Grizzle Dewfall – Angelina Triaf

BGPFUQACIAAqtzk

Angelina Triaf ©2015 Present

Grizzle Dewfall

Lee Sungjong (Infinite), Hyun Jiya (OC) | Hurt | G | Drabble

“She has long ceased to love me, whereas I love her like a never ending.”

0o0

Bias sore hari selalu identik dengan terbangnya burung menuju tempatnya kembali. Sarang hangat dengan suara cicit anak mereka yang gembira menyaksikan kepulangan induk tersayangnya. Begitu pula dengan seonggok hati yang kini terdiam menatapi cahaya jingga langit yang perlahan menghantarkan bulan menuju sebuah pandangan. Sungjong yang sejak dua puluh lima menit yang lalu duduk terdiam, menghitung detik jarum jam seiring napas yang berembus. Menghitung hari demi hari sejak peristiwa itu terjadi. Hal yang mengenaskan. Menyesakkan hatinya yang bahkan kini lupa bagaimana caranya merindu dengan benar.

Rambut keemasannya selalu bersinar terkena cahaya, berbanding terbalik dengan keadaan hatinya yang tak pernah tersentuh oleh cahaya lagi. Suram, terasa dingin dan gelap yang menaungi setiap inci ruang hatinya. Perasaannya yang seperti mati namun tak ingin mati di saat yang bersamaan. Mati suri? Mungkinkah itu yang sedang terjadi?

Hari-harinya berlalu dengan cepat. Sebuah kesia-siaan yang semakin menjadi tak berguna bila terus dilanjutkan bagaimana silsilahnya ia bisa terjadi. Di saat gadis itu meninggalkannya karena sebuah alasan yang tidak jelas. Abu-abu. Kala ia menginginkan sebuah jawaban memiliki warna yang pasti antara hitam atau putih, atau warna terang lainnya yang memiliki makna jelas dan dapat masuk ke dalam nalar. Mengapa? Mengapa selalu sebuah kesemuan yang ia dapatkan?

“Aku hanya tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan keadaanku padamu. Yang jelas, selamat tinggal. Terima kasih untuk segalanya.”

Sungjong tertawa mengingatnya. Perkataan menyedihkan yang hanya akan membuatnya sakit kala mengenangnya. Gadis itu berhasil. Ia berhasil dengan senyum manis dan tutur kata lembutnya. Berhasil mengoyak hati Sungjong bahkan sampai menghilangkan sari kehidupannya. Sangat sempurna, bagaimana pisau kasat mata itu dengan lembut merobek setiap untaian serat jantungnya, hanya dengan sebuah kata perpisahan, air mata kesedihan dan sebuah senyum palsu.

Ya, gadis itu telah berhasil menipu dirinya selama ini.

“Apakah kautahu, Jiya? Rasanya senang dapat mengetahui fakta menyakitkan ini.”

Sungjong masih terdiam, namun kini senyum tipis berhasil nampak di wajahnya yang tirus. Perihal cinta ini sangat membuatnya kehilangan kesehatannya. Kesehatan tubuhnya, kesehatan jiwanya. Segalanya.

“Aku sudah lama menghilangkan perasaanku padamu, Sungjong. Tolong pahami posisiku—“

 

“Apakah gadis egois sepertimu pantas untuk aku pahami? Apakah pantas?!”

Satu tetes air matanya yang berharga turun menelusuri garis hidungnya. Segalanya terlalu semu, abu-abu yang dinaungi jingga senja yang tak terbatas. Menyesal pun percuma, semuanya telah terlambat. Ia bahkan membenci dirinya sendiri, tak mampu membenci gadis egois itu dengan sepenuh hatinya. Ia lebih ingin membunuh dirinya sendiri, bukannya melihat gadis itu seperti sekarang.

Tertimbun tanah, tidur nyenyak dalam kesendiriannya.

“Apakah.. kamu akan tetap mencintaiku? Walaupun aku sudah lama melupakan semuanya?”

“Kurasa itu adalah sebuah pertanyaan retoris yang konyol.”

 

 

“Apa kamu senang sekarang di dalam sana? Sendirian, bersama dengan kegelapan? Kau senang?!”

Tangisannya pecah, instrumen kesedihan terdengar menggema di bawah langit yang menaunginya. Sudah mulai gelap, dan tempat ini akan semakin mencekam terasa di malam hari. Hanya tulang belulang yang dapat kauajak bicara. Juga, sepertinya Sungjong memang tak dapat melewati ini semua. Fase kehidupannya kali ini. Gagal, hanya ada keputus-asaan. Penyesalan yang tak terhitung lagi jumlahnya.

“Tentunya, seberapa pun kamu mencoba menendangku, aku tak akan pernah pergi menjauh. Seberapa kuat kamu tidak mencintaiku lagi, ingatlah bahwa aku mencintaimu seperti ini tak akan pernah berakhir.”

FIN

3 responses to “Grizzle Dewfall – Angelina Triaf

  1. fanficnya sedih, jadi initinya si cewek udah meninggal kan? dia bingung ngejelasin ke cowo klo dia kritis bener ga? klo salah maapin aja ): aku suka deh diksinya disini, mirip novel” yang biasa dibaca. Keep writing ya kak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s