You In Danger!— First Impression and Decision (FanyByun_)

You In Danger

A fan fiction by FanyByun_

Main Cast :

Kim Jinhwan (iKON) | Song Gaeul (OC) | Park Jimin (BTS)

Other Cast :

iKON | BTS | Winner | Kim Nathalie (OC)

Genre :

Romance, School-life, Friendship, Slice of life

Rating :

PG-17


Gaeul memandangi gedung sekolah barunya dengan antusias. Gadis bermarga Song itu meraih ponselnya segera memencet aplikasi kamera. Ia mulai bergaya di kamera, ia mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk v-sign sambil tersenyum manis ke arah kamera. Gadis itu tersenyum melihat foto-foto cutenya dari layar ponsel. Gaeul hendak mengirimkan foto tersebut ke akun instagramnya, sayangnya sebelum hal itu terwujud ponselnya meluncur jatuh dari genggaman tangannya.

Seorang laki-laki menubruknya hingga membuat ponselnya jatuh tak berdaya beradu dengan paving halaman sekolah. Ditatapnya laki-laki itu dengan tatapan tajam. Sungguh menyebalkan, bagaimana bisa laki-laki itu melengos begitu saja tanpa meminta maaaf pada Gaeul?

“Hei!” pekik Gaeul.

Tentu saja hal tersebut merebut atensi beberapa pasang mata di halaman sekolah. Maklum, ini baru pukul enam lewat lima, jadi belum banyak siswa-siswi yang berangkat sekolah. Hanya segelintir siswi di lorong sebelah utara dan seorang siswa yang berjalan menaiki tangga.

Pekikan Gaeul pun menarik perhatian laki-laki yang menubruknya tadi. Laki-laki itu menatap Gaeul dengan tatapan heran seklaigus bingung. Ia merasa tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya. Ia merasa tidak mengenal gadis itu. Apa jangan-jangan dia salah satu fans fanatiknya dari sekolah lain yang pindah sekolah hanya untuk membuntutinya sepanjang hari kemanapun ia pergi?

Oh tidak, itu mengerikan!

“Iya kau! Yang bermata sipit dengan tahi lalat di bagian kanan matamu!”

Laki-laki itu menunjuk dirinya sendiri yang disambut anggukan kepala dari Gaeul. Gadis itu tidak tahan lagi, ia berjalan mendekati laki-laki itu. Menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam. Kemudian gadis itu menunjukkan ponselnya yang lecet disana-sini tepat di depan mata laki-laki itu.

“Kau harus minta maaf padaku!”

Mwo?”

“Kau tadi menubrukku, membuatku tidak sengaja menjatuhkan ponselku, lalu kau berlalu begitu saja tanpa meminta maaf. Memangnya kau pikir dirimu itu siapa? Anak chaebol? Apa orangtuamu tidak mendidikmu dengan benar huh?! Seharusnya kau—”

Laki-laki itu mengambil satu langkah mendekati Gaeul. Gaeul diam-diam menahan napasnya. Ia tidak pernah sedekat ini dengan seorang laki-laki.

Lalu laki-laki itu berbisik di telinga kanan gadis itu. “Namaku Kim Jinhwan, aku memang anak chaebol dan orangtuaku mendidikku dengan baik. Jangan pernah mengatai mereka begitu. Dan lagi, Song Gaeul setelah ini hidupmu tidak akan baik-baik saja!”

Mata Gaeul membulat. Ia menatap laki-laki itu tak percaya, lalu mendorong laki-laki itu menjauh darinya. “M-mwo? Berani sekali kau! Pokoknya aku tidak takut dengan ancamanmu itu laki-laki tidak punya sopan santun!”

“Bersenang-senanglah dahulu, setelah hari ini kau tidak bisa tersenyum lagi, Song Gaeul.”

Gaeul berjalan beriringan dengan Guru Kim. Guru Kim adalah seorang perempuan usia 40-an yang menjabat sebagai wali kelasnya. Kelasnya adalah kelas 11-3, termasuk tiga kelas terbaik di sekolah ini. Kelas terbaik pertama adalah kelas 11-1, teman Gaeul namanya Nath—nama panjangnya Kim Nathalie—menepati kelas itu. Sementara kelas terbaik kedua adalah kelas 11-2, dimana teman se-SMP-nya Kim Taehyung menempati kelas tersebut bersama 6 teman groupnya yang lainnya.

Gaeul menatap Guru Kim yang memasuki kelas. Gadis Song itu masih belum berani untuk masuk ke dalam kelas dan memperkenalkan diri. Ia sedikit malu. Dan tidak mau membayangkan ekspresi teman sekelas barunya.

“Song Gaeul-ssi, mari masuk dan memperkenalkan dirimu.” Ucap Guru Kim.

Gaeul memasuki kelas perlahan-lahan. Ia langsung merebut atensi seluruh siswa di kelas tersebut. Tak terkecuali seorang laki-laki yang duduk di pojok, memandanginya dengan tatapan tajam dan senyuman miringnya. Gaeul seperti tersambar petir begitu menyadari siapa laki-laki itu. Oh tidak, sepertinya kehidupan SMA-nya tidak akan sebaik yang ia harapkan!

“Song Gaeul-ssi, ayo perkenalkan dirimu.”

Gaeul memandangi Guru Kim, gadis itu menarik napas dalam. Lalu mulai berucap dengan lantang.

Annyeonghaseyo. Namaku Song Gaeul. Mohon bantuannya.”

Lalu gadis itu membungkuk sebentar , kemudian kembali berdiri tegak. Guru Kim memperhatikan deretan bangku, mencari bangku yang kosong. Tapi Guru Kim tidak menemukan bangku kosong dimanapun.

Guru Kim memandangi laki-laki yang sedang terkekeh pelan. “ Kim Jiwon, jangan coba-coba menjahili murid baru. Kau mau didetensi lagi huh?”

Sementara Jiwon, atau yang biasa disapa Bobby hanya bisa mendengus kesal dan mengembalikan bangku yang ia sembunyikan di samping loker ke samping bangku milik Kim Hanbin—si ketua kelas.

“Kalau begitu, Gaeul-ssi bisa duduk di samping Kim Hanbin. Ia ketua kelas 11-3, kalau kau ingin bertanya mengenai sekolah ini kau bisa menanyakan padanya.”

Lalu Gaeul mengikuti perintah dari Guru Kim. Ia duduk di samping Kim Hanbin. Laki-laki itu memberikan senyuman tipis, tunggu sepertinya ia pernah melihat laki-laki ini di suatu tempat sebelumnya.

“Hai, aku Kim Hanbin. Sepupunya Nath.”

Oh, pantas saja Gaeul pernah melihat laki-laki ini di suatu tempat! Dia Hanbin, sepupu Nath yang sering diceritakan sahabatnya itu!

“Ah, pantas saja aku familiar dengan wajahmu Hanbin-ssi. Aku Song Gaeul.”

Lalu suara dari Guru Kim membuat perhatian kelas terfokus padanya. “Buka buku cetak kimia halaman 173, kerjakan nomor 105 sampai 110!”

Semua penghuni kelas sibuk melakukan perintah dari Guru Kim. Diam-diam laki-laki yang duduk di pojok kelas—Kim Jinhwan—memandangi Gaeul, merencanakan hal-hal kejam apa saja yang akan ia lakukan pada gadis itu.

“Aku akan mati, sungguh Nath!”

Nathalie Kim, memandangi sahabatnya dari SD itu dengan tatapan penasaran. “Hei, apa yang terjadi? Apa seseorang menghancurkan hari pertamamu bersekolah?”

“Ya. Ia menghancurkanku hingga menjadi bubur! Ini benar-benar gila! Aku ingin pindah saja ke SOPA!”

Nath memukul kepala Gaeul. “Apa yang kau bicarakan? Kau ingin meninggalkanku sendirian di sini begitu?”

“Hei, kau tidak sendirian Nath, aku kan selalu menemanimu saat makan siang.” Hanbin yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.

Nathalie memandangi Hanbin lalu mendengus. “Kau selalu bersama dengan Hayi, gara-gara Hayi tidak berangkat hari ini kau mau menemaniku. Dan jangan berlagak menjadi pahlawan, padahal kau bukan pahlawannya, Kim Hanbin!”

“Hei, sudahlah jangan bertengkar dan dengarkan ceritaku Nath.”

Nathalie memandang Gaeul, memberikan tanda bahwa gadis itu mendengarkan.

“Aku bertemu monster! Tadi pagi saat aku selca dengan gedung sekolah—”

Nath membulatkan matanya. “Oh my god! Kau masih saja bersikap berlebihan begitu, Gaeul!”

“Jangan menyelaku, Nath!”

Nath memutar bola matanya. Hanbin terkekeh diam-diam. “Jangan menertawakanku, Hanbin! Lanjutkan Gaeul-a.

“Jadi begini, aku sedang menge-check foto-fotoku yang imut dan akan mengirimkannya ke instagramku. But,ada orang tidak tahu sopan-santun yang menubrukku, membuat ponselku yang malang jatuh bertubrukan dengan paving halaman sekolah. Dan lihatlah, ponselku kini luka-luka!”

Gaeul memperlihatkan ponselnya yang kumal dan penuh lecet di sana-sini. Seperti biasaya gadis Song itu menceritakan pengalamannya dengan dramatis. Hanbin dengan tidak sopannya malah menertawai Gaeul—ralat menertawai ekspresi Gaeul. Nath memberikan pelototan pada Hanbin.

“Saat aku menghampirinya dan meminta pertanggungjawabannya ia malah berpura-pura tidak tahu dan kalian tahu apa yang ia lakukan padaku setelahnya?!”

“Tidak.” Ucap Nath dan Hanbin bersamaan.

“Ia malah mengancamku! Ia malah mengancam bahwa aku tidak akan hidup bahagia! Oh lord, laki-laki ini benar-benar gila! Kalian tahu siapa namanya? Oh ini sedikit sulit, sebentar… namanya Kim—HwanJin—bukan-bukan, ia Kim…”

“Membicarakanku?”

Sontak semua mata mencari asal suara tersebut. Dan sontak Nath menutup mulutnya. Tidak, ia tidak ingin berurusan dengan laki-laki imut namun menyebalkan ini. Gaeul sendiri ekspresinya sudah tidak keruan, antara ingin menangis dan ingin menertawakan ekspresi Nath. Hanbin sendiri sudah kabur tidak tahu kemana.

Kim Jinhwan, Kim Jiwon, Goo Junhoe, Kim Donghyuk, Song Yunhyeong menduduki kursi yang kosong di meja tersebut. Perhatian tertuju pada mereka. Segerombolan fans menerikan nama mereka. Gerombolan yang lain menatap mereka takut-takut, tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Meskipun Jinhwan dan kawan-kawannya begitu mempesona, tetapi mereka juga sangat kejam! Tidak peduli laki-laki maupun perempuan, bila mereka mengusik Jinhwan dan kawan-kawan, mereka akan disingkirkan.

“Kim Nathalie? Bukannya kau seharusnya kembali ke kelasmu?” Donghyuk berucap. Donghyuk memandangi Nathlahie tajam. Nath tak gentar. Gadis ini masih bertahan duduk di samping Geul. Hingga sebuah tangan menariknya menjauh dari Gaeul. Nath memandangi pemilik tangan itu dengan tatapan kesal. Itu Song Yunhyeong, laki-laki menyebalkan yang sekelas dengannya. Nath menepis tangan Yunhyeong, agar laki-laki itu melepaskan cengkraman tangannya darinya. Tapi, sia-sia, yang ia dapatkan malah Yunhyeong menariknya keluar dari kantin.

Yunhyeong mendorongnya hingga punggungnya mengenai tembok dengan keras.

“Diam dan kembali ke kelas, atau kucium!”

Nath membulatkan matanya. “Mwo? Kau ini apa-apaan Yunhyeong!”

Tapi setelah itu Nath menutup mulutnya. Ia menurut dan kembali ke kelas. Sementara Yunhyeong memperhatikan kepergian gadis Kim itu, diam-diam ia menghela napas lega. Setidaknya, ia tidak akan melihat Nath menjadi salah satu objek pembullyan sahabatnya sendiri.

Kembali dengan keadaan di kantin. Keadaan semakin menggila. Junhoe mengolok-olok Gaeul dan penampilan gadis itu.

Hyung, kau bilang dia wanita? Mana ada wanita yang serata itu. Kau pasti bercanda hyung!” Junhoe menatap Gaeul dengan tatapan mengejek. Kata-kata Junhoe itu mendapat sambutan tawa dari kawan-kawannya yang lain. Tidak terkecuali Jinhwan yang kini malah memandangi Gaeul dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sebenarnya gadis ini tidak serata yang dikatakan Junhoe, kalau Jinhwan boleh jujur sih.

Mwo! Tarik ucapanmu, short dick!”

Kini Gaeun menarik dasi Junhoe hingga laki-laki itu menunduk ke arahnya. Lalu dengan tidak berperasaan Gaeul menendang aset berharga milik Junhoe menggunakan lututnya. Junhoe mengaduh kesakitan. Sementara kawan-kawannya hanya bisa melotot tak percaya. Gadis macam Gaeul ternyata punya nyali yang besar juga.

Melihat Junhoe yang tidak berdaya, kawan-kawannya memilih untuk menghentikan urusan mereka sementara dan melanjutkannya di lain waktu. Mereka harus menyelamatkan nyawa Junhoe dengan segera!

“Urusan kita belum selesai, Song Gaeul.” Kini giliran telinga kirinya yang mendapatkan bisikan dari Jinhwan. Lalu laki-laki itu berlalu dan keluar dari kantin.

“Ya! Kim Jinhwan! Kau pikir aku takut dengan ancaman cemenmu itu! Jangan harap!”

Jinhwan menoleh dan memberikan seringaian. “Kita lihat saja!”

Setelah itu, siswa-siswi mulai bergosip mengenai Gaeul dan iKON—sebutan untuk Jinhwan dan kawan-kawannya.

“Beraninya ia mengatakan hal-hal seperti itu pada Jinhwan sunbae. Memangnya siapa sih dia?”

“Gadis itu keren juga!”

“Dia anak baru itu? Adiknya Song Mino sunbae?”

“Aku tidak suka dengannya! Ia menyakiti Junhoe!”

Gaeul mengambil ponselnya mengirim pesan Line pada kakak laki-lakinya. Sejurus kemudian Mino membalasnya, kakaknya itu mengatakan bahwa ia memiliki kelas tambahan dan tidak bisa pulang bersama. Gaeul tidak putus asa, ia lalu menghubungi Nath. Tapi gadis itu tidak mengangkat telponnya.

Huh, apa boleh buat. Aku harus pulang sendirian.”

Baru saja dua langkah, ia sudah dicegat oleh Jinhwan. Laki-laki itu memberikan seringaian yang sungguh amat menyebalkan dimata Gaeul.

“Minggir!”

“Kalau aku tidak mau?”

Gaeul menghela napas kesal, masih mencoba menahan amarahnya siap meledak saat itu juga.

“Aku akan melakukan hal yang sama dengan apa yang kulakukan pada Junhoe!”

“Lakukan saja.” Kata Jinhwan tidak takut.

Laki-laki itu malah merajut langkah mendekati Gaeul. Gaeul di lain pihak mengambil langkah mundur hingga punggungnya bertubrukan dengan tembok. Jinhwan terkekeh samar. Jinhwan semakin mendekat, tangan kanannya disandarkan ke tembok tepat di samping kepala Gaeul. Mengintimidasi gadis itu.

“Kau adik Song Minho bukan?”

Gaeul balas menatap Jinhwan, meskipun rasa takut lebih mendominasinya.

“Ya, apa hubungannya denganmu?!”

Jinhwan memberikan seringaian.

“Kau ini belum tahu apa-apa ya? Ayahku pemilik sekolah ini. Aku bisa mengeluarkan siswa semudah membalikan telapak tangan. Apa kau mau kakakmu dikeluarkan dari sekolah ini? Ingatlah dia sudah kelas 12 dan akan menjalani ujian akhir sebentar lagi!”

“Jangan lakukan itu!”

“Aku tidak akan melakukannya jika kau mau menuruti semua perintahku.” Ucap Jinhwan.

Gaeul menatap sepatu ketsnya dengan tatapan sedih, ia mengingat betapa bekerja kerasnya Mino untuk bisa lulus dan diterima di SNU. Ia tidak akan tega menghancurkan impian kakaknya itu.

“Baiklah.”

Jinhwan lalu membalikan tubuhnya, memunggungi Gaeul dan tersenyum keji.

Mino memandangi adik perempuannya dengan teliti. Adik perempuannya itu tidak seperti biasanya. Coba saja kalian lihat, ada sup rumput laut dan ayam teriyaki kesukaannya di atas meja tapi tak ada satupun yang menarik napsu makan gadis itu. Sedari tadi Gaeul hanya mengetukkan sendoknya ke sudut mangkuk yang terisi penuh nasi.

“Mau sampai kapan kau berdiam seperti itu, Gaeul-a? Ini ayam teriyaki kesukaanmu. Apa kau sedang dalam program diet?”

Gaeul melirik Mino, lalu menggeleng. “Aku tidak sedang diet oppa. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.”

“Apa seseorang menghancurkan hari pertammu di sekolah?”

Gaeul menatap Mino dengan mata yang membulat. Ia jadi teringat keputusannya untuk menyetujui syarat dari Jinhwan. Great, hidupnya benar-benar ada dalam bahaya! Ia pasti akan menjadi budak laki-laki menyebalkan itu sepanjang masa SMA-nya!

“Aku bertanya padamu dan kau malah melamun.”

Gaeul memberikan senyuman manis dan beranjak dari tempat duduknya mendekati Mino dan mulai memijat bahu kakak laki-lakinya.

Mianhae oppa. Ada tugas kimia yang tidak aku ketahui cara mencarinya. Aku ingin minta bantuan oppa tetapi aku takut oppa keberatan.”

Gaeul sebenarnya tidak ingin berbohong. Tapi ia harus bagaimana lagi. Jinhwan memerintahkan Gaeul untuk menutup mulutnya rapat-rapat soal perjanjian yang dibuatnya dengan Jinhwan. Daripada perjainjian itu gugur dan kakaknya mengalami kehidupan yang suram. Lebih baik ia menutup mulut dan berbohong.

Mino tersenyum. “Kenapa tidak dari tadi kau mengatakannya adik kecilku. Baiklah, bagian mana yang tidak kau ketahui?”

“Bagian mengenai reaksi redoks dan cara penamaan senyawa.”

“Ah itu mudah, aku akan mengajarimu sampai pandai.”

Gaeul tersenyum saat Mino tersenyum manis. Ya, ini adalah jalan yang benar. Sekalipun ia harus mengalami kehidupan SMA yang sulit karena perjanjiannya dengan Jinhwan. Ia harus menyelamatkan masa depan kakaknya.

Nathalie memandangi Yunhyeong dengan tatapan tajamnya.

“Kau menyebalkan, Yunhyeong.”

“Terimakasih, Nath.”

Nathalie mendengus kesal dan meraih ponselnya dari genggaman Yunhyeong. Gadis Kim itu lalu berjalan keluar dari kelas bimbingan belajarnya, sekedar melihat apa ada murid lain yang sudah datang. Percuma, tidak ada satupun murid yang datang.

Gadis itu memandangi langit yang diselimuti awan hitam. Jelas saja tidak ada murid yang datang. Hujan pasti akan mengguyur bumi sebentar lagi. Diam-diam gadis Kim itu memandangi Yunhyeong dari sudut matanya.

Pemuda Song itu masih duduk di tempat ia biasa duduk, bermain game dari ponselnya. Nathalie mendengus kesal dan kembali ke tempat duduknya, di samping Yunhyeong. Gadis itu mengintip game yang dimainkan oleh Yunhyeong.

Get Rich, huh?

“Kau bermain monopoli sialan itu?”

Nath mengerucutkan bibirnya, Yunhyeong tidak meliriknya sedikitpun. Huh, dasar cowok menyebalkan!

“Yun—”

“Nath, diam atau aku akan menciummu!”

Nathalie mengerucutkan bibirnya. Ugh, Yunhyeong sangat menyebalkan!

Laki-laki itu selalu mengancamnya dengan hal yang sama! Mentang-mentang ia tahu kalau Nathalie belum pernah berciuman sebelumnya dan ingin sekali menjaga kesucian bibirnya, laki-laki itu jadi seenak jidat mengancamnya!

“Kalau aku tidak mau—”

Yunhyeong meletakkan ponselnya begitu saja di atas meja. Tubuhnya dicondongkan mendekati Nathalie, membuat gadis Kim itu refleks mundur. Sayangnya keseimbangan gadis itu terganggu, gadis itu akan jatuh dari bangkunya sebentar lagi. Nathalie pun sudah menutup matanya, siap merasakan pantatnya beradu dengan lantai kelas bimbingan belajar.

Tapi, yang terjadi diluar bayangan Nathalie. Gadis itu malah merasakan kehangatan memeluk pinggangnya erat. Itu tangan Yunhyeong!

“Eh?”

Nathalie membuka matanya, menemukan Yunhyeong yang memeluk pinggangnya. Gadis itu sadar atau tidak bersemu merah karena hal tersebut.

“Dasar ceroboh sekali kau, Nathalie Kim.”

Mian Yunhyeong. Dan terimakasih.”

Gaeul memegang erat-erat tali tasnya. Ia sedang ada di depan kompleks perumahan, dan hendak pergi ke sekolah.Tatapannya melirik kanan dan kiri setelah dirasa aman gadis itu lalu melangkah pelan-pelan. Ada satu alasan mengapa ia berlaku seperti itu.

Karena Jinhwan menelponnya dan mengatakan akan menjemputnya. Catat! Menjemputnya!

Itu berarti Gaeul harus semobil dengan Jinhwan, melakukan semua perintah laki-laki itu selama perjalanan ke sekolah! Membayangkannya saja membuat Gaeul mual dan ingin menjambak kepala Jinhwan hingga botak! Laki-laki itu benar-benar seenaknya dan tidak punya sopan santun!

Lalu dering telponnya membuat Gaeul mengambil ponselnya dan mengangkat telepon itu.

Song Gaeul, kau tidak tuli kan? Aku ada di depan rumahmu! Kau dimana? Di sini hanya ada Ibumu dan ia mengatakan bahwa kau sudah berangkat terhitung tiga menit yang lalu. Katakan, kau ada dimana sekarang huh?”

Shit!” Gaeul memencet tombol merah setelah medengar suara omelan dari Jinhwan dari ponselnya.

Gila, bahkan rumah bukanlah tempat yang aman dari seorang Kim Jinhwan!

“Kau disitu ternyata.”

Mata Gaeul bertemu dengan tatapan tajam milik Jinhwan. Oh my god! Hidupnya benar-benar sudah hancur!

Sepanjang perjalanan menuju sekolah Gaeul diharuskan untuk memijati kaki dan bahu Jinhwan. Gadis itu juga harus menyuapi Jinhwan. Padahal dalam mobil itu ada supir, tetapi Jinhwan tidak peduli dan terus memerintah ini itu pada Gaeul hingga membuat gadis itu luar biasa kesal.

“Gaeul, kerjakan tugas matematikaku!”

Kini laki-laki itu menyerahkan buku tugas matematikannya pada Gaeul, tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Gaeul. Mau tidak mau gadis itu mengerjakan tugas matematika laki-laki itu. Jinhwan memandangi Gaeul dengan tatapan puas, senyuman miring tidak kunjung hilang dari bibir laki-laki itu.

“Gaeul, aku haus.”

Gaeul mendesis. “Aku mau turun saja.”

“Siapa bilang kau boleh turun dari mobilku, Song Gaeul?” kini Jinhwan memandangi Gaeul.

Jarak mereka sangat dekat, dengan satu dorongan saja bibir mereka bisa bersentuhan. Gaeul berusaha untuk meredamkan rasa kesal dan takutnya, ia harus tetap tegar menghadapi Jinhwan. Ia harus bisa melewatinya.

“Aku yang bilang begitu, masalah untukmu?”

“Tentu bukan masalah untukku. Ini masalah untuk kakakmu, tentu saja. Kalau kau belum lupa apa konsekuensi mengabaikan perintah dariku.”

Gaeul menghela napas kesal. “Baiklah, kau mau minum apa?”

“Meminum yang tidak ada di tempat ini.”

Jinhwan terkekeh melihat Gaeul melotot. “Maumu apa sih?”

“Kau tanya mauku kan? Mauku kau menjalani hidup yang berat.”

Gaeul mengubur rasa kesalnya dalam-dalam. Ia tidak mau membuat Jinhwan semakin senang memperlakukan Gaeul sesukannya.

Gaeul keluar dari mobil Jinhwan dengan tampang super duper kesal. Jinhwan sendiri sudah berjalan menuju kelasnya dan menyapa beberapa siswi—fansnya. Gaeul memandangi senyuman Jinhwan yang laki-laki itu berikan kepada siswi-siwi itu. Ia kesal sekali. Ingin rasanya ia menendang Jinhwan hingga laki-laki itu terjebak di Andromeda!

Lalu saat berbalik hendak berjalan menuju kelas Nathalie, ia malah bertubrukan dengan seorang laki-laki. Keduanya mengaduh kesakitan. Tatapan keduanya bertemu beberapa detik, lalu Gaeul memutus kontak mata tersebut dan berdeham.

Lord, laki-laki ini tampan sekali.’ Batin Gaeul.

“Maaf.”

Laki-laki itu berucap. Dibalas dengan anggukan oleh Gaeul.

“Kamu murid baru itu ya?”

Gaeul kembali mengangguk.

“Oh begitu, aku Park Jimin. Kamu pasti Song Gaeul kan? Taehyung sering bercerita mengenaimu. Kalian teman saat SMP kan?”

Gaeul kembali mengangguk. “Kamu pasti salah satu dari teman Taehyung kan? Grup apa ya namanya… B—”

“BTS. Bangtan Boys.”

Laki-laki itu—oke mulai sekarang panggil dia Jimin—memotong kata-kata Gaeul. Gaeul sendiri hanya tersenyum menertawai kepikunannya yang sepertinya semakin parah.

“Omong-omong kau dikelas mana?”

“11-3. Jimin pasti di 11-2. Taehyung pernah bercerita.”

Jimin mengangguk, “Bukannya 11-3 ada di gedung barat ya? Kenapa kau ada di gedung timur?”

“Oh itu, aku ingin bertemu salah seorang temanku. Tapi sepertinya tidak jadi, lima menit lagi bel sih. kalau begitu aku ke kelas duluan ya Jimin-ssi.”

Kemudian Gaeul berjalan cepat menuju kelasnya. Ia melewati lorong dan sempat mendengar obrolan-obrolan dari para fans iKON yang menyudutkannya dan menjelek-jelekannya. Ia juga sempat mendengar gossip yang mengatakan bahwa Gaeul dulunya adalah preman di sekolah. Heol, ada-ada saja gossip yang dibuat oleh gadis-gadis di sekolah ini!

Gaeul sudah sampai di depan pintu kelasnya. Tidak seperti biasanya pintu kelasnya tertutup. Gaeul sedikit takut, menyangka bahwa guru sudah datang dan pelajaran sudah dimulai. Jadi gadis itu mengetuk pintu sebanyak tiga kali.

Tidak ada sahutan apapun dari guru yang menurutnya sudah megajar di dalam. Jadi gadis itu memutar knop pintu dan membuka pintu. Belum sempat ia masuk, ia sudah mendapatkan guyuran air—tunggu ini bukan air biasa, baunya! Oh, kalian harus mencium bau menjijihkan ini. Ini bau air yang dicampurkan dengan telur busuk! Euh, dan kini seluruh tubuhnya beserta tas dan sepatunya, semua terkena guyuran air itu.

Gaeul menatap berang Jinhwan, Jiwon, Junhoe, Yunhyeong, dan Donghyuk yang menatapnya dengan pandangan mengejek.

Sungguh demi Uranus, Neptunus, dan si kecil Pluto! Ia benar-benar sudah tidak tahan!

Kekesalannya sudah mencapai limitnya. Kadar kesabarannya tidaklah seperti angka-angka yang dibagi oleh nol, tidak terhingga. Namun, ia juga manusia yang memiliki batas. Dan perlakukan Jinhwan beserta konco-konconya ini agaknya sudah melewati batas.

Gaeul berbalik, berlari menuju toilet. Di belakang gadis itu ada Hanbin yang mengikuti dan menatap Gaeul penuh kekhawatiran.

“Hanbin-a, kamu kembali saja kekelas.” Ucap Gaeul. Ia menyadari sedari tadi Hanbin mengikutinya hingga ke depan toilet perempuan.

“Tapi Gaeul-a. Seragammu bagaimana?”

“Aku akan membelinya nanti di koperasi.” Ucap Gaeul. “Kau kembali saja ke kelas, aku ingin sendirian saja.”

Hanbin menurut, laki-laki itu kembali ke kelasnya meskipun dengan perasakan tak keruan.

Sesaat setelah Hanbin pergi Gaeul segara memasuki bilik toilet pertama. Gadis itu memandang pantulan dirinya yang begitu lusuh dari cermin dihadapannya. Air mata gadis itu sudah tidak bisa terbendung, ia benar-benar sudah ditekan begitu keras. Ini baru hari pertamanya menjalani perjanjiannya dengan Jinhwan dan ia sudah diperlakukan semena-mena.

“Gaeul, kau ada di dalam kan?”

Suara itu, pasti berasal dari Nath. Gaeul menghapus air mata yang mengaliri pipinya dengan kasar. Mematut dirinya di cermin, merasa sudah cukup normal, ia keluar dari kamar mandi. Menemukan Nath yang menatapnya dengan khawatir.

“Nath, kelasmu sudah dimulai kan?”

Nath memberikan paper bag yang berisi seragam. “Seragam?”

“Kau tidak perlu membeli seragam lagi Gaeul-a, kau bisa menggunakan seragamku. Dan memang kelas sudah dimulai. Tetapi, aku izin pada guru Choi tadi. Kau baik-baik saja? Apa aku perlu mematahkan tulang belakang Jinhwan hingga laki-laki itu tidak bisa berdiri tegak lagi?!”

Gaeul terkekeh kecil. “Tidak, kau tidak perlu melakukannya Nath. Dan lagi, aku baik-baik saja. Hanya saja rambutku bau busuk. Hoek…

Nath mengendus-endus, berakhir dengan menutup hidungnya. “Tuhanku! Bagaimana bisa baumu sebusuk ini, Gaeul-a?”

“Mereka menyiramku dengan telur ayam busuk.”

Gadis Kim itu melipat tangan di depan dada dengan kesal, hembusan napas kesal keluar dari bibir tipis merah muda miliknya. Gaeul sendiri menatap Nath yang kesal dengan pandangan terharu. Sahabatnya ini, benar-benar teman sejati. Ada disaaat senang dan susah. Tapi, ia tidak akan membiarkan Nath untuk terlibat terlalu dalam. Nath tidak boleh mengalami masa-masa sulit sepertinya.

“Jangan khawatirkan aku Nath, aku bisa membeli pewangi ram—.”

“Jangan khawatir bagaimana Gaeul-a! Pakai ini saja, habiskan juga tidak apa-apa, dan pakai parfume ini, wanginya memang feminime sekali, dan aku tahu itu bukan gayamu, tapi setidaknya itu menghilangkan bau amis dan busuk dari tubuhmu.”

Nath mengeluarkan pewangi rambut, handuk, parfume limited edition miliknya, dan peralatan mandi. Gaeul menatap semua itu, ia sudah sangat merepotkan Nath. Dan iu adalah parfume limited edition yang sudah lama diincar oleh Nath dan baru dibelinya kemarin. Dan hari ini Nath memintanya untuk menggunakannya, dan bahkan tidak mempermasalahkan bila parfume itu akan habis karena digunakan oleh Gaeul.

“Kau lebih baik mandi saja Gaeul-a, aku kembali ke kelas ya. Dan satu lagi, bila Jinhwan melakukan hal tidak mengenakkan lagi padamu, katakan saja padaku!”

Gaeul memandangi Nath yang berlari keluar dari kamar mandi. Gaeul tidak bisa menahan senyumannya, ia benar-benar bangga memiliki sahabat semacam Nath yang selalu ada di saat suka dan duka. Berbagi kebahagiaan dengan Nath. Lalu Gaeul teringat perjanjiannya dengan Jinhwan, ia tidak boleh memberitahukan perjanjiannya dengan Jinhwan kepada siapapun. Dan entah mengapa hal itu membuatnya langsung down, ia tidak boleh melibatkan Nath terlalu jauh dalam permasalahannya dengan Jinhwan, atau Nath akan mengetahui perjanjiannya dengan Jinhwan.

Sepertinya Gaeul butuh beberapa menit untuk berbicara dengan Jinhwan, mengajak laki-laki itu menyetujui sesuatu.

Tapi sepertinya, itu akan menyulitkan, mengingat bagaimana perangai Jinhwan.

~TO BE CONTINUE~

Annyeong! Fany Byun here! /gandeng Yunhyeong/.

Gimana kabarnya kawan-kawan? Baik aja? Hari ini aku lagi libur bcs sekolah dipake buat OSK. Jadi ini adalah fanfiction requestan dari seorang sahabat, iya fafict requestan dari Galuh! Awalnya mau bikin yang Jinhwan x OC aja dan maunya bikin ficlet atau kawan-kawannya yang pendeknya naudzubillah. Tapi kan ya karena aku lagi nggak terlalu sibuk jadi aku buatin yang panjang buat kamu Galuh ❤ !

Fanfiction ini insyaallah bakal dibikin chapter. Doakan semoga ide nggak stuck di tengah jalan dan selalu mengalir idenya seperti air yang mengalir di kali Ciliwung yang menggenangi Jakarta! Amiin. Maafkan kalo alay, cerita pasaran, dan banyak typo. Buat kelanutan TXF dan MA akan dipublish insyaallah pada minggu ini setelah selesai ulangan kimia dan tugasku di MPK. Soalnya katanya MPK mau ada event jadi mungkin minggu depan bakal sibuk.

Nggak kerasa udah H-3 menuju Valentine aja, maklum jomblo jadi ga inget tanggal. Kalian sendiri nyiapin apa aja buat Valentine guys? Karena aku jomblo dan nggak punya duit banyak, aku mah nggak nyiapin apa-apa, paling ya nunggu orang buat ngasih cokelat /ini bukan kode kok sungguh!/. Buat yang jomblo jangan galau jangan risau, kita senasib seperjuangan, seiya, sekata, sehati, sebiloks, seomega, se.. oke kita hentikan saja pembicaraan mengenai Kima dan Fisika yang mungkin akan berlanjut kalo diteruskan.

At least , enjoy and don’t forget to comment!

2015.02.11

Regard,

Fany Byun

Advertisements

27 responses to “You In Danger!— First Impression and Decision (FanyByun_)

  1. Keren ceritanya. Tapi aku enggak mengenal semua cast nya kecuali anak BTS. Bisa dong author masukin juga foto mereka siapa yang ini siapa?

    • Gomapta! 🙂
      Oiya, anak iKON emang belum debut, jadi belum banyak yang kenal. Iya, makasih sarannya mungkin besok-besok bakal aku buat introducenya buat mereka 🙂

  2. baru x nie w ska sma ff yg pemain ny bkn exo..hhe
    ska bgt sma crita nya,tp w sdikit brharap hanbin yg jd cast utama nya,,tpi jinhwan jga gpp deh..
    next part d tnggu..

    • FF yang pemainnya exo sudah terlalu banyak jadi pengen bikin yg antimainstream dengan cast member iKON, hehehe, yang request penginnya si Jinhwan yg jadi cast utama, tapi Hanbin tetep kok nyempil 🙂 Makasih ya mau nungguin 🙂

  3. Astaga! Astaga! Ini apa? ·_· ya ampun! Mino? Jinan? BI? Yunhyeong? Jimin? V? Winner? Ikon? BTS? Itu semua biaskuh kakak :”v *maruk.
    Andaikan andaikan dakuw ada di posisinya gaeul, rela banget tiap hari di jemput jinan walaupun ujung2 nya ntar jadi babu nya/? /ggg. Kakak YGstand? ;v kalau iya kita sama kak ;v

    satu kata buat ff ini, keren! Aku suka sama main cast nya ;v walaupun idenya mainstream tapi gapapa lah ff nya tetep keren, aku juga suka gaya bahasanya. Ga terlalu berat cem ff yg penuh dg kata2 diksi(?)

    akhir kata, next chapt nya di tunggu jan lama2 biar ga lupa sama jalan ceritanya/?e.e Keep writing ajalah buat kakak author :))

    • Hai Hai Hillary! 🙂 Aduh Mino bias kamu, andweee! Dia paten milik kakak 😦 , udah dikekalin sama kekekalan massa.

      Kamu diposisi Gaeul kok sayangkuh, tapi dlm imajinasi aja ya /senyum miring/

      Aku ….. bisa dibilang iKON fans hahaha, dan inner circle, dan suka BIGBANG, AKMU juga, 2NE1 suka denger lagunya dan dancenya, suka EPIK HIGH juga. Jadi, kamu simpulkan sendiri ya Hillary 🙂

      Iya, idenya memanglah mainstream Hil, aku tau kok 😀

      Diusahakan ya Hil 🙂

  4. Daebaakk ff nya keren bgtt apalagi Castnya member iKon & BTS;3 tpi Chanwoo kok ga ada sih thor, dia biasku di iKon:( atau cast iKonnya emang cuman teamB?

  5. kak, knp chanwoo kagak ada? isiin sia dong kak. berasa kurang kalo enggk ada dia. btw ini ff chapter dgn main cast iKon peetama yg pernah aku baca. ceritanya bagus bgt.. dtggu chapter selanjutnya yaa. dan juga di tggu chapter MA selanjutnya

  6. wahh, ff nya selera aku ..
    tolong lnjutin ya author ,baik deh.. ^^
    semangat thor ..
    semoga gak mentok ide ya.. makasih

  7. jinhwan nya kok jahat sie ama gaeul,nanti mlah jtuh cinta deh..nath baik bgt ya,pngen bgt pnya shabat kya gtu^^ dtnggu next part,fighting~

  8. Aaih parah castnya bias smuaaaa!!
    Sumpah suka alurnya, suka bahasanya, suka ceritanya, dan suka banget castnyaa! #plak
    Oke , intinya part ini baguss, seru, and aku tertarik banget buat baca nextnyaa, so pliss jangan lama” updatenya thor , penasarran ini ><
    Last , hwaitingg thor (ง'̀⌣'́)ง !

  9. Jahatnya jinhwan. jangan jangan dia menyukainga eul. Tapi ada yang mencurigakan antara nath dan jinhwan. Ada hubungan apa mereka.)

  10. Aku suka ceritanya. Jinhwan mukanya imut gitu kenapa jadi sangar kek gini!? Pertama kali baca ff cast jinhwan karakternya licik gitu/? Lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s