ORDINARY HUBBY [PART II] – Sohwadreamer

tumblr_nh0asuwTAf1tml5fdo444

ORDINARY HUBBY . II

before : TEASER || PART I

CASTS : PARK  CHANYEOL ~ JUNG SOHWA || LENGHT : CHAPTER || GENRE : ROMANCE, MARRIAGE LIFE, FAMILY, ANGST, FLUFF ||  AUTHOR : J.jung

~o0o~

DISCLAIMER : BACA  AN YAAA^^

“Oppaa..”

Sohwa mulai meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya.

“Kenapa dengan Jin Ah.. Oppa tau aku membencinya kan..”

Tangisnya makin keras.

Chanyeol hanya diam sembari menunduk.

“Oppa bicaralah..”

Sohwa terus menangis.

“Kita putus saja.”

Chanyeol akhirnya angkat bicara setelah terdiam dari tadi.

“Hah? Oppa.. jangan bercanda..”

Sohwa meraih tangan Chanyeol, berusaha merubah keputusan Chanyeol. Tapi Chanyeol malah menepis tangan Sohwa hingga Sohwa terjatuh. Setelahnya, Chanyeol berjalan menjauh tanpa memedulikan Sohwa yang menangis.

“Oppa.. Oppa.. OPPAA!!” Sohwa berteriak memanggil Chanyeol, tapi Chanyeol tak peduli.

 

Chanyeol terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi lagi hal yang sama. Sudah seminggu ini ia tidak bisa tidur dengan tenang. Ia mengecek jam yang menunjukkan pukul 5 subuh. Ia mengusap wajahnya gusar, lalu menghela nafas berat. Ternyata kegiatannya tadi mengganggu seseorang di sampingnya.

“Oppa.. kau sakit?” Sohwa yang terbangun langsung mendekat pada Chanyeol. Ia khawatir dengan keadaan suaminya itu. Bagaimana tidak, wajah suaminya penuh keringat. Ditambah wajah dan mata Chanyeol memerah, mungkin ketakutan.

“Oppa memimpikan hal buruk ya?” Ekspresi khawatir tetap melekat pada Sohwa. Ditambah Chanyeol hanya diam saja. “Jangan takut Oppa.. aku disini.. aku pasti akan disini..” Sohwa mulai merangkul Chanyeol. Ia hampir menangis sekarang karena melihat keadaan suaminya yang sangat mengkhawatirkan.

“I’m okay babe.. don’t worry.. hmm..” Chanyeol akhirnya merespon perkataan Sohwa setelah membatu sedari tadi. Chanyeol melepaskan pelukan Sohwa dan menatap istrinya dengan senyuman. “Aigoo.. kau menangis? Uljjimaa.. you are too pretty babe.. hahahhh..” Lanjut Chanyeol sambil mengacak rambut Sohwa.

Sohwa masih saja terdiam dengan mata memerah sehabis menangis. “Aku tau Oppa ada masalah kan? Jangan-jangan karena aku ya? Appa ku memarahi mu?” Sohwa mulai terisak. Ia merasa menjadi beban suaminya itu. Ada perasaan bersalah pada Sohwa melihat suaminya susah tidur seperti itu.

“No.. jangan pikirkan apapun..” Kata Chanyeol sambil memeluk istrinya dan kembali pada posisi tertidur. Mereka berpelukan sambil tidur. “Apapun masalahku.. tentu bukan karena mu Sohwa-ya.. pasti Aboji masih mengingat kesalahanku. Sudahlah aku tak apa sayang..” Kata Chanyeol dengan sungguh-sungguh. Ia harus meyakinkan istrinya.

Akhirnya mereka terlelap juga.. setelah tangisan Sohwa..

 

~o0o~

 

Tok.. tok.. tok..

Pintu ruangan Chanyeol diketuk dari luar. Chanyeol tersadar dari kesibukkan nya pada berkas yang tak ada habisnya. Tiba-tiba pintu terbuka. Nampaklah seorang wanita dengan style sekertaris dengan wajah sumringah. Wanita itu mendekat pada Chanyeol yang sudah memasang wajah tak suka.

“Jin Ah-ssi.. kenapa kau kesini? Aku sibuk.” Chanyeol yang sebenarnya kaget harus berpura-pura memasang wajah tak suka melihat Jin Ah ada di ruangannya. Ia merasa terganggu melihat Jin-ah yang merupakan ‘mantan’ nya itu.

“Oppa memanggilku Jin Ah-ssi? Biasanya Oppa memanggilku Nana-ya~ seerti itu..” Sahut Jin Ah yang mulai meniru Chanyeol saat memanggilnya dulu. Bahkan sekarang Jin Ah mulai bergelayutan pada Chanyeol. Chanyeol merasa sangat risih dengan keadaan ini. Terlalu menjijikan baginya. Bahkan Sohwa tak pernah bersikap seperti itu padanya.

Tiba pintu ruangan Chanyeol terbuka lagi. Seseorang tampak terkejut dengan keadaan yang ia lihat. Jin Ah yang sedang bergelayutan pada Chanyeol. Siapa yang tak kaget melihatnya. Siapapun di Korea juga tau kalau Chanyeol sudah punya istri. Orang itu menatap Chanyeol dan Jin Ah tak percaya.

“Yaa.. ini tak seperti apa yang kalu lihat. Jangan salah sangka..” Chanyeol langsung melepaskan Jin Ah untuk menjauh darinya. Tentu Jin Ah menatapnya tak percaya. Jin Ah segera keluar dari ruangan Chanyeol.

“Baek..” Chanyeol panik. Apa yang harus ia lakukan, mengingat teman baiknya memergokkinya tadi. Walaupun bukan Chanyeol yang menggoda Jin Ah, semua orang pasti salah sangka saat melihat kejadian tadi.

“Wah Yeol.. jangan panik seperti itu. Apa aku mengganggu? Tadi kalian mau apa? Hahah..” Baekhyun yang pasalnya teman Chanyeol tertawa. Tentu diselingi smirk nya. Chanyeol menatap Baekhyun bingung. “Aku tau, Sohwa pasti sangat membosankan kan? Kalau dibandingkan dengan sekertarismu-.” Ucapan Baekhyun terhenti saat melihat wajah temannya tidak bersahabat.

“Woo.. tenang dulu.” Baekhyun mendekati Chanyeol yang wajahnya tampak mengeras. “Kau itu pria, wajar kalau kau punya ‘simpanan’ kawan. Suami lain juga begitu.. contohnya aku.” Lanjut Baekhyun sambil berbisik. Chanyeol yang mendengarnya langsung meninju Baekhyun. Baekhyun terjatuh, dan dari sudut bibirnya mengalir darah segar.

“YAK! Jaga omonganmu! Dasar brengsek!” Chanyeol melayangkan satu pukulan lagi untuk Baekhyun. Setelah itu, Baekhyun mengeluarkan smirk nya lagi. “Aku brengsek, dan kawanku ini bermulut besar. Kita serasi.” Baekhyun berdiri sambil menepuk Chanyeol.

“KAU! Aku tau kau tergoda lagi kan? Jangan munafik Park Chanyeol!” Kata Baekhtun dengan tekanan pada kalimat terakhirnya. Chanyeol terdiam, wajahnya mulai mengendur. “Hei, orangtua istrimu saja membencimu! Apa kau pikir tua bangka itu merestui pernikahan kalian?! Jangan mimpi!” Baekhyun menarik kerah kemeja Chanyeol.

Tidak, Abonim sangat membenciku.. ia bahkan ingin kami bercerai..- Pikir Chanyeol dalam hatinya. Sudah bertahun-tahun ia menikahi sohwa, tapi ia belum bisa mendapatkan hati mertuanya itu. Tapi selingkuh salah untuk dijadikan pelampiasan kekecewaannya.

“Kau sudah seperti saudaraku. Aku hanya ingin kau bahagia Yeol..” Kata Baekhyun sambil melepas cengkramannya pada kerah kemeja Chanyeol. Ia menepuk pundak Chanyeol pelan. “Kau juga seorang suami, kau seharusnya yang memegang kendali atas keluargamu.. bukan ayah Sohwa.” Lanjut Baekhyun yang mengasihani Chanyeol sahabatnya itu. Ia sedih melihat Chanyeol yang berusaha membahagiakan Sohwa malah diabaikan mertuanya sendiri.

“Pulanglah Baek.. aku lelah.” Chanyeol mengusir Baekhyun perlahan. Ia benar-benar lelah saat ini. Lelah fisik serta batin membuat Chanyeol ingin mati. Ditambah lagi dengan perkataan Baekhyun saat ini. Terlalu gila baginya. Baekhyun akhirnya keluar dari ruangan Chanyeol dengan gusar.

 

~o0o~

 

Sohwa sedang berkeliling supermarket untuk membeli bahan makanan. Ia sangat antusias sekali, hari ini ia mau memasak makanan untuk Chanyeol. Sebenarnya suami Sohwa hari ini ulang tahun. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya Chanyeol pasti lupa akan ulang tahunnya. Chanyeol dapat mengingat tanggal ulang tahun Sohwa, pernikahannya, bahkan tanggal bulanan Sohwa. Tapi tidak dengan ulang tahunnya.

Sohwa membawa belanjaannya menuju kasir. Dalam perjalanannya menuju kasir, ia bertemu dengan perempuan yang diakui Baekhyun -teman Chanyeol- istrinya. Ia mendekati perempuan itu. “Nyonya Baek?” Sapa Sohwa pada perempuan itu.

“Omo.. Nyonya Park.. lama tak berjumpa.” Jawab perempuan itu sambil tersenyum miris. Sohwa meringis melihatnya. Tatapan Sohwa teralihkan pada bocah perempuan di samping perempuan itu. “Omo, ini Hyeri.. Baek Hyeri kan? Astaga kau sudah besar..” Kata Sohwa sambil mengacak rambut anak tadi dengan gemas. Ternyata itu anak Baekhyun.

Nyonya Baek tiba-tiba memperhatikan perut Sohwa. “Apa kau sudah mengandung?” Tanya Nyonya Baek hati-hati. Sohwa tersenyum tipis. “Aniyo.. masih belum.” Jawab Sohwa yang ditanggapi anggukan oleh Nyonya Baek.

“Sebaiknya segeralah Nyonya Park hamil.. banyak hal tak terduga. Siapa tau dengan hadirnya anak kalian, dapat menyelesaikan hal tak terduga itu..” Sahut Nyonya Baek yang ditanggapi Sohwa dengan tatapan kaget. “Oh.. mianhaeyo.. aku tak bermaksud.” Nyonya Baek tampak merasa bersalah atas perkataannya.

“Gwenchana.. aku mengerti..” Tanggap Sohwa sambil tersenyum lebar. Nyonya Baek hanya mampu membalasnya dengan senyuman.

 

~o0o~

 

Chanyeol sedang duduk di ruangan kebesarannya. Tatapannya melayang entah kemana. Entah apa yang di pikirannya. Semenjak kepulangan Baekhyun tadi, ia hanya terdiam sambil memikirkan segalanya. Baekhyun bilang Chanyeol harus bahagia. Tapi Chanyeol bersikeras kalau bahagia nya adalah Sohwa nya.

Tiba-tiba ia teringat akan Sehun yang berkunjung ke rumah nya. Betapa irinya Chanyeol melihat Sehun. Ia lebih dulu menjadi menantu keluarga Jung, tapi Sehun yang menjadi  menantu favorit mertuanya. Padahal ia bersih sedangkan Sehun..Chanyeol tersentak.

 

Sehun.. selingkuh.

 

Flashback

Chanyeol menuju taman belakang rumahnya untuk bertemu Sehun. Namun sayup-sayup suara Sehun yang sedang mengangkat telfon, membuat Chanyeol tercekat.

“Arraseo chagiyaa..”

“Lain kali biar aku yang menghubungimu chagi..”

“Hahaha.. gwiyowo.. nado saranghae..”

Chanyeol tersentak, lalu menoleh ke arah Sohwa dan Sojung. Ia berfikir kalau Sehun sedang menelpon Sojung sekarang. Tapi ternyata tidak. Berarti Sehun..

“C-Chanyeol-ssi.. kau d-disini?” Suara Sehun menyadarkan Chanyeol dengan pikirannya. Chanyeol kaget melihat Sehun berada di depan nya. “Chanyeol-ssi.. ikut aku.” Sehun menarik Chanyeol dari rumah nya.

 

~o0o~

 

“Yang anda pikirkan.. semuanya benar.” Kata Sehun akhirnya setelah 15 menit terdiam. Mereka ada di cafe dekat rumah Chanyeol. Chanyeol melihat Sehun tak percaya. “… aku memang selingkuh.” Lanjut Sehun membuat Chanyeol marah. Ia tak percaya ini. Sehun si menantu kesayangan selingkuh.

“Kau bajingan! Bagaimana bisa.. apa nafsumu seperti hewan?!” Chanyeol membentak Sehun. Ia masih kalut. “Kau tau, Tuan Jung selalu melebihkan mu di depanku. Tapi ternyata.. kau biadap!” Chanyeol berdiri sambil menunjuk Sehun.

 

BUKK..

 

Satu pukulan di lepas Chanyeol untuk iparnya itu. Ia segera keluar dari cafe itu. Ia kecewa pada Sehun yang seharusnya sesuai ekspektasi mertuanya. Ia sangat kesal, Sehun tak ada bedanya dengan dirinya.

Bahkan Sehun pun tukang selingkuh..

 

Flashback end.

 

Chanyeol tertawa sinis. Baginya, untuk apa mempertahankan ini semua. Ia juga seorang manusia yang butuh kebahagiaan. Dan juga, ia seorang namja yang harus mempertahankan harga dirinya. Ia sudah memikirkan segalanya. Dengan cepat ia menekan tombol tersebut. Setelah tersambung..

“Jin Ah cepat keruanganku..”



















TBC..

 

 

 

AN :

Nah lo… Chanyeol manggil Jin Ah. hahahahah… sorry for late post.. hiks.. aku gaada ide soalnya..

buat yang udah comment di part 1 makasih yaaaa… buat saran yang Author POV aku terima.. soalnya pas dibaca lagi aneh tah.. hahahahah.. makasih buat sarannya.. semoga kalian ga bosen sama ff ini dan mau nungguin, terus comment, terus ff ini jadi top post.. hehehehe… ngarep!! soal yang bilang kependekan.. menurut aku sih udah cukup panjang, namanya juga chapter.. tapi aku usahain deh.. oke sampai jumpa di next part~~~

20 responses to “ORDINARY HUBBY [PART II] – Sohwadreamer

  1. Loh loh loh….
    Itu chanyeol mau apa ?? Duh.. Chanyeol apa-apaan sih ?? *terbawa emosi
    Adwae yeol-ah.. Jngan selingkuh..

    Btw eon, konfliknya jngn terlalu rumit ya😉
    next..

  2. Haahh kenapa semua cowo di ff ini tukang selingkuh?!!! Jadi gregetan pengen dibom rasanyaa
    Next eon jgnn lama2 okok

  3. Pingback: Ordinary Hubby [Part III] – J.jung | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Wth… Really? Why they’re only use their dick to solve problems >…< it's not true right? Andwae… Chanyeolsshi can't be that man T__T

  5. Pingback: Ordinary Hubby [Part III] – Sohwadreamer | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Chanyeol tergoda (lagi)?? Waaah gak berpikir jernih
    Seharusnya dia berayukur ada wanita yg masih nungguin dy dan memperlakukan dia dgn baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s