[Frelance] You’re My Star – chapter 9

req-64-you_re-my-star-b1

Title : You’re My Star chapter 9 – alphaphoenix

Author : alphaphoenix (twitter @mlidna)

Main cast : Do Kyungsoo a.k.a D.O (EXO) | Jang Hyunji (OC/You) | Byun Baekhyun (EXO) |

Other cast :Kim Jongin a.k.a Kai (EXO) | Oh Sehun (EXO) | Park Chanyeol (EXO) | Kim Junmyeon a.k.a Suho (EXO) |

Genre : Drama, romance, comedy

Rating : PG-15

Length : chapter

Credit poster : Yaumila @ HSG

Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari film disney channel ‘starstruck’ tapi saya kembangkan berdasarkan pikiran sendiri. Tolong tinggalkan jejak dengan memberi komentar ^^. Original story by me. Don’t be a plagiat!  DON’T BE A SILENT READERS!

Previous Chapter :

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8

Sudah pernah di post di wp pribadi disini ^^

D.O POV

Kepala Hyunji sedikit terkulai ke arah jendela mobil. Membuat kepalanya sedikit terhantuk-hantuk ke kaca jendela. Aku berkali-kali mencoba untuk mengembalikan posisi kepalanya ke posisi yang benar, namun percuma. Hyunji benar-benar tidak bercanda soal omongannya, ia benar-benar terlelap sampai-sampai kepalanya yang melayang kesana sini tidak ia rasakan. Alhasil, aku harus mengontrol kelajuan mobil.

Karena aku harus mengontrol kelajuan mobilku, butuh waktu 2 kali lipat untuk sampai ke apartement Hyunji. Ini sudah larut malam, lewat jam 12 malam. Namun bagi kami berdua ini bukan larut malam, hanya hari yang sudah berganti. Mungkin kalian bertanya apa saja yang aku dan Hyunji lakukan hingga baru pulang jam segini?

Late night conversation are the best, I think.

Hanya mengobrol saja kebanyakan. Membicarakan hal-hal yang tidak penting. Seperti apa warna favorit Hyunji, apa masakan kesukaannya, dan bagaimana dengan orangtua Hyunji. Aku tidak pernah bertemu dengannya.

Betapa kagetnya aku ketika tahu kedua orangtua Hyunji sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hyunji terlihat tegar ketika mengatakan itu, tapi aku tahu benar apa yang dirasakannya.

Hyunji menyukai warna biru muda, katanya itu seperti warna langit siang yang cerah dan warna laut yang jernih seperti cermin. Biru itu menenangkan,katanya. Warna yang lembut dan enak dipasang pada apapun. Aku jadi ingat jaket yang kutukar dengan Hyunji, jaket biru itu.

Ia menyukai buljajjang. Pantas saja beberapa kali aku mengunjunginya, aku selalu disuguhkan Buljajjang.

Ia menyukai malam hari, menurutnya malam itu waktu yang menenangkan. Ia bisa begadang hanya menonton langit malam yang tidak bergerak itu.

Dan hal sepele seperti itu tambah membuat Hyunji menjadi perempuan yang menarik.

Dan hal sepele lainnya yang membuatku tidak membangunkan Hyunji meskipun aku sudah sampai di depan apartementnya. Ya, sudah cukup lama aku berada di dalam mobil, menonton Hyunji yang tertidur.

Aku menyukai Hyunji ketika tidur, ia tampak begitu rapuh sampai-sampai aku ingin memeluknya selamanya.

Aku menyukai caranya memanggil namaku. “Kyungsoo-ah.!” Dengan nada yang dinaikkan 2-3 oktaf. Tidak ada perempuan di dunia ini yang memanggilku seperti itu. Hanya Hyunji saja dengan nada tingginya.

Aku menyukai Hyunji ketika sedang berkutat dengan buku-buku astronominya. Dia benar-benar menjadi orang yang tidak-bisa-kau-ganggu-meskipun-ada-kebakaran-diluar-sana. Ia terlihat dewasa, meskipun ia berbeda 4 tahun denganku.

Aku menyukai Hyunji ketika ia sedang marah denganku, karena aku menggodanya. Pipinya akan bersemu merah bak mawar merah yang dijual di florist. Menjadikan bunga-bunga iri dengan kecantikannya.

Aku menyukai matanya yang tidak selebar mataku, kulitnya yang putih bersih,cara berpakaiannya yang tidak pernah terbuka, suka tertidur di meja belajar, penggemar buljajjang, maniak astronomi, pencinta biru, suka berteriak, bisa meninju orang, dan

Aku mencintainya karena hal-hal sekecil itu. Namun yang lebih penting…

Aku menyukai caranya yang bisa membuatku jatuh cinta padanya. Ia benar-benar perempuan apa adanya.

Hyunji menggeliat dalam tidurnya. Senyum merekah di wajahku ketika wajah Hyunji dihadapkannya ke arahku. Jantungku langsung memburu ketika kutatap wajah teduh Hyunji.

Aku tak tahu sudah berapa kali melihat Hyunji tertidur seperti ini. Kedua? Ketiga? Mungkin ini yang ketiga. Dan disetiap aku menjumpainya sedang tertidur, aku merasakan hal yang berbeda. Ketika pertama kali melihatnya tertidur, ia tertidur diantara tumpukan buku astronominya itu. Sempat mengigau sedikit –memarahiku, aku rasa- Aneh, ketika itu. Ada rasa menggelitik dalam perutku ketika melihatnya tidur. Lucu melihat tingkahnya yang mengigau sedang memarahiku. Hey, itu artinya ia sedang memimpikanku,kan?

Kedua, ketika aku menerobos masuk ke apartement kecilnya itu. Ia tertidur dengan dilapisi oleh baju hangat dan selimut. Sampai-sampai aku hanya bisa melihat wajah pucatnya saja. Bibirnya yang biru dan pipinya yang tak merona merah. Disitu aku benar-benar marah dengan diriku. Aku benar-benar laki-laki tak berguna.

Dan sekarang, di mobilku. Ia tertidur pulas. Setelah seharian kami berjalan berduaan, pastilah ia capek. Ditambah lagi ia bilang semalam tak bisa tidur karena terlalu bersemangat untuk hari ini. Belum lagi ia suka keterusan bermain dengan teleskop pemberianku, terkadang ia bisa dengan teleskop sampai pagi menjelang.

“hmmm… Kyungsoo-ah.”

Hyunji baru saja menyebut namaku dalam tidurnya. Aku tertegun mendengarnya. Apakah ia sedang memimpikanku?

Aku tersenyum melihat tingkahnya ketika menyebutkan namaku ketika ia tak sadar. Namun yang lebih membuatku kaget adalah…

Hyunji tersenyum dalam tidurnya ketika selesai menyebutkan namaku. Ia terlihat begitu bahagia. Aku penasaran apa yang sedang dimimpikannya? Sebegitu bahagiakah dia?

Oh, Hyunji.. Kau akan membuatku tidak bisa tidur malam ini, sayang. Senyummu akan memenuhi otakku.

Jujur saja, aku tidak berani membangunkan Hyunji untuk memberitahunya kalau kami sudah sampai di depan apartementnya. Sungguh tak tega aku membangunkannya. Aku sempat berfikir untuk membiarkannya tidur saja di sini, bersamaku, menemaninya dan terus melihatnya.

Hyunji menggeliat sekali lagi dan perlahan-lahan membuka kedua matanya. Aku yang sedari tadi menontonnya agak sedikit kaget melihatnya terbangun. Ketika kedua matanya terbuka, yang pertama kali dilihatnya adalah diriku. Aku tersenyum ke arah Hyunji.

“Hmmm… Kyungsoo??” tanya Hyunji dengan mata yang belum terbuka sempurna. Aku terkekeh pelan ia masih bisa melihatku meskipun matanya belum sepenuhnya melebar.

“Ne.. Ini aku.” Kataku.

“Kita sudah dimana?” tanya Hyunji lalu menegakkan badannya dan mengucek matanya, ia sedang mengumpulkan kesadarannya.

“Depan apartementmu.”

“Oh. Baguslah. Ugh, aku ngantuk sekali….Hoamm.” kata Hyunji sambil menguap.

“Melelahkan ya?” tanyaku sambil merapikan rambutnya yang agak berantakan.

“Iya.. tapi menyenangkan. Sudah. Aku harus kembali dulu, ini sudah kelewat malam. Kau juga harusnya sudah pulang, bukannya kau besok ada schedule?” tanya Hyunji.

“Memang.. tapi tak apalah. Kau mau mengunjungiku besok?”

Hyunji menggeleng.

“Tidak bisa. Besok sepertinya tim lomba yang kemarin ke Jepang akan datang. Aku menanyakan kabar mereka. Tapi mereka bilang untuk menunggu kabarnya di kampus saja.”

“Wah.. aku jadi penasaran.” Jawabku.

“Nanti akan kuberitahu..” sambung Hyunji.

“Baiklah. Kau harus istirahat. Besok pasti akan melelahkan. Biar kuantar sampai atas.” Kataku.

Lalu aku turun dari mobil dan mengeluarkan semua barang-barang milik Hyunji. Sepanjang perjalanan ke arah apartement Hyunji, kami kebanyakkan bercerita ringan soal kejadian hari ini.

“Selamat..err.. pagi, Kyungsoo. Sampai ketemu..” kata Hyunji ketika kami sudah sampai di apartementnya, ia melirik jam tangannya dan dilihatnya jarum jam sudah mengarah ke angka 1.

“Ne.. Langsung tidur ya. Jangan buka buku atau main teleskop lagi.” Kataku sambil terkekeh.

“Kamu juga. Langsung tidur jika sudah sampai. Beritahu aku kalau sudah sampai..”

Aku mengangguk pelan.

“Aku pergi dulu. Kau tahu, besok mungkin akan menjadi hari yang berat bagiku..” kataku lesu.

Hyunji langsung terlihat cemas begitu mendengarkan perkataanku.

“Kenapa?” tanya Hyunji panik.

“Karena besok aku tidak bisa melihatmu…”

***

Baekhyun POV

Sepi.

Langkah kakiku pelan-pelan mengendap ke arah kamar Jongin dan Kyungsoo. Harus kupastikan langkah yang kubuat tidak terdengar sedikitpun, tak terdengar mengalahkan suara jarum yang bisa terdengar jika jatuh ke lantai.

Jantungku berdegup kencang ketika kupegang ganggang pintu kamar Jongin dan Kyungsoo. Dingin sekali.Kali ini aku tidak asal membuka pintu kamar Jongin dan Kyungsoo. Kali ini aku benar-benar pelan dan hati-hati membukanya.

Decit pintu terdengar ketika aku membuka kamar ini. Gelap langsung menyambutku ketika ruangan ini terbuka. Kamar ini sedang tidak ada penghuninya. Kamar Jongin dan Kyungsoo kosong. Jongin sedang berada di rumah kedua orangtuanya, subuh-subuh nanti baru ia pulang ke dorm.

Kyungsoo. Ah, entahlah kemana manusia satu itu. Jam segini belum pulang. Dan anehnya juga jam segini aku masih terjaga. Padahal nanti pagi kami ada show. Hari ini benar-benar melelahkan. Tidak juga sih, aku lebih merasa ke perasaan sepi. Gila saja Taeyeon meminta untuk membooking Lotte World untuk 1 hari tadi. Kau tahu aku kebakaran jenggot untuk menelpon pihak Lotte World malamnya sebelum besoknya tempat itu dipakai. Tempat itu menjadi tempat yang paling sepi, mencekam, dan menakutkan. Hanya ada aku, Taeyeon, dan beberapa staff. Wahana seluas itu hanya diisi oleh beberapa orang ternyata akan berbeda suasananya jika sedang ramai.

Kemana buku tulis pacarnya Kyungsoo itu?

Mataku menelusuri seluruh isi kamar Jongin dan Kyungsoo. Mencari setiap detail buku tulis bewarna biru bermotifkan bintang-bintang yang memang sudah aku hapal benar diluar kepala.

Masalahnya, buku tulis itu hanya ada 1 di dunia. Dan aku pernah memberikannya untuk seseorang.

Jang Hyunji.

Jang Hyunji, yang entah kemana sekarang ia berada. Hilang begitu saja ketika hubunganku dan dia resmi berakhir. Kabarnya tidak pernah kudengar lagi. Bahkan ketika aku mendengar tentang meninggalnya kedua orang tua Hyunji, aku tak berhasil menemukan Hyunji.

Pikiranku langsung mengarah ke gadis itu. Mengkhawatirkannya.

Bulu kudukku naik ketika aku melihat buku tulis itu lagi kemarin ditangan Kyungsoo. Sebagian diriku yakin itu milik Jang Hyunji. Namun sebagian lagi berusaha percaya bahwa itu bukan milik Jang Hyunji.

Kemana buku tulis itu?

Aku menggerutu pelan ketika tidak juga berhasil menemukan buku tulis biru itu. Untuk tipikal seorang Kyungsoo yang rapi, seharusnya buku tulis itu mudah ditemukan diantara tumpukan koleksi buku-buku Kyungsoo di rak meja.

Oh, ayolah.. Sebelum Kyungsoo muncul.

Bisa mati aku kalau Kyungsoo menangkapku memasuki kamarnya tanpa izin dan mengorek-orek isi kamarnya. Ia tidak akan mau memasakkan kami makanan untuk makan malam lagi. Adrenalineku berpacu kencang ketika aku semakin frustasi tidak menemukan buku tulis itu di meja Kyungsoo dan di dalam lemarinya.

Biru, warna biru…

Namun tidak ada warna biru dikamar ini. Hitam, abu-abu putih. Bahkan untuk hiasan kamar dan meja semuanya berwarna suram. Tidak ada warna yang mencolok.

Kyungsoo bisa datang kapan saja.

Biru..

Biru..

Hyunji..

Jang Hyunji..

Aku terus bergumam pelan sembari mengobrak-abrik isi kamar Jongin dan Kyungsoo. Aku menyerah ketika tak menemukan satupun benda bewarna biru di meja Kyungsoo. Kutarik pandanganku kearah tempat tidur Kyungsoo yang tertata rapi dan bersih. Kupandang sebentar tempat tidur Kyungsoo yang kelewat rapi, terlalu rapi untuk memberantakkannya lagi.

Masa bodoh. Nanti kurapikan lagi..

Kutarik selimut Kyungsoo dari tempat tidurnya, tak tega rasanya menghambur tempat tidur Kyungsoo. Namun ternyata hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di balik selimut Kyungsoo. Sempat menggerutu pelan, akhirnya aku menarik bantal Kyungsoo.

Biru…

Aku membeku ketika melihat buku tulis yang kucari-cari itu. Aneh rasanya ketika berhasil menemukannya. Padahal sedari tadi aku panik tidak menemukannya. Ketika menemukan buku ini, rasanya tak percaya, takut untuk mengambilnya. Aku takut melihat isinya, namun tanganku tetap menjulur ke arah buku tulis itu, mengambilnya.

Lembut dan dingin. Cover buku ini lembut, teksturnya sama seperti buku Hyunji dulu. Namun buku ini dingin. Tak biasanya. Dulu, buku ini selalu hangat karena Hyunji sering mendekapnya.

*FLASHBACK*

“Kenapa kau lebih sering mendekap buku itu daripada aku?” gerutuku pelan ketika melihat Hyunji mendekap buku tulis pemberianku itu daripada sang pemberinya.

“Hmm.. buku ini lebih hangat daripada dirimu…” jawab Hyunji sambil terkekeh pelan.

Aku mendengus kesal kepadanya. Aku tahu ia sedang bercanda, namun tetap saja membuatku kesal. Bagaimana bisa sebuah buku mengalahkan seseorang seperti aku, Byun Baekhyun.

Hyunji lalu memunggungiku, berputar sambil mendekap buku tulis pemberianku. Setelah 5 detik kemudian, Hyunji melepaskan buku tulis itu dari dekapannya. Aku yang dari tadi memandang punggung Hyunji terus mendengus kesal, bagaimana bisa ia menghiraukanku.

Aku bangkit dari kursi dan berjalan ke arah Hyunji yang sedang duduk sambil menulis dibuku itu. Ia masih saja memunggungiku, padahal aku sudah tepat dibelakangnya. Ah, Hyunji merupakan perempuan tercuek yang pernah kutemui.

Tak tahan lagi dengan sikap cueknya, akhirnya aku memeluknya dari belakang. Kutarik sedikit Hyunji kepelukanku dan kulingkarkan kedua tanganku dibadannya. Daguku berada di atas kepala Hyunji. Hyunji tak bergeming sedikitpun, ia bahkan tidak marah dengan sikapku yang tiba-tiba ini.

Aku tahu pasti apa yang Hyunji rasakan sekarang. Gugup. Jantungnya akan berdetak 100 kali lebih kencang daripada biasanya ketika aku menyentuhnya seperti ini. Hyunji pernah bilang padaku bahwa ia bisa mati kalau Baekhyun suka memeluknya secara tiba-tiba.

“Apakah aku masih kalah hangat dengan buku itu?” tanyaku.

“Kau tahu, aku bisa mati setiap kau melakukan ini secara tiba-tiba..” kata Hyunji.

“Aku tahu. Aku juga bisa mati kalau aku dikalahkan oleh sebuah buku. Demi apa? Buku itu lebih sering kau dekap daripada aku?” tanyaku kesal.

Hyunji terkekeh pelan.

“Kau seperti anak kecil. Jadi kau cemburu dengan sebuah buku?”

“Iya.. sangat cemburu.” Jawabku tegas.

“Baekhyun-ah, berhentilah bersikap seperti anak kecil. Bisakah kau lepaskan pelukanmu ini?”

“Tidak sampai kau bilang aku lebih hangat daripada buku itu….”

“Hmmm…baiklah. Kau memang yang terhangat, Byun Baekhyun. Jadi, bisakah kau lepaskan pelukanmu? Aku punya kerjaan lain…”

Namun, bukannya melepaskan pelukanku dari Hyunji, aku semakin erat memeluknya. Mendekapnya, dan tak mau ia lepas dari pelukanku.

*FLASHBACK END*

Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan berat. Kupaksakan diriku untuk yakin bahwa buku ini bukan milik Hyunji, ini hanya bukunya saja yang sama. Hanya buku yang lain lagi.

Ini bukan punya Hyunji… timpalku.

Ini hanya  buku yang lain..

Namun rasanya ada yang tersangkut di dalam lubuk hatiku yang terdalam. Suara hati kecilku menginginkan aku bertemu dengan Hyunji lagi. Aku merindukannya sekaligus ingin memohon maaf kepadanya.

Jika ia mau memaafkanku.

Rasanya seperti membutuhkan tenaga beribu-ribu kalori untuk membuka buku ini. Berat rasanya, keringat dingin muncul di pelipisku. Jantungku berpacu 100 kali lebih kencang. Aku hafal dengan halaman pertama buku tulis Jang Hyunji. Di halaman pertama buku tulis Hyunji, akan ada namaku dan nama Hyunji. Lalu dibelakang buku tulis itu ada namaku juga.

Aku seperti terhantam batu besar tepat di ulu hatiku ketika melihat nama JANG HYUNJI di halaman pertama buku tulis ini. Langsung melemah seluruh tubuhku. Ini milik Hyunji, tulisannya persis seperti Jang Hyunji. Perutku langsung mulas dan tanganku gemetar.

Namun, tidak ada namaku disitu.

Ada terbesit rasa senang sekaligus kecewa. Senang karena aku berhasil menemukan Hyunji. Kecewa karena tidak ada namaku di buku tulis itu. Kuperhatikan baik-baik buku tulis itu. Ternyata ada robekan di halaman pertama buku ini. Kubuka halaman terakhir buku tulis itu juga. Tidak ada namaku disitu (juga), terdapat robekan di samping kiri buku tulis ini. Menandakan bahwa buku tulis ini pernah dirobek penuh 1 kertas di depan dan belakang.

Tulisannya mirip sekali. Bahkan isi bukunya, letak-letak gambar dan ilustrasinya, gaya coretannya, catatan kecil disamping atau dibawah kertas, semuanya sama persis dengan buku Hyunji yang dulu.

Buku ini milik Jang Hyunji, positif.

Aku menghembuskan nafas panjang. Badanku merosot, aku langsung lemas. Terbesit rasa bahagia didiriku. Hyunji masih di Seoul, ia tidak pergi kemana-mana. Namun aku juga sedikit kecewa..

Sekarang ia sudah bersama Kyungsoo.

Bagaimana ia bisa bertemu dengan Kyungsoo? Bukannya ia sudah tidak menyukai EXO lagi? Apa yang diperbuat Kyungsoo sehingga Hyunji mau bersamanya?

Aku kecewa.

Kalau saja aku waktu itu tidak meninggalkannya, mungkin ia masih bersamaku.

Tunggu apakah Kyungsoo tahu soal aku dan Hyunji?

Bip..

Aku terlonjak kaget begitu mendengar suara bip pelan dari arah luar. Seseorang telah masuk ke dalam dorm. Kyungsoo pasti sudah pulang.

Dengan gelagapan, kuletakkan lagi buku tulis Hyunji ke bawah bantal. Kurapikan semampuku dan secepatnya seluruh hal yang sudah ku buat berantakan. Yang lebih penting adalah, jangan sampai menghilangkan jejak.

Setelah semuanya kuanggap sudah rapi (anggapanku, bukan anggapan rapi menurut Kyungsoo), cepat-cepat kumatikan lampu kamar dan mendorong keluar pintu kamar. Syukurlah Kyungsoo belum muncul di hadapanku. Kau tahu betapa panik dan gugupnya aku tadi.

Kuhembuskan nafas secara perlahan, mengatur nafasku agar kembali normal. Sembari itu juga, aku pergi kekamarku. Dengan keadaan yang masih panik, kacau, takut, bahagia, kecewa… aku tetap berusaha tenang.

“YA!!!”

“ARRGGHH!”

Kyungsoo tiba-tiba muncul dihadapanku. Aku kaget begitu melihatnya muncul dari kegelapan dapur. Jantungku kembali berpacu 100 kali lebih cepat lagi. Percuma saja tadi aku mengatur nafas agar detak jantungku kembali normal dan tenang.

“Kau mengagetkanku.” Kata Kyungsoo.

“Kau yang mengagetkanku. Kenapa kau baru pulang sekarang?” tanyaku.

“Bukannya sudah biasa aku pulang jam segini. Kau kenapa jam segini belum tidur?” tanya balik Kyungsoo.

“Bukannya sudah biasa aku  belum tidur jam segini.”Sahutku.

Kyungsoo menatapku heran, aku balik menatapnya tajam menyipitkan mataku.

“Baiklah lupakan. Terserahmu. Tapi seharusnya kau sudah harus tidur…” kata Kyungsoo.

“Aku tak bisa tidur…” jawabku datar.

“Jadi, kau berkeliling dorm agar bisa tidur?Aneh.. Lucu sekali.”

“Iya, sampai aku mau tertawa.hahahaha….” kataku dengan datar. Tawaku juga terdengar garing.

“Kau menyebalkan sekali..” kata Kyungsoo.

“Sudahlah. Sana pergi tidur. Aku juga akan pergi tidur.” Kataku.

“Baiklah. Jaljayo.” Jawab Kyungsoo datar.

Kyungsoo langsung pergi meninggalkanku sendirian. Aku yang masih dirundungi sejuta pertanyaan berpikir untuk menghentikan langkah Kyungsoo..

“Kyungsoo-ah…”

Kyungsoo refleks berhenti berjalan dan berbalik menghadapku.

“Wae??”

Aku ragu-ragu untuk menanyakannya. Tapi aku bakalan tidak bisa tidur jika tak menanyakannya.

“Kau kemana hari ini?” tanyaku berusaha terdengar santai.

“Kau kira dirimu saja yang berkencan hari ini? Aku juga seharian bersama pacarku…”

Tiba-tiba saja rasanya oksigen di ruangan ini hilang. Aku kesulitan bernafas.

“Oh… Kau tak pernah menceritakan tentang pacarmu..” kataku.

“Ah.. kau saja yang tak pernah mendengarkan ceritaku. Setiap aku cerita kau tak pernah mendengarkan…” jawab Kyungsoo malas.

“Ma.. maksudmu.. kau sering cerita ke aku?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri.

Kyungsoo mengangguk pelan.

“Aku sering bercerita padamu soal Hyunji. Tapi kau tak mau mendengarkan. Kau selalu pergi jika aku ingin bercerita tentang Hyunji….”

“Tunggu.. Hyunji?” tanyaku.

“Iya. Nama kekasihku Hyunji, Jang Hyunji…..” jawab Kyungsoo diikuti dengan senyumannya. Ia sepertinya bisa bahagia hanya dengan menyebutkan nama Hyunji saja.

“Oh… Nama yang bagus.” Tambahku.

Memang nama yang bagus, timpalku dalam hati.

“Sebenarnya hari ini kami ingin pergi ke Lotte World. Tapi entahlah, kata Hyunji ada seseorang yang membooking-nya untuk 1 hari. Ia benar-benar kesal. Padahal ia ingin sekali pergi ke Lotte World…” kata Kyungsoo.

Sontak aku tersadar dari lamunanku.

“Mwo??” tanyaku kaget.

“Aneh,kan? Ada seseorang yang membooking sebuah wahana untuk 1 hari. Sepanjang hari, Hyunji terus mengumpat orang yang membooking Lotte World. Katanya ia orang yang egois.”

Oh, rasanya aku ingin menyembunyikan wajahku dimana saja. Dimana saja. Kalau Kyungsoo tau aku pelakunya, ia pasti akan marah besar.

“Kau kenapa?” tanya Kyungsoo.

“Eh.. umm.. Wae? Memangnya aku kenapa?” tanyaku gugup.

“Kau terlihat aneh saja. Kau seperti……..”

Kyungsoo berdiam sebentar, ia mencari kata yang tepat untuk diucapkan. Aku gugup menunggu apa yang akan ia katakan.

“Sebenarnya kenapa kau menanyakanku hal itu?”

“Ya! Kita ini kan teman sejak lama. Tak bolehkah aku menanyakan kepadamu apa yang kau lakukan hari ini…” jawabku lantang.

“Tak usah menjawabnya secara lantang seperti itu. Kau akan membangunkan yang lain. Kau terlihat marah….”

“Aku tak marah, hanya kesal denganmu..” kataku dengan volume suara yang kecil.

“Memangnya kau tahu siapa yang membooking Lotte World?”

“Molla..”

Kyungsoo langsung mengangkat sebelah alisnya.

“Apakah kau mengenal Hyunji?”

Seluruh tubuhku langsung melemah ketika Kyungsoo menanyakan Hyunji. Ia seperti menusuk sebilah pisau tepat di jantungku.

“Tidak. Aku tidak tahu…” kataku akhirnya.

“Oh… Mungkin saja kau mengenalnya. Tapi memang itu tidak mungkin. Hyunji bukan penggemar EXO. Jadi ia tidak mungkin mengenal anggota EXO.”

Tidak mungkin mengenal anggota EXO?

Aku menghembuskan nafas dengan berat.

“Baiklah. Sebaiknya kau pergi tidur. Nanti pagi sampai malam kita full dengan schedule..” kataku.

“hmm.. Jaljayo.” Kata Kyungsoo lalu ia masuk ke kamar dan meninggalkanku sendirian.

Aku dengan langkah yang berat pergi ke kamar. Kubuka pintu kamar dengan susah payah. Aku mendapati Chanyeol sudah tertidur pulas. Setelah berdiam diri cukup lama dibalik pintu kamar., akhirnya aku naik ke atas tempat tidur. Kucoba menenangkan diriku dan menutup mataku berkali-kali. Butuh setengah jam bagiku agar bisa tenang dan tertidur dengan pulas.

Dan setelah sekian lama aku tak bertemu Hyunji, ia tiba-tiba menghampiriku dalam mimpi. Hal itu membuatku terbangun dengan mata yang basah.

***

D.O POV

“Baekhyun-ah. Kenapa dengan matamu? Ah.. susah sekali menghilangkan bengkaknya…”

Aku melirik Ms. Choi, penata rias kami. Ia meggerutu pelan didepan wajah Bakehyun. Mengomeli Baekhyun karena matanya yang bengkak.

“Gwenchana…”

“Sebentar lagi kalian akan on air. Fansmu akan bertanya soal matamu yang bengkak ini. Ahh.. Baekhyun-ah…” omel Ms. Choi.

“Inilah susahnya menjadi seorang make-up artist..” kata Ms. Choi sambil menekan kain berisi es batu ke mata Baekhyun.

“Pegang ini, aku akan kembali..” kata Ms. Choi menyuruh Baekhyun memegang kompresan es batu. Lalu Ms. Choi pergi keluar.

Entahlah. Sejak bangun tadi pagi, mata Baekhyun sudah bengkak seperti itu. Aku mencoba mengingat-ingat apa yang aku lakukan kepada Baekhyun. Seingatku aku hanya mengobrol dengannya, aku tidak meninju matanya.

“Kau menangis semalam,huh? Aku tak mendengarmu menangis..” sahut Chanyeol.

“Anniyo….” jawab Baekhyun lesu.

“Terus kenapa? Kenapa matamu bisa sebengkak ini? Kau pasti menangis! Waeyo? Ada masalah dengan Taeyoon noona?” kata Chanyeol sembari menghampiri Baekhyun dan langsung menarik wajahnya. Ingin melihat mata bengkak Baekhyun.

“Anniyo….” sergah Baekhyun lalu menghempaskan tangan Chanyeol.

“Baekhyun-ah. Kau harus menjaga moodmu. Sebentar lagi kita on air..” kata Suho.

“Wae keurae??” tanyaku.

Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya ke arahku. Ia menatapku lesu.

“Nan gwenchana….”

“Anniyo. Kau sudah terlihat aneh sejak tadi malam…” kataku.

“Kenapa dengan tadi malam?” sergah Suho langsung.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya kepada Kyungsoo kenapa ia pulang larut malam….” lanjut Baekhyun.

“Bukan. Bukan itu…. Kau menanyakanku soal………”

“Kyungsoo sudah memiliki kekasih. Kalian tahu itu?” sergah Baekhyun.

Sontak seluruh isi ruangan hening dan seluruh pasang mata menatapku. Semuanya memasang ekspresi terkejut, bingung, kaget, tidak percaya. Suho dan Chanyeol menatapku tidak percaya. Suho sepertinya siap untuk menyemburku dengan amarahnya. Namun, diantara seluruh orang diruangan ini, hanya Jongin dan Sehun yang tidak terkejut.

“Itu benar.. Aku tahu. Dia teman kami di kampus…” kata Sehun.

“Apa hakmu memberitahu yang lain soal kekasihku?” hardikku.

“Ya!! Kyungsoo-ah. Kau kenapa berpacaran. Sudah tahu berapa banyak masalah yang kita hadapi sekarang?” kata Suho marah.

“Kenapa memarahiku? Aku tidak berpacaran dengan seorang artis. “ kataku lalu melirik Baekhyun yang diam saja. Ia tampak tidak merasa bersalah sedikitpun. Padahal dialah yang membuat kekacauan ini.

“Ya! Baekhyun-ah. Apa maksudmu memberitahu yang lain soal pacarku, urus saja sana Taeyeon noona!” kataku gusar.

“Kau yang salah. Mengapa kau tidak memberitahu member lain soal hubunganmu itu,huh?” balas Baekhyun.

Aku naik pitam mendengar perkataan Baekhyun. Kesabaranku sudah diambang batas. Aku tak pernah marah seperti ini kepada Baekhyun.

“Memangnya apa masalahmu?” kataku lantang lalu berjalan ke arah Baekhyun. Tanganku sudah mengepal, menyiapkan tinjuku.

Namun terlambat, Jongin dan Sehun sudah terlebih dahulu mencegahku. Mereka berdua mengunci tanganku dan kakiku. Baekhyun juga ternyata sudah mempersiapkan tinjunya, namun ia dicegah oleh Suho dan Chanyeol.

“Ya! Ya! Ya! ADA APA DENGAN KALIAN BERDUA??” teriak Suho.

Baik aku dan Baekhyun sama-sama berdiam. Tatapan kami berdua masih beradu. Tanganku masih mengepal. Jongin dan Sehun sedari tadi menahanku agar tidak maju melangkah.

“Hyung! Sudahlah..” bisik Jongin.

“Ada apa dengan kalian berdua? Masalah perempuan? Bukankah kita sudah berjanji tidak akan menjadikan perempuan sebuah masalah?” hardik Suho.

Hembusan nafasku dan Baekhyun yang paling dominan terdengar di ruangan ini. Lebih tepatnya raungan, bukan desahan nafas yang berat.

“Kyungsoo-ah, seharusnya kau bercerita kepada kami jika kau sudah memiliki kekasih.” Kata Suho kepadaku, lalu ia berbalik menghadap Baekhyun.

“Baekhyun-ah, kau tidak seharusnya memberitahu berita itu disini. Sambil marah-marah. Kau lihat,kan? Semua jadi kacau.” Kata Suho kepada Baekhyun. Suho bergantian menatapku lalu Baekhyun.

“Aku jamin berita ini tidak akan sampai terdengar oleh telinga wartawan.” Jawabku sinis sambil memandang Baekhyun.

“Kekasihku bukan tipe yang ingin di eksplor hubungannya denganku…” tambahku.

“Memangnya siapa kekasihmu?” tanya Chanyeol.

“KAU TIDAK PERLU MENYEBUTKAN NAMANYA……” teriak Baekhyun.

Aku menatap Baekhyun tajam. Ekspresiku memasang wajah masam kepadanya.

“Memangnya itu urusanmu?” tanyaku balik.

“Kau akan……..”

Namun, sebelum Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, aku buru-buru memotong omongannya.

“Jang Hyunji…” jawabku tenang.

Suho dan Chanyeol sontak membulatkan matanya dan membuka mulutnya. Ia tampaknya terkejut mendengar nama Hyunji disebut. Tatapan mereka menghujamku dengan seribu pertanyaan. Aku, Sehun dan Jongin menatap balik Suho dan Chanyeol bingung. Aku dilanda kebingungan yang luar biasa. Apakah diruangan ini hanya aku saja yang tidak mengenal Hyunji lebih dalam?

“Ja…Jang Hyu… Hyunji? Jang Hyunji…?” tanya Suho gagap.

“Kalian kenal dengan Jang Hyunji?” tanyaku balik.

“Kau tidak tahu siapa Hyunji?” tanya Suho lagi.

“Dia kekasihku…..” jawabku lesu.

Aku benci jika diruangan ini hanya aku saja yang dirundungi kebingungan. Seakan-akan aku adalah orang paling ketinggalan informasi dan ketinggalan zaman. Namun nyatanya bukan aku saja yang bingung, Jongin dan Sehun juga ikut kebingungan.

“Sebenarnya siapa Hyunji?” tanyaku.

To be Continued

Jeng Jeng Jeng!!

Annyeong Haseyo readers 😀

Chapter 9 uda di post nih. Yeay!!

Gimana? Udah mulai tahu apa hubungannya Hyunji sama Baekhyun?

Kayaknya semua tebakannya pada benar. Terus si Hyunji itu siapa ya?

Yo.. ayo, main tebakan lagi buat nebak siapa itu Hyunji.

Tetap jangan lupa tinggalkan komen ya. Dont be a silent reader, chingu..

Keep waiting for chapter 10..

38 responses to “[Frelance] You’re My Star – chapter 9

  1. Uuuuuyyyy…
    itu kenapa awal2nya sweet banget yawloohhhhh…
    aah seneng banget bacanya..:3

    tapi mulai pas bagian si Baek.. gua udh dag dig dug serrr/? gimanaaa gitu…si Baek ngeselin banget dah… tpi yaampuuuuunnnn gua pan BaekSoo hard Shipper../ abaikan yg ini / dsini mreka brdua jadi berantem gitu.. gegara cewek.. ulalala..
    jadi berasa gua yg direbutin.. waks.. / abaikan egen/

    hemeh.. Baek.. lu jadi cowok jan labil pliiiss.. lu udah punya taeyeon .. masa inget Hyunji ntar mau blik lagi ke dia.. udah yah biarin Kyungsoo bahagia sama gua.. *loh Hyunji maksudnya…:3

    yodah thooorrrr…
    lanjuuutt terusssss…
    FIGHTING..

  2. makin seru aja nihh ceritanya..
    tpi momen hyunji sma kyungsoo nya dikit nih, tapi ga apa lahh..
    wah baekhyun apa dy msih ad prasaan sma hyunji??
    wahh apa suho sma chanyeol tau hyunji mantan adlh mntan pcarnya baekhyun??
    oke ditnggu klnjutan..

    semangat

  3. Duhh mereka so sweet banget sampe senyum senyum sendiri bacanya
    Baekhyun mantannya hyunji kan?? Tapi apa baekhyun masih suka sama hyunji?? Ga boleh ah!!
    Hyunji cuma punya kyungsoo ajaa!!
    Dan jangan sampe juga hyunji masih ada rasa sama baekhyun!!
    Aku tunggu next chapternya yaaa
    Fighting!^^*

  4. waahh, suho dan chanyeol tau ya hyunjinitu mantannya baekhyun? apa jadinya tuh kalau kyungsoo tau?? aaaahhh penasaraaann, ditunggu ya next chapternya, hwaiting!! ^^*

  5. ya ampun pnsran bngat thor ..
    sbnar slain hyunji mntannya baekhyun, hyunji pnya rhasia ap lgi smpai suho dn chanyeol kget gtu ..
    next thor .. pnsaran ni .. 🙂

  6. spa sbnernay hyunji…
    sumpah penasaran tingkat deewaaa

    adeuh sumpah…baekhyun n do…

    gmna ya reaksi do stlah mngetahui spa hyunji
    apakah dy bsa megang jnjinnyn utk ga ninggalin hyunji atau mlah sblikny,n mlah hyunji mrsakan skit hti lage

    tapi sprti ny ad cinta segitiga nih…
    huhhh…lanjut ya thor…
    fighting…

  7. Lho lho??? Jdi suho sama chanyeol tahu kalau hyunji mantan baekhyun?? Kok bisa???? Knp d.o kai sehun gk tau????? Penasaran sama lanjutannya

  8. Mian thor bru komen, aq masih penasaran ama hyunji. Tp kyknya suho tahu dech ttg hyunji. Apa jgn2 saat baekhyun pacaran ama hyunji saat baekhyun bru debut pertama di exo ya? Kemudian agensinya menyuruh baek utk mutusin hyunji? Ah itu sih hnya tebakan q aja, hehehe~ Daebak thor, di tggu next chapx.

  9. ya ampun knp jadi rumit bngt sih.. kasihan kyungsoo and hyujinnya!!! semoga aja keberadaan baekhyun gak memperkeruh permasalahan yg ada..

  10. Aku gak tau harus komen apalagi… Ini keren banget, hyunji direbutin sama dua cowok? Dan aku gak tau baek udah move on apa belum sama hyunji. Urus saja sana Taeyeon noona! Ya urus saja sana pacar mu baekhyun, kepo banget sama pacar orang. Dulu kemana aja sampe bikin hyunji benci sama diri lo sendiri /lah kenapa gua marah2(?)/ *kebawa suasana*

    suho, chanyeol pasti tau sesuatu tentang hyunji… Dan sebenarnya siapa itu hyunji?
    Next chap ditunggu~ ohya semangat buat author!

    • Huaa.. a million thanks for the comment dear.
      And me too, i don’t how to reply your comment. I’m out of words.
      But the important thing is.. Thank you dear. saranghae :*

  11. Wah…chapter ini feel nya campur-campur kaya gado-gado, hahaha.
    Hyunji itu siapa ya? Mungkin keponakan om lee sooman? Atau sepupunya salah satu member EXO? Nggak tau!!!
    Pokoknya ditunggu lanjutan nya.keep writing thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s