Secret Love (Midnight Kiss) – Angelina Triaf

Bjq3lQtIAAABcsp.jpg large

Angelina Triaf ©2015 Present

Secret Love (Midnight Kiss)

Zhang Yixing/Lay (EXO) with Han Hyunna (OC) | Fluff | G | Twoshots

0o0

Hyunna akhirnya bisa bernapas lega karena sejak enam jam yang lalu ia harus mengalami perjalanan panjang yang melelahkan, belum lagi duduk di mobil selama itu membuatnya pegal. Lain halnya dengan Ren yang padahal baru saja kakinya memijak tanah berumput itu dan ia langsung melompat-lompat kegirangan. Liburan. Yap, Ren sangat butuh liburan saat ini.

Nuna, apakah kau yang membawa kelinci paskah menggemaskan ini?”

Ya! Jongdae, sakit!”

Hyunna tertawa kecil. Pasangan periang yang sangat menggemaskan. Jongdae tak tahan untuk mengabaikan pipi Ren yang seolah minta untuk dicubit. Tingkah Ren yang seperti anak kecil membuat Jongdae yang baru turun dari mobil pun mau tak mau tergoda juga untuk menjahili gadisnya. Belum lagi Yixing yang ikut tertawa melihat tingkah dua remaja yang seperti anak kecil itu. Oh, padahal Jongdae dan Ren bukanlah remaja lagi. Hyunna, seperti biasa hanya ikut tersenyum melihat dua orang di hadapannya.

“Hyun, kau tak apa?”

Selalu begini. Sifat perhatian Yixing yang tak pernah terduga kapan akan keluar membuat Hyunna senang. Yixing memeluknya dari belakang, menaruh dagunya di bahu kanan Hyunna dan meletakkan salah satu telapak tangannya di kening Hyunna. Agak hangat, mungkin Hyunna kelelahan seharian duduk di mobil tanpa tidur—siapapun tak akan bisa tidur jika satu mobil dengan Jongdae dan Ren yang selama perjalanan asik mengobrolkan hal-hal aneh yang tak ada ujungnya.

Hanya anggukan yang Yixing dapat sebagai jawabannya. Sebenarnya Yixing tahu bahwa sedaritadi Jongdae dan Ren memperhatikan mereka. Namun enaknya pergi bersama dengan Jongdae dan Ren adalah, mereka tak pernah mengomentari orang lain dan mengganggu kegiatan orang tersebut. Adik-adik yang manis, menurut Yixing dan Hyunna.

“Kau terdengar seperti Junmyeon yang sedang menanyakan keadaan Jiya.”

Hyunna melepaskan tangan Yixing dari pinggangnya dan berjalan menuju bagasi untuk mengambil barang-barangnya. Yixing terkikik lalu mengikuti Hyunna dari belakang dan membantunya mengeluarkan segala perlengkapan—tenda, alat masak, tas carrier dan benda-benda lainnya.

“Itu karena Junmyeon bersikeras memanggil Jiya dengan nama depannya, Han Hyunnaku tersayang.”

Lagi-lagi tawa ringan menemani mereka. Pemandangan yang indah dan udara pegunungan yang sejuk tak luput dari perhatian mereka. Sangat nyaman jika dibandingkan dengan hiruk-pikuk perkotaan yang menyebalkan setiap harinya. Tak lama, Jongdae datang disusul dengan Ren di belakangnya.

“Jika dipikir-pikir, untuk apa kita membawa tenda sedangkan di belakang kita terdapat villa yang luas?”

Jongdae membantu Yixing mengeluarkan barang-barang sembari terus saja berkomentar tentang villa yang berada tepat di belakangnya. Ini memang ide para gadis untuk melakukan kemah di kawasan villa milik Hyunna. Katanya lebih seru menyatu dengan alam ketimbang hanya duduk manis dan tidur di dalam villa. Para pengurus villa telah mempersiapkan beberapa hal yang Hyunna minta untuk membuat kemah kali ini menjadi lebih menyenangkan—beberapa bahan makanan dan yang lainnya.

“Para gadis memegang kendali atas kita Jongdae, ingat itu.”

Yixing sangat puitis, membuat Ren dan Hyunna tak tahan untuk tidak menertawakan pria berlesung pipi itu. Jongdae ikut terkekeh sembari masih tetap dengan kegiatannya, yang kini bertugas mengatur berdirinya tenda. Hyunna dan Ren meminta izin untuk ke villa dan mengambil segala perlengkapan yang telah Hyunna minta. Kini tinggallah Yixing dan Jongdae yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Ge, apa yang akan gege lakukan dengan Hyunna nuna nanti malam?”

Mendengar nada bicara menggoda dari Jongdae membuat Yixing hanya tersenyum seperti biasanya. Temannya satu ini memang benar-benar memiliki rasa penasaran yang kelewat batas.

“Mungkin aku akan ‘mengapa-apakannya’, hahaha.”

Yixing jadi geli sendiri dengan jawabannya. Memangnya apa yang akan ia lakukan dengan Hyunna? Tapi sekali-kali menggoda Jongdae dengan hal seperti itu tak ada salahnya. Jongdae yang penasaran memang terlihat lucu seperti anak kecil, sama persis dengan Ren.

“Kau serius, ge?”

Benar dugaan Yixing, Jongdae akan membulatkan matanya karena tidak percaya. Aktingnya harus menjanjikan. Jarang-jarang bisa mengerjai Jongdae seperti ini.

“Tentu saja. Dan jangan ganggu kami, mengerti? Lebih baik kau lakukan sesuatu juga bersama Ren.”

Sebenarnya Yixing ingin sekali tertawa karena kepolosan Jongdae. Namun mau dikata apa, akting ini haruslah menjanjikan. Sangat menjanjikan.

“Baiklah, ge.”

Jongdae yang masih sibuk dengan kegiatan memasang tendanya, tak menyadari bahwa Yixing kini sedang menahan tawanya sekuat tenaga. Memangnya apa yang akan ia lakukan dengan Hyunna nanti malam? Sepertinya hanya akan duduk di bawah langit malam sembari melihat taburan bintang yang jarang mereka temukan di perkotaan. Ide sempurna, namun tetap saja Yixing masih menertawakan kepolosan Jongdae.

Hey, para pria! Bisa membantu kami membawa semua ini?” Teriak Hyunna dari kejauhan.

Yixing melambaikan tangannya dari jauh lalu langsung menghampiri Hyunna dan Ren yang kini sedang terkikik melihat Jongdae yang kesulitan mendirikan tenda seorang diri. Hanya tinggal menunggu waktu, sampai satu pertanyaan mutakhir itu terjawab. Apa yang akan mereka lakukan nanti malam?

0o0

Bukan Jongdae namanya jika tak membuat kegaduhan besar. Hampir saja halaman villa Hyunna terbakar karena ia terlalu semangat mengipasi kobaran api unggun di hadapannya. Lain halnya dengan Yixing yang panik setengah mati, Hyunna dan Ren justru tak bisa menghentikan tawa mereka sejak sepuluh menit yang lalu, dan itu membuat Jongdae kesal. Jongdae yang terlihat kesal memang nampak menggemaskan di mata Ren.

“Hyun, sebaiknya kita tinggalkan Jongdae dengan Ren. Tawamu hanya membuat Jongdae semakin kesal.”

Hyunna yang masih belum bisa menghentikan tawanya hanya mengangguk untuk mengiyakan ajakan Yixing. Ren melambaikan tangannya sembari tersenyum melihat kepergian Yixing dan Hyunna. Melirik ke arah Jongdae yang tengah mengoleskan margarin di jagung yang ia pegang, Ren menggeser duduknya mendekati Jongdae yang sama sekali tak menghiraukannya.

“Jongdae, maaf..”

Sepi, hanya angin yang menjawab pertanyaannya. Jongdae masih kesal.

Oppaya! Jongdae, awas kau ya!”

Dan terjadilah adegan saling kejar-kejaran antara mereka setelah Jongdae dengan resmi mengoleskan margarinnya ke pipi Ren. Lari-lari di malam hari? Sepertinya bukan ide yang buruk untuk mereka berdua.

Lain hal, lain cerita. Hyunna dan Yixing akhirnya memutuskan untuk berkeliling sekitar taman bunga villa ini. Penerangan lampu di tiap jalan membuat warna-warni bunga masih bisa dipandang mata walaupun malam masih menguasai hari. Bahkan sesekali Hyunna tertawa mendengar teriakan kesal Ren karena dikerjai Jongdae.

“Mereka pasangan yang manis, ya?”

“Ren yang hiperaktif dan Jongdae yang jahil. Aku setuju denganmu, Hyun.”

Mereka berdua tertawa karena memiliki pendapat yang sama. Udara yang cukup—atau bisa dibilang sangat—dingin menemani kesunyian mereka. Hanya tangan yang saling terkait yang berbicara kepada angin di sekitarnya tentang betapa manisnya kisah mereka malam ini. Hanya tindakan yang sanggup mengungkapkan apa yang tidak mereka katakan. Hal-hal kecil yang manis membuat malam mereka semakin indah.

Setelah hanyut dalam heningnya malam dan manisnya cinta mereka selama beberapa menit, tak sadar mereka kini telah sampai di tengah taman bunga. Mereka sedang melewati lorong yang diselimuti bunga-bunga rambat yang memiliki aneka warna yang cantik. Ternyata halaman villa ini sangat luas, seperti tak berujung. Melambangkan cinta mereka yang semoga tidak memiliki akhir kecuali jika maut memisahkan. Membayangkannya saja sudah membuat pipi Hyunna bersemu merah tanpa Yixing sadari.

Hyunna semakin mengeratkan genggamannya karena malam beranjak dingin. Lebih dingin dari biasanya, ditambah pula jangan lupakan bahwa ini kawasan pegunungan, yang tentu saja memiliki hawa malam yang sangat dingin. Yixing yang menyadari itu hanya tersenyum tipis dalam pandangannya yang masih terus menghadap ke depan. Hyunna sangat cantik malam ini.

Lorong bunga telah dilewati dalam diam. Kini mereka menghentikan langkah masing-masing di atas jembatan yang menghubungkan sisi halaman villa dengan halaman tempat mereka mendirikan tenda. Cukup jauh juga ternyata mereka berjalan. Hyunna sudah tahu seluk beluk tempat ini karena sering datang saat liburan.

“Yixing, coba lihat ke atas.”

Hyunna melepas genggamannya pada Yixing dan berdiri tepat berhadapan dengan pembatas jembatan. Ia menunjuk langit dengan senyum yang terkembang indah. Penasaran, Yixing pun menoleh ke arah tunjukkan Hyunna.

Menakjubkan. Bintang bertaburan di langit, dan mungkin jumlahnya tak dapat terhitung lagi. Mata Yixing berbinar seiring kelip bintang yang silih berganti meramaikan atmosfer langit yang menaungi mereka. Indah, dan mungkin momen seperti ini tak akan tergantikan dengan apapun. Melihat bintang bersama dengan orang terkasih, suatu hal menyenangkan yang akan selalu terkenang seumur hidup.

Memanfaatkan kekaguman Hyunna terhadap bintang di hadapannya, Yixing mendekat dan memeluknya dari belakang. Atau mungkin juga bukan memeluk, karena kedua tangan Yixing berpegangan pada pembatas jembatan, memenjarakan tubuh Hyunna yang lebih kecil darinya. Kentara sekali jika Hyunna kaget dengan perlakuan Yixing. Ya Tuhan, pria ini semakin tak terduga tiap harinya, dan itu membuat Hyunna semakin menyayanginya.

“Seharusnya kita mengajak Sehun dan Cheonsa. Cheonsa sangat menyukai bunga.”

Menjalin hubungan dengan Yixing membuat Hyunna dekat dengan para sahabat kekasihnya, termasuk juga kekasih dari masing-masingnya. Hyunna jadi teringat salah satu adik manisnya yang bernama Cheonsa, yang sempat ia tak menyangka jika gadis muda itu telah mendahuluinya menikah dengan Sehun.

“Mungkin juga Junmyeon dengan Jiya? Mereka juga pasangan yang lucu.” Yixing menertawai pasangan itu. Jiya yang masih seperti anak-anak dan Junmyeon yang kelewat pengertian.

Oh ya, mengapa kalian semua terlihat seperti pedofil? Lihat saja Luhan oppa yang menikahi Sena, juga Junmyeon dan Jiya, Minseok oppa dengan Tian..” Hyunna tertawa sendiri mendengar kalimat yang ia ucapkan.

“Mungkin pesona remaja yang masih muda membuat mereka tertarik.”

Hanya seputar pembicaraan yang sebenarnya kurang penting untuk dibahas. Namun begitulah cinta. Hal random pun terkadang manis untuk diungkapkan. Yixing menaruh dagunya di pundak kanan Hyunna, semakin mengeratkan pelukannya agar Hyunna tidak kedinginan. Alasan yang bagus, Yixing. Lanjutkan.

Oh, begitukah? Lalu bagaimana denganku?”

“Kamu cantik.”

“Yixing—“

Yixing tertawa melihat pipi yang baru saja diciumnya bersemu merah, dan kini semakin merah. Ingin sekali Hyunna memukul Yixing tepat di tangannya, tapi ia tak ingin merusak kebahagiaan kali ini. Yixing sering mengeluh lelah akhir-akhir ini, untuk itulah Hyunna memutuskan untuk mengajaknya liburan. Mereka mengajak Jongdae dan Ren karena sepertinya mereka berdua juga butuh liburan, dan juga Ren harus kembali ke Jepang selama beberapa minggu untuk mengurus kembali kontrak kerjanya di Korea. Jongdae harus siap merasakan kerinduan yang sangat nantinya.

“Apa kau tahu? Luhan hyung belum pernah berciuman dengan Sena, padahal mereka sudah menikah. Saat pernikahan pun Luhan hyung hanya mencium kening gadis itu.”

Kembali diletakkannya dagunya di pundak Hyunna. Sebenarnya Hyunna tak tahu apa maksud Yixing menceritakan hal itu. Tapi Hyunna tetap mendengarkan dengan seksama dalam diam.

“Minseok hyung juga belum pernah mencium Tian. Gadis itu tingkat kepolosannya hampir menyamai Cheonsa—walaupun kepolosan Cheonsa tak ada yang bisa menandingi. Minseok hyung tak tega bila harus merusak kepolosan gadisnya.”

Kali ini Hyunna yang tertawa dan Yixing hanya bisa terdiam karena bingung. Apa maksudnya tadi ‘merusak kepolosan’? Yixing memang selalu saja mengucapkan sesuatu yang tanpa sadar membuat orang lain tertawa.

Hey, kenapa tertawa? Oh, dan jangan tanyakan soal Junmyeon. Jiya yang hiperaktif membuatnya harus siap mengelus dada dan bersabar. Ibarat singa, Jiya adalah sang betina yang sangat sulit ditaklukan. Selalu ada saja tingkahnya yang dapat merusak momen romantis mereka. Dan Junmyeon akhirnya menyerah untuk mencoba mencium Jiya.”

“Singa—apa? Yixing, jangan membuatku lelah karena tertawa..”

Tawa Hyunna mendominasi keheningan malam. Yixing, mau tak mau ia ikut tertawa melihat Hyunna, ya walaupun secara teknis Yixing tak bisa melihat wajah Hyunna karena kini ia memeluk gadis itu dari belakang, namun tetap saja Yixing dapat merasakan kebahagiaan yang tersirat melalui tawanya.

“Maka dari itu..”

Hyunna serta-merta menghentikan tawanya begitu Yixing membalikkan tubuh mungilnya agar menghadap pria itu. Senyum Yixing sangat manis, namun Hyunna menangkap sinyal-sinyal aneh dalam senyumannya.

“Aku lebih suka dengan gadis yang seumuran karena tak akan dituduh pedofil atau apapun.”

Yixing menyeringai tipis sebelum resmi mempertemukan bibirnya dengan milik Hyunna. Tangannya masih menopang di pembatas jembatan, memenjarakan tubuh Hyunna yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Beginilah Yixing, penuh dengan hal tak terduga yang selalu membuatnya kehilangan kata-kata.

Ciuman yang lembut, udara yang dingin dan entah apa lagi yang menjadi pelengkap kebersamaan mereka kali ini. Cinta yang indah semakin dipererat dan akan selalu seperti ini. Yixing melepas ciumannya dan kembali tersenyum menatap Hyunna langsung di matanya.

“Hanya bercanda. Aku memilihmu karena aku mencintaimu.” Yixing tertawa kecil melihat kedua pipi Hyunna yang semakin bersemu merah.

“Aku membencimu, Zhang Yixing.”

“Aku juga mencintaimu, Hyun.”

Diakhiri dengan tawa dan juga pelukan yang menyalurkan kehangatan. Udara dingin membuat mereka menyadari sesuatu. Bahwa cinta itu menghangatkan, untuk itu jangan berpelukan di musim panas. Haha, bercanda.

Ditemani ribuan bintang dan rasa sayang yang tak dapat terhitung lagi, perjalanan cinta mereka tak hanya berhenti sampai di sini.

“Yixing, kira-kira apa yang sedang Jongdae dan Ren lakukan?”

TBC

14 responses to “Secret Love (Midnight Kiss) – Angelina Triaf

  1. angelina park apa sama dgn author bluelubird? castnya sehun & cheonsa yg di ff i like u so stayaway from me, yes or no? klo bkn s aku minta maaf tp ini romantis banget.

  2. aah manisnyaaaaaaa……. ><
    aduh gak sanggup klo jdi hyunna.. meleleh .-.
    aku mau baca yg versi jongdae juga ah wkkwkw
    keep writing🙂

  3. hai hai. . hallo aku reader baru. aku baru baca ff kamu tg arrownya jinwoo dan aku langsung suka gaya tulisan kamu.
    yixing oppa manis banget yaaa dan dibumbui dengan sifat polosnya
    pengen deh punya pacar kaya gituuu

  4. Pingback: Secret Love (Flowers in Your Heart) – Angelina Triaf | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s