sehunn

  15. Ff macam apa kaya gini??

    ff yg bikin aku sedih baca nya sampe2 merinding dan hatiku terasa tercekat tiap bacanya 😥 OHHH… plisss ini ff terlalu menyakitkan setiap kali aku baca 😥 Sehun Sunmi 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s