Tree and Bicycle – Angelina Triaf

IMG_0592

Angelina Triaf ©2015 Present

Tree and Bicycle

Lee Sungyeol (Infinite) & Kim Ryeona (OC) | Fluff | G | Drabble

0o0

Angin sore musim semi yang hangat memang sangat diminati banyak orang, terutama para pejalan kaki dan warga yang tengah menikmati angin sore sembari menaiki sepeda dan berkeliling taman. Tak terlewat juga Sungyeol dan Ryeona yang sedang asyik mengendarai sepeda couple mereka. Sungyeol yang berada di depan mengayuh dengan kuat, sedangkan Ryeona hanya mengikuti gerak pedal yang berputar di belakang.

Semilir angin yang menyapa mereka terasa nyaman, menerbangkan kupu-kupu yang indah bersama segala warna yang berseri membentuk lengkungan senyuman. Hari ini Sungyeol tidak ada jadwal apa pun sehingga bisa memiliki waktu untuk bersama dengan Ryeona. Mereka hanya menikmati waktu berdua, jalan-jalan di taman dan yang terakhir ini adalah menaiki sepeda. Sangat menyenangkan.

Setelah bersepeda cukup lama, Sungyeol memutuskan untuk menghentikan sepedanya di samping pohon ceri besar yang rindang. Banyak buah ceri yang sudah matang dan berwarna kemerahan, sangat cantik. Ryeona melihatnya dengan tatapan kagum. Ia turun dari sepeda dan langsung berlari kecil mendekati pohon ceri dengan buah yang banyak itu. Ryeona melompat-lompat untuk mengambil buah yang berada di atas pohon, namun dahannya terlalu tinggi dan tubuhnya yang mungil tidak memungkinkan untuk hal itu. Sungyeol yang melihatnya hanya tertawa kecil melihat tingkah Ryeona yang lucu.

Sungyeol mendekati Ryeona, meraih dahan pohon terdekat dengan sedikit berjinjit. Ia mengambil beberapa buah ceri, mengabaikan Ryeona yang menatapnya dengan tatapan yang tak diketahui apa maksudnya. Setelah dirasa cukup banyak, Sungyeol melepas dahan pohon dan berjalan mendekati batang pohon, duduk menyandar padanya dan terdiam, tak lupa sesekali memakan buah ceri yang telah ia ambil. Sebenarnya ceri itu untuk Ryeona atau dirinya sendiri?

Ryeona masih terdiam. Sungyeol ini memang sangat menyebalkan. Akhirnya Ryeona memutuskan untuk ikut duduk di samping Sungyeol, mengabaikan pemuda itu yang telah terlebih dahulu mengabaikannya. Ryeona memejamkan matanya, menikmati hembusan angin yang menari menemani keheningan di antara mereka. Sungyeol menoleh pada Ryeona, mendapati gadisnya yang terpejam tenang seperti itu membuatnya tanpa sadar tersenyum. Ryeona memang manis.

Sungyeol mengambil satu buah ceri lagi dan kali ini mendekatkannya ke bibir Ryeona. Gadis itu sadar dan membuka matanya, melihat Sungyeol yang tengah menatapnya dengan tangannya yang sedang memegang buah ceri itu menyentuh bibirnya. Melihat tatapan Sungyeol, Ryeona membuka mulutnya dan memakan buah itu. Manis.

“Terima kasih, oppa,” ucapnya dengan senyum manis khasnya. Udara hangat memasuki rongga pernapasan Sungyeol. Oh, atau kehangatan itu berasal dari diri Ryeona sendiri?

“Bagaimana sekolahmu?” Tanya Sungyeol yang kini memejamkan matanya, berhenti mengunyah buah ceri dan hanya bersandar pada batang pohon. Selalu seperti ini. Sungyeol yang tak mau terlihat perhatian pada Ryeona. Padahal Ryeona sangat tahu jika Sungyeol selalu peduli padanya. Walau pun terkesan tak acuh, Sungyeol tetaplah kekasih yang selalu menyayanginya dengan caranya sendiri.

“Sekolahku baik, terima kasih sudah bertanya.”

Lagi-lagi hening. Ryeona menatap Sungyeol yang masih terpejam. Mungkin ia kelelahan dan hanya ingin diam seperti itu. Ryeona maklum dan tersenyum kecil melihat wajah damai Sungyeol. Ia mengambil buah ceri yang masih berada dalam genggaman Sungyeol dan memakannya dalam diam.

“Mengambil milik orang lain itu tidak baik.”

Ryeona terlonjak dari kegiatannya mengambil buah ceri yang berada di tangan Sungyeol. Pemuda itu membuka matanya, menatap Ryeona datar sedangkan yang ditatap hanya balik melihat dengan pandangan polosnya. Ia tak tahu apa-apa, sungguh. “Hehehe, mian oppa.”

Tatapan datar itu berubah menjadi lembut. Sungyeol mengusap rambut panjang Ryeona, membuat sang gadia bersemu merah. Sangat cantik. “Terima kasih karena telah bersedia menemaniku hari ini.”

Ryeona tersenyum dan mengangguk. Hanya satu permintaan kecil, dan Ryeona juga senang melakukannya. Tiba-tiba Sungyeol menariknya ke dalam sebuah pelukan hangat, membuat Ryeona terdiam. Memang bukan untuk pertama kalinya, namun jika namja dingin seperti Sungyeol yang memelukmu, pastilah akan terasa sensasi yang luar biasa aneh, dan nyaman tentunya.

Aishiteru, kimi no koto,” bisik Sungyeol pelan di telinga Ryeona. Gadis itu terdiam. Bukan, bukan karena ia tidak mengerti artinya. Ia tahu apa arti dari kalimat yang Sungyeol bisikkan.

Sangat tahu.

Nado saranghae, oppa.” Bingung harus menjawab apa, hanya kalimat itulah yang dapat keluar dari bibir cherry Ryeona, sembari balas memeluk dengan erat pemuda di hadapannya.

Sebuah kisah indah yang manis, dengan sepeda sebiru langit yang membentang dan rumput hijau menari karenanya. Rasa sayang yang tercurahkan dengan hal-hal kecil yang manis. Sebuah harmoni cinta perpaduan harum bunga dan manisnya tiap detik tatapan yang lembut. Hanya ada Sungyeol dan Ryeona. Namja dingin yang akan luluh hanya dengan satu senyuman manis yang tulus khas Ryeona.

FIN

5 responses to “Tree and Bicycle – Angelina Triaf

  1. ihh ihh? lucu.. cara mencurahkan kasih cinta nya buat Ryeona dari Seungyeol.. lucu unik!! aaaakkkk.. cie aku kan jd kebayang jadi Ryeonanya kyahahahahh *.*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s