1001 Future [Chapter 4 B]

1001 Future 2

Title: 1001 Future [Chapter 4 B]

Author: AppleMaple

Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=100007338136188

Cast:

Kang Cherry (OC) | Byun Baekhyun | Others

Disclaimer: DONT’T PLAGIARISM! Sorry for typo.

 

Chapter Sebelumnya >>

TEASER | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 A

Chapter 4 B

 

Auhor Pov…

Chanyeol mengguncang – guncangkan tubuh Cherry dengan kasar. Pasalnya, gadis yang dikenal sangat rajin itu kini sedang melakukan aksi tidak masuk sekolah dengan alasan sakit perut. Oh memangnya apa yang ia makan sampai – sampai ia bisa sakit perut? Padahal Chanyeol ingat betul. Kemarin sesampainya di rumah, Cherry masih makan seperti biasanya.

“Cherry – ya, bangun! Ini sudah siang. Kau tidak mau telat, kan?” tanya Chanyeol sambil terus mengguncangkan tubuh Cherry.

Cherry tetap bersikukuh pada pendiriannya. “Tidak! Sudah kubilang aku sakit perut, aku tidak mau masuk sekolah!”

Chanyeol hanya menghela napas. Tidak ada yang bisa membujuk gadis keras kepala seperti ini. Menyusahkan. “Cherry – ya, apa kau lupa? Kita ada tes matematika hari ini. Apa kau mau nilaimu kosong? Atau kau tidak ingin lulus, ya?” pertanyaan Chanyeol membuat Cherry terdiam. Benar. Hari ini ada tes matematika. Di sekolahnya yang dulu, Cherry selalu mendapatkan peringkat satu pada saat tes apapun. Gadis itu turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.

“Baik. Aku akan sekolah,”

Mendengar itu, Chanyeol tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya. “Itu baru Cherry – ku!”

Cherry menoleh dan mengusap bahu kirinya dengan tangan kanannya. Dan dengan ekspresi yang datar ia berkata, “Menjijikkan,” lalu menutup pintu kamar mandi secara perlahan setelah ia masuk ke dalam.

Chanyeol menopang dagunya dengan tangannya dan tersenyum bodoh. “Aih, dia marah. Manisnya…” lalu setelah berkata seperti itu, ia keluar dari kamar sepupunya itu.

30 menit.

Cherry sudah selesai berpakaian. Ia berjalan menuruni anak tangga di rumahnya dan langsung menuju Chanyeol yang menunggunya di mobil. “Aku pergi dulu,” ucapnya pelan. Lalu setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Chanyeol. Saat masih dalam perjalanan, Chanyeol begitu berisik. Cherry bahkan tak tahan mendengarnya. Dan akhirnya memilih mendengarkan lagu dari ponselnya.

Setelah 20 menit dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sekolah. Cherry dengan santainya berjalan menuju bangunan sekolahnya. Tapi jika ia mengingat kejadian kemarin, ia menggenggam seragamnya kuat – kuat dan auranya berubah.

Menyebalkan!!” itulah yang selalu ada dalam pikirannya jika ia mengingat kembali kejadian kemarin. Ingin sekali rasanya ia mencekik leher pria mesum itu. Setelah Cherry dan Chanyeol sampai di kelas, Cherry kembali melihat sosok menyebalkan itu tersenyum dan berjalan ke arahnya. “Betul – betul menyebalkan! Mati saja kau sana!!” teriaknya dalam hati seraya terus menahan emosinya agar tidak meledak.

Baekhyun tersenyum. “Kukira kau tidak masuk sekolah. Aku khawatir, kau tahu?” Baekhyun langsung saja memulai percakapan pertamanya pagi ini dengan Cherry.

Mendengar hal itu, Cherry hanya diam saja. “Khawatir apanya?! Wajahmu bahkan tak terlihat seperti orang khawatir,” tapi tentu saja perbuatannya tidak sinkron dengan apa yang ada di dalam hatinya.

Baekhyun terlihat sibuk merogoh saku celananya. Lalu ia berjalan mendekati Cherry dan memasang sesuatu di rambut gadis itu. Jepit rambut kecil berbentuk pita berwarna merah dengan gradiasi warna hitam. Sambil tersenyum, Baekhyun mengelus kepala Cherry dengan lembut. “Ini untukmu. Kau suka, kan?”

Cherry hanya diam saja. “Kau pikir aku suka barang – barang seperti ini, hah?! Dan kenapa sekarang kau mengelus – elus kepalaku? Menyebalkan sekali! Cepat singkirkan tanganmu!” dan saat bertatap wajah dengan Baekhyun, Cherry benar – benar sudah tak bisa menahan emosinya. “Aku ke toilet dulu,” setelah berkata seperti itu, ia berjalan keluar kelas.

Benar – benar… tak bisa ditahan.

Cherry mengacak – acak rambutnya. Saat ini ia sedang ada di toilet. Tentu saja toilet perempuan. Ia frustasi. Benar – benar menyebalkan saat melihat wajah Baekhyun. Rasanya ia benar – benar ingin membunuh pria itu. “AAARGGH!” teriaknya. Setelah puas berteriak, Cherry keluar dari toilet dan kembali ke kelasnya. Saat ia sampai di sana, bel masuk sudah berbunyi dan ia segera duduk di kursinya. Dan tak lama guru matematika mereka masuk ke kelas.

“Kau baik – baik saja?” tanya Chanyeol setengah berbisik.

“Tentu saja aku baik – baik saja. Kau pikir aku ini kenapa?” Cherry bertanya balik pada Chanyeol.

“Kukira kau mual lagi seperti waktu itu,”

“Maaf saja. Tapi itu tak akan terjadi lagi,” jawab gadis itu tegas.

Selebaran tes sudah dibagikan. Cherry mengisi kolom nama dan kelas. Lalu dengan cermat dan sigap ia menjawab soal – soal itu dengan mudah. Dari sinilah sisi jenius Cherry terlihat. Dalam waktu dua puluh menit, Cherry sudah selesai mengerjakan tesnya dan ia mengumpulkannya pada Kim songsaenim. Cherry menunggu tes selesai. Wajahnya benar – benar menyeramkan. Ia sedari tadi hanya diam, tak berbicara sedikitpun. Ia bahkan menunjukkan sorotan mata yang tajam yang entah ditujukan pada siapa.

Saat bel istirahat berbunyi, Cherry menghembuskan napas yang panjang dan berat. Lalu ia menempelkan dan menutupi wajahnya di atas meja. Dan tangan kanannya sedikit memukul – mukul meja. “Sial, sial, sial!!” umpatnya dalam hati. “Pria sialan!

Disaat Cherry mengumpat seperti itu, Chanyeol menghampiri kursinya. “Kau sedang stress, ya?” tanya Chanyeol seraya menepuk bahu gadis itu. Cherry bangun dan menatap horror Chanyeol.

“Hei Chanyeol… bagaimana wajahku sekarang?”

“Mengerikan,”

Cherry mengepalkan tangannya. “Aku pasti balas dendam,”

“Dengan si…” sebelum Chanyeol melanjutkan perkataannya, Baekhyun datang dan memotong pembicaraan Chanyeol dan Cherry.

“Kalian sedang bicara tentang apa?”

Cherry memalingkan wajahnya. “Bukan urusanmu, kan?”

“Dingin sekali. Padahal tadi pagi kau bersikap manis,” Baekhyun itu bodoh. Saat Cherry hendak bangkit dan akan memukul Baekhyun, Chanyeol sudah menahannya lebih dulu. “Ha ha… aku menyerah. Oh iya, nanti siang kami semua akan pergi ke taman bermain. Kalian berdua harus ikut, ya,” ajak Baekhyun dengan senyum menyebalkannya.

“Kenapa aku harus ikut? Pergi saja sendiri…!” tolak Cherry mentah – mentah.

Baekhyun menampilkan smirknya. “Ahhh… kau lupa sudah berciu..” Cherry sudah membekap bibir Baekhyun sebelum pria itu berhasil mengatakannya. Setelah Baekhyun diam, barulah Cherry menyingkirkan tangannya dari wajah Baekhyun. Pria itu tersenyum.

“Baik. Aku akan ikut,” jawab gadis itu dengan terpaksa.

***

Kondisi cuaca siang ini sangat cerah. Taman bermain juga terlihat ramai. Ini hari yang panas sekaligus menyenangkan untuk pergi ke tempat seperti ini. Seluruh siswa kelas XII – A termasuk Luhan sedang menunggu kedatangan Chanyeol dan Cherry. Baekhyun menunggu di salah satu kursi yang ada di sekitar taman bermain. Ia terlihat keren dengan jeans panjang berwarna hitam dan baju lengan panjang berwarna putih.

Dari kejauhan, keberadaan Chanyeol dan Cherry akhirnya terlihat. Seperti biasa. Chanyeol selalu berpenampilan keren setiap saat. Yang tidak terduga adalah penampilan Cherry. Ia memakai rok mini berwarna biru dengan bintik – bintik putih dipadu dengan baju lengan panjang berwarna oranye. Ia memakai kaos kaki hitam dan sepatu kets hitam dengan tali putih. Di rambut hitamnya terpasang topi baret berwarna coklat dengan sempurna. Penampilan yang feminin untuk gadis yang kasar seperti dirinya.

Cherry sampai dengan napas terengah – engah karena dipaksa berlari oleh Chanyeol. Ia datang karena dipaksa oleh sepupunya itu.

“Heeeh… jarang sekali melihatmu berpakaian seperti ini,” sapa Baekhyun disertai nada jahil.

Cherry menatap Baekhyun dengan kesal. “Aku juga tidak mau pakai pakaian seperti ini, bodoh! Si bodoh Chanyeol yang memaksaku memakainya!” ia membela dirinya.

“Sudah – sudah, kita naik wahananya saja,” Chanyeol berseru semangat dan langsung menarik lengan Baekhyun dan mereka berdua pergi menuju salah satu wahana di sana. Cherry hanya diam. Ia tidak akan naik wahana apapun. Ia lebih memilih duduk diam di salah satu kursi taman di bawah pohon yang tadi di duduki Baekhyun. Saat sudah beberapa lama, tiba – tiba Luhan datang dan duduk sedikit berjauhan dengan Cherry tetapi masih di kursi yang sama.

“Kau tidak naik?” tanya Cherry.

“Tidak. Aku tak suka,” jawab Luhan singkat. “Kau juga, kan?” ia balik bertanya.

“Ya. Aku tak suka,”

Pembicaraan singkat itu berakhir. Tidak ada satupun kata yang keluar lagi dari bibir Luhan ataupun Cherry. Mereka hanya diam. Luhan mendengarkan musik, sedangkan Cherry memainkan ponselnya. Ini suasana yang tak bisa dijelaskan dengan kata – kata. Luhan melihat Baekhyun datang ke arah mereka. Refleks saja ia bangkit dan berjalan pergi tanpa disadari oleh Cherry. Setelah Baekhyun sampai di tempat Cherry, pria itu langsung saja duduk di sebelah gadis itu.

“Satu meter,” ucap Cherry dengan tiba – tiba tanpa menoleh sedikitpun dan tetap fokus pada ponselnya.

“Kau bisa tahu?”

“Auramu berbeda. Terasa menjengkelkan,” jawab Cherry enteng.

Baekhyun hanya tertawa kecil mendengar logika aneh Cherry. “Kau tak naik wahana apapun? Yang lainnya sedang asyik sedangkan kau duduk berdiam diri di sini. Memangnya kau ini kenapa? Phobia?” tanya Baekhyun seraya menatap wajah Cherry yang masih tetap fokus pada ponselnya.

“Aku tak suka tempat ini,”

“Kenapa? Kau benci taman bermain?”

Cukup lama Cherry terdiam. “Aku… hanya tidak suka,” jawabnya sedikit terbata lalu sedikit memajukan pandangan matanya dengan ponselnya. Baekhyun menangkap nada aneh pada perkataan Cherry barusan. Nada marah, sedih, dan datar bercampur menjadi satu.

“Kau mau makan?”

“Tidak,”

“Mau minum?”

“Tidak,”

“Mau…”

“Kubilang tidak. Bodoh,” jawab Cherry datar dan terus fokus di hadapan ponselnya.

“Kalau begitu, kita naik bianglala!”

Cherry sedikit kaget dan menoleh menatap Baekhyun. “Hei! Jangan seenaknya memutuskan! Siapa yang ingin naik bianglala, hah?! Aku tak mau naik wahana apapun!” Cherry menolak dengan tegas ide yang baru diutarakan Baekhyun.

“Kau itu terlalu dingin. Sekali – sekali bersikaplah sedikit lebih manis,”

“Tidak bisa. Itu menjijikkan,” saat Baekhyun menarik Cherry menuju wahana bianglala yang besar itu, tiba – tiba kedua orang itu bertemu dengan Chanyeol dan seorang lagi yang sangat familiar di mata Cherry. Lee songsaenim. “Song… ehm, maksudku, Saera. Chanyeol, kapan kau bertemu dengannya?” Cherry beralih menatap Chanayeol.

“Ahhh… tadi kami tak sengaja bertemu,” jawab Chanyeol dengan polosnya. Yah, karena Lee songsaenim memakai baju biasa, jadi Baekhyun tak akan tahu bahwa seorang Lee Saera adalah seorang guru. “Ya kan, Saera – ya?” mendengar pertanyaan itu, Saera hanya mengangguk.

“Cherry, dia…” Saera menatap Cherry dan Baekhyun bergantian lalu tersenyum. “Kekasihmu, ya?”

“Bukan! Dia…”

Baekhyun merangkul pinggang Cherry dengan mesra. “Ya. Aku kekasihnya,” Baekhyun tersenyum palsu ke arah Saera. “Kami pergi dulu, ya,” Baekhyun mengajak Cherry pergi seraya terus merangkul pinggangnya. Setelah agak jauh, barulah gadis itu memberontak.

“Lepaskan atau kau mau mati,”

“Lebih baik aku mati seperti ini,” jawab Baekhyun terus – menerus menjahili Cherry.

“Jangan konyol. Kau mau kubunuh sekarang juga, hah?!” ancam Cherry seraya menunjukkan kepalan tangannya. Setelah itu, Baekhyun melepaskan tangannya dan hanya tertawa saja. “Sudahlah, tidak usah naik ini. Menyebalkan. Kalau jadinya seperti ini, lebih baik aku tidak usah datang saja,” ucap Cherry menyesal.

“Kau takut ketinggian?”

Cherry menatap Baekhyun dengan serius. “Kau bodoh? Hanya seperti ini saja, sih mudah,”

Senyuman Baekyun yang polos berubah menjadi senyum menyebalkannya lagi. “Kalau begitu. Bukan masalah kau naik wahana ini, kan?”

Bodoh.

Kang Cherry, kau bodoh.

Seharusnya kau bohong saja. Bilang padanya bahwa kau takut ketinggian.

Tidak, tidak. Tak bisa seperti itu. Jika aku berkata seperti itu. Kemungkinan dia akan menjawab seperti ini. *Ada aku, kan? Pasti ketakutanmu akan hilang*. Ya, seperti itu. Pria bodoh itu pasti akan berkata seperti itu,” Dan pada saat Cherry sibuk memikirkan hal itu, tanpa sadar mereka berdua sudah sudah ada di dalam gondola. Saat di dalam gondola itu, Baekhyun dan Cherry duduk berhadap – hadapan dan saling diam.

Su… suasana macam apa ini? Aku membencinya dan kenapa sekarang aku ada di sini berdua dengannya?! Apa Tuhan sedang menghukumku?!” terjadi pertentangan dalam pikirannya. Akhirnya ia hanya menghela napas dan kembali memainkan ponselnya untuk mengalihkan pikirannya.

“Hei, Cher…”

“Jangan panggil aku. Aku sedang kesal padamu,” mendengar perkataan Cherry, Baekhyun langsung diam saja. Tapi, tiba – tiba pria itu tersenyum dan berpindah tempat ke samping Cherry lalu memeluk gadis itu dari samping. Sontak saja Cherry berusaha untuk menjauhkan pria itu tapi Baekhyun tetap bersikeras memeluknya. “Lepas! Hei, bodoh! Kau tuli, ya? Lepaskan!” serunya seraya terus menjauhkan Baekhyun. “Sial! Aku tak bisa lari kemanapun. Jika kubuka pintu ini sekarang, maka akulah yang akan mati!

“Memangnya kenapa? Bukankah nyaman dipeluk seperti ini?” ucap Baekhyun dan wajahnya sedikit – sedikit ia dekatkan pada wajah Cherry. Tentu saja gadis itu menjauhkan wajahnya. Akhirnya Baekhyun hanya bisa membenamkan wajahnya di bahu Cherry. Gadis itu sama sekali tak bisa bergerak karena pelukan Baekhyun yang terlalu erat. Ia hanya diam menunggu bianglala ini berhenti dan ia bisa segera turun dari sini.

Sialaaan! Awas saja kau nanti!” umpat gadis itu dalam hatinya.

***

Baekhyun dan Cherry sudah selesai dengan acara mereka menaiki bianglala. Cherry terlihat begitu lemas seperti tidak ada nyawanya. “Harusnya kupukul saja dia tadi…” ucapnya pelan sambil berjalan menuju tempat kesukaannya. Kursi taman yang berada di bawah pohon. Ia duduk menyandar dan terlihat frustasi.

Baekhyun entah pergi kemana. Di saat Cherry terlihat seperti orang frustasi, ah tidak. Dia memang sedang frustasi. Luhan datang membawa sebotol air mineral. “Ini. Untukmu,” ucapnya seraya menyodorkan botol air itu.

Cherry menatap Luhan. “Benar – benar untukku?”

“Ya,” setelah Luhan menjawab seperti itu, Cherry mengambil botol minuman itu dari tangan Luhan. Gadis itu membuka tutupnya dan meminum air itu. Sangat haus. Begitu kelihatannya saat Cherry meminum air yang diberikan oleh Luhan tersebut. Setelah Cherry selesai meminumnya, mereka berdua kembali berdiam diri. “Baekhyun lama sekali,” ucap Luhan kembali membuka pembicaraan mereka.

Cherry memutar bola matanya malas. Ia sedang tidak ingin mengingatnya. “Ayolah, aku sedang malas membahasnya,” ucap gadis itu tanpa tenaga. Luhan sedikit melirik Cherry yang sedang duduk, atau lebih tepatnya bermalas – malasan di kursi taman. “Sudahlah. Aku ingin jalan – jalan dulu,” gadis itu bangkit dari tempatnya dan pergi meninggalkan Luhan.

Cherry berkeliling taman bermain sendirian. Tentu saja ia tak suka. Tetapi daripada mati kebosanan di sana, tak ada salahnya ia berkeliling tempat di sini. Ya, tetapi hal itu tak bertahan lama. Saat ia melihat Baekhyun sedang berinteraksi dengan seorang pria, wanita, dan seorang anak yang kira – kira berumur 2 atau 3 tahun. Dan Cherry tahu siapa wanita itu.

Kakak perempuannya, Kang Chaeri. Yang pergi dari rumah dua tahun yang lalu.

“Oh, Cherry!” Baekhyun melambaikan tangannya yang ditujukan ke arah Cherry. Gadis itu diam lalu berjalan tanpa ragu ke arah Baekhyun.

“Eh, Che… Cherry?” Chaeri menatap Baekhyun dengan kaget. Baekhyun belum sempat menjawab dan Cherry sudah sampai di sana. Cherry hanya diam dan sedikit menunduk.

“Ini Kang Cherry, ke…”

Cherry mengangkat wajahnya lalu tersenyum remeh. “Rindu sekali, ya. Chaeri eonnie,” mendengar itu, Chaeri hanya diam tak menjawab. “Reuni yang mengharukan. Sedang apa kau di sini? Ah, apa dia pria yang menghamilimu waktu itu?” perkataan itu meluncur dengan lancar dari bibir Cherry. Baekhyun yang mendengar itu hanya diam. Tentu saja ia sudah tahu hal ini karena ia sudah menyelidiki semua latar belakang dan keluarga dari seorang Kang Cherry. “Kau siapa? Suaminya?”

“Cherry! Jaga ucapanmu!” Chaeri membentak keras adik perempuannya itu. Kris yang tak lain adalah suami Chaeri berusaha menenangkan istrinya itu. Anak mereka hanya diam melihat karena tentu saja ia tak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Jangan menasehatiku,” jawab Cherry dingin dengan pandangan yang tajam. Lalu gadis itu menghela napas berat. “Aku akan pulang,”

“Aku ikut,” jawab Baekhyun. Pria itu berpamitan pada Kris dan Chaeri lalu pergi menyusul Cherry, kekasihnya. Saat di perjalanan, tidak ada seorang pun yang ingin membuka pembicaraan diantara Cherry dan Baekhyun. Mereka saling berdiam diri. Baekhyun memandangi Cherry dari belakang. Sejauh ini, gadis itu masih terlihat baik – baik saja.

***

Baekhyun menarik lengan Cherry dan membawa gadis itu masuk ke mobilnya. Entah apa yang dipikirkan Baekhyun untuk membawa gadis itu pergi. Memangnya Baekhyun ingin membawa Cherry ke mana?

Baekhyun menempatkan Cherry di sebelah kemudi dan ia juga yang memasangkan sabuk pengaman di tubuh gadis itu. “Hei, apa yang kau lakukan?” tanya Cherry aneh karena melihat tingkah Baekhyun yang aneh. “Aku ingin di bawa ke mana?” tanya gadis itu sekali lagi dan kali ini Baekhyun menjawabnya.

Baekhyun mengedipkan sebelah matanya. “RA. HA. SI. A,”

Cherry menaikkan sebelah alisnya. “Apa itu?”

“Kau akan tahu nanti,” Baekhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di tengah perjalanan, Cherry membuka pembicaraan.

“Kau pasti sudah tahu, ya?” Cherry bertanya setengah – setengah. “Tentang eonnieku itu,”

Baekhyun langsung mengerti apa yang sedang dibicarakan. “Tentu saja aku tahu. Semuanya,”

Cherry sedikit bergidik takut. “Mengerikan. Kau penguntit, ya? Stalker?” tanyanya memandang aneh Baekhyun.  Baekhyun tak menjawab dan fokus ke depan. Otomatis gadis di sampingnya juga ikut diam. Cukup lama Baekhyun mengendarai mobil dan sampai di depan sebuah rumah besar dengan pagar tinggi yang mengelilinginya. “Ini di mana?” tanya Cherry ketika keduanya disambut oleh pelayan yang menyambutnya saat mereka membuka gerbang.

“Ini?” tanya Baekhyun. “Ini rumahku,”

 

To be continued…

 

Gimana? Apa moment BaekRy nya kurang :3? Ini juga udah aku usahain, lho J. Makasih buat yang udah comment. Untuk para silent readers… udah, deh, aku biarin aja. Makasih buat dukungan teman2ku yang sesama author di SAY Korean FanFiction. Makasihhhh banget buat semuanya.

Salam peluk cium :*.

22 responses to “1001 Future [Chapter 4 B]

  1. Aku bingung kenapa Baekhyun bertingkah menyebalkan di depan Cerry? Dia sepasang mantan kekasih kah?

  2. Wow ,makin gemes aja ama pasangan ini . Kayak nya ,Baekhyun tertarik deh sama Cerry :/.
    Dan,semoga part kedepan nya mereka berdua lebih sweet lagi,dan …
    Pokok nya ,best untuk ff ini

  3. Wahh ff nya lama banget dipost,aq nungguin lohh..tapi gpp yg penting sekarang udh ada,masih belum mendalami karakter Baekhyun
    Ditunggu selanjutnya

  4. luhan sama cerry kok jadi dingin jitu? bark kenal sama kakaknya cerry???
    argghhh penasarann!😈😲

  5. Udah diajak ke rumah segala lagi aku yakin pasti benci jadi cinta ngga mungkin ngga soalnya aku pengalaman banget

  6. Mereka makin so sweet looohhh
    Seru bangettt
    Aku tunggu next nya ya thor
    Keep writing and fighting!^^*

  7. ahh ak msh penaasaran sma baekhyun knpa dy dketin si cherry??
    momen cherry baekhyun blm sweet nihh.. hehee.
    dtnggu klnjutannya

    semangat

  8. Sbenernya alesan baek buat dketin cherry apa sih.??,
    Jujur chap ini msih kurang greget gimana gitu…tapi keren 😄
    Next ditunggu thor

  9. Kyaaaaaa…
    mw ngapain cherry dibawa ke rumah baekhyun??
    jg2 baekhyun mw ehem ehem yaa sm cherry??
    omg helooow baekhyun jgn blg kau udh mlai cintabbnrn sm cherry??
    ditunggu yaa chapter selanjutnya..

  10. ngga nyangka kakak adik ini bertemu 😮
    jadi curiga ama luhan!! kok sifatnya kayak brubah gitu yah !!
    apa mungkin dia suka ama cherry??
    buat apa baek ngajak cherry k rymahnya???

    dtunggu next’ny
    KEEP WRITING!!!

  11. penasaran banget sama karakter+peran luhan disini. masih gelap banget gk keliatan sama sekali wkwkwk

    duh.. baekhyun ngapain bawa cherry kerumahnya??

    keep writing n fighting ^^9

  12. waaakk…Chaeri sam Cherry ketemu…
    Baekhyun udah tau?? -__-
    stalker,,wkwk
    ngapain d ajak k rmh Baek???
    mau ngpain hayo???!!???
    d tunggu next chap y kak…

Leave a Reply to qiray Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s